Huwahaha ! Alhamdulillah, akhirnya chapter 4 ke update juga ! :D maaf banyak yah karena kelamaan kagak update, gak ada kesempatan buat ngetik ! Trus makasih banyak yang udah nungguin fic ini yang nganggur selama berbulan-bulan, huhuhu… -nangis-
Yosh ! Langsung ajalah, baca dan jangan lupa untuk review. O ya, makasih juga ya yang udah review ! Thanks berat !
--x--
Chapter 4
Ups !
Naruto pun tiba di rumah. Setelah menaruh motornya ke garasi, dia kembali masuk ke rumah. Waktu itu sudah siang sekali, jadi ketika melihat ke dalam rumah terasa sepi sekali. Yang kelihatan hanya bundanya saja yang sedang menyetrika baju.
"Bunda…", sahut Naruto.
"Ada apa ? Tadi kamu kemana lagi hah ?", balas Ny. Kushina plus tanya.
"Tadi ke sekolah, kumpul klub sepak bola. Bunda, Naru laper nih…"
"Di meja makan tuh, bunda udah bikinin ramen buat kamu. 2 mangkok !"
"Wueh… yang bener ! Oke deh !"
Naruto langsung pergi ke meja makan, dia melihat 2 mangkok penuh ramen. Langsunglah dia mengambil ramen itu dan memakannya dengan lahap. Sambil memakan ramennya, Naruto memikirkan tentang kado untuk Sasuke.
"Hem… Kira-kira kalung hitam untuk Sasuke aku bungkus kayak apa ya ? Masa warna hitam juga, ogah ah. Harusnya dibungkus dengan menarik, biar dia nggak curiga. Tapi kan aku gak bisa bungkusnya, gimana nih ?? Oh iya ya, minta bantuan bunda aja ah !"
Setelah menyelesaikan makannya, Naruto langsung menghampiri Ny. Kushina lagi.
"Bunda !", panggil Naruto agak keras.
"Ada apa lagi sih…?", jawab Ny. Kushina jengkel.
"Ntar tolong bungkusin kado ya !"
"Kado ? Buat siapa ?"
"Sasuke. Ya bunda yah ??"
"Ya udah, tapi nanti ya. Bunda sibuk nih !"
"Sip !"
"Eh tapi tunggu dulu, siapin dulu kertas kado sama kardus buat bungkusnya. Kecil gak kadonya ?"
"Kecil, banget malah. Ya udah ntar Naru cariin deh !"
Naruto langsung pergi ke kamarnya. Setelah masuk kamar, dia pun mengeluarkan barang-barang pemberian mbah dukun dari dalam lemari. Diambilnya kalung hitam dan gelang putih itu, Naruto memakai gelang itu ditangan kirinya.
"Hem… Oke juga nih gelang, keren ! Ntar semuanya pada terlena deh dengan pesonaku, hahaha ! Awas kau Sasuke, aku akan mengalahkanmu ! Jangan harap kau bisa menarik perhatian para cewek-cewek, termasuk Sakura-chan. Wuahahahaha !"
Ketika sedang asyik-asyiknya ketawa, handphone Naruto berbunyi. Ada sms.
"Dari siapa nih ? He, Sakura-chan ?!"
Naruto langsung membuka sms itu.
From : Sakura-chan
Hi Naruto ! Lagi ngapain nieh ?
Wuah ! Naruto langsung semangat ketika membaca isi sms Sakura, langsung deh dibales.
To : Sakura-chan
Hi juga Sakura-chan ! Aku lg di kamar, capek abis meeting klub. Ada apa nih ?
Message sent. Beberapa menit kemudian… 1 Received Message.
From : Sakura-chan
Begini, kamu pny nope Sasuke gak ?
"Yah… Ini malah nanyain nomor hp nya Sasuke, bukannya nanyain aku aja !", sungut Naruto. Tapi dia tetap membalas sms itu, dengan asal-asalan.
To : Sakura-chan
Oh.. ada kok, 0817970 sekian kesian de lo… :D
Terkirim lagi, tapi dengan cepatnya sms datang lagi.
From : Sakura-chan
Ah ! Kamu tuh gimana sih ! Aq kan serius nih ! :(
"Lagian ngapain nanya nomor nya si Teme !", Naruto kembali jengkel. Lalu dia bales lagi sms itu.
To : Sakura-chan
Tanya Temari-san aja ah ! Tau kali !
Sukses terkirim, kemudian datang lagi.
From : Sakura-chan
Ah kau ini ! Dasar pelit !
"Yee ! Sewot aja ! Udah ah, males bales.", kata Naruto sedikit teriak.
Naruto pun merebahkan badannya di tempat tidur, menerawang melihat langit-langit kamarnya.
"Huh… Sakura-chan ngomongin Sasuke mulu ! Kapan sih dia gak bisa cas cis cus lagi tentang si Teme itu ?? Bosen dengernya !", benak Naruto dalam hati.
Dia pun bangun, lalu melepas gelang putih yang dipakainya. Kemudian dia menaruh gelang putihnya bersama dengan kalung hitam dan air kembang 7 rupa di atas meja belajar. Air kembang dibungkusnya dengan kertas agar tidak ketahuan oleh ayah atau bunda atau juga opanya sedangkan kalung dan gelang dibiarkan kelihatan. Setelah itu, dia kembali ke tempat tidur untuk tidur.
Di HiKaze Residance blok E, kediaman keluarga Uchiha…
Sasuke sedang menonton tv di ruang tengah bersama Itachi yang sedang asyiknya ngemil sambil baca majalah. Itachi melirik adiknya yang sedang menonton tv…
"Wih… Sasuke kok mukanya keliatan bete gitu, kenapa tuh anak ? Berantem lagi ma Naruto ?", gumam Itachi dalam hati.
Daripada penasaran, akhirnya dia bertanya pada Sasuke.
"Hoi, Sasuke ?", panggil Itachi.
"Hem ? Apaan ?", balas Sasuke tapi matanya masih tertuju ke tv.
"Kok loe mukanya bete gitu ? Kenapa tuh muka ?"
"Biasa aja tuh…"
"Gak mungkin biasa aja, keliatan dari muka. Berantem ma Naruto lagi ya ?"
Sasuke melirik Itachi, yang dilirik langsung gelagapan.
"Kok tau ?", tanya Sasuke agak kesel.
"Ya taulah… Tiap hari juga cerita begitu, tumben nggak mau ngomong ma gw. Ada angin apaan nih ?", jawab Itachi lalu menghentikan ngemilnya dulu.
"Udah ah ! Jangan diomongin lagi, bete tau !"
"Bete kenapa emang ? Cerita dunk…!"
"Biasa tuh, Usuratonkachi telat mulu. Kagak bisa online dah…"
Itachi ngangguk-ngangguk mendengar cerita Sasuke, lalu dia kembali lanjut dengan ngemilnya.
"Emang online apaan sih ?", tanya Itachi lagi.
"Online Y!M, ma Kabuto. Udah janjian online jam 12, eh si Teme telat setengah jam. Ya udah rusak janjiannya !", jawab Sasuke marah.
"Weleh… makanya ajarin tuh Naruto biar tepat waktu !"
"Enak aja ! Mahal !"
Itachi langsung ketawa mendengar jawaban Sasuke, kemudian dia melanjutkan kegiatannya lagi begitu juga Sasuke. Tiba-tiba, handphone Sasuke berbunyi.
Nagareru namida ga shizuka ni..
Nanika no owari wo shiraseru..
Miageta kumoma ni aozora..
Kitto yamanai ame nante nai..
Lantunan lagu "No Rain No Rainbow" punya Home Made Kazoku terdengar dari handphone Sasuke. Itachi langsung melihat Sasuke yang diam saja, tidak mengangkat panggilan dari handphone-nya itu.
"Sasuke, tuh hp loe bunyi ! Telepon !", sahut Itachi.
"Biarin lah, paling orang nyasar.", jawab Sasuke seadanya.
"Hush ! Cepetan gak ?! Gak konsen nih gw baca !"
Sasuke langsung berdiri dari sofa dan mengambil handphone-nya yang berada di dekat meja di sudut ruangan. Sasuke melihat nomor yang meneleponnya. Pasti mereka lagi, pikir Sasuke.
"Hal…", angkat Sasuke, tapi katanya terpotong gara-gara…
"Waa ! Halo Sasuke-san ! Aku anak kelas 2-4, namaku bla bla bla bla bla…", terdengar suara perempuan, keras sekali.
Sasuke hanya menghela nafas jengkel, sering sekali dia mendapat telepon dari fangirls nya. Dari anak kelas 1-3 pun tidak ada yang tidak mengenal dia, saking populernya di sekolah.
"Maaf, salah sambung.", kata Sasuke lalu menutup panggilannya, kemudian dia kembali ke sofa untuk menonton.
Itachi melirik Sasuke yang kembali ke sofanya, sambil membawa handphone.
"Sasuke, siapa tuh ? Fans loe lagi ya ?", tanya Itachi menduga.
"Huh… ganggu aja tuh orang.", balas Sasuke sembari memencet tombol remote tv.
Hari sudah sore, dan sampai saat ini Naruto belum bangun juga. Jam sudah menunjukan pukul 5.30 pm, sudah mau petang.
"Grook… zzzz… grook… zzzz…"
Terdengar suara dengkuran Naruto yang begitu pulas dan indah (?), kira-kira dia sedang mimpi apa ya ??
(dream mode on)
Di taman bunga, terlihat seorang putri cantik sedang memetik bunga. Sang pangeran, Naruto, terlena dengan kecantikan sang putri. Dia pun mendekati putri tersebut.
"Hai tuan putri, apa yang sedang kau lakukan disini ?", tanya Pangeran Naruto dengan lembut.
"Oh, aku sedang memetik bunga. Bolehkah aku tahu, siapakah anda ?", respon sang putri sambil memegang bunga yang dipetiknya.
"Namaku adalah Pangeran Naruto, aku berasal dari kerajaan Uzumaki. Salam kenal putri… Lalu, bolehkah juga aku bertanya, siapa nama anda tuan putri ?", balas Naruto sambil membungkuk memberi hormat kepada sang putri.
"Namaku adalah Sakura, senang berkenalan dengan anda.", jawab sang putri berambut pink itu membungkukan badan.
Sang pangeran sungguh-sungguh terpesona dengan paras sang putri yang sangat cantik, tak henti-hentinya dia menatap sang putri sehingga yang ditatap memerah wajahnya.
"Pangeran, kenapa anda menatapku seperti itu ?", tanya sang putri tersipu-sipu.
"Ah, aku terpesona dengan kecantikanmu, putri. Rambutmu yang merah muda sungguh indah, kulit putihmu yang cerah, dan mata hijaumu yang sangat menawan. Sungguh, kau adalah satu-satunya wanita yang kucari.", jawab sang pangeran memuji kecantikan sang putri, membuat sang putri bertambah malu.
"Anda juga sangat gagah, pangeran. Dan kau juga… sangat tampan.", sang putri memuji balik.
Sang pangeran pun mendekati sang putri yang sedang tersipu malu. Sang putri menengadah melihat wajah sang pangeran yang begitu dekat dengannya.
"Aku mencintaimu, putri…", kata sang pangeran membelai pipi sang putri.
Sang putri sepertinya sudah tidak sanggup menjawab pernyataan sang pangeran yang begitu dahsyat. Tak lama kemudian, wajah mereka dekat. Lalu semakin dekat, semakin mendekat, dan…
BYUUURRR !!
(dream mode off)
"Bwuah !! Pueh ! Cuih ! Apaan nih ?!", teriak Naruto kaget.
Dia pun melihat ke sekitarnya, ini kan… kamar mandi ! Dan dia sadar bahwa dirinya sedang berada di dalam bathub, kemudian dia melihat opanya yang menyilangkan tangan sambil menggeleng.
"Ckckckck… ternyata anak ini susah juga ya dibangunin.", kata Opa Jiraiya sedikit teriak.
"Opa ! Ngapain aku disini ?! Kok aku ada di bathub sih ?! Lagi mimpi enak-enak juga !", tanya Naruto marah.
"Heh, ini udah sore. Bunda kamu udah bangunin kamu berkali-kali, tapi gak bangun-bangun juga. Opa juga udah bangunin kamu pake cara manual tetep aja gak bangun, ya udah opa pake cara eksklusif. Opa bawa kamu ke bathub terus opa guyur kamu pake air seember, eh ternyata berhasil juga !", jawab Opa Jiraiya penuh kemenangan.
"Uuhhh… Dasar !!", teriak Naruto lagi, saking marahnya karena mimpinya kepotong.
Akhirnya daripada ganti baju, Naruto lebih memilih mandi biar sekalian. Setelah mandi, dia pun ke kamar untuk berpakaian.
"Ih ! Itu opa nyebelin banget ! Lagi enak-enak mimpi mau nyium Sakura, eh malah gak jadi. Hah ! Dasar opa jelek !", sungut Naruto.
Naruto menyisir rambutnya, ketika menyisir dia melihat air kembang yang diberikan mbah dukun. Lalu dia ingat, bahwa air kembang itu harus dipakainya sehabis mandi.
"Oh iya, kan kata si mbah air kembang ini harus dipake tiap abis mandi. Tapi aku kan gak ketemu cewek-cewek di sekolah, ntar kalau aku pake sekarang yang ada malah bunda yang suka sama aku. Hih amit-amit ! Besok aja deh pas berangkat sekolah.", ujar Naruto sambil menaruh sisir.
Tok tok tok !
Suara pintu diketuk, Naruto membuka pintu. Ternyata bundanya.
"Eh bunda, ada apa ?", tanya Naruto.
"Hei, katanya kamu minta dibungkusin kado. Nih bunda udah dapet kardus kecil sama kertas kadonya, kata kamu kadonya kecil banget kan ?", jawab Ny. Kushina lalu balik tanya lagi.
"Iya, di meja belajar Naru ya. Naru mau nonton tv dulu deh !", balas Naruto lalu pergi ke ruang tengah.
Ny. Kushina memasuki kamar Naruto yang seperti kapal pecah, lalu pergi menuju meja belajar. Bedanya, tumben sekali meja belajarnya rapi. Gak ada buku dan pulpen berserakan, disitu yang ada hanya kalung hitam dan gelang putih.
"Hem, jadi ini ya kado buat Sasuke. Tapi yang mana ? Oh ya, kata dia kan yang kecil banget. Ya berarti yang ini dong !"
Wow, kira-kira Ny. Kushina tau gak ya apa yang dikadoin Naruto buat Sasuke ??
--x--
Wuahahaha ! Selesai satu hari lagi, tapi lama banget. Dari jam setengah satuan sampe jam setengah lima, itu juga ada waktu rehat plus jagain ponakan. O ya, kayaknya di chapter ini banyak karakter yang agak OOC yah. Naruto misalnya, childish gitu. Terus Itachi, masa di chapter ini dia ngemil. Pernah denger Itachi ngemil ? Gak pernah kan, ada juga Chouji. Hehe… Oke deh, minta review ya ! Fic ini abis puasa, jadi ini udah waktunya buka. Kasih makanan manis ya yang namanya REVIEW, thanks berat !
