Because Of Love

.

.

Main cast :

Cho Kyuhyun.

Lee Sungmin.

Choi Siwon.

Kim Kibum.

.

Author : ChominJoy

Rate : T

Genre : Romance, Hurt/comfort.

Warning : Typo(s) dimana-mana, gaje, abal-abal, absurd, enggak sesuai EYD.

Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, mereka milik Joyers!

Ff ini murni buatan saya. Don't bash my fic! Don't like don't read! No plagiat, okay!

Summary : Bullying, cacian, ejekan itu yang didapatkan Sungmin tiap harinya. Bahagia, hanya itu saja yang Sungmin mau, bahagia bersama orang yang ia cintai. Apa itu begitu sulit untuk mendapatkannya? "Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."

.

Chapter 4

.

Sudah larut malam tapi tak ada niatan sedikit pun mata Sungmin tertutup. Entahlah, hatinya kini merasa bimbang, rasa dihatinya pun sangat aneh mengingat kejadian di atap sekolah saat itu.

Sungmin Pov.

Ada apa denganku? Mengapa rasanya aku sedikit tak terima saat melihatnya seperti itu? Apa aku cemburu? tidak! Tidak mungkin!

Lalu mengapa saat aku bertanya padanya dia tak menjawab? Lalu untuk apa hubungan ini ada jika..

Drtt.. drrtt..

Ponselku tiba-tiba bergetar. Kuambil ponselku di meja nakas. Aku merasakan hal aneh itu lagi saat melihat nama yang terpampang di ponselku. Tuhan.. jangan buat aku bingung dengan perasaan aneh ini.

"Yeoboseyo!" kudengar suara bass itu menyapa gendang telingaku.

"Minnie.. kau belum tidur? ini sudah malam." tanyanya.

Tuhan.. mengapa dia begitu perhatian padaku? Tapi mengapa aku merasakan dia tak mencintaiku?

"Minnie.. kau-"

"Aku terbangun." jawabku berbohong.

"Benarkah? Aish! Aku ini kurang ajar telah mengganggu putri yang sedang tidur. Ya sudah kalau begitu, aku-"

"Tak apa, aku sudah dari tadi bangun dan kau menelfonku." Entahlah, rasanya aku ingin mendengarnya bicara.

"Sudahlah, lagi pula ini sudah-"

"Tak apa, sungguh!"

"Aish kau ini! Bilang saja rindu dengan suaraku hehehe.." aku tersenyum kecil mendengarnya.

"Minnie.."

"Ya?"

"Boleh aku bertanya sesuatu?"

"Ne, silahkan."

"Apa.. apa kau merasa tertekan jika bersamaku?"

Deg!

Jantungku. Ada apa ini? Mengapa rasanya aku tidak terima dengan ucapannya. Ini sangat sulit diartikan Kyu! Aku tidak tahu!

"Min.. apa kau masih merasa gugup jika di dekatku?"

Entahlah Kyu, aku masih bingung.

"Kau masih disana 'kan? Apa.. apa kau masih menginginkan kita mengakhiri hubungan ini?"

Tidak! Tidak Kyu! Akh! Ada apa dengaku? Tidak? Mengapa aku berfikir seperti itu? Bukankah aku memang menginginkannya. Lee Sungmin apa yang sebenarnya kau pikirkan? Kau gila huh!

"Min.. mengapa kau diam? Kau sudah tidur eoh? Min.. apa.. aku masih boleh memelukmu saat kau menangis?"

"..." aku tetap diam, terus mendengarkan ucapannya yang sedikit membuat hatiku tak enak, tak nyaman, tak.. tak bisa kuartikan!

"Oh, kau sudah tidur ya? Ya sudah.. selamat malam Minnie, mimpi yang indah eoh!"

Tut.. tut..

Dia mematikan sambungan telfonnya. Aku menatap layar ponselku dengan sendu. Sendu? Memangnya ada apa? Aish! Lee Sungmin!

.

.

Author Pov.

Paginya Sungmin terlihat lebih semangat dibanding tadi malam. Dengan sempatnya juga Sungmin membuat sandwich, ya dia pikir Kyuhyun menginginkannya.

'Apa dia sudah di depan?' pikir Sungmin.

Setelah siap, Sungmin pun berangkat, tapi kemana sosok itu? Biasanya dia sudah stand by di depan rumahnya.

Dengan semangatnya Sungmin pergi ke sekolah. Berjalan kaki tak membuatnya lelah, itu semua karena hatinya sedang bahagia. Entahlah padahal tak ada sama sekali yang membuatnya bahagia, hanya saja ia baru sadar telah mencintai sosok itu. Ia baru sadar kalau seperti inilah rasanya memperhatikan seseorang.

Lebih tepatnya jatuh cinta..

.

.

Sudah jam masuk tapi Kyuhyun belum juga datang. Hati Sungmin merasa cemas, ia takut terjadi apa-apa pada Kyuhyun.

Sungmin mengambil ponsel dari sakunya dan jarinya dengan lincah mengetik sesuatu di atas layar ponsel itu.

To : Kyuhyun

Kau dimana?

Send..

Sungmin menunggu balasan Kyuhyun. Cukup lama, pesan yang ia harapkan belum juga muncul.

To : Kyuhyun

Kau belum bangun? Kau tidak sekolah? Kau ada dimana?

Sungmin mengirim pesan lagi pada Kyuhyun. Ah, ternyata seperti ini menghawatirkan orang yang dicintai. Benar-benar membuat khawatir seakan jika benar terjadi sesuatu pada orang yang kita cintai kita akan menghabisi apa yang membuat dia terluka.

Sungmin masih tetap menunggu balasan Kyuhyun. Sampai akhirnya seorang wanita paruh baya memasuki kelasnya, tak lama, kelas pun dimulai. Ah, Kyuhyun benar-benar tidak masuk.

.

.

Jam istirahat. Sungmin merasa kesepian. Tak ada Kyuhyun di sampingnya. Siwon pun entah kemana? Sungmin menatap lemas kotak bekalnya. Lalu untuk apa ia membuatkan sandwich ini kalau ternyata Kyuhyun tidak masuk?

Sungmin berjalan menyusuri koridor sekolah yang cukup ramai dengan malasnya. Tak jarang siswa yang ada disana membully Sungmin, tapi Sungmin tak menghiraukan ucapan mereka. Ia tetap berjalan menuju tempat yang ia tuju.

"Min!"

Refleks Sungmin menoleh kebelakang saat ia mendengar seseorang meneriakan namanya. Sungmin melihat Siwon yang tengah berlari ke arahnya, tapi mengapa Siwon menatapnya seperti khawatir.

"Min! Hosh.. hosh.."

"Bilang padaku, apa yang terjadi kemarin huh?" tanya Siwon setelah menstabilakn nafasnya.

Sungmin mengernyit heran. Siwon menatap Sungmin seakan ia menyesal, tapi Sungmin sungguh tidak tahu mengapa Siwon seperti ini.

"Kenapa? Kenapa wajahmu babak beluk seperti ini huh? Katakan padaku Min!" ucap Siwon sedikit membentak Sungmin berharap yeoja manis ini akan menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.

Sungmin menunduk. Iya, dia baru sadar, kalau Siwon kemarin tak mengetahui keadaannya, dan sialnya kini Siwon sudah tahu.

"Katakan padaku Lee Sungmin! Siapa yang melakukan hal ini padamu? Katakan Lee Sungmin!"

Siwon memegang kedua bahu Sungmin dan menatap kasihan pada Sungmin yang menunduk. Sungguh, Siwon baru sadar keadaan Sungmin hari ini, karena kemarin ia sedang tidak konsen sampai ia lupa keadaan Sungmin yang mencemaskan. Sebenarnya kemarin Siwon sedikit janggal saat bertemu dengan Sungmin dan melihat luka yang membiru si wajah Sungmin. Tapi kini ia tahu, ada yang tidak beres dengan Sungmin.

"Hh.. Sungmin.. maafkan aku, aku baru sadar kalau kau terluka kemarin, kupikir kau jatuh. Aku.. aku benar-benar minta maaf, aku salah telah melupakanmu dan tidak menjagamu.." ucap Siwon bersalah.

Sungmin menggeleng pelan. "A-aku tidak apa-apa. I-iya kemarin aku terjatuh, a-aku membentur dinding." jawab Sungmin berbohong. "Kau tidak salah.."

"B-benarkah? Kuharap tidak ada sesuatu yang kau tutupi Min! Maafkan aku.."

Sungmin mengangguk, dalam hati ia berharap Siwon tidak mengetahuinya. Biarlah, biarkan hanya ia yang tahu, ia tak ingin merepotkan orang lain untuk mengurusinya, menguriusi dirinya yang tak punya apa-apa.

"Kau mau kemana?" tanya Siwon lagi. Sungmin menggeleng sambil tersenyum.

"Umm.. baiklah, aku ke kelas lagi eoh. Cepat sembuh Min!" Siwon membelai pucuk kepala Sungmin dengan lembut.

Sungmin mengangguk. Siwon pun pergi meninggalkan Sungmin. Kini Sungmin kembali berjalan menuju tempat yang sedari tadi ingin ia kunjungi.

Kini Sungmin ada di atap sekolah. Ditatapnya kotak pink berisi sandwich itu. Sungmin hanya menatapnya saja tanpa ada niatan untuk memakannya. Entahlah, ia rasa kurang bernapsu untuk memakannya.

"Hhh.." Sungmin menghela nafasnya.

Nafasnya yang berat, batinnya yang berat, kehidupannya yang berat. Beginikah namanya kehidupan? Manusia harus menjalani hal berat? Tapi mengapa ia melihat orang lain seperti tak punya beban dalam menjalani hidupnya. Lain halnya dengan dirinya yang hanya ingin punya satu permintaan selama ini.

Bahagia! Sulit sekali untuk mendapatkannya!

Apa ada orang lain selain Sungmun yang kesulitan mendapatkan kebahagiannya juga? Adakah? Kalau iya, Sungmin pikir mereka sepertinya masih lebih beruntung dibanding dirinya, kalaupun tidak, berarti hidup ini tidak adil untuknya. Mengapa orang lain bisa? Setega itukah tuhan padanya?

Setelah beberapa menit Sungmin berdiam diri merasakan hembusan angin di atap sekolah, Sungmin pun memutuskan untuk pergi ke kelasnya kembali, ia pun beranjak dari tempatnya sebelum sesuatu yang ia dengar mengusik niatannya.

"Kyummpphh.."

Suara itu membuat langkah Sungmin tertahan. Refleks Sungmin pun menoleh ke sumber suara tersebut.

Deg!

'Kyuhyun..' batin Sungmin.

'Benarkah itu kau? Tak mungkin! Bukankah kau tidak masuk sekolah hari ini? Kyu! Apa yang kau lakukan? Mengapa.. mengapa kau lakukan itu?'

Deg!

Sungmin merasakan nyeri di sekitar dadanya. Jantungnya! Jantungnya berdetak cepat diiringi rasa sakit. Bukan! Bukan detakan bahagia. Tapi..

Sangat sakit..

Sungmin sangat terkejut dengan apa yang ada di hadapannya. Kyuhyun.. Kyuhyun sedang berciuman dengan yeoja lain. Kedua kalinya, dengan yeoja berbeda.

Adegan panas itu membuat mata Sungmin memanas. Hatinya pun sakit serasa ada ribuan jarum karat beracun yang menusuknya. Kyuhyun-nya? Mengaku sebagai namjachingu-nya? Berciuman dengan yeoja lain? Untuk kedua kalinya? Lalu, bukankah yeoja itu yeoja yang memukul dan menamparnya kemarin? Yeoja Snow White itu?

Kotak bekal yang dibawa Sungmin terjatuh dengan sendirinya. Kaki Sungmin bergetar mencoba untuk melangkah mundur. Sungguh, Sungmin tak sanggup menyaksikan kelakuan yang Kyuhyun perbuat ini.

Ini terlalu mudah untuk Kyuhyun, tapi ini terlalu sulit untuk Sungmin!

Sungmin menuruni anak tangga yang menghubungkan koridor dengan atap sekolah dengan lemasnya. Bahkan tadi Sungmin sempat terjatuh dari tangga. Tak perduli rasa sakit yang dialami kakinya. Bahkan rasa sakit itu melebihi rasa sakit di hatinya.

Sungmin terus berlari tak tentu arah. Tak jarang ia menabrak siswa maupun siswi yang sedang berjalan. Berlari sambil menahan tangis yang bisa Sungmin lakukan sekarang. Tak perduli walau ada siswa yang mencegah bahkan mendorongnya, Sungmin terus berlari.

Kini Sungmin sudah berada di bawah pohon taman sekolah, tempat dimana Kyuhyun kemarin mengajaknya kemari.

Sungmin menangis. Menangis mengingat kejadian tadi. Ia tak percaya Kyuhyun melakukannya. Bahkan ini sudah kedua kalinya Sungmin melihat kejadian seperti tadi. Memang sejak awal Sungmin tahu Kyuhyun tak mencintainya. Tapi ia bisa apa? Kyuhyun saja selalu marah jika ia meminta mengakhiri hubungannya. Dan sekarang, disaat dirinya telah mempunyai rasa lebih terhadap namja itu, dia malah mengkhianatinya.

Sungmin Pov.

Kyuhyun.. benarkah itu kau? Apa yang tadi itu kau? Tapi mengapa.. mengapa kau melakukannya?

Sakit Kyu.. aku sungguh kesakitan. Apa kau tahu selama ini aku sangat sakit Kyu! Aku tak pernah merasakan kesenangan di dunia ini. Yang hanya bisa kurasakan itu kesengsaraan Kyu! Apa kau tahu itu!

Bahkan kesengsaraan itu muncul di saat aku pertama kali merasakan cinta. Aku salah! Kukira aku bisa bahagia bersamamu. Kukira kau bisa merubah kesengsaraan yang kurasakan Kyu! Kukira kau bisa merubah duniaku!

Untuk apa kau memintaku jika akhirnya kau mendustakannya! Untuk apa kau memintaku jika akhirnya aku juga memintamu, tapi kau malah mengkhianatinya! Bahkan sepertinya permintaanku juga hanya rasa percaya diriku saja yang berlebihan.

"Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."

Mengapa sulit sekali? Kau selalu mencegahku, kau bilang aku hanya perlu percaya padamu, lalu bagaimana caranya agar aku bisa percaya padamu jika kau ternyata berkelakuan seperti ini di belakangku? Aku harus bagaimana menghadapimu? Disini aku lelah. Aku sungguh lelah.. bisakah kau buat aku tidak lelah? Tapi kenyataannya kau malah membuatku semakin lelah.

Tak ingatkah kau disaat kau datang padaku dan memintaku untuk dirimu? Tak ingatkah kau? Kau dengan mudahnya menjadikan aku apa yang kau mau, kau dengan mudahnya juga mempermainkanku.

Pertama kalinya Kyu. Ini pertama kalinya rasa ini tumbuh di hatiku. Tak bisakah kau mengerti Kyu..

Sedikit saja kau menghargaiku, mengertikanku. Aku tak perlu perhatianmu, aku tak perlu sikap lembutmu, yang kumau hanya tadi Kyu.. hargai dan mengerti.

Author Pov.

Sungmin terus menangis. Hingga bel masuk pun Sungmin tak peduli. Ingin sekali pulang, tapi keadaan tak menyetujuinya.

"Sungmin.."

Sungmin menoleh dan mendapati namja tampan yang sudah duduk di sampingnya. Sungmin langsung mengusap air matanya. Ia tak mau ada orang yang tahu bahwa kesengsaraannya membuatnya seperti ini. Lihatlah, namja ini selalu ada untuknya. Padahal tadi ia bilang ia ingin ke kelas. Tapi kini, ia bertemu lagi, bahkan dia yang menemukan Sungmin.

"Kau kenapa? Kau sakit?" tanya namja itu yang ternyata Siwon.

'Sakit.. aku sangat sakit' jawab Sungmin dalam hati.

"Min.. bicaralah, aku akan mendengarkannya untukmu. Aku tahu sekarang kau sedang ada masalah. Bicaralah Min.." Siwon menatap Sungmin prihatin.

"Apa dia membuatmu terluka?" tanya Siwon, saat itu juga tangisan Sungmin pecah.

Bahkan Siwon pun tahu ia terluka karena 'dia'. Apa 'dia' akan tahu seperti Siwon mengetahuinya?

Siwon memeluk tubuh Sungmin memberikan kekuatan. Sungmin pun tak segan-segan untuk membalas pelukan Siwon. Bahkan Sungmin membalas pelukan Siwon dengan kuatnya seakan ia benar-benar sangat membutuhkan kekuatan dan kehangatan dari sahabatnya ini.

"Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Siwon lagi membuat tangisan Sungmin semakin keras.

"Sstt.. uljima Min!"

"Apa.. hiks.. hiks.. apa aku salah jika aku mencintainya? Hiks.. hiks.. aku tak mau merasakan sakit hiks.. di awal kebahagian yang hampir kurasakan. Apa aku salah?" kini Sungmin mulai bicara.

"Aku hanya ingin bahagia hiks.. aku ingin seperti orang lain. Aku ingin merasakan apa yang dirasakan mereka hiks.. bukan sengsara dan kesedihan yang terus kurasakan.. aku lelah.. hiks.. hiks.. aku sangat lelah.. hiks.. hiks.." lanjut Sungmin disela tangisnya.

Siwon membelai rambut Sungmin lembut. Siwon bisa merasakan kesedihan yang Sungmin rasakan. Dari air mata yang membasahi bajunya saja Siwon sudah tahu itu sangat sakit. Sungguh ia tidak tega Sungmin harus merasakan hal itu. Entahlah, ia ingin sekali terus melindungi Sungmin.

"Min.. kau tak salah. Kau tak perlu menjadi orang lain. Jadilah dirimu sendiri, aku akan melindungimu. Tetaplah kuat Min.. karena aku tahu kau bisa melewatinya, tentu dengan caramu sendiri." balas Siwon.

Siwon melepaskan pelukannya dan menakup wajah Sungmin dengan telapak tangannya.

"Kau mencintainya?" tanya Siwon lembut.

Habis-habisan Sungmin menahan tangisnya yang hampir meledak setelah mendengar pertanyaan Siwon yang juga sebuah pernyataan. Sungmin mengangguk lemah. Siwon kembali memeluk Sungmin, memberikan kehangatan untuk sahabatnya yang ia sayangi layaknya adik sendiri.

"Bersabarlah Min.. keberuntungan dan kebahagiaan akan datang padamu entah itu kapan, tapi bersabarlah eoh.. aku akan mendukungmu jika itu memang bisa membuatmu bahagia. Bertahanlah Min.. kau pasti bisa!"

"Ne.. hiks.. gomawo wonnie.." lirih Sungmin dalam pelukan Siwon.

Siwon kembali melepaskan pelukannya, tangannya bergerak untuk menghapus air mata yang membanjiri pipi Sungmin.

"Mm.. sudahlah jangan menangis lagi, lihatlah wajahmu.. tidak manis lagi, sangat jelek."

"Ayo! Sudah masuk dari tadi, kau perlu belajar. Lupakanlah dulu masalah tadi eoh!" sambung Siwon sambil membangunkan Sungmin. Sungmin mengangguk dan mencoba untuk tersenyum.

Sungmin pikir.. mungkin memang hanya Siwon yang bisa melindunginya. Kalaupun bisa.. Sungmin ingin bisa mencintai Siwon, tapi kenyataannya ia malah mencintai namja yang mempermainkannya.

.

.

Sungmin memasuki kelasnya. Begitu berisik di sana, ternyata tidak ada guru yang masuk untuk mengajar. Ya hasilnya seperti ini kondisi kelas. Gaduh.

Sungmin duduk di bangkunya menatap pemandangan di luar jendela yang ada di sampingnya. Sungmin kembali mengingat kejadian saat jam istirahat tadi.

Kedua kalinya Sungmin melihat Kyuhyun mencium yeoja lain, yeoja yang berbeda. Hebat bukan Cho Kyuhyun itu, ia bisa mencium dua orang wanita yg berbeda sesuka hatinya. Dan hebatnya ia juga membuat hati Sungmin menjadi rapuh.

Hanya saja kali ini berbeda dari kemarin. Kemarin, saat Sungmin melihat Kyuhyun sedang berciuman, Sungmin tak merasakan sakit atau apapun itu, yang Sungmin rasakan hanya perasaan kesal dan cemburu, itu pun sepertinya. Berbeda dengan hari ini, melihat kejadian yang sama seperti kemarin sangat membuat Sungmin sakit hati, badan Sungmin lemas, jantungnya pun seakan tercabik-cabik.

Cinta.. iya, Sungmin baru merasakan cintanya, tapi orang yang dicintanya malah merusak perasaan yang baru saja muncul di hatinya. Terlalu cepat bagi Sungmin. Atau memang.. tuhan tak mengizinkannya untuk merasakan perasaan tersebut?

"Kau sedang apa?"

Deg!

Jantung Sungmin berdetak cepat lagi. Hatinya merasakan hal yang sama seperti tadi. Suara itu. Dia disini, di samping Sungmin. Untuk apa? Dia telah menyakiti Sungmin, lalu untuk apa dia disini?

"Min.."

Sungmin tak menjawab ataupun menoleh ke samping, melainkan ia menangis dalam diam.

"Minnie.." panggil Kyuhyun lagi.

Sungmin diam-diam menghapus air matanya. "Ada apa?" tanya Sungmin tanpa menoleh.

"Aku tadi melihatmu berpelukan dengan Siwon." ucap Kyuhyun, nadanya mengisyaratkan ketidaksukaannya.

'Justru tadi aku melihatmu berciuman dengan yeoja lain dengan mesranya Kyu!'

"Kenapa kau berpelukan dengannya?" tanya Kyuhyun, nadanya tetap sama seperti tadi. Ketus.

'Karena kau Kyu!'

"Mengapa kau tak menjawabku Lee Sungmin! Lihat aku!" bentak Kyuhyun membuat Sungmin kembali menangis.

'Kau pun tak pernah melihatku Kyu!' batin Sungmin berteriak.

Sungmin menangis dalam diamnya. Tidak ada isakan. Sungmin tak ingin Kyuhyun tahu kalau ia menangis.

Tiba-tiba Kyuhyun menarik tangan Sungmin. Membawanya ke tempat yang telah membuatnya sakit seperti ini. Atap sekolah.

"Mengapa kau tak menjawabku Lee Sungmin!" bentak Kyuhyun sambil mendorong tubuh Sungmin ke dinding.

"Kau sudah bosan menjadi yeojachingu-ku huh! Kau tidak senang eoh! Kau lebih senang jika kau bersama Si-"

"Kau selalu seperti ini, kau membuatku semakin merasakan sengsara! Apa aku hidup hanya untuk merasakan kesengsaraan? Kau selalu menyalahkanku! Lalu apa aku pernah menyalahkanmu sekalipun kau benar-benar melakukan kesalahan! Apa pernah Kyu!" ucap Sungmin berani sambil menahan tangisnya.

"Apa yang kau-"

"Untuk kali ini biarkan aku tak menjadi pendiam lagi Kyu! Biarkan aku mengutarakan apa yang kurasakan selama ini!" ucap Sungmin emosi.

"Adakah disini yang mampu membuatku bahagia? Bahkan orang yang selalu mengaku kekasihku saja tak pernah! Lalu apa gunanya aku hidup! Aku tahu.. aku tahu kau tak mencintaiku, aku juga tahu aku tak sepantasnya memilikimu. Apa hebatnya aku! Aku hanya gadis miskin yang pendiam, yang mengharapkan kebahagian dari seseorang yang baru saja mengisi hatiku! Bahkan orang itupun selalu membuatku seperti ini! Tak bolehkah aku bahagia bersamanya! Hiks.. hiks.." kini tangisan Sungmin keluar. Matanya memerah membuat Kyuhyun merasa bersalah.

Kyuhyun tiba-tiba memeluk Sungmin. Sungmin berontak dalam pelukan Kyuhyun. Cukup sudah. kyuhyun sudah membuatnya kecewa, untuk apa dia mencoba menenangkan Sungmin kalau nyatanya tak tulus. Bukankah itu sebuah HARAPAN PALSU?

"Sstt.. jangan menangis Min.." kata Kyuhyun. Nadanya menenangkan. Tapi untuk sekarang tidak.

"Hikss.. hiks.." Sungmin melemah dalam pelukan Kyuhyun. Bahkan kini Sungmin ikut memeluk tubuh namja tampan itu.

"Ssstt.."

"B-bolehkah aku hiks.. bertanya?"

"Ne."

"Kyu.. apa aku hiks.. hiks.."

"Sstt.. hentikan dulu tangisanmu Min, setelah itu kau boleh bertanya padaku, apapun itu akan kujawab!" ucap Kyuhyun membelai rambut Sungmin.

Sungmin pun mencoba menghentikan tangisnya.

"Hiks.. Kyu, apa aku terlihat menyedihkan?" tanya Sungmin.

"Menyedihkan? Sepertinya tidak. Percayalah!" jawab Kyuhyun.

"Umm.. apa aku.. apa aku boleh memilikimu?" tanya Sungmin sukses membuat Kyuhyun terpatung memeluk Sungmin.

"Kyu.. apa aku boleh meyakinkan hatiku padamu?" Sungmin menahan tangisnya.

"Kenapa kau diam? K-kau bilang kau akan menjawabnya?" tanya Sungmin lagi.

Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin. Menunduk memikirkan jawaban yang tepat untuk Sungmin terutama hatinya.

"Ah.. apa aku salah ber-"

"Boleh, tentu boleh Min.." jawab Kyuhyun pada akhirnya membuat Sungmin lega juga bahagia.

Kyuhyun kembali memeluk tubuh mungil Sungmin. Kuat hingga Sungmin hampir sesak, tapi siapa peduli? Ia sedang bahagia bukan?

'Min.. maafkan aku. Mianhae.. mungkin aku tak bisa Min. Kau salah. Mengapa kau mencintaiku? Kumohon jangan mencintaiku Min! Aku takut kalau akhirnya kau semakin sakit dan sengsara Min.. kumohon maafkan aku!'

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkup wajah mulus Sungmin. Menghapus air mata yang dengan seenaknya membanjiri pipi gembul Sungmin dengan lembut.

Kyuhyun Pov.

Tuhan.. apa aku sangat jahat padanya hingga membuat ia seperti ini?

Lalu bagaimana kedepannya? Aku sangat bodoh! Aku telah membuatnya jatuh cinta padaku, sedangkan aku? Apa aku bisa membalasnya Tuhan? Aku takut kalau akhirnya aku malah menyakitinya.

Arghh! Mengapa semua ini begitu rumit. Jujur, aku sangat ingin melindunginya, tapi jika memilikinya? Apa aku bisa? Hatiku, hatiku bukan untuknya!

Pelampiasanku padanya malah membuat dia benar jatuh cinta padaku! Aku memang selalu nyaman jika bersamanya, tapi apa hatiku bisa menerimanya kalau ternyata ada orang lain yang mengisinya?

Tuhan.. aku sangat jahat! Aku sangat bodoh! Mengapa kau membuatku seperti evil! Evil bodoh yang jahat! Aarrgghh!

Aku bingung! Aku bingung mengapa aku sangat nyaman padanya, aku sangat ingin melindunginya, aku sangat senang bila ia bicara padaku, aku sangat bahagia jika aku memeluknya, aku sangat sakit jika melihatnya menangis, tapi mengapa hatiku tak bisa menerimanya? Ini tak adil!

Mianhae.. aku tak bisa..

Aku tak bisa mencintaimu.. karena hatiku bukan untukmu..

Author Pov.

"Uljima Min.. kau sangat jelek jika menangis." ejek Kyuhyun sambil mencubit pipi Sungmin.

Sungmin meringis kesakitan sambil tersenyum. Sungmin mencoba menghilangkah perasaan marah, kecewa, cemburu yang tadi sempat ia rasakan pada Kyuhyun. Ia hanya ingin bahagia, itu saja. Dan setidaknya Kyuhyun sudah memberi sedikit jalan untuknya menuju bahagia.

"Bagaimana kalau nanti pulang sekolah kita ke kedai ice cream? Kau mau?" tawar Kyuhyun.

Sungmin mengangguk. Kyuhyun mengacak rambut Sungmin.

"Jadi kau mencintaiku eoh?" goda Kyuhyun.

Sungmin tertunduk malu. Semburat merah terlukis jelas di pipi Sungmin.

"Mengapa kau tak menjawab? Lalu mengapa pipimu merah seperti itu Min? Ah, kau pasti malu untuk menjawabnya eoh!" goda Kyuhyun lagi.

"Ayolah jawab Min.. jadi kau mencintaiku, begitu?"

Sungmin benar-benar malu mengakuinya. Ah, padahal baru saja ia mengaku ingin bahagia bersama orang yang ia cintai saat marah tadi, artinya Sungmin mencintai Kyuhyun 'kan? Tapi mengapa saat Kyuhyun bertanya seperti itu Sungmin malah malu-malu? Ah, ini gara-gara nada bicara Kyuhyun yang menggodanya.

"Min.. jawab atau kucium kau!" ancam Kyuhyun masih sama seperti tadi. Menggoda Sungmin.

"Aigoo! Mengapa pipimu semakin merah seperti itu!"

Sungmin menangkup kedua pipinya sendiri. Dan menunduk malu pada Kyuhyun.

"Pipimu mungkin butuh obat Min.." Kyuhyun menarik tangan Sungmin, dan dengan cepat Kyuhyun memberi kecupan di kedua pipi Sungmin.

"Nah.. sudah. Eh? Mengapa malah semakin merah pipimu itu Min?" goda Kyuhyun lagi setelah mencium pipi Sungmin.

"Kyu berhenti menggodaku!" kata Sungmin akhirnya.

"Jawab dulu pertanyaanku tadi!" ucap Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya pada wajah manis Sungmin.

Sungmin bukannya menjawab malah malu-malu seperti tadi. Hal itu makin membuat Kyuhyun mendekatkan wajahnya.

"Jika kau tak menjawab, kuhabisi kau!" ancam Kyuhyun menggoda.

Semakin dekat. Sungmin tak sadar kalau wajah Kyuhyun yang tampan itu berjarak satu cm pada wajahnya. Ia terlalu mengagumi wajah Kyuhyun.

"Min.. jawab atau aku akan-"

"Ne, aku mencintaimmpphh.." ucapan Sungmin yang memotong ucapan Kyuhyun akhirnya terpotong juga saat Kyuhyun mencium bibirnya.

'Maafkan aku Min..' batin Kyuhyun masih terus menyesapi kemanisan bibir Sungmin.

Kyuhyun perlahan melepaskan tautan bibirnya pada Sungmin dan menatap foxy Sungmin lembut.

"Ada apa dengan wajahmu?"

Deg!

"Min.."

"I-iya?"

"Ada apa dengan wajahmu? Mengapa biru-biru seperti itu?" tanya Kyuhyun lagi sukses membuat Sungmin bingung harus menjawab apa.

Tak mungkin Sungmin menjawab bahwa ini perilaku yeoja yang tadi berciuman dengan Kyuhyun bukan?

Sungmin menggeleng. "Tertabrak dinding.." jawab Sungmin berbohong sambil menunduk.

"Huh? Tertabrak dinding? Bagaimana bisa?" Kyuhyun sedikit khawatir dan sedikit menahan tawanya. Iya, itu alasan sangat lucu.

Sungmin tetap menunduk. Kyuhyun yang sedari tadi menahan tawanya kini terlihat serius karena melihat Sungmin yang tak kunjung menjawab dan hanya mampu menunduk.

"Min.." Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin agar bisa menatapnya.

Mata Sungmin bergerak gelisah. Ia menatap mata Kyuhyun dengan resahnya.

"Ada apa ini? Mengapa kau diam?"

Sungmin lagi-lagi menggeleng. "Aku benar-benar menabrak dinding.."

"Baiklah.." Kyuhyun mengusap bagian wajah Sungmin yang membiru.

"Apa sakit?"

"Tidak." jawab Sungmin sambil menggeleng polos.

"Hebat!" Kyuhyun mengacak rambut Sungmin gemas.

"Kyu.."

"Mmm.." Kyuhyun mengelus rambut Sungmin dan tetap menatap Sungmin. Bahkan Kyuhyun baru sadar Sungmin itu cantik juga manis, apa lagi bagian yang tadi bersentuhan dengan bibirnya. Benar-benar manis.

"Ini kedua kalinya.."

Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung. "Kedua kalinya?"

"Kau mm.. kau.."

"Menciummu? Kau mau lagi eoh!" goda Kyuhyun. Dasar namja penggoda.

Kyuhyun yang sudah siap menyghabisi bibir Sungmin lagi terpaksa meralat niatnya saat Sungmin dengan seenaknya menjitak kepalanya. Kyuhyun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum.

"Min kau sadar tidak setelah kau menjadi yeojachingu-ku kau sangat berubah. Lihatlah dirimu, menjadi banyak bicara dan banyak bertingkah!" kata Kyuhyun.

"Banyak bertingkah?"

"Ne, bibirmu itu yang bertingkah. Sangat menggo-"

"Yaa! Kyu!"

'Aku akan membahagiakanmu, tapi mungkin tak selamanya Min..'

.

.

Tebeseeehhh...

Ya tbc lagi.. chap ini dikit gak sih? Sya udh mikir keras buat nambahin kata-kata lain nih! Tpi otak udh mentok gra2 kecapean mikir pljaran sekolah. Eaa.. curhat :v

Wooaaa.. nyesek coy! Nyesek! Min kasihannya dirimu di phpin Kyu. Potek tuh hati Min.

Ehm.. siapa disini yang kyak Min? Galau? Kasihan? :p

Mm.. kira-kira siapa yang udh ngisi hati Kyu smpe2 Min gk bisa buat ngisi hati Kyu. Siapakah dia?

Thanks to :

abilhikmah, cloudswan, kyumin, TiffyTiffanyLee, Shin, Yeri LiXiu, Cywelf, Gye0mindo, ChoLee, Kim Jihae.

Makasih buat review prtama di chap sebelumnya. Maaf yg gk dimasukin, krna sya jnjinya cuma buat 10 orng prtma, hehehe.. di chap slnjutnya review akan sya bales, asalakan jngab cuma nulis "next" doang eoh.. kkk~

Jadi reviewnya dulu..

gomawo.. byeeeee! #lemparPSPKyu #GandengKyu