Stranded

Summary: Team CSI NYPD yang diketuai Mac Taylor tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Ternyata, mereka 'terdampar' di Konoha. Crossover. NarutoxCSI:NY.

Disclaimer: I DO NOT OWN ANY OF THESE THINGS! Naruto milik Masashi Kishimoto, CSI:NY milik my heroes, Anthony E. Zuiker, Carol Mendelsohn sama Ann Donahue! Thanks udah bikin CSI:NY (dan milih Eddie Cahill jadi Don)!! Laptop dan cerita punya Helen tapinya.

ATTENTION!

Cerita STRANDED mengambil timeline diantara episode CSI:NY Season 3 '... Comes Around' dan 'Snow Day'. Di '... Comes Around', Mac punya isu ama Clay Dobson dan dibawa ke pengadilan kan? Big news, tapi itu berlaku beberapa bulan sebelum STRANDED mengambil tempat. Kira-kira 4 bulan (jadi rambut Lindsay masih panjang). Jadi timeline-nya kira-kira kayak gini:

'... Comes Around' - 4 bulan - Stranded- 'Snow Day'

Ngerti? Kalo iya, makasih. Kalo ngga.. ngga tau deh..

Helen: Hiks.. hiks..

Flack: Helen kenapa?

Helen: Akhirnya di chapter ini.. kita pisah ya..

Anak-anak NYPD baru nyadar: Oh iya ya! Huhuhu..

Lindsay: Huks, huks.. IYA NIH! WOY, HELEN! ANGIE KAN BELOM BIKININ GUE JEPIT!! Gimana sih, udah main ditamatin aja! Gue juga sedih ninggalin lo padaaa...

Danny: Iya, Faika, no more gue.. -apa coba?- Sedih ya? Iyalah! Secara, lo kan fans gue! Hehehe..

Lindsay: Narsis!

Danny: Bodo!

Helen: Tu kan Don, apa gue bilang! Lo tuh C-A-K-E-P! Deeandra aja sependapat ama gue! Iya, sama-sama, kapan di-apdet Happiness you give-nya? Hihara-senpai? Helen suka banget! Tapi ENTAH MENGAPA HELEN KERASUKAN APAAN, Helen lebih suka ama Ryoutarou. Ngga tau ya kenapa.. Waaa! Mang Dee ultah tanggal berapa?

Hawkes: Save as DAISY XML itu.. program MS Word yang ngebolehin orang buta pake. Jadi document-nya di-save pake itu, trus di-play. Orang buta kan ngga bisa baca, makanya dibuat gitu. Jadi kayak di-convert ke audio gitu, Atomic-Tank. Waktu itu Helen lagi bingung mau ngasi dialog apa ke elo, tentang komputer. Trus, akhirnya dia baca koran Malaysia, trus ada artikel itu. Langsung dia tulis deh.

Mac: Sama-sama, phillip william-wammy. Heh? Yang nerima jadi OC kan si Helen, yang bilang sama-sama kok gue? Ah, bodo amatlah. Adoh, banyak yang terharu kami pulang.. segitu berharganya-kah kami? -muntah berjamaah-

Flack: Mac, kita tuh berharga banget bagi mereka-mereka. Pada nyayangin kita pergi kaya' ni anak satu, muggle.30.05.80. Ya ga, muggie? (seenaknya nyingkat nama orang, ngga ada bedanya ama Helen)

Hawkes: Iya, gue juga seneng bisa ketemu lo, Rin! Iya, chapter ini yang terakhir. Secara judulnya aja 'epilogue'.

Stella: Ga apa-apa, banyak yang telat nge-review kok, tapi ngga apa-apa. Si Helen udah baca dan review XXX yang baru tuh, Nakamura. Oiya, dia juga bilang makasih atas ucapannya dan amin semoga karya-karya selanjutnya tambah ga jelas.

Helen: Hoho.. iya dong, tematema, umur kita kan sama ya! Ga papa. Iya chapter 7 ampe 7000-an kata!

Mac: Iya dong, kita koki hebat ya ga? -temen-temennya ngangguk semua- Hoh? Rasa keringet? Asin-asin gitu? Garam 1 kilo aja entar gue masukin ke 1 buletan dango. JeAnne pingsan, pingsan deh.

Flack: Lamenta beneran kutukan buat gue! Ngga, itu tu kucing tiba-tiba muncul ngga tau darimana. Kucing siabe!

Helen: Nge? Ke dunia Tsubasa? Boleh juga pada maen bola! Secara waktu SD dulu Helen fanatik banget ama yang namanya Captain Tsubasa ampe semua theme songnya apal, nonton dari episode 1-terakhir, punya kotak bekal gambar Tsubasa, saputangan-pun Tsubasa dan dengan bangganya Helen bawa ke sekolah. Kalo ngga salah, waktu Helen kelas 2 SD deh (skarang 2 SMP..).

Danny & Lindsay: -menerawang keatas- Hooo.. review reply buat FateBinder JeAnne ampe 3 orang yang nanganin..

Helen: Ohya, makasih atas ucapan 'HAPPY BIRTHDAY'-nya ya, semuanya! Helen sayang kalian semua!

Mac: Lebai lo.

Helen: -nyambit Mac pake setrika-

Stranded

CHAPTER 8: Snow Day, The Season Finale or Epilogue?

BRUGH!

Anak-anak NYPD nyampe ke New York dalam keadaan jatoh yang ngga elit banget. Tapi mereka, masih dalam keadaan tengkurep, udah bisa mengenali kalo mereka udah ada New York City. Bahkan di tempat yang sama ketika mereka kesedot womhole pertama.

"Mac! Berdiri dong ah!" Stella protes karena Mac jatoh diatasnya (lagi). Mac cepat-cepat berdiri dan merapikan bajunya.

"Jah! Kita jatoh-nya ngga enak dipandang banget sih.." kata Danny.

"Ngomong-ngomong, kita beneran udah ada di New York nih?" tanya Lindsay.

"Menurut kalkulasi gue sih, iya," jawab Hawkes.

"Bener kok. Liat tuh. Itu Chrysler Building." Mac menunjuk sebuah bangunan tinggi di timur mereka. Mereka semua menoleh. Kemudian, dengan gilanya, mereka nari-nari bahagia.

"Kita pulang! Kita pulang!!" Yang paling gila, tentu aja Danny. Dia udah gatel pengen main tenis (apa?). Tapi ada 1 orang yang masih tengkurep.

"Flack? Lo kok ngga happy dance sih?" tanya Lindsay.

"Ada yang diatas gue!" kata Flack. Semuanya menatap benda yang nangkring diatas Flack. Mereka semua kemudian berpikir, "Flack ngga bakal mau tau itu apaan..". Kemudian dengan diam-diam, mereka pergi keluar dari halaman itu.

"Woy! Diatas gue ada apaan sih?" tanya Flack. Dia kira itu si Danny yang iseng. Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari punggung Flack.

"Meong.." Mata Flack membulat. Ia membalikkan kepalanya.

Sementara temen-temennya, yang udah mau bukan pintu kedalem rumah crime scene mereka ketika tiba-tiba Stella menghitung mundur.

"3, 2, 1!" Tepat dihitungan ke-1, terdengar sebuah teriakan yang lebih besar dari suara bom atom.

"GYAAAAAAA...!! KUCING DI PUNGGUNG.. HUACHIM! GUEEEE..!! HUACHIM!" Flack bersin disela-sela teriak. Alergi kucing sementara kucing selalu menghantui emang susah ya?

"Tuh kan, tu anak ngerepotin banget. Udah gue bilang dibakar ajah.." kata Danny. Walopun kecil, Flack masih denger.

"Masih, GUE BUKAN MANUSIA YANG PANTAS DIBAKAR!!" seru Flack. Danny menertawainya.

-STRANDED-

"Dango vanilla ya.. ambil kursi dulu ya! Nanti dango-nya diantar," kata Naruto. Pelanggan didepannya mengangguk kemudian berjalan menuju sebuah meja kosong.

"Ungh.. ternyata capek juga ya kerja di tempat laku," kata Kiba sambil meregangkan badannya.

"Tapi Mac emang bener. Mereka ngga boleh nyia-nyian uang yang udah dikeluarin papanya Hinata, jadinya mereka mewariskan ni kios ke kita deh.." kata Sasuke sambil menyatat sebuah pesanan.

"Untung lagi libur, jadi sekolah kita ngga keganggu," kata Neji.

"Tapi gimana ntar kalo kita udah masuk?" tanya Sai.

"Itu dipikirin ntar ajalah.." Shino berkata sambil main-main sama beberapa kumbangnya di kandang disamping kandang Akamaru. Karena takut kumbangnya nyemplung ke wajan, jadi dikandangin. Akamaru juga ngga mau ditinggal Kiba dirumah, jadinya terpaksa dibawa.. satu paket ama kandangnya yang gedenya astagfirullah..

"Kalo udah sekolah, mending kita buka abis sekolah aja," usul Shikamaru. Tumben dia ngga nguap.

"Ide bagus.. KRAUK.. tapi buka ampe jam berapa? KRAUK.. Jangan malem-malem.. KRAUK.." kata Chouji sambil makan potato chipsnya.

"CHOUJI! DANGO-NYA JANGAN DIMAKAN!!" seru Sai sewot ketika melihat tangan Chouji sudah terulur pada sepiring dango yang sedang dibawanya. Ini udah ke 88 kalinya Chouji berusaha makan 1 bulatan dango.

"Ya elah, Sai.. biarin aja kali. Kecil sih ga papa. Gue pernah gigit kecil, ngga kenapa-kenapa. Malah tetep di kasi ke pelanggan," kata Kiba santai.

"Itu kan kecil. Lah Chouji? Dia mah ama tusuk-tusuknya sekalian!" kata Sai. Ia kemudian terdiam. "Trus, apa yang terjadi kepada pelanggan itu?" tanya Sai.

"Oh.. ngga tau ya. Palingan sekarang lagi di rumah sakit dirawat karena rabies?" ujar Sasuke sarkastik.

"Uchihaaa..!!" Kiba udah siap menerkam Sasuke ketika Lee tiba-tiba lewat dibawah tangan Kiba.

"Permisi! Neji, ini dango ayam-nya!" kata Lee sambil menyerahkan sebuah piring putih kepada Neji.

"Makasih. Gue ngasi ini dulu ya." Neji kemudian keluar kaunter untuk melayani pelanggannya.

"Ngga usah pamit dulu kali!" seru Naruto.

"Woy! Diem dikit bisa ngga sih!? Masak dango tuh butuh konsentrasi tau!" Kepala Ino menyembul dari balik tirai pembatas antara kaunter dan dapur.

"Bukannya dari tadi yang masak cuma Hinata ama Tenten doang ya?" tanya Shino, udah selesai main ama kumbangnya.

"Heh! Main tuduh aja lo! Gue ama Ino juga ngebantuin kok!" kata Sakura, kepalanya ikut nyembul.

"Bantuin apaan?" tanya Shikamaru.

"Bantuin ngebuletin dango tugas gue. Sakura masukin dango ke tusukan," kata Ino sambil menunjuk Sakura. Sakura mengangguk bangga.

"Gitu doang.."

"Apaan gitu doang!?"

Mac dan kawan-kawan 'mewariskan' kios The Rainbow Dango untuk anak-anak shinobi tapi terserah mau mereka buat jadi apa. Naruto memutuskan untuk tetap jadi The Rainbow Dango dan semuanya setuju. Kata Naruto, The Rainbow Dango bisa jadi semacam memorial bagi anak-anak NYPD (anak-anak NYPD: Kita belom mati ya!). Kebetulan saat itu sedang libur musim panas, jadi anak-anak shinobi bisa membuka kios seperti jadwal biasa, jadwal yang sudah dibuat oleh anak-anak NYPD. Tapi kalau liburan sudah selesai, lain lagi masalahnya.

-x-

"Udah jam 8. Udah waktunya tutup," kata Naruto. Sasuke, Lee dan Shikamaru mengangguk dan menurunkan rolling door, pertanda The Rainbow Dango udah tutup.

"Sekarang.. mereka lagi pada ngapain ya?" tanya Tenten ketika mereka bertiga belas udah jalan menuju pulang.

"Perbedaan waktu New York ama Konoha itu.. 13 jam. Berarti sekarang di New York lagi jam 9 pagi.." jelas Neji.

"Mungkin sekarang mereka lagi ngejar penjahat. Atau lagi di lab.." kata Ino.

"Aku kangen mereka.." kata Hinata.

"Siapa yang ngga kangen mereka, Hinata-chan?" tanya Naruto. Semuanya kangen ama anak-anak NYPD.

"Apa mungkin ya, kita bisa ketemu lagi ama mereka?" tanya Sakura.

"Bisa. Pasti bisa," kata Sasuke. Mereka semua sedang menatap bintang-bintang sambil jalan, berharap ada bintang jatuh (bintang jatoh buat berharap. Trus bintang apa dong yang buat berharap supaya bintang jatoh ada?).

"Untung mereka udah nulis alamat surat mereka satu-satu ya.." kata Sai.

"Nomor hape juga," samber Shikamaru.

"Buggy bilang dia juga kangen," kata Shino. Di kedua tangannya, ia membawa 4 buah kandang berisi masing-masing kandang 2 kumbang.

"Akamaru juga. Adoh! Pada kangen-kangenan gini sih!" kata Kiba. Akamaru jalan disampingnya. Ia melenguh (melenguh.. as in.. melenguhnya Danny) pelan.

"Akamaru, jangan gitu. Gue jadi inget Danny nih," kata Kiba. Akamaru menunduk. "Ngomong-ngomong, Danny ama Akamaru itu kembar ya?" lanjut Kiba.

"Kenapa?"

"Mukanya mirip, sama-sama makan Pedigreem, sama-sama melenguh. Heran deh, tu anak sebenernya human being apa animal being?" Kiba bertanya-tanya.

"Hei! Jangan pada muram gitu dong!" seru Lee. Ia tiba-tiba melesat berdiri dihadapan barisan teman-temannya, membuat mereka semua stop. Ada tabrakan beruntun. Yang paling depan, Naruto, sukses menjadi runway bagi landing-an semua teman-temannya.

"Apaan si lo!?" protes Naruto.

"Kita kan udah punya kontak ama mereka! Jangan pada 'gitu-gitu' dong!" seru Lee lagi.

"Lee ada benernya.. KRAUK.. juga.. KRAUK.. sih.." kata Chouji. "Yah.. chip-nya abis.." Chouji lalu melirik Sai.

"Apa?"

"Tangan lo enak juga loh digigit-gigit kemaren.." kata Chouji.

"ENAK AJA LO! Lo kira gue ikan?" Sai sewot. Kenapa Sai selalu sewot ama Chouji disini?

"Bercanda lah.."

"Oke! Nanti kalo udah nyampe rumah, kita telpon mereka!" kata Naruto yang langsung disambut anggukan setuju dari teman-temannya.

"... Yang terakhir nyampe rumah ngga bakal bisa ngomong ama mereka karena line-nya penuh!" seru Naruto. Seketika itu juga, teman-temannya lari ke rumah masih-masing dengan full maximum speed.

"Dasar orang-orang bego. Mereka kira rumah kita masih jauh," kata Neji.

"I-iya. Masuk yuk," Hinata mengajak Neji masuk rumah. Ternyata dari tadi mereka ngomong-ngomong diluar Hyuuga Mansion dan yang pasti, Hinata dan Neji ngga perlu lari. Dasar..

­-STRANDED-

RRR!! RRR!! Hape Flack berbunyi. Ia melihat caller ID-nya. Unknown. Mengangkat bahu, ia langsung membuka hapenya.

"Flack."

"Hai! Ini gue, Naruto," kata Naruto membuka pembicaraan.

"Naruto! Lagi apa lo?" tanya Flack. Lah? Katanya kalo ngomong ama anak-anak shinobi pake 'aku-kamu'? Kok jadi 'lo-gue' begini?

"Lagi ini nih.. nonton bareng semuanya. Tapi Neji ama Hinata ngga ikut.." kata Naruto, kata-katanya dipotong.

"Mereka udah pulang!" seru seseorang diseberang.

"Hey, Sakura!" sapa Flack.

"Halo Flack! Naruto udah masang speaker," kata Sakura.

"Lo lagi apa?" tanya Sasuke.

"Ini.. gue lagi di mobil. Gue lagi mau ng-grebek sebuah gudang yang udah ngga kepake. Dilaporkan disini adalah markas dealer narkoba terbesar.. tapi gue lupa namanya siapa," kata Flack polos. Ia sudah berpakaian lengkap. Vest anti-peluru-nya terpasang rapi di dadanya. Lencana NYPD sudah tersemat di atas vest bagian kiri-nya.

"Lo mau ng-grebek kok bisa lupa mo ng-grebek siapa?" tanya Tenten ngga percaya.

"Ya mana gue mau nginget, Tenten! Males.. ngerepotin.." kata Flack. Shikamaru-nya keluar deh.

"Woy! Trademark gue noh! Tapi ga papa deh. Ada temen gue," kata Shikamaru, yang langsung disambut sorakan 'huu' dari teman-temannya. Tiba-tiba terdengar Shikamaru berseru, "Adoh! Ngapain lo lempar gue pake neon!?" dan seseorang berseru, "Lo norak sih!".

"Tinggalin Shika dan Ino, dan lanjut ke Flack," kata Kiba.

"Jadi, gimana The Rainbows?" tanya Flack.

"BAGUS! Kami seneng banget disana! Tapi.. ntar kalo kami udah mulai masuk sekolah gimana?" tanya Naruto.

"Buka abis kalian sekolah aja," jawab Flack enteng.

"Kalo ada PR?" tanya Sai.

"Kerjain aja di The Rainbows bareng?"

"Oh ya! Pinter juga lo!" kata Sai.

"Kalo gue bodoh ngga mungkin gue jadi detective?"

"Haha! Lucu lo!" seru Kiba ngga jelas. Flack, yang ngga merasa abis ngelawak, cuman bisa sweatdrop.

"Udah jam setengah 10. Gue harus ng-grebek. Gue pergi dulu ya!" kata Flack.

"Yaaah.. padahal kami masih mau ngomong ama Flack.." ujar Chouji.

"Maap ya, Chouji, tapi gue emang beneran harus.. lo kok ngga kedengeran bunyi 'KRAUK'?" tanya Flack curiga.

"Potato chips-nya abis," jawab Sasuke.

"Oh.."

"Ya udah! Pembela kebenaran! Grebek penjahat-penjahat itu dengan SEMANGAT MASA MUDA YANG MEMBARA!!" seru Lee ngga jelas.

"Iya.. makasih, Lee.. Dadah!" kata Flack mengakhiri pembicaraan.

"Dadah!" seru anak-anak shinobi.

PIP!

-x-

"Bonasera."

"Stella, ini Hinata dan Neji," kata Neji. Stella, yang lagi di kantin sama yang lain, langsung menjauhkan hape-nya dari telinganya dan memasang speaker. Ia lalu memanggil Mac dan Hawkes. Mereka berempat kemudian buru-buru ke Stella, grasak-grusuk ampe nginjek satu sama lain (lebay deh..). Dimana Danny dan Lindsay? Ngga tau deh.. (yang udah nonton Snow Day pasti tau dong mereka dimana).

"Eh, iya. Neji. Udah gue pasang speaker," kata Stella.

"Udah gue pasang speaker juga," kata Neji.

"Disini ada Hawkes dan Mac juga. Disana ada siapa aja?" tanya Stella.

"Cuma ada gue, Hinata ama Hanabi. Mana Danny dan Lindsay? Yang lain katanya lagi pada ngumpul dirumah Naruto," kata Neji.

"Ngga tau nih Lindsay ama Danny dimana. Shift Lindsay harusnya udah mulai setengah jam yang lalu. Lah? Kok lo ngga ke rumah Naruto aja?" tanya Stella. Dia agak kecewa karena ngga bisa ngobrol ama yang lain juga.

"Tadi mereka dengan begonya lomba lari kerumah masih-masing tapi karena mereka start-nya didepan Hyuuga Mansion ya.. gue ama Hinata pulang aja," jawab Neji.

"Oh.. Gimana kabar The Rainbows?" tanya Mac.

"Baik kok. Kami senang banget dapet warisan The Rainbow Dango," kata Hinata.

"Bagus deh!"

"Flack mana?" tanya Hanabi.

"Dia lagi ada penggrebekan. Jadi kami di kantin deh nganggur," kata Hawkes.

"Hm.. begitu ya.. Aduh! Ottousama udah nyuruh tidur lagi!" kata Hanabi.

"Stella, Mac, Hawkes, kami pergi dulu ya, mau tidur," kata Hinata.

"Emang disana jam berapa?" tanya Hawkes.

"Jam setengah 9," jawab Hinata.

"Oh. Ya udah deh. Selamat malam ya," kata Mac.

"Iya. Dan selamat pagi buat kalian," kata Neji. Anak-anak NYPD pada nyengir semua.

"Makasih. Dadah!"

"Daaahh..!"

PIP! Neji menutup line. Ia mematikan hape-nya.

Tiba-tiba, terdengar bunyi gradak-gruduk ngga jelas menuju ke kamar Neji. Neji, Hinata, Hanabi pada pasang tampang bingung.

BRAK!

Ada penampakan seorang Hyuuga Hiashi diambang pintu, ngos-ngosan abis lari.

"O-ottousama kenapa?" tanya Hinata.

"Abis ngomong ama mereka ya?" tanya Hiashi.

"Iya, Hiashi-sama. Emang kenapa?" tanya Neji.

"Udah diputus ya?" tanya Hiashi lagi. Ketiga makhluk Hyuuga didepannya mengangguk.

"Yaaahh.. lain kali kalo mau nelpon mereka, ajak dong!" kata Hiashi.

"Idih, ni bapak-bapak najong.." gumam Hanabi. Walau kecil, Hiashi masih bisa dengar. Ia langsung menjitak anak perempuannya itu.

"Adoh!"

"Udah, pada tidur aja sana gih!" perintah Hiashi. Ia lalu meninggalkan kamar Neji.

"Ya udah, gue juga mo tidur dulu. Besok mau main ke rumah Konohamaru!" kata Hanabi sambil beranjak dari duduknya, sambil memegangi kepalanya yang masih nyut-nyutan.

"Aku juga. Selamat malam." Hinata kemudian keluar dari kamar Neji.

"Malam.." jawab Neji. Tapi pandangannya tidak tertuju pada sepupunya itu. Matanya tertuju pada tempat lain. Ia memandang jauh melewati jendela kacanya. Ia memandang.. sesuatu yang sudah ia kenal, yang ia lihat beberapa hari yang lalu. Sesuatu yang membawa anak-anak NYPD ke Konoha dan pulang ke New York. Mata Neji membulat. Ia segera mengambil hape-nya dan men-speed dial Naruto dengan memencet tombol nomor 2.

"Naruto! Lo lagi di rumah ya? Denger, gue ngeliat wormhole lagi! Iya, heran deh, sejak anak-anak NYPD dateng, banyak wormhole bermunculan di Konoha. Eh, kembali ke jalan yang benar. Wormhole-nya.. gede bo!"

Di New York..

Beberapa saat setelah Neji, Hinata dan Hanabi memutuskan untuk tidur dan memutuskan line, hape Mac berbunyi. Ia mengangkatnya.

"Ada apa, Flack?" tanya Mac.

"Udah selesai nih!" kata Flack dari seberang telepon.

"Oke, kami segera kesana," jawab Mac. Ia lalu menutup hape-nya.

"Flack bilang dia udah selesai," lapor Mac.

"Ayo kita kesana!"

-STRANDED-

END OF CHAPPIE 8 and END OF STRANDED!! Sedih banget Helen mau ngelepas STRANDED..

The Second 'Bedak Talek'!

Helen: Inilah Bedak Talek, talkshow yang diadakan setiap 4 chapter sekali di STRANDED! Ergh! Chapter ini kaga ada lucu-lucunya! Dikit pula!

Flack: Kita akhirnya bakal pisah ya..

Helen: Huks.. iya..

Anak-anak shinobi: HUAAA!! Mac! Stella! Danny! Lindsay! Hawkes! Flack!!

Anak-anak NYPD: Naruto! Sakura! Sasuke! Sai! Kiba! Hinata! Shino! Shikamaru! Ino! Chouji! Lee! Tenten! Neji!!

-anak-anak NYPD sama anak-anak shinobi kemudian dengan noraknya berpelukan a la Teletubbies. Helen ikutan pelukan-

Helen: Hiks.. My gratitude and special thanks goes to..

Mac: Angie Da Angel!

Stella: Atomic-Tank!

Lindsay: darkerThanDarkness!

Hawkes: Deeandra Hihara!

Danny: Faika Araifa!

Flack: FateBinder JeAnne!

Naruto: Hazelleen!

Sasuke: Muggle.30.05.80!

Sakura: Nakamura arigatou!

Kiba: P.Ravenclaw!

Hinata: phillip william-wammy!

Shino: Rin Kajuji!

Shikamaru: runaway-dobe!

Ino: tematema!

Chouji: The Fire Flamer!

Neji: dan wicked.dira!

Helen: Wauw! Berdasarkan abjad! Yang udah nge-review, mau itu cuman satu chapter atau dari chapter 1 sampe chapter 7, mudah-mudahan 8 juga di-review, Helen ucapkan TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA. Tanpa kalian, STRANDED ngga mungkin lanjut dan ngga mungkin jadi fan fic Helen yang review-nya paling banyak! Terima kasih! Juga terima kasih untuk:

Anak-anak sinobi: Masashi Kishimoto, our creator!

Anak-anak NYPD: Juga untuk Anthony E. Zuiker, Carol Mendelsohn dan Ann Donahue, our creator also!

Semuanya: MAKASIH SEBANYAK-BANYAKNYA YAAA..!! SAMPAI KETEMU LAGI!

Terima kasih udah setia membaca STRANDED. It'll be nice if we meet again soon, eh?

..THE END..

Pengumuman dikit sebelom ini fan fic benar-benar resmi dinyatakan THE END.

STRANDED akan dibuat Season 2-nya. Kenapa? Karena:

1. Helen susah ngelepas STRANDED (Mac: Skali lagi, lebai banget lo! -digeplak Helen pake laptop-).

2. Helen mau aja.

3. Ending STRANDED ini cliffhanger.

Oke, alasan yang pada ngga logis kecuali yang nomor 3.

Ngerasa ending-nya ng-gantung? Berarti udah siap nunggu STRANDED Season 2 tuh!

Helen mau bikin trailer fan fic STRANDED Season 2 di YouTube, tapi harus nemu episode Naruto Shippuden dulu. CSI:NY-nya mah.. udah ada bejibun di kompie! Kalo mau liat, terus-terus pelototin profile FFN ato profile FS Helen ya! Ntar di-umumin disitu! (Mac: Lo tuh le- -dibekep Stella sebelom Mac mati digampar pake sofa-)

Nah, akhirnya, Helen mau bilang..

..THE END.. FOR REAL!