Yosh gw kembali meng-update cerita ini...
Thanks to: oji (gw nggak ngerti maksud commentnya... tapi thanks dah comment...), Hyuhin (Ohhh thanks you... kalau mau review dari awal waduh gw tambah senneng banget... tapi thanks ya), VongoLa ArcobaLeno (waduh PdYT kagak bakalan jadi Hiatus... tenang aja deh... oh ya walaupun banyak yang minta cerita ini jadi M tapigw sendiri nggak setuju... maaf ya...keep reading ya), erriel.chan (waduh maaf untuk permintaan pairing sasuHina, berat banget buat gw... karena gwsendiri ngefan ama Naru Hina... tapi kalau ada waktu gw coba buat saku Hina), Stance Punks (banyak amat ya minta fic lemon... waduh sekali lagi PyDT nggak bakalan gw rubah jadi lemon... banyak yang marah entar...), Atomic-Tank (wah anda benar-benar pembaca yang baik... terimakasih... nanti gw coba baca ulang... biar cerita selanjutnya nggak ada kata-kata yang nggak bisa dimengerti), uzumaki khai (eh-eh... ajib sih apaan?), Yuuichi93 (ya begitu dah si Naruto... eh kamu ngefan ama Neji ya?? Neji kan Co... eh salah cewek eh bukan denga gabungan... punya rambut item panjang dan bagus lagi... pasti dia cewek... bencong kali ya?? hehehe... jangan marah ya yang fans neji...), Rin Kajuji (Yo'i silahkan baca cerita selanjutnya), X-tee (untuk movie Naruto yang BONDS sekali lagi saya minta maaf... itu bukan downloadan buat movie bonds, tapi itu film suicide... film sadis dari jepang... sekali lagi saya mohon maaf... salahkan dattebayo... hehehehe), Naruto (eh itukan Hinata nggak sadar... gimana sih ya kalau orang kepanasan... pasti dia pingin nyaman kan... yang pasti buka baju dunks...), L0etunk irenk (waduh mohon maaf kalau Kiba dan Shino dibikin nyasar, ceritanya bakal jadi lama... karena kan gw pingin nyeritain naruto ama hinata...), Ray-kun 13 (iya-ya... kenapa gw nggak kepikiran Hinata bakal pingsan selama itu ya?? tapi ceritanya nggak bakal selesai2 dunks)
Wah thanks banget yang dah review... makin banyak aja yang baca... sekali lagi thanks...ohhh ya baca kisah selanjutnya dan review kalian gw tunggu...
Sebelumnya
Dia belum menyadarinya. Kedipan demi kedipan dia masih terus menatap wajah itu.
"Hinata" suara Naruto terdengar seperti berbisik.
Naruto kemudian mengedipkan matanya lagi.
"Hinata" Naruto berbisik lagi.
Kedipan mata selanjutnya, Naruto menyaksikan kedua mata Hinata terbuka. Kemudian tampak di bibir Hinata senyum simpul ke arah Naruto. Lalu apa yang terjadi?
Cerita selanjutnya
Sedih Apa Senang
Misi part 6
author: Hola-Ucup-Disini alias UcupNeptune
Naruto menjadi panik setelah melihat tubuh Hinata berada di samping dia. Dia berusaha menjauh dan "gubrak" jatuhlah dia ke lantai.
'Oh tidak, apa yang terjadi? Mengapa gw bisa tidur ama Hinata di tempat yang sama' Naruto belum bisa menerima kenyataan.
Dia belum menyadari bahwa dia hanya mengenakan boxer.
Sedangkan dengan Hinata, dia mengira bahwa dia sedang bermimpi. Padahal mimpi yang diimpikan semalam berbeda dengan kenyataan saat ini.
'Aku tidur bareng dengan Naruto-kun. Oh senangnya' Hinata terbuai dalam dunia impiannya.
"Hi-Hinata, ke-kenapa ka-kamu ada di situ?" Naruto tergagap-gagap.
Hinata yang sejak tadi mengira dia masih bermimpi tersadar, dengan ucapan Naruto.
'Ahh, aku sedang tidak bermimpi. Ini kenyataan, Naruto-kun tidur bersamaku, di sampingku' ucap Hinata dalam hati.
"Hinata!" Naruto teriak berusaha menyadarkan Hinata dari impiannya.
Hinata bangkit terduduk di tempat tidur mereka. Selimut yang masih menutupinya dari bahu sampai kaki merosot ke arah perutnya. Terpampanglah pakaian dalam Hinata yang menutupi bukit kembar kewanitaannya. Naruto terperanjat melihat dua buah gunung yang masih terbalut bra menjulang di dada Hinata. Wajar bagi Naruto karena dia seorang laki-laki tulen. Reaksi yang tampak di wajah Naruto adalah muka memerah dan darah mulai keluar dari hidungnya (alias mimisan).
Hinata menyadari reaksi Naruto dan bertanya "Na-Naruto-kun, kenapa hidungmu mimisan?"
Naruto dengan refleks menunjuk ke arah tubuh Hinata.
"Naruto-kun kamu PIKTOR banget" dengan segera Hinata menarik selimut menutupi sang buah yang sudah matang (hah apaan sih?).
'Naruto-kun ternyata masih normal dan nggak disangka, dia-dia mengagumi keindahan tubuhku' pikir Hinata.
'Sebentar sepertinya ada yang aneh' Hinata berkata dalam hati lagi.
Dia berusaha menyentuh ke bagian bawah tubuhnya.
'Tepat sekali, pantas aku merasa dingin. Berarti, jangan-jangan semalam Naruto-kun… Ahhh tidak, aku nggak tau apa yang terjadi semalam. Entah aku merasa senang atau tidak? Coba aku lihat ke tubuh Naruto-kun' kemudian Hinata memandang ke arah Naruto 'Tuh kan bener… ohh aku nggak tau lagi. Apa yang mesti aku lakukan' pikir Hinata.
Sebenarnya apa sih yang dipikirin Hinata? Hinata hanya memastikan apa yang dipikirkan adalah sesuai dengan apa yang telah terjadi. Hinata berpikiran bahwa mereka berdua semalam telah ML (Making Love) kenyataannya mereka tidak melakukannya. Apa yang dilihat Hinata adalah Naruto hanya mengenakan boxer dan dia hanya mengenakan pakaian dalamnya saja.
Hal yang sebenarnya tidak ingin dilakukan Hinata terjadi. Hinata menangis. Padahal dia tidak ingin menangis. Dalam hatinya dia merasa senang. Sebab setiap kali dia bermimpi basah, pasti dia selalu memimpikan Naruto. Ketika terbangun dari mimpinya dia sedih, karena itu bukanlah sebuah kenyataan. Tapi saat ini, bukan suatu ilusi ataupun mimpi.
Naruto memandang ke arah Hinata yang menutupi kedua matanya dengan tangan dan menangis, segera menghampirinya. Dia duduk di samping kanan tubuh Hinata.
"Hi-Hinata, gomena. Se-semalam aku be-bener-bener tidak tahu apa yang terjadi. Dan sekarang aku juga belum menyadari apa yang telah terjadi" Naruto secara gentle merapatkan tubuh Hinata ke tubuhnya.
Dipeluknya Hinata dan dengan tangan kanannya, dia membelai lembut rambut Hinata. Tangis Hinata menjadi-jadi dalam pelukan Naruto. Air matanya kini membasahi bahu naruto yang tidak tertutupi dengan sehelai benang.
"Gomena, Hinata. A-aku akan berjanji, aku akan mempertanggung-jawabkan apa yang telah terjadi. Kau percayakan?" Naruto berusaha untuk menenangkan dan menghibur Hinata dengan janji-janjinya (emang loe kata pemerintah yang mengumbar janji).
Dalam tangisnya, Hinata hanya mengangguk lemah.
'Naruto-kun aku bukannya sedih karena kamu melakukan itu, tapi tangisku adalah kegembiraanku karena kamu yang melakukannya' Hinata berkata dalam hati.
Satu jam mereka dalam posisi seperti itu, sampai Hinata berhenti menangis. Hinata akhirnya tertidur di bahu Naruto karena kelelahan menangis. Naruto segera merebahkan kembali Hinata di tempat tidurnya semula. Kemudian dia bangkit dan menatap Hinata sekali lagi untuk meyakinkan bahwa Hinata telah tertidur sebelum pergi ke ruang tivi. Berbagai pikiran datang menghampiri otaknya.
Naruto beranjak dari kamar dan pergi ke ruang tivi. Masih belum sadar akan kondisi tubuh yang hanya mengenakan boxer dia duduk di sofa di depan televisi.
'Naruto ayo berpikir. What should I do?' Naruto terus menerus mengulangi pertanyaan itu dalam pikirannya.
Ketika sedang sibuk berpikir (tumben dia mikir), Naruto terkejut karena suara ketukan yang terdengar dari arah pintu masuk
"Room service" teriakan itu terdengar seperti seorang laki-laki.
"Sebentar" Naruto membalas teriakan laki-laki tersebut.
Naruto membuka pintu dan melihat seorang laki-laki dengan rambut coklat berantakan dan pakaian jas hitam yang agak slenge-an, dan berteriak "Tuan Uzumaki, saya mengantarkan sarapan pagi untuk tuan dan nyonya Uzumaki."
Naruto mempersilahkan pelayan tersebut masuk membawa kereta dorongnya yang membawa sarapan untuk Naruto dan Hinata. Naruto tidak mendengarkan perkataan dari si pelayan, karena dia masih pusing memikirkan apa yang sedang dipikirkan (kasian ya Naruto, jadi pusing dia).
Setelah pelayan membereskan dan merapihkan piring bekas makan malam mereka, si pelayan ini menyiapkan sarapan mereka. Sarapan pun telah siap, sang pelayan melapor ke Naruto.
"Tuan Uzumaki sarapan telah siap. Oh ya kalau boleh saya beritahu, anda belum mengenakan pakaian anda" Si pelayan mengingatkan Naruto.
"Eh, oh ya. Ma-maaf" Naruto menggaruk-garukkan kepalanya dengan memberikan tampang wajah malu.
"No problemo Naruto. Malam pertama kalian sepertinya tidak terlupakan. Iyakan?" sang pelayan nyerocos dengan PD-nya.
"Eh, sepertinya gw kenal ama loe dah. Loe si…" sebelum Naruto sempat melanjutkan omongannya, si pelayan segera beranjak ke arah pintu keluar.
"Ohh silahkan menikmati sarapannya tuan Uzumaki. Maaf saya telah mengganggu kegiatan anda" dengan perkataan terakhir, sang pelayan pergi meniggalkan kamar hotel Naruto.
'Sepertinya dia si…' Naruto berusaha mencium bau tubuh si pelayan 'hmmm bau tubuhnya seperti bau hewan, anjing apa kucing ya? Aduh gw jadi nggak bisa fokus. Ah bodo ah, mau kucing kek, mau anjing kek. Kalau gw kepikiran terus ama tuh pelayan malah tambah berat gw'
Naruto berusaha melupakan sang pelayan.
"Pantesan badan gw kok terasa dingin banget. Gw kagak pake baju sih" gumam Naruto yang kemudian melangkahkan kaki kembali ke dalam kamar tidur untuk mengambil bajunya.ke baju sih"k terasa dingin banget. gw at pikiran gw.ar hotel Naruto.rah enakan pakaian anda"kataan dari si pelayan, kar
Di kamar, Naruto mengambil bajunya yang terjatuh di lantai dekat tempat tidur mereka. Setelah mengenakannya Naruto mengambil baju ganti dan mengamati Hinata sebentar, lalu pergi ke kamar mandi.
Di tempat lain
Di ruangan pegawai hotel, sudah ada tiga orang yang sibuk membereskan barang-barang. Dari arah pintu, masuklah seseorang yang berambut klimis.
"Huahh, nyam-nyam… yosh saatnya latihan" gumam Lee.
"Eh Lee, loe semalem kemana? Kita pada ngumpul tapi loe malah ngilang" Tenten merapihkan peralatan penyamarannya.
"Eh summimasen, aku semalem ada di kamar samping, ketiduran. Abisnya tempat tidurnya uenak banget. Apa tuh namanya?" Lee menjelaskan.
"Spring bed maksud loe?" tandas Neji.
"Ya itu maksud aku, terus semalem ngomongin atau nge-rapat-in apa?" Tanya Lee.
Ino yang sedari tadi dandan dan merapikan baju khusus untuk pelayan menjawab "Semalem kita nggak ngerapatin apa-apa kok. Tapi semalam misi kita sukses abis… sekarang kita tinggal melaporkan ke team selanjutnya untuk mempersiapkan misi mereka."
"Ohh ya sudah, Kiba dan Shino mana? Apa mereka belum tiba juga ke sini?" Tanya Lee sambil menggerak-gerakkan pinggul dan lengannya.
Neji berdiri dari tempat duduknya "Semalam mereka baru datang. Sekarang Kiba sedang melakukan aksinya dan Shino sedang mengoleksi serangga."
"Ohh, ya su-" Lee menghentikan perkataannya.
"Oy semuanya ada di sini toh, tadi gw cari-cari ke ruang makan pada kagak ada" Kiba masuk ke ruangan pegawai dengan santainya.
Belum lama setelah Kiba masuk, pintu ruangan didobrak dengan paksa.
"Gaswat, eh salah gawat" Shino berlari masuk dengan terburu-buru tanpa mengetuk pintu.
"Ada apa Shino?" Tanya Ino.
Shino yang masih terengah-engah mencoba sedikit tenang "Heh-heh-heh, di luar ada beberapa bandit yang mencoba merampok desa ini."
"APA?" mereka berteriak bersamaan.
"Waduh dalam situasi seperti ini lagi. Gimana Neji, kamu kan yang menjadi pemimpin dalam misi kita saat ini" Tanya Tenten.
"Hmm menurut gw, kita tidak akan melakukan apa-apa" jawab Neji singkat.
"Tapi gimana dengan para penduduk desa?" Tanya Ino.
"Kita serahkan ke mereka berdua, Naruto dan Hinata sama" tukas Neji.
"Oh, gw ngerti. Gw sepakat, gimana dengan yang lainnya?" Tenten memperhatikan wajah mereka satu persatu.
Merekapun setuju dengan usulan Neji.
Kembali ke Naruto dan Hinata
Hinata terbangun dari tidurnya setelah mendengar teriakan "TOLOONGG". Hinata segera mengaktifkan kekkei genkainya "Byakugan". Hinata melihat ke arah luar hotel. Dia menyaksikan ada empat orang bandit yang sedang mengejar-ngejar perempuan. Dengan segera dia berdiri dan "Wuihh dingin banget".
Hinata lupa kalau dia belum berpakaian. Segera dia mencari pakaiannya, dan teringat apa yang telah terjadi tadi.
"Naruto-kun" gumam Hinata.
Naruto yang baru menyelesaikan mandinya dan masuk ke kamar menoleh ke arah Hinata.
"Ohh kamu sudah bangun Hinata. Ada apa Hinata?" Tanya Naruto sambil mendekati Hinata
Melihat Naruto yang semakin mendekat ke arahnya, jantung Hinata berdebar sangat kencang.
"Ahh, ti-tidak ada… maksudku, ka-kamu tidak mendengar teriakan itu?" Tanya Hinata yang sekarang memainkan kedua telunjuk tangannya seperti biasa.
"Hah? Suara apa?" Naruto diam sejenak untuk memfokuskan apa yang terjadi dan suara apa yang telah didengar oleh Hinata.
"Ahhh TOLONGGG" Teriakan itu terdengar lagi.
"Hinata apa yang terjadi? Mengapa di luar sana berisik sekali" Tanya Naruto untuk mengetahui situasi pada saat itu.
"Sepertinya desa ini diserang oleh kawanan perampok, Naruto-kun" jawab Hinata.
"Ayo Hinata, kita harus bergegas menolong penduduk desa ini" Naruto segera meletakkan handuknya dan menggandeng tangan Hinata.
"Mm" jawab Hinata.
Setibanya di luar Hinata dan Naruto segera turun tangan ketika melihat seorang perempuan di kejar-kejar para bandit. Hinata melindungi sang perempuan dan Naruto menghadang ke empat perampok itu.
"Hinata, kamu lindungi one-chan itu. Biar aku hadapi perampok-perampok sialan ini" teriak Naruto.
Tanpa basa-basi lagi Naruto segera melompat ke arah empat perampok dan menghabisi empat perampok dengan kage bunshinnya. Tiga orang bandit telah dikalahkan Naruto, tinggal satu bandit saja yuang belum pingsan.
"Eh dodol, berapa orang lagi yang menyerang desa ini?" Tanya Naruto ke satu perampok yang belum pingsan.
"Buat apa gw ngomong ama loe GAKI" jawab perampok itu sambil merintih kesakitan.
"Loe masih belom menyerah juga ya" Naruto memukul muka perampok itu lagi dan pingsan lah perampok itu.
"Hinata segera kamu ambil scroll burung dara. Sampaikan berita ke Tsunade no-bachan untuk mengirimkan bantuan mengamankan perampok-perampok ini. Aku akan pergi melihat-lihat sekitar desa ini" perintah Naruto.
"Mm" Hinata segera mengeluarkan scroll yang disuruh Naruto dan menuliskan berita ke Tsunade.
Naruto segera pergi setelah Hinata mengeluarkan scroll. Dia mencari sisa perampok yang mungkin masih ada di desa itu.
Di salah satu sudut desa dia bertemu dengan seseorang yang telah mengalahkan beberapa orang. Naruto tanpa basa-basi menyerang orang itu.
"Eh tunggu dulu anak kecil, kamu salah serang" teriak orang itu menangkis serangan Naruto.
"Apa yang salah. Kamu juga perampok, iya kan? Satu lagi gw bukan anak kecil. Ingat itu!" Naruto menyerangnya dengan beberapa pukulan.
Orang itu menangkis lagi dengan samurainya "Eh anak kecil bodoh, kita dipihak yang sama. Orang yang kau anggap sebagai perampok itu telah terkapar pingsan."
Naruto menghentikan serangannya "Kau nggap aku percaya dengan omonganmu, orang tua"
"Tunggu sebentar" perempuan yang tadi diselamatkan Hinta berbicara.
"Dia adalah suamiku" wanita itu menjelaskan.
"Hah apa one-chan? Berarti dia bukan penjahat?" Tanya Naruto untuk meyakinkan.
"Kamu nggak apa-apa Toukichi-kun?" Tanya istri laki-laki itu.
"Aku nggak apa-apa sayang" jawab Toukichi.
"Sepertinya aku pernah lihat kamu. Hmm, tapi dimana ya?" Naruto berusaha mengingat-ingat sosok laki-laki tersebut.
"Naruto-kun, beritanya sudah aku kirim. Ano Naruto-kun kamu tidak apa-apa?" Tanya Hinata.
"Kita memang pernah bertemu sebelumnya" Toukichi duduk di tanah datar di bawah pohon rindang di dekatnya.
"I-iya Naruto-kun, kita memang pernah bertemu sebelumnya" Hinata mwyakinkan Naruto.
Hinata kemudian menceritakan ke Naruto untuk mengingatkan Naruto pada saat Naruto, Hinata dan Kiba menjalankan misi untuk menangkap Gosunkugi si pencuri ulung.
"Ohh ya aku ingat sekarang. Oji san saya minta maaf ya. Aku bener-bener lupa" kata Naruto berusaha bersikap sopan terhadap yang lebih tua.
"Ma-maaf, sebenarnya anda di desa ini mau apa?" Tanya Hinata.
"Kami sebenarnya mau pulang ke desa sebelah. Tapi kami tidak menyangka, ketika kami tiba di desa ini tiba-tiba bandit datang menyerang desa ini. Saya berusaha melindungi diri dan menyuruh istri saya untuk mencari bantuan. Oh ya kalau kalian sendiri sedang apa? Oh jangan-jangan kalian sedang kencan ya? Kalian pacaran kan? Maksud saya bukan sekedar teman biasa, iya kan?" goda si Toukichi.
Hinata dan Naruto mendengar komentar dari Toukichi menjadi sal-ting. Muka mereka berdua merah terbakar.
"Ahh sebenarnya, ka-kami sedang menjalankan misi. Kami ke desa ini tidak berkencan atau berlibur, tapi kami singgah sementara untuk melanjutkan misi kami ke heaven island" Naruto menjelaskan dengan menutupi sal-ting-nya.
"Oh ya teman kalian satu lagi mana? Siapa tadi namanya yang biasa bersama anjing kecil yang selalu berada di atas kepalanya?" Tanya Toukichi.
"Maksud anda Kiba-kun. Kiba-kun sedang melakukan misi juga. Misi kami berbeda dari dia" jelas Hinata.
"Oh berarti ini menjadi kesempatan buat kalian berdua ya, bisa pacaran tanpa diganggu orang lain" Toukichi dan istrinya tersenyum.
Muka Naruto tambah bersemu merah "Terserah apa kata Oji san."
"Maaf nih kami sudah mengganggu kalian. Mungkin kalian butuh privacy, jadi kita mau pamit dulu. Lagian juga hari sebentar lagi siang. Kami permisi dulu ya Gaki dan kamu nona" Toukichi segera pergi meninggalkan Naruto dan Hinata.
"Hinata, ayo kita kembali ke hotel. Kita haru membereskan barang-barang kita dan melanjutkan misi kita" kata Naruto.
Setelah melewati beberapa penduduk yang mengerumuni mereka untuk berterimakasih, akhirnya mereka kembali ke hotel.
"Oh Naruto san dan Hinata sama, eh maksud saya Hinata san. Kalian telah kembali. Terimakasih kalian telah menyelamatkan penduduk desa ini" Neji menyambut mereka berdua.
"Eh kamu bukannya resepsionis di motel sebelah sana?" tanya Naruto bingung.
"Saya memang bekerja di sana, tetapi saya juga membantu di hotel ini juga" Neji mencoba mencari alasan yang masuk akal.
"Anda memanggil saya dengan suffix sama, apa maksud anda?" tanya Hinata yang sekarang menaruh curiga.
'Waduh sialan gara-gara keceplosan, bisa ketahuan nih' pikir Neji.
"Begini, anda berpakaian terlihat berbeda sekali dengan tuan Naruto. Jadi saya berpikir mungkin anda merupakan salah satu dari keluarga yang terpandang. Mohon maaf kalau kata-kata saya salah" jawab Neji.
"Ohh, begitu ya" Hinata menerima alasan dari Neji.
"Hinata sebaiknya kita kembali ke kamar" Naruto segera menggandeng lengan Hinata dan pergi menuju kamar mereka.
'Kelihatannya hubungan mereka tambah semakin baik saja' pikir Neji.
"Neji apa mereka sudah pergi?" tanya Tenten berbisik.
"Iya mereka sudah pergi ke kamar mereka. Ino, cepat kamu beritahukan ke team yang akan dituju Naruto selanjutnya" Neji memerintahkan.
"Okeh" Ino segera mengambil waky talky-nya.
Ino: "pretty woman kepada jidat datar, pretty woman kepada jidat datar ganti"
Suara dari walky talky : "INO SUDAH BERAPA KALI GW BILANG JANGAN PANGGIL GW SEPERTI ITU, DASAR MUKA BABI"
Ino : "WOY SANTAI DONG JANGAN TERIAK-TERIAK KAYAK GITU. Gw ngomong kenyataan kan?"
Suara dari walky talky : "Loe duluan sih yang mulai"
Neji : Ino jangan bercanda lagi, cepat beritahukan dia
Ino : "Hai-hai. Jidat datar, Naruto segera berangkat ke tempatmu ganti"
Suara dari walky talky : "Iya muka babi"
Pembicaraan tersebut akhirnya terputus.
Naruto dan Hinata
Mereka berdua segera membereskan tas dan peralatannya. Lalu Naruto mengajak Hinata untuk sarapan dahulu. Mereka berdua sarapan di teras. Setelah makan Naruto memegang lengan kanan Hinata.
"Ehm, Hi-Hinata. Masalah yang tadi pagi... a-aku bener-bener khilaf (Naruto ngerti juga kata khilaf). Aku nggak tahu apa yang terjadi semalam. Tapi aku akan pegang janjiku. Ka-kamu percayakan sama aku?" Naruto menatap kedua mata lavender Hinata.
Hinata mengingat kembali kejadian tadi pagi dan menatap ke kedua mata Naruto yang sebiru lautan "Na-Naruto-kun a-aku percaya kamu tidak akan ingkar janji."
"Aku mohon kamu merahasiakan ini" Naruto selanjutnya memegang telapak tangan Hinata yang lain.
"Mmm ta-tapi Naruto-kun, maksud kamu dengan mempertanggung jawabkan itu apa?" Hinata tidak kuat menatap birunya laut di mata Naruto (eh ungkapan gw kebalik ya?) lalu menundukkan wajahnya.
"Err, ano... ka-kamu mau... maksud ku aku... aduh sudah banget ngomongnya" Naruto terdiam sejenak memikirkan kata-kata yang akan diucapkan.
"Be-begini Hi-Hinata-chan, ano... aduh gimana sih ya... ka-kamu mau kan ja-jadi... errr mmm ja-jadi..."
Sebenernya apa sih yang mau dibilangin Naruto?? Siapakah yang ditemui Naruto saat bangun pagi?? Dan siapakah yang berbicara di walky talky dengan Ino? Review jawaban kalian aku tunggu... Tunggu kelanjutan kisahnya... tetap di HUD... alah apaan sih gw...
Oh ya maaf tentang movie Naruto yang BONDS ternyata itu bukan filmnya... itu film suicide jadi mohon maaf atas kesalahan download di situs gw... sekali lagi gw minta maaf, lagian juga kesalahan bukan karena gw... salahkan aja ke dattebayo... hehehehehe... Untuk yang dibawah umur 17 tahun dilarang menonton atau men-download film tersebut... ratingnya keras dan sadis... INGET DILARANG!!
Naruto Shippuden no 76-79 sudah bisa anda download di storyofnaruto(.)blogspot(.)com penjelasan: tanda kurungnya dihilangkan. Silahkan download ya gratis kok...
