Naruto : AKATSUKI
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Fantasy, and Crime
Rating : M (undur kekerasan)
Wanrning : Typo, OOC, Dark!Naru, Strong!Naru, and Smart!Naru
Summary : Naruto dibenci warga desa, bahkan keluaraganya pun mengacuhkannya, Naruto bertualang mencari jadi dirinya sebagai PEMBALAS DENDAM.
"Normal"
'Pikiran'
"Bijuu/Monster"
'Bijuu/Monster'
*Jutsu
(Keteranganan)
Chapter 1
Saat ini, Minato sedang menghadiri rapot para tetua Hi no Kuni membahas tentang status Naruto.
"Jadi, kita ambil suara terbanyak, siapa yg ingin Uzumaki Naruto missing-nin?" tanya wanita tua A.K.A Koharu.
Hampir semua orang yg menghadiri rapat itu mengakat tangan kecuali Yondaime Hokage A.K.A Minato, Shikaku perwakilan Jounin, dan Yamato perwakilan Anbu Konoha.
"Sudah di tetapkan, Naruto Uzumaki menjadi missing-nin dengan harga kepala 237.000.000 ryo" jelas pria tua memakai kaca mata A.K.A Homura.
'Cih! sial, Kushina, Menma maafkan aku' batin Minato meyesal.
Rapat pun di bubarkan, Minato, Shikaku, dan Yamato berjalan kembali menuju desa Konoha.
"Tenang saja Minato, aku akan memperintahkan seluruh Jounin Konoha untuk tidak mendukung hasil rapat ini" ucap Shikaku tanpa menoleh pada Minato di sampingnya.
"Aku juga tidak mendukung hasil rapat ini, aku perwakilan Anbu Konoha, akan memperintahkan seluruh pasukanku untuk tidak menangkap Naruto" ucap Anbu bertopeng beruang yg memakainya di samping wajahnya tanpa menutupi wajahnya.
"Apa yg harus ku bilang pada Kushina nanti dan Menma pasti sangat kecewa padaku" ucap Minato lesuh.
"Bicaralah yg sejujurnya, nanti kalo kau berbohong pasti akan ada salah paham" ucap Shikaku.
"Ya kau benar" ucap Minato.
Mereka bertiga sudah sampai di gerbang Konoha melanjutkan tugasnya masing2.
Markas Akatsuki
Kini terlihat sebuah patung raksasa dengan gaya tangan seperti meminta, di setiap jarinya terdapat hologram seseorang sesanga berdiskusi, yg nyata hanya dua yaitu seseorang berambut pirang dengan hitaiate berlambang desa Konoha yg diberi goresan horizontal, mengenakan jubah motif awan merah A.K.A Naruto dan seorang berambut hitam dengan hitaiate Konoha diberi goresan horizontal, mengenakan jubah motif awan merah A.K.A Itachi.(disini patner Itachi adalah Naruto, sedangkan Kisame bersama Kakuzu, Hidan tidak ada di Akatsuki)
"Apa sudah semuanya?" tanya salah satu hologram dengan mata seperti riak air.
"Hn/ya/iya Taichou!" seru semua orang yg hadir dan salah satunya memakai topeng spiral dengan gaya gaje banget.
"Baiklah, aku menghubungi kalian untuk memberi tugas kepada masing2 tim, tim ini terdiri atas dua orang" ucap mata riak air A.K.A Pain.
"Tim 1: Deidara dan Sasori, kalian akan kutugaskan menagkap Ichibi"
"Tim 2: Kisame dan Kakuzu, kalian akan menagkap Nibi dan mengumpulkan dana"
"Tim 3: Tobi dan Zetsu, kalian menangkap Sanbi"
"Tim 4: Naruto dan Itachi, kalian akan menangkap Yonbi"
"Baikalh, karna sudah tau tugas masing2 tim, terserah kalian ingin memulainya kapan yg penting tugas harus di laksanakan" jelas Pain.
"Hn/ya/tentu Taichou!" balas mereka serempak.
"Sekarang bubar"
Semua hologram menghilang dan patung raksasa masuk kedalam tanah meningalkan Naruto dan Itachi di sebuah gua cukup besar.
"Jadi Itachi-Nii, kapan kita mulai tugasnya?" tanya Naruto.
"Hn, mungkin 2-3th mendatang" balas Itachi.
"Apa yg kita lakukan 2-3th mendatang?" tanya Naruto.
"Hn, mungkin bersenang2 dan sedikit pemanasan" balas Itachi.
"Ah, aku tidak sabar bertemu bocah Kyuubi itu, melihatnya diambil Bijuunya membuatku senang" ungkap Naruto.
"Hn, aku juga ingin melihat Imotouku yg diambil ular tua itu" ucap Itachi.
Mereka berdua menuju mulut gua, menjalankan rencananya untuk menguasahi dunia Shinobi.
2th Kemudian
Konohagakure
Angin berhembus lembut, burung berkicau, suara pasar membahana di pagi desa Konoha, banyak anak2 bermain dengan senangnya, oke tinggalkan itu.
Beralih ke gerbang Konoha dua orang berbeda warna rambut merah dan putih berjalan menuju gerbang masuk desa Konoha.
"Hei, Jiraiya sensei apa tidak terlalu pagi kembali kesini?" tanya pemuda berambut merah A.K.A Menma pada sosok yg disampingnya.
"Tidak!, justru ini kesempatan pemandangan dipagi hari melihat bentuk tubuh perempuan di onsen" balas pria sudah berumur A.K.A Jiraiya tersenyum mesum.
'Dasar, Ero-sennin' pikir Menma.
Mereka berjalan melawati gerbang Konoha, mengalihkan pandanganya terlhatlah dua sejoli sedang bermain kartu dipos jaga gerbang Konoha.
"Hei!, Kotetsu-san, Izumo-san apa tidak bosan hanya duduk menunggu orang yg datang" ucap Menma sedikit berteriak pada dua sejoli.
Dua sejoli itu mengalihkan pandangnya pada Jieaiya dan Menma.
"Ternyata kalian sudah kembali Menma-sama, Jiraiya-sama" ucap pria dengan bagian tengah wajah diperban A.K.A Kotetsu.
"Sudah lama sekali kalian pergi, kau tau tidak? Kushina-sama hampir tiap hari selalu duduk dibangku taman disana, menunggumu pulang" jelas pria dengan rambut menutupi sebelah wajahnya A.K.A Izumo.
'Kenapa Kaa-san hal yg tifak ada gunanya, haah.. Meropatkan saja' batin Menma.
"Yasudah kami pergi dulu' jaa nee" ucap Jiraiya sambil berjalan disusul Menma dibelakangnya.
Mereka terus berjalan sambil meyapa para pejalan kaki yg kebetulan lewat, Jiraiya berbelok kekiri, sedangkan Menma berhenti sambil melihat Jiraiya pergi.
'Haah.. pasti ke onsen' dasar Ero-sennin'
Menma terus berjalan lurus menuju gedumg Hokage, tempat ayahnya bekerja.
Di Gurun Pasir
Terlihatlah dua sosok seseorang berjubah motif awan merah menembus panasya gurun pasir, yg satu berambut kuning panjang menaiki burung hantu terbuat dari tanah liat dan pria bungkuk dengan ekor mekanik seperti sengatan kalajengking meyeret2 tubuhnya di gurun pasir.
"Sasori-dana, apa masih jauh-un?" tanya rambut kuning panjang A.K.A Deidara.
"Tidak lama lagi" balas sosok pria bungkuk A.K.A Sasori.
"Ah, aku tidak sabar menunjukan karya seniku-un" ucap Deidara.
"Kau boleh menunjukan karya senimu, tapi tidak sekarang" ucap Sasori.
"Apa, bocah Ichibi itu kuat-un?" tanya Deidara.
"Mungkin, buktinya sekarang bocah itu sudah menjadi Kazekage" ucap Sasori.
"Hahaha! bersiaplah Suna, aku akan memporak-porandakan dengan seni ledakku-un" ucap Deidara.
Mereka terus melakukan perjalanan ke desa Sunagakure, menembus ganasnya gurun pasir.
Tempat Naruto
Naruto dan Itachi sedang bersantai disebuah tebing berbatuan memandangi hutan yg dibawahnya.
"Hei! Itachi-Nii, apa tidak sekarang menjalankan tugasnya?" tanya Naruto sambil berdiri dari duduknya ditepi tebing.
"Hn, aku juga tak tau" balas Itachi tanpa mengalihkan pandanganya.
"Sebenarnya aku juga ingin kedamaian, tapi itu tidak semudah yg dibayangkan, kita saja masuk Akatsuki karan kita orang buangan" ucap Naruto panjang lebar.
"Hn, kau benar juga Naruto" ucap Itachi sambil berdiri.
"Ayo kita lakukan, Naruto" ucap Itachi dengan berjalan masuk kehutan dibelakangnya.
"Kau terburu2 sekali" ucap Naruto sambil meyusul Itachi.
Kantor Hokage
Tok! Tok! Tok!
"Masuk"
Ceklek!
"Halo Tou-san!, apa kabar" ucap Menma sambil berjalan masuk.
"Ah! Menma, kau sudah pulang" ucap Minato dengan berjalan menuju Menma dan memeluknya.
"Hahaha! begitulah Tou-san" ucap Menma sambil menggaruk2 belakang kepala yg tidak gatal.
"Ngomong2 dimana Jiraiya sensei?" tanya Minato menatap area sekitarnya.
"Aku disini" ucap seseorang dibelakang Minato sambil bertengger dijendela.
"Ah! Jiraiya sensei, tapi lain kali lewat pintu saja" ucap Minato janggung.
"Kau tidak tau kebiasaanku saja" ucap Jiraiya turun, berjalan mendekati muridnya.
Tok! Tok! Tok!
Suara pintu mengalihkan perhatian mereka.
"Masuk" ucap Minato.
"Hokage-sama ini lapo-, eh! Menma, kapan kau kembali?" tanya seorang gadis berambut pink A.K.A Sakura sambil membawa laporan rutinya.
"Ah! Sakura, sudah dari tadi" ucap Menma canggung sambil menggaruk belakang kepalanya yg tidak gatal.
"Kau Sakura, wah! kau tbah cantik saja" ucap Jiraiya tersenyum.
"Hehe! teriam kasih pujiannya Jiraiya-sama" uacap Sakura canggung.
"Jadi, ada apa Sakura?" tanya Menma.
"Tidak kok, hanya laporan rutin rumah sakit" balas Sakura sambil meyerahkan laporannya pada Minato.
"Terima kasih Sakura, kebetulan kalian sudah lengkap-" ucap Minato mengantung omongannya saat melihat kedua remaja pundung dengan aura suram.
'Lengkapnya, jadi tanpa Sasuke sudah lengkap' pikir Menma dan Sakura bersamaan.
"Seharusnya kau tidak berbicara begitu" ucap Jiraiya sambil berbisik pada Minato, sedangkan Minato tersenyum canggung.
"Oke, karna sudah lama kalian tidak bersama bagaimana kalau kalian menunjukkan hasil latihan kalian pada seseorang" ucap Minato memecah suasana.
"Seseorang siapa?" tanya Menma.
Tok! Tok! Tok!
Suara pitu kembali mengalihkan pandangan mereka.
"Masuk"
Masuklah seorang wanita berambut merah A.K.A Kushina dengan membawa bekal makan siang di tangannya.
"Minato-kun, aku membaw-, Menma! kau sudah pulang?" tanya Kushina membuang bekalnya sambil berlari memeluk anaknya.
'Bekalku' pikir Minato tersenyum canggung.
Sedangakan Jiraiya dan Sakura hanya tersenyum miris.
'Kasihan sekali' pikir mereka berdua.
"Menma!, kenapa kau tidak pulang2 hah!, apa kau tidak rindu dengan Kaa-sanmu ini?" tanya Kuahina sambil melepas pelukkannya.
"Aku rindu kok dengan Kaa-san" ucap Menma sambil menggaruk belakang kepalanya yg tidak gatal.
'Tapi tidak untuk mode habanero Kaa-san' lanjut Menma didalam batin.
"Minato-kun aku-, heh! mana bekalnya" ucap Kushina sambil tengok kesana kemari.
"Tuh!" tunuj mereka bersamaan pada bekal Minato yg tumpah menjadi santapan kucing(kenapa ada kucing, ah lupakan).
Jederr!
"Hahaha!, bekalnya sudah tumpah, kau makan ramen saja ini" ucap Kushina tertawa canggung menunjukkan ramen instan yg ia sembunyikan dalam dasternya(haha jangan berpikir mesum)
"Jadi, Tou-san siapa orang yg dibilang Tou-san?" tanya Menma kembali ke topik utama.
"Di tidak disini tapi di luar" balas Minato.
Menma dan Sakura berlari menuju jendela terbuka, melihat keluar yg di dapatkan adalah seorang pria berambut silver, dengan masker menutupi setengah wajahnya memegang buku berwarna orange A.K.A Kakashi
"Kakashi sensei!" ucap Menma dan Sakura bersamaan.
"Yo!" balas .Kakashi tanpa mengalihkan pandanganya dari buku nistanya.
"Jadi, orang yg dimaksud Tou-san, Kakashi sensei" ucap Menam yg dibalas anggukan Minato.
"Lama tak berjumpa Menma, Sakura, dan Sasuke, eh! ucap Kakashi keceplosan, melihat Menma dan Sakura menundukan kepala dengan awan hitam di atas kepala mereka.
'Sial! aku keceplosan' pikir Kakashi.
"Baikalh, kalian akan menunjika kekuatan kalian jam satu siang nanti, nah Kakashi hari ini tidak ada misi dulu" ucap Minato.
'"Kakashi sensei, aku ada hadiah untuk sensei" ucap Menma mengluarkan buku bersampul waran hijau berjudul 'icha-icha paradie vol 5' dari katong ninjanya, memberikannya pada Kakashi.
'Ti-tidak mungkin' pikir Kakashi memegang buku nista yg diberikan Menma.
Sementara itu Kushina sudah mengluarkan aura mengerikan membuat semua orang disana mengluarkan keringat dingin, Kushina menatap Jiraiya dengan tatapan menjanjikan kematian di ujung matanya.
'Sial kenapa anak itu mengluarkannya sekarang' pikir Jiraiya berharap besok bisa melihat hari esok.
'Ckckck, kasian sekali Jiraiya sensei/sama' pikir mereka serempak.
"Baiklah, Menma dan Sakura tunggu aku di training group 7 jam satu siang" ucap Kakashi meninggalkan asap cukup tebal.
Di Gurun Pasir
Kini tim 1 Akatsuki meyusuri ganasnya gurun pasir, melaksanakan tugasnya membawa ichibi.
"Sasori-dana, apa kau tidak bisa naik keburungku-un?" tanya Deidara.
"Aku lebih baik begini, dari pada menaiki benda lunak memjijikan itu" balas Sasori.
"Sasori-dana, sepertinya aku sudah melihat gerbag desa Suna-un" ucap Deidara sambil menaikan ketinggian burung tanh liatnya.
"Tidak lama lagi kita sampai" ucap Sasori dengan seringan di wajah kugutsunya.
Bersambung
Nama : Naruto Uzumaki
Umur : 16th
Klan : Uzumaki
Tinggi : 183cm
Berat : 69 kg
Pangkat : Genin
Elemen : Futon dan Suiton
Kekkei Genkai : Hyoton
Nama : Menma
Umur : 16th
Klan : Namikaze
Tinggi : 178 cm
Berat : 64 kg
Pangkat : Chunin
Elemen : Futon
Jinchuriki : Kyuubi
Kritik dan Saran
Review
