Because Of Love

.

.

Main cast :

Cho Kyuhyun.

Lee Sungmin.

Choi Siwon.

Kim Kibum.

.

Author : ChominJoy

Rate : T

Genre : Romance, Hurt/comfort.

Warning : Typo(s) dimana-mana, gaje, abal-abal, absurd, enggak sesuai EYD.

Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, mereka milik Joyers!

Ff ini murni buatan saya. Don't bash my fic! Don't like don't read! No plagiat, okay!

Summary : Bullying, cacian, ejekan itu yang didapatkan Sungmin tiap harinya. Bahagia, hanya itu saja yang Sungmin mau, bahagia bersama orang yang ia cintai. Apa itu begitu sulit untuk mendapatkannya? "Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."

.

Chapter 2

.

Selama pelajaran berlangsung, Sungmin tak bisa konsen. Ia terus memikirkan kesalahannya pada Kyuhyun, sedikit bingung dengan kesalahannya hingga membuat namja tampan itu marah padanya.

'Aish! Bagaimana ini.' umpat Sungmin dalam hati.

Sungmin memutuskan pergi ke perpustakaan, sudah lama sekali ia tak kesana. Saat keluar kelas Sungmin berpapasan dengan Kyuhyun. Sungmin menundukan kepalanya hormat. Saat Sungmin mendongakan kepalanya lagi, Kyuhyun menatapnya datar sambil memasukan telapak tangannya ke dalam saku celananya.

'Akh! Dia benar marah padaku.' batin Sungmin.

"Jangan bersikap baik jika kau terpaksa melakukannya!" ucap Kyuhyun sambil melewati Sungmin.

Serasa disambar petir. Tajam sekali ucapan Kyuhyun itu, memang terdengar biasa saja, tapi Sungmin bisa merasakan bahwa Kyuhyun benar-benar marah padanya.

'Iya.. kau benar, aku sepertinya terpaksa melakukan ini.' batin Sungmin.

Sungmin pun meralat niatnya untuk ke perpustakaan. Masalah ini lebih penting dari pada pergi ke tempat penuh buku itu. Sungmin mengikuti Kyuhyun masuk ke dalam kelas. Ia pun memberanikan diri untuk duduk di samping Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan PSP-nya. Ia terlihat sibuk main game, tapi sebenarnya ia tak bisa konsen bermain. Perasaannya sekarang sangat kacau. Ah, seorang Cho Kyuhyun ditolak? Ia tak suka penolakan.

"Aku tak suka jika ada yang menggangguku bermain game!" kata Kyuhyun menyindir Sungmin.

"M.. ma-"

"Lee Sungmin!" panggil seseorang di depan pintu kelas.

Ternyata itu Siwon. Siwon menatapnya tak suka, sepertinya karena Sungmin bersama Kyuhyun. Sedangkan Sungmin bingung, ia baru saja ingin minta maaf tapi bagaimana dengan Siwon? Dia pasti akan marah jika Sungmin tetap bersama Kyuhyun.

Sungmin menatap Kyuhyun yang masih bermain game dan juga Siwon yang menatapnya tajam dari kejauhan. Sungmin benar-benar bingung, ia harus memilih Siwon sahabatnya atau Kyuhyun namjachingu-nya?

"Pergilah!" gumam Kyuhyun tetap menatap psp-nya.

Sungmin diam. Ia terus menatap Kyuhyun dan Siwon bergantian. Dengan terpaksa Sungmin pun pergi dengan Siwon meninggalkan Kyuhyun yang sudah menahan amarahnya semenjak pagi.

.

.

Kini Sungmin dan Siwon ada di perpustakaan. Siwon sendiri yang menarik Sungmin. Sepertinya Siwon benar-benar tak suka melihat Sungmin dengan Kyuhyun bersama.

"Tsk! Kau ini bukankah sudah kubilang jangan dekat-dekat dengan dia, dia berbahaya untuk yeoja polos sepertimu."

Sungmin terdiam setelah mendengar perkataan Siwon. Bagaimana ia tak bisa dekat-dekat dengan Kyuhyun? Sekarang, Kyuhyun sendiri adalah namjachingu-nya.

"Aku benar-benar bingung mengapa kau dan evil satu itu menjadi dekat? Apa ada sesuatu diantara kalian huh?"

Sungmin terkejut mendengar ucapan Siwon. Sungmin mengginggit bibir bawahnya. Haruskah ia mengaku? Ah, ide bagus, pasti nanti Siwon akan membentaknya dan menghajar Kyuhyun. Bodoh!

"Jangan-jangan kau dan Kyuhyun.." Siwon tak melanjutkan ucapannya, ia malah menatap Sungmin intens. Sungmin menunduk takut.

"Benarkah? Apa yang kupikirkan benar? Kau.. kau dan Kyuhyun.. Sungmin! Ayolah jangan diam saja, ceritakan semuanya!" ucap Siwon kacau.

Sungmin makin menundukan kepalanya. Mendengar Siwon yang bicara seperti itu saja ia sudah takut, apalagi jika Siwon membentaknya. Mengingat badan Siwon yang kekar bak seorang atlet olahraga.

"Sungmin bicaralah! Jangan diam saja!" bentak Siwon pelan, mengingat mereka sedang ada di perpustakaan. Bisa-bisa mereka- eh bukan, bisa-bisa Siwon dimarahi guru penjaga perpustakaan karena berisik.

"M-maafkan aku.." lirih Sungmin, akhirnya Sungmin menjawab juga.

Siwon menghela nafas berat. Ia menatap Sungmin kecewa. Iya, Siwon kecewa, kecewa karena tak bisa menjaga dan melindungi sahabatnya ini. Ia tak suka Kyuhyun, maka dari itu ia tidak senang bila Sungmin bersama Kyuhyun. Dan saat ini kenyataan membuatnya gencar untuk menghabisi seorang Cho Kyuhyun. Bagaimana bisa ia menjadikan Sungmin yeojachingu-nya. Bukankah untuk mengobrol saja mereka sangat jarang? Bahkan mungkin tidak pernah walaupun Kyuhyun selalu mengajak Sungmin bicara.

"Kau tahu bukan dia seorang playboy, oh.. kau senang menjadi kekasih seorang playboy huh?"

"Memang banyak yeoja yang ingin jadi kekasihnya walaupun ia seorang playboy," Siwon mengambil nafas kesal. "Tapi kau tahu.. yeoja yang ingin dengannya itu bagaikan wanita murahan. Kau ingin menjadi wanita murahan? Tsk! Lee Sungmin, mengapa kau sebodoh ini!"

Niat hati ingin diam saja mendengar ucapan Siwon. Tapi Sungmin paham, semua tak akan selesai jika ia diam saja.

"A-aku tak m-menerimanya sama sekali."

"Tsk! Bagaimana bisa dia menjadikanmu kekasihnya walaupun kau tak menerimanya! Aku benar-benar tak mengerti! Jelaskan padaku Lee Sungmin!" bentak Siwon pada Sungmin. Bahkan urat-urat di lehernya saja seperti akan keluar.

"Umm.. t-tadi malam, dia datang ke rumahku. D-dia m-memelukku dan tiba-tiba dia.. dia bilang, a-aku mau jadi k-kekasihnya atau tidak? A-aku bingung, aku juga takut, aku.. aku hanya bisa diam. Dia bilang jika aku diam.. berarti aku m-menerimanya." jelas Sungmin takut.

Siwon semakin geram. "Tsk! Sudah sering kubilang, kau harus banyak bicara! Lihat jadinya! Kau terlalu pendiam, sampai-sampai disaat kau takut pun kau tetap memilih diam! Akh! Lee Sungmin! Kau itu!" Siwon mengacak rambutnya kasar lalu menatap Sungmin tajam. "Kau sangat bodoh Lee Sungmin!"

Sungmin kaget bukan main. Siwon mengatainya bodoh? Sahabatnya? Yang selalu melindunginya itu? Bicara seperti itu? Demi tuhan, Sungmin baru pertama kalinya mendengar Siwon bicara sekasar itu padanya.

"Apa kau menyukainya?"

Sungmin menggeleng. Dia tak berbohong, ia tak menyukai Kyuhyun, apalagi mencintai evil itu.

"Kau menyukainya?" tanya Siwon lagi dengan nada tinggi tetapi tetap dipelankan. Lagi-lagi Sungmin menggeleng.

"Sungmin! Kau menyukainya? Jawab aku!" Sungmin bingung mengapa Siwon terus menanyakan hal itu, bukankah ia sudah menjawabnya. Oh.. mungkin Siwon menginginkannya bicara.

"Tidak.." lirih Sungmin sambil menggeleng.

"Kau menyukainya?"

"Aku tidak menyukainya." jawab Sungmin pasti.

"Lalu mengapa kau.. arghh! Sudah lupakan saja! Terserah apa maumu! Yang pasti aku sudah memberitahumu!" Siwon mengepalkan tangannya kuat.

"Aku akan diam jika kau bahagia, tapi kalau tidak.. akan kuhabisi Cho Kyuhyun itu!" Siwon pergi meninggalkan Sungmin yang sangat bergetar mendengar bentakannya, dan Siwon tak peduli akan hal itu.

Mata Sungmin memanas, saat itu juga setetes cairan bening jatuh dari foxy cantiknya. Siwon benar-benar marah padanya, bukan hanya Siwon, Kyuhyun juga marah padanya. Hebat! Dua orang berhasil Sungmin buat marah. Sungguh, Sungmin tak ingin semua ini. Kyuhyun! Iya Kyuhyun, dia yang membuat kekacauan ini. Coba saja kejadian tadi malam tak pernah terjadi, pasti ia tak akan seperti ini. Dilanda emosi dan takut.

Sungmin menangis di antara rak-rak buku yang tinggi. Untung saja perpustakaan ini sepi, jadi tak ada yang melihat jika Sungmin menangis.

'Lee Sungmin bodoh! Kau bodoh! Mengapa kau bisa sependiam ini huh! Aku benci! Benci!'

Sungmin terduduk di lantai. Ia menenggelamkan wajahnya di lutut dan memeluk kakinya erat. Bahkan untuk saat ini, Siwon tak lagi menemaninya di saat ia sedang sedih. Padahal biasanya namja kuda itu selalu bisa membuatnya tersenyum kembali.

"Aku tak suka melihat orang menangis di hadapanku!" sahut seseorang membuat Sungmin refleks mendongakkan kepalanya dan mencari sumber suara tersebut.

'Kyuhyun?' batin Sungmin.

"Ini!" Kyuhyun memberikan sehelai tissue pada Sungmin.

"T-terimakasih.."

"Bicara juga kau! Sering-seringlah bicara. Kau tidak bisu bukan!"

'Siwon bilang aku bodoh, Kyuhyun bilang aku bisu. Oh.. mungkin aku ini wanita bodoh yang bisu' batin Sungmin sedih.

Air mata kembali mengalir. Sakit hati, Sungmin sangat sakit hati. Orang yang selalu di sampingnya saja bilang dia bodoh, Kyuhyun namjachingu-nya bilang dia bisu. Sungmin sadar dirinya tak sempurna, ia tak sempurna karena tak ada kebahagiaan dalam hidupnya.

Siwon benar, Sungmin itu harus hati-hati dengan Kyuhyun. Selain playboy, ternyata Kyuhyun juga bisa membuat Sungmin menangis, atau bahkan mungkin Kyuhyun bisa membentaknya sewaktu-waktu.

"Kau tak dengar aku bicara! Aku tak suka melihat orang menangis di hadapanku!" bentak Kyuhyun.

Sungmin semakin terpukul, benar yang ia pikirkan tadi, Kyuhyun membentaknya, di saat seperti ini pun ada saja yang membentaknya. Sangat menyedihkan.

"Ayo bangun!" Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Sungmin. Sungmin ragu. Akhirnya ia pun memegang tangan Kyuhyun agar bisa berdiri dari duduknya.

Kyuhyun menatap Sungmin datar, tiba-tiba saja Kyuhyun memeluk Sungmin. Sungmin terkejut saat itu juga. Kyuhyun membelai rambut panjang Sungmin yang tergerai indah dengan lembutnya, dan Sungmin hanya bisa diam walau badannya menegang ketakutan. Bagaimana pun juga ia belum terbiasa dengan namjachingu-nya ini, mungkin?

Cukup lama Kyuhyun memeluk Sungmin akhirnya ia pun melepaskannya. telapak tangan Kyuhyun sudah ada di pipi Sungmin. Dengan lembut, Kyuhyun menghapus air mata Sungmin yang sedari tadi mengalir. Dan Sungmin hanya bisa diam..

"Jangan menangis di hadapanku eoh.."

Sungmin menepis tangan Kyuhyun. "K-Kyuhyun-ssi.." panggil Sungmin.

Sebenarnya Kyuhyun senang dapat mendengar suara Sungmin secara langsung. Apalagi Sungmin memanggil namanya. Biasanya Kyuhyun mendengar suara Sungmin jika Sungmin bicara pada Siwon. Hal yang langka bagi Kyuhyun bukan?

"Hhmm.."

"S-sebelumnya maafkan aku. Mm.. a-apa kita bisa mengakhiri hubungan ini?" tanya Sungmin dengan berani.

Kyuhyun terkejut. Berani sekali Sungmin bicara seperti itu padanya. Biasanya dia yang akan meminta mengakhiri hubungannya dengan yeoja lain.

Memangnya ada apa dengan dirinya? Semua yeoja di sekolahnya ini mengaguminya, mengagumi wajah tampannya, kepintaran di atas rata-ratanya, kemapanannya. Apa yang kurang dari dirinya? Mengapa Sungmin ingin sekali mengakhiri hubungan ini dengannya? Tidakkah ia tertarik pada Kyuhyun? Sedikit saja?

"Mengapa kau bertanya seperti itu?" ucap Kyuhyun menahan emosinya.

"K-kumohon maafkan aku, a-aku tak bisa, a-aku tak men-" ucapan Sungmin terpotong.

"Kubilang aku tak bisa melakukannya! Jangan memaksaku Lee Sungmin!" bentak Kyuhyun pada Sungmin.

"Tapi-"

'Cup'

Kyuhyun menubrukkan bibirnya dengan bibir Sungmin. Sungmin berontak, tapi dengan sigap Kyuhyun mencengkram tangan Sungmin sehingga Sungmin pasrah di jadikan 'mainan' oleh Kyuhyun. Sungmin memukul-mukul dada Kyuhyun. Sungguh ia s∷angat terkejut dengan aksi Kyuhyun ini. Kyuhyun menekan tengkuk Sungmin agar bisa memperdalam ciumannya itu.

Ciuman selama sepuluh detik itu pun berakhir perlahan. Kyuhyun menangkup wajah Sungmin dan menatapnya.

"Jangan katakan itu lagi, kau hanya perlu bersamaku.." ucap Kyuhyun lembut setelah itu ia mengecup bibir Sungmin singkat.

Sungmin membelalakan matanya tak percaya. Ia tak percaya Kyuhyun bisa dengan mudahnya menciumnya, dan ia tak percaya.. kalau Kyuhyun benar mencintainya, bahkan untuk kata 'menyukai' saja Sungmin belum bisa percaya itu. Ia tak mau dirinya hanya sebuah tempat pelampiasan seorang Cho Kyuhyun. Lagi pula dirinya tak mempunyai perasaan khusus pada namja tampan itu. Jika seperti itu, bukankah akan sangat menyakitkan? Apalagi jika akhirnya nanti ada yang tersakiti. Sungmin tak mau hal itu terjadi.

"A-apa kau m-menyukaiku?"

Kyuhyun diam sesaat sebelum akhirnya mengucapkan sesuatu kepada Sungmin.

"Kau hanya perlu bersamaku!"

"K-Kyuhyun-ssi" lirih Sungmin.

"Hmm.."

"J-jika kau tidak m-menyukaiku, kenapa kau tidak mau m-mengakhiri hubungan ini?" Sungmin menarik napas dalam "Bukankah p-percuma? A-atau kau hanya menjadikanku m-mai-" ucapan Sungmin terpotong.

"Kau tertekan?" tanya Kyuhyun mencegah ucapan Sungmin.

Sungmin mengangguk pelan. Kyuhyun memeluk Sungmin. Sungguh Kyuhyun tak suka Sungmin bicara seperti itu. Sungmin hanya pasrah saat Kyuhyun memeluknya.

"Percayalah padaku!" gumam Kyuhyun sambil membelai rambut coklat Sungmin.

"Sudahlah.. ayo ke kelas!" ajak Kyuhyun.

Kyuhyun pun menggenggam tangan Sungmin, tapi Sungmin menepisnya, ia tidak suka Kyuhyun memperlakukannya seperti itu. Walaupun kenyataan berkata ia adalah yeojachingu-nya Kyuhyun, tapi tetap saja Sungmin tidak mau dan tidak suka.

"Kenapa Lee Sungmin itu bisa dekat dengan Kyuhyun?"

"Cih! Menjijikan Lee Sungmin itu!"

Pendengaran Sungmin menangkap pembicaraan kedua siswi yang ia lewati. Menjijikan? Mereka pikir Sungmin menyajikan tubuhnya untuk Kyuhyun? Mereka pikir ia senang jika bersama Kyuhyun? Ada apa dengan mereka? Asal mereka tahu, ia sangatlah tertekan jika bersama namja tampan ini. Sungguh Sungmin sangat sakit hati mendengar ucapan siswi itu.

"Yeoja tak tahu diri! Tak tahu malu!" bisik mereka.

Sungmin hanya bisa diam. Ia melirik ke arah Kyuhyun yang menatap lurus ke depan dengan tenang dan tampang datarnya. Sungmin berpikir, bahkan disaat seperti ini pun Kyuhyun tak memperdulikannya? Dengan mudahnya ia menolak tolakannya, bilang agar tetap percaya pada dia, tapi mengapa disaat dirinya diperlakukan tak semestinya dengan murid-murid di sekolah ini Kyuhyun hanya diam? Sungmin sadar, sekarang ia sedang mengharapkan bantuan dari Kyuhyun, mengharap kalau Kyuhyun bisa melawan murid-murid yang selalu menindasnya.

Tapi Sungmin sadar, untuk apa ia mengharapkannya? Tak perlu! Karena Sungmin percaya Kyuhyun tak akan bisa, hanya Siwon yang bisa melakukannya dengan tulus. Ah, dia mengharapkannya? Sungmin berpikir, setidaknya Kyuhyun bisa melindunginya sama seperti Siwon terhadapnya. Siwon sahabatnya sendiri bisa melindunginya, tapi kenapa namja yang selalu menolak tolakan Sungmin saat meminta memutuskan hubungannya ia sama sekali tak melindunginya. Lalu bagaimana Sungmin bisa percaya pada namja tampan itu?

Kyuhyun dan Sungmin sampai di kelas. Kelas sangat berisik, semua murid di kelas ini mengobrol, bercanda, dan hal lain yang membuat kelas ini semakin bising dan panas. Sungmin menghempaskan bokongnya di bangkunya. Sedangkan Kyuhyun..

"Ayo pindah!" ucap Kyuhyun pada seorang yeoja yang duduk disamping Sungmin.

"M-mwo?" ucap yeoja gemuk itu ketakutan.

"Kau tak dengar! Aku menyuruhmu pindah! Ayo cepat pindah!" suruh Kyuhyun dengan kesal.

Sungmin menatap Kyuhyun tak suka. Untuk apa ia meminta pindah? Sedangkan yeoja itu menatap Sungmin bingung. Sungmin menggeleng kecil seakan menyuruh yeoja itu menolak suruhan Kyuhyun, dan tetap duduk dengan tenang disampingnya lagi. Teman sebangku Sungmin itu menoleh dan menatap Kyuhyun takut. Kyuhyun balik menatapnya tajam membuat sisiwi itu semakin takut.

Yeoja itu kembali menatap Sungmin. Sungmin tetap menggeleng kecil. 'Jangan biarkan dia!' batin Sungmin berharap teman sebangkunya itu mengerti.

"Lee Sungmin jangan coba untuk menghasut dia!" ucap Kyuhyun dingin.

Sungmin kini menunduk takut. Akhirnya yeoja itu pun membawa tasnya dan duduk di depan Sungmin-di bangku Kyuhyun. Begitu pun dengan Kyuhyun, ia langsung duduk di bangkunya yang baru.

Kyuhyun tak suka melihat Sungmin yang menunduk terus. Kyuhyun menidurkan kepalanya di meja, tangan kirinya ia buat bantalan untuk kepalanya, kini ia menatap Sungmin yang masih setia menunduk. Sungguh, Sungmin sangat gugup.

"Hey.." panggil Kyuhyun lembut.

Sungmin diam tak merespon panggilan Kyuhyun. Diam-diam ia menggigit bibir bawahnya karena rasa gugupnya.

"Hey.." panggil Kyuhyun lagi sambil mencubit pipi Sungmin dengan tangannya yang bebas.

Sungmin pun menoleh dengan pelan. Menatap Kyuhyun yang menatapnya dengan posisi tidur di meja membuat Sungmin semakin gugup saja.

Sedikit risih melihat Kyuhyun yang terus menatapnya seperti itu. Sungmin pun mengalihkan pandangannya ke kanan, melihat kesibukan teman-teman sekelasnya yang ribut, tapi tetap saja Sungmin masih merasa tak enak.

Kyuhyun terkekeh geli diam-diam. Ia berpikir, apakah Sungmin gugup padanya? Sangat lucu! Ia masih tetap dengan posisinya dan menatap Sungmin. Ini suatu kesenangan bagi Kyuhyun bisa melihat kegugupan Sungmin secara dekat.

"Lee Sungmin~" panggil Kyuhyun seakan mengajak yeoja manis ini untuk bermain.

Sungmin memejamkan matanya dan menghirup udara diam-diam sebelum menoleh pada Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun yang tersenyum padanya. Tersenyum mengejek lebih tepatnya.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun.

Ah, kenapa Kyuhyun yang bertanya? Bukankah dia sendiri yang memanggilnya? Ah, entahlah. Sungmin pun menggeleng saja.

"Kau terlihat lucu saat salah tingkah seperti itu! Menggemas-"

"Aku tidak salah tingkah!" ucap Sungmin refleks dan cepat membuat Kyuhyun membelalakan matanya sambil menahan tawa.

"Ehm.. sudah mulai bicara eoh.."

Sungmin menunduk lagi. Tadi itu refleks, sungguh! Tak suka saja saat Kyuhyun bilang dirinya salah tingkah. Ini.. ini.. hanya gugup yang berlebihan, mungkin?

"Hey.. memangnya dibawah ada apa? Mengapa kau senang menunduk seperti itu?" tanya Kyuhyun lembut. Sungmin menggeleng.

"Lebih baik lihat aku, kau tahu bukan aku ini tampan. Ayo lihat aku saja!" kata Kyuhyun menggoda Sungmin. Sungmin menunduk diam saja.

"Sungmin.." panggil Kyuhyun. Sungmin diam.

"Hallo.. apa ada Lee Sungmin disana?" ucap Kyuhyun. Jujur, ia kesal Sungmin tak memperdulikannya. Sama seperti tadi, Sungmin diam.

"Sungmin.. kenapa kau menjadi orang pendiam?" tanya Kyuhyun yang tak dijawab Sungmin.

"Baiklah, umn.. hey.. kau suka boneka?"

"..."

"Binatang yang lucu?"

"..."

"Perhiasan?"

"..."

Kyuhyun menghela nafasnya kesal.

"Sungmin.. kau sangat cantik dan manis, aku suka! Hmm.. menurutmu aku bagaimana?" tanya Kyuhyun mengharap Sungmin akan meresponnya walaupun dengan salah tingkah seperti tadi.

Tapi.. Sungmin tetap diam menunduk..

Hey! Tadi saat Kyuhyun menatapnya, ia bisa salah tingkah, tapi mengapa disaat dia mengutarakan kemanisan wajahnya, dia hanya diam?

"Hh.." Kyuhyun menghela nafasnya lagi. "Kukira jika aku pindah kita bisa mengobrol!" ucap Kyuhyun malas. Ia pun menghadapkan wajahnya ke kiri menghadap dinding.

"Ternyata tidak.."

Sungguh Kyuhyun benar-benar kesal. Sedikit saja Sungmin bicara, ia ingin dengar, tapi mengapa sulit sekali? Dia hidup diberi mulut untuk bicara tanpa ada gangguan sedikitpun, tapi mengapa mulut seksi itu tak bisa mengeluarkan suara manisnya sendiri?

"Hh.. membosankan!" Kyuhyun menggeliat tetap pada posisinya. Tidur diatas meja menghadap dinding.

Sungmin menoleh, sebenarnya ia tak enak hati pada Kyuhyun karena sedari tadi dia mengajaknya bicara tapi ia sama sekali tak menjawab ataupun meresponnya. Sungmin tahu pasti Kyuhyun kesal dan bosan karena diabaikan, tapi mau bagaimana lagi? Sungmin memang seperti ini.

Jujur, tadi saat Kyuhyun bilang dirinya sangat cantik dan manis, Sungmin berusaha habis-habisan untuk tetap memasang wajah datarnya, menahan salah tingkahnya lebih tepat.

"Tak adakah disini yang bisa kuajak bicara? Aku bosan.." gumam Kyuhyun tapi Sungmin masih bisa mendengarnya.

Kyuhyun merasakan ada yang menoel bahunya. Ia tahu pasti Sungmin yang melalukannya. Kenapa dia? Mau mengajak Kyuhyun biacara saat Kyuhyun sedang bad mood? Lebih-lebih lagi karena dirinya. Kyuhyun pun menoleh dengan malas.

"Apa?"

"Maafkan aku.." ucap Sungmin.

"Hh.. tsk!" begitulah respon Kyuhyun. Ia melanjutkan kembali tidur menghadap tembok lagi. Sungmin merasa bersalah pada Kyuhyun.

Kyuhyun menggerutu dalam hati. Ia sangat kesal, ternyata ada yeoja yang berani membuatnya kesal seperti ini, mengabaikan seorang Cho Kyuhyun saat sedang bicara. Menyebalkan!

Kyuhyun bangun dari tidurnya. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya dari dalam sana. Memasangkan earphone pada ponselnya. Saat itu juga..

"K-Kyuhyun-ssi maafkan-" Sungmin berhenti bicara saat Kyuhyun telah menyumpalkan earphone di telinganya.

Sungmin menatap Kyuhyun bersalah. Sedangkan Kyuhyun..

'Minta maaf setelah mengabaikanku? Tak tahu diri!'

Kyuhyun memfull-kan volumenya. Ia melihat Sungmin kesal yang sedang menatapnya, setelah itu Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke depan sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Biarkan Lee Sungmin itu tahu rasanya diabaikan.

.

.

Kyuhyun terus menggenggam tangan Sungmin melewati koridor sekolah yang sudah sepi. Iya, sepi, karena bel pulang sudah berbunyi satu jam yang lalu. Kyuhyun dan Sungmin baru saja keluar karena memperbaiki masalah mereka tadi. Sebenarnya Sungmin kurang nyaman Kyuhyun seperti ini padanya, menggenggam tangannya, tapi mau bagaimana lagi? Bukankah dia sudah menjadi kekasih seorang Cho Kyuhyun, dan seorang Cho Kyuhyun tak menyukai penolakan.

"Kuantarkan kau pulang eoh.." ucap Kyuhyun. Sungmin hanya mengangguk kecil.

Kyuhyun dan Sungmin berjalan ke parkiran sekolah. Setelah sampai, Kyuhyun membukan pintu mobilnya untuk Sungmin. Mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil, tapi Kyuhyun sama sekali tak menjalankan mobilnya.

"Kau mau makan tidak?" tanya Kyuhyun. Sungmin menoleh tapi diam.

"Hey.. aku bertanya, kenapa kau diam?" Kyuhyun mencubit pipi Sungmin gemas.

Sungmin meringis. Ia pun mengangguk. Kyuhyun mengelus pucuk kepala Sungmin.

"Anak pintar!"

Kyuhyun pun menyalakan mesin mobilnya. Baru saja Kyuhyun akan menginjak pedal gas mobilnya tapi Sungmin membuatnya harus menjeda niatannya terlebih dahulu.

"Kenapa?"

"Tapi.. jangan lama-lama.." ucap Sungmin ragu.

"Yaa! Kau benar-benar tak menyukaiku eoh, sampai-sampai kau ingin cepat pulang!" ucap Kyuhyun kesal.

"B-bukan begitu, aku-"

"Ya sudahlah, tidak usah!"

Kyuhyun menjalankan mobilnya dengan perasaan kesal. Sungmin menunduk diam, tak jarang ia melirik Kyuhyun yang terus memasang wajah marahnya. Sungguh, melihat Kyuhyun yang seperti itu membuat Sungmin ingin cepat-cepat sampai rumah.

Diam. Mereka saling diam di saat mobil Kyuhyun berhenti karena lampu merah. Sungmin lagi-lagi melirik Kyuhyun, sedikit kaget saat matanya bertemu dengan mata tajam Kyuhyun. Sungmin menggigit bibir bawahnya takut.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun ketus. Sungmin mengalihkan pandangannya dan menunduk. Menggeleng sedikit untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi.

Lampu hijau menyala, Kyuhyun pun menjalankan mobilnya lagi, kali ini dengan kecepatan diatas rata-rata. Sungmin terkejut bukan main dengan aksi gila Kyuhyun ini. Ia tahu Kyuhyun pasti sangat marah padanya, tapi ini cara yang konyol untuk melampiaskan kemarahannya. Apa dia tidak sadar sedang membawa Sungmin? Sungmin yang ia bilang yeojachingu-nya.

"Komohon jangan cepat-cepat!" akhirnya Sungmin buka suara.

Sungmin terus menunduk dan mencengkram ujung rok seragamnya dengan kuat, berharap bisa melampiaskan ketakutannya.

Tak lama Sungmin merasa mobil yang ia tumpangi itu perlahan berjalan dengan kecepatan semestinya. Sungmin bernafas lega.

'Ckit! Tin! Tin!'

Sungmin terkejut kala Kyuhyun menghentikan mobilnya mendadak dan membunyikan klakson mobilnya dengan kencang saat ada sebuah motor menyelip mobilnya dari samping dengan cepat, dan hal itu sukses membuat jantung Sungmin hampir loncat dari tempatnya.

"Brengsek!"

Sungmin semakin kuat mencengkram ujung rok seragamnya. Ia terus menggigit bibir bawahnya tak peduli jika bibir itu akan merah atau berdarah. Ia benar-benar sangat takut. Kyuhyun benar-benar dilanda emosi, dan tak ada siapa-siapa yang bisa Sungmin harapkan kedatangannya untuk melindunginya dari amukan Kyuhyun jika ia benar mengamuk nantinya.

"A-ayo kita m-makan.." ucap Sungmin pelan. Entahlah, ia pikir mungkin ajakannya bisa membuat Kyuhyun tak lagi marah.

Kyuhyun menoleh kearah Sungmin yang terus menunduk. "Apa maksudmu?"

Sungmin pun menoleh dengan takut. "Ayo k-kita makan.."

"Hh.. untuk apa?"

"J-jangan m-marah lagi.. a-ayo pergi makan.."

"Cih! Pergi saja dengan si kuda itu! Suruh dia untuk menyuapimu!"

Deg!

.

.

To be continue..

Gimana buat chap ini? Membosankan? Saya harap enggak deh..

Oh ya.. terus apa wordsnya kurang? Nanti mohon di review yh ^^

Yaaa.. Kyu marah sma Ming, siapa yg sebenernya tega disini? Sungmin yg bener-bener pngen putus sma Kyu atau Kyu yg slalu membentak Sungmin? Ah, couple satu ini emang penuh tanda tanya yh, da S...

Paling nyesek di ending chap ini. "Suruh dia untuk menyuapimu!" Ah.. bener-bener Kyu! Jahat bngeuuutt. (Readers: lah? Yg bkin kn author?) #lemparcangkangddangkoma #berlindungdiperutShindong :D :P

Ah.. sudahlah, sampai sini bacat-bacotnya, makasih buat yg udh review di chap prtama,the best deh kalian! See ya..

Eitsss... jangan lupa REVIEWnya, hehehe.. bye lagi! Mmmuuaaacchhh.. #ciuminreaderssatu-satu