Because Of Love

.

.

Main cast :

Cho Kyuhyun.

Lee Sungmin.

Choi Siwon.

Kim Kibum.

.

Author : ChominJoy

Rate : T

Genre : Romance, Hurt/comfort.

Warning : Typo(s) dimana-mana, gaje, abal-abal, absurd, enggak sesuai EYD.

Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, mereka milik Joyers!

Ff ini murni buatan saya. Don't bash my fic! Don't like don't read! No plagiat, okay!

Summary : Bullying, cacian, ejekan itu yang didapatkan Sungmin tiap harinya. Bahagia, hanya itu saja yang Sungmin mau, bahagia bersama orang yang ia cintai. Apa itu begitu sulit untuk mendapatkannya? "Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."

.

Chapter 3

.

Pagi ini Sungmin bangun lebih awal. Sengaja, ternyata ia membuat sandwich untuk dibawanya ke sekolah. Ia sedang malas memasak, jadi ia tak sarapan di rumah.

Sudah siap, Sungmin pun keluar dari rumahnya. Sedikit terkejut saat melihat namja tampan yang menyenderkan tubuhnya di mobil itu. Itu Kyuhyun. Kyuhyun? Bukankah Kyuhyun marah padanya? Untuk apa dia kesini?

"K-Kyuhyun-ssi?"

Kyuhyun mendekat "Hey! Apa ini?" Kyuhyun mengusap kelopak mata Sungmin. Badan Sungmin seakan tak dapat bergerak. Usapan lembut di kelopak matanya malah membuat ia takut.

"Tadi malam kau menangis lagi? Matamu betam." kata Kyuhyun masih sambil mengusap-usap sekitar mata Sungmin.

Sungmin menggeleng berbohong. Iya, Kyuhyun benar, tadi malam ia menangis. Menangisi kedua orang yang ia cintai, Eomma dan Appa-nya yang tak akan pernah bisa bertemu dengannya. Ia selalu melakukan itu hampir tiap malam. Dan jangan lupa, ia menangisi masalahnya dengan Kyuhyun kemarin.

'Tsk! Wanita ini! Kau pandai berbohong eoh?' batin Kyuhyun.

"Maaf.." ucap Kyuhyun sambil menatap Sungmin.

Sungmin mengernyit heran. Untuk apa namja itu minta maaf?

"Kemarin.. maaf eoh.. aku.. aku terlalu emosi."

Sungmin diam. Ia ingat kembali kejadian kemarin. Ucapan Kyuhyun pun masih teringat jelas di pikirannya.

Kyuhyun ikut diam. Tiba-tiba saja perut Kyuhyun terasa sakit. Magh! Iya, mungkin magh-nya kambuh. Salahkan dirinya yang tak pernah mau sarapan.

Kyuhyun meringis kesakitan. Tangan kirinya memegang kuat perutnya, sedangkan tangan kanannya memegang bahu Sungmin seakan meminta bantuan. Sungmin sangat terkejut melihat Kyuhyun seperti itu. Ini baru pertama kalinya ia melihat Kyuhyun meringis kesakitan.

"K-kau kenapa?" tanya Sungmin terlihat khawatir dengan Kyuhyun. Walaupun Sungmin tak mencintai atau menyayangi Kyuhyun bukan berarti Sungmin membenci Kyuhyun dan meninggalkannya. Sungmin tak sejahat itu.

"Magh-ku.. kambuh.. aish!"

Sungmin menarik tangan Kyuhyun, dan dibantunya Kyuhyun untuk duduk di bangku teras rumah Sungmin. Sungmin membuka tas pink-nya dan dikeluarkannya sebuah kotak pink dari dalam tasnya.

"Ini! Makanlah dulu, ini masih pagi, kita tidak akan telat." ucap Sungmin.

Satu kemajuan Sungmin menjadi yeojachingu-nya Kyuhyun. Lihat, sekarang Sungmin banyak bicara.

Kyuhyun mengambil sandwich pemberian Sungmin dan dimakannya makanan berbentuk segitiga itu.

Sungmin memasuki rumahnya. Tidak lama, Sungmin keluar lagi membawakan se-sachet obat dan sebotol air putih, lalu diberikannya pada Kyuhyun. Baru saja Kyuhyun ingin memasukan obat itu ke dalam mulutnya. Sungmin sudah mencegahnya lebih dulu.

"Diminum setelah makan. Kau belum selesai memakannya." saran Sungmin. Kyuhyun hanya tersenyum mendengar ucapan Sungmin. Benar, Sungmin jadi banyak bicara.

"Kenapa tidak dihabiskan semua?" tanya Sungmin pelan.

"Sisa dua, kita makan bersama saat istirahat eoh.." Setelah itu Kyuhyun meminum obat yang diberikan Sungmin.

"Ayo! Nanti kita telat!" Kyuhyun memberikan kotak bekal pink itu pada pemiliknya.

.

.

Saat jam pelajaran, Sungmin sangat tenang mengamati guru yang mengajar, berbeda dengan Kyuhyun yang tak mau diam duduk di depan Sungmin. Iya, Kyuhyun pindang tempat duduk lagi kemarin. Ia pikir Sungmin benar-benar tak mau bicar padanya.

Kyuhyun benar-benar risuh. Tak jarang, seonsaengnim memarahi Kyuhyun yang sering menghadap ke belakang-Sungmin. Alasannya dia tak punya pena, jadi ia harus pinjam ke Sungmin. Lalu ia bilang, penghapusnya hilang, jadi ia harus pinjam ke Sungmin juga. Aneh sekali bukan? Menulis memakai pena tapi menghapusnya memakai penghapus. Cho Kyuhyun.. itu alasan yang tidak tepat!

Saat ini jam istirahat. Kyuhyun pun mengajak Sungmin ke taman sekolah. Tak lupa Sungmin membawa kotak bekalnya. Kini mereka sudah ada di bawah pohon besar yang rindang. Sangat sejuk.

"Umm.. k-kau tidak suka pelajaran tadi?" tanya Sungmin memulai pembicaraan.

"Huh?" Kyuhyun bingung.

"Tadi k-kau tak mau diam."

"Hh.. aku sudah cukup pandai." kata Kyuhyun bangga. Memang benar, Kyuhyun itu pandai, dia selalu mendapatkan peringkat pertama di kelas. Hh.. pintar tapi playboy.

Sungmin hanya terkekeh mendengar ucapan Kyuhyun. Sungmin pikir, ternyata Kyuhyun tak seburuk yang diucapkan Siwon.

"Salah kau mencuri perhatianku! Kau mengganggu konsentrasiku!" ucap Kyuhyun sebal. Berniat menggoda Sungmin. Sungmin malah terlihat kebingungan.

"Iya, kau! Wajahmu itu! Membuat konseantrasiku hilang! Wajahmu terlalu cantik, aku sebal!"

Kyuhyun memasang raut sebalnya. Sedangkan Sungmin, ia menunduk malu. Demi apa! Kyuhyun menggodanya! Astaga! Tidakkah dia tau Sungmin sangat malu?

"Kapan kau akan sepertiku. Pasti sangat seru menjadi pasangan yang sama-sama pintar."

GLERR!

Seperti disengat listrik rasanya. Entah kenapa ucapan Kyuhyun barusan membuat dada Sungmin sesak. Ia sedikit tak terima dengan ucapan Kyuhyun. Sungmin memang tak sepandai Kyuhyun, tapi ucapan Kyuhyun tadi sangat mengusik hati Sungmin. Apa Kyuhyun memang benar tak mencintainya? Lalu untuk apa hubungan ini masih berjalan tanpa ada cinta? Percuma bukan? Sungmin benar-benar mengutuk dirinya yang begitu pendiam.

Baru saja Kyuhyun berhasil membuatnya terbang melayang tapi dengan cepatnya Kyuhyun merobek sayap Sungmin hingga ia terjatuh sangat sakit. Serasa terjatuh dari ketinggian yang indah dan tertancap paku-paku karat dibawahnya. Sangat sakit

"Ah.. aku ke toilet sebentar eoh, kita bisa makan itu saat pulang sekolah. Kau bisa ke kelas jika kau mau. Sepertinya aku akan ke perpustakaan setelah dari toilet."

"A-ada apa?"

Kyuhyun menggeleng. "Tidak ada apa-apa! Hanya ingin baca buku saja. Kau ke kelas saja!" ucap Kyuhyun sambil bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

Sungmin menatap punggung Kyuhyun yang mulai menjauh dari pandangannya. Ada apa ini? Mengapa suruhan Kyuhyun tadi seakan tak memperdulikannya. Padahal dirinya itu yeoja- ah, sudahlah, untuk apa Sungmin membutuhkan Kyuhyun. Toh dirinya tak cinta dengan namja itu. Lagi pula ada Siwon yang selalu ada untuknya.

"Aku hanya mainanmu saja 'kan?" gumam Sungmin.

.

.

Sudah lima menit Sungmin berdiam diri. Akhirnya, Sungmin pun memutuskan untuk pergi ke kelas. Tapi..

Di depan sana ada beberapa yeoja yang menghadang Sungmin, mereka menatap Sungmin dengan tajamnya. Sungmin diam sejenak, ia ingin berputar arah tapi tidak! Ia tak boleh takut seperti ini! Sungmin melangkahkan kakinya lagi sambil menunduk.

Brugh!

Sungmin meringis kesakitan saat tubuhnya didorong salah satu siswi itu. Sungmin jatuh tersungkur ke lantai.

"Bangun kau! Ayo bangun!"

Sungmin menunduk takut.

"Kau tak dengar huh! Ayo bangun, bodoh!" dua orang siswi menarik kedua tangan Sungmin dengan kasar. Sungmin pun kini berdiri di hadapan tiga siswa dan dua siswa lagi yang masih memegang kedua lengannya.

"Apa kabarmu hari ini Lee Sungmin?" tanya salah satu siswi itu yang Sungmin pikir pasti ketuanya.

"Kudengar.. kau sekarang menjadi yeojachingu Kyuhyun? Apakah itu benar?" tanya siswi itu meremehkan Sungmin.

Sungmin tak menjawab. Ia tak punya keberanian untuk bicara sekalipun.

"Kau tuli huh! Ayo jawab!" bentak yeoja lainnya.

Sungmin pun menggeleng kecil. Kelima yeoja itu terkekeh meremehkan kebohongan Sungmin.

"Berani berbohong eoh.."

Plak!

Sungmin meringis kesakitan. Yeoja cantik dihadapannya ini menampar pipinya.

"Jawab Lee Sungmin!"

Dengan berat Sungmin mengangguk kecil. Saat itu juga setetes air mata jatuh dari mata Sungmin.

Plak! Plak!

Sungmin merangis kesakitan lagi saat dengan mudahnya siswi itu menampar kedua pipinya. Sungmin menahan tangisnya. Tidak! Ia tidak boleh menangis! Ia tidak mau terlihat lemah dihadapan orang-orang yang benci terhadapnya. Karena Sungmim tahu mereka seperti itu karena mereka iri, mereka iri terhadap dirinya sendiri karena perilaku buruk mereka, mereka tak mampu untuk menjadi lebih baik, sehingga mereka melampiaskan pada seorang Lee Sungmin yang pendiam.

"Lancang sekali kau menjadi kekasih Kyuhyun! Kau tidak boleh menjadi yeojachingu-nya! Kau keterlaluan Lee Sungmin! Kau itu hanya sampah! Dan sampah patut untuk dibuang!"

Plak! Bugh! Bugh! Plak!

Badan Sungmin lemas. Semua badannya berhasil mereka buat lemas. Sungmin tak kuat untuk berdiri, kepalanya terasa berat, kakinya bergetar, wajahnya babak-belur, seragam yang melekat pada tubuhnya berantakan. Bahkan darah segar kini keluar dari ujung bibir shape M-nya.

"Kuingatkan padamu! Berhenti menjadi kekasihnya kalau kau tak mau sakit! Aku tak akan menghabisimu, tapi Kyuhyun sendiri yang akan mengahabisimu! Karena.. Kyuhyun tak akan pernah bisa mencintaimu!"

Yeoja snow white itu melangkah pergi meninggalkan Sungmin dengan keempat temannya. Sungmin memandang punggung kelima yeoja itu dengan sendu.

Seperti inilah kehidupan sekolah bagi Lee Sungmin. Sekolah itu penuh dengan siksaan, tawa keras meremehkan, dan tangisan yang menyedihkan hati. Sungmin sudah lelah, ia ingin pindah sekolah, tapi ia tak punya biaya. Ia sekolah disini karena mendapatkan bea siswa atas kemahirannya di bidang bela diri. Sungmin bisa bela diri, itu pun dulu, setelah masuk ke sekolah ini ia kurang bisa melakukannya lagi. Lebih-lebih dulu ia hampir pincang karena kejahatan seniornya yang saat itu tega mendorong tubuhnya dari atas tangga. Hal itu juga yang membuat Sungmin tak bisa lagi bela diri. Bahkan untuk melawan kelima yeoja tadi saja ia tak berani.

Sungmin melangkahkan kakinya yang lemas melewati koridor sekolah. Langkah kakinya terhenti saat melihat pintu berwarna abu-abu di sampingnya. Pintu itu adalah jalan untuk menuju atap sekolah. Niat untuk pergi ke kelas pun ia ralat, Sungmin membuka pintu itu dan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga yang menghubungkannya ke atap sekolah.

Kaki mungil Sungmin terus melangkah sampai di anak tangga paling atas. Di hadapannya sudah ada pintu, Sungmin pun membuka pintu itu, ia di sambut dengan angin-angin sejuk yang menerpa tubuhnya. Sungmin melangkahkan kakinya lagi, tepat saat itu tubuhnya serasa semakin lemas. Mengapa rasanya ia tak terima dengan pemandangan yang ada disana? Diujung sana!

Apa itu? Apa yang ia lakukan? Siapa orang yang bersamanya?

'Aku tidak percaya ini..'

Yang dilihatnya saat ini adalah pria tampan yang sedang bersama seorang wanita. Mereka.. mereka berciuman dengan mesranya. Pria itu.. Cho Kyuhyun, namjachingu-nya.

Terlihat sekali seringai Kyuhyun di balik bibirnya yang masih bersentuhan dengan bibir yeoja itu. Yeoja itu pun terlihat menikmati yang Kyuhyun lakukan. Kedua tangan Kyuhyun mencengkram tangan yeoja itu, tubuh yeoja itu ia senderkan di dinding, tangan yeoja itu melingkar dengan mesranya di leher Kyuhyun.

Entah refleks atau bukan, kaki Sungmin melangkah mundur dengan pelan. Setelah ia menemukan pintu, ia tutup pintu itu dan langsung menuruni anak tangga dengan cepat. Ia gebrakan pintu. Entah perasaan atau mungkin mood-nya yang hancur saat ini.

'Aku.. aku tak perca-.. ah! Untuk apa aku peduli' batin Sungmin kacau.

Sungmin yang sebelumnya berlari kini berjalan dengan cepar sambil menunduk. Mencoba untuk melupakan kejadian beberapa menit lalu, tapi sayang otaknya tak bisa diajak kompromi. Ada apa dengannya? Bukankah sudah wajar melihat kejadian tadi, mengingat sosok itu seorang playboy. Sungmin yakin ini hanya anemia-nya yang kambuh.

Brugh!

Sungmin tersadar dari pikirannya. Kini di hadapannya sudah ada namja tampan berlesung pipi itu.

"Sungmin.. ada apa? Mengapa kau berlari?" sahut namja itu yang ternyata Siwon.

Sungmin menggeleng. Rasa yang tadi ia rasakan masih melekat padanya. Untuk berkata pun sepertinya Sungmin tak bisa.

"Sungmin.. ayo cerita padaku."

"Aku tidak apa-apa.." jawab Sungmin akhirnya sambil mencoba tersenyum. Walaupun senyumnya tak utuh.

"Tsk! Kau membuatku khawatir."

Siwon dan Sungmin pun berjalan bersama. Seperti biasa, yeoja-yeoja yang melihat mereka berdua menghina Sungmin. Tak jarang juga Siwon membentak balik yeoja-yeoja yang menghina Sungmin. Mereka berdua pun berpisah di depan kelas Sungmin.

"Kalau kau ada masalah ceritalah padaku eoh.." ucap Siwon sambil mengelus pucuk kepala Sungmin.

Sungmin mengangguk sambil berusaha tersenyum.

"Baiklah, aku ke kelas eoh.. dah.. Lee Sungmin!"

Siwon melambaikan tangannya ke arah Sungmin. Sungmin hanya tersenyum melihat kelakuan Siwon.

.

.

Bel pulang sudah berbunyi. Sungmin membereskan peralatan sekolahnya ke dalam tas. Langkah Sungmin terhenti saat ia berjalan melewati bangku di depannya.

"Tunggu!" suara itu, suara bass itu! Sungmin yakin ia orangnya. Sungmin melanjutkan langkahnya lagi tak memperdulikan sahutan suara itu.

"Lee Sungmin! Kau tak mendengarku!" lagi-lagi Sungmin menghentikan langkahnya.

"Kemari!" suruh orang itu. Sungmin pun terpaksa berbalik dan mendekat kepada orang yang memanggilnya tadi.

"Aku akan mengantarkanmu pulang, tapi tunggu aku eoh! Tinggal beberapa kata lagi." ucap orang itu sambil terus menulis dan melirik papan tulis.

'Mengantarkanku pulang? Belum cukup mempermainkanku eoh?' batin Sungmin.

Sungmin berniat untuk pergi tapi lagi dan lagi Kyuhyun menahannya.

"Kau ini benar-benar tidak dengar aku eoh! Aku bicara padamu, Lee Sungmin!"

Setelah Kyuhyun selesai merapikan alat sekolahnya ke dalam tas. Kyuhyun pun berjalan mendekati Sungmin.

Kyuhyun hanya menatap Sungmin tajam. Sungmin tak berani melihat tatapan Kyuhyun, maka dari itu Sungmin menundukan kepalanya takut.

"Kau tak mendengarku! Kau ini kenapa huh!" bentak Kyuhyun. "Akh! Sudahlah.. ayo pulang!"

Kyuhyun berjalan mendahului Sungmin. Sungmin bingung. Sebenarnya, ia tak mau pulang bersama Kyuhyun, tapi Kyuhyun sekarang sedang marah, Sungmin hanya bisa pasrah dari pada dirinya kenapa-kenapa karena telah menolak ajakannya.

Setelah masuk ke dalam mobil. Kyuhyun hanya diam memegang setir mobilnya. Tak berniat untuk menjalankan mobilnya.

"Ada apa denganmu Lee Sungmin? Kau seakan mengacuhkanku!" ucap Kyuhyun membuat Sungmin menunduk takut.

"Lee Sungmin! Jawab aku!" bentak Kyuhyun.

Sungmin pun menggeleng pelan.

"Tsk! Terserah kau!"

"Bekalmu mana? Ayo kita makan dulu, sebenarnya aku sudah kenyang, tapi aku kasihan padamu!" kata Kyuhyun ketus.

Sungmin pun mengeluarkan kotak bekalnya dari dalam tas, dan diberikannya kotak pink itu pada Kyuhyun.

"Kau tak makan?" tanya Kyuhyun. Sungmin menggeleng.

"Kenapa? Bagaimana jika kau sakit? Kau akan merepotkanku!"

Deg!

'Tuhan.. aku lelah.. aku tak mau dipermainkan!'

"Aku bertanya-"

"Aku kenyang." jawab Sungmin singkat.

Kyuhyun hanya bisa mengangguk dan melanjutkan makannya.

"K-Kyuhyun-ssi.." lirih Sungmin. Kyuhyun pun menoleh.

"Jangan seformal itu padaku!" ucap Kyuhyun benar-benar ketus.

"Ada apa?"

"Umm.. b-boleh aku bertanya?"

Kyuhyun mengangguk malas. Diam-diam Sungmin menghembuskan nafasnya. Baiklah.. Sungmin akan mencoba bertanya padanya!

"Umm.. t-tadi k-kau kemana sampai bel masuk?" entahlah, Sungmin ingin menanyakan hal itu. Ia ingin memastikan.

Ucapan Sungmin barusan membuat Kyuhyun tersendak. "Uhuk.. hhuk.. t-tentu saja ke perpustakaan, bukankah aku sudah bilang padamu?"

"Mm.. kau-" ucapan Sungmin terpotong.

"Sandwich buatanmu sangat enak!"

"Kyu-"

"Lain kali buatkan lagi untukku eoh!" Lagi-lagi Kyuhyun memotong ucapan Sungmin. Sungmin hanya mengangguk mengerti. Mungkin Kyuhyun memang tak ingin membahas masalah ini.

'Bahkan kau pun tak ingin membahasnya. Ternyata kau juga pembohong eoh.' batin Sungmin.

.

.

"Aku turun disini saja!" ucap Sungmin membuat Kyuhyun mengernyit heran.

Kyuhyun pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Sungmin dengan bingung.

"Kenapa disini? Rumahmu masih jauh!"

Sungmin menggeleng. Setelah itu ia membuka pintu mobil Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar bingung. Apa yang Sungmin lakukan? Mengapa ia ingin turun di halte sepi ini?

Kyuhyun pun keluar dari mobilnya juga. Dengan kesal ia melangkah mendekati Sungmin. Sungmin hanya mampu menunduk berharap Kyuhyun tak akan memarahinya ataupun membentaknya.

"Untuk apa kau turun disini?" tanya Kyuhyun kesal.

Sungmin lagi-lagi menggeleng, dan hal itu benar-benar membuat emosi Kyuhyun makin bertambah.

"Lee Sungmin, kau tahu hari ini benar-benar melelahkan untukku. Aku lelah menghadapimu.." cibir Kyuhyun datar.

Sungmin menggigit bibir bawahnya. Namja tampan itu lelah menghadapinya? Apa dia tak tahu bahwa Sungminlah yang paling lelah disini. Dia tidak sadar?

'Aku yang paling lelah Kyu.. aku sungguh lelah! Sangat Kyu! Apa kau tak mengerti?'

"Kau terlalu manja Lee Sungmin! Tak sadarkah kau akan hal itu! Sebenarnya apa yang kau inginkan huh! Kau ingin aku memelukmu terus? Kau ingin aku memperhatikanmu terus? Kau tak tahu, aku lelah Lee Sungmin!" bentak Kyuhyun.

Sungmin menutup matanya mendengar ucapan kasar Kyuhyun padanya. Ingin rasanya menangis, berteriak di hadapan namja tampan ini, tapi Sungmin tak mampu, Sungmin tak bisa.

"Aku pamit.."

Sungmin menundukan setengah tubuhnya di hadapan Kyuhyun. Setelahnya, Sungmin berbalik dan melangkah menjauh dari Kyuhyun. Kyuhyun menatap punggung Sungmin penuh emosi.

"Terserah kau Lee Sungmin!" teriak Kyuhyun. Saat itu juga air mata Sungmin jatuh.

'Tuhan.. kuatkanlah aku, jangan buat aku selemah ini. Kumohon.. aku sudah lelah, jangan buat aku semakin lelah. Aku hanya ingin bahagia, sekali pun tak apa. Itu saja yang kumau kenapa sangat sulit? Aku terlalu lelah disini..'

Sungmin terus berjalan sampai akhirnya ia berhenti di tempat tujuannya. Sebuah rumah sederhana yang menampung banyak anak tak ber-orangtua. Ya, sebuah panti asuhan, tempat dimana Sungmin dibesarkan semenjak kecil, bahkan semenjak ia bayi.

"Minnie!" teriak seseorang membuat senyuman Sungmin mengembang dengan manisnya.

"Sudah lama kau tak kesini, aku merindukanmu.." wanita paruh baya itu memeluk Sungmin dengan erat.

Sungmin mengangguk kecil berusaha memberitahu bahwa ia juga merindukan wanita yang memeluknya ini. Wanita itu pun melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin.

"Kau semakin cantik eoh.." pujinya membuat Sungmin menunduk malu.

"A-aku baru saja dua bulan tidak kesini Park ahjumma.."

Wanita paruh baya yang dipanggil Sungmin Park ahjumma itu pun terkekeh geli melihat Sungmin yang malu-malu. Sungmin-nya masih sama seperti dulu. Pemalu dan mudah digoda.

Oh ya.. selain Siwon, orang yang biasa bicara pada Sungmin juga Park ahjumma dan para anak-anak disini. Park ahjumma tahu kalau Sungmin tak suka bicara ataupun mengobrol. Maka dari itu ia mencoba membuat Sungmin agar ingin bicara padanya dulu, dan akhirnya sampai sekarang Sungmin benar-benar nyaman bicara dengannya. Tapi Park ahjumma juga ingin Sungmin tak sependiam ini pada orang lain. Tak baik juga bukan menjadi orang yang benar-benar pendiam.

"Sungmin noona!" teriak seseorang dengan kerasnya membuat Sungmin dan Park ahjumma menoleh ke sumber suara tersebut.

Disana, Sungmin melihat seorang anak laki-laki kurang lebih berumur 10 tahun sedang berlari kearahnya sambil melambaikan tangannya dengan gembira. Sungmin pun membalas lambaian anak itu sambil tersenyum.

Anak itu langsung memeluk Sungmin dengan erat. Sungmin pun ikut memeluk tubuh mungil anak itu.

"Minnie noona kenapa baru datang sekarang? Kemana saja?" tanya anak itu sambil melepaskan pelukannya.

"Mianhae Sandeul.. noona terlalu sibuk sampai lupa datang kesini." ucap Sungmin sambil menyeimbangkan ketinggiannya dengan anak kecil yang ia panggil Sandeul itu.

"Kalau begitu ahjumma pergi dulu eoh.. Sandeul, ahjumma ingatkan padamu agar tak nakal pada Sungmin eoh.." ingat Park ahjumma.

"Aku tak nakal ahjumma!" tolak Sandeul kesal. Sungmin terkekeh saat melihat raut wajah Sandeul yang menggemaskan.

Park ahjumma hanya menggeleng maklum pada sifat Sandeul. Setelah itu ia pergi menyisakan Sungmin dan Sandeul di taman panti asuhan ini.

"Noona.. apa kau sudah mempunyai kekasih?" tanya Sandeul membuat Sungmin membelalakan matanya resah.

"M-maksudmu?"

"Seorang namjachingu.. Minnie noona pasti mengerti." ucap Sandeul seperti menggoda. Ah, sepertinya Sungmin benar-benar tepat untuk menjadi korban godaan.

"A-aku?"

"Ne! Siapa lagi?"

"Mengapa kau bertanya seperti itu padaku huh!" kata Sungmin sebal. "Memangnya kau sendiri sudah-"

"Sandeullie!"

Sungmin lagi-lagi menoleh mencari keberadaan orang yang berteriak itu. Mengapa hari ini semua orang berteriak? Pikir Sungmin.

"Yaa! Kenapa kau malah disini dan mengobrol dengan dia!" bentak anak perempuan yang sebaya dengan Sandeul itu. Sandeul malah menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan Sungmin sedikit kebingungan pada yeoja kecil yang tiba-tiba datang membentak Sandeul ini.

"Jangan marah eoh.." ucap Sandeul pada yeoja imut itu.

"Siapa dia?"

Sungmin hanya mengernyit heran dibicarakan oleh yeoja kecil ini. Tidak sopan!

"Dia Sungmin noona, dia dibesarkan disini. Tak apa Hana.. noona ini orang baik!" jawab Sandeul yang malah membuat Sungmin kesal.

Memangnya dia pikir, ia orang jahat? Sandeul dan yeoja kecil bernama Hana ini sama saja. Sama-sama menyebalkan!

"Ada apa ini?" kini Sungmin mulai ikut mengobrol dengan kedua anak kecil ini.

"Sandeul menculik bonekaku eonni.. lalu saat aku memintanya kembali, dia bilang bonekanya telah hilang.. itu boneka kesayanganku!" adu Hana pada Sungmin.

"Aku tidak menghilangkannya!" tolak Sandeul.

"Lalu apa!"

"Aku..aku.. hanya.. lupa menaruhnya dimana.."

"Yaa! Kalau kau seperti ini dan tak bisa menemukan kembali bonekaku, aku akan-"

"Jangan! Jangan Hana! Aku akan mencarinya.."

"Aku akan membencimu jika kau tak menemukannya!" ucap Hana tajam, setelah itu ia pergi dengan kesal.

"Umn.. noona.. sepertinya aku tak bisa lama-lama disini bersamamu, aku harus mencarinya.. kalau tidak.. dia.. aish!" ucap Sandeul khawatir.

"Kau dan dia.." Sungmin menatap Sandeul tak percaya.

Sandeul hanya tersenyum malu menanggapi ucapan Sungmin. Lalu Sandeul berlari mengejar Hana. Sungmin benar-benar tak percaya jika Sandeul dan Hana memang benar.. berpacaran.

"Yaa! Sandeul! Kau masih kecil! Putuskan dia!" teriak Sungmin.

Sandeul menoleh ke arah Sungmin masih tetap berlari. "Aku mencintainya!"

"Sandeul!"

Sungmin melihat Sandeul yang berlari ke arah Hana dan setelah sampai ia langsung meraih tangan Hana, tapi sayang Hana menepisnya dan tetap berjalan. Tapi Sandeul langsung berjalan mendahului Hana dan merentangkan kedua tangannya dihadapan Hana berusaha mencegah gadis kecil itu berjalan lebih jauh lagi.

"Anak itu!" gerutu Sungmin.

Sungmin berdecak dan menggeleng maklum. Tak percaya saja saat tahu bahwa Sandul mempunyai yeojachingu disaat umurnya masih 10 tahun. Dirinya saja.. baru sekarang dan pertama kalinya berpacaran.

"Ternyata kau berisik eoh.."

Refleks Sungmin menoleh dan.. taraa! Cho Kyuhyun ada di hadapannya sekarang.

"K-Kyuhyun.."

Sungmin membelalakan matanya tak percaya, bukankah dia tadi marah dan pergi? Kenapa evil ini ada disini?

"Maaf.."

Sungmin semakin bingung. Maaf? Untuk?

"Tadi.." sambung Kyuhyun lagi.

Kini Sungmin mengerti. Sungmin menunduk diam, kembali menjadi Sungmin yang biasanya.

"Ayo pulang.."

Kyuhyun menarik tangan Sungmin membuat pemilik tangan itu membelalakan matanya lagi. Kyuhyun terus menarik tangan Sungmin sampai di tempat tadi, tempat disaat Kyuhyun memarahinya. Jadi Kyuhyun memang mengikutinya?

Kyuhyun membukakan pintu untuk Sungmin dan setelah Sungmin masuk, Kyuhyun pun berjalan ke pintu kemudi dan memasukinya.

"Mianhae.. kau mau memaafkanku 'kan?" tanya Kyuhyun memecahkan keheningan.

Sungmin diam tak menjawab melainkan malah menunduk sambil memainkan kukunya. Kyuhyun sedikit kesal Sungmin mengabaikannya.

"Kau bisa jawab aku 'kan Min? Disana kau selalu bicara jika ada yang mengajakmu berbicara, tapi kenapa kau-" Kyuhyun berhenti bicara. Ia takut kalau ia melanjutkannya yang ada ia malah emosi dan akan memarahi Sungmin lagi nantinya.

"Hhhh.." Kyuhyun menghembuskan nafasnya, berharap ia bisa menahan emosinya agar tidak meluap.

"Kutanya lagi, kau mau memaafkanku 'kan?"

Tak ada respon. Sungmin tetap diam menunduk. Kini Kyuhyun sudah mengepalkan tangannya kuat.

"Terserah kau saja!" Kyuhyun mengeram frustasi.

Ia mengacak rambutnya dengan kasar. Sungmin benar-benar membuat emosinya meledak. Apa susahnya, menjawab iya atau tidak, itu saja, mengapa sulit sekali?

.

.

"Nah.. sudah sampai, kau jangan lupa makan siang eoh." saran Kyuhyun setelah mematikan mesin mobilnya.

Sungmin hanya mengangguk. Asal kalian tahu, Kyuhyun sudah benar-benar emosi menghadapi sifat pendiam Sungmin ini. Sungmin itu lebih pendiam dari pada orang pendiam.

"Tadi pagi dan di panti asuhan tadi kau banyak bicara, tapi mengapa sekarang diam saja. Kau sakit?" Kyuhyun mencoba sabar. Sungmin menggeleng.

"Aku pulang.." gumam Sungmin sambil menundukan kepalanya ke arah Kyuhyun. Setelah itu Sungmin keluar dari mobil Kyuhyun

"Sungmin!" panggil Kyuhyun dari dalam mobil.

Sungmin terus melangkah ke arah rumahnya. Kyuhyun yang merasa diabaikan pun langsung keluar dari mobil dan mengejar Sungmin.

"Sungmin!"

Sungmin berbalik dan mendapati Kyuhyun dengan ekspresinya yang datar.

"Sebenarnya ada apa? Mengapa kau bersikap seperti ini padaku? Kau yeojachingu-ku Lee Sungmin!"

'Kau selalu mengatakan itu. Sebenarnya apa maumu! Aku memang yeojachingu-mu, yeojachingu sebagai mainan 'kan? Atau sebagai pelampiasan saja?' batin Sungmin.

"Maaf.. aku ingin istirahat, aku lelah." jawab Sungmin sambil berjalan mendekati pintu rumahnya.

Kyuhyun pun mendekati Sungmin lagi yang sudah siap memegang knop pintu rumahnya.

"Minnie.. kau sangat berbeda dengan tadi pagi."

"Aku tak apa-apa." jawab Sungmin tanpa berbalik.

Kyuhyun yang mulai geram mencengkram tangan Sungmin dan dibalikannya tubuh Sungmin agar bisa menatapnya.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Melirik bibir shape M yang merona itu. Semakin dekat jarak wajah mereka, Sungmin pun semakin takut. Ia memejamkan matanya menutup ketakutannya.

"Apa kau mencintaiku?" tanya Sungmin tiba-tiba, sukses membuat Kyuhyun terpatung tepat di hadapan wajah Sungmin.

Sungmin kembali membuka matanya. Kyuhyun diam menatap foxy Sungmin. Setelah itu ia menjauhkan wajahnya dan merapikan pakaiannya yang sama sekali tak terlihat berantakan.

"Kau-"

"Jawab aku Kyu!" pinta Sungmin sambil menunduk.

"Masuklah, aku lupa kalau aku akan bertemu dengan temanku." Kyuhyun berjalan cepat meninggalkan Sungmin yang masih tertunduk.

Sungmin paham. Sungmin mengerti bahwa.. Kyuhyun memang hanya ingin menjadikannya mainan, tidak lebih.

'Jangan bersikap baik jika kau terpaksa melakukannya.'

.

.

To be continue..

Wuaahhh... aku tepaaarr...

Sakitnya tuh disini #nunjukjari

Bagaimana untuk chap ini? Memuaskan? Siapa yang sedih.. hayo..

Oh ya.. kalo ada yg suka sama sandeul maaf yh, sandeul kemungkinan memang cuma hanya di chap ini aja. Saya suka sih sama sandeul, soalnya dia itu anaknya kyumin, tapi ya mau bgimana lagi.. udh jlan critanya sih.. tapi... kalo di lain chap sya butuh dia sya akan adain sandeul di chap itu!

Kenapa lagi sih dengan mereka? Ini emang Kyuhyunnya yang suka marah2 apa Sungminnya yang bikin emosi Kyuhyun aja?

Aish! Couple satu ini bner2 bikin pnsran da S

Ah, saya bingung harus bilang apa lagi. Karena klo buat a/n sya kurang jago(?)

Baiklah.. satu aja yg pngen saya sampein, eh dua deh

satu, makasih yang udh mau review, lopyu lah..

dua, minta dihargai yh ff ini, review, or follow story, or favorite story, klo bisa follow/ favorite authornya deh..

Oke! Untuk 10 review prtama di chap ini, akan sya masukin pen name-nya di chap slnjutnya, berminat? Makanya review yh ^^

Buat balesan review, mungkin di chap sljutnya juga yh, biar seklian, hehehe..

Udah deh ah.. see ya all.. mmmmmuuuaaacchh #ciumdaddyKyu #ciummommyMing