Stranded
Summary: Team CSI NYPD yang diketuai Mac Taylor tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Ternyata, mereka 'terdampar' di Konoha. Crossover. NarutoxCSI:NY.
Disclaimer: I DO NOT OWN ANY OF THESE THINGS! Naruto milik Masashi Kishimoto, CSI:NY milik my heroes, Anthony E. Zuiker, Carol Mendelsohn sama Ann Donahue! Thanks udah bikin CSI:NY (dan milih Eddie Cahill jadi Don)!! Laptop dan cerita punya Helen tapinya.
Lindsay: Seperti biasa, bales review duluuuu…!!
Danny: Udah deh, jangan lebaii.
Lindsay: Biarin! Kata Hazelleen, tempat landing ternyaman.. bener banget tuh! Di taman keluarga Hyuuga! Kenapa sih di Konoha ga ada money changer international!?
Danny: Wah, Faika Araifa suka ama Greg ya? Suka ama gue juga ga'? Danny's narsis mode on
Hawkes: Rin Kajui, makasih udah mau review. Team CSI NYPD itu.. ya kaya' kita. Keren (lagi OoC banget dan emang lagi pengen ge-er). Liat aja di google, pasti ada gambar kami.. yang lagi keren pastinya.
Danny: Halah! Elo sendiri juga narsis!
Hawkes: Tapi kan narsis-nya melingkupi semua anak NYPD!
Stella: Google.. cara tercepat memecahkan masalah.. Ga ada yang lain apa? Oh ya, mendingan buka Blackle deh. Soalnya warnanya hitam dan lebih ramah lingkungan. Layar warna putih itu penggunaan energi-nya lebih besar daripada hitam, jadi kalo' mau googling, lebih baik pakai Blackle. Blackle juga dari Google kok.
Mac: Kok lo malah promosi sih? Udah chapter 3 ya.. Vic70rZ, tentang gravitasi-nya, Helen dapet dari sebuah site gitu, yang ngejelasin tentang wormhole. Bilangnya sih 7x, tapi engga tau yang bener apa. Tentang definisi wormhole.. Helen juga bingung ngejelasinnya, tapi mendingan nonton episode CSI:NY Season 4 episode 4 yang judulnya 'Time's Up' aja deh. Disitu, ama Hawkes, dijelasin apa definisi womhole yang benernya, soalnya episode itu tentang 'Time Travel'. Kamu udah nge-review chappie 1? Kok ngga ada di daftar review?? Umm.. sebenernya di fan fic ini engga ada lowongan OC, tapi yah.. kalo cuma mau jadi orang gila sih, ga apa-apa deh. Cuma cameo doang (udah kaya' di pelem-pelem..) ini? Ya ga, neraka? (Helen, kalo dipendekin kan jadi 'Hel'. Bacanya kaya' 'Hell' (Neraka).)
Helen: Siabe lo! Chapter ini di-split menjadi 2 part karena terlalu panjang..
Don: Kok gue ga' ada seeehh??
Helen: Nasib lo. Eh, iya engga. Aku masih sayang ama Don kok! –digetok-
Stranded
CHAPTER 3: One-Day Stalker PART ONE: Let's Go To The Amusement Park!
Pagi yang cerah, burung berkicau, Tonton meng-oink (bunyi babi), katak udah keabisan tenaga untuk terbang, dan wormhole masih belum muncul. Sudah 2 hari anak-anak NYPD menginap di kediaman Hyuuga dan berkeliling desa, mencari-cari wormhole, tapi mereka belum menemukan satupun (emang lo kira nyari wormhole segampang nyari sendal jepit!?).
Lindsay mengucek matanya, masih ngantuk. Ia berjalan pelan menuju meja makan. Ada seseorang disana.. seseorang.. yang mirip sekali dengan..
"Heh? Kok ada anjing terrier disini? Perasaan keluarga Hyuuga engga ada anjing deh?" kata Lindsay sambil berjalan menuju 'anjing' itu. Penglihatannya masih kabur, jadi jangan kaget kalo' ternyata dia salah liat. 'Anjing' itu, disimpulkan Lindsay terlalu cepat, adalah anjing terrier terbesar yang pernah ia lihat. 'Anjing' itu duduk diatas kursi makan, menengok ke arah Lindsay.
"Dogi?" kata Lindsay, tangannya sudah terjulur mau mengelus si dogi.
"Lo tuh ngapain sih, Montana?" tanya 'anjing' itu.
"A-anjing bisa ngomong??" pekik Lindsay tidak percaya.
"Ya iyalah! Secara, 'anjing' yang lo maksud itu gue!" seru 'anjing' itu.
"Heh? Oh, Danny. Maaf, penglihatanku masih buruk kalau pagi. Dan.. kau memang agak mirip muka anjing," kata Lindsay.
"Kata siapa?"
"Kata semua. Semua mengakuinya, kau memang mirip anjing terrier. Apalagi dengan anjing yang waktu itu," kata Lindsay santai, mengambil sebuah roti.
"Apa?!". Danny, Stella dan Hawkes pernah meng-investigasi suatu kasus yang melibatkan seekor anjing terrier. Danny adalah yang bertugas memeriksa anjing itu dan Hawkes-lah orang pertama yang melihat persamaan muka mereka. Saat Stella melihat sebagai orang yang kedua, Danny hanya bilang, "Aku tau. Kami mirip," dengan pasrah. Lihat.. bahkan Danny mengakuinya.
"Hei, hei, kalian! Ada apa sih, pagi-pagi sudah berantem?" tanya Stella diambang pintu sambil bertolak pinggang. Danny dan Lindsay menoleh.
"Dia bilang aku mirip anjing!" adu Danny.
"Dia sendiri mengakuinya!" balas Lindsay.
"Udah, ah! Pagi-pagi berisik, nanti Tuan Hyuuga marah," kata Mac dari belakang Stella.
"Ngomong-ngomong soal Hyuuga, mana Hinata? Biasanya jam segini dia masih di dapur, nungguin kita sarapan?" tanya Flack.
"Oh ya, tadi aku menemukan ini di bawah piring roti. Dari Hinata," kata Danny sambil menyodorkan sebuah kertas.
Stella mengambilnya. Diatas kertas tersebut tertulis beberapa kalimat yang ditulis dengan tinta hitam.
Teman-teman,
Maaf aku tidak bisa menemani kalian sarapan. Aku ada acara dengan teman-temanku. Tempatnya agak jauh. Kalian tidur pulas sekali, aku jadi takut membangunkan kalian. Menurut perkiraanku, mungkin kalian akan bangun sekitar jam 9-10an gitu? Sekali lagi, maaf ya!
"Hinata. Pergi dengan teman-teman ya?" tanya Stella selesai membaca surat dari Hinata tersebut.
"Acara.. pagi-pagi… Apa tidak apa-apa?" tanya Hawkes.
"Tidak apa-apa, lagipula kan dia bersama teman-temannya. Dia tak akan apa-apa… Heh? Sejak kapan kau jadi khawatiran begini tentang Hinata?" tanya Lindsay. Hawkes mengangkat bahunya.
"Lagipula dia pasti bersama si Uzumaki itu. Pasti tak apa-apa. Apalagi teman-teman perempuannya kan.. kuat-kuat semua," kata Flack. Aslinya dia mau bilang 'kasar' tapi karena agak takut, akhirnya ia ganti jadi 'kuat' (Don.. sejak kapan engkau jadi penakut beginiiii??).
"Si Uzumaki itu.. Hinata punya perasaan ya sama dia?" tanya Lindsay.
"Kaya'nya sih.."
"Ngomong-ngomong, prediksi Hinata benar juga ya?" kata Danny.
Semuanya melihat jam dinding diatas pintu. Jam 09:40.
"Tepat."
--
Di waktu yang sama (09:40), di taman.
"Jadi? Kita mau kemana nih?" tanya Ino. Semua anak-anak geng Hinata sudah ada disana. Naruto, Sasuke, Sakura, Sai (loh? Ada dia? Iya, ceritanya ini Shippuden. Sai udah ada tapi Sasuke anak baik..), Hinata, Kiba, Shino, Shikamaru, Ino, Chouji, Lee, Neji dan Tenten. Mereka ternyata ngumpul, pengen jalan-jalan, tapi tanpa tujuan.
"Bagaimana kalau kita ke hutan saja?" tanya Lee.
"Hutan? Ngapain?" tanya semuanya serempak. Kalo' Lee yang mengusulkan, pasti jawabannya ngaco berat.
"Latihan intensif a la Gai-sensei! Lari 700 kali mengelilingi hutan, gelayutan 700 kali dari pohon ke pohon, dan 700 kali bermain petak-umpet di hutan!" seru Lee semangat.
"Kenapa harus 700?"
"Kan si Helen suka angka 7," jawab Lee singkat dan santai.
(Helen udah tepar di keroyokin)
"Nah, jadi sekarang kita harus ngundi nih?" tanya Sai.
"Yah.. mau gimana lagi? Apa aja pilihannya?" tanya Kiba.
"Bentar.. pilihannya.. harus yang ringan-ringan dan deket," jelas Ino. Ino udah kaya' panitia ajah..
"Deket? Lo kira ni taman ama rumah kite-kite deket??" tanya Naruto emosi.
"Tapi ama rumah gue kan deket," kata Ino innocent, udah kaya' namanya.
Ino udah mau dikeroyok ama yang lain. Untung cepet dihentikan ama Sai yang engga mau nasib gebetannya (AHEM!) jadi sama kaya' authoress.
"Gue udah mikirin tempat-tempat yang deket dan ringan. 1. Di taman aja. 2. Di amusement park baru yang itu loh. 3. Di museum deket amusement park itu," kata Sai.
"MUSEUM?? GILE LO!!" teriak semuanya, kecuali Hinata dan Shino. Anak teladan..
"Ya udah deh.. museum, coret! Di taman?"
Ada 6 anak yang angkat tangan.
"Amusement park?"
Hampir semuanya angkat tangan.
"Tapi.. bawa uang cukup ga? Entar ampe sana taunya yang keluar dari dompet, bukannya uang malah lalat lagi," kata Sasuke.
"Emang Mr.Bean? Cukup lah kalo cuma buat main beberapa jam," kata Sakura.
"Jadi.. bener nih amusement park?" tanya Naruto.
"IYA!" teriak semuanya.
"Aduh.. kaga' usah pake teriak kenapa sih?"
--
"Kenapaaaa… kita jadi ada disini?" tanya seseorang dari balik sebuah tiang listrik. Ternyata itu Flack.
"Udaaah.. diem aja!" perintah seorang lagi. Ada beberapa orang lagi yang berdiri. Dibalik tiang listrik yang sama. Jadi udah tau dong betapa gerahnya mereka di balik 'benteng perlindungan' itu.
"Mac, kenapa kita sembunyi disini sih?" tanya Stella.
"Kita harus mencari sesuatu agar kita tidak kelihatan. Dan hanya ini objek yang ditemukan," jelas Mac.
"Tapi kenapa satu tiang? Tiang ramping?!" keluh Danny.
"Aku tidak melihat tiang yang lain," jawab Mac santai.
"Kalian mau aku jadi pembersih jalanan lagi, supaya berkurang satu orang?" tanya Don (Nonton episode CSI:NY Season 4, DOA For A Day. Disitu Don nyamar jadi penyapu jalanan. Hehehe..).
"Please?"
"Tapi aku tidak bawa bajunya."
"ARGH!!"
"Sebenarnya alasan kita berhimpitan dibalik sebuah tiang listrik tua yang ramping ini apa sih?" tanya Lindsay.
"Kita disini untuk menjalankan sebuah misi, kalian ingat?" jawab Stella.
"Iya, tapi misi apa?"
"Misi…" muka Mac berubah (sok) serius. "…Dari Tuan Hyuuga."
"Misi… misi apa itu?" tanya Hawkes ikut-ikut (sok) serius.
"Misi… mengintai Hinata!" JEGER! Petir dan kilat 'boongan' menyambar.
"Uh… ngapain kita pake' disuruh ngintai Hinata?" tanya Hawkes.
"Tuan Hyuuga takut Hinata diapa-apakan. Kan Hinata pergi pagi-pagi tuh?" jelas Mac.
"I-iya deh…"
Hari itu, mereka memakai vest anti peluru milik NYPD diluar baju mereka. Gimana mereka bisa ada vest anti peluru sementara baju satupun engga mereka bawa? Ternyata, waktu mereka kehisap wormhole itu, mereka lagi pake vest. Loh, terus, kenapa mereka pake vest anti peluru padahal di Konoha engga ada yang namanya pistol? Kata mereka sih, cuma buat gaya-gayaan doang…
"Aku melihat Hinata!" seru-bisik Lindsay.
"Mana? Mana?!" yang lain menanggapi dengan mengerubuti Lindsay.
"Aduh… itu, lagi jalan sama temen-temennya ke arah amusement park itu!"
"Hmm… 130 ryo-nya masih ada?" tanya Mac. Semua mengangguk.
"Baiklah. Dengan disertai doa agar harga-harga di amusement park itu murah-murah semua, kita, anak-anak NYPD yang terdampar di Konoha gara-gara wormhole akan mulai mengikuti Hyuuga Hinata masuk kedalam amusement park itu!" kata Mac.
--
T.B.C and end of chapter 3!
Ohya, kalo' mau lihat gimana bentuk vest anti peluru yang mereka pake' itu, pergi kesini: wwwDOTimdbDOTcom/media/rm1971951360/nm0128655 (Di gambar itu, yang lagi pake vest anti peluru itu Stella ama Flack).
REVIEW!! Kalo' engga review… -nodongin piso, pedang, golok, kapak, dan gunting rambut anak bayi-. Enggalah! Helen kan authoress yang baik. Yang penting, review ya!! Dan maaf kalo' ada kesalahan kata-kata atau kalimat, kalo ada typo. Maaf ya! Dan maaf, lagi. Chapter ini pendek banget ya? Engga konsen abisnya.
