111. The Journey Part I
Sinar-sinar matahari menyelinap memasuki kamar Sakura di rumah pohon darurat yang lembab. Sakura mengejapkan mata berkali-kali dan mengumpulkan ingatannya. Sakura segera beranjak keluar dari kamar, walau masih mengantuk. Semalam ia mengobrol dengan pangeran Sasuke sampai dini hari.
Sakura pergi ke kamar Naruto dan Hinata. Melihat kedua anak itu masih terlelap, ia pun menepuk-nepuk mereka sambil berkata
"Selamat pagi, Hinata, Naruto"
III
Selesai mengepak barang bawaan dan bekal makanan di dapur, Sakura segera pergi menemui mayor Kakashi dan kapten Kiba. Segera mereka mengenakan backpack masing-masing dan mengucapkan selamat tinggal pada Naruto dan Hinata.
"Selamat jalan, Sakura nee-chan dan lainnya."
Sakura hanya tersenyum.
III
Mereka menyusuri padang rumput yang masih hijau dan yang tidak, pohon-pohon besar dan subur juga pohon yang kering dan layu. Sesekali, Sakura dihinggapi kupu-kupu kuning kecil, entah karena Sakura berbau tidak enak atau karena ada sesuatu dalam dirinya.
Sampailah mereka di jembatan gantung kayu rapuh yang sepertinya menanggung beban satu orang saja tak bisa.
"pokoknya, aku gak mau lewat jembatan itu!" kata Sakura tegas.
"lalu.. KAU MAU LEWAT MANA?" teriak mayor Kakashi dan boneka ayam tidak sabar. Sakura hanya bisa menggunakan tangannya untuk menutupi wajahnya dari semburan air liur menjijikan mereka berdua dan berkata,
"eeuuyyyy.."
"ada jembatan lain sih", kata Kapten Kiba "tapi..." Kiba menunjuk jembatan satu lagi. Sepertinya 'jembatan' bukan kata yang tepat, ya iyalah! Terlihat seperti hanya sehelai benang, ah! rambut. Itu juga keliatan gara-gara ada sinar matahari.
Boneka ayam menaikan sebelah alisnya (itu pun kalo dia punya alis) "yakin tuh, itu jembatan, petok?"
"jadi, kamu mau pilih yang mana, petok?"
Sakura menyipitkan mata seraya memberikan pandangan are-you-nuts? Untuk boneka ayam." Ya pilih yang pertama lah, kae Shirotol mustaqin aja"
"PAAN TUH?" kata mereka berbarengan.
"er.. ahaha"
Sejenak, boneka Ayam melihat Sakura dari atas ke bawah. Sesekali mengerenyit dan memasang pola berpikir.
Sakura risih. "paan si?"
"Sakura, kan sudah kubilang, jangan makan terlalu banyak, nanti kalo roboh dan kamu jatuh... sayang jembatannya, ptook" kata Boneka ayam sok serius.
"heh! Kurang ajar ya sama LADY!"
"Sakura terakhir aja, biar kalo roboh, kita semua kan udah nyebrang"
"ga boleh! LADIES first!" Sakura mendadak maju dengan angkuh, hendak menyebrangi jembatan kayu, Sakura yang sedang kesal, tidak melihat kalau pijakan yang akan ia pijak adalah kayu rapuh yang sudah bolong-bolong.
"SAKURA! Awas!" teriak kapten Kiba. Sakura merasakan hembusan angin ketika ia setengah terjatuh. Sakura hampir saja melayang jatuh ke jurang tapi sesuatu yang menangkap lengannya.
"AAWWWW!"
"bodoh panjat dinding terbingnya, petok!"
Sakura tahu, dan tentu saja ingin memanjat, tapi bagaimana? Dinding jurangnya dipenuhi sesuatu—yang sakura tidak yakin itu apa—dan berduri.
"ada sesuatu berduri disini"
"..lalu?"
"gue gabisa manjatnya bod—"
"ah diem, coba dulu petok!"
Sakura berusaha memanjatnya, rok pink mudanya robek dan lututnya lecet terkena tanaman berduri. Akhirnya setelah perjuangan hidup dan mati yang mempertaruhkan nyawa, kehorma—oke, cukup. Sakura sampai diatas.
"petok petok petok, tok tok tok petok petok pet-pet-petooooookkkk!"
Semua cengok.
"phuah, petok. Sakura, lain kali hati-hati, perbekalan kita jadi jatuh semua petok!" Boneka ayam marah. Sakura hanya diam dan menatap boneka ayam dengan tatapan kosong.
III
"payah, kenapa mereka bisa sampai di Parthenia?" kata Pein mencak-mencak.
"ya gatau! Bukannya itu gara-gara elo yang uda ngerubah mereka jadi sesuatu yang hidup?" kata Seseorang berambut hitam panjang—Itachi.
"ya, harusnya lo ngejadiin mereka batu kayak mereka" kata Kisame—salah satu dari mereka yang makanan kesukaannya pelet ikan. Kisame Menyibak gorden untuk memungkinkan mereka melihat ke lapangan tempat para penduduk Parthenia yang dijadikan batu oleh Pein.
"tidak tahu ya?" kata Pein santai "itu membuatku jadi seperti ibunya Malin Kundang, lagipula.. aku ingin dengar si boneka ayam berhati kayu itu menjerit-jerit ketika kubakar! MUUAAHHAHAHAHAHAHAH!" oke, kali ini Pein berbicara dengan semangat berkobar-kobar.
"ergh, glek.."
"DEIDARRAAA!"
Cewek, bukan, cowok berambut kuning jerami dipojok ruangan yang rambutnya sekarang dipenuhi roll rambut warna pink langsung terlonjak kaget. "eh iya sir yes sir pein kenapa ada apa apaan kenapa eh.. iya, iyah kenapa. Adodoooh rambut gue ketarik" teriak Deidara latah.
"cepet lepas tu roll rambut dan kejar orang-orang ini!" kata Pein sambil nunjukin poto yang super gede. Eh, wait.. itu kan bulan poto mereka, itu poto Pein dulu waktu disunat?!?!?! (cuman, muka peinnya ada item-itemnya, sensor mungkin yah?)
"WWHADDDD! Sapah yang ngeganti potonya HAH??" kata Pein setelah sadar potonya salah.
"hmpphh" semua yang ada disana langsung nahan ketawa sampe keringet dingin, sakit perut, mukanya merah, matanya berair, idungnya gatel.
"TOBI!" jawab Tobi 100% confident. Oke, selanjutnya adegan heroik berlumuran darah penuh kekerasan.
BRAK BUK BUK BRUUUKK DASH DOENGG BAK BUK
"gue berangkat sekarang aja deh, ga tega ngeliat kohai gue mati" Kata Deidara sambil buru-buru pake bedak sama lip gloss. Sebelum berangkat, dia sempet ngedip sok imut (banget) di depan kaca. Yang langsung pecah.
"DEI! Lo udah pecahin 78 kaca!" teriak Kakuzu "rugi besar gue!"
"tujuh puluh sembilan"
"teserah"
III
mereka terus berjalan menuruni bukit yang kering karena tidak satupun tumbuhan disana hidup. Sampailah mereka di sebuah laut.
"Aku dan Kapten Kiba akan tarik perahu, kalian cari perbekalan sana"
"Sakura, ikut aku petok"
Mereka berjalan melewati perkebunan kering dan tanah gersang. Tiba-tiba Boneka Ayam berhenti dan melihat ke arah dia berpijak. Ada sebuah lobang yang tertutup rapat. Ia mengeluarkan pedang dari balik bulu kuningnya dan membuka penutup itu.
Peri-peri lain berwarna-warni keluar dari lubang itu.
"peri apa lagi itu?" tanya Sakura heran.
"peri bunga, seseorang mengurung mereka di lobang ini"
Peri-peri bunga mulai membuat kebun buah dan bebungaan di sekitar mereka hijau dan segar kembali. Beberapa buah apel langsung jatuh dari pohon karena terlalu matang. Semua dilakukannya dengan gampang saja. Mereka berbisik pada boneka ayam dan Sakura, sepertinya mengucapkan terimakasih.
Boneka Ayam melempar salah satu apelnya pada Sakura "Kenapa? Cepat kumpulkan bekalnya petook"
"ah, iyaa iyaa.."
duak " Sakura membalas lemparan boneka ayam.
Bak
Buk
Bak
Buk
"BERHENTIIII" Sakura dan boneka ayam mencari-ceri asal suara itu. Dan berakhir pada.. salah satu peri bunga.
"ah, ma.. maaf ratu petok" kata boneka ayam terbata-bata "ah ya, Sakura.. ini Ratu peri bunga, Tenten, petook"
"ah, ah.. ratu Tenten.. Salam kenal, maaf kami.."
"ya, ya, ga papa" kata Tenten "tapi.. tumben Pangeran Sasuke bisa sebegini akrabnya sama cewek.." katanya lagi sambil melihat kearah boneka Ayam yang sedang membersihkan diri dari apel busuk yang dilempar Sakura.
"ehh.." Sakura salting, pipinya memerah.
Sepertinya Boneka Ayam tidak mendengar.
"ahaha.. bercanda"
"haha, ratu.."
"tapi serius!"
"eeh?"
"ayo, ayo Sakura. Kita harus mengumpulkan apel untuk bekal, petok. Ingat?" Boneka ayam menarik tangan Sakura.
Sekilas, Sakura melihat Ratu Tenten membisikan 'good luck' dan mengedipkan mata.
Inner Sakura : eh? Eh? Apa?
JEDUUMM!!! DHUUAAR!
"apa itu?" teriak Sakura.
"MUAAHAHAHAHAHAH! (diajarin Pein) Aku Deidara, komplotan Akatsuki yang paling cantik! Bahkan lebih cantik dari Konan!"
"lari Sakura, petok"
Mereka lari tanpa sempat membawa apel-apelnya. Mereka menyusuri bukit, dan akhirnya sampai ke pinggir lautan.
"Mayor, Kapten, itu! ada itu loh! ituu!" Sakura kelabakan
"apaan? Paling kecoak kecil atau cacing atau.."
"BURUNG RAKSASA!" tereak Kiba kenceng banget.
Mereka semua lari, tapi pasukan peri salju mengubah lautan didepan mereka menjadi arena ice skating yang sangat luas, mereka juga membawa kereta kuda untuk mereka. Semuanya bergegas naik dan tentu saja dengan Deidara di belakang mereka. Berulang kali ia meledakan es tapi peri salju membekukannya kembali.
Setelah yang ke-5 kalinya, Deidara hampir berhasil, setengah kereta kuda sudah tenggelam..
TBC
Putee : MMUUAAHAHAHAHAHAHH (diajarin Pein) kali ini penasaran gak?
Kiba : eh, beghee... kae ginian mah, orang juga uda bisa nebaakk!
Putee : enggak si...
Kiba : Masa?
Putee : iyah!
Kiba : Masa?
Putee : iyah!
Kiba : Masa?
Putee : iyah!
Kiba : Masa?
Putee : iyah!
Gaara : INAF! berisiik! DIAM SEMUA!
Putee : berisik ah Gaara! Maap yah, putee telat (banget) ngapdetnya.. ni fanfik udah keburu basi duluan kali yah?
Sasuke : emang udah basi!
Putee : DIAM! Sumpah! Lo pada ada dendam apa si ama gue??
CoGan : enggaakkk...
Putee : giliran gue talkshow sama cowo-cowo keren ini, gue di tindas! Gak Dihormatin! Di bully! Di katain! Di...
CoGan : Cup-cup (ngelus-ngelus kepala putee)
Putee : Jadi... semua! Mudah-mudahan gak bosen sama fanfik-fanfiknya puteeChan yah, SELAMAT LIBURAN! Putee juga mau libuur!!
Mama Putee : enggak! Kerjain tugas Karya tulis dari sekolah, kumpulin bahan-bahannya, selesei liburan harus udah jadi!
Putee : iya buu.. dah, semua! Putee mau kerjain kartul dulu yah, putee gatau mau apdet ni kapan lagi, yaa.. dadahh! Sasuke, Gaara, Kiba! Bantuin gue!
Mereka : Sir yes sir!
Putee : MMUUUAHAHAHAHAH (diajarin Pein) mereka sudah kuhipnotis!
Heh! Review loh ya! Jangan lupa, entar gue makan loh! (niatnya mau ngancem tapi mukanya gak mendukung) sekali lagi maap yah, kalo ada miss typing, bahasa yang blak-blakan, humor garing plus jayus yang gak bermutu.. dan lainlain.
Satu lagi! Tau STONEHENGE kan? (batu segi empat yang disusun bentuk lingkaran di Inggris) Putee mau Cari data-datanya ni, kasi masukan dong dimana... (selaen wikipedia, khay!)
Nb: Spring vs Summer Hiatus dulu yah! Dah semuaaaa...
chaoo..
Sign/puteeChan/2008 (hampir 2009)
