DISCLAIMER :
NARUTO © MASSASHI KISHIMOTO
PAIRING : GAARA X HINATA X NARUTO
GENDRE : -
RATE : T
WARNING : AU,OOC,GAJE,DLL
THE TRUE OF LIAR
Summary :
seorang teman lama hinata kembali lagi ke hidupan hinata seorang bocah laki laki berambut merah yang setiap harinya di panggil gaara. apa gaara mengenal hinata atau hanya hinata saja yang mengenal gaara. "hinata kau tak apa" "apa aku mengenalmu?"
BRUK
CRACK kopi yang di pesan gaara pecah ke lantai
gaara memeluk hinata. Naruta hanya dapat mengerjapkan matanya.
"matamu mengerikan"
"mata setan"
"menjauhlah dari kami"
bruk anak perempuan itu hanya dapat menangis
"maafkan aku"
"maaf katamu mata setan pukuli dia"
"hentikan"
rambutnya merah, dengan kulit putih porselin, dengan mata berwarna pandangan ku kabur…
hinata tergetak lemah di tanah. Anak anak yang mengangu hinata mulai menjauh dan berhamburan pergi tapi tidak bocah berambut merah itu malah mengendong hinata.
hinata membuka matanya
butuh waktu beberapa detik agar retina hinata bisa menyesuaikan cahaya. Betapa kagetnya hinata saat terbangun dia tidak dikamarnya apalagi di sampingnya ada lelaki berambut merah marun lelaki itu tertidur dengan pakaian yang lengkap
"gaaranii" lelaki itu tidak bereming mungkin sudah larut dalam mimpinya pikir hinata
"gaaranii aku merindukanmu" gumam hinata pelan sambil mengusap rambut gaara dan wajahnya mulai memberikan senyum hangatnya. Hinatapun mulai segera duduk dan diambilya sepatu nya baru saja hinata memegang knop
"mau kemana kau" hinata yg langsung menoleh
"ah… maafkan ku telah membangunkan gaaranii"hinata tersenyum
"gaaranii?"
"ah"
"Tunggu sebentar apa gaaranii melupakan ku"
Hinata menatap gaara. Sesak nafas hinata mendadak sesak
"gaara…nii…"hinata bergumam pelan. Gaara tidak mendengarkan perkataan hinata
di telannya saliva
Hinata tersenyum pahit
"pantas saja.. kau melanggar janji mu gaaranii" tanpa sadar air mata hinata menetes.
Gaara hanya dapat menyiritkan dahi binggung
Yup gaara binggung apa yang harus di lakukan sekarang
"kenapa kau menangis?"
"ah?" hinata tidak sadar langsung menyeka air matanya.
"ah aku a..aku aku tak menagis mata ku berair entah kenapa"jawab hinata dengan gelalaban dan diakhiri oleh senyuman.
"ah kalau begitu saya permisi maaf sudah menggangu anda gaara…"hinata mengigit bibirnya masih binggung
"ayolah hinata dia sudah melupakan mu lupakan lah dia sebagai mana dia melupakan mu"
hinata menunduk
"gaara…san"
hinata memegang knop dengan kuat. Dan hinata pun segera meninggalkan gaara yang masih kebinngungan
gaara menyiritkan dahi
"apa gadis itu marah" hanya hal itu yg di pikirkan gaara saat hinata keluar dari kamarnya
"tapi apa kesalahanku" Tanya gaara pada dirinya sendiri
gaara menoleh kearah jam bekernya
06.25
gaara segera berdiri dan memasuki kamar mandinnya. Tak ingin berpikiran lama tentang kesalahan pada gadis tersebut yang baru di kenalinnya kemarin
'apa aku salah'
'hn… pasti aku salah... aku baru kenal dengan gadis tersebut dan... tentu saja gadis itu marah'
'tapi apa alasannya dia marah' mendadak gaara teringat kembali kalau gadis tersebut menangis.
Gaara mengerutkan dahinya
'apa dia pikir aku telah menyentuhnya'
gaara segera keluar dari kamar mandinya
"ah.. kenapa tak terpikir dari tadi"
''pasti dia berpikir macam macam dan"
gaara menoleh kearah cermin
"tapi.."
"untuk apa aku peduli denggannya" gaara mengerjabkan mataanya
Hinata baru saja sadar kalau dia keluar tadi tidak membawa tas yg dia bawa hanya sepatu snekersnya saja dan pakaiannya juga pakaaian pelayan café tempat dia berkerja.
Hinata mengigit bibirnya dia sungguh tak lokasi ini hinata belum pernah kesini sebelumnya.
'haruskah aku naik taxi atau berjalan kaki saja' hinata menghela nafas. Diliriknya jam tangannya
06.35
'pasti ibu sudah tidak ada dirumah dan mirai…' hinata membuang nafas
Hinata pun memilih untuk jalan kaki
Sebuah mobil sport berwana orange di samping menglakson hinata
Hinata pun menoleh
Kaca mobil itu terbuka
Dan pengemudi itu menampilkan cengiran
"hey hinata masuklah biar aku antar"
"na..naruto-kun ti..tidak perlu"tolak hinata halus
"kenapa? Ayolah hinata masuklah sebentar lagi akan hujan"
hinata menoleh ke langit. Naruto pun keluar dari mobilnya.
Melihat naruto hinata mengigit bibirnya
"masuklah nona sarutobi"gaya naruto selayaknya seorang butler kepada sang master hinata tersenyum sambil memiringkan kepalanya
Naruto yg melihat senyuman hinata langsung pun menaiki mobil naruto
"apa ku pasang sabuknya nona?"kata naruto sambil mengambil sabuk pengaman. Hinata mengambil sabuk di tangan naruto
"aku bisa sendiri tuan namikaze" kata hinata sembari memasang sabuk. Naruto memberi cengirannya lalu menutup pintu mobil, dan masuk mobilnya
Sedangkan di belakang mobil naruto terpakir mobil bugati berwana merah.
"baiklah hinata mau aku antar kemana?"Tanya naruto sembari memasang sabuk pengamannya sendiri
"kau hanya perlu mengntarkan ku ke café tempat kemarin malam naruto~kun"
"baiklah" naruto mulai menyalakan mesinnya
hening…
"hinata"naruto membuka suara
hinata menoleh kearah naruto "ada apa"
"hinata kenapa kemarin kau pingsan?"
"a..aku pun tak tau naruto-kun" hinata menoleh ke kaca
"hmm... begituyah"
"iya begitulah…." Hinata tersenyum
"ano...ngomong ngomong narutokun punya mobil? Kenapa mesti naik kereta kemarin?"
"heh?…soal...itu..."
"ah..na…narutokun lu...lupa lupakan saja"
"kemarin itu mobil kurusak jadi ku bawa bengkel hinata" dusta naruto, naruto tersenyum
"ooh…begitu"
"hmm... jadi hinata sejak kapan kau bekerja paruh waktu disana?"
"mm..sepertinya baru 3 bulan yang lalu"
"oh begituh yah" hinata hanya membalas dengan senyuman saja
Hening...
"liat hinata jika kau tadi tidak ikut bersama ku pasti kau kehujanan sekarang"
"hmm...kau benar narutokun terimakasih"
"tidak perlu berterimakasih dulu hinata"
"hmm...ba…baiklah"
'apa yang kulakukan sekarang' gaara masih diam di bawah hujan mobilnya terpakir dengan indah untuk melihat hal yang tidak di sukainya. Walaupun hal tersebut telah berlangsung dari tadi tapi kenapa... gaara membenturkan kepalanya ke stir mobil
"apa yang kulakukan…"gumam gaara
gaara membenarkan posisi duduknya gaara menghela nafas. Di pejam matanya gaara mengambil sebatang rokok dan dinyalakannya korek api.
Gaara menoleh kearah kaca spion. Jalanan yang tadi sepi mulai ramai
Ponsel gaara berdering
"halo"
"gaara sudah lama tak bertemu"
"hn...sudah lama"
"yah begitulah kau ingin bertemu"
"kau sudah bebas"
"yah bisa dikatakan"
"apa mau mu sekarang?"
"entahlah… balas dendam mungkin mau bantu aku?"
"hm... tentu dengan siapa"
"hn... tentu dengan siapa lagi"
gaara tidak menjawab
"tentu dengan hyuuga itu"
"hyuga?apa maksudmu"
"terimakasih atas tumpangannya naruto kun"
"tidak perlu hinata baiklah aku pergi dulu"
Hinata mengganguk dan tersenyum naruto menutup jendela mobil. Dan sekarang mobil naruto sudah melaju dengan kecepatan rendah. Hinata masih berdiri di depan café
"hinata?"
"ki..kiba maaf menggangu mu dan yang kemarin malam"
"tidak masalah hinata"
hinata membungkuk
"hinata kau tak apa?"
"hah?hmm.. aku tak apa apa aku baik baik saja sekarang"hinata tersenyum ramah
"baguslah, hinata barang mu ada di dalam aku ambil dulu"kiba mencari kunci
"ki...kibakun" kiba menoleh "ada apa hinata?"
"sa…saat kemarin malam a..aku pi…pingsan"
"aku tau"
"ta...tapi ke...kenapa a...ku bi…bisa ber…bersama o..orang i..itu"
"hn?orang orang siapa hinata?"Dahi kiba mengerut
"ah…lu…lupakan saja"hinata membungkuk
"baiklah"kiba mengangkat bahu dan di bukannya pintu. Kiba masuk sedangkan hinata masih di luar tenggelam dengan pikirannya
'bagaimana bisa kemarin malam aku bersama...orang itu' hinata mengigit bibirnya
Puk
Hinata mendonga
tangan kiba ada di bahu kiri hinata
"ini milik mu bergegaslah hari ini kau kuliah pagi bukan?"
hinata menganguk "te...terimakasih kibakun mau repot repot"
"itu gunannya teman bukan"kiba mengambil ponselnya
hinata tersenyum sambil memiringkan kepalannya kiba yang melihatnya hanya membalas senyuman biasa. Tapi berbeda dengan hatinya sekarang. Hatinya menangis dikarnakan teman masa kecilnya
"gaala~nii"hinata kecil itu membuka pintu
"hinata"jawab gaara kecil di belakang hinata
hinata menoleh ke belakang "gaalanii" hinata kecil langsung berlari dan memeluk gaara
"maafkan ku"gumam gaara kecil sambil mengelus rambut hinata
"hmm...bau badan gaalanii "hinata mendengus bau gaara
"hi...nata maaf jangan membenci ku" mata gaara kecil menyipit
Pintu tertup. Semua sudah pergi sekarang rapat telah usai 15 menit yang lalu tapi gaara tidak bergerak sama sekali untuk keluar dari ruangan bahkan sekestarisnya juga sudah keluar dari tadi.
gaara memejamkan matanya di lihatnya jam tangannya gaara menghela nafas. Gaara mengambil ponselnya. Dia pun menyeringai
Krek..
Seorang wanita berpakaian putih tergeletak di lantai dengan pakaian berlumuran darah. Dan mataanya mengeuarkan darah
"suster…" anak perempuan itu menutup hidungnya karna bau amis darah dan matanya mengeluarkan air
"ti…tidak"kaki anak perempuan itu lungai dan
Brukk
Anak perempuan itu terjatuh sambil memeluk boneka teddy beard yang telah usang
Tap…
Tap…
Gadis itu menoleh ke belakang. Gadis itu menggelengkan kepalanya dan langsung lari meninggalkan ruangan tersebut.
"ti…tidak TIDAKKK"teriak hinata kecil sambil berlari. Hinata berlari tanpa arah di peluknya boneka teddy yang telah usang. Hinata menoleh kebelakang sesekali.
Hinata kecil berhenti nafasnya bergumuruh tak beraturan
"hah…hah…hahh…"hinata memejamkan matanya
"hinata"
hinata menoleh kebelakang seketika pupil hinata mengecil "ti…tidak" gumam hinata
bocah lelaki bersurai merah itu tersenyum tidak dia tidak tersenyum malah bisa di bilang menyeringai.
"ketemu"
~TBC~
summary :
Hinata selalu mengingat gaara hingga sekarang tapi gaara melupakannya. Hinata terus terbayang dengan gaara yang selalu di pangilnya niisan seorang teman yang selalu ada untuknya. Seorang teman yang telah mempertarukan nyawanya untuk hinata. Seorang teman yang berjanji padanya dan juga yang mengingkarinya.
gaara telah melupakan hinata sanggupkah hinata menerimah hal ini?.
Maaf late posting dan salah pengejaan tulisan.
