Hallo semuanya.. Genevieve minta maaf belum sempat mereview tapi thx a lot buat reviewer. Maafkan aku belum sempat mereview, tapi udah aku baca kok. Dan semua ficnya baguuus.

Bales review dulu deh :)

Azumi Uchiha: Udah tau kok thx reviewnya yaa :) maap blm sempet ngereview ficmu.

Mayu Asuka: thx atas pujiannya :)

kawaii-haruna: udh apdet!

Hyacinthoides: thx yaa udh di ksh masukan.

X-tee: ini udh sadar lho!!

Faika Araifa: iya, yg tentang natal2 itu bkn?*maap kllo slh* thx atas masukannya

Inuzumaki Helen: ooh oke ntar aku baca pasti. cipika cipiki balik, hahaha

Darbi Arks XIII: Genevieve yg bner, oo, sdh ku bc, tp blm sempat review. thx yaa.

Nara Kamizuku: maaf siapa yaa? ga kenal saya!!

dilia: oke ficnya sudah saya bc tp blm sempet review. thx atas masukannya.

blackpapillon: iya, wktu sasu ga bangun2 abis di hajar ama itachi, bsknya langsung ninggalin Sakura. thx atas masukannya. maap blm mereview bbrp fic anda.

kakkoi-chan: dpt dari wkt sakura nungguin sasule bangun pas abis di hajar itachi ituu.

Aika Uchiha: oke!

M4yura: thx yaa. ntar klo sempet ku bc ficnya.

pink-violin: thx atas masukannya.

Akina Takahashi: oke ntar aku sempatkan membaca ficmu...

x Hinamori Sakura x: ntar saya akan sempatkan mereview ficnyaa~~

Dani D'mile: thx atas masukannya!!

Deeandra Hihara: suka Kazuki?*ditendang tba2 nanya gaje* ntar akan saya sempatkan mereview

TheSyaoranSakuraLover: sama doong tos yuk!!

miyu201: nanti akan saya sempatkan membaca n mereview ficmu~~

judul fic berubah, pair juga belum tentu, antara SasuSaku ato NaruSaku, hehhe silahakan tebak2 aja

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Geliefde Haruno Sakura

by

Genevieve Rousseau

Rate: T

Summary: Tangan Sasuke yang bergerak. SasuSaku fic. Please read. Kalau ada author yang perah menulis SasuSaku, read it please!

Enjoy this Fic!


Daun-daun berwarna coklat menghiasi pohon yang berdiri tegak sepanjang jalan. Sakura berjalan dengan langkah terburu-buru. Ia merapatkan coatnya, matanya terus memandang ke arah jalan. Bunyi sepatu boat menemani setiap langkahnya. Sakura mulai terganggu dengan beberapa helai rambut yang menutup wajahnya, dia berhenti sebentar kemudian membereskan rambutnya, lalu melanjutkan perjalanan. Sensasi dingin terasa begitu angin menerpa wajah putihnya, Sakura menarik nafas panjang. Dia begitu menyukai saat seperti ini. Saat dimana dia sedang gerogi lalu angin segar menenangkannya.

Sakura akhirnya sampai di depan gebang taman yang lumayan luas. Ada berbagai macam permainan di situ, kotak pasir, jungkat-jungkit, ayunan, papan luncur. Yang pasti alat bermain itu dicat dengan warna yang beragam. Sakura tersenyum senang. Kemudian dengan semangat Dia melangkah masuk. Sakura menyipitkan matanya, mencari seseorang yang akan dia temui di sini. Dia tidak diam saja di tempat, tangan kecilnya menyusuri beberapa tempat bermain. Papan luncur disentuh dari atas sampai bawah. Mengamatinya dengan seksama, sesekali tersenyum.

"SAKURA-CHAN!!!" teriak seseorang dari arah gerbang. Orang itu sedang berdiri melambai-lambaikan tangan. Rambutnya berantakan tertiup angin. Senyum lebar terkembang di bibirnya yang mungil. Kemudian orang itu menyilangkan tangan di dada, lalu menghampiri Sakura yang sedang berjongkok di dekat papan luncur.

"Naruto, apa kabar?" tanyanya sambil mencoba berdiri lalu meletakan tangan kanannya ke wajah pria yang bernama Naruto.

"Baik. Kau sendiri?" Naruto memegang tangan Sakura yang sedang bermain-main di pipinya.

"Baik. Aku sangat merindukanmu," matanya terpejam sambil menghirup udara segar,"sangat rindu, padamu."

Naruto mengangguk,"aku juga," tangan kiri Naruto menggenggam erat tangan kanan Sakura yang masih menempel di pipinya.

Sakura melepaskan tangannya, kemudian pandangannya beralih, kembali ke taman,"aku sudah lama tidak ke tempat ini."

"Ya, dulu, kita sering main di sini. Aku senang bisa kembali kemari." Karena Sakura telah melepaskan tangannya, Naruto akhirnya memasukan kedua tangannya ke dalam saku jaket yang di kenakan Naruto.

"Sekarang kau mau tinggal dimana?" tanya Sakura yang mulai memandang Naruto.

"Aku sudah menyewa apartement sederhana di dekat taman ini," jawab Naruto," aku senang bisa menjadi dokter di rumah sakit Konoha."

"Kenapa?" tanya Sakura penasaran. Sambil terus memainkan syalnya.

Naruto mendekatkan bibirnya ke telinga Sakura dan Sakura bisa merasakan nafas hangat Naruto di lehernya,"karena kau susternya." Bisiknya.

Spontan Sakura memukul pundak Naruto. Naruto pura-pura mengerang kesakitan,"aduh, kau ini, masih saja ganas."

Sakura mengerucutkan bibirnya,"abisnya, kau juga, selalu jahil, Naruto-kun." Dibagian 'Naruto-kun' di ucapkan dengan nada yang menggoda.

Muka Naruto memerah, warna coklat wajahnya dibumbui dengan warna merah samar-samar.

Sakura terkikik, lalu memeluk lengan Naruto masuk menuju danau kecil di dalam taman,"baru begitu saja sudah memerah wajahnya."

Naruto yang ternyata baru sadar sedang di ejek Sakura, buru-buru menggelengkan kepalanya,"tidak, kata siapa?"

Sakura kembali terkikik,"aku melihatnya."

"Oh, terserah apa kata kau saja. Lihat saja sebentar lagi, aku yang akan membuat wajahmu memerah." Tantang Naruto.

"Memerah karena marah, itu sih dari dulu,"ejek Sakura,"sudah biasa kau lakukan dari dulu."

Naruto menggeleng,"bukan. Ini karena kau terpesona padaku."

Sakura mendelik,"ah, sudah kubilang, aku takkan pernah terpesona padamu."

Naruto mengeratkan tangannya di tangan Sakura yang sedari tadi memeluk lengannya,"kalau belum dicoba."

Seketika senyum yang diperlihatkan Sakura menghilang, pelukan di lengan Naruto direnggangkan, matanya yang cerah meredup,"bisa kita bicarakan yang lain?"

Naruto mengangguk,"kau sudah tau apa yang akan kulakukan di rumah sakit nanti?"

"Kau akan menggantikan beberapa pekerjaan dokter Tsunade. Dia 'kan sudah semakin tua." Jawab Sakura, disertai dengan cengiran.

Naruto mengangguk mengerti.

"Kau 'kan sudah professional. Sudah bekerja lumayan lama menjadi dokter di Ame, itu sangat bagus bukan?" kata Sakura panjang lebar sambil terus berjalan menuju danau,"kedatanganmu sangat berguna di rumah sakit ini."

Naruto nyengir,"kalau kau maunya begitu, oke, aku akan mencoba untuk berguna."

Sakura mengajak Naruto duduk di bangku taman,"musim gugur itu indah yaa,"

Naruto melihat wajah Sakura yang begitu damai sedang tersenyum, sehingga membuatnya ikut tersenyum,"aku, sudah lama ingin melihatmu tersenyum."

Sakura duduk menghadap Naruto,"aku punya banyak cerita."

"Oh, ya, cerita apa?" tanya Naruto dengan memasang wajah penasaran.

#

Sakura telah bertemu dengan kawan masa lalunya, Naruto. Dulu mereka adalah sahabat, sampai Naruto pergi ke Amegakure untuk kuliah dan setelah itu lanjut kerja. Hari ini Naruto dipindahkan ke untuk membatu dokter Tsunade. Sakura sangat senang sahabatnya kembali, dia ingin terus bercerita dan setiap hari berkunjung ke apartement Naruto. Taman yang tadi dikunjunginya adalah temapt dimana Naruto dan dirinya bermain. Untuk tempat sembunyi juga waktu bolos sekolah. Saat-saat terindah dalam hidupnya. Hubungan mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Sakura tahu Naruto mencintainya, tapi dia tidak, dia tidak mencintai Naruto.

Sakura membanting tasnya ke ranjang di susul dengan badannya. Lalu dia melihat jam dinding sudah menunjukan pukul enam sore. Harusnya tadi dia menerima tawaran Naruto untuk makan malam, tapi malah ditolak karena takut kemalaman pulangnya. Ternyata sampai rumah baru jam enam sore. Tadi dia bercerita panjang lebar pada Naruto. Naruto juga dia menceritakan hampir semua pengalaman yang dia alami saat berada di Ame.

"Huuh, baru jam segini. Apa yang akan kulakukan ya?" tanyanya entah pada siapa.

Sakura kemudian mengambil laptopnya. Sudah lama dia tidak bermain-main di dunia maya. Matanya terpaku pada layer laptop, membaca blog orang. Memberi comment pada setiap artikel yang menarik. Ada artikel tentang cinta, resep memasak, pengetahuan, kesehatan, dan macam-macam. Sakura membulatkan matanya begitu melihat nama dari penulis blog itu. Uchiha Sasuke. Dia terakhir memposting blog dua tahun yang lalu. Sakura membaca profil, dia baru mengetahui bahawa pekerjaan Sasuke adalah penulis. Padahal yang dia tahu, Sasuke adalah business man.

Sasuke hanya mempublikasikan karyanya di blog ini. Tidak ada orang yang tahu. Cerita yang ditulisnya juga menarik. Cukup menegangkan, kebenyakan cerita yang ditulisnya bercerita tentang kekerasan. Thriller dan sebagainya, Sakura membaca cerita itu. Sakura sedang membaca chapter satu dari cerita yang berjudul "Dreamer", chapter yang dipost dua tahu lalu. Beberapa comment sudah menagih chapter selanjutnya.

Setelah selesai membaca "Dreamer" ada cerita lain, tapi yang membuat Sakura heran adalah, cerita ini bercerita tentang cinta. Seorang pria yang menantikan wanita yang bisa mencintai dirinya apa adanya, dalam susah maupun senang.

#

Sakura sudah keluar dari rumahnya dengan mengenakan dress selutut warna abu-abu kehitam-hitaman, sepatu bot sebetis warna hitam, dan coat selutut warna abu-abu kehitam-hitaman, juga tas warna hitam. Rambut yang digerai bergerak anggun saat tertiup angin. Saat Sakura mulai melangkah menjauhi rumah terdengar bunyi klakson dari belakang. Begitu Sakura menghadap ke belakang, ada mobil warna silver. Sakura mengahampiri mobil tersebut. Jendelapun terbuka,"hai Sakura-chan, masuklah!"

"Naruto!" Sakura terkejut, tapi tetap saja dia masuk ke dalam mobil. Lumayan ada tumpangan.

"Ke rumah sakit?" tanya Naruto sambil menggas mobil.

Sakura mengangguk,"kau sudah mulai kerja?"

"Iya. Aku sengaja tidak memberitahumu, untuk kejutan, agar aku bisa menjemputmu." Jelas Naruto, matanya masih terpaku pada jalanan.

"Kau ini, memang! Tapi tidak apa-apa sih, dari pada aku kedinginan." Sakura nyengir.

"Mau cepat atau sedang?" tanya Naruto sambil terus mengemudi.

"Hm.." Sakura meletakan jari telunjuknya di bibir,"sedang saja."

"Oke, aku tidak akan cepat-cepat ", Naruto mengangguk,"nanti mau pulang bersama?"

"Naruto, kerja saja belum, sudah mikirin pulang. Kau bertemu dulu dengan yang namanya dokter Tsunade dan hadapi dia," kata Sakura lalu tertawa.

"Memangnya, sebegitu galaknya nenek-nenek itu?" tanya Naruto penasaran.

Sakura berpikir sejenak,"seperti yang kuceritakan di taman tadi, namanya juga sudah tua, jadi terima saja bagaimana kelakuannya."

"Haah, masa aku harus kerja dengan nenek-nenek macam dia!" Naruto pura-pura terlihat kesal sambil memukul stir, dan itu membuat Sakura tertawa. Naruto tersenyum.

"Hahahaha, aduuh, kau ini. Jangan begitu, nenek-nenek lebih berpengalaman lho!" kata Sakura sambil tertawa.

"Kira-kira, aku kerja apa nanti." Kata Naruto sambil terus menyetir.

Sakura menaikan bahu,"entahlah, yang penting kau harus bisa menjadi yang terbaik dalam bidang apapun yang kau tekuni, be the best of whatever you are."

Naruto menganggu mantap,"kau benar, be the best of whatever you are. Dapat darimana kata sebagus itu?"

"Blog orang, hehe." Jawab Sakura malu-malu.

"Kupikir kau buat kalimat itu sendiri. Dasar! Padahal aku sudah terkagum-kagum," ejek Naruto.

Lalu mereka tertawa bersama-sama.

#

"Uzumaki Naruto-kun, selamat datang di rumah sakit ini." Kata Tsunade begitu Naruto ada di ruangannya.

"Ya, terimakasih." Jawab Naruto lalu duduk di kursi berlengan di susul Tsunade.

"Kau tahu, ada beberapa pekerjaan yang akan saya berikan padamu. Aku sudah lelah mengurusi orang koma yang tak kunjung sadar itu," jelas Tsunade.

"Uchiha Sasuke-san?" tanya Naruto sambil memainkan jari di depan wajahnya.

"Ya, dia koma karena kecelakaan." Ujar Tsunade sambil menuang sake.

"Mau?" Naruto menggeleng,"kakaknya mati. Dia juga tidak pernah ada yang menjenguk, setiap hari dia sendirian."

"Siapa yang mengurus administrasinya?" tanya Naruto.

"Keluarganya mungkin atau temannya. Aku tidak tahu," jawab Tsunade sambil menegak sakenya."Tugasmu adalah, bisa membuat dia bangun, hehe."

"Sebegitu menderitanya dia?" Naruto mendelik.

Tsunade mengangguk,"ikut aku."

#

"Sasuke, apakah itu blogmu?" tanya Sakura pada Sasuke yang masih terbaring lemah, tangan Sakura mengelus pipi Sasuke,"apakah kau suka menulis cerita?"

Hening tidak ada respon hanya terdengar bunyi mesin. Tut..tut..tut..

"Kalau kau sadar nanti, aku akan memuji-muji karyamu. Cepatlah bangun Sasuke-san." Sakura menatap wajah Sasuke, tatapannya lirih.

"Warna matamu apa, Sasuke-san?" tanya Sakura.

"Sakura, hentikan, jangan seperti orang gila." Tiba-tiba Naruto ada di depan pintu ruang ICU.

"Maaf, tapi aku sungguh ingin dia cepat bangun," jawab Sakura."Kau mau memeriksanya?"

Naruto melangkah masuk,"mengusap rambut pink Sakura. Permisi aku mau memeriksanya."

Sakura menggeser badannya, membiarkan Naruto mendekati Sasuke,"dia tampan juga, tapi sayang, sudah mau mati."

"APA!?!?" tanya Sakura kaget.

"Hahaha, tidak, tidak. Dia belum mau mati." Naruto nyengir.

"Kupikir kau serius!" kata Sakura sambil mengelus dadanya.

"Ngomong-ngomong, kau jadi 'kan pulang sama aku?" tanya Naruto memastikan.

Sakura mengangguk,"selama itu tidak merepotkanmu."

"Tentu tidak, besok siangnya aku jemput kau untuk makan siang. Bagaimana?" tawar Naruto yang sekarang mulai memeriksa Sasuke.

"Boleh saja, asal kau yang traktir." Sakura memberikan syarat.

"Tidak masalah. Nanti kau bantu aku memeriksa pasien, memang sadis dokter Tsunade, baru kerja tugasnya sudah banyak sekali," katanya sambil membenarkan coat dokternya.

"'Kan sudah kubilang, sekarang dia sedang apa?" tanya Sakura penasaran.

"Minum sake mungkin. Dokter macam apa itu." Cibir Naruto.

Sakura tertawa.

"Ayo, keluar, kita periksa pasien yang lain." Ajak Naruto.

Sebelum keluar Sakura membisikkan sesuatu di telinga Sasuke,"aku menunggumu."

#

"Temanku yang bernama Gaara, anak dari Suna. Sekarang dia masih kerja di Ame. Anaknya sangat pendiam, mungkin kelak dia takkan punya pacar," cerita Naruto kepada Sakura yang kini mereka ada di ruangan Naruto,"siapa yang akan jatuh cinta dengan manusia batu seperti dia."

"Memang orangnya seperti apa?" tanya Sakura penasaran sambil terus memberskan meja Naruto, sementara Naruto membaca dokumen-dokumen.

Naruto membalik lembar dokumen,"orangnya sangat dingin."

"Sedingin apa?" tanya Sakura main-main.

"Kalau kau bisa membuatnya jatuh cinta sih, aku tidak heran. Kalau wanita lain, aku baru heran." Komen Naruto yang matanya masih konsen sama dokumen itu.

"Lha kok?" Sakura heran.

Naruto mengalihakan perhatiannya ke Sakura,"kau 'kan cantik, pintar, baik. Sempurna lah."

"Sembarangan saja kau. Ngomong-ngomong, Sasuke-san kapan sadarnya yaa?" Sakura mulai mengahayal.

"Nanti setelah kau jadi nenek-nenek dia baru sadar." Jawab Naruto.

"Nenek-nenek?" Sakura merasa tersinggung.

"Kenapa? Kau pasti nanti jadi nenek-nenek lah." Goda Naruto.

Sakura pura-pura ngambek,"sudah, ayo pulang saja!"

"Kau ngambek," ejek Naruto.

"Ayooo, pulaaang." Rengek Sakura.

"Pulang kemana? Ke apartementku? Mau ngapain?" Naruto mulai pasang tampang mesum.

"Dasar dokter mesum kau!" Sakura menonjok bahu Naruto.

"Aku serius, mau pulang kemana?" kali ini tampang Naruto tampak seperti orang memohon.

"Kau bersedia mengantarku ke rumah?" tanya Sakura.

Naruto mengangguk,"bersedia."

#

TIIIN TIIIN……

Bunyi klakson mobil di pagi hari 'untuk Sakura' mengganggu tidurnya,"uuh, siapa sih pagi-pagi begini?"

Sakura hanya mengenakan hot pants putih plus tank top biru, jadi malas jalan, padahal klakson mobil terus berbunyi,"aakkkhh!!! Minta di lempar sandal yaa??!!!"

Akhirnya Sakura berguling lalu sukses jatuh,"aduh! Sakit." Katanya sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit.

Klakson terus di bunyikan. Sakura mencoba berdiri. Lalu berjalan ke arah pintu dengan langkah gontai dan membukanya,"aduuh kau rupanya, Naruto?!"

Sakura melihat pria dengan rambut kuning berdiri tapi tangannya masuk diantara kaca jendela mobil yang terbuka, untuk membunyikan klakson. Dia memakai jaket warna jingga dipadukan dengan warna hitam. Celana training warna jingga juga. Sepatu kets warna hitam.

Naruto nyengir kuda,"cepat mandi, aku akan mengajakmu makan siang!"

Sakura mengucek matanya lalu menguap,"makan dimana?"

"Cepat saja kau mandi!" perintah Naruto sembarangan.

"Ah, iya, bu." Jawab Sakura dengan nada terpaksa.

"Woi, apa aku boleh masuk ke dalam?" tanya Naruto yang merasa di abaikan.

"Oh, maaf. Silahkan masuk." Sakura mempersilahkan.

Kemudian Sakura mandi. Naruto menunggu dengan setia di ruang tamu, sesekali berjalan mondar-mandir. Dari kecil memang sudah tidak bisa diam.

#

Sakura sudah siap dengan turtleneck warna pinknya dan celana pensil warna putih juga sepatu kets warna pink dan putih dan dia juga memakai kaus kaki semata kaki. Kali ini tanpa coat.

"Ayo, kau mau mengajakku kemana?" tanya Sakura penasaran.

"Kita makan siang saja. Di resto dekat taman. Bagaimana?" tawar Naruto.

Sakura mengangguk pasrah.

Mereka berdua menaiki mobil silver Naruto menuju ke resto dekat taman.

#

"Aku pesan coffee dan pancake satu." Kata Naruto kepada pelayan yang sedang mencatat pesanan.

Sakura membaca nametag yang terpajang di dada kiri sang pelayan,"Mira-san, saya pesan orange juice dan sandwich tuna satu. Arigatou."

Pelayan yang bernama Mira tersenyum,"doutashimashite." Lalu pergi meninggalkan Naruto dan Sakura berdua.

Naruto menarik nafas,"musim gugur akan segera berakhir, sebentar lagi musim dingin."

Sakura memandang ke jendela, matanya berbinar-binar,"aku suka salju. Walaupun dingin tapi sangat lembut."

"Apa kita akan main lempar bola lagi?" tanya Naruto sambil sedikit bernostalgia.

"Mungkin, aku memang sedang ingin melempar wajahmu dengan sesuatu." Kikik Sakura.

"Aku juga, lihat saja nanti, pasti aku yang menang." Tantang Naruto.

Mereka berbicara seputar cuaca dan apa yang akan mereka lakukan pada Natal nanti. Lama kelamaan mereka membicarakan tentang pekerjaan. Sampai seorang pelayan memberikan pesanan. Sakura mambaca lagi di nametag nama pelayan itu.

"Arigatou Talitha-san." Kata Sakura dengan senyum ramahnya.

Pelayan itu tersenyum lebar hingga giginya terlihat lalu membungkuk,"doutashimashite. Selamat menikmati." Lalu pergi begitu saja.

Sakura dan Naruto memasukan makanan mereka ke dalam mulut sambil terus mengobrol.

"Hei, waktu kau di Ame, kau sudah pernah berpacaran?" tanya Sakura tiba-tiba.

Naruto terbatuk,"ehem, tentu saja belum, kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti ini?"

"Bukan apa-apa." Jawab Sakura singkat.

"Kau cemburu?" Naruto mendelik.

Sakura menggeleng sekuat mungkin,"tidak!"

Begitu Naruto hendak membuka mulut, HandPhonenya berbunyi,"tunggu sebentar."

"Moshi-Moshi. Oh, iya? Baiklah aku akan melihatnya. Tunggu aku disana." Lalu Naruto memutus pembicaraan.

"Ada apa?" tanya Sakura.

"Aku ada keperluan. Tidak apa-apa 'kan, kalau ku tinggal?" tanya Naruto khawatir.

Sakura menggeleng,"tidak apa-apa, pergilah."

"Arigatou Sakura-chan." Kata Naruto langsung melesat pergi tapi sebelumnya dia meletakan beberapa lembar uang di atas meja makan. Berarti dia tepat janji, mau mentraktir Sakura.

Sakura yang bingung mau ngapain, dengan cepat meninggalkan resto, untuk jalan-jalan menghirup udara yang menyejukkan.

#

Kaki Sakura membawanya ke depan , Sakura tau, sekarang memang jam besuk. Tapi siapa yang mau dia jenguk. Entah kenapa Sakura ingin masuk ke dalam RS. Sakura melangkah perlahan memasuki rumah sakit. Kemudian dengan lihainya naik lift menuju lantai tiga. Berbelok ke kiri. Dan sampai ke ruang ICU. Untuk apa? Entahlah, Sakura ingin sekali masuk ke dalam. Membuka pintu perlahan, berjalan menuju tempat tidur dimana Uchiha Sasuke berbaring lemah. Menyentuh tangannya. Memandang wajah tampan itu. Melihat sekujur tubuh yang lemah. DEG. Sakura tiba-tiba menutup mulutnya dengan tangan kirinya, matanya dengan hati-hati melirik ke tangan kanannya yang menyetuh tangan Sasuke yang bergerak.

Tangan Sasuke yang bergerak.


Review plisss, and sorry I blm bisa ngereview fic you you semua. hhehehe blm sempet ding!