Hai hai hai ! Maaf kalau kalian menunggu chapter 3 nya Mbah Dukun series –ce elah…-. Apakah ada yang kesal karena aku lama update ? Oh… Maafkan aku ya, karena aku tuh lagi banyak kegiatan banget. Dari sekolah, ekskul, segala macem deh ! Jadi gomenasai ya…
Balasan untuk review chapter sebelumnya :
Karupin69 :
Ehm… Akan terjawab nanti di akhir cerita kok
Sora Aburame :
Kembang 7 rupa kan mirip parfum, ya pasti harum lah ! NaruSaku ? Gimana ntar ya…
Ochaken :
He he… Naruto udah berkhianat dengan kepercayaannya –alah !-
Hola-Ucup-Disini :
Nggak kok… Liat aja nanti
lil-ecchan :
Ehm… Maybe yes, maybe no :)
Sahara Mizuchikara :
Ini dia chapter 3 nya !
Terima kasih semua yang sudah me-review karyaku yang maha agung ini –dikeroyok bang ! Ampyuun..!-. Oke, here's the story and don't forget to review. Enjoy !
Keterangan :
Cetak tebal : author's pov
Cetak miring : istilah Jepang gitulah…
Garis bawah : hal-hal dari dunia nyata
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Siasat Pemberian
Setelah keluar dari area blok K, Naruto langsung mengantar Konohamaru pulang. Sesampainya di depan gerbang rumah Konohamaru…
"Nii-chan, makasih udah anter aku pulang."
"Harusnya yang terima kasih itu aku tau…"
"Oh ! Ya udah, sama-sama."
"Oke deh ! Aku pulang dulu ya, dah !"
"Dadah Naruto nii-chan !"
Naruto langsung meng-gas lagi motor matic merek Honda itu alias Vario ke rumahnya. Ketika sampai di rumah, terlihat bundanya sedang mengangkat jemuran –jemuran ?! jemuran nya di depan rumah sih-. Bundanya yang bernama Kushina itu –saudara sekalian, mari kita panggil ortu nya Naruto dengan panggilan tuan-nyonya. Oke ?!- melihat Naruto yang memasukkan motor ke dalam garasi.
"Naruto !"
Glek ! Naruto menelan ludahnya, dia takut kalau dia ditanya oleh bundanya. Naruto langsung keluar dari garasi setelah menaruh motornya di dalam dan menuju ke arah Ny. Kushina.
"I..i..iya bunda ? Ada apa ?"
"Kamu tadi habis kemana ?"
"Eh… Abis… Ke rumah temen."
"Siapa ?"
"E..e..e.. Gaara !"
"Oh, ya sudah. Cepat masuk ke dalam, makan siang dulu."
"Oke bunda !"
Naruto langsung masuk ke dalam rumah, safe ! Ketika masuk ke dalam, dia dikejutkan oleh…
"Halo Naruto ! Lama tak berjumpa !"
"Waa !"
Ternyata, itu adalah opa-nya yang bernama Jiraiya. Dia sedang berkunjung ke rumah untuk suatu kepentingan yang penting -?-.
"Ah ! Opa ! Kagetin aja !"
"He he… Maaf Naruto, kan opa udah lama gak ketemu kamu."
"3 bulan aja lama, bentar tau…"
"Segitu lama euy…"
"Terserahlah !"
Naruto langsung masuk ke kamar dan melihat barang-barang yang diberi si dukun.
"Wah ! Ini parfum apa kembang 7 rupa nih ? Harum amat. Terus… kalung hitam ya, ini buat Sasuke. Terus… gelang putih yang ini, buat aku ! Yippie ! Bakalan seru nih. Awas kau Sasuke, pembalasanku akan datang !"
Naruto tertawa diam-diam, takut ketahuan dan disangka yang nggak. Tiba-tiba, hp Sony Ericcson K750i nya berdering –barang-barang di dunia itu harus detil, iya nggak ?-.
"Siapa nih ? Neji ? Halo…?"
"Halo !"
Ternyata yang menelepon adalah Neji. Neji adalah ketua klub sepak bola yang diikuti Naruto, sekaligus wakil ketua OSIS –para Neji-holic, bersoraklah !-.
"Neji, ngapain telepon-telepon segala ?"
"Eh, emang kamu lupa ya ?"
"Lupa ? Apaan ?"
"MEETING KLUB SEKARANG TAU ! KEMANA AJA SIH ?!"
Naruto menjauhkan hp-nya dari telinga, dan…
"Eh ? Oala ! Aku lupa !"
"Kita dari tadi tungguin kamu tau ! Udah lebih setengah jam nih !"
"Iya deh aku ke sana sekarang !"
"Cepetan ! 10 menit gak ke sini aku keluarin kamu !"
Tut tut tut… Sambungan langsung diputuskan Neji. Naruto yang kelupaan langsung pergi lagi meninggalkan barang-barang nya yang sudah di masukkan ke lemari. Ayah, bunda, dan opa nya langsung heran melihat Naruto pergi lagi. Tapi mereka, no comment…
Naruto memarkir motornya di parkir motor sekolah dan langsung berlari ke ruangan klub sepak bola. Sesampainya di sana…
"Sori temen-temen ! Aku telat !"
Semuanya menatap Naruto dengan aura arwah penasaran, eh maksudnya aura marah mengerikan. Naruto langsung kecut melihat mereka semua, ada ada aja…
"Cepet duduk ! Mau dimulai nih !" (Neji)
"Iya, maaf ya…" (Naruto)
"Gak ada maaf buat kamu !" (Kiba)
"Sirik !"
"Udah ah ! Ribut aja, berisik tau !" (Shikamaru)
"Neji, mulai aja sih. Usuratonkachi ngapain di urusin, udah biasa kale…"
Nah, siapa dia ? Yup ! That is Sasuke. Sasuke ikutan klub sepak bola sama kayak Naruto, tadinya dia ikut basket tapi pindah gara-gara banyak yang gak ikutan. Mending bola, rame ! Selain Sasuke, ada Neji yang jadi ketua, Shikamaru, Kiba, Lee, Shino, dan tak luput juga Gaara.
"Oke, kita mulai. Bentar, panggil Hinata dulu." (Neji)
Hinata, dia adalah manager klub sepak bola. Dia menjadi manager karena disuruh Neji, tapi dia mau-mau aja tuh. Neji keluar dari ruangan klub dan pergi ke perpustakaan. Biasanya, Hinata ada di sana jika tidak ada kegiatan. Neji masuk ke perpustakaan dan melihat Hinata yang sedang membaca, Neji menghampirinya.
"Hinata !"
"Eh, Neji nii-san ! Naruto-kun sudah datang ?"
"Sudah kok, ayo !"
Hinata beranjak dari perpustakaan dan pergi ke ruangan klub bersama Neji. Saat masuk ruangan, mereka semua yang ada di situ langsung berkasak-kusuk ria membicarakan apa yang mereka rapatkan.
1 jam kemudian…
"Oke, semuanya ngerti kan ? 3 minggu lagi kita harus siap." (Neji)
"Ya !" (All)
"Semuanya boleh bubar !" (Neji)
Semuanya keluar dari ruangan klub itu dan tentunya mereka pulang ke rumah masing-masing –ya iyalah ! Masa mau pergi ke RSJ-.
Ketika Naruto keluar dari pintu gedung sekolah, Sasuke langsung mengatakan sesuatu yang… gimana gitu.
"Woi Usuratonkachi ! Jangan di biasain telat dong, pagian dikit napa sih…"
Naruto yang bersama Gaara panas mendengar singgungan tersebut, lalu dia membalas balik.
"Eh ! Kalo ngomong tuh mikir dulu ! Jangan langsung nyerocos aja ! Teme !"
Balasannya di balas lagi oleh Sasuke…
"Kamu kali tuh yang mikir dulu ! Panasin tuh otak biar jalan ! Masa sama meeting klub aja lupa, bodoh !"
"Aku nggak bodoh tuh ! Kamu kali yang bodoh, masa bahasa inggris aja nggak bisa. Malu !"
"Lebih parah kamu ! Matematika nilainya jeblok semua, narsis kale !"
Naruto yang damage marahnya sudah maksimum langsung menghampiri Sasuke, tapi dicegah oleh Gaara.
"Naruto ! Jangan emosi kamu ! Biarin aja."
"Huh !"
Gaara langsung menyeret pergi Naruto dari Sasuke dan langsung ke parkir motor.
"Naruto, jangan digubris deh perkataan Sasuke !"
"Heh, gimana gak kesel coba ? Dia udah ledekin kejelekan aku tau !"
"Iya sih, tapi lebih baik cuekin aja. Toh nanti dia dapet balasannya kok."
"Ya itu mah kamu ! Kalo aku kan orangnya cepet naik darah."
"Udah sih, sepele."
Naruto diam mendengar perkataan Gaara, lalu Gaara mulai bicara lagi. Mumpung motornya deket, jadi kalo pulang langsung starter aja. He he…
"Eh, gimana ke dukunnya ? Hari ini kan ?"
"Barusan tadi aku ke sana sama Konohamaru."
"Trus, dapet apaan dari dukunnya ?"
"Banyak !"
"Apaan aja ?"
"Air kembang 7 rupa, kalung hitam, gelang putih."
"Heh…? Kok kalung sama gelangnya lawan warna sih ?"
"Nih, kalung hitam buat Sasuke, biar dia gak populer lagi. Terus, gelang putih buat aku, biar cewek-cewek pada naksir aku."
"Narsis gila ! Bener manjur gak tuh ?"
"Gak tau, tapi kayaknya manjur deh. Kerasa sama aku."
"Alah, jangan sok deh !"
Mereka pun tertawa keras sampai-sampai ada guru Matematika lewat alias Kakashi.
"Kalian, ngapain ketawa di situ ?"
"Eh bapak ! Nggak kok, lucu aja !" (Naruto)
"Kamu ketawain siapa ? Saya hah ?"
"Nggak kok pak ! Kita gak ketawain bapak, kita mah ketawain… orang gila yang pernah lewat rumah Naruto pak !" (Gaara)
Naruto sweatdropped, tapi berkat alasan Gaara yang ampuh itu guru berambut perak keputihan itu berhasil pergi dari pandangan mereka.
"Huh… Thanks friend, safe deh aku. Kamu pinter cari alasan ya ?"
"Ya 'Mulan Jameela' lah, masa 'Mulan Jamidong'. He he…"
"Penyanyi gak usah dibawa-bawa deh…"
"Iya iya. Btw, kapan kamu ngasih barang dari dukun itu ?"
"Barang ? Kalung buat Sasuke ?"
"Iya !"
"Kapan ya…?"
"Kita siasati aja dulu !"
"Siasat ? Boleh aja tuh."
Akhirnya, Naruto dan Gaara mensiasati kapan kalung hitam itu akan diberikan pada Sasuke. Satu persatu mereka mencermati hari demi hari –alah ! Loe kira ilmuwan mencermati-. Tiba-tiba, hp Gaara bermerek Nokia 6600 berbunyi, melantunkan lagu "Mana Kutahu" nya Ari Lasso –again !-. Gaara segera mengangkatnya.
"Halo ? Temari nee-chan ? Ada apa ?"
Ternyata dari kakaknya Gaara, Temari.
"Gaara, Sasuke ada di situ tidak ?"
"Ngapain nanyain si Uchiha ? Kurang kerjaan aja…"
"Cepet jawab !"
"Gak ada, udah balik. Kenapa sih ?"
"Nggak kok, tadinya aku sama Sakura mau ke situ kalo ada Sasuke. Tapi Sasuke nya udah go to somewhere…"
"Ngapain lagi Sakura ?"
Naruto mengernyitkan matanya –dahi atau mata sih ? Gak tau aku- mendengar Gaara menyebut nama Sakura.
"Oh… Ya udah lah sepele ini, udah ya. Bye !"
Tut tut tut… Sambungan diputuskan oleh Gaara. Naruto langsung menanyakan Gaara tentang pembicaraan tadi.
"Gaara, Temari-san nanya apaan ? Kok nyebut Sakura segala ?"
"Katanya, Sakura mau ngasih Sasuke sesuatu. Tapi ngasihnya pribadi, alias dua-duanya doang yang tau."
"Hah ?! Kok begitu ?"
"Nggak tau tuh, tapi gak jadi karena Sasuke nya udah pulang."
"Ya elah… Bagaimana ini ? Apa aku akan terlambat menyatakan perasaanku ?"
"Jangan sok puitis deh, bisa kok. Aku juga baru inget tadi."
"Hah ?! Apaan ?"
"Nih…"
Gaara mendekati Naruto dan berbisik-bisik.
"Naruto, besok tanggal 23 Juli kan ?"
"Iya, terus ?"
"Besok itu ulang tahun Sasuke tau…"
"WHAT ?! IS THAT TRUE ?!"
"Iya, gak percaya ?"
"Eh, percaya deng. Terus apalagi ?"
"Pada saat ulang tahunnya, kasih dia kado."
"Kado ? Yang bener aja ?!"
"Kadonya kalung hitam itu lho…"
"Oh.. iya iya. Aku ngerti, jadi pas ulang tahun si Teme aku kasih dia kado isinya kalung hitam dari dukun itu ?"
"Yup, betul."
Gaara menjauh dari Naruto, dia tahu kalau Naruto akan…
"WAH ! Ide bagus tuh ! Terus gimana lagi ? Sampul kadonya harus kayak gimana ? Terus… bla bla bla bla…"
"STOP ! Biasa aja deh, gak usah ribut kayak gitu. Sepele…"
"Iya iya deh, jadinya besok ?"
"Ya iyalah ! Jangan lupa siapin !"
"Sip deh ! Tenang aja ! Eh, aku pulang dulu ya."
"Sama aku juga."
Akhirnya mereka menyalakan motornya masing-masing dan pulang ke rumah mereka, tentunya rumah mereka masing-masing. Lalu, bagaimana jadinya nanti ya…??
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Hore ! Selesai dalam 1 hari lagi ! Berkat doa kalian semua akhirnya fic ini bisa selesai –yang bener mbak ?- sampai tuntas. Ayo ayo, fic ini butuh makan nih ! Dan makanan yang disukainya adalah REVIEW. Jadi, berikanlah review kalian agar fic ini tidak lapar lagi ya… Terima kasih…
