Because Of Love
.
.
Main cast :
Cho Kyuhyun.
Lee Sungmin.
Choi Siwon.
Kim Kibum.
.
Author : ChominJoy
Rate : T
Genre : Romance, Hurt/comfort.
Warning : Typo(s) dimana-mana, gaje, abal-abal, absurd, enggak sesuai EYD.
Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, mereka milik Joyers!
Ff ini murni buatan saya. Don't bash my fic! Don't like don't read! No plagiat, okay!
Summary : Bahagia, hanya itu saja yang Sungmin mau, bahagia bersama orang yang ia cintai. Apa itu begitu sulit untuk mendapatkannya? "Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."
.
Chapter 9
.
Author Pov.
Ddrrtt.. ddrtt..
Kyuhyun mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di lantai. Menggeser ikon berwarna hijau yang ada di layar ponselnya dan mulai memasang telinganya untuk mendengar ucapan orang di seberang sana walau nyatanya dirinya kurang sadar.
"Yeoboseyo Tuan Cho." sapa orang di sebrang sana.
'Kim ahjussi? Untuk apa dia menelfonku?'
"Apa!" ketusnya walau terdengar sangat lemah.
"Umn.. saya ingin memberitahu sesuatu pada Tuan muda kalau.."
Kyuhyun sedikit mengernyitkan dahinya saat penelfonnya itu menggantung ucapannya.
"Eungh.." erang Kyuhyun merasakan pengaruh alkohol. "Ada apa dengan mereka? Bukankah mereka sibuk mengurusi pekerjaannya di luar negeri huh!"
"Ne. Maaf sebelumnya Tuan muda, Nyonya dan Tuan Cho mengalami kecelakaan parah saat hendak pergi ke bandara untuk pulang ke Korea."
Deg!
'Eomma.. Appa..'
"K-kecelakaan parah?" Kyuhyun tercekat. Rasa mual yang sejak tadi ia rasa kini hilang entah kemana saat mendengar berita buruk dari asisten Appanya itu. Kini yang ia rasakan adalah rasa khawatir dan takut.
"Ne,"
"Bagaimana keadaannya?" tanya Kyuhyun dengan suara seraknya karena menahan tangis.
"Tuan dan Nyonya Cho dalam keadaan koma."
Kyuhyun terpatung. Sebulir cairan bening jatuh begitu saja dari mata tajamnya. Jari Kyuhyun bergerak untuk menutup sambungan telfon. Isakan kecil terdengar dari mulutnya, isakan itu berganti menjadi tangisan kecil, dan tangisan kecil itu pun pecah menjadi tangisan yang memilukan hati.
"Tuhan.. apa lagi yang kau berikan?"
.
.
"Mengapa kau baru pulang?"
"Urusan anak muda."
"Bagaimana dengan Sungmin?"
"Mengapa kau bertanya tentangnya akhir-akhir ini?" Siwon menghempaskan tubuhnya di sofa di samping Won. "Kau menyukainya?"
"Aku bertanya bagaimana dengan Sungmin, jadi berikan aku jawaban yang tepat. Bukan malah bertanya balik padaku dengan pertanya konyol seperti itu!" desis Won kesal.
Siwon berdecih. Ia menyamankan posisinya. "Dia menjadi punya banyak teman."
"Lalu Kyuhyun?"
"Cih! Orang itu! Untuk apa kau bertanya tentangnya huh! Orang itu tak perlu ditanyakan, dia bisa menjalani hidupnya-"
"Kenapa kau bersikap seperti ini padanya?" potong Won tak suka.
"Kau tahu hyung, sikap dia itu sangat memuakan. Dia terlalu memikirkan dirinya sendiri, tanpa dia sadari, dia menyakiti orang lain. Dia hidup seakan-akan dirinya tak akan pernah salah. Berhidung belang saja bangga! Cih!"
"Kau tak suka Kyuhyun karena Kibum kekasihnya 'kan!" sindir Won membuat Siwon menoleh padanya dengan pandangan kaget.
"Kau tahu dari mana tentang Kibum!"
"Kyuhyun bercerita-"
"Cih! Ternyata benar dia suka bercerita padamu. Huh, apa dia baru merasa butuh seseorang?" Siwon tersenyum miring sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Apa sekarang kau senang karena mempunyai peluang untuk bisa mendapatkan Kibum?" tanya Won intens.
Siwon terkejut lagi. Mengapa hyungnya ini bisa membaca pikirannya. "Apa Kyuhyun mengucapkan seperti itu padamu?"
"Tidak."
"Lalu bagaimana kau tahu itu?" Siwon menatap Won tak suka. Tak suka saja dia mencoba mengetahui masalah pribadinya.
"Aku bisa melihatnya."
Siwon menghela nafasnya. Kakaknya selalu seperti ini. Bersikap sok bijak, apa lagi dalam menghadapi masalah. Tapi yang diherankan, mengapa dia tidak bijak dalam menghadapi masalah pribadinya. Menghadapi seorang wanita pula.
"Ya.. ya.. begitulah." tukas Siwon malas.
"Lalu sekarang kalian sudah jadian?" tanya Won lagi membuat Siwon mendengus kesal.
"Kenapa kau ini banyak bertanya, hyung!"
"Kenapa kau tidak jawab saja!"
Siwon menghela nafasnya. Mengapa kakaknya kini kerasa kepala, ya walaupun seperti biasanya juga begitu. Tapi Won kali ini seperti memaksa ingin tahu. Benar-benar keras kepala.
"Belum."
"Hhh.. baguslah. Kau tahu, Kyuhyun bilang padaku- ah.. lebih baik kau pergi ke rumahnya dan minta maaflah-"
"Mwo! Aku? Minta maaf padanya? Cih! Tak sudi aku." Siwon mendecikan bibirnya dan mengalihkan pandangannya dari hyungnya itu.
"Dia bilang sesuatu dan-"
"Kalau begitu bilang saja, tak perlu menyuruhku untuk mendatanginya!" ujar Siwon tak sudi.
"Kau akan menyesal telah bersikap seperti ini padanya, maka dari itu pergilah!"
"Tapi aku tak mau!" ujar Siwon keukeuh.
"Mengapa kau keras kepala? Eomma dan Appa tidak mengajari sikap itu pada kita! Mereka menyuruh kau untuk mandiri, maka dari itu mereka menyuruh kau tinggal disini bersamaku!" ucap Won tegas.
"Kau kira kau tidak keras kepala huh! Jangan menyakutkan hal ini pada Eomma dan Appa! Mereka tak ada sangkut pautnya dengan hal ini!"
"Aku hanya ingin mereka tak kecewa pada kita, terutama padaku. Aku disini yang bertanggung jawab mendidikmu, mereka akan kecewa jika mereka melihatm sikapmu seperti ini. Mereka pikir aku gagal untuk mendidik adikku sendiri. Kau tahu, Eomma dan Appa tak akan memarahimu, melainkan aku.."
Siwon tertegun. Yang diucapkan Won memang sepenuhnya benar. Mereka disini tinggal di apartemen hanya berdua. Sedangkan Eomma dan Appanya tinggal di luar negeri. Won benar, ia pasti tak akan dimarahi oleh orangtuanya, karena mereka sangatlah menyayangi Siwon, begitupun dengan Won. Hanya terkadang, Siwon merasa kalau dirinyalah yang paling disayang oleh orangtuanya. Won pun bisa merasakan itu. Terkadang terselip rasa iri pada adiknya itu.
Siwon menunduk. Siwon merasa bersalah, Won tak pernah memarahinya dengan nada keras dan membentak, ia pasti akan berusaha menormalkan nada emosinya, sama seperti tadi. Tapi Siwon tahu, hyungnya ini selalu menahan emosinya setiap berdebat dengannya.
"Hyung.. maaf.. aku tak bermaksud untuk keras kepala, aku hanya-"
"Ne, lupakan saja. Sekarang kau pergi ke rumah Kyuhyun, minta maaflah padanya dan tanyakan apa yang ingin Kyuhyun ucapkan padamu. Aku tak mau adikku punya masalah dengan orang lain."
Siwon diam sejenak. Menimbang-nimbang keputusannya. Tapi akhirnya ia putuskan untuk menuruti apa yang hyungnya katakan.
"Baiklah aku akan kesana. Maaf hyung.."
.
.
Kini Siwon telah sampai di depan mansion Kyuhyun. Gerbang tinggi berwarna putih membatasinya untuk masuk ke dalam sana. Siwon menengok ke kanan-kiri mencari pengawal mansion kyuhyun. Akhirnya ia melihat seorang pria yang memakai pakaian serba hitam sedang berjalan ke arahnya.
"Ada yang bisa dibantu?"
Siwon mengangguk. "Saya ingin bertemu dengan Kyuhyun. Apa dia ada di dalam?"
"Kalau begitu anda bisa tunggu sebentar, saya harus memberitahu-"
"Tak bisakah saya langsung masuk!" ucap Siwon kesal. Sekaya-kaya dirinya dia tak pernah mempunyai pengawasan dari pengawal-pengawal yang menyebalkan seperti ini. Tentu, itu hanya Eomma dan Appanya saja yang bisa dikawal seperti ini.
"Maaf, tapi disini tak boleh ada sembarangan-"
"Aku Choi Siwon." tukas Siwon emosi membuat pengawal itu tersentak takut dan tak percaya.
"A-anda C-Choi Siwon? P-putra-"
"Cepatlah! Kau tak lihat ini sudah malam! Aku banyak urusan!" potong Siwon lagi.
"M-maaf Tuan.. saya tidak tahu kalau anda Tuan Choi Siwon. B-baiklah, harap Tuan menunggu, saya akan-"
"Ya! Ya! Cepatlah! Jangan banyak bicara!"
Pengawal itu pun membungkukkan badannya hormat pada Siwon lalu berlari ke sebuah pos yang lumayan besar untuk menekan salah satu tombol yang ada disana, otomatis gerbang di hadapan Siwon terbuka. Siwon pun berjalan memasuki halaman mansion megah keluarga Cho diikuti pengawal menyebalkan tadi.
"Kembalilah ke tempatmu! Aku tak memerlukanmu!" suruh Siwon membuat pengawal itu membungkukkan setengah tubuhnya pada Siwon dan kembali pada tempat kerjanya.
"Aku Choi Siwon. Tunjukkan kamar Kyuhyun!" suruh Siwon saat berhadapan dengan pengawal Kyuhyun lainnya yang berjaga di depan pintu mansionnya.
"B-baik Tuan.." ucap pengawal itu gugup. Pasalnya, seorang Choi Siwon putra dari keluarga Choi yang sangat dekat dengan keluarga Cho kini datang di mansion ini. Suatu kejutan bagi para penghuni mansion ini, karena keluarga Choi sudah lama sekali tak berkunjung kesini. Kurang lebih 10 tahun. Semanjak Tuan dan Nyonya Choi pindah ke luar negeri.
Pengawal itu berhenti di depan pintu berwarna biru muda soft membuat Siwon mengangguk mengerti.
"Kau boleh kembali!"
"Saya permisi Tuan.."
Tok! Tok! Tok!
Siwon langsung mengetuk pintu kamar Kyuhyun, ia tak ingin lama-lama di tempat ini. Rasanya malas sekali.
Tak ada respon, Siwon lebih memilih untuk memegang kenop pintu. Siapa tahu saja pintunya tak dikunci. Alis mata Siwon sedikit terangkat saat kenop pintu yang ia genggam terbuka. Siwon pun membuka pintu kamar Kyuhyun, saat itu juga matanya melebar kaget dan tak percaya.
"Astaga!" pekik Siwon.
Siwon membulatkan matanya menatap tubuh Kyuhyun yang tergeletak lemah di lantai dengan bekas-bekas botol wine yang berserakkan di sekitarnya. Bahkan disana terdapat pecahan botol wine.
"Sung.. min.."
"Aku Siwon. Apa yang terjadi padamu!" Siwon segera mencoba membangunkan tubuh Kyuhyun yang tak berdaya. Bau alkohol sangat menyengat penciuman Siwon membuat namja tampan itu sedikit merasa mual.
"Siwon?"
"Ne, kenapa kau mabuk seper- ah sebaiknya kita ke rumah sakit!" ucap Siwon saat merasakan badan Kyuhyun yang begitu panas.
"Aku tak mau.. aku ingin disini.." ucap Kyuhyun lemah.
"Sedikit peluang untuk sembuh jika dirawat di rumah!"
Siwon merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. Lalu segera menghubungi nomor hyungnya.
"Yeo-"
"Cepat kembali ke rumah sakit hyung! Kyuhyun mabuk berat!"
'Pip'
Siwon segera mengangkat tubuh Kyuhyun dan membawanya ke luar mansion megahnya. Tak jarang para pengawalnya menatap kaget pada Tuan mudanya itu. Tapi Siwon tak memperdulikannya, ia tetap membawa Kyuhyun.
Siwon pun memasukan tubuh Kyuhyun ke dalam mobilnya dan ia pun menyusul masuk lalu segera menjalankan mobil hitamnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Eungh.. Sungmin dimana?" gumam Kyuhyun tak sadar.
Siwon berdecak kesal menanggapi igauan Kyuhyun.
"Bodoh! Untuk apa kau mabuk!"
.
.
"Mengapa bisa seperti ini?" ucap Won panik.
"Cepatlah hyung!" sentak Siwon.
Won pun membaringkan tubuh Kyuhyun di atas ranjang.
"Apa yang terjadi dengan- astaga! Ini darah!" pekik Won saat matanya menangkap segaris darah di pergelangan tangan Kyuhyun.
"Astaga! Aku tak menyadarinya tadi!" Siwon terlihat panik.
Won pun langsung melakukan pertolongan dan memeriksa Kyuhyun. Siwon hanya bisa duduk di sofa yang terdapat di dalam kamar rawat itu. Memperhatikan kakaknya yang begitu sibuk dengan peralatan rumah sakit dengan cemas. Setidak sukanya Siwon pada Kyuhyun, ia masih punya hati.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Won. Perhatiannya masih tertuju pada Kyuhyun yang tertidur lemah.
"Dia mabuk berat. Kulihat lebih dari 5 botol wine berserakan di sampingnya." jelas Siwon membuat Won menggeleng tak percaya.
"Aku juga sempat melihat pecahan botol itu." sambung Siwon.
Won diam sejenak sebelum berkata, "Kemungkinan besar dia mencoba bunuh diri."
"Mwo! Bunuh diri!" Siwon menganga tak percaya.
"Pergelangan tangannya berdarah seperti akibat goresan benda tajam."
"Cho bodoh!"
"Sungmin.."
Siwon dan Won mematung saat mendengar gumaman kecil dari mulut Kyuhyun. Tapi mata namja itu tetap tertutup.
"Apa masalahnya dengan Sungmin masih belum selesai?" tanya Won setelah merapikan peralatan kedokterannya.
"Belum. Sungmin masih tak mau memaafkan Kyuhyun. Bahkan Sungmin menyuruhku membantunya untuk membuat Kyuhyun cemburu." jelas Siwon.
"Bisa jadi dia melakukan ini karena masalah itu."
Siwon mengangguk kecil. "Ya, kupikir juga seperti itu."
.
.
Siwon masih tetap duduk di tempatnya. Ini sudah hampir tengah malam, tapi melihat kondisi Kyuhyun ia jadi ragu untuk pulang. Pasalnya dirinyalah yang membawa Kyuhyun kesini, tak mungkin ia tiba-tiba pulang tanpa memperdulikan Kyuhyun yang sampai kini belum juga bangun.
"Aku berkerja disini, tak masalah untukku menginap disini. Kau pulang saja!"
"Kyu-"
"Eungh.. aku dimana?"
Won dan Siwon pun menoleh ke arah Kyuhyun. Namja tampan itu tampak mencoba untuk membuka matanya yang betam.
"Sungmin.."
"Astaga! Apa dia tak memikirkan dirinya sendiri yang hampir mati!" desis Siwon.
Kyuhyun menoleh dan matanya menangkap dua namja jangkung yang tengah menatapnya kini.
"Aku dimana?" tanya Kyuhyun lemah. Suaranya terdengar sangat serak.
"Baguslah kau sudah sadar! Kau ada di rumah sakit." jawab Won sambil mengecek Kyuhyun.
"Mengapa kau mabuk dan-" Siwon berhenti sejenak. "Mencoba menghilangkan nyawamu!"
Kyuhyun menutup matanya. "Aku sangat lelah.."
Siwon terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Siwon mengerti apa maksud Kyuhyun. Lelah, lelah dalam artian yang sebenarnya.
"Sungmin.. Sungmin dimana?" gumam Kyuhyun. "Akh.. kepalaku terasa sakit.. Sungmin.."
Siwon menggeleng kecil mendengar Kyuhyun yang sedari tadi menyebut nama Sungmin. Sebegitu cintanyakah Kyuhyun pada Sungmin? Kalau iya, seharusnya Sungmin bersyukur Kyuhyun sangat mencintainya.
"Aku harus pulang.." Kyuhyun mencoba untuk bangun. Hal itu membuat Siwon dan Won langsung mencegah pergerakan Kyuhyun.
"Kau baru sadar! Kau harus tetap disini!" cegah Won.
"Aku tidak suka disini.."
"Tapi kau harus disini! Jangan keras kepala Cho!" sentak Siwon.
"Sungmin, dimana Sungmin? Aku ingin pulang! Lepaskan aku!" Kyuhyun terus mencoba bangun.
"Kau ini! Kau tak ingat kau hampir mati! Jangan mencoba untuk mengulanginya lagi!"
"Kubilang lepaskan aku! Apa kau tuli huh! Jangan mencoba untuk mencegahku, bodoh!"
"Tubuhmu masih lemah." kata Won.
"Aku tidak peduli! Sungmin.. bantu aku.."
Siwon menatap Won. "Apa dia masih mabuk?"
"Tak ada cara lain. Bawa Sungmin kesini! Kalau tidak dia akan terus mencoba pergi dari sini. Rumah Sungmin tak jauh dari sini bukan?" suruh Won membuat Siwon mengangguk.
Siwon pun berlari pergi keluar. Sedikit berpikir. Ini sudah sangat malam, Sungmin pun pasti sudah tidur. Apa dia tak akan mengganggunya?
.
.
Tok! Tok! Tok!
"Sungmin! Buka pintunya!" teriak Siwon sambil terus mengetuk pintu rumah Sungmin.
Tok! Tok! Tok!
"Sungmin!"
Sedangkan di dalam sana. yeoja manis itu tampak menggeliat kecil. Merasa terusik dengan suara gedoran pintu yang sejak tadi mengganggunya, Sungmin pun membuka matanya dengan kesal.
Mata Sungmin memperhatikan jarum jam yang menunjukan angka 12.07 malam. Sungmin menghela nafasnya saat lagi-lagi ia mendengar suara ketukan pintu rumahnya. Dengan malas Sungmin pun beranjak bangun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamarnya.
"Siapa yang bertamu semalam ini?"
'Cklek'
"Min! Ayo ke rumah sakit!"
Sontak Sungmin langsung terkejut saat pintunya terbuka dan Siwon langsung ada di hadapannya. Benar-benar mengejutkan. Tapi Sungmin langsung mengernyit.
"Rumah sakit? Untuk apa?"
"Kyuhyun sedang dirawat karena- ah! Cepatlah! Kyuhyun sekarang sedang mencoba untuk pergi dari rumah sakit!" jelas Siwon kesal.
"Apa yang terjadi?"
"Kyuhyun terus memanggilmu! Ah, aku akan menceritakannya jika kau mau pergi kesana!"
Sungmin terdiam. Benarkah Kyuhyun terus memanggilnya? Sungmin dilema. Kyuhyun kini sedang sakit, ingin rasanya pergi kesana tapi ia ingin juga untuk bertahan pada apa yang ia lakukan kini.
"Mengapa kau diam! Ayo-"
"Aku tidak bisa.." Sungmin menunduk.
"Persetan dengan patah hati! Aku tahu kau sekarang sedang khawatir dan ingin pergi kesana!" ucap Siwon emosi.
Sungmin semakin menunduk. Hal itu membuat Siwon semakin geram. "Cepat ambil jaketmu!"
.
.
"Lepaskan aku bodoh!"
Namja tampan itu terus menggerutu dan terus mencoba untuk bangun. Sedang Won, ia terus menahan Kyuhyun, untung saja kondisi Kyuhyun sangat lemah. Kalau saja kekuatan Kyuhyun sangat besar, pasti jarum inpusnya akan copot dan malah melukai tangannya.
"Kau akan pulang jika kau sudah sembuh! Kau dengar!"
Kyuhyun diam. Kekuatannya saat ini makin melemah. Akhirnya Kyuhyun pun pasrah. Terlalu lelah karena sejak tadi melawan Won yang terus saja menahannya. Ia pun mengistirahatkan dirinya, mencoba untuk terlelap dan berharap ia dapat bertemu dengan Sungmin di mimpinya.
"Aku butuh dia.."
'Cklek'
"Aku membutuhkannya, hyung. aku butuh Sungmin.."
Sungmin yang baru saja masuk langsung terpatung. Kini, jantungnya berdegup cepat setelah mendengar ucapan Kyuhyun. Bohong rasanya jika Sungmin tak khawatir saat melihat Kyuhyun yang terbaring lemah, bohong rasanya jika Sungmin tak senang saat mendengar Kyuhyun yang menyebut namanya disaat keadaannya seperti itu. Dan.. bohong rasanya jika Sungmin bisa melupakan Kyuhyun.
"Apa Sungmin begitu membenciku?" gumam Kyuhyun. Matanya masih setia menutup. "Aku mencintainya, hyung.."
Sungmin terpaku. Air mata sudah menumpuk di pelupuk matanya dan bersiap meluncur. Sungmin menunduk sambil memejamkan matanya membuat air mata itu menetes satu-persatu. Mengingat kembali apa saja yang pernah mereka lakukan dulu walau nyatanya waktu yang menyatukan mereka sangatlah sedikit. Sungmin semakin menunduk, ingin rasanya berharap ia dapat kembali seperti dulu bersama Kyuhyun, kembali dengan kebahagian, tapi apa dirinya masih mempunyai peluang untuk itu?
"Aku tak tahu aku harus bagaimana, hyung. Eomma, Appa kecelakaan dan sekarang mereka sedang koma.." gumam Kyuhyun sendu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut.
"Apa-" ucapan Won terpotong.
"Aku terlalu lelah hyung.. kupikir aku bisa bebas setelah aku mati.."
Sungmin tercekat. Siwon menoleh pada Sungmin dan sedikit membisikkan sesuatu pada yeoja mungil itu dan Sungmin pun diam sejenak sebelum akhirnya ia melangkah mendekat pada Kyuhyun.
"Biarkan aku pulang hyung.. aku tidak mau di tempat aneh ini.." Kyuhyun terus bergumam. Ingin rasanya ia tertidur tapi walaupun matanya sudah tertutup ia masih kurang nyaman berada disini. Ia terlalu tidak suka dengan rumah sakit.
Sedang Sungmin, ia menduduki dirinya di kursi yang ada di samping ranjang Kyuhyun dengan gugup. Sungmin semakin gugup saat melihat mata Kyuhyun yang berusaha membuka. "Kumohon, biarkan aku- S.. Sungmin.."
Kyuhyun mengerjab kaget. Sontak ia langsung mencoba untuk bangun, tapi Siwon dan Won langsung menahannya. Sungmin hanya bisa diam saat melihat Kyuhyun yang berusaha melepaskan tahanan tangan kakak-beradik itu dari tangannya.
"Kau harus tetap berbaring! Jangan memaksakan kondisimu Kyu!" sentak Siwon.
"Sungmin.. bawa aku pulang.."
"Tolong bujuk Kyuhyun untuk tatap disini." bisik Won.
Sungmin mengerjabkan foxynya. Jantungnya berdetak cepat setelah mendengar apa yang Won bisikan padanya tadi. Sungguh, ia sangat gugup jika harus membujuk Kyuhyun. Haruskah dirinya yang melakukannya?
"Sungmin-ah!" sentak Won membuat Sungmin mengangguk kecil.
"Min! Aku tidak mau disini! Ayo pulang Min!"
"K-Kyu.." lirih Sungmin membuat Kyuhyun sedikit diam. "K-kau akan pulang jika kau sembuh.." ucap Sungmin gugup.
"Aku tidak suka disini!"
"Kyu.." Sungmin mencoba memegang tangan Kyuhyun. "Sementara saja.."
Seketika Kyuhyun melemah kembali. Sentuhan Sungmin berhasil membuatnya pasrah untuk tetap dirawat disini. Won dan Siwon pun melepaskan pegangannya dari tangan Kyuhyun saat Kyuhyun mulai menidurkan kembali dirinya.
"Min.."
Siwon dan Won saling menatap lalu beralih menatap Sungmin yang masih kelihatan gugup.
"Kalau begitu aku keluar, Min.." ucap Siwon sambil berjalan membuka pintu ruangan itu diikuti Won yang sebelumnya tersenyum kepada Sungmin untuk melangkah ikut keluar bersama Siwon.
Kini di dalam ruangan ini hanya ada Kyuhyun dan Sungmin. Kyuhyun terus menatap Sungmin dengan mata sembabnya, hal itu membuat Sungmin menunduk.
"Min.. bagaimana kabarmu?"
'Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu!'
"Kupikir kau tidak mau menemuiku. Kupikir kau sangat membenciku, Min.." lirih Kyuhyun.
Sungmin mendongak, menatap namja berkulit pucat yang sekarang makin terlihat pucat itu. Kyuhyun tak salah pada ucapannya, kita pasti akan berpikir seperti itu saat orang lain begitu menjaga jarak dengan diri kita. Benar?
"Ini sudah sangat malam Min.. kenapa kau kesini? Bukankah kau-
"I-istirahatlah.." potong Sungmin gagu.
"Kukira aku tidak akan melihatmu lagi, Min.." lirih Kyuhyun membuat Sungmin terkejut, belum lagi saat matanya menangkap lilitan perban di pergelangan tangan Kyuhyun. Apa benar yang ia pikirkan? Apa benar kalau Kyuhyun.. mencoba bunuh diri?
"Aku bersyukur kau masih mau melihatku. Min.." panggil Kyuhyun. "Maukah kau memaafkanku?"
Sungmin memang diam, tapi jika dilihat lebih jelas, ada pergerakan kecil di leher Sungmin, menandakan bahwa yeoja manis itu tengah meneguk ludahnya diam-diam.
"Jawab-"
"Istirahatlah.." potong Sungmin lagi-lagi dengan menyuruh Kyuhyun seperti itu.
"Baiklah.." Kyuhyun mencoba meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya.
Kyuhyun pun memejamkan matanya kembali. Tangannya bergerak lembut menggenggam tangan Sungmin. Sungguh, Sungmin saat ini sangat gugup. Sudah lama saja tak merasakan genggaman hangat Kyuhyun. Dan sekarang masih terasa hangat untuknya.
"Berjanjilah kau tak akan pergi saat aku tidur Min.."
.
.
Sungmin kini duduk di antara kakak-beradik yang sama-sama tampan ini. Ini sudah sangat malam dan Sungmin pun mengantuk, tapi Sungmin tak mau pulang, Siwon dan Won juga sudah menyuruhnya, tapi hasilnya sama saja.
"Kau besok harus sekolah bukan? Jangan bilang kau tak mau sekolah dan lebih memilih menunggu Kyuhyun disini sampai sembuh, begitu!" ketus Siwon.
Sungmin hanya diam menunduk. Yang Siwon ucapkan itu mungkin bisa menjadi alasan sepenuhnya Sungmin untuk tetap berada disini. Tapi ada alasan lain juga Sungmin tak mau pulang. Sungguh, ia sangat penasaran apa yang telah terjadi dengan Kyuhyun. Sejak tadi, ia hanya diam, ia tak punya keberanian bertanya pada Siwon maupun Won. Ego dan gengsinya lebih memaksakan dirinya.
"Lebih baik kau memaafkannya, Sungmin-ah," Won bersuara. "Kyuhyun sangat mencintaimu, kau jangan memikirkan sakit hati dirimu saja, pikirkan Kyuhyun juga yang sangat berusaha menginginkanmu kembali padanya. Dia memang salah, semua orang mempunyai kesalahan. Tak ada salahnya jika kita membiarkan orang itu memperbaiki dirinya sendiri. Kau seharusnya bersyukur, Sungmin-ah, Kyuhyun benar-benar mencintaimu hingga ia masih sempat memikirkanmu walaupun keadaan dirinya sendiri maupun orangtuanya sedang tidak baik."
Sungmin menoleh. Menatap Won seakan meminta penjelasan darinya. Walau Sungmin tadi mendengar Kyuhyun bergumam tentang orangtuanya, tapi ia masih tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Dan benar yang Won bilang, mengapa Kyuhyun masih sempat memikirkannya.
"Kyuhyun mencoba bunuh diri," ucap Won membuat Sungmin terpatung kaget. "Kemungkinan dia melakukannya karena merasa pasrah dengan masalah antara kau dengannya, dan tadi dia bilang kalau Eomma Appanya kecelakaan dan koma, itu juga bisa menjadi alasan kenapa Kyuhyun senekat ini pada dirinya sendiri."
"Aku tahu kau masih mencintai Kyuhyun, bukan?" Siwon buka mulut.
Sungmin menunduk lagi. Benar yang diucapkan Siwon tadi, sangat benar. Tapi kebenaran itu masih terkalahkan dengan egonya sendiri. Ego yang tak mengerti akan keinginan hatinya, ego yang tak mengerti perasaan yang begitu mendalam di hatinya, ego yang entah kapan akan terkalahkan dengan perasaan abadi ini. Abadi hingga sampai sekarang Sungmin tak bisa melupakannya.
"Sungmin-ah.. seharusnya kau sangat bersyukur ada seseorang yang begitu mencintaimu. Kau tahu, kurasa Kyuhyun sudah cukup bersabar akan semuanya, tapi kutahu kaupun juga. Kau pasti berfikir bahwa Kyuhyun benar-benar salah dan patut untuk dibenci dan dilupakan, iya bukan? Kyuhyun salah itu memang benar, tapi kesalahan yang ia lakukan itu hanya kesalahan yang wajar, mengingat Kyuhyun seorang playboy, benar bukan?"
Benar. Kyuhyun seorang playboy, dan seorang playboy sangat wajar melakukan kesalahan macam ini. Ada sisi benar dan ada sisi salah bagi Sungmin. Kyuhyun memang salah karena begitu mudahnya menghianati dirinya yang bahkan baru mencintainya. Ini terlalu cepat!
"Apa yang kau rasakan sekarang?" tanya Won membuyarkan lamunan Sungmin.
Sungmin diam.
"Jawab saja Sungmin-ah. Apa yang kau rasakan saat melihat Kyuhyun sekarang?"
Sungmin mengambil nafas diam-diam. "Aku begitu khawatir.."
"Lalu?"
"Aku merasa kecewa dengan diriku sendiri.." Sungmin menunduk.
"Dan?"
"Aku merasa bersalah.."
"Memangnya apa salahmu?"
"Karena aku tak mencoba untuk memaafkan Kyuhyun.." jawab Sungmin membuat Won tersenyum kecil.
"Lalu menurutmu apa yang seharusnya kau lakukan?"
"Memaafkan Kyuhyun.."
"Kau mau melakukannya?"
"Ne.."
Sungmin mematung. Baru sadar akan ucapannya tadi, entah itu ucapan refleks atau bukan, tapi kata-kata itu keluar dengan sendirinya dari mulutnya. Won tersenyum, sedikit puas setelah mendengar jawaban dari Sungmin.
"Cobalah lakukan.."
.
.
Mata tajam yang sedari tadi menutup itu kini perlahan mulai terbuka. Bau yang menyambut penciumannya masih sama seperti tadi malam. Rasa sakit di kepalanya kini sudah tak begitu terasa lagi, hanya rasa sedikit lelah saja.
Namja pemilik mata tajam itu tampak menoleh kanan-kiri. Sepi. Itu yang ia lihat di dalam ruangan serba putih ini. Tak hayal ingatannya melayang saat kejadian malam tadi. Dimana wanita yang ia cintai datang kesini untuk membujuknya tetap dirawat sementara waktu di tempat menyebalkan ini.
Sebentar!
"Sungmin?"
"Sungmin kau dimana?"
Kyuhyun bangun dari tidurnya dengan susah payah, ternyata saat bangun kepalanya masih terasa berat. Baru saja Kyuhyun ingin beranjak dari ranjangnya sebelum ada seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang inapnya.
"Oh kau sudah bangun?" tanya orang itu yang ternyata Won.
"Dimana Sungmin?" tanya Kyuhyun. Nada bicaranya seperti sedang mengancam.
"Sungmin? Oh, dia pergi semenjak tadi malam saat kau sudah tidur." jelas Won membuat Kyuhyun diam.
"Berjanjilah kau tak akan pergi saat aku tidur Min.."
'Dan sekarang kau benar-benar pergi?'
'Eomma.. Appa.. apa aku- Eomma! Appa! Astaga!'
"Sebaiknya kau-"
"Hyung, aku sudah sembuh. Aku harus pulang!"
Tak peduli bahaya jika mencabut selang infus dengan sendiri, Kyuhyun langsung saja menjabut jarum yang menancap di tangannya, meninggalkan darah yang keluar dari bekas cabutan jarum infus itu. Won sudah menahannya tapi nyatanya Kyuhyun bisa bebas dari cegahan dokter muda itu.
Kyuhyun segera menyibakkan selimutnya dan turun dari tempat tidurnya. Menatap Won sebentar lalu membungkukan setengah tubuhnya dan pergi berlari keluar. Won tak bisa menahan Kyuhyun. Kyuhyun pasti sudah sangat jauh untuk dikejar.
'Ini maumu Min! Kau pergi, baiklah!'
'Eomma.. Appa.. Kyu akan kesana!'
.
.
Jam menunjukan pukul 14.35. Kini yeoja manis itu tengah berjalan menuju halte. Pikirannya sejak tadi masih menimbang-nimbang keputusannya.
Pulang atau menjenguk sosok itu?
Masih tak enak rasanya jika menjenguk namja Cho itu. Entah kenapa dia menjadi sangat gugup jika didekatnya, padahal dulu mereka sangatlah dekat. Menjalani hubungan yang ia rasa manis sebelum akhirnya ia tahu selama ini hubungan itu bukanlah hubungan manis, hubungan itu adalah hubungan yang konyol. Sangat konyol.
'Tapi sekarang aku kembali Kyu..'
Sesampainya di halte, Sungmin melihat bus berhenti. Ia pun memasuki bus itu dan akhirnya keputusannya jatuh untuk menjenguk Kyuhyun. Senyumnya mengembang kala matanya menangkap pemandangan di luar bus, sepasang kekasih yang sedang berjalan kaki bersama di pinggir jalan. Sebentar lagi ia dan Kyuhyun akan seperti itu.
'Ayo mulai dari awal Kyu..'
.
.
Chapter 9 pun datang...
Uhuhuhu... akhirnya selesai juga USnya tapi minggu depan ada TO3. Aigoo! Aku masih belum bisa bebas. Ah... pengen cepet2 lulus..
Ini Kyu mau kemana hayoo?
Author dilema nih.. ada yg review untuk cepat nyatuin Kyumin, tapi ada juga yang review minta sengsarain Kyu. Kalian masih sebal sama evil itukah?
Mungkin ini terlalu cepat untuk ending bukan? Jadi, author masih mau bikin story ini berchap panjang, ya gk panjang2 bnget sih. Normal kyak ff biasa aja ^^
Intinya author bakal bikin HAPPY ENDING kok! Tenang aja! Author gk akan mungkin tega misahain dua jelmaan yang selalu bikin ngiri ini.
Oh ya.. buat readers yg prnah ngirim review 'penasaran apa isi surat Min buat Kyu' aku mau kasih tau, prsaan gk ada surat yg Min kirim buat Kyu deh, mungkin kamu kira yg pas Won ngasih tau Kyu setelah sadar itu yh, itu kn bukan surat, itu mksudnya Min minta tlong Won buat nyampein apa yg dia omongin buat Kyu. Sekali lagi, itu bukan surat yh, author juga bingung, kpan yh author bikin yg scenenya ada suratnya. Hehehe.. mianhae, kmu salah pengertian.
Oh oke! Wktunya author cabut, baybay!
Muaaaccchhhh
Review please..
