Stranded
Summary: Team CSI NYPD yang diketuai Mac Taylor tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Ternyata, mereka 'terdampar' di Konoha. Crossover. NarutoxCSI:NY.
Disclaimer: I DO NOT OWN ANY OF THESE THINGS! Naruto milik Masashi Kishimoto, CSI:NY milik my heroes, Anthony E. Zuiker, Carol Mendelsohn sama Ann Donahue! Thanks udah bikin CSI:NY (dan milih Eddie Cahill jadi Don)!! Laptop dan cerita punya Helen tapinya.
Helen: Mana angus, belom bangun, kolam!
Flack: Paan tuh?
Helen: Sekolah Helen angus, belom direnopasi, eh, udah banjir, Jum'at tanggal 29 tuh Helen ngga belajar soalnya kelas Helen dan kelas-kelas ditingkatan Helen (dan tingkat bawah) BANJIR. Air ngerembes dari lantai 3, lantai yang abis kebakar. Waktu Helen mau ngambil sesuatu di loker, Helen basah-basahan. Air netes dimana-mana. Serasa kaya' sekolah di Bojong Kenyot. Padahal Labschool kan sekolah bagus? Kenapa juga angus? Kenapa juga banjir? (Kaga pake cat yang bener kali ya?) HUAAA..!! DASAR KALENG!!
Flack: Udah, udah.. sabar..
Lindsay: Karena Helen yang lagi curhat dan Flack yang lagi dengerin ngga bisa ngisi talkshow membalas review, maka kami deh yang ngisi!
Stella: Tu kan Shino OOC nyeremin. Nakamura arigatou bener banget tuh! Nanti kita (kita?) mo nuntut tu restoran! Masa orang bokek ga boleh masuk sih?
Danny: Hore! Faika Araifa nge-review lagi! Iya nih kami disuruh buka kios. Lumayan sih buat penghasilan juga tapi kan kami tuh POLISI ya! Bukan TUKANG JUALAN! Yay! Beneran beliin cotton candy ungu ya! Oke, ini apdetannya.
Mac: Idih! Buggy tuh bukan masuk ke celana gue karena.. 'mesum' -Mac ngecilin suara-, tapi butuh tempat berlindung, FateBinder JeAnne. Tapi kenapa milih celana gue ya? Anyway, cepetan apdet Nursery Rhyme, si Helen udah gila nungguin-nya.
Lindsay: Kami sedih banget waktu dikasih toko, darkerThanDarkness.. Tapi bodo amat lah. Entar yang ngejalanin toko mereka-mereka aja, gue mah dibelakang, tidur..
Danny: Idih! Najong lo!
Lindsay: Bodo!
Stella: Wah, kalo misalnya Buggy ngga ketemu-ketemu, Shino bakal Helen bikin kayak gimana ya? Mending ga usah ngebayangin deh, phillip william-wammy! Nambah serem daripada ke-OOC-an-nya. Ohya, kemaren si Helen lagi buka-buka profile FFN kamu, terus membelalak selebar peluru meriam waktu liat foto prim kamu. Terus, dia langsung teriak, "Ooooohhh... SUKA LA CORDA JUGA YA!! ADA TEMEN NIH GUE!". Begitulah..
Hawkes: Itu ya, Rin Kajuji.. RESTORANNYA YANG KEMAHALAN!! Tapi.. kita emang bokek super sih.. sama kayak authoress-nya -dikejar-kejar Helen-
Stella: Enjoy the story!
Stranded
CHAPTER 6: The Rainbow Dango
"The Rainbow Dango?"
"Iya, The Rainbow Dango. Kios dango baru ditengah desa."
"Lalu, apa istimewanya? Kios dango ditengah desa juga banyak."
"Tapi ini beda. Ayolah, Sasuke-kun, kita kesana!"
"Coba kutanya. Memang apa yang membuat The Rainbows ini spesial dari yang lain?" tanya Sasuke.
"Katanya, dangonya berwarna-warni."
"Halah, dango warna-warni juga banyak dideket rumah!"
"Tapi yang ini murah!" kata Sakura.
"Yang lewat didepan rumah 12 ryo 3 tusuk!" kata Sasuke, masih bersikeras ga mau ke tengah desa. Males.
"The Rainbow Dango 3 tusuk 8 ryo!" Sakura ngga mau kalah dari cowoknya. Masa cewek kalah telak ama cowoknya sendiri? Malunya 1 ton!
"Wauw.."
"Nah. Makanya, ganti baju, kita ke tengah desa!"
"Ya,ya,apalah.."
-x-
"The Rainbow.. Dango?"
"Iya."
"Aku tak begitu tertarik dengan dango.."
"Kiosnya disamping Ichiraku."
"Ayo kita kesana!"
-x-
"Apaan tuh?"
"Brosur 'The Rainbow Dango'. Kita kesana ya, Neji.. Pliiissss..."
"Cuplas-cuplis.. Ga bisa. Gue lagi ngerjain ini!"
"Emang Neji lagi ngapain?"
"Lagi ngerajut sweater Hanabi yang robek. Hinata sibuk sama Naruto jadi aku deh yang kena.."
"Ih, udah aku aja yang ngerjain sini! Tapi kalo aku selesai, kamu janji bakal ke The Rainbow Dango ama aku?"
"Yaahh.. apa boleh buat.."
-x-
"GA BISA! GUE LAGI GAMBAR!"
"Tapi, tapi.."
"Tapi apa?"
"Tapi.. dango-nya warna-warni.."
"Terus?"
"Mungkin bisa jadi inspirasi buat warna-warna di lukisanmu?" tanya Ino. Sai terdiam sesaat.
"Oke deh.."
-x-
"Awan.."
"KRAUK.."
"Akamaru, ambil!"
"Buggy, mau gue nikahin ngga lo?"
"YEAH! SEMANGAT MASA MUDA!!"
"Lee!! Yang mungut rantingnya tuh Akamaru, bukan elo!!" teriak Kiba.
The Jombloers lagi pada ngumpul nih.. Well, ngga semuanya sih lagi ngejomblo. Untuk Shikamaru, Temari lagi ngga bisa ke Konoha jadi dia gabungan ama The Jombloers. Sementara yang lain emang udah jadi anggota The Jombloers dari lahir.
"Wey, katanya ada kios dango baru loh di tengah desa! Mau ga.." Belom selesai Chouji ngomong, teman-temannya langsung memotong dengan satu kata simpel. Yaitu: "ENGGA!"
-STRANDED-
"Makasih! Dateng lagi ya!" Danny memberikan sebungkus kertas berisi 4 tusuk dango (Weis, nama account collab. Helen!) didalamnya sambil tak lupa membeberkan senyum kekanak-kanakan dan 60 watt-nya kepada pengunjung didepannya, yang kebetulan adalah 2 orang cewek. Anak-anak cewek itu langsung salting dikasih senyum silau begitu. Kalo ada kontes senyum paling silau, Danny bisa seri ama Naruto tuh!
"Aduh, muka gue kaku nih.." keluh Danny. Dari pagi dia senyum terus.
"Udah, biarin aja. Makasih, dateng lagi ya!" kata Flack sambil ikut membeberkan senyum-nya, yang beda 10 watt diatas Danny. Jadi sebenernya mereka jualan apa sih? Mereka jualan dango. Dango yang lagi hangat dibicarain sama orang-orang di Konoha termasuk anak-anak shinobi. Setiap hari banyak pengunjung yang datang kesitu. Karena selain murah dan berwarna-warni, rasa dango-nya juga beda dengan yang lain. Kenapa bisa begini? Karena Lindsay dan Mac-lah yang bertugas masak dango dan mereka sama sekali ngga tau gimana cara buat dango, ternyata masukin bumbu APA AJA YANG BISA DITEMUKAN kedalam adonan dango itu. Kalo tentang bentuknya sih.. mereka juga tau.
"Mac! 8 dango!" seru Stella dari kaunter. Mac segera mengepak 2 kantong dango dan memberinya pada Hawkes. Apa kerja Hawkes disini? Dia jadi semacam kurir ato istilah di pelajaran ekonomi, distributor. Perantaranya. Tapi ini bukan 'perantara' beneran. Cuman nganterin dango dari belakang (dapur) ke depan (kaunter). Yah.. kurir emang kata yang tepat.
"Mac, sebenarnya kita kenapa jadi jualan dango gini sih?" tanya Lindsay sambil ngebulet-buletin adonan dango. Mac nginget-nginget.
Flashback
"Masa Tuan Besar Hyuuga bener-bener ngasi kita kios?" tanya Danny ga percaya.
"Kalo udah begini, kita ga bisa ngapa-ngapain lagi. Tuan Besar Hyuuga itu orang berpengaruh disini. Kalo dia bilang kita harus jualan, ya kita harus jualan," kata Hawkes.
"Tapi masalahnya kita jualan apa?" tanya Stella.
Tiba-tiba, Flack, yang lagi liat-liat keluar jendela, ngeliat ada tukang dango yang lewat didepan Hyuuga Mansion. Kenapa dia bisa tau kalo abang-abang itu jualan dango? Karena abang-abang itu pake topi yang diatasnya ada hiasan dango segede cerobong asap.
"Kita jualan dango aja!" seru Flack tiba-tiba.
"Hah?"
"Iya! Dango! Itu loh, yang bulet-bulet ditusuk!" kata Flack, mendeskripsikan dango dengan sangat tidak baik.
"Bulet-bulet ditusuk? Pendeskripsian lo buruk amat sih?" Danny mengomentari cara Flack mendeskripsikan dango.
"Bodo."
"Dango ya? Boleh juga.." kata Mac yang langsung disambut mata membelalak teman-temannya.
Flashback Off
"Jadi logisnya, kita ngelakuin ini semua gara-gara Flack dan kau. Kau kena batunya, jadi yang masak. Tapi Flack? Malah dia yang enak! Dia cuma ngelayanin doang!" protes Lindsay.
"Flack juga kena batunya lagi! Tuh, dia dikerubutin cewek.." kata Mac sambil nunjuk Flack yang emang lagi dikerubutin cewek-cewek. Tiba-tiba Lindsay menangkap suatu objek yang juga sedang dikerubutin makhluk berspesies cewek.
"MESSER!!" Dan larilah Lindsay menuju objek itu. Danny.
"Anak-anak jaman sekarang.." Mac melanjutkan membulat-bulatkan adonan dango.
-STRANDED-
Sasuke menengadahkan kepalanya, menatap plang nama diatas kios kecil tersebut. THE RAINBOW DANGO. "Jadi ini ya.. Kios kecil tapi.." Ia menurunkan kepalanya. "Lautan manusia, bo!"
"Tapi kita tetep harus kesana!" Sakura tetep bersikeras pengen makan dango buatan The Rainbows.
"Iya deh.."
"Hoy! Sasuke! Sakura-chan!" seru seseorang dari arah kiri Sasuke. Ia adalah Naruto. Disampingnya berdiri seorang anak perempuan dengan rambut biru tua panjang. Hinata.
"Kalian juga mau coba The Rainbows?" tanya Sasuke.
"Iya."
"Yo!"
"Yo! Neji!" Naruto menyambut Neji. Neji berjalan menuju NaruHina dan SasuSaku bersama Tenten.
"Jangan beritahu aku. Dango?" tanya Sasuke. Neji mengangguk singkat lalu menoleh melihat lautan manusia disampingnya.
"Sepertinya akan lama," katanya.
"Sakura, Hinata, Tenten!!" seru seseorang. 3 orang yang dipanggil menoleh. Ternyata itu adalah Ino yang berjalan berdua dengan Sai (tentu saja!).
"Mau.."
"Dango! Kami tau!" potong Sasuke, Naruto dan Neji bersamaan, tidak memberi kesempatan untuk Sai bicara.
"Gue cuman mo nanya, lo mau bakso goreng kaga. Tapi karena kalian maunya dango.. yaudah deh, gue makan aja nih semua. Padahal gue sengaja beli banyak.." Sai-pun langsung siap-siap melahap semua bakso goreng ditangannya (doyan, laper, apa rakus?) ketika tiba-tiba 5 plastik terbang dari tangannya.
"Kita mau!" seru Sasuke, Naruto dan Neji bersamaan.
"Woy, lo kaga kebanyakan apa? Ambil 3 bungkus.. Entar dango-nya ngga masuk loh!" kata Sakura.
"Kapasitas perutku kan diatas ambang normal. Sakura-chan kan tau itu," kata Naruto sambil melahap 3 bakso sekaligus.
"KEMBALI KAU KESINI!!" teriak seseorang, yang sedang mengejar seseorang.
"AMPUN!!"
"Loh? Itu Lindsay kan? Sedang apa dia mengejar Danny?" tanya Sakura.
"Oh, lihat, Lindsay menerkamnya!" kata Hinata polos.
-STRANDED-
"Makasih, silahkan datang lagi! Oh, hei kalian!" kata Stella ketika ia melihat anak-anak shinobi berjalan menuju kiosnya (Anak-anak NYPD: Ahem!).
"Hai Stella," sapa Tenten ramah.
"Kalian mau beli dango juga?" tanya Stella sambil me-lap tangannya.
"Bukan, kami kesini mau membeli rakun," kata Sasuke. Semuanya menatap Sasuke dengan bingung.
"Apa? Aku hanya bercanda! Sebenarnya aku disini untuk membeli telur unta," Sasuke tambah ngaco. Muka temen-temennya pun tambah ngaco.
"Telur unta bulet, dango juga bulet kan?!" Teman-temannya langsung mengembalikan pandangan mereka kedepan.
"Iya, kami mau beli dango," kata Neji, cowok paling rasional disitu.
"Oh,oke. Ini dia menu-nya. Liat-liat aja dulu, pengunjung udah pada pulang," kata Stella santai. "Aku mau kebelakang sebentar ya," lanjutnya. Ia kemudian berjalan menuju dapur. Anak-anak NYPD, begitu juga anak-anak shinobi, kalo ngomong ama sesama, pakenya 'gue-lo'. Tapi kalo anak-anak shinobi ngomong ke anak-anak NYPD ato sebaliknya, mereka pake 'aku-kamu' ato 'aku-nama orang yang diajak ngomong'.
"Purple dango? Green dango?? Duren dango??" Naruto terbengong-bengong.
"Oh, ternyata mereka memang menjual dango telur unta," kata Sasuke sambil menunjuk tulisan 'DANGO TELUR UNTA' yang ditulis dengan huruf blok rapi.
Teman-temannya sweatdrop. Ternyata Sasuke emang niat beli telor onta...
-STRANDED-
"Anak-anak shinobi diluar tuh!" kata Stella.
"Terus?"
"Ya lo aja lah yang ngelayanin. Gue udah capek. Perasaan dari pagi gue mulu yang kerja!" protes Stella.
"Heh! Asal tau aja ya, gue juga capek tau! Gue juga kerja! Gue capek dikerubutin cewek-cewek!" gantian Flack yang protes.
"Ya tapi elo aja lah yang ngelayanin!" Stella tetep bersikeras pengen istirahat.
"Ngga! Elo aja!" Flack ga mau kalah.
"Elo!"
"Elo!"
"Elo, ga?"
"Elo aja napa si?"
"Ih, elo!"
"Elo!"
Dalam perang 'elo-elo'an itu, Mac, yang udah capek ngedengernya, akhirnya ninggalin dapur dan menuju ke kaunter, meninggalkan medan perang 'elo-elo'.
"Mau pesen?" tanya Mac pada anak-anak shinobi. Mereka mengangguk.
"Aku mau pesan dango strawberry ya," kata Sakura sambil meletakkan daftar menu di kaunter.
"Aku mau rasa blueberry," kata Hinata.
"Aku duren!!" kata Naruto. (Yang lain langsung berpikir, "Ada ya, dango rasa duren.. Ada lagi yang mau beli!")
"Aku rasa lemon, dia rasa jeruk," kata Ino sambil menunjuk Sai.
"Aku mau yang rasa coklat aja," kata Neji.
"Aku yang 'Green Dango'. Rasa green tea," kata Tenten.
"Mm.. oke. Sasuke?" Mac menanyakan pesanan Sasuke. Tanpa basa-basi, Sasuke langsung jawab dengan rasa malunya ketinggalan di rumah.
"DANGO TELOR ONTA!!" kata-teriak-seru Sasuke OOC. Lebih serem daripada ke-OOC-an Shino.
"Oke.. Aku kebelakang dulu ya, mau bikin dango-nya," kata Mac sambil beranjak ke belakang.
"Loh? Mac toh yang masak?" tanya Ino.
"Sebenernya aku ama Lindsay, tapi dia lagi ngejar Danny, jadi aku doang sekarang," kaat Mac datar.
"Kau juga yang melayani? Mana Stella, Flack dan Hawkes?" tanya Sai.
"Hawkes sedang membeli bahan-bahan. Stella dan Flack.. lagi perang."
"Hah?"
"Udahlah, ga usah dipikirin. Kalian duduk aja dulu," perintah Mac. Anak-anak shinobi langsung duduk manis di kursi putih yang ditunjuk Mac. Kursi putih tersebut sederhana namun cukup elegan. Ukiran-ukiran terbentuk diatas kursi tersebut. Mejanya pun terbuat dari kaca. Ga tau mereka dapet uang dari mana. Ternyata, setelah ada pernyataan dari Hinata, beberapa kursi dirumahnya hilang. Meja juga. Ternyata anak-anak NYPD ngambil.
-STRANDED-
"Ketangkep lo!"
"AMPOOOONN!! Gue kan ga salah apa-apa!"
".. Iya juga ya ngomong-ngomong.." kata Lindsay. Ia melepas cengkaramannya dari kerah baju Danny.
"Trus, lo ngapain lo ngejar gue?" tanya Danny.
"... Pengen aja." Danny langsung sweatdrop.
"Udah yuk, kita balik lagi ke kios," ajak Danny. Tapi Lindsay tidak beranjak.
"Lindsay?"
"Danny. Apa itu?" tanya Lindsay sambil menunjuk sesuatu. Danny menoleh. Ia melihat sebuah pusaran ungu kecil yang membuat daun-daun yang gugur disekitarnya beterbangan. Itu adalah sesuatu pastinya. Sesuatu yang seharusnya sudah ia lihat beberapa hari yang lalu. Sesuatu yang disebut..
"WORMHOLE-NYA KELUAR!!" teriak Danny norak. Ia kemudian langsung menarik tangan Lindsay dan berlari menuju kios.
-STRANDED-
Hawkes baru saja sampai didepan kiosnya selepas berbelanja beberapa bahan untuk dango ketika ia melihat Mac yang sedang membagi-bagi pesanan anak-anak shinobi.
"Mac! Gue udah beli bahan-bahannya. Halo semua!" sapa Hawkes. Anak-anak shinobi hanya tersenyum dan mengangkat tangan mereka untuk menyapa Hawkes balik. Mereka terlalu sibuk menjamah dango.
"Oke, bahan-bahannya taro' di dapur aja. Tapi tepung ditaro' di lemari atas kompor ya," pesan Mac. Hawkes ngangguk-ngagguk. Baru aja dia mau jalan ke dapur, terlihat kepulan debu dan asap dari kejauhan. Otomatis Hawkes ngga jadi ke dapur. Penasaran.
Kepulan debu itu mendekat..
Dekat..
Dekat..
Semakin dekat..
Semakin dekat..
Sampai didepan Mac.
"Kenapa kalian berdua? Dikejar banteng?" tanya Mac. Didepannya, Danny dan Lindsay ngos-ngosan. Lari 2 kilo bolak-balik gimana ga kembung-kempes-kembung-kempes?
"A-ada.. ada wormhole!" kata Danny. Setelah mengatakan kalimat itu, Danny langsung tepar.
"Wormhole? Apa maksudnya?" tanya Mac.
"Wormhole! Wormhole yang membawa kita kesini! Ada di Konoha sekarang!" seru Lindsay.
"Boong lu!?" seru Hawkes.
"Bener!"
"Tapi kan, kita ngga tau tuh wormhole jurusan mana," kata Mac sambil membenarkan letak apron-nya (Mac pake' apron!?).
"Tapi kan.."
"Daripada nanti kita malah mendarat di Slovakia? Hawkes lagi buat perhitungan dan perhitungannya 97 akurat," kata Mac menerangkan.
"3-nya?" tanya Lindsay.
"Dimakan macan." Semua, ngga tanggung-tanggung dango-nya ikutan sweatdrop.
"Hei, ada apa sih ribut-ribut?" tanya Stella. Ia dan Flack baru selesai perang.
"Danny dan Lindsay melihat wormhole," kata Hawkes.
"Iyakah?! Dimana?" tanya Flack semangat.
"1 kilometer dari sini," kata Lindsay.
"Lalu? Ngapain kita disini? Kenapa kita ngga nyamperin tu wormhole?" tanya Flack.
"Lo aja tu ama kompor. Bawa sana gih!" kata Hawkes. Flack langsung cemberut.
"Kalo kita pulang sekarang, sia-sia kios yang udah dibeliin Tuan Besar Hyuuga. Lagipula, kita laris juga disini. Udah, lupain aja, balik ke dapur, dan.. Hawkes, rawat tu Danny!" kata Mac. Hawkes mengangguk dan langsung menggotong Danny, dibantu Lindsay (Hawkes: Gila, ternyata Danny berat juga ya..).
-STRANDED-
"Emang wormhole segitu mudahnya ya terbentuk?" tanya Tenten. Mereka semua sedang dalam perjalanan pulang dari The Rainbow Dango.
"Harusnya sih ngga," jawab Neji.
"Kalau begitu, kenapa dalam kurun waktu 4 hari ini ada 2 wormhole muncul?" tanya Ino. Semuanya mengangkat bahu.
"Menghitung perkiraan wormhole yang tepat jurusan dan waktu itu pake rumus apa ya? Hawkes pinter banget," Sakura meng-compliment Hawkes.
"Yang pasti bukan aljabar," samber Sai.
"Hei, bagaimana kalau kita lupakan saja wormhole untuk sementara waktu.. karena itu membuat otakku berbentuk segi empat.. dan bicara tentang dango tadi? Dango duren ternyata enak juga loh!" kata Naruto.
"Iya, rasa strawberry juga enak. Gue ga suka duren sih. Nyium bau-nya aja udah batuk-batuk (Sakura: Authoress-nya juga bengek kalo nyium bau duren)," kata Sakura.
"Tapi dango-nya ga bau duren loh!" kata Naruto.
"Lemon juga enak! Manis banget!" kali ini giliran Ino yang muji.
"Yang jeruk juga manis," kata Sai.
"Jadi? Lo dapet inspirasi buat warna-warna di lukisan lo?" tanya Ino. Sai terdiam sesaat.
"Agak."
-STRANDED-
Hay, hay! Inilah akhir dari chapter 6! Tau, tau.. chappie ini pendek banget kan? Tau kok. Kenapa Helen bikin pendek? Karena Helen juga ngejar deadline (bahasanya..) buat chapter 7.
Akhirnya setelah berunding dengan diri sendiri, Helen akhirnya memutuskan: STRANDED MENERIMA OC!! Tapi hanya khusus untuk chapter 7.
Statusnya menjadi: Pelanggan 'The Rainbow Dango'!
Untuk daftar, tinggal ketik:
Nama:
Umur:
Gender:
Ciri-ciri:
Personality:
Pesen dango rasa apa (ngasal aja. Yang aneh-aneh juga gapapa. Kaya' rasa kacang segala rasa Bertie Bott aja! Mau rasa congek, ada kok!), kenapa:
Pengen dilayanin ama siapa:
Contohnya nih..
Nama: Inuzumaki Helen
Umur: 17
Gender: Perempuan
Ciri-ciri: Rambut warna coklat (hazel gitu) sepinggang kurang, mata warna baby blue, kulit kuning langsat
Personality: Suka rada-rada gaje, hiperaktif (bukan hiperaktif kebanyakan makan gula. hiperaktif kebanyakan gerak alias ngga bisa diem!), suka ketawa dan senyum
Pengen dango rasa apa, kenapa: Jeruk, soalnya Helen nge-fans ama jeruk
Pengen dilayanin ama siapa: FLACK!! (Helen jadi pengen daptar OC..)
Oke deh, daftar ya, soalnya chapter depan dijamin seru (janji-janji padahal dalem hati, "Cara bikin cerita seru tu gimana ya?")!
R3! (Read, Review, Register)
Next on Stranded: CHAPTER 7: Riot on 7!
