Wuah… Akhirnya bisa ke update juga fic ini, setelah menunggu kompie ku dibetulin kurang lebih 3 minggu. Oke deh, langsung aja ya. Makasih banget yang udah baca dan review, juga yang udah nungguin update-an fic ini. Makasih banget… -terharu- O ya, penasaran dengan isi hadiah Sasuke ? Baca chapter ini ! Maka kalian akan mengetahui jawabannya !
Chapter 5
Hah ??
Hari sudah malam, Naruto dengan asyiknya masih menonton tv dengan ayah dan opanya. Sebenarnya, hanya dia yang menonton tv di ruang tengah itu. Ayah dan opanya malahan sedang asyik mengobrol, mana berisik pula. Naruto pun jadi malas untuk nonton tv kalau berisik begini, jadi yang dia lakukan hanyalah mengganti-ganti channel tv tanpa tujuan yang jelas.
"Musim ujan cuaca dingin, bikin kita males ngapa-ngapain"
Iklan minuman isotonik, Naruto memindahkan lagi.
"Pokoe, mak nyus !"
Acara kuliner, Naruto melongo melihat sang pembawa acara makan dengan lahapnya. Ckckckck… Naruto langsung pindah channel.
"Jangan tinggalin gw ! Please…"
Sinetron remaja, malem-malem gini ada sinetron buat remaja ? Naruto hanya menghela nafas, kemudian dia memencet tombol di remote yang dipegangnya.
"Kasihan manusia, mau nelepon aja mikir…"
Iklan lagi, kali ini iklan kartu gsm yang terkenal. Dengan para orang utan sebagai bintang iklannya. Naruto sweatdropped, langsung dipindahkan lagi channelnya.
"Yang alami-alami !"
Naruto kembali dibuat ilfil dengan iklan yang kebetulan dia lihat saat ini. Kali ini iklan shampoo. Menceritakan tentang seorang cowok berambut gimbal dan membeli shampoo yang menurutnya alami, tapi setelah dipakai… ajaib ! Rambutnya langsung lurus bagaikan direbonding ! Cepat, segera, kilat. Naruto segera memencet tombol remote lagi.
"Naruto !"
Terdengar bundanya memanggilnya dari arah kamarnya, Naruto langsung berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Dilihat, ibunya sudah keluar kamar dengan membawa gunting dan kertas kado.
"Ada apa, bunda ? Manggil Naru kan ?", tanya Naruto.
"Iya, tuh kadonya udah dibungkusin sama bunda.", jawab Ny. Kushina sambil menaruh gunting ke atas akuarium.
"Oh… makasih ya, bunda !", balas Naruto riang.
"Iya… ayo kita makan malam dulu."
Setelah menaruh kertas kado sisa tadi, Ny. Kushina merangkul Naruto dan mengajaknya ke ruang makan bersama ayah dan opa tercinta…
--x--
Jam sudah menunjukan pukul setengah 8 malam. Setelah makan malam, Naruto kembali siap siaga di depan layar tv untuk menonton acara humor. 2 jam kemudian, Naruto masuk ke kamar dan mengerjakan pr nya.
"Eit ! Yang ini ditaruh di kredit bukan di debet, ah salah lagi !"
Kali ini, Naruto harus mengerjakan pr Akuntansi. Dia harus memindahkan transaksi dari jurnal ke buku besar, dan daritadi dia salah terus menaruh mana yang di debet dan di kredit. Memang, baginya Akuntansi sama sulitnya dengan Matematika. Karena untuk Akuntansi dibutuhkan ketelitian tinggi agar bisa mencapai hasil yang benar-benar betul.
Setelah mengerjakan pr Akuntansi hampir 1 jam, Naruto langsung berbaring di tempat tidurnya. Itulah kebiasaan Naruto sehabis mengerjakan pr nya. Biasanya kalau sudah terbaring di tempat tidur, maka tak sampai setengah jam dia akan terlelap.
"Hoahm… ngantuk nih, ngapain ya ? Pr udah selesai, haduh…"
Naruto menguap lebar dengan asyiknya, mungkin karena saking ngantuknya. Mata Naruto mulai terbuka dan tertutup, seperti mengantuk tapi matanya tidak mau tertutup. Tiba-tiba, hp Naruto berbunyi dengan keras.
"Andai aku… Letto… wes pasti aku wong jowo…!!"
Kira-kira seperti itulah nada dering yang terdengar, spontan Naruto langsung melek dan bangun dari perbaringannya. Dia mengambil hp nya, lalu melihat siapa yang meneleponnya.
"Halo…", jawab Naruto dengan malas.
"Naruto, kau sudah menyiapkan kadonya belum ?"
"Halah… Kenapa sih kau telepon malem-malem gini, Gaara ? Aku ngantuk nih.."
Oh… Ternyata dari Gaara, lanjut…
"Ah kau ini ! Aku ingin mengingatkanmu untuk membungkus kado buat Sasuke, kalau kau lupa gimana hah ??", balas Gaara dengan nada marah.
"Oh… kado untuk Teme… udah dibungkus kok, tenang aja…", Naruto merespon lalu menguap dengan lebar.
"Oh… baguslah kalau begitu, tapi ingat ! Besok jangan sampai telat !", seru Gaara dengan nada marah lagi.
"Iya iya… aku tahu…"
Tut… Hubungan telepon langsung diputuskan Gaara, Naruto hanya menatap hp nya yang ber-wallpaper foto Sakura. Kemudian, dia kembali berbaring. Dia kembali menatap wallpaper hp nya itu dengan senyum.
"Ah, Sakura-chan… aku suka banget sama kamu… kamu itu lucu, baik, pinter, cakeeeep… lagi. Sayang, agak sangar… Oh ya, kenapa sih kamu bisa suka sama Sasuke yang rambutnya kayak ayam begitu ? Padahal gak ada bagus-bagusnya kan, hah… Kamu jangan dekat-dekat dia, Sakura-chan… ntar kena flu burung… kan rambutnya kayak ayam…"
Perlahan lahan, Naruto tertidur lelap bersama kata-katanya yang ngelantur bin ngawur itu.
"Kukuruyuk ! Petok petok !"
Suara alarm dari hp Naruto berbunyi, sudah pagi. Naruto merasakan getaran dibawah bantalnya, dirogohnya sesuatu yang ada didalam bantal. Ternyata yang menyebabkan getaran itu adalah alarm dari hp nya. Naruto langsung mematikan alarm hp nya, dan kembali tertidur lelap…
Setengah jam kemudian…
BRAAKK !!
Naruto perlahan membuka matanya, kemudian dia melihat ke arah pintu kamarnya.
"Naruto !! Ayo bangun ! Hati bingung bagai kapas, ayo bangun pemalas !"
Dilihatnya, Opa Jiraiya yang berjalan menuju tempat tidurnya. Lalu dengan sedikit kekuatannya (?), Naruto berusaha bangun dari perbaringannya.
"Ah… opa napa sih ?! Mana berisik, pantunnya gak nyambung lagi !", sembur Naruto setelah duduk di tepi tempat tidur.
"Halah, kau ini. Nyambung gak nyambung gak masalah, yang penting kamu bangun dengan segera. Ayo cepat ! Sudah jam 6 pagi lho !", Jiraiya membalas dengan suara bagaikan sound system.
Naruto terkesiap, dia melihat ke arah jam mejanya. Sudah jam 6 pagi, berarti…
"APA ?! Gawat ! Aku telat !!"
Naruto langsung bangun dan pergi ke kamar mandi (tak lupa sambil membawa handuk). Opa Jiraiya hanya geleng-geleng, lalu keluar dari kamar Naruto. Ketika sudah keluar, dia berpapasan dengan Ny. Kushina yang tertawa-tawa kecil.
"Hahahaha… Haduh ayah, ahli sekali dalam membangunkan Naruto. Hihihi…", puji Ny. Kushina disela gelak tawa.
"Hehe… ", Opa Jiraiya hanya tersenyum bangga.
--x--
Setelah mandi dan sarapan, Naruto langsung tancap gas ke sekolah. Kalau berangkat sekolah, dia lebih memilih naik bus. Habis motornya dipake ayahnya, hehe… Akhirnya, dia sudah sampai di terminal bus. Dan kebetulan sekali bus nya langsung datang tanpa diundang, Naruto segera masuk ke dalam bus itu dan duduk di tempat paling belakang.
"Hah… akhirnya sampe juga di bus, huh…"
Naruto menghela nafas, lalu menghela keringat yang ada didahinya dengan tangannya. Selagi menunggu bus sampai ke sekolah, Naruto memeriksa peralatan sekolahnya. Karena tadi dia terburu-buru, sehingga membereskannya pun juga kilat. Dan mungkin Naruto tidak sadar kalau ada yang ketinggalan.
"Udah… udah… udah… udah… u... apa ?!", kaget Naruto dalam hati ketika dia lupa untuk membawa kado Sasuke.
Diperiksanya tasnya lebih dalam, siapa tahu dia sudah memasukkan kadonya ke dalam tas. Dan tak lama kemudian, dia mendapati sebuah kotak kecil yang berbungkus kertas kado.
"Hah… syukurlah, kadonya dibawa. Eh, tapi… astaga !", kembali Naruto kaget luar biasa.
Kali ini apa yang kelupaan ? Oh… ternyata dia lupa memakai parfum dan juga lupa memakai gelang putih pemberian mbah dukun kemarin.
"Sudahlah, sehari gak dipake gak akan ada apa-apa kali !", gumam Naruto menenangkan diri.
--x--
Pukul 6.45 am, Naruto telah berhasil sampai di depan gerbang sekolahnya. Dia pun langsung berlari menuju kelasnya, 3-6. Setelah sampai di kelasnya, pemandangan yang dia lihat adalah…
"Kyaa ! Sasuke-kun ! Selamat ulang tahun ya !!"
Itulah suara para fan girls Sasuke di kelasnya, wah wah… Mood Naruto berubah yang tadinya senang-riang-gembira menjadi iri-kesal-marah. Tapi Naruto acuhkan saja teriakan para fan girls itu, akhirnya dia menuju ke mejanya. Dia duduk sambil menatap para fan girls Sasuke yang sibuk rebutan memberikan hadiah untuk Sasuke.
"Uuh.. Rame amat sih, cuma ngasih kado doang juga…", kata Naruto kesal dalam hati.
Naruto melihat Sasuke yang diam sambil menolehkan wajahnya ke jendela, sepertinya rival (baginya) itu enggan bertatapan mata dengan para cewek-cewek yang menjadi fan girls. Maklumlah, baginya, seorang Uchiha Sasuke adalah manusia dengan hati paling terdingin dan kekurangan stok ekspresi dalam sejarah pergaulannya. Lihat saja sikapnya kalau mau tahu lebih jelas.
"Hei, Naruto !"
Naruto kaget merasakan ada yang memegang bahunya, ternyata itu adalah Gaara.
"Eh, kamu toh ! Kenapa ?", kata Naruto pada Gaara.
"Mana kadonya ? Katanya mau kasih sekarang.", tanya Gaara sambil melirik ke arah Sasuke.
"Hem… ah, nanti aja deh ! Rame begitu ! Pede banget aku yang cowok ikut nyelip ke kerumunan cewek-cewek !", jawab Naruto panas seperti balsem (?).
"Walah… ternyata marah ya, hehe…"
Naruto hanya diam mendengar perkataan Gaara. Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Tandanya, pelajaran akan dimulai.
Di HiKaze Residance blok M, kediaman keluarga Uzumaki…
"Hah… berantakan sekali…"
Ny. Kushina mengeluh melihat kamar Naruto yang bukan seperti kapal pecah lagi, melainkan seperti hutan rimba ! Handuk tergeletak di tempat tidur, buku-buku berserakan dimana-mana, dan lain sebagainya. Ny. Kushina tahu, Naruto pasti kejar setoran mengerjakan pr tadi malam. Makanya kamarnya berantakan begini.
Pertama-tama, Ny. Kushina membereskan tempat tidurnya yang acak kadut. Lalu, dia membereskan buku-buku yang berserakan. Kemudian, membereskan buku-buku yang menumpuk di meja belajar. Ketika merapikan buku-buku itu, Ny. Kushina merasa dia menyenggol sesuatu. Dilihatnya sebuah bungkusan, tapi anehnya bungkusan itu dibungkus kertas.
"Apa ini ? Punya Naruto ya ?"
Setelah menaruh buku-buku yang berantakan tadi, Ny. Kushina mengambil bungkusan itu. Dia sangat penasaran, apa sih yang ada didalam bungkus kertas yang ditemukannya. Perlahan lahan Ny. Kushina membuka bungkus kertas tersebut, dan…
Didapatinya sebuah botol kecil berisi air yang berhiaskan bunga-bunga.
Ny. Kushina semakin penasaran saja. Botol apa ini, pikirnya. Kemudian, dia membuka botol itu dan menciumi baunya.
"Hem… harum, apa ini parfum ? Tapi aneh sekali…"
Masih dengan rasa penasaran yang luar biasa, Ny. Kushina kembali bereksperimen dengan botol kecil itu. Ketika melihat ke bawah botol, dilihatnya sebuah tulisan kecil yang isinya…
AIR KEMBANG TUJUH RUPA INI TIDAK DIPERDAGANGKAN !
JIKA ANDA MENGINGINKANNYA DATANGLAH KE HIKAZE RESIDANCE BLOK K !
Peace n Love,
Dukun Sakti
Ny. Kushina terdiam membaca tulisan itu, dukun sakti ? Berarti…
"APA ?! DUKUN ?!
--x--
Bel berbunyi, saatnya istirahat pertama. Semua murid di kelas 3-6 melepas lelah dengan ke kantin atau mengobrol. Untuk kali ini, Naruto tidak ke kantin. Dia ingin memberikan "hadiah maut" nya pada Sasuke. Gaara yang mengusulkan tentang pemberian hadiah untuk Sasuke ikutan rela tidak ke kantin untuk menyemangati Naruto.
"Naruto, ayo cepat berikan !", kata Gaara yang berada didekat Naruto.
"Ntar dulu ah ! Napa seh ?!", Naruto membalas dengan kasar.
"Ayo cepet !", Gaara bersikeras.
"Heh, liat dulu dong ! Tuh !"
Gaara menoleh ke tempat Sasuke berada, para cewek-cewek kembali mengantri untuk memberikan hadiah pada Sasuke. Bagaimana dengan Sasuke ? Cuma diam ternyata. Gaara juga melihat Sakura yang ikut-ikutan mengantri memberi hadiah, wah wah…
"Naruto, Sakura tuh…", sahut Gaara.
"Halah, klo aku udah kasih ini pasti Sakura-chan akan jadi milikku !", balas Naruto dengan suara pelan, takut terdengar oleh Sakura.
Tiba-tiba, terdengar suara Sasuke yang sangat langka. Pasalnya jarang-jarang dia bicara pada cewek dengan…
"Sudahlah, taruh saja di meja.", katanya singkat dengan nada sedikit ramah.
Para fan girls langsung menaruh hadiahnya di meja Sasuke, semakin bertumpuk semakin banyak hadiah yang Sasuke peroleh. Naruto melongo melihat hadiah Sasuke yang hampir segunung itu, dan dari situlah keberanian Naruto muncul untuk melawan Sasuke.
Dibangunnya tubuhnya dari kursi dan segera berjalan menghampiri meja Sasuke. Semua yang di kelas itu terheran-heran melihat Naruto berjalan ke meja Sasuke, sebuah keajaiban dunia ke-8 ! Naruto berjalan ke meja Sasuke ! Sasuke menatapnya dengan tatapan dingin dan tak peduli.
"Kau mau apa, hah ?", tanya Sasuke menantang.
"Kau harus membuka ini, TEME !!"
Dengan sigap, Naruto melempar kadonya ke kepala Sasuke. Dan sukses membuat Sasuke mengaduh kesakitan.
"Aduh ! Apa yang kau lakukan ?!", seru Sasuke marah.
"Buka kotak itu ! Cepat !", balas Naruto tak mau kalah.
Dengan kasar, Sasuke mengambil kotak kecil yang diberikan Naruto tadi yang jatuh ke lantai. Kemudian, dia merobeknya dengan kasar. Semua penjuru kelas termasuk para fan girls Sasuke, melihat dengan penasaran. Kini, Sasuke tinggal membuka kotaknya saja.
DEG DEG DEG !!!
Setelah dibuka, semuanya ber-"hah" ria. Melongo melihat isi dari kotak kecil yang diberikan Naruto. Apalagi Naruto dan Gaara, melongo dengan luar biasa.
"Apa ini ? Gelang putih ?"
--x--
Wuahahaha ! Kejawab juga pertanyaan kalian, wkwkwkwk… Berarti Ny. Kushina… salah bungkus ! O'ow… apa yang akan terjadi dengan Naruto nanti ? Apa keinginannya akan sirna ? –lebay-
Hah… selesai dua hari, alhamdulillah… setelah ada 2 bulan didiemin, akhirnya ter-update juga fic ini. Maafkan aku para pembaca semua, aku ini memang author kurang kerjaan… -kurang kerjaan apaan, orang banyak tugas juga!- Ya sudahlah, mohon direview ya. Karena kalau kalian mereview, maka semangatku akan bangkit. Hehe… :D
Eh, sekilas info. Mungkin "Cinta Setengah Tiang" akan update minggu depan, itu juga masih kemungkinan. Doakan aku biar gak ada tugas ya !! –digaplok-
Oh ya, aku ingin berterima kasih kepada X-tee dan my lovely niece Seika. Makasih atas usulannya ya !
PROMOSI !
Liat video SasuSaku buatanku dunk di IMEEM !! Klik aja link nya di profilku ! :D
Thanks for read & review !
Azumi Uchiha
