Because Of Love

.

.

Main cast :

Cho Kyuhyun.

Lee Sungmin.

Choi Siwon.

Kim Kibum.

.

Author : ChominJoy

Rate : T

Genre : Romance, Hurt/comfort.

Warning : Typo(s) dimana-mana, gaje, abal-abal, absurd, enggak sesuai EYD.

Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, mereka milik Joyers!

Ff ini murni buatan saya. Don't bash my fic! Don't like don't read! No plagiat, okay!

Summary : Bullying, cacian, ejekan itu yang didapatkan Sungmin tiap harinya. Bahagia, hanya itu saja yang Sungmin mau, bahagia bersama orang yang ia cintai. Apa itu begitu sulit untuk mendapatkannya? "Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."

.

Chapter 8

.

Author Pov.

Mata setajam elang itu terbuka dengan perlahan. Pandangannya langsung mengarah pada langit-langit ruangan serba putih ini. Penciumannya juga masih mencium bau yang sama semenjak dua hari yang lalu. Obat-obatan yang sangat menyengat penciuman. Hhh.. bahkan namja itu sudah benar-benar bosan berada disini.

"Kau sudah bangun?" sahut seseorang. Kyuhyun pun mencari keberadaan suara itu.

Mata Kyuhyun memutar malas saat tahu bahwa yang ia lihat, orang yang bicara dengannya tadi adalah orang yang selama dua hari ini selalu menyuruhnya ini-itu, melarang-larangnya untuk melakukan sesuatu, bahkan bicara sok bijak pada dirinya.

"Makanlah! Kau lama sekali bangun hingga buburnya menjadi dingin." suruh namja jangkung itu sambil mengecek benda-benda yang berhubungan dengan ruangan putih ini.

"Minumlah obatmu setelah makan!" ucapnya lagi.

"Kapan aku bisa pulang?" tanya Kyuhyun sambil menyenderkan punggungnya di kepala ranjang.

"Secepatnya jika saja selama ini kau rajin makan dan meminum obatmu!"

"Tak ada gunanya juga aku minum obat. Aku tak peduli dengan rasa sakit ini, yang kuinginkan hanya pulang dan meminta maaf padanya.."

Namja bernama Won itu menghentikan aktifitasnya saat mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Ia berjalan dan duduk di kursi di samping ranjang Kyuhyun. Won tersenyum mengerti pada Kyuhyun. Ia mengerti apa maksud Kyuhyun, ia mengerti apa yang sedang Kyuhyun alami sekarang. Sudah sering Won mendengarkan cerita Kyuhyun yang hampir sama dengan cerita hidupnya dan itu benar-benar membuatnya teringat lagi akan kehidupannya saat di sekolah dulu. Cerita cintanya lebih tepat.

"Aku akan berusaha membuatmu cepat keluar dari ruangan ini, dan jika kubisa aku akan membantumu menjelaskan semua padanya."

Kyuhyun menatap Won sedikit bingung. Heran saja mengapa dokter muda ini sangat baik padanya.

"Siwon adalah adikku, dan Sungmin adalah sahabat adikku!" ucap Won sontak membuat Kyuhyun terkejut tak percaya.

"K-kau kakak Siwon?"

Kyuhyun menganga tak percaya. Jadi selama ini Siwon mempunyai kakak? Dan kakaknya adalah orang yang hebat! Siwon mempunyai kakak seorang dokter muda! Ini benar-benar mengejutkan!

"Tsk! Kupikir kau tidak perlu tahu tapi sepertinya alasan ini perlu kau ketahui juga. Alasan inilah aku ingin membantumu!"

"Tapi kenapa kau seakan-akan tak mengenali Sungmin saat kau bilang Sungmin menitipkan pesan untukku saat aku sadar?"

"Ya.. seperti tadilah jawabannya!"

Kyuhyun menggeleng kecil. Ternyata dokter muda ini sudah mengenal Sungmin. Pantas saja, dengan mudahnya Sungmin menitipkan pesan yang begitu menyakitkan bagi Kyuhyun pada seorang dokter. Bukankah ini masalah pribadi? Mengapa harus dititipkan pada seorang dokter? Kenapa tidak tunggu saat dirinya sadar?

"Mengapa kau mau membantuku?"

"Aku tak ingin orang lain gagal sepertiku.."

"Maksudmu?" Kyuhyun mengerutkan dahinya.

"Mudah rasanya dalam memainkan hati seorang wanita untuk kesenangan semata, tapi disaat kau sadar hatimu berbelok arah dari kesenangan itu, aku yakin apapun akan kau lakukan untuknya. Tapi dia malah pergi.. ah.. kau masih beruntung.."

Won tersenyum pahit saat memorynya mengingat masa lalunya dengan seorang wanita yang berujung kebencian.

"Aku yakin wanitamu itu masih mencintaimu. Tidak sepertiku.." Won menunduk.

"Ada apa dengannya?"

"Aku tidak tahu apa aku bisa membuatnya memaafkanku atau tidak. Dia terlalu membenciku.."

"Umn.. lalu dimana dia?"

"Aku tidak tahu.." Won mendongak pada Kyuhyun. "Dia pergi terlalu jauh.. hanya karena ulahku."

Hati Kyuhyun tersentuh. Baru kali ini ia mendapati dokter yang begitu nyamannya mencurahkan segala yang ia rasakan pada pasiennya. Tak habis pikir Kyuhyun bisa bertemu dengan seorang dokter muda yang ternyata mempunyai pengalaman cinta yang pahit. Ia kira, hanya dirinya sajalah yang merasakannya, ternyata ada orang lain yang tak seberuntung dirinya. Mungkin.

"Hh.. sudahlah! Pekerjaanku bukan menceritakan pengalamanku sendiri pada pasienku!" Won beranjak bangun dari duduknya.

'Cih! Dia yang bercerita sendiri!'

"Asal kau tahu, aku bisa berbaring di tempat aneh ini karena adikmu!" cibir Kyuhyun membuat Won mematung saat memberikan nampan berisi bubur pada Kyuhyun.

Won mengernyit bingung membuat Kyuhyun berdecih. "Apa yang dia lakukan padamu?"

"Kau bisa lihat lukaku bukan? Menurutmu apa yang ia lakukan padaku huh?" Kyuhyun menaruh kembali nampan itu membuat Won menghela nafasnya.

"Dia-"

"Menghajarku!"

Won membulatkan matanya menatap Kyuhyun yang begitu santainya melipat kedua tangannya di depan dada. "Siwon? Yang membuat kau dirawat seperti ini?" tanyanya tak percaya.

Kyuhyun mendelikkan bahunya acuh tak acuh. Won semakin penasaran dengan jalan cerita yang Kyuhyun maksud. Apa adiknya bersangkutan dengan cerita yang biasa Kyuhyun ceritakan padanya?

"Anak itu! Tapi kenapa dia baik-baik saja? Kau dengannya ber-"

"Aku tak melawannya.."

Won memiringkan kepalanya bingung. "Wae?"

"Aku yang salah, aku membiarkannya menghabisiku karena aku tahu aku pantas menerimanya.." Kyuhyun tersenyum pahit. "Bahkan dia yang menyadarkanku kalau aku mencintai Sungmin.."

Kyuhyun teringat kejadian itu lagi, dimana Siwon berteriak padanya lalu menghajarnya.

"Benarkah? Ckckck.. adikku bisa menyadarkan orang sepertimu?" cibir Won ditanggapi decihan Kyuhyun.

"Siwon juga menyukai yeojachinguku!"

"Huh! Sung-"

"Bukan! Kim Kibum! Aku-"

"Kau playboy?" Won mencibir. Kyuhyun mengangkat bahunya malas.

"Aku tahu kalau selama ini Siwon mendekati Kibum," Kyuhyun menyamankan posisinya punggungnya. Demi apa! Ini menyakitkan dan tidak nyaman! Serasa tulang-tulang dalam tubuhnya yang bergerak gelisah.

"Lalu kau tidak cemburu?"

"Aku tidak tahu, kurasa aku lebih cemburu lagi jika melihat Sungmin bersama Siwon,"

Won tersenyum menanggapi pernyataan Kyuhyun. Pandangan cinta memang tak pernah salah.

"Kau benar-benar sudah meyadarinya?"

Kyuhyun mengangguk kecil. Won mengangguk mengerti. Ia berjalan ke arah pintu dan menatap Kyuhyun. "Makanlah buburmu!"

"Aku hanya ingin pulang.."

"Hhh.. baiklah, kau boleh pulang hari ini jika kau menuruti perintahku atau kau akan terus berada disini dan wanita itu akan pergi!"

Blam!

"Cih! Dokter macam apa dia! Kau tahu, Sungmin akan menjadi milikku bagaimanapun caranya!"

.

.

Sungmin terus memandangi bangku yang ada di depannya. Tersirat rasa rindu pada pemilik bangku itu. Sudah dua hari ini sosok itu tak tertangkap pandangannya, dua hari ini juga Sungmin menghabiskan waktunya untuk melamun. Mengingat kejadian saat dimana sosok itu tergulai lemas karena kelakuan sahabatnya.

Sedang apa dia? Bagaimana keadaannya? Apa dia meridukannya? Begitulah yang selalu Sungmin pikirkan. Iya.. iya Sungmin memang masih mencintai Kyuhyun, kenapa? Oh.. jangan salahkan dirinya yang telah begitu baik pada sosok itu, tapi salahkan sosok itu karena telah membuatnya dengan mudah memiliki perasaan khusus padanya. Dan sialnya! Sungmin belum bisa melupakannya!

"Kau tidak ke kantin?"

Sungmin menoleh dan mendapati dua orang yeoja yang kini tersenyum ramah padanya. Sungmin balik membalas senyumannya yang paling manis. Bersyukur saja saat mereka mau berteman dengan dirinya.

"Kulihat dari kemarin kau terus diam dan melamun. Apa yang kau pikirkan?" tanya salah satu yeoja itu yang berambut panjang.

"Apa kau sedang memikirkan Kyuhyun?" tanya yeoja berponi.

Sungmin menghela nafasnya. Iya, mereka memang sudah tahu apa yang Sungmin alami, bahkan satu sekolah mengetahuinya semenjak kejadian Siwon menghajar Kyuhyun. Gosiplah yang menyebarkan semuanya.

"Cerita saja, tak apa.." kata yeoja berponi yang bernama Hyera itu.

Sungmin yang memang dasarnya belum terbiasa mengobrol dengan kedua yeoja ini hanya bisa tersenyum sambil mengangguk. Bukan dengan mereka berdua saja, tapi dengan yang lain.

Kini Sungmin sudah mempunyai banyak teman semenjak mereka mengetahui hubungan menyakitkan Sungmin dan Kyuhyun. Bahkan kedua yeoja di hadapan Sungmin ini adalah orang yang pernah menindasnya dulu. Mereka bilang mereka merasa kasihan pada Sungmin. Padahal Sungmin mencintai Kyuhyun, tapi kenapa Kyuhyun menghianatinya. Semua berpikir seperti itu tentangnya. Mereka belajar banyak dari kisah cinta Sungmin. Bersabar, terus tersenyum menghadapi masalah. Ah.. mereka salah menilai Sungmin.

"Aku tak apa. Sungguh!" jawab Sungmin.

Yeoja berambut panjang yang bernama Saehee itu mengangguk mengerti.

"Mari ke kantin!" ajak Hyera.

"Umn.. kalian saja."

"Hh.. baiklah, kalau begitu kami pergi ya" ucap Hyera sambil meninggalkan Sungmin.

Saehee menatap punggung Hyera yang menjauh lalu beralih menatap Sungmin. "Kau tahu.. menurutku Kyuhyun sangat mencintaimu!" ujar Saehee sebelum akhirnya meninggalkan Sungmin dan pergi mengejar Hyera.

Sungmin sedikit tersenyum menanggapi ucapan orang yang kini mau berteman dengannya itu.

"Kalau benar, seharusnya kau tak menghianatiku.."

.

.

Sungmin terus berjalan menyusuri koridor sendirian. Bel pulang baru saja berbunyi tapi koridor sudah sepi saja. Murid-murid terlalu senang untuk meninggalkan sekolah.

"Min!"

Sungmin menoleh ke belakang dan disana ada Siwon yang tengah berlari ke arahnya. Sungmin tersenyum saat Siwon mendekat. Permohonan maaf Siwon padanya kemarin membuat Sungmin mengerti mengapa Siwon menghajar habis-habisan pada Kyuhyun. Siwon sangat menyayanginya.

"Kau mau pulang Min?" tanya Siwon. Sungmin mengangguk.

"Sendiri?"

Sungmin mengangguk lagi sambil tersenyum. Akhir-akhir ini Sungmin pulang sendirian, tak seperti dulu yang setiap harinya ia pulang bersama Siwon, juga tidak seperti kemari-kemarin ia pulang diantar Kyuhyun.

"Hh.. maaf Min, aku tidak bisa menemanimu pulang lagi hari ini.." Siwon menunduk tak enak hati.

"Tak apa. Lagi pula aku akan baik-baik saja walaupun pulang sendirian."

"Benar tak apa?"

"Mm.." Sungmin mengangguk. "Aku ini sudah 16 tahun!"

Siwon terkekeh kecil. "Kkk~ baiklah! Hati-hati di jalan Min! Aku harus kembali."

Sungmin mengangguk dan Siwon pun kembali berlari ke dalam sekolah lagi.

'Apa dia ingin kencan di sekolah?'

Sungmin berdecak maklum sambil berjalan kembali.

Lapangan juga sudah sepi biasanya masih ada saja murid yang bermain basket. Apa hari ini cukup melelahkan bagi mereka semua hingga dengan cepat sekolah menjadi sepi.

Sungmin berhenti melangkah, ia tercekat saat matanya menangkap tubuh tinggi sosok tampan itu. Sosok itu tengah menatapnya. Dia ada disini? Dan sudah sehat?

Mendadak Sungmin merasa nyeri menggerogoti hatinya. Kejadian saat sosok itu berciuman dan bermanja-manjaan dengan wanita lain, bahkan kejadian disaat dirinya mengetahui kebenaran yang selama ini ia rasa adalah sebuah keganjalan itu terputar kembali di memorynya.

Sungmin pun berniat untuk berjalan berbalik arah. Ia tak mau semakin terluka sekalipun itu hanya untuk melihat sosok itu secara sekilas.

"Sungmin!"

Sungmin tak tahu sihir atau godaan apa yang ia rasakan dari panggilan Kyuhyun. Entahlah, suara berat bass itu seakan bisa menghentikannya untuk melangkah lebih jauh darinya.

"Lee Sungmin.."

Panggilan lembut itu kini benar-benar semakin dekat di telinga Sungmin hingga ia dapat merasakan sentuhan hangat yang terasa di bahunya. Bahkan hanya untuk sentuhan di bahu saja sosok itu seakan bisa melumpuhkannya.

"Min.. ini aku.."

Kyuhyun membalikkan tubuh Sungmin agar mau menghadapnya. Oh tuhan.. ia sangat rindu dengan wajah manis ini. Beruntungnya ia bisa pulang dan langsung melihat wajah polos ini dari dekat.

Sungmin terus menunduk sambil menahan tangisnya. Isakan hampir saja lolos dari mulut Sungmin kala Kyuhyun mengangkat dagunya hingga foxy-nya jatuh tepat di hadapan obsidan tajam itu.

"Bagaimana kabarmu Min?" tanya Kyuhyun lembut.

Sungmin merasa lidahnya kelu. Ia tak bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun. Tapi sungguh! Sungmin merindukan suara ini. Suara yang entah kenapa bisa membuatnya larut dalam kelembutan dan kenyamanan.

"Tidakkah kau rindu padaku?"

Sungmin tak menjawab lagi. Pertanyaan Kyuhyun cukup membuat dadanya sesak. Ia mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, tak ingin terjerumus lagi saat melihat tatapan itu.

Kyuhyun memejamkan matanya dan membuang nafasnya. Ia tahu Sungmin masih belum bisa memaafkannya. Ia cukup sadar dengan yang ia lakukan hingga yeoja manis di hadapannya ini benar-benar kecewa padanya. Ah.. ia harap Sungmin cukup kecewa saja padanya, jangan sampai ada rasa benci.

Kyuhyun menatap Sungmin kembali yang masih saja tak mau menatapnya. Kyuhyun memberanikan diri untuk merengkuh tubuh mungil Sungmin dengan lembut walau ia tahu Sungmin tak terima. Ia menyesapi wanginya rambut panjang Sungmin. Rasanya ia ingin terus memeluk Sungmin kalau saja Sungmin tidak tiba-tiba mendorongnya.

Kyuhyun mengerjab menatap Sungmin yang kini balas menatapnya dengan tatapan.. kecewa dan tak suka.

'Oh tuhan.. jangan lagi!'

"Min-"

"Cukup!" Sungmin menatap Kyuhyun dengan matanya yang berkaca-kaca. "Tidakkah kau mengerti huh? Tidakkah kau tahu ini rasanya menyakitkan! Cukup Kyu.. cukup! Jangan buat aku semakin sakit! Hiks.."

Runtuh sudah tangisan yang Sungmin tahan sejak tadi. Dengan cepat Sungmin menghapusnya, ia tak suka dengan tangisan ini, ia tak mau Kyuhyun melihatnya dengan tatapan prihatin, ia tak mau Kyuhyun tahu kalau ia begitu lemah disini. Semuanya sudah cukup menyakitkan!

Ingin rasanya tangan Kyuhyun mengangkat dan jatuh di pipi mulus Sungmin lalu menghapus air mata yang jatuh dengan seenaknya itu. Tapi jika ia melakukannya Sungmin akan semakin sakit. Ia tahu diri.

"Hiks.. apa yang kau inginkan huh? Hiks.. hiks.. kau ingin aku sakit? Hiks.. atau kau ingin aku- hiks.. hiks.. mati huh?"

Kyuhyun membulatkan matanya. Ia benar-benar terkejut dengan ucapan gila Sungmin. Se-brengsek itukah dirinya hingga Sungmin berpikir sejauh itu tentangnya? Kalaupun Kyuhyun melakukannya, ia berjanji akan melakukan hal yang sama padanya dirinya sendiri.

"Hiks.. hiks.. aku ini gila Kyu! Aku ini bodoh! Aku memang hiks.. hiks.. tak pantas untuk bahagia!"

Kyuhyun menggeleng. "Tidak Min! Tidak!"

Sungmin mencoba untuk menghentikan tangisnya. Ia mengambil nafasnya dan membuangnya perlahan. Sungmin menatap Kyuhyun sendu.

"Kumohon Min.. aku mencintaimu.."

Sungmin hampir saja menangis lagi saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Kyuhyun. Benarkah Kyuhyun memang mencintainya? Tapi apa yang ia lakukan selama ini padanya pantas disebut cinta?

"Kau tak akan melakukan ini kalau kau memang mencintaiku Kyu.." lirih Sungmin.

"Aku memang salah Min! Tapi aku sadar, aku harus membuatmu bahagia. Kau mencintaiku 'kan? Kumohon tetaplah bersamaku Min.." mohon Kyuhyun sambil memegang kedua bahu Sungmin.

Sungmin menepis tangan Kyuhyun. "Jangan buat aku memilih jalan yang salah. Jangan halangi aku untuk melupakan semuanya! Aku yakin ini akan lebih baik Kyu.."

"Tapi kau mencin-"

"Tidak lagi.. kuharap kau mengerti.."

Sungmin melangkah meninggalkan Kyuhyun yang terpatung. Bahkan sebelum Sungmin pergi, Sungmin sempat melihat setitik cairan jatuh dari mata elang Kyuhyun.

.

.

Namja itu terus melangkah gontai tanpa arah, ia tak tahu harus kemana. Ia terus berjalan menyusuri kota Seoul dengan langkah kakinya yang tak seimbang. Pengaruh alkohol yang ia minum. Bagaimana tidak? Kyuhyun sudah menghabiskan tiga botol minuman keras itu untuk dirinya sendiri.

"Sungmin.." lirih namja itu.

Orang-orang yang berlalu-lalang menatapnya aneh. Mungkin mereka pikir Kyuhyun adalah mayat hidup yang berkeliaran di dinginnya malam kota Seoul.

Lihatlah Kyuhyun si playboy tampan malam ini! Matanya yang merah menatap kegiatan malam kota Seoul dengan kosong dan sendu, tampilannya yang berantakan, rambut yang tak tersisir rapi dari biasanya, belum lagi aroma alkohol yang sangat menyengat jika berada di dekatnya.

"Sungmin.. kau dimana?"

Kyuhyun terus berjalan. Tak jarang ia menabrak orang-orang disana dengan tak tahu dirinya. Tak minta maaf sama sekali.

Kyuhyun berhenti saat merasakan getaran yang berasal dari ponselnya. Dengan gerakan malas ia mengeluarkan ponselnya dari saku.

"Yeoboseyo! Kyu kau dimana?" tanya penelfon itu yang ternyata Kibum.

"Aku.. aku tak.. tahu.. eungh.. jangan ganggu.. aku lagi.." kata Kyuhyun. Pengaruh wine yang ia teguk sejam yang lalu masih menguasai dirinya.

"Kau bicara apa Kyu? Kau mabuk?! Mengapa-"

"Diamlah kau! Kubilang jangan ganggu aku lagi! Eungh.." Kyuhyun menutup matanya merasakan efek tegukkan wine di tubuhnya. "Eunghh.. kau tahu.. aku.. tak mencintaimu.." kata Kyuhyun membuat orang di sebrang sana terpatung.

"Kau bicara ap-"

"Kau tuli eoh! Aku bilang aku tak mencintaimu! Kuharap kau mengerti apa yang kukatakan! Kita tak seharusnya memiliki hubungan gila ini!"

'Pip'

"Ah! Yeoja jalang!" Kyuhyun memasukan kembali ponselnya di saku celananya dan kembali melanjutkan perjalanan tak jelasnya.

Brugh!

"Hey kau! Kau tak lihat aku sedang jalan huh!" kata Kyuhyun setelah menabrak seorang namja berbadan besar dengan tato-tato yang menghiasi tubuhnya.

Namja itu hanya tersenyum meremehkan Kyuhyun. Kyuhyun baru sadar namja di hadapannya ini tengah bersama dua orang temannya. Kyuhyun tersenyum miring dan berdecih, meremehkan ketiga orang di hadapannya.

"Minggir bodoh! Kau tak lihat aku ingin lewat!" ucap Kyuhyun sambil mendorong dada salah satu namja itu dengan kuat.

"Waahh.. kau ingin mati huh!" kata salah satu namja yang ada disana.

"Kau saja yang mati, brengsek!"

Bugh!

Kyuhyun tersenyum miring setelah meninju pipi namja yang menghalagi jalannya itu. Tapi dengan sigap ketiga namja itu menyerbu Kyuhyun dengan pukulan dan tendangan.

Bugh! Bugh! Bugh!

"Brengsek!"

"Pabbo!"

Kyuhyun yang sedari tadi tak dapat membuka matanya dengan jelas hanya bisa merasakan sakit dan nyeri di semua tubuhnya, setelah itu Kyuhyun pun terdorong begitu saja ke samping tempat sampah.

Bugh!

Satu pukulan lagi ia dapatkan di pipinya, setelahnya ketiga namja itu pergi dan menendang tubuh Kyuhyun, bahkan salah satu diantaranya ada yang menginjak kaki Kyuhyun saat melewatinya.

Kyuhyun meringis kesakitan. Serasa tulang yang ada di tubuhnya patah semua. Kyuhyun menyeka darah yang ada di ujung bibirnya dengan kasar, memperhatikan darah di ibu jarinya dengan tatapannya yang sendu.

"Sungmin.. lebih baik kau mati bersamaku.."

.

.

Dulu, sekolah cukup menyenangkan untuknya. Mempunyai banyak teman, penggemar hingga kekasih. Sekolah dulu tak seburuk yang ia rasakan kini. Dulu tidak ada orang yang tak menghiraukannya, dulu semua melihatnya, dulu semua memujanya, dulu semua mengangguminya, dulu semua menyenangkan untuknya, dulu tak seperti ini.

Semenjak kejadian putusnya hubungan Kyuhyun dan Sungmin semua berubah 180°. Kini Sungmin menjadi banyak teman dan Kyuhyun, ia dijauhi semua murid disana, tak ada lagi yang melihatnya dengan tatapan kagum, yang ada hanya tatapan tak suka, bahkan Kibum, mantan yeojachingu-nya saja tak pernah mau mengobrol ataupun menyapanya lagi. Keadaan sekarang terbalik. Sungmin mendapatkan kebahagiaan, sedangkan Kyuhyun tiap harinya harus merasakan kesengsaraan.

Bel istirahat berbunyi. Kyuhyun pun memutuskan untuk ke kantin, tapi baru saja ia berdiri, ia merasakan sakit di perutnya. Entah itu maghnya atau memang rasa sakit di perutnya yang akhir-akhir ini ia rasakan. Apa efek karena setiap malam ia meneguk wine?

"Aarrghh! Sshh.." ringis Kyuhyun pelan. Ia berusaha untuk menahannya.

Sungmin yang juga baru saja berdiri ingin ke kantin merasa prihatin melihat Kyuhyun yang meringis kecil itu. Sungmin terpaku. Ingin rasanya meninggalkan namja tampan itu tapi di sisi lain hatinya bergerak ingin menolong.

'Aku harus apa Kyu? Aku sudah mencoba untuk melupakanmu tapi aku tak bisa Kyu. Apa yang harus kulakukan untukmu?'

Ingin rasanya mengucapkan 'kau baik-baik saja Kyu?' pada namja itu. Memberinya sandwich dan menyuruhnya meminum obat. Seperti dulu. Hal kecil yang terasa sangat besar jika dirasa dengan hati yang paling dalam.

"Akh! Sial! Aargh!" erang Kyuhyun pelan. Ia tak mau orang lain menatapnya rendah. Untung saja semua murid sedang di kantin.

Kyuhyun berbalik dan mendapati Sungmin yang ternyata sejak tadi memperhatikannya. Walaupun ia tengah merasa kesakitan, Kyuhyun mencoba tersenyum pada Sungmin. Sedang Sungmin, ia masih berdiri dalam posisinya, sedikit kaget saat Kyuhyun berbalik melihatnya.

Kyuhyun berjalan mendekat. Sungmin terus menatap Kyuhyun hingga akhirnya ia merasakan tangan Kyuhyun yang menyentuh kedua lengannya.

Kyuhyun memejamkan matanya berusaha menahan rasa sakit di perutnya. Ia tak mau Sungmin khawatir padanya. Ia harus menunjukan kalau ia baik-baik saja lalu mencoba memperbaiki masalahnya dengan Sungmin. Seperti itu dan hanya perlu menunggu Sungmin kembali padanya lagi.

"Kau mau ke kantin Min?" tanya Kyuhyun lembut. Berusaha kuat untuk tetap menahan sakitnya.

Sungmin tak menjawab. Ia mengerjab sendu. Apa Kyuhyun pikir dirinya tidak tahu kalau dia sedang menahan sakitnya? Sungmin tahu itu. Sungmin mengutuk dirinya yang diam seolah-olah tak peduli pada Kyuhyun. Bahkan nyatanya ia masih tetap ingin peduli.

"Mau bersamaku?"

Kyuhyun menyodorkan telapak tangan kanannya pada Sungmin. Menunggu Sungmin menggenggam tangannya. Tapi Sungmin sama sekali tak merespon. Ia hanya menatap tangan dan wajah Kyuhyun bergantian.

"Min.. ayo.." Kyuhyun tersenyum. "Ayo mulai dari awal.."

Sungmin tercekat. Dadanya berdetak cepat tapi masih ada sakit yang tertinggal disana. Sungguh, Sungmin ingin sekali menangis dan memeluk Kyuhyun saat ini tapi ia takut Kyuhyun malah membuatnya gagal melupakannya.

"Sungmin.. kau tahu, aku bangga menjadi namjachingumu dulu. Lihatlah kau sekarang, kau tidak lagi pendiam, sekarang kau sudah punya banyak teman. Aku sangat bangga Min.. ternyata aku bisa membuatmu berubah.."

Sungmin diam-diam menggigit bibir bawahnya, menahan tangis karena ucapan Kyuhyun.

"Aku tak habis pikir Min.. aku benar-benar senang. Kau ingat aku pernah memintamu untuk tetap bersamaku? Ayo lakukan lagi Min.. bersamaku.." mohon Kyuhyun. Entah kenapa rasa sakit di perutnya menjadi hilang karena melihat wajah manis Sungmin.

Kyuhyun tercekat saat melihat setetes air mata jatuh dari foxy Sungmin. Tapi Sungmin tetap diam menatapnya. Kyuhyun pun menggerakan tangannya perlahan untuk menghapus air mata Sungmin.

"Apa ini hmm? Kenapa menangis?" tanya Kyuhyun benar-benar lembut membuat air mata Sungmin jatuh lagi.

"Hei~ jangan menangis.." Kyuhyun mengelus pipi Sungmin.

Sungmin menghela nafasnya diam-diam, mencoba untuk melakukan apa yang Kyuhyun bilang.

"Kelinci pintar!" Kyuhyun tersenyum manis. "Sekarang.. ayo jawab Min, kau mau bukan kembali padaku?"

Sungmin terdiam. Cukup lama membuat Kyuhyun semakin berharap. Sungguh dadanya bergemuruh dengan cepat, begitupun dengan Sungmin. Sungmin menatap Kyuhyun, mencari sinar kebohongan di mata Kyuhyun, tapi sayang ia tak menemukannya. Kyuhyun benar-benar tulus padanya.

"Min.."

'Kau menghalangiku Kyu! Aku benar-benar takut tersakiti lagi..'

Sungmin memejamkan matanya sejenak lalu menatap Kyuhyun lagi. Dan..

Sungmin pergi melangkah meninggalkan Kyuhyun.

'Min? Kau..'

"Aaaaarrgghhh!"

'Mianhae Kyu..'

.

.

"Sungmin.."

Sungmin menoleh dan mendapati Kyuhyun yang sudah duduk di sampingnya. Mereka kini tengah di halte.

"Umm.. ayo pulang bersamaku. Aku akan-"

Sungmin berdiri dan berjalan memasuki bus. Kyuhyun hanya tersenyum pahit melihat bus yang membawa cintanya pergi.

Ini menyakitkan!

Kyuhyun Pov.

Hari ini pelajaran olahraga. Semua sepertinya senang, terkecuali aku. Aku disini sungguh menyedihkan, tak ada satu pun orang yang bisa kuajak bicara bahkan menyapa saja tak ada. Ternyata begini rasanya menjadi kau Min..

Aku disini selalu memperhatikannya. Memperhatikan sosok mungil itu. Aku sangat merindukan sikap pendiamnya, sikap malu-malunya padaku, aku merindukan senyuman manisnya yang dulu bisa kudapatkan.

Sekarang aku hanya bisa melihat senyuman itu jika dia mengobrol dengan orang lain. Senyuman itu bukan untukku lagi.

Bugh! Dugh!

Argh! Kepalaku! Aku merasa kepalaku berat dan nyeri setelah sebuah bola mengenai kepalaku dan aku terbentur tiang basket. Hingga aku sadar aku mencium bau amis disekitar wajahku.

Aku jatuh tertidur. Kepalaku juga terbentur lantai lapangan. Aku Meringis kesakitan berharap ada yang mau membantuku. Aku melihat banyak murid-murid yang mengerubungiku, sosok itu juga ada disana, memandangku prihatin.

"Aaargh!" dalam hati aku berharap. Aku berharap kau membantuku Min..

"Kau tak apa? Ayo bawa dia ke ruang kesehatan." kudengar suara Shin seonsangnim menyuruh. Tapi apa ini! Mengapa semua pergi? Sejahat itukah aku sampai semua orang pergi tak memperdulikanku!

Aku mencoba berdiri meninggalkan Shin seonsaengnim walaupun ia terus mencegahku dan kepalaku juga terasa berat sekali. Aku mencoba menahan darah itu agar tak mengalir, tapi yang ada darah itu terus mengalir di lenganku.

"Min.. bantuku aku.. kumohon.. bantu aku Min, sekali ini saja!"

Jantungku berdegup cepat. Bukan karena bahagia melihatnya di hadapanku, melainkan melihatnya yang malah menjauh tak memperdulikanku yang sangat sakit dan sengsara disini.

Sampai akhirnya penglihatanku gelap dan aku tak tahu selanjutnya bagaimana.

.

.

"Sungmin!" aku memanggil yeoja mungil itu sambil mendekat ke arahnya. Ia sedang duduk di halte bersama.. seseorang.

Saat aku semakin dekat dengan Sungmin, ia malah bangkit dari duduknya dan menarik tangan Siwon.

"Sungmin tunggu!" teriakku menahan tangis.

"SUNGMIN! hiks.." aku menghapus air mataku dengan kasar. Aku tak suka tangisan ini! Tangisan orang bodoh!

Aku mengepalkan tanganku erat saat melihat Sungmin menggenggam tangan Siwon. Aku tak terima! Hatiku sakit melihatnya lebih memilih orang lain ketimbang diriku.

"Min.. hiks.. kembalilah Min.. kumohon kembali.. hikss.."

.

.

Setiap malam aku meneguk wine. Membiarkan diriku kacau tak terkendali, membiarkan rasa sakit yang kurasakan semakin sakit lagi, membiarkan wine membunuhku!

Aku tak tahan! Aku lelah! Aku tak kuat membiarkan semua ini terjadi padaku! Iya lebih baik aku mati! Hilang dari dunia ini! Hilang tanpa cinta.

Sungmin.. aku ingin kau kembali.. aku ingin membuatmu bahagia bersamaku, aku ingin kau kembali melihatku, menyapaku, memperhatikanku. Aku ingin semuanya kembali!

Tuhan.. hatiku sakit! Amat sakit rasanya! Benarkah kalau aku ini masih beruntung? Apa bukti yang bisa menjawabnya? Apa Sungmin yang terus menjauhiku itu adalah keberuntungan untukku?

Sungmin?

Benarkah ini kau?

Kau disini?

Oh benarkah ini? Sungmin ada di hadapanku! Ia tersenyum! Membelai pipiku dan menghapus air mataku. Benarkah itu kau? Sungmin?

"Sungmin.. kau disini? Aku.. aku merindukanmu.."

Aku mencoba menggenggam tangannya tapi apa ini! Mengapa terasa hampa? Mengapa aku merasa hanya angin yang kupegang?

Aku mengerjabkan mataku dan membukanya perlahan. Hatiku semakin sakit saat mengetahui ternyata itu hanya halusinasiku saja.

Oh astaga tuhan! Kenapa aku harus merasakan ini? Kenapa kau seakan memberiku sebuah tantangan yang paling menyakitkan di dunia ini? Apa ini sebuah karma atau memang jalan kehidupanku yang sebenarnya?

Ddrrtt.. ddrtt..

Aku mengambil ponselku yang sedari tadi tergeletak di lantai. Sama seperti diriku.

"Yeoboseyo tuan Cho!" sapa orang di sebrang sana. Dari suaranya aku bisa mengenalinya. Kim ahjussi-sekertaris Appa di kantor.

"Ada apa menelfonku?" tanyaku lemah.

"Umn.. saya ingin memberitahu sesuatu pada Tuan Cho kalau.."

.

.

Chap 8 datang! Tetooot teetoot teetooot! #terompetalaHitMeUp

Waaaah! Gak kerasa udh update smpe chap 8 aja. Gimana nih chingudeul? Hurt gk sih? Aduh.. otak author keperes! Tapi gk apa, nanti malem pasti di elus-elus sma Kyu oppa #plak #asahpisau

Maaf yh klo words-nya segini terus. Auhtor udh berusaha tpi pas diketik nyampenya sgini-sgini aja. Jongmal mianhae..

Kabar gembira tuk kita semua.. #nadamastin

Tapi ini juga cukup menyedihkan..

Menyedihkan karena Ming bakal wamil..

Gembiranya... you know lah! Joyers mode on! Seekor embek akan ditinggal.. XD

Ah.. Min oppa! Jangan lama-lama juga pulangnya eoh.. panggung bakal sepi klo gak ada kelinci nakal yang berkeliaran. Dan nanti bagaimana dengan Evil itu? Dia pasti sendirian? Dia pasti merindukanmu! Bukan dirinya saja, tapi bibirnya juga. Evil itu pasti rindu bibir shape M milik kelinci nakal yang begitu menggoda. Ah.. Oppa, Joyers harap, setelah kau pulang kau akan mengumumkan hubunganmu dengan setan itu.. jangan buat kita gemas dengan kalian! Kalian itu sangat membuat kami iri! Kalian lebih manis dibanding hubungan orang lain yang normal.

Love kyumin! Always! Always!

Udhlah yah.. ini a/n macem apa coba! Ppffttt...

Readers! Makasih banyak yang udh mau review dan selalu mendukung author! Author seneng banget, author ngehargain review kalian kok! Author selalu baca review kalian. Review kalian bisa buat author mengintropeksi kesalahan author selama bikin cerita ini. So.. review-nya kalo bisa jangan kata 'lanjut' aja yh ^_^ kali bisa kritikan atau apapun. Insyaallah author bakal terima aja.. ^_^

Udh deh.. makasih sekali lagi..

Love you readers, klo bisa untuk kli ini di chap ini jngan ada silent readers yh.. author harap sih gitu..

Daaaaadddddaaaahhhhh! Mmuuuuaaachhh

See you next chap! Love you all!