Part 2: Wah... Gawat!

"Sensei, kita borong smua buku ini, ya!" rengek Naruto sambil memeggang tumpukan komik 'Naruto'.

"Ya sudah habis ini kita pulang, ya" Kata Kakashi.

"Gak mau! Tempat ini asik! Kita bias terkenal di sini, lagipula aku laper!" kata Naruto.

"Bener! Aku juga mau beli baju. Bajunya bagus-bagus lagipula keren-keren lagi!" Kata Sakura ikut memohon pada Kakashi. Karena smua pada gila, Sasuke pun ikut-ikutan,

"Sensei, tolong kabulkan keinginan kami…" kata Sasuke berlutut disertai 2 orang bodoh (Naruto dan Sakura).

"Ya udah kita pergi" kata Kakashi sambil melihat uangnya.

Stelah membayar komik, mereka menuju ke restaurant.

"Kakak-kakak, sini deh!". Serentak Kakashi dkk ngliat ke belakang. Di situ ada anak kecil menghampiri mereka.

"Kalian beli ikat kepala kayak gituan di mana? Aku juga mau donk!" Kata anak itu merengek.

"Kita… Sebenarnya…". "Pa. ma, aku juga mau ikat kepala itu! Ikat kepalanya juga mirip banget kayak di 'Naruto'! Orang yang pake juga mirip sama Kakashi, Sakura, Sasuke dan Naruto. Ma, please beliin!" rengek anak kecil itu saat orang tuanya datang.

"Maaf, ya. Anak ini memang fansnya 'Naruto'…" kata orang tuanya dan mengajak anak itu pergi meninggalkan kelompok 7 yang kaku tak bisa bergerak.

"Yang tadi itu"

"Pasti mimpi!" kata Sasuke

"O My God! Gue gak mimpi! Asik gue terkenal!" teriak Naruto kayak orang gila, menari-nari dan bertingkah sperti seleb.

"Shut up!" teriak Sakura melempari Naruto dengan kunai-kunai yang lebih tajem dan ganas dari yang tadi sehingga Naruto nyaris tewas sampai akhirnya Kakashi bertindak.

Acara 'wisata kuliner' (hehehe…), beli baju dan borong barang-barang bernuansa 'Naruto' pun berjalan lancar (tidak bagi Kakashi yang jadi miskin).

"Pulang, yuk!" kata Naruto yang mulai bosan.

"Iya. Aku dah puas!" kata Sakura.

"Kalau gitu kita ke tempat cermin itu aja!" kata Sasuke yang penuh akal.

"Ah, sok tau loe!" bentak Naruto yang akhirnya kebingungan setelah melihat mereka sudah jauh.

"Woi, tungguin!" teriak Naruto mengejar mereka.

Sampainya di tempat itu…

"Apa?! Tokonya tutup?!" teriak Sakura, Sasuke dan Kakashi.

"Ada apa sih?" Tanya Naruto yang selalu gak ngerti apa-apa.

"Bodoh! Toko tempat cerminnya ada tuh tutup! Kita gak bisa pulang tau!" marah Sakura.

"Gak pulang?! Oh, Hinata-ku, ramen, guru Iruka… Hwa… Hwa… Hwa…!" tangis Naruto yang terkapar di lantai dengan aura suram yang gelap gulita.

"Tenang aja, kan kita bisa ke hotel…" kata Sasuke melihat Kakashi dengan wajah memaksa dan mengerikan disambut dengan yang lainnya.

"Mamaaf anak-anak, tapi uangku sudah habis smua" kata Kakashi sambil menunjukkan dompetnya yang tipis.

"Sensei! Aku gak mau miskin! Laper… Laper…" teriak ketiga orang yang baru jatuh miskin sambil bergulung-gulung di lantai.

"Naruto sih, makanya jangan makan banyak-banyak! Belanjanya juga kebanyakkan lagi! Kalau aku kan pake uang sendiri. Dasar payah!" bentak Sakura pada Naruto yang masih guling-guling.

"Ya sudah terpaksa ku jual aja komiknya. Mumpung belom dibuka plastiknya" kata Kakashi berjalan menuju toko buku terdekat. Sedangkan kedua muridnya melempari Naruto (yang pengen membunuh Kakashi) dengan kunai dan memperlihatkan wajah ingin membunuh mereka.

"Oh… bukuku… Oh… karirku… Hancur suda…h" kata Naruto sebelum pingsan akibat kedua murid sadis.

Kakashi datang membawa makanan disambut dua orang yang duduk tanpa dosa dan seseorang berlumuran darah. Ketiganya makan ayam dan nasi dengan lahap sementara seorang hanya makan nasi dan teri,

"Sensei jahat! Kenapa gue cumin dikasih makanan sedikit!" tangis Naruto.

"Ya salah sendiri habisin uang gue" kata Kakashi yang jadi gak pedulian sama Naruto.

Stelah makan, mereka meminjam 4 selimut yang (kebetulan) dibawa SasuSaku. Mereka pun tertidur dengan lelap, apalagi Naruto yang dah pingsan meratapi nasibnya…

To be continue…

N/A : untuk semuany yang udah nge-review aku... Mereka tuh ada di sebuah Mall di Jakarta. And, thanks for Cals ( my friend ) yang udah ngasih semangat.