Because Of Love
.
.
Main cast :
Cho Kyuhyun.
Lee Sungmin.
Choi Siwon.
Kim Kibum.
.
Author : ChominJoy
Rate : T
Genre : Romance, Hurt/comfort.
Warning : Typo(s) dimana-mana, gaje, abal-abal, absurd, enggak sesuai EYD.
Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, mereka milik Joyers!
Ff ini murni buatan saya. Don't bash my fic! Don't like don't read! No plagiat, okay!
Summary : Bullying, cacian, ejekan itu yang didapatkan Sungmin tiap harinya. Bahagia, hanya itu saja yang Sungmin mau, bahagia bersama orang yang ia cintai. Apa itu begitu sulit untuk mendapatkannya? "Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."
.
Chapter 6
.
Sudah lima hari ini Sungmin mencintai Kyuhyun, sudah lima hari juga Sungmin tak berjalan bersama Kyuhyun. Mereka hanya akan sekedar saling sapa dan mengobrol jika bertemu. Tak ada acara berjalan-jalan bersama, makan bersama ataupun menjemput-antar. Sungmin pikir mungkin akhir-akhir ini Kyuhyun memang sedang sibuk. Ya, hanya berfikir positif yang dapat Sungmin lakukan.
Kebetulan jam istirahat ini Kyuhyun mengajak Sungmin mengobrol di bawah pohon rindang di taman sekolah. Tempat yang biasa ia datangi bersama Kyuhyun selain di atap sekolah.
"Umn.. Kyu.." panggil Sungmin pelan.
"Hhmm.."
"Akhir-akhir ini kau sibuk eoh?" tanya Sungmin sambil memainkan rumput di sekitarnya.
"Huh? Ya begitulah. Eomma menyuruhku untuk menjaga rumah selama ia pergi ke luar negeri." jelas Kyuhyun bohong. Memang iya benar Eomma Kyuhyun sedang ke luar negeri bersama Appanya untuk mengurusi kepentingan kantor.
"Mm.. begitu.. t-tapi s-sesibuk itukah kau?" Sungmin menunduk takut. Takut saja kalau Kyuhyun nanti membentaknya karena menanyakan hal yang mungkin bisa dibilang terlalu ingin tahu itu.
"Tsk! Bukankah sudah kubilang! Mengapa kau-" Kyuhyun hampir terpancing, ia menghembuskan nafasnya. "Sungmin.. mengertilah, aku sibuk bukan berarti melupakanmu, tapi aku memang sedang tidak ada waktu untuk kita berdua Min.. kau pasti mengerti.." Kyuhyun meraih pucuk kepala Sungmin dan dielusnya dengan lembut.
Sungmin mengangguk mengerti walau hatinya merasa sedikit ganjal. "Aku mengerti, m-maaf aku terlalu memaksakanmu.."
Elusan tangan Kyuhyun di kepala Sungmin terhenti. Kini tangan Kyuhyun turun sampai ke dagu Sungmin, diangkatnya dagu Sungmin agar bisa menatapnya. Sungmin menatap Kyuhyun dengan rasa bersalah.
"Sungmin.. kau tidak memaksaku, jadi berhentilah bicara seperti itu eoh.." ucap Kyuhun lembut. Sungmin mengangguk mengerti.
"Ah, sudahlah! Bisa kita tidak membicarakan hal itu? Lee Sungmin pasti sangat sedih juga bukan?"
Sungmin terkekeh. Kyuhyun selalu bisa membuatnya tersenyum kembali, dan Sungmin sangat bersyukur, setidaknya ia dapat merasa bahagia walaupun ia masih merasa ganjal.p
"Ah... disini sejuk sekali eoh.." Kyuhyun menggeliat, kedua tangannya terlentang ke udara seperti orang baru bangun tidur. Mencari kesempatan, tangan kirinya ia sengajakan jatuh di bahu Sungmin dan menariknya agar bisa lebih dekat. Sungmin hanya tertunduku malu Kyuhyun merangkul bahunya.
"Ehm.. apa disini ada yang salah tingkah?" goda Kyuhyun.
"H-huh? S-siapa!" respon Sungmin sebal.
"Cih! Mengaku saja apa susahnya!" cibir Kyuhyun. Tangan kirinya yang memeluk bahu Sungmin kini menjalar untuk mencubit pipinya.
"Memang tidak!" Sungmin mengembungkan pipinya kesal, membuat Kyuhyun memiringkan kepalanya agar bisa melihat wajah Sungmin yang menggemaskan itu.
"Yaa! Yaa! Kau marah? Ish! Begitu saja marah! Menyebalkan!" kini Kyuhyun melepaskan pelukannya dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"A-aku tidak marah!" Sungmin mencoba merajuk Kyuhyun, tapi Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Sungmin.
"Yaa! Kyu.. mengapa kau jadi marah juga?"
"Juga? Kau bilang, kau tidak marah! Tapi kau bilang 'juga', berarti tadi kau marah 'kan?"
"Tadi hanya bercanda! Kyu.. jangan marah.." Sungmin menggoyang-goyangkan bahu Kyuhyun, tapi Kyuhyun mendelikannya membuat Sungmin berhenti dan mempoutkan bibirnya.
"Kyu~"
Mendengar suara Sungmin yang sangat menggemaskan, Kyuhyun pun langsung memeluk Sungmin sambil terkekeh. "Ne, aku tidak marah Min.. hanya bercanda!"
"Kau mengikutiku!"
"Hahaha~"
Ddrtt.. ddrrtt..
Kyuhyun berhenti tertawa dan melepaskan pelukan. Ia mengeluarkan ponselnya dari sakunya. Kyuhyun terkejut saat melihat pesan masuk dari yeojachingu-nya, tentunya bukan Sungmin. Kyuhyun pun berusaha membaca pesan itu tanpa diketahui Sungmin.
"Pesan? Dari siapa Kyu?"
"Mm.." Kyuhyun merasa gugup, bingung harus jawab apa.
"Sudahlah. Kyu.. aku lapar, bagaimana kalau kita ke kantin?" ajak Sungmin semangat, tapi tak lama Sungmin mengernyit bingung melihat ekspresi Kyuhyun.
"Umn, Min.. aku mm.. sepertinya aku harus ke perpustakaan. Ya aku harus ke perpustakaan Min. Maaf aku tak bisa ikut ke kantin bersamamu, kau tahu kan kita sudah kelas tiga, dan sebentar lagi ada ujian." Kyuhyun berdiri dan membersihkan celananya yang sedikit kotor.
"Oh begitu.. bagaimana kalau kita belajar-"
"Aku pergi dulu Min!" kata Kyuhyun sambil berlari menjauh dari Sungmin.
Sungmin hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh melihat sikap Kyuhyun yang mm.. sepertinya sedikit aneh.
Sungmin pun memutuskan untuk membaca novel yang sedari tadi ia bawa.
'Mungkin di atap sekolah lebih baik' batin Sungmin.
Sungmin pun pergi ke atap sekolah. Sesampainya Sungmin di atap sekolah ia pun mulai membaca novelnya. Untung saja di atap sekolah ada bangku yang sudah tak terpakai, jadi Sungmin tak perlu membuat lelah kedua kakinya.
"Kau tahu tidak, tadi saat di kelas dia menyatakan cintanya padaku, untung saja tadi tak ada guru yang mengajar, dan kau tahu.. aku menolaknya mentah-mentah di hadapan teman-teman. Hahaha.. jika mengingat ekspresinya yang menyedihkan itu membuatku ingin tertawa saja!"
Sungmin berhenti membaca saat mendengar suara seorang yeoja di sekitar atap sekolah. Sungmin mengernyit heran. Ia mencoba mendengarkan suara itu lagi tapi kini tak ada suara yang didengarnya, Sungmin pun melanjutkan aktifitasnya lagi. Tapi ternyata..
"Menyatakan cintanya padamu? B-bukankah Siwon menyukai Sungmin?"
Sungmin berhenti dan menutup bukunya. Suara itu. Ya suara itu!
Sungmin pun berdiri dari duduknya dan mencoba mendekati sumber suara tersebut. Suara itu, suara bass yang ia cintai. Mengapa ada disini? Bukankah seharusnya di perpustakaan?
"Kau tak salah chagi? Selama ini kukira Siwon menyukai Sungmin."
Sungmin Pov.
Aku semakin mendekatkan diriku pada sumber suara tersebut. Suaranya ada di belakang gudang sekolah. Aku bingung, itu seperti suara Kyuhyun, tapi bukankah ia bilang ingin ke perpustakaan, jadi tak mungkin jika suara itu benar Kyuhyun. Aku pun berjalan pelan-pelan mendekati belakang gudang itu.
"Kau tak salah chagi? Selama ini kukira Siwon menyukai Sungmin."
Apa-apaan ini! Itu benar suara Kyuhyun! Dan mengapa ia menyebutkan Siwon dan diriku dalam perbincangannya bersama yeoja itu? Sebentar! Kyuhyun disini mengobrol dengan yeoja lain? Chagi? Chagi! Bukankah chagi-nya itu aku? Aku bukan dia! Aku disini!
Aku berhenti sebentar tetap menajamkan pendengaranku. Aku sangat shock! Tak percaya jika..
"Mengapa kau bertanya seperti itu? Jangan-jangan kau mulai menyukai Sungmin! Kau bahagia Siwon tak menyukai Sungmin karena kau menyukai yeoja menyedihkan itu, begitu!" suara yeoja itu membuat kakiku lemas. Aku mencoba untuk mendengarkan lebih baik lagi, takut memang pendengaranku yang salah.
'Menyedihkan?'
"Menyukai Sungmin? Tidak mungkin! Kau tahu bukan aku hanya mencintaimu.."
Kyuhyun! Itu suara Kyuhyun! Benar! Suara Kyuhyun!
Aku meremas kuat buku yang kupeluk sedari tadi. Sungguh sulit dipercaya jika yang kudengar ini adalah suara namja yang kucintai dan ternyata ia mengaku kalau ia tak menyukaiku! Ia hanya mencintai yeoja yang sedang ia ajak bicara itu! Mungkinkah Kyuhyun benar selingkuh di belakangku? Aku tak percaya ini!
"Bagaimana aku bisa percaya itu?"
Aku memberanikan diri untuk mendekat. Mungkin memang pendengaranku saja yang salah. Siapa tahu saja ada namja lain yang bersuara seperti Kyuhyun bukan?
Aku mencoba mengintip di balik dinding gudang sekolah.
Deg!
Kakiku lemas! Kakiku lemas seperi jelly. Dadaku sesak dan sangat sakit! Jantungku! Aaarrggghh! Mengapa sakit sekali! Kakiku bergetar hebat, aku mencoba untuk bertahan berdiri. Tangan kananku meremas kuat buku yang kupegang. Kuremas bajuku di bagian dada dengan tangan kiriku. Ini sangat menyakitkan!
Kyuhyun! Itu benar Kyuhyun! Ia sedang menatap lembut yeoja itu, yeoja yang kulihat berciuman bersama Kyuhyun saat kedua kalinya, yeoja yang waktu itu menamparku, yeoja.. yang Siwon sukai!
Semakin sakit hatiku saat melihat jari-jari tangan yeoja itu menari-nari di dada Kyuhyun. Bahkan aku baru menyadari posisi mereka yang begitu intim. Kyuhyun menyandarkan tangan kirinya di dinding, sedangkan tangan kanannya bergerak membelai pipi yeoja itu. Astaga Tuhan.. apa aku salah lihat?
"Akhir-akhir ini aku jarang bersamanya bukan? Dan aku lebih memilih berjalan-jalan bersamamu, bersenang-senang bersamamu. Bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku akan melakukan apa saja untuk dirimu. Kau masih tak percaya jika aku mencintaimu?"
Deg!
Kyuhyun..
Jadi.. jadi itu alasannya mengapa kau tak pernah ada untukku akhir-akhir ini Kyu! Kau! Kau bilang kau harus menjaga rumahmu! Kau bohong! Kau selalu pergi bersamanya! Cho Kyuhyun mengapa kau tega!
"Hanya itu saja?"
"Kau masih tak percaya? Baiklah.."
Deg!
Jantungku berdebar sangat cepat disertai rasa nyeri yang amat-amat sakit. Bahkan kurasakan sakitnya menjalar di seluruh tubuhku. Kakiku benar-benar lemas. Aku tak kuat! Aku sungguh tak kuat saat melihat wajah Kyuhyun yang mulai mendekati wajah yeoja itu. Hingga akhirnya bibir mereka bersatu.
Aku jatuh di tempatku. Bahkan aku baru sadar buku yang sedari tadi kuremas sudah jatuh mendahuluiku.
Kyuhyun? Itu benar kau? Benarkah itu kau? Namja yang kucintai itu? Benarkah itu kau?
"Kyuh.. yun.." lirihku menahan tangis. Bahkan aku masih tetap memandangi mereka berciuman.
Kulihat Kyuhyun menghentikan aksinya dan menoleh ke arahku. Saat itu juga kristal bening jatuh begitu saja dari mataku.
"S-Sungmin?"
Kulihat ia begitu terkejut melihat kehadiranku yang mengganggu kemesraannya. Aku mencoba berdiri dan hasilnya aku malah terjatuh kembali. Kyuhyun berjalan mendekat ke arahku, tapi dengan cepat aku mengangkat tangan kananku menandakan ia harus berhenti di tempatnya. Aku.. aku tak perlu bantuan darinya! Percuma saja! Itu hanya sebuah harapan yang tak akan pernah menjadi sebuah harapan! Itu HARAPAN PALSU!
Aku mencoba berdiri kembali dan aku bergerak mundur walaupun kakiku masih terasa lemas, terasa seperti tak ada pijakan lagi yang harus kuinjak. Ya.. pijakan yang kuimpikan sudah rapuh hingga membuatku jatuh ke lubang perih. Pijakan yang percayakan begitu mudahnya menghancurkan hatiku.
Aku bergerak mundur perlahan, menahan tangis sambil menatap wajah tampannya yang sudah tak jelas karena banyaknya air mata yang menumpuk di mataku.
"Sungmin.. kau salah paham!" ucapnya sambil mendekat lagi ke arahku.
Iya! Iya aku salah paham padamu Kyu! Aku salah memahami kalau sebenarnya kau memang tak pernah dan tak akan pernah mencintaiku! Tak akan pernah! Aku salah Kyu!
Entah refleks atau apa aku mengangguk tersenyum membalas ucapannya sambil terus menahan air mataku yang sebentar lagi terjun dengan bebasnya.
Kuraih kenop pintu yang ada di belakang tubuhku, membukanya dan menuruni anak tangga dengan cepat dan lemasnya.
Brugh!
Aku menabrak pintu setelah jatuh dari tangga. Entahlah, yang kurasakan di bagian dadaku lebih menyakitkan dari pada kakiku yang
"Sungmin!"
Tidak aku harus cepat sebelum ia mendekatiku! Aku pun berdiri memegang kenop pintu dan membukanya. Aku berlari tak tentu arah. Aku kehilangan arah! Aku juga kehilangan.. kebahagianku!
Kepalaku terasa berat. Pening! Sakit merambat di kepalaku. Tapi aku tetap berlari tak peduli dengan cairan merah yang menetes dari hidungku. Kuhusap saja darah itu, tapi mengapa semakin banyak sampai mengotori telapak tanganku.
Aku terus berlari, tapi aku terjatuh di koridor sekolah, hingga akhirnya aku melihat banyaknya orang yang mengerubungiku sebelum penglihatanku semakin menjadi gelap. Dan aku tak tahu seterusnya seperti apa..
Kyuhyun Pov.
Kini aku sedang ada di ruang kesehatan sekolah. Menunggunya yang masih setia menutup foxy indahnya itu.
Cho Kyuhyun pabbo! Pabbo! Bahkan kau lebih bodoh dari orang yang sangat bodoh Kyu!
Aku tak tahu apa yang kurasakan. Aku tak bisa mendeskripsikannya sekali pun itu satu kata. Yang kutahu aku hanya merasa sakit. Sakit itu pun aku tidak tahu apa?
Aku menjambak rambutku kesal. Aku memang seorang playboy, tapi.. aku tak pernah menyakiti seorang wanita sampai seperti ini. Tak pernah! Lalu mengapa aku begitu kacau telah menyakitinya? Tuhan.. apa ini..
"Sudah kubilang dari awal Kyu, seharusnya kau memutuskan Sung-"
"DIAM! BERHENTI! AAARRGGH!"
Nafasku memburu dengan cepatnya. Aku berusaha mengontrol emosiku, tapi pada akhirnya semua sia-sia!
"Kyu.."
Bahkan aku telah membentak wanita yang kucintai. Bummie.. maafkan aku..
"Maafkan aku.. kumohon kau keluar! KELUAR!" teriakku pada Kibum.
Iya Kibum, kekasihku selain Sungmin. Seseorang yang menjadi alasan mengapa aku tak bisa memiliki Sungmin. Seseorang yang selalu menemaniku selain Sungmin. Seseorang yang sampai sekarang membuatku berpikir keras. Iya.. selama aku bersamanya aku selalu berpikir, berpikir apakah aku benar mencintainya? Sebesar inikah cintaku padanya? Bahkan sampai sekarang aku merasa ini semua masih berbentuk tanda tanya besar.
Kulihat Kibum beranjak dari duduknya dan keluar dengan ekspresi terkejut.
"Bagaimana dengan dia?" tanyaku pada salah satu murid yang berjaga di ruangan ini.
Lihatlah aku ini! Betapa kacaunya aku! Bahkan aku memarahi Kibum disaat ada orang lain dan di dalam ruangan yang seharusnya sunyi ini. Pabbo!
"Tadi anemia-nya kambuh, tapi ia baik-baik saja, hanya saja ia shock. Tak akan lama, ia pasti akan sadar." jelasnya membuatku mengangguk lemah.
"Kalau begitu aku keluar dulu!"
"Ne, gomawo.."
Aku kembali menatap wajah polosnya yang sekarang terlihat sangat pucat. Bekas bercak merah masih bisa terlihat si sekitar hidungnya. Akh! Hanya karena ulahku dia seperti ini! Maafkan aku Min..
Aku mengusap wajahku kasar, tanganku beralih menjambak rambutku. Tak peduli sakit atau tidak! Aku bahkan tahu sakit ini tak sebanding dengan yang dirasakannya. Aku mencoba untuk tahu Min dan aku mengetahuinya!
Aku bodoh! Bagaimana bisa aku begitu khawatir padanya, ingin melindunginya, ingin membuatnya bahagia, tapi nyatanya aku tak menyukainya bahkan untuk mencintainya saja tidak.
Tanganku beralih menggenggam tangannya. Sangat lembut. Entahlah, rasanya aku benar-benar ingin membahagiakannya dengan tulus sekarang. Tapi terlambat, dia pasti sangat marah, dia pasti kecewa. Lalu aku bisa apa? Apa yang harus kuperbuat setelah semua ini terjadi?
"Min.. bangunlah.. kumohon maafkan aku.." lirihku.
"Min?" panggilku terkejut saat merasakan sedikit gerakan dalam genggamanku. Aku membelai rambutnya lembut. Bangunlah Min.. aku disini..
Hhh.. perasaan lega juga bahagia terasa dalam diriku saat melihat foxy indah itu terbuka dengan polosnya.
"Min.. kau sudah bangun? Syukurlah.." kataku sambil mengelus pipi mulusnya.
Hey! Mengapa aku terus memuji apa yang ada dalam dirinya? Ada apa denganku ini?
"Eungh.. aku.. ada.. dimana?" suaranya yang kecil juga serak menyambut gendang telingaku.
"Kau ada di ruang kesehatan Min, tadi kau pingsan."
Kurasakan genggamanku melonggar. Ia melepaskan genggamanku dan menatapku sendu.
"Maafkan aku Min.. aku tahu rasanya sangat sakit. Maka dari itu kumohon maafkan aku.." pintaku sambil mencoba kembali menggenggam tangannya, tapi ia langsung menepisnya.
"Aku harus ke ke kelas!" Ia pun bangun dari tidurnya tanpa menatapku lagi.
"Kau baru sadar, kau tak boleh-"
"Lalu kau akan membiarkanku semakin sakit disini!" potongnya cepat.
"Tidak Min! Tidak begitu!" balasku.
"Maafkan aku jika selama ini telah membuatmu sakit. Aku memang jahat Min, sampai sekarang pun aku tak pernah membuatmu bahagia, aku-"
"Aku sedang tidak ingin membahasnya!"
Ia berjalan melewatiku, tapi dengan hentakan cepat aku menarik tangannya, kubalikan tubuhnya agar menghadapku.
"Aku ingin mengulang-"
"Aku ingin mengakhirinya!"
"Sungmin?"
"Kumohon biarkan aku bahagia!"
Deg!
Aku tak percaya ini. Dia.. dia memintanya..
"Aku akan membahagiakanmu Min.." harapku.
"Tidak! Tidak perlu Kyu.. terimakasih. Aku lelah Kyu! Sangat lelah. Kumohon biarkan aku menghilangkan rasa ini padamu, biarkan aku menghilangkanmu dalam pikiranku, biarkan aku menenangkan hatiku. Karena aku tahu.. ini akan lebih baik." ucapnya dengan datar sambil melepaskan peganganku pada tangannya.
"Min.."
"Tak ada gunanya, iya bukan? Gila rasanya jika aku harus mencintai seseorang tanpa dicintai kembali. Konyol! Itu sangat konyol Kyu!"
"Tapi kau mencintaiku Min!"
"Aku hanya naif saja Kyu.. aku terlalu berlebihan menganggap perasaan ini!"
"Sungmin dengarkan aku.. aku-"
"Aku sudah tahu! Aku sudah mengerti, bahkan sebelum kau memberi tahunya. Kau mencintai dia, dia mencintaimu, kalian sepasang kekasih dan aku.. aku adalah pengganggu. Aku adalah orang ketiga bagi kalian!"
"Sungmin!"
"Terimakasih untuk semua yang kau beri Kyu.. hyun-ssi. Aku tak akan mengganggumu dengannya." kulihat ia tersenyum pahit menahan tangisnya.
"Astaga! Apa yang kau ucapkan!" ucapku tak percaya. Sungguh dadaku bergetar hebat karenanya. Tuhan.. aku tak mengerti ini!
"Tidakkah cukup bagimu Cho Kyuhyun? Apa aku harus memberitahumu dengan jelas? Hubungan ini biarlah berakhir sampai disini, tak ada lagi tentang kita. Tenang saja! Aku akan berusaha melupakanmu, aku tak akan mengganggumu. Aku sudah cukup lelah, lebih lelah dari pada yang kau tahu, sudah lebih sakit dari pada yang kau tahu, lebih naif dari pada yang kau tahu, bahkan aku lebih bodoh dari yang kau tahu! Biarkan aku melupakanmu.."
"LEE SUNGMIN! APA YANG KAU UCAPKAN!" teriakku sambil mengacak rambutku kasar.
"Aku harus ke kelas. Permisi Kyuhyun-ssi.."
"Sungmin! Dengarkan aku! SUNGMINNN!"
Sungmin.. Sungmin.. Sungmin..
Dadaku sesak, terasa nyeri di jantungku. Badanku lemas. Sangat lemas! Sungmin! Tuhan.. apa yang kudengar itu benar? Mengapa aku tak rela melepaskannya? Aku merasa tak ingin jauh darinya. Apa sebenarnya yang aku rasakan? Mengapa semua ini begitu rumit untuk diperjelas?
Author Pov.
Sungmin berlari pergi dari hadapan Kyuhyun. Kini, Sungmin harus bisa melupakan namja itu, bagaimana pun caranya! Sungmin baru sadar, ia terlalu naif untuk mengartikan perhatian Kyuhyun padanya, kelembutan Kyuhyun padanya, godaan-godaan Kyhuhyun untuknya. Ia naif kalau Kyuhyun juga mencintainya, padahal tidak sama sekali!
Sudah banyak air mata yang jatuh dari mata Sungmin selama bersama Kyuhyun, sudah banyak sakit hati yang Sungmin rasakan karena Kyuhyun, sudah terlalu lelah Sungmin pada Kyuhyun, tentu ia tak ingin lagi. Maka dari itu biarlah Sungmin disini mencoba untuk melupakan hal apa yang pernah terjadi antara dirinya dan sosok tampan itu.
Biarlah.. semua memang sulit, tapi biarkan Sungmin mencobanya. Hanya perlu menjauh dan melupakan sosok itu, mungkin sedikit mudah dan sedikit sulit juga. Kalaupun nanti akhirnya gagal, tak apa, Sungmin tak akan memaksakan hatinya, biarkan ia pendam terus perasaan itu, biarkan ia simpan rapat-rapat perasaan itu, biarkan rasa itu terus menyakitinya, tapi biarkan perasaan itu seperti ini saja, jangan pernah menambah lagi, atau biarkan perasaan itu dengan sendirinya hilang. Itu akan lebih baik!
Mungkin seiring waktu yang masih setia berjalan ia dapat melupakan sosok itu. Hanya perlu bertahan, itu saja!
Brugh!
"Sungmin kau kenapa?" tanya seseorang yang menabrak Sungmin. Suaranya sangat familiar bagi Sungmin. Siwon.
"Hiks.. hiks.." hanya isakan yang keluar dari mulut Sungmin.
"Katakan siapa yang membuatmu menangis!" ucap Siwon sedikit membentak Sungmin. Ia lakukan agar Sungmin mau menjawabnya, tapi sayang Sungmin malah makin menangis kejar.
Siwon mengepalkan tangannya kuat, merasa tak tega melihat Sungmin seperti ini. Tapi Siwon pun bingung harus bagaimana, Sungmin tak mau menjawabnya. Tangisan Sungmin sangat menusuk hati Siwon juga. Bagaimana pun juga Siwon sudah menganggap Sungmin seperti adik sendiri, jadi ia tak mungkin membiarkan Sungmin menangis, ia sudah berjanji akan melindunginya.
"Sungmin.. katakan! Siapa yang membuatmu seperti ini? Siapa yang berani membuatmu menangis seperti ini?" kini Siwon melembut. Mungkin Sungmin ketakutan karena bentakannya.
"Hwaa.. hiks.. hikss.." Sungmin semakin kencang menangis tersendak-sendak, dan hal itu membuat Siwon semakin geram.
"LEE SUNGMIN! JAWAB AKU! KATAKAN SIAPA YANG MEMBUATMU MENANGIS!" kini Siwon mengeluarkan emosinya. Ia benar-benar tak tahan mendengar tangisan Sungmin.
"Hiks.. K-Kyuh.. hiks.. hwaa.."
"Kyuhyun!" Siwon mengepalkan tangannya dengan kuat sampai buku-buku tangannya memutih.
"Brengsek!" Siwon berlari dengan cepat, mencari keberadaan namja yang telah membuat Sungmin tersiksa seperti ini. Sedangkan Sungmin semakin kuat menangis, ia berlari mengikuti Siwon, berharap Siwon tak akan melampiaskan amarahnya pada sosok tampan yang ia cintai itu.
"Siwon! Hiks.. hiks.. hiikkss.." Sungmin terus berlari mengejar Siwon yang sudah tak terlihat di pandangannya. Sungmin berlari ke ruang kesehatan, tapi baik Siwon maupun Kyuhyun tak ada disana.
Kemana mereka?
.
.
"Sungmin! Kau dimana?" Kyuhyun terus berteriak memanggil nama sosok itu.
Kyuhyun kini ada di atap sekolah. Ia fikir mungkin Sungmin menangis disini, tapi sayang mata Kyuhyun tak menangkap sosok mungil itu. Sebenarnya kemana dia? Sungguh, Kyuhyun merasa bersalah. Entahlah, Kyuhyun benar-benar bingung, dari pertama ia menjadi kekasih Sungmin ia ingin sekali melindungi dan membuat Sungmin bahagia. Tapi Kyuhyun tak mengerti, ia berfikir juga bahwa ia tak akan bisa mencintai Sungmin. Lalu untuk apa Kyuhyun ingin sekali melindunginya, membuatnya terus tersenyum, membahagiakannya? Kyuhyun tak tahu, ia bingung, ia tak mengerti ini cinta atau bukan. Cinta atau bukan?
Krek!
"Sungmin? Sungmin!" Kyuhyun menoleh ke pintu yang sedikit terbuka itu.
Kyuhyun mendekat, tapi baru satu langkah ia langsung berhenti kala ia sadar ada orang itu bukanlah orang yang ia panggil, tapi seorang namja tampan yang kini menatapnya penuh amarah, penuh benci. Siwon! Itu Choi Siwon.
Siwon melangkah mendekat ke arah Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras, urat-urat di pergelangan tangannya seakan ingin menembus keluar dari kulitnya, matanya memerah menandakan panasnya api kemarahan dalam dirinya.
"Cho Kyuhyun.." gumam Siwon penuh benci.
"S-Siwon? Dimana Sungmin?"
Bugh! Bugh! Plak! Bugh!
"Brengsek kau Cho Kyuhyun! Apa yang lakukan padanya, bodoh!"
Bugh! Bugh!
Siwon terus memberi pukulan pada Kyuhyun, tak peduli dengan ringisan sakit Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun tak bisa membalas, ia mengerti mengapa Siwon menghajarnya. Sungmin, Kyuhyun tahu karena Sungminlah Siwon menghajarnya. Biarlah, biarkan dirinya kesakitan, mungkin dengan seperti ini Kyuhyun tahu betapa sakitnya Sungmin. Bahkan, Kyuhyun sendiri belum merasakan sakit yang sebanding dengan Sungmin, pasti Sungmin lebih sakit daripada dirinya.
"Apa yang kau lakukan padanya Cho Kyuhyun! Kau tahu, Sungmin mencintaimu! Mengapa kau lakukan ini padanya!"
"Aku.. aku tak tahu.. aku selalu ingin melindunginya dan membahagiakannya, aku sangat sakit saat melihatnya menangis, aku.. aku bahagia melihatnya tersenyum. Tapi.. aku tak tahu mengapa aku tak bisa memilikinya.." jelas Kyuhyun membuat Siwon semakin emosi.
Bugh!
"Kau bodoh Cho Kyuhyun! Kau itu mencintainya! Kau mencintai Sungmin! Tapi kau tak sadar itu! Bodoh kau!"
Bugh! Bugh!
"KAU MENCITAI LEE SUNGMIN! SADARLAH!"
Dengan geram Siwon mencengkram kerah baju Kyuhyun dan sedikit mengangkatnya membuat Kyuhyun meringis karena lehernya yang tercekik membuatnya kesulitan bernafas.
"Siwon! Hiks.. hiks.."
"Siwon!" teriak seseorang lagi yang ternyata Sungmin.
Sungmin mendekat pada Siwon yang tengah mencengkram kerah baju Kyuhyun, bisa ia lihat Kyuhyun yang hampir tak bisa bernafas. Sungmin menarik tangan Siwon agar melepaskan tangannya dari kerah Kyuhyun, Kyuhyun bisa mati karenanya!
"Henti- hiks.. kan! Siwon!"
Siwon menapik kasar tangan Sungmin hingga tubuh yeoja itu terdorong ke belakang. Kyuhyun hanya bisa menatap Sungmin sendu dengan matanya yang terbuka setengah karena membengkak dan membiru. Darah segar mengalir lancar di pelipisnya dan di ujung bibirnya. Badannya tak punya kekuatan lagi untuk berdiri, beruntung Siwon membantunya sekalipun itu mencengkram kerahnya hingga membuat ia kehabisan oksigen.
Bugh!
Siwon meninju pipi Kyuhyun dengan bengasnya. Kyuhyun hanya mampu menutup matanya merasakan bau amis yang memenuhi penciumannya. Ini masih belum sakit!
Kyuhyun tersungkur jatuh ke lantai dengan lemasnya, seakan ia tak mempunya tulang lagi. Siwon masih belum puas, ia injak pergelangan tangan Kyuhyun.
"AARRGGHH!"
"SIWON!"
"S-Sunghhh.. min.." lirih Kyuhyun.
Sungmin berlari ke arah Siwon yang siap memberi tinjuan lagi pada wajah Kyuhyun. Tapi..
Bugh!
Sungmin terlambat.. kini wajah Kyuhyun benar-benar terias dengan darah, dan Siwon masih belum puas juga..
"Siwon! Hentikan!" Sungmin menahan tangan Siwon yang akan menjambak rambut Kyuhyun.
Siwon kembali mendorong Sungmin hingga terjatuh di samping Kyuhyun. Sungmin meringis kesakitan, kakinya terkilir membuatnya kesusahan berdiri.
Kini Siwon berdiri. Sungmin mendekat pada Kyuhyun, berusaha melindungi Kyuhyun dari amukan Siwon. Ia memeluk Kyuhyun dengan erat, Kyuhyun tak bisa membalasnya, tubuhnya terlalu lemah. Bahkan jika boleh jujur, Kyuhyun sedikit kesakitan karena pelukan Sungmin.
"Kyu.. hiks.. hiks.."
"Berdiri kau Cho Kyuhyun!" tantang Siwon.
"Cepat berdiri!" bentak Siwon.
Kyuhyun pun mendorong tubuh Sungmin pelan. Ia mencoba berdiri, tapi ia kembali terjatuh. Sungmin menahannya, tapi Kyuhyun menepisnya lagi.
"Ayo berdiri kau, brengsek!"
'Aku mencintai Sungmin?!'
Dengan sekuat tenaga Kyuhyun mencoba berdiri. Kyuhyun bernafas tersendat-sendat, bernafas kelelahan hanya karena untuk berdiri saja. Ia berhasil berdiri walaupun ia harus menyeimbangkan tubuhnya.
Sedangkan Sungmin tak bisa apa-apa, ia hanya bisa melihat Kyuhyun yang kesusahan berdiri. Ia tak bisa bangun, kakinya benar-benar sakit karena Siwon mendorongnya tadi.
"Ayo lawan aku!" tantang Siwon lagi. "Cepat! Kau bisa membuat Sungmin kesakitan, kenapa aku tidak! Ayo lawan aku!"
Kyuhyun pun menurut. Ia melangkah gontai mendekat ke arah Siwon seperti mayat hidup yang berjalan. Kyuhyun mencoba mengepalkan tangannya, tapi ia tak bisa. Tangannya lemas tak dapat terkepal. Tapi ia tetap mengepalkan tangannya walaupun longgar. Ia layangkan tangannya ke arah Siwon dan...
Brugh!
Kyuhyun terjatuh, kepalanya terbentur lantai atap sekolah dengan keras. Pukulan yang ia arahkan pada Siwon gagal terbalas. Kyuhyun mengatur nafasnya yang seperti akan habis. Ia jatuh menindih memeluk lantai.
Sungguh Sungmin tak tahan melihat Kyuhyun seperti itu. Siwon benar-benar gila, ia bisa membuat Kyuhyun mati jika seperti ini. Sungmin pun mendekat dengan menggeser-geser tubuh ke arah Kyuhyun.
Sedangkan Siwon, ia menghembuskan nafas lelahnya. Sedikit tersenyum meremehkan Kyuhyun saat terjatuh tadi. Kini, ia angkat kaki kanannya dan..
"AAAARRGGHH!" jerit Kyuhyun saat kaki Siwon menginjak lehernya.
"HENTIKAN CHOI SIWON!" kini Sungmin mencoba berdiri dan mendorong tubuh Siwon dengan kuat hingga Siwon terdorong jauh.
"Kau gila Siwon! Kau sudah gila! Kau yang brengsek Siwon! Kau! Aku membencimu!" teriak Sungmin keras. Sungguh Siwon sudah sangat-sangat-sangat keterlaluan!
"Sungmin!"
"Pergi kau Choi Siwon! PERGI!"Siwon menatap Sungmin tak percaya.
"PERGII!"
Siwon pun pergi dengan perasaan puas dan bersalah, meninggalkan Sungmin yang terus menangis memeluk Kyuhyun.
"Kyuhyun.. hiks.. hiks.."
"Sunghh.. min.." tangan Kyuhyun mengangkat perlahan dengan bergetar ke arah wajah Sungmin.
Tangan Sungmin langsung berhambur meraih tangan Kyuhyun dan menempelkannya pada wajahnya.
"Iya ini aku Kyu.. hiks.."
Sungmin menangis merasakan tangan Kyuhyun yang bergetar di wajahnya. Siwon sudah melawati batas! Sungmin mengerti mengapa Siwon melakukan ini semua, semua ia lakukan karena ingin melindunginya, tapi Sungmin sangat kecewa dengan pertolongan Siwon kali ini. Bagaimana bisa dibilang melindungi kalau seperti ini caranya? Ia terlalu kejam membalas Kyuhyun.
.
.
"Aku.. akh! Aku ada.. dimana?"
"Kau ada di rumah sakit, kau tadi pingsan!" ucap seorang namja berpakaian serba putih.
"Sungmin?"
"Jadi nama yeoja manis itu Sungmin? Dia sudah pulang dari tadi, dia hanya kesini untuk membawamu ke rumah sakit, setelah itu dia pergi." ucap dokter itu.
"Pergi?" Kyuhyun mencoba bangun tapi dokter langsung menahannya.
"Kau baru sadar, kau juga belum pulih!" Ingatnya. "Karena itu kau akan dirawat selama beberapa hari disini."
Kyuhyun mengangguk mengerti. Ia mencoba mencari posisi yang nyaman pada tubuhnya. Sayang, rasa sakit akibat amarah Siwon masih terasa.
"Panggil saja aku Won. Sepertinya kita berbeda dua tahun. Namamu siapa?"
"Ah, aku? Kyuhyun, Cho kyuhyun. 2 tahun lebih tua? Umurmu 20 tahun dan kau sudah jadi dokter?" tanya Kyuhyun tak percaya.
"Ya begitulah.."
"Oh ya.. yeoja yang membawamu kesini itu menitip pesan padaku untukmu!"
"Pesan? Apa yang ia katakan?" tanya Kyuhyun penasaran. Kalau dipikir-pikir dokter ini cukup asik diajak mengobrol.
"Aku tak mengerti apa maksudnya, hanya.. dia bilang kalau ini yang terakhir."
Deg!
"Terakhir?"
.
.
Tebece again..
Ah... chap ini bner-bner buat saya gila sndri. Awal-awal begitu so sweet, eh pas akhirnya sad begitu. (Readers : woi! Kan author yang bikin!) Kkkk~
Lalu, apa maksud kata 'terakhir' itu?
Oh ya readers, saya punya ff baru judulnya 'PABBO?' Apa ada yang minat ngebaca?
Satu lagi, kayaknya saya gk bisa post cepet deh. Soalnya minggu depan saya bakal ujian praktik, dan minggu depannya ujian sekolah. Hhhfft... pokoknya author lgi sibuk-sibuknya nih, jdi maaf klo updatenya kelamaan. Tpi insyallah, hari minggu depan author bkal update. Doain biar author bisa ngerjain ujiannya eoh! Mohon dukungannya readers!
Review eoh..
Gomawo..
