Naruto : AKATSUKI
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Fantasy, and Crime
Rating : M (undur kekerasan)
Wanrning : Typo, OOC, Dark!Naru, Strong!Naru, and Smart!Naru
Summary : Naruto dibenci warga desa, bahkan keluaraganya pun mengacuhkannya, Naruto bertualang mencari jadi dirinya sebagai PEMBALAS DENDAM.
"Normal"
'Pikiran'
"Bijuu/Monster"
'Bijuu/Monster'
*Jutsu
(Keteranganan)
Chapter 2
Gerbang Sunagakure
Terlihatlah penjagaan ketat di gerbang masuk desa Suna, semua Shinobi Suna menghabiskan waktunya berjaga2.
Di sisi lain sekitar 1km dari Suna terlihat dua orang mengenakan jubah awan merah.
"Sasori-dana, hari ini biar aku saja yg bereskan-un" ucap Deidara berlajan beriringan.
"Terserah kau saja" ucap Sasori.
"Ya, ya, ya, aku tau kau rindu kampung halaman-un" ucap Deidara.
"Mungkin iya dan mungkin tidak" ucap Sasori dengan tampang tak berdosa.
Deidara yg melihat itu hanya sweatdrop.
'Apa2 itu, dia sudah gila, mungkin karna seninya kurang ledakkan, hahaha! baiklah akan ku ledakkan lab dia di markas biar tidak stress' pikir Deidara panjanh lebar.
Sasori yg melihat Deidara melamun meyabitnya dengan ekor tepat di kepala Deidara.
"Ittai! apa2 kau kayu jati! kau ingin ku ledakkan, asal kau tau dengan ledakkanku bisa danau buatan 2km persego-un" balas Deidara.
"Terserah" jawab Sasori ketus.
Tempat Naruto
Naruto dan Itachi terus berjalan meyusuri hutan tanpa meloncat2 di pohon.
"Hei! muka keriput, kenapa kita hanya berjalan, bukannya bisa melompat2 di pohon untuk mempersingkat jalan" ucap Naruto ketus pada Itachi di sampingnya.
"Untuk menghemat stamina, Naruto" balas Itachi santai.
"Ini malah lebih membosankan" ucap Naruto.
"Sebenarnya apa tujuanmu" lanjut Naruto.
"Kita akan bertemu seseorang" ucap Itachi.
"Seseorang siapa dia?" tanya Naruto.
"Kau akan tau dan pasti terkejut" jawab Itachi.
"Haah... baiklah" ucap Naruto malas.
Kantor Kazekage
Di sebuah ruangan terlihatlah seorang pemuda berambut merah dengan huruf kanji di ssisi kiri keningnya bergulat dengan dokumen2 di atas mejanya.
"Aliansi dengan Konohanya, aku sudah mengharapkannya dari dulu tapi para tetua Suna akan mendukunya tidak" gumam pemuda itu A.K.A Gaara selaku Kazekage kelima.
Gerbang Sunagakure
Di gerbang Suna terdapatlah puluhan mayat Shinobi Suna terbaring di tanah dentan bersempahan darah dimana2.
"Ternyata saat mudah mengalahkan merekanya-un" tanya Deidara berdiri tetap di ujung gerbang keluar desa Suna.
"Sasori-dana, aku saja yg menangkap Ichibi, kau disini saja menonton-un" ucap Deidara pada rekanya Sasori.
"Terserah kau saja tapi kau harus cepat, aku bosan menunggu" ucap Sasori.
"Tenang saja" ucap Deidara menjiptakan burung dengan tanah liatnya, melemparnya di udara berubah menjadi besar lalu menaikinya.
(Peristiwa pertarungan Gaara vs Deidara dan penculikanya sama kaya di Canon, lagi mls ngetik)
Training group 7
Kini Menma dan Sakura sedang berhadapan dengan Kakashi.
Kakashi memasukan bukunya bukunya menghapan kedua muridnya, menaikan ikat kepalanya terlihatlah mata Sharingan 3 tomoe di mata kirinya.
"Baiklah sekarang aku tidak main2 lagi seperti dulu" ucap Kakashi.
"Sakura-chan, aku ada rencana" ucap Menma sedikit berbisik pada Sakura di sampinya.
Menma membisikan rencananya pada Sakura di balas anggukan oleh Sakura.
Sakura berlari menuju Kakashi sambil meneriaki jurusnya.
*Shanaroo
Blarr!
Sakura memukul permukaan tanah tempat Kakashi berada membuat guncanggan dan retakkan membuat Menma dan Kakashi menelan ludah.
'Aku tidak akan menggodanya lagi' pikir Menma.
Kakashi mendarat di batang pohon, meyadari ada yg janggal.
Instingnya merespon sebuah fuma shuriken melesat dari arah belakang.
Kakashi menghindari dengan mudah serangan dari belakang.
Poff!
Kakashi membulatkan mata melihat fuma shuriken berubah menjadi Menma dengan bola biru di tangan kananya.
*Rasengan
Menma menghantamkan jutsunya ke perut Kakashi.
Kakashi terlempat jauh menghantam sebuah pohon sampai pohon itu tumbang.
Poff!
Kakashi berubah menjadi asap meninggalkan bercak darah.
'Sial, Chi Bunshin' pikir Menma.
Kakashi muncul di bawah tanah tepat di bawah Menma, menggengam kedua pergelangan kaki Menma.
Kakashi menarik Menma sampai leher.
Kakashi keluar dari tanah, memperhatikan Menma yg terkubur seperti Sasuke dulu.
Poff!
Menma berubah menjadi segumpal darah berceceran di tanah.
'Dia memakai Chi Bunshin' pikir Kakashi.
"Kemana mereka berdua" gumam Kakashi memperhatikan area sekitar.
Suatu Tempat
Menma dan Sakura sedang beristirahat di balik pohon yg jauh dari jangkauan Sharingan Kakashi.
"Kita harus membuat rencana baru, Menma" ucap Sakura.
"Kau benar" ucap Menma berdiri menghampiri Sakura.
Menma mulai membicarakan rencana B.
Menma dan Sakura melompati2 batang pohon mendekati area jangkauan Sharingan Kakashi.
Kakashi yg melihat pergerakan chakra mendekati tempat berasalnya.
Menma dan Sakura kini dihadapannya Kakashi.
"Nah, apa yg kalian rencanakan" ucap Kakashi.
"Sakura" ucap Menma.
Sakura yg mengerti maksud Menma, langsung meyerang Kakashi.
*Shanaroo
Blarr!
Lagi2 tempat hantaman hancur lembur.
"Aku harus menghindari Sakura tapi dimana Menma" ucap Kakashi.
"Disini!" teriak Menma bersama puluhan Bunshin dengan rasengan di setiap tangan kanan Bunshinnya.
*Rasen Tarengan
Bumm! Blaarr!
Puluhan Bunshin Menma menghantamkan jutsunya tempat Kakashi berdiri.
Di suatu tempat Minato, Kushina, Tsunade, dan Jiraiya yg melihat dari kejahuan kagum dengan jutsu Menma.
"Kau melatihnya dengan baik sensei" ucap Minato
"Sakura juga sangat kuat" ucap Kushina.
"Tentu" ucap Tsunade dan Jiraiya bersaman.
Kini area training group 7 hancur lebur dengan jutsu andalan Menma.
Terlihatlah Menma dan Kakashi kelelahan, sementara itu Sakura sedang bersembunyi.
"Haah.. Haah.. kau hebat Menma" ucap Kakashi dengan napas terputus2.
"Bagaimana kalau ini" ucap Kakashi merapalkan Handseal.
*Raiton : Raikiri
Percikan petir bercabang di tangan kanan.
Kakashi berlari dengan kecepatan Jounin menuju Menma.
Tanpa di duga Sakura muncul dari atas.
*Shanaroo
Buum!
Kakashi megagalkan jutsunya untuk menghindari pukulan mematikan Sakura.
Tiba2 Menma muncul di depan Kakashi sambil merapalkan Handseal yg tidak asing.
*Oiroke no Kutsu
Croot!
Keluarlah darah dari kedua hidung Kakashi yg tertutup masker, diam mematung.
Di tempat lain Minato dengan keluar darah dari hidungnya dan Jiraiya sudah terkapar kehabisan darah.
Kushina dan Tsunade sudah muncul perepatan di dahinya.
"Awas kau Menma!" teriak Kushina dengan rambut melambai menjadi 9 cabang.
Menma melepas jutsunya mendekati Kakashi, mengambil 2 lonceng.
Muncullah Sakura di samping Menma.
"Ternyata kau masih bocah" ucap Sakura marah.
Buagh!
"I-ittai" teriak kesakitan Menma di jitak Sakura.
Skip Time
Kantor Hokage
Kini Terlihatlah Minato yg sedang duduk di kursinya, Kushina di sampinya, Kakashi sedang meyender di tembok, Sakura sedang melihat pemandangan di luar jendela, Tsunade yg sedang duduk di sofa, Jiraiya yg sudah pergi dari tadi, dan Menma terkapar di lantai dengan benjolan bertingkat di kepalanya.
"Menma, Menma kenapa kau tidak dewasa" ucap Minato.
Tuk! Tuk!
Dari jendela, terlihat merpati pembawa pesan mengetuk jendela.
Sakura membuka jendela mengambil gulungan di punggung merpati, memberikannya pada Minato.
"Ada pesan Hokage-sama" ucap Sakura memberkan pada Minato.
"Terima kasih" ucap Minato sambil membuka gulungan dan membacanya.
"Tim 7, Kakashi, Sakura, dan Menma" ucap Minato tegas.
Mereka yg di panggil berdiri tegak di depan Hokage ke4.
"Kalian akan kuberi misi, meyelamatkan Kazekage Gaara dari tangan Akatsuki" ucap Minato.
Tempat Naruto
Naruto dan Itachi terus berjalan sampai terlihat pria berambut putih jabrik sepunggung.
"Halo Jiraiya senseii" ucap Naruto datar.
"Jadi ada perlu apa Jiraiya-sama?" tanya Itachi.
"Bagaimana pergerakan di Akatsuki?" tanya balik Jiraiya.
"Pergerakanya tim 1 sedang menjalankan tugasnya, tim 2 saat ini ada di sekitar Kumo, tim 3 berada di balik layar pemerintahan Kiri dan kami sedang menemuimu" jelas Itachi panjang lebar.
"Begitunya, ada yg ingin kau tanyakan?" tanya Jiraiya.
"Bagaimana keadaan Sasuke?" tanya Itachi.
"Di masih berlatih dengan Orochimaru, namun sebentar lagi sekitar 5 bulan upacara pegantian tubuh Orochimaru" jelas Jiraiya.
"Begitu, baiklah kami akan pergi" ucap Itaci berubah menjadi puluhan birung gagak dan Naruto pecah menjadi puluhan kristal es.
Jiraiya pergi dengan sunshin menuju desa Konoha.
Bersambung
Kritik dan Saran
Review
