Hi ! Ini dia chapter 2 yang dinanti-nantikan kalian semua. Terima kasih bagi yang sudah me-review. Sebelumnya, aku akan membalas kalian yang sudah me-review.
raichan-wibb :
kurang kerasa yah ? ntar deh klo bisa ditambah lagi humornya. Naruto ? kayaknya ya… --
funsasaji1 :
Konohamaru emang ada2 aja idenya, beruntunglah Naruto yang punya adek kelas kayak dia. Ha ha ha…
.hoshi.na-chan. :
aku tuh nggak terlalu suka sama yaoi/yuri, tapi aku nyebutnya rival
lil-ecchan :
Naruto sama Hinata ntar aja, belum kepikiran ;) nambah pairings ? boleh juga tuh. Klo Kushina kayaknya bakalan keluar dikit deh, tapi liat aja nanti
apple-ocha :
Konohamaru kayaknya seneng tuh dipuji sama kamu
Sabaku no ghee :
dukun ? jawaban kamu salah semua ! ha ha… nanti bakal ketauan kok di endingnya
Sora Aburame :
Feni Rose cilik ? cape dech ! soal disantet tungguin aja ya…
pink-violin :
nanti aku bakal review deh fic kamu, tenang aja ya !
Hola-Ucup-Disini :
Tenang aja, bakal selesai tahun depan… boong deng ! :-p
zerou :
emang dia ntu beruk, biar nambah kumisnya !
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Okay, cerita akan segera dimulai ! Siap2 bawa duit buat Naruto ya ! -lha ? buat apa toh ?-
Chapter 2Pergi Ke Dukun
Minggu pagi -mau siang sih-, Naruto bersiap dengan motor kesayangannya itu. Dia mau menjemput Konohamaru sebelum pergi ke blok K alias tempat dimana dukun itu berada.
"Dompet ? oke, gaya ? sip, nyali ? ehm… SIAP !"
Setelah Naruto bersiap-siap, dia langsung menyalakan motornya. Ayahnya, Minato, yang melihat Naruto menyalakan motor bingung.
"Mau pergi ke mana yah Naru ?"
Minato menghampiri Naruto yang udah naik ke jok motor dari tadi.
"Naru, mau ke mana kamu ?"
"Eh ayah ! Naru mau ke rumah Konohamaru kok."
"Rumahnya Konohamaru kan deket, ngapain naik motor ?"
"Aku… aku…"
"Mau ke mana hayo…??"
"Aku… aku mau jalan-jalan sama dia !"
"Ke mana ?"
Naruto mulai jengkel dari tadi ditanyain sama ayahnya terus. Dan akhirnya, Naruto langsung tancep gas meninggalkan ayahnya.
"Eh Naru ! Awas ya kamu !"
Jadinya, Minato marah-marah sendiri sambil teriak-teriak gak jelas gitu deh…
Naruto menyetop motornya di depan rumah Konohamaru, lalu membunyikan klakson.
DIIIN ! DIIIN !
Konohamaru keluar dari pintu rumahnya dan menghampiri Naruto.
"Nii-chan ! Kenceng banget sih klaksonnya ! Budeg tau !"
"Sori klo kekencengan, dikirain kamu lagi tidur."
"Tidur apaan ?! Malah aku nungguin !"
"Oh… gomen deh."
"Ya udah ! Udah siap belum ?"
"100 180 derajat siap !"
"Wee ! Nii-chan hebat nih ! Ya udah, ayo !"
"Oke, siapa takut ?"
Konohamaru naik dibelakang Naruto dan Naruto pun langsung tancep gas.
10 menit kemudian, mereka sampai di blok K. Naruto celingukan, nyari rumah si dukun.
"Oi Konohamaru, rumah dukunnya mana ?"
"Tuh ! Di depan, yang rumahnya warna ijo."
Naruto meng-gas sedikit dan sampailah mereka di depan rumah dukun tersebut.
"Nah nii-chan, ini rumahnya."
"Ini ? Sepi banget."
"Ya iyalah ! Secara gitu lho, dukun kan suka yang sepi-sepi."
"Hush ! Diem kamu ! Klo kedengeran gimana ?!"
"Nii-chan takut ya ?"
"Nggak !"
"Klo gitu cepetan masuk, aku tunggu sini."
"Eh…??"
"Aku kan terlalu kecil buat kayak begituan -sok banget sih !-, jadi nii-chan aja yang masuk."
Naruto menelan ludahnya, keringat dingin keluar dari wajahnya. Lalu, dia berjalan memasuki pagar bambu rumah. Keberaniannya muncul secara tiba-tiba.
"Oke, aku masuk."
"Good luck, nii-chan !"
"Osh !"
Naruto sudah sampai di depan pintu rumah, lalu mengetuk pintu dengan rasa deg-degan. Pintu terbuka, keluarlah seorang gadis.
"Permisi, ada yang bisa dibantu ?"
"A..a..a… anu, apakah benar ini tempat…"
"Iya, silakan masuk."
Naruto begitu takut saat perkataannya tadi langsung dipotong. Berarti nih dukun gak main-main ! Naruto dipersilakan duduk disebuah kursi kayu, dia melihat didepannya. Sebuah meja dan di meja itu ada sesajen, air, kembang 7 rupa, dupa, segala macem deh. Naruto melihat ke depan, dilihatnya seseorang sedang berjalan menghampirinya. Semakin dekat, semakin membuat Naruto takut. Dia pun duduk di kursi yang menghadap Naruto. Ternyata itulah dukun yang dibilang Konohamaru. Dia memakai baju serba hitam, mukanya pun tertutup dengan kain yang menutup kepalanya -sejenis hoody jaket gitu deh-. Dijarinya, cincin-cincin besar terpasang beraturan. Dan ditambah lagi, tangannya yang keriput menandakan bahwa dia sudah lama melakukan hal ini.
"Anak muda, ada yang bisa saya bantu ?"
"I..i.. iya, mbah."
"Kamu mau minta tolong apa hah ?"
Sama persis dengan yang disuarakan Konohamaru, suara serak-serak basah dan nada yang menakutkan. Jantung Naruto berdegup kencang, takut !
"Sa.. saya mau minta tolong."
"Apa ? Kamu tidak usah takut sama saya, biasa sajalah."
Perkataan dukun itu membuat Naruto sedikit tenang untuk bicara pada si dukun, bicaranya normal kembali.
"Ba.. baiklah. Begini, saya mau minta tolong sama Mbah."
"Apa itu nak ?" -capek dech dari tadi begitu terus…-
"Begini. Sekarang, saya lagi suka sama cewek. Dia itu teman saya sejak masuk SMP."
"Oh… namanya Haruno Sakura ya ?"
Deg ! Naruto kaget, ya iyalah. Dia bisa sampe tau nama cewek yang disukai sama dia, dukun gitu !
"Iya mbah. Trus, saya mau naksir dia. Tapi, kayaknya klo saya niat mau nembak, dia malah jauh dari saya. Trus, dia itu suka deket-deket sama temen sekelas saya alias rival saya."
"Uchiha Sasuke ?"
Naruto kaget lagi.
"Buset nih dukun ! tau aja lagi. Berarti nih dukun bener-bener dukun dah, aje gile !" -dalam hati Naru-
"Iya mbah, dia itu cowok cool di sekolah saya. Banyak cewek-cewek yang ngejar dia, termasuk Sakura-chan. Saya jadi iri sama dia."
"Hem…"
"Nah, saya mau minta tolong sama mbah."
"Apa ?"
"Buat Sasuke gak populer ma cool lagi, trus buat cewek-cewek suka sama saya !"
Mbah Dukun -manggilnya gitu aja ya- diem, trus geleng-geleng kepala. Naruto udah punya feeling, pasti keinginannya dianggap aneh.
"Mbah ?"
"Baiklah, saya akan mengabulkan permintaan kamu. Sebentar ya."
Mbah Dukun minum air dan komat-kamit sambil menggoyangkan tangannya diatas sesajen yang berasap.
"JAMPE JAMPE HARUPAT ! GEURA GEDE GEURA LUMPAT ! PUUEEH !"
Naruto kesembur air dari mulut Mbah Dukun, Naruto mengusap mukanya.
"Gile nih dukun, pake nyembur segala lagi." (benak Naru)
Akhirnya, Mbah Dukun selesai baca mantra. Lalu, dia memanggil pembantunya, si gadis yang mengantar Naruto masuk ke dalam. Dia menyuruhnya membawakan sesuatu. Tak lama kemudian, si gadis kembali lagi sambil membawa sebuah bungkusan plastik hitam kecil dan menyerahkannya pada Mbah Dukun.
"Anak muda, saya berikan sesuatu untuk kamu agar keinginanmu bisa tercapai dengan sukses."
"Apaan tuh mbah ?"
Mbah Dukun mengeluarkan botol berukuran sedang -segede parfum Belia, parfum kesukaanku !-, sebuah kalung hitam wangi melati, dan sebuah gelang warna putih.
"Ini buat apa aja mbah ?"
"Botol ini isinya air kembang 7 rupa, pake ke badan kamu setiap abis mandi."
"Kayak parfum ya ?"
"Iya. Trus, kalung hitam ini kamu kasih ke rival kamu itu. Itu buat rival kamu kena efek negatif dari kalungnya."
"Biar dia gak populer ma cool lagi ya ?"
"Iya. Trus, gelang ini kamu pasang di tangan kamu. Itu buat kamu jadi perhatian besar diantara cewek-cewek di sekolah kamu."
"Nanti cewek-cewek bakal naksir saya ? Termasuk Sakura-chan ?"
"Iya."
"Wah ! Terima kasih ya mbah !"
"Iya. Tapi tunggu dulu…"
"Eh ?"
"Bayarannya…."
Naruto sweatdropped, Mbah Dukun udah menjulurkan tangannya dari tadi.
"Oke, berapa ?"
"150 ribu." -dalam rupiah aja ya, soalnya aku gak tau "1 ryo" itu berapa rupiah-
"WHAT ?!"
"Heh ! Kamu udah pake layanan saya, saya udah ngasih kamu ini juga. Malah protes kamu !"
Naruto jadi kecut, dia buka dompet lalu…
"Alamak ! Duitku cuma 100 ribu doang ! Gimana nih ?" –dalam hati-
"Bagaimana anak muda ?"
"Saya cuma bawa duit 100 doang, Mbah…"
"Yee ! Gimana sih kamu !"
"Ngutang aja dulu yah, saya lagi bokek nih…"
"Hem… baiklah, kamu boleh ngutang."
"Yang bener ?!"
"Iya ! Gak mau ?"
"Eh… iya deh. Nih, saya kasih 100 dulu. 50 nya ntar ya."
"Iya…"
"Makasih banyak ya Mbah !"
"Sama-sama."
"Permisi Mbah !"
Naruto keluar diantarkan oleh si pembantu dukun. Mbah Dukun tertawa melihat pasiennya keluar.
"Dasar, anak bodoh. Ternyata benar yang dikatakannya."
Konohamaru kusut menunggu Naruto. Ketika Naruto keluar, dia marah-marah.
"Nii-chan ! Lama banget !"
"Sori deh."
"Huh ! Eh, gimana ?"
"Kayaknya bakal manjur deh, udah kerasa !"
"Yang bener ?"
"Iya."
"Dikasih apa ?"
"Banyak !"
"Oh… Ya udah ah, balik yuk !"
"Oce deh !"
Naruto dan Konohamaru naik ke motor dan mereka langsung pulang ke rumah mereka. Kira-kira bakal manjur gak ya…??
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Chapter 2 selesai ! Gimana ? Kayaknya humornya masih belum kerasa ya. Ya udah deh, yang penting REVIEW !
