Naruto

Akhirnya ramadhan kembali tiba… buat semua pembaca muslim atau yang beragama Islam saya mengucapkan mohon maaf lahir batin dan mungkin yang masih marah si apple ocha yang tak pernah kembali lagi… mina maaf sebesar-besarnya… semoga di bulan penuh rahmat ini kita mendapatkan kemenangan yang LUAR BIASA…

Gomen ne, baru gw update cerita ini. Gila dah berapa lama gw nggak meng-update cerita? Mungkin cuma ada satu pembaca yang tahu kenapa gw telat update. Thanks to: aburame buwex (lama banget ya? sorry silahkan menikmati ceritanya), l0etunk irenk (nicik namenya luchu banget... nih dah di update), mamble (kamu ngdumel ya? namanya mumble sih eh salah mamble... memble kali ahh?? maaf sebelumnya... silahkan membaca), Hinabi hyuuga (wah ada clan hyuuga juga yang baca... ya nanti aku usahain deh... abis semunya dah ada pasangan coba nanti dipasangin ama?? aburame aja deh... untuk friendster.. kamu dah nge add aku belum?? dah sembuh juga kecelakaannya.. maksud gw gw dah sehat...), milnisti (wow fansnya milan ya??), Kaizo Eroji, Azumi Uchiha (lubaran kayaknya deh), NejiHolic-at-anywhere (hehehe dukung ya naruhina), fans naruhina (wow gw ikutan fans clubnya dunks, walaupun nenek2 tapi gaul kan??), Rin Kajuji (thanks dah nanyain kabar... sehat kok), eye-of-blue (tapi maknanya sama kan? namanya juga cerita... hehehe)

Sekedar pemberitahuan, cerita mafia, cerita deidara apa amrozi, dan cerita naruto nemu cewek mungkin belum bisa gw lanjutin dengan alasan hardisk yang dipakai untuk pembuatan cerita2 naruto gw mati. Matinya tuh gara2 PLN membuat kebijakan pemberian jatah daerah yang akan mati lampu. Ketika lagi asyik ngetik skripsi eh mati. Dan pas nyala mati beneran dah tuh computer gw. Jadi mesti gw ulang lagi cerita2 gw… GOMEN BANGET…

Untuk sementara gw baru bisa meneruskan mood gw untuk melanjutkan cerita pernikahan yang ditunggu ini…

Silahkan ikuti ceritanya

Misi part 3

author: Hola-Ucup-Disini alias UcupNeptune

Sementara dengan Naruto

'Huahh hmm nyam-nyam-nyam, jam berapa sekarang?' Naruto melirik beker kodoknya di meja tempat tidur.

'Masih jam 7.30 tidur sebentar lagi ahh' pikir Naruto sambil menarik selimut abu-abunya.

30 menit kemudian

Naruto membuka kedua matanya dan melirik sebentar ke arah bekernya.

"Sudah cukup gw rasa tidurnya. Mandi ahh" Naruto beranjak ke kamar mandinya.

"Sepertinya ada yang gw lupa apa ya? Tau ah entar juga inget lagi" gumam Naruto yang masih berjalan bermalas-malasan ke arah kamar mandi.

10 menit kemudian

"Hmmm, hari ini gw mau ngapain ya? Oh ya makan pagi di Ichiraku, terus latihan, terus…" gumaman Naruto terhenti ketika ia melihat amplop di atas meja tidur tepat di samping beker kodoknya.

"Waaa, waduh gaswat (bukan salah ngetik emang disengaja) nih, gw lupa ada misi hari ini" Naruto segera bergegas mengambil peralatan ninja dan berpakaian ANBU-nya, dan juga tidak lupa mengambil amplop itu lalu pergi menjalankan misinya.

Di tempat lain

Hinata sedang duduk di bangku pos penjagaan pintu gerbang Desa Konohagakure dengan perasaan yang gelisah.

'Duhh, kok Naruto-kun lama banget ya. Apa dia lupa hari ini ada misi?' Hinata mulai gusar.

"Sudah satu jam nunggu. Biasanya dia paling semangat banget kalau ada misi dan tidak akan pernah telat. Apa dia sengaja melakukan ini kepadaku?" gumam Hinata.

ulai bertambah tidak tenang.

an pintu gerbang Desa Konohagakure dengan perasaan yang gelisah.

Kembali Hinata dirudung kekecewaan. Dia ingin menangis tapi tidak bisa karena Hinata berada di tempat umum. Dia tidak ingin menampakkan kesedihan, jikalau dia menangis maka orang-orang akan menganggap dia lemah. Hinata terus memaksa dirinya agar tetap tenang dan santai. Akhirnya yang ditunggu Hinata datang.

"Oy Hinata, gomen ne. Aku tadi lupa, kalau hari ini ada misi. Sudah lama menunggu ya?" Naruto menyapa Hinata dengan berharap agar Hinata tidak marah ataupun kesal dengan Naruto.

'Naruto-kun, sebenarnya gw rada kesel ama loe, tapi ya udah deh loe dah dateng kan' inner Hinata beraksi (maksud gw ikut ngomong).

"Naruto-kun, nggak apa-apa kok. A-aku sudah me-menunggu satu jam. Nggak lama kok" jawab Hinata yang mulai memainkan kedua telunjuk tangannya sendiri.

Begitu sabarnya Hinata, padahal satu jam itu bukan waktu yang sebentar.

"he he he" Naruto tertawa kecil.

"Naruto-kun kok tertawa? Memangnya apa yang lucu?" Hinata memasang tampang bingungnya.

"Ohh nggak, kamu tuh lucu kalau lagi begitu?" Naruto menjelaskan.

'Tidak disangka Naruto sering memperhatikan kelakuan-ku' pikir Hinata seraya tidak percaya.

"Hinata, aloo Hinata" Naruto mencoba menyadarkan Hinata dari lamunannya.

"Hah apa? Go-gomen Naruto-kun" Hinata jadi sal-ting.

"Ya sudah nggak apa-apa Hinata… lagian kamu juga sering bengong kan? Ehh kayaknya kita dah kesiangan banget nih, nyok kita berangkat aja…" Ajak Naruto.

"Emm" Jawab Hinata dengan anggukan.

"Sebelumnya kita periksa dulu peralatan yang dibawa" Naruto mulai mengecek semua peralatan yang akan dibawa.

Setelah mengecek peralatan mereka, Naruto dan Hinata mulai menjalankan misinya. Naruto membawa tas ransel berwarna hitam, sedangkan Hinata membawa tas ransel berwarna putih. Pakaian yang dikenakan Naruto memang pakaian ANBU tapi tidak terlalu mencolok sebagai seorang ANBU, sedangkan Hinata mengenakan pakaian kaos berwarna biru laut dengan fish net (maksudnya jaring) dan bercelana panjang jeans yang hanya sampai betis berwarna hitam.

Sementara itu di tempat lain, tak jauh dari keberadaan mereka berdua, terdapat dua sosok mahkluk sedang berbisik-bisik. Tetapi Naruto maupun Hinata tidak menyadari kehadiran mereka.

Mahkluk 1: Akhirnya mereka berangka juga. Eh bro, hubungi Tsunade sama sana…

Mahkluk 2: (Cuma anggukan saja yang dia berikan. Lalu mengaktifkan walky talky-nya). Bugs kepada Big-boss ganti, Bugs kepada Big-boss ganti.

Tsunade: Ya disini Big-boss. Ada apa Bugs? Ganti.

Mahkluk 2: Sasaran mulai bergerak, ganti.

Tsunade: Terus ikuti mereka Bugs.

Mahkluk 2: Baik Big-Boss. (Percakapan selesai)

Siapa sih sebenarnya dua mahkluk itu? Ikuti saja terus ceritanya… a di tempat lain dua oran

Dalam perjalanan mereka berdua hanya diam tanpa bicara satu sama lain. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Hinata berjalan dibelakang Naruto dan selalu memperhatikan punggung Naruto yang membawa ransel hitam. Kadang-kadang mukanya Hinata bersemu merah tanpa alasan yang jelas. Mungkin Hinata sedang membayangkan Naruto dengan pikiran yang positif. Naruto merasakan tatapan Hinata.

"Ne Hinata, ada apa?" Tanya Naruto tanpa menoleh ke arah Hinata.

"Ohh ng-nggak ada a-apa-apa kok" jawab Hinata kpanik karena ketahuan.

"Bener nih, kalau kamu capek bilang ya" Naruto masih saja tidak menoleh ke Hinata.

"Mmm" jawab Hinata.

Enam jam perjalanan tanpa henti memang sangat melelahkan. Tapi bagi Hinata perjalanan ini tidak begitu melelahkan. Apalagi dia berjalan bersama Naruto. Lelah dan letih yang hinggap dibenak Hinata hilang begitu saja. Hinata terus-menerus memandangi Naruto tanpa henti. Lamunannya pun buyar ketika kaki Hinata tersandung batu.

"Ittai" gumam Hinata.

Naruto segera berbalik dan menolong Hinata "Kamu nggak pa-pa Hinata?"

"Ohh, ng-nggak apa-apa Naruto-kun" jawab Hinata yang mukanya bersemu merah.

"Coba kulihat sikumu? Apanya yang tidak pa-pa, sikumu lecet tuh. Sebentar…" Naruto membalikkan ransel hitamnya dan mengambil plester luka di tasnya beserta obat salep pemberian Hinata yang dulu diberikan Hinata (Gw juga bingung kenapa obatnya Hinata masih utuh ya? Padahal udah lama banget obat itu dikasih Hinata semenjak ujian chunnin).

"Mana tanganmu…" Naruto meraih lengan kanan Hinata yang terluka kemudian mengoleskan salep ke bagian lukanya lalu diberi plester.

"Nah sekarang dah beres, lukamu bersih dan nggak ada kuman-kuman yang masuk ke luka kamu" Naruto tersenyum dengan trade mark biasanya.

'Na-Naruto-kun masih menyimpan obat itu…' Hinata berkata dalam hati.

Naruto melepaskan lengan Hinata dan melambai-lambaikan tangannya sendiri di depan muka Hinata "Hinata, Hinata, alooo…"

Hinata masih sibuk dalam lamunannya yang kembali menyerang alam pikirannya.

Naruto agak khawatir dengan kebiasaan Hinata. Apalagi dengan muka Hinata yang mulai bertambah merah padam. Dengan kesadaran yang tinggi Naruto menaruh telapak tangannya di jidat Hinata. Hinata shock bukan main, apa yang terjadi? Pasti semuanya bisa menebak. Anda benar, Hinata mulai kehilangan kesadaran dan pingsanlah dia.

"Hinata, Hinata… Waduh dia pingsan. Mungkin karena dia kecapean. Salah gw juga sih, gw lupa kalau gw lagi jalan sama cewek" gumam Naruto.

Diangkatnya badan Hinata dengan bridal style kemudian merebahkan tubuh Hinata dibawah pohon yang rindang dan menempatkan tas Hinata sebagai alas kepalanya. Naruto mengambil termos minumnya lalu meminum sedikit.

Naruto memandang wajah Hinata yang kotor karena terjatuh tadi 'Hinata, kamu memang cantik dan manis, tapi kalau aku bandingkan dengan Sakura… ughhh… tau ah. Kenapa gw punya pikiran kaya' gini sih?'

Naruto mengambil handuk kecil berwarna putih dari ranselnya. Dibasahkannya handuk itu dan mulai mengelap wajah Hinata. Naruto melakukan itu dengan spontan tanpa berpikir panjang. Wajah yang tadi kotor akibat terjatuh kini telah bersih.

Hal yang tidak pernah dilakukan Naruto terhadap siapa saja. Tahu apa? Naruto memposisikan dirinya untuk mengambil posisi tidur (mungkin tidur siang. Bener nggak sich??) tepat disamping Hinata mengangkat kepala Hinata dan direbahkannya di dada Naruto sehingga tas Hinata dijadikan bantal untuk Naruto sendiri.

Naruto melakukan semua itu secara spontan dan refleks. Akhirnya Narutopun tertidur. Jalanan yang mereka lalui memang agak sepi. Tempat dia dan Hinata berteduh memang berada agak jauh dari jalanan yang digunakan untuk berlalu lalang. Jadi dirasa cukup aman untuk beristirahat.

Dua mahkluk yang sedari tadi mengikuti Naruto ikut berhenti dan beristirahat.

Mahkluk 1 (belum diketahui siapa dia. Ayo tebak siapa?): Gw minta airnya dunks. Haus bener gw. Memang bener-bener gila tuh Naruto…

Mahkluk 2: Gila kenapa?

Mahkluk 1: Iya gila, masa' 6 jam jalan terus. Apalagi dia jalan sama Hinata… bener-bener EUDAN (GILA ABIS) dia.

Mahkluk 2: Kamu tahu sendiri-kan, Naruto kalau sedang menjalankan misi pasti punya semangat pantang menyerah. Sampe-sampe tidak ada yang mau menjalankan misi sama dia… Apalagi dia tidak punya otak, mungkin ada sih tapi cuma secuil.

Mahkluk 1: Bener juga kamu. Gw jadi inget ceritanya si-Ino, ketika punya misi menyamar sebagai tuan putri. Mereka menjalankan misi berduaan aja.

Mahkluk 2: Oh cerita yang itu… yang katanya si Naruto dikejar-kejar ama tuan putri sampe terkencing-kencing ya? Hehehe (clue buat nebak siapa dia: biasanya orang ini tidak pernah tertawa dan selalu memakai kacamata hitam dan jaket hampir menutupi mukanya)

Mahkluk 1: Bukan terkencing-kencing tapi lagi kencing… hahaha….

Mahkluk 2: Ssshhh jangan kekerasan nanti kita ketahuan.

Mahkluk 1: Uppsss sorry… Eh liat deh mereka berdua. Duh mesranya, Naruto kadang-kadang gentleman juga ya. Kepala Hinata ditaruh di dadanya lagi. Wah bisa dijadiin bahan buat godain Hinata nih.

Mahkluk 2: (Cuma diam saja)

Mahkluk 1: Sementara mereka lagi beristirahat, gw istirahat juga ya. Untung jaket gw tebel jadi bisa dipake buat bantal. Akamaru gimana kabar kamu ya? Semoga baik2 aja. Bangunin gw kalau mereka bergerak lagi

Mahkluk 2: (Cuma mengangguk)

Siapa sih dua mahkluk ini? Kirim jawabannya lewat review ya!!

Oh ya sekalian minta doanya dari kalian semua… semoga gw bias lulus tahun ini… doa kalian sangat berarti buat gw…