ya sebenarnya saya tidak berhak membalas semua review, tapi penulis berpesan terimakasih atas review dan doanya... bagi yang menanyakan kondisi si HUD, ya lumayan parah si dia, banyak perbannya... (kacian juga dia...). Oh ya saya mau tanya, emang ada apa si ocha dengan si ucup? kok saya baca di review2 yang lain kayaknya ada masalah ya?? tolong sampein ke ocha ya... dia pesen minta maaf banget... mungklin gara2 doanya ocha yang manjur, jadi si ucup alias penulis kecelakaan... tolong sampaikan...
thanks to: NejiHolic-at-anywhere (hehehe, thanks reviewnya), Sora Aburame (ya emang si HUD bikin biar gaya naruto slenge-an), eye-of-blue (tolong beritahu bagian mana yang aneh, biar si HUD bisa memperbaiki setelah dia sembuh), CupCupMuah (mmm tadi saya sempet bales ke email kamu, di baca aja email kamu ya... untuk masalah humor, biasanya HUD yang bikin bagian humor dan lemon... kalau saya yang bikin bagian romantios dan serius... nanti saya sampaikan ke HUD), IT4CH1neverDies (maaf itu saya yang ngetik dan mengedit, yah kalau itachi mau naskah aslinya si HUD yang bahassanya waduh gaul bin kasar silahkan nanti bisa di kirim ke emailnya itachi)
Sekali lagi saya hanya meng-copy paste dari sebelumnya:
Note: Maaf updatenya lama sekali... penulis minta maaf ke semua pembaca, apabila ada pembaca yang merasa kesal dengan penulis, dimohon dengan sangat dimaafkan... beberapa minggu yang lalu penulis kena musibah, bagi yang ingin membantu penulis, silahkan kunjungi situs penulis di homapage-nya... penulis sekarang sangat membutuhkan bantuan/doanya dari pembaca ataupun penulis lainnya. silahkan bagi yang akan menyumbang hanya dengan meng-klik iklan google di situs penulis... semoga bantuan dari kalian semua dibalas oleh Allah swt Tuhan yang maha agung, Tuhan kita semua amien... musibah yang diterima penulis yaitu kecelakaan...
Doakan penulis ya... Oh ya yang mengupdate cerita ini adalah seseorang yang dipercayakan dari penulis... terimakasih...
Kantor Hokage
"Konichiwa shishou" sapa Sakura yang ditemani oleh Sasuke.
"Hey Sakura, Sasuke. Ada masalah apa kalian kemari?" tanya Tsunade sambil membalik-balikan kertas pekerjaannya.
"Kok shishou tahu kalau kita ingin membicarakan sesuatu" kata Sakura
"Kalian kan sama saja dengan si gaki" kata Tsunade.
"Ohh… tapi jangan menilai kami sama persisi dengan Naruto Tsunade shishou. Begini sebenarnya kami kemari untuk membicarakan Naruto, shishou" Sakura kemudian duduk di bangku tepat di depan meja Hokage.
"Apa ada masalah dengan dia?" Tsunade kali ini serius.
"Mmm, kita mau menjodohkan dia" jawab Sakura.
"Hahh, hahaha. Dengan siapa?" Tsunade masih tertawa.
"Hnn dengan Hyuuga Hinata" Sasuke menjawab.
"HAAH, KALIAN SERIUS?" Tsunade terkejut dan tidak percaya.
"Iya kami serius soalnya …." Sakura menceritakan panjang lebar.
Cerita tentang Hinata, keadaan Hinata, permasalahan Hinata dan harapan Hinata. Tsunade mengerti tetang keadaan yang terjadi.
"Baiklah, besok kalian kumpulkan semua teman-teman kalian di kantor Hokage, kecuali Naruto dan Hinata" perintah Tsunade.
"Baik Tsunade shishou" jawab Sakura.
"Kami permisi dulu Tsunade sama" Sasuke menarik tangan Sakura dan pergi dari kantor Hokage.
Keesokan harinya
Jam 6 pagi Naruto sudah bangun. Memang tidak seperti hari kemarin, sekarang dia sudah ada janji datang ke kediaman Hyuuga untuk bertemu Hiashi. Tidak ada yang lain lagi.
"Mungkin pagi ini Hiashi sudah bangun" gumam Naruto yang telah rapih berpakaian.
Dia segera melangkahkan kaki keluar kamar apartemennya. Udara pagi yang dingin, sejuk dan segar menerpa tubuh Naruto. Naruto telah terbiasa akan suasana di pagi hari. Jarak satu meter dari rumahnya, Naruto bersikap biasa saja. Jarak dua meter, Naruto mulai bersenandung. Jarak 5 meter dari mansion Hyuuga, Naruto berhenti bersenandung. 4 meter, Naruto mulai merasakan jantungnya berpacu dengan cepat. 3 meter, Pikirannya mulai kacau. 2 meter, Gelisah mulai menerpa dirinya. 1 meter, Keringat dingn keluar dari tengkuk dan dahinya. Ketika sampai di depan pintu gerbang mansion, Naruto panik, bingung mau bicara apa.
Penjaga gerbang bertanya kepada Naruto "Anda ada perlu dengan siapa?"
"Sa-sa-saya mau ber-te-mu de-ngan Hi-a-shi sa-ma" Naruto tergagap-gagap.
"Anda pasti Uzumaki Naruto, silahkan masuk. Anda telah ditunggu oleh Hiashi sama di ruang meditasi" penjaga gerbang menunjukkan ruangan meditasi.
"Te-ri-ma-ka-sih" Naruto makin tidak karuan.
Penjaga hanya tersenyum. Naruto melanjutkan jalannya ke arah ruangan meditasi. Langkahnya terasa semakin berat dan bertambah berat.
Ditempat lain Hinata sedang berdiri di balkon atap rumahnya. Dia menatap langit yang cerah berwarna biru sambil memikirkan Naruto. Langitnya seperti menampakkan matanya Naruto. Ketika dia melihat ke lantai bawah, dia seperti melihat Naruto. Dia membalikkan badannya, dan melihat ke bawah lagi kosong.
"Oh kami, aku sekarang sedang dilandai demam cinta. Fatamorgana cinta mulai nampak di depanku. Waduh bisa berbahaya nih" gumam Hinata sendirian.
Kembali ke Naruto
"Aduh, terasa jauh banget sih ruangan meditasi itu" Naruto terus berjuang untuk sampai keruangan meditasi di depannya.
Padahal jaraknya dari pintu gerbang cuma satu meter. Satu meter yang dirasakan Naruto seperti 3 hari perjalanan, capek dan meletihkan.
"Akhirnyaa sampai juga" gumam Naruto.
"O-ha-yo-u, Hi-a-shi sa-ma" sapa Naruto dengan mulut serak.
"Siapa disana?" tanya Hiashi.
"I-ni sa-ya, U-zu-ma-ki Na-ru-to" jawab Naruto dengan sura bergetar dan tenggoroan terasa kering.
"Ohh masuk Uzumaki" Hiashi memerintahkan.
Naruto membuka pintu ruangan meditasi Hyuuga. Naruto melihat begitu luasnya ruangan meditasi itu. Lantainya dari kayu yang diplitur berwarna coklat. Di dinding ruangan meditasi terpampang tulisan-tulisan tentang semangat juang dan semangat hidup dari keluaga Hyuuga. Naruto melangkahkan kakinya masuk, mencari Hiashi berada.
"Uzumaki silahkan kamu duduk di depan saya" perintah Hiashi.
"Baik" Naruto duduk berhadapan dengan Hiashi.
"Uzumaki, sekarang saya serius ingin menanyakan sesuatu kepada kamu. Kamu jawab jujur dan tidak ada kata bercanda. Kamu mengerti? Oh ya, kenapa baju kamu basah seperti itu?" Hiashi bertanya dengan mata menatap ke arah baju Naruto yang basah kuyup.
"Oh ini tadi saya kesiram orang yang lagi menyiram tanaman" Naruto berbohong.
"Hah wahahahaha. Baru kali ini ada orang yang bisa membuat saya tertawa" Hiashi berkata jujur ke Naruto.
Semenjak kematian istrinya Hiashi jarang tersenyum ataupun tertawa.
"Apa yang ingin Hiashi sama tanyakan kepada saya, saya akan menjawabnya secara serius dan tidak bercanda" Naruto mengekspresikan muka serius ke Hiashi.
"Pertanyaan pertama, kemarin kamu jawab menyukai Hinata. Apa yang membuat kamu menyukai Hinata?" tanya Hiashi.
"Mmm, saya menyukai Hinata karena sifat dia yang baik, jujur dan suka bekerja keras" jawab Naruto jujur.
'Jawabannya bagus' pikir Hiashi.
"Pertanyaan kedua, apakah kamu mencintai Hinata?" Hiashi mulai menatap pandangan Naruto serius.
"Wow, sebentar Hiashi sama. Anda serius menanyakan itu?" Naruto meyakinkan Hiashi.
"Uzumaki, kalau saya bertanya, berarti saya serius" tegas Hiashi "Cepat jawab pertanyaan saya".
'Aku mau jawab seperti apa ya?' Naruto menjadi bingung menjawab.
Lima menit telah berlalu setelah Hiashi menanyakan pertanyaan kedua.
"Uzumaki, kenapa kamu diam?" Hiashi sudah habis kesabarannya.
"Hi-Hiashi sama, ma-maaf. Sa-saya tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan itu" Naruto akhirnya mengatakan apa adanya.
"Apa alasan kamu?" Hiashi tenang kembali.
"Saya tidak tahu cinta itu apa?" jawab Naruto polos.
"Hah. WUAHHAHAHAHA" tawa Hiashi menggelegar di ruangan meditasi.
"Saya berkata jujur Hiashi sama" kata Naruto.
Keringat dingin kembali keluar dari tengkuk Naruto.
"Hmm, kamu tidak bisa menjawab. Baiklah untuk pertanyaan ketiga, apakah kamu mau menikah dengan Hinata?" Hiashi tidak mengalihkan matanya dari wajah Naruto.
Naruto kaget dan terkejut seperti kesambar petir dan kesetrum listrik bertegangan tinggi.
'HAAHHH, YANG BENER AJA. HIASHI, SI KETUA KLAN HYUUGA BAPAKNYA HINATA MENANYAKAN PERTANYAAN INI. TIDAK DISANGKA' Naruto menganga dan mukanya mulai pucat pasi.
"Ehh Hiashi sama, saya juga tidak dapat menjawab pertanyaan ini" Naruto gugup.
"KENAPA?" Hiashi mulai berteriak.
"Err, karena ini menyangkut masa depan dan saya belum memikirkan masalah pernikahan" Naruto menjawab sedapatnya.
"BAKA, CEPAT KAMU PIKIRKAN ITU. KALAU KAMU SUDAH DAPATKAN JAWABANNYA KEMBALI MENEMUI SAYA. PULANG SANA!!" Hiashi benar-benar habis kesabaran.
Eh si penulis minta banyak reviewnya ya... ktanya review kalian bisa menghibur dia yang masih terbaring di dalam kamarnya di rumah sakit...
ada kabar terbaru lagi, selain dia sudah membuat cerita pairing antara sabaku noghee dengan kakashi, dia juga telah membuat cerita pairing antara itachi dengan... waduh saya lupa siapa... pokoknya belakangnya ada -chan nya... yang merasa pesan gitu lah katanya...
sekali lagi mohon doanya untuk si dia (HUD maksudnya)
