Design My love
Chapter 5
At the beginning
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina
Rated : T
Sasuke's POV
"Teme, lu dipanggil lewat speaker tuh" Kata Naruto sambil sedikit nyenngir rubah kearahku. Aku hanya menatap matanya curiga melihat gelagat aneh dari cowok berambut duren yang sedang memberi tahu diriku tersebut.
"Beneran?" Kataku sambil menatapnya tajam. Kan gak lucu kalo aku tiba-tiba berjalan menuju ruang guru lalu kemudian berkata 'ada yang manggil saya tadi?'
"Yeee…! Dikira aku bercanda kali. Tanya aja sama Sakura, dia tadi juga dipanggil tuh" Kata Naruto sambil menunjuk kearah cewek berambut pink yang nampaknya tengah menunggu dengan melipat tangannya didepan pintu.
"Dia merasa ga enak kalo berjalan sendirian, jadi dia minta supaya kamu juga bareng sama dia" Kata dobe sambil nyengir. Aku pun berdiri dan kemudian berjalan kearah pintu dimana Sakura berdiri.
"Ayo" Ajakku dengan nada datar sambil tetap berjalan lurus menuju ruang guru. Hari ini adalah hari Sabtu, setelah aku membolos selama seminggu lebih. Aku terus berusaha menyelesaikan project websiteku yang sekarang sudah kuluncurkan.
"Kamu kemana aja sih, waktu remedy gak masuk, waktu classmeeting juga ga masuk ?" Tanya Sakura membuka obrolan sambil berjalan menuruni tangga.
"Di rumah" Jawabku singkat saja. Kulihat wajah Sakura langsung asem begitu mendengar ucapanku yang datar tadi.
"Jadi kamu bolos?" Tanyanya.
"Bisa dibilang begitu sih, soalnya aku tidak ada rencana buat remedy sama classmeeting, jadi lebih baik gak masuk aja daripada buang-buang waktu di sekolah" Kataku menjelaskan.
"Emang kalo di rumah kamu ngapain?" Tanyanya lagi.
"Makan, tidur" Jawabku dengan nada datar. Yah…! Meskipun sebenernya aku sedang bercanda sih, aku tetap mengatakan semua itu dengan wajah yang tanpa ekspresi, seolah-olah hal itu memang benar-benar sebuah kenyataan.
"Dasar busuk" Kata Sakura sambil memajukan bibirnya mendengar jawabanku tadi. Kami berdua pun kembali melanjutkan perjalanan kami bersama.
"Eh…! Yang tadi itu beneran tah?" Tanya Sakura tiba-tiba sambil menoleh kearahku. Aku pun mengangkat sebelah alisku dengan raut wajah heran mendengar ucapan Sakura.
"Yang tadi yang mana?" Tanyaku.
"Yang makan tidur itu. Kamu kalo di rumah beneran makan tidur?" Busyet dah….! Malah dianggap serius oleh cewek berambut pink ini. Emang tampangku itu tampang pemalas banget ya?
"Ya gak lah. Aku ada sedikit proyek untuk membangun sebuah website. Sebenernya proyeknya udah kelar sejak dua hari yang lalu sih, tapi aku masih males masuk sekolah sehingga nanggung deh, tinggal dua hari" Jawabku terus terang. Memang sih, proyek web yang kukerjakan sudah selesai sejak dua hari yang lalu saking semangatnya. Jadi kugunakan dua hari sisanya untuk travel dan mencari referensi untuk artikel terbaru ku.
"Wow…! Website ya? Alamatnya apaan? Aku jadi penasaran sama proyekmu itu" Kata Sakura sambil tergelak pelan.
"Nih…!" Jawabku sambil mengeluarkan sebuah stiker yang sudah aku print tadi pagi setelah semalaman aku mengetik artikel sambil mendesign stiker yang kugunakan sebagai offline promotion.
"Wow….! Kau juga sudah menyiapkan stikernya? Apaan nih artinya knows better?" Kata Sakura dengan nada penasaran.
"Tahu lebih baik kan?" Kataku dengan seulas senyuman. Sakura hanya membulatkan bibirnya sambil berkata 'Oh'. Aku pun terus berjalan menuju ke ruang guru. Kulihat banyak sekali orang yang lalu lalang dengan tampilan orang tua. Nampaknya yang mengambil raport nya adalah orang tua ya? Kulihat seseorang dengan rambut berwarna violet yang sedang berdiri sambil sedikti mengoceh. Aku pun menghampiri sensei tersebut.
"Maaf, sensei. Kenapa saya dipanggil tadi?" Tanyaku sambil menoel-noel bahu dari sesnsei berambut violate tersebut. Mata berwarna coklat menatapku dengan tatapan tajam sambil menyelidiki, kira-kira apa yang aku lakukan ditengah orang tua seperti dia.
"Oh…! Sasuke, Sakura, kalian berdua. Kesini…!" Seru seseorang dengan rambut berwarna coklat dengan sebuah tanda goresan kecil diatas hidungnya.
"Hai, Iruka-sensei" Kata Sakura sambil berlari menuju sensei dengan rambut coklat tersebut.
"Permisi, Anko-sensei" Kataku sambil memberikan rasa hormat pada sensei dengan rambut violet tersebut. Aku pun berjalan dengan langkah tenang menuju Iruka-sensei.
Dalam beberapa menit, kami diberikan pengarahan oleh Iruka-sensei. Nampaknya kami berdua merupakan peringkat kedua dan ketiga parallel dari kelas 11. Aku mendapatkan peringkat dua, dan Sakura peringkat tiga. Sementara itu, yang peringkat pertama dari kelas sebelah dimana semua siswanya mempunyai alis yang bertaut menjadi satu saking seriusnya.
"Siapa yang peringkat pertama? Kok pinter banget dia bisa mengalahkanmu" Tanya Sakura sambil cekikikan. Aku hanya melirik dengan wajah datar padanya. Aku bukanlah seseorang yang berambisi untuk mendapatkan peringkat di sekolah. Cara belajarku pun awut-awutan. Yang penting adalah aku tidak pernah menyia-nyiakan waktu tanpa belajar apapun dari waktu yang telah kubuang.
"Who care?" Kataku sambil menatap kearah lain. Kulihat seorang siswa yang juga berjalan kearahku dengan langkah yang cukup semangat. Rambut jingganya terurai panjang sampai sepinggangnya. Dia pun duduk cukup jauh disebelah kananku.
"Tuh…! Yang peringkat satu" Kataku sambil melirik kearah cewek tersebut. Sakura pun menengok kearah cewek yang sedang duduk sambil memainkan hape tersebut. Beberapa saat kemudian dia menatapku dengan tatapan heran.
"Kok kamu bisa tahu?" Tanya Sakura dengan tatapan curiga. Aku hanya mengangkat bahuku.
"Abis ini dia bakalan dipanggil" Kataku sambil tetap bersandar ditembok.
"Baiklah, bapak-bapak, ibu-ibu wali murid. Untuk acara selanjutnya, kami akan memberikan penghargaan kepada tiga besar siswa dengan nilai tertinggi parallel. Kami akan memulai dari kelas 11" What the…? Kenapa harus memulai dari kelas 11 sih. Apa tidak dari kelas 10 dulu, Ah…! Gurunya curang nih. Kulihat Iruka-sensei melambai-lambaikan tangannya kearah kami bertiga.
"Peringkat ketiga di raih oleh Haruno Sakura dari kelas 11 IPA 2. Mohon wali murid dari Sakura segera maju kedepan" Sakura pun berjalan masuk kedalam aula. Kulihat ayah dari Sakura berjalan maju ke podium. Aku pun mendesahkan nafasku mengingat setelah Sakura akan ada giliranku lagi.
"Peringkat kedua diraih oleh Uchiha Sasuke dari kelas 11 IPA 2. Mohon wali murid dari Sasuke segera maju kedepan" Aku pun berjalan masuk kedalam aula. Kulihat Tou-chan yang duduk di bagian paling depan langsung saja maju ketika melihatku masuk kedalam ruangan. Aku sudah menduganya, Tou-chan sangat disiplin sekali sehingga dia pastinya akan duduk dibagian paling depan.
"Peringkat pertama diraih oleh Fuuma Sasame dari kelas 11 IPA 1. Mohon wali murid dari Sasame segera maju kedepan" Perasaan dari tadi kata-katanya cuman itu doang deh (dasar author suka copas). Kulihat anak berambut jingga tadi masuk kedalam kelas dan berdiri disebelah kananku.
"Ternyata masih ada juga anak yang lebih dewa daripada kau" Bisik Sakura sambil cekikikan disebelah kiriku.
"Hahaha…! Lucu sekali" Kataku tertawa dengan nada datar.
"Silahkan, untuk kepala sekolah, menyampaikan sambutannya sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga siswa berprestasi ini" Seorang dengan rambut pirang berkucir dua yang sedang duduk kursi tamu pun segera berdiri dan menyambut microphone yang sudah di serahkan oleh MC kepadanya.
"Kita patut menghargai prestasi mereka…" Dan bla…! Bla…! Bla…! Seperti itulah apa yang kudengar dari mulut wanita pirang yang komat-kamit ngoceh didepan para wali murid.
Cuit…! Cuit…! Cuit…!
Wajahku langsung pucat begitu mendengar bunyi burung yang bersiul merdu tersebut. Kulirik kearah Sakura yang nampaknya sedang memandangku dengan tatapan anehnya. Kulirik kearah bawah, di saku dadaku, dimana sebuah LED notifikasi menyala berwarna merah dari hapeku.
Aduh…! Kenapa semuanya terjadi pada saat yang tidak tepat sih. Yah…! Tapi kali ini bukan telepon sih, dari notifikasinya, aku sudah bisa menduga kalo ini adalah BBM. Aku sudah mengubahnya agar tidak tertukar dengan notifikasi WA.
Kulihat kearah pintu keluar dimana sudah berdiri seorang guru dengan rambut violetnya beserta mata coklatnya yang menatapku dengan tatapan tajam dan ekspresi seram.
Yah…! Masa aku kena marah lagi sih
-0-
"Huh...!" Gerutuku pelan begitu aku keluar dari ruang guru akibat dipanggil secara tiba-tiba oleh Anko-sensei karena dia mendengar bunyi hapeku tadi.
"Whoa...!" Sebuah teriakan kaget langsung keluar dari mulutku begitu kulihat sesosok cewek dengan rambut berwarna mirip permen karet yang sedang duduk didepan ruang guru. Cewek yang rupanya mendengar teriakanku tersebut langsung menoleh dan kemudian menatapku dengan tatapan –kenapa kau?-
"Kenapa kau masih disini?" Tanyaku dengan nada datar saja, tak tampak jika aku kaget melihat penampakannya.
"Aku nungguin kamu tau" Katanya dengan nada sebal sambil sedikit mengerucutkan bibirnya. Aku mengangkat sebelah alisku dengan ekspresi heran. Kenapa Sakura sampai nungguin aku sih? Kan lebih enak kalo dia balik sendirian.
"Ngapain juga kau nungguin aku. Kau bisa balik sendiri juga" Keluhku sambil berjalan menuju ke kelasku yang berada dilantai dua.
"Bukannya bilang 'thanks banget ya udah nungguin', tapi aku malah di bully kayak gini" Keluh Sakura sambil berlari kecil dibelakangku.
"Emangnya kenapa sih kamu nungguin aku tadi?" Tanyaku tak mampu membendung rasa penasaran yang sejak tadi nemplok di otakku.
"Yah...! Malu aja aku jalan sendirian, bawa piagam penghargaan dengan tulisan 'peringkat tiga paralell' dengan ukuran super besar kayak gini" Kata Sakura sambil menunjukkan piagam kepunyaannya. Aku hanya memutar bola mataku mendengar alasan semacam itu.
"Si anak berambut jingga tadi kemana? Kenapa gak bareng aja sama dia?" Tanyaku.
"Tau tuh. Eh...! Tadi itu suara notifikasi BBM kan? Siapa sih yang BBM kamu disituasi genting seperti itu?" Tanya Sakura sambil sedikit cekikikan menahan tawa. Aku pun langsung teringat dengan BBM ku tadi dan kemudian langsung membuka hapeku.
"Eh...!" Gumamku tanpa sadar begitu melihat wallpaper milikku yang bergambar seorang wanita dengan rambut indigo.
"Apaan sih?" Tanya Sakura yang nampaknya kepo sehingga dia ikut-ikutan melihat kearah layar hapeku. Aku pun langsung menarik notification bar kebawah untuk menutupi wallpaper nista tersebut sekaligus untuk melihat notifikasi BBM yang sudah ada di sana. Bagus, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Ini Sasuke-san kan?
Dahiku berkerut begitu melihat sebuah BBM dari orang yang tak kukenal tersebut. Langsung saja kubalas dengan jawaban singkat 'iya' dan kemudian memasukkan hapeku kembali kedalam sakuku karena takut Sakura akan melihat gambar cewek tersebut.
Penasaran siapa cewek berambut indigo tersebut? Mau flashback?
Flashback mode On
"Hah...! Apa ini?" Kataku begitu melihat gambar seorang anak indigo dengan pose alaynya sedang memotret dirinya sendiri. Angle yang diambil dari atas, cukup bagus juga buat foto selvie. Rambut indigo panjang sepinggang dengan mata berwarna lavender yang menatap kamera dengan ceria. Bibirnya merah dan terus tersenyum selama pemotretan.
Dibawah foto selvie tersebut, tersedia sepuluh, tidak, bahkan lebih dari sepuluh chat dari Hinata yang belum kubaca.
Kubaca chat tersebut satu persatu yang intinya bahwa dia salah kirim foto.
Kok cepet banget sih terkirimnya ._.
Gomen, Sasuke-senpai, itu tadi salah kirim. Udah dilihat apa belum?
Kayaknya belum nih
Mendingan langsung dihapus aja deh
Daripada abis-abisin memory
Yee...! Mana sempat hapus, orang gambarnya masuk sendiri dalam hapeku kok. Dengan cekatan aku pun membalas chat tersebut.
Emangnya itu foto siapa sih?
Aku pun langsung mengantonginya sambil berbaring diatas ranjangku. Pikiranku dipenuhi oleh rasa penasaran tentang siapa foto yang dikirimkan oleh Hinata tersebut sehingga aku terus melihat kearah LED notification yang ada dihapeku. Beberapa saat kemudian LED tersebut menyala. Langsung saja aku mengambilnya dari sakuku dan melihat notifikasi WhatsApp dari Hinata.
Uhm...! Itu...
Itu fotoku
Emangnya kenapa sih? Jelek ya?
Aku pun kembali melihat lekat-lekat foto cewek berambut indigo itu. Tak kusangka Hinata berkulit putih. Rata-rata orang Kumogakure berkulit gelap sih, jadi aku mengiraHinata itu juga berkulit gelap dan sangar. Eh...! Ternyata...
Tapi dia lumayan cantik juga yah. Selain itu, dia juga enak diajak ngobrol meskipun sedikit keras kepala sih.
Enggak jelek kok
Sebenernya kamu lumayan cakep sih
Aku pun langsung melempar hapeku keatas ranjangku dan bersiap untuk memejamkan mataku begitu melihat jam dinding dikamarku sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Flashback Off
Itu semua terjadi sepuluh hari yang lalu. Dan begitu aku menyadari kalo Hinata secakep itu, aku jadi gugup kalo mau bicara sama Hinata. Bodoh banget yah...!
"Lagian hapemu gak pernah kamu silent ya?" Tanya seseorang yang langsung membuatku buyar dengan lamunan soal flashback ku tadi. Aku pun menoleh kearah Sakura yang juga sedang berjalan disampingku. Dia juga cakep sih sebenernya. Ah...! Kenapa sih cowok harus ditakdirkan untuk bisa jatuh cinta hanya dalam waktu tiga detik, kan aku jadi repot gini.
"Enggak" Jawabku datar seolah-olah tidak ada sesuatu pun yang sedang aku pikirkan sekarang, padahal sebenernya pikiranku telah dipenuhi dengan tanda tanya besar dan kebingungan yang amat sangat.
"Pantesan aja, sekali-sekali disilient gitu dong" Keluh Sakura sambil memajukan bibirnya. Hah...! Peduli apa dia tentang hapeku.
"Terserah aku dong, kan hapeku" Kataku
"Jadi jangan salahkan guru dong kalo dia merampas hapemu. Kan salah kamu sendiri tidak men silent hapemu" Ketus Sakura tetap bersikukuh dengan pendapatnya. Ternyata cewek itu keras kepala juga yah.
"Lagian kenapa sih kok gak disilient? Sok sibuk amat" Kata Sakura mencibir kebiasaanku yang tidak pernah mensilent hape. Sebenernya sih, kalo WhatsApp biasanya aku silent. Kalo enggak, mungkin udah bolak-balik kena tilang juga nih hape.
"Bukan sok sibuk lah, aku emang selalu sibuk. Gak seperti kamu yang selalu free" Aku gak mau kalah juga adu argumen dengan cewek permen karet yang satu ini.
"Sibuk ngapain sih? Sibuk update status? Ah...! Basi banget deh" Eh...! Apa dia bilang? Sibuk update status? Emang dia tahu apa facebook ku? Aku aja jarang update status difacebook, buka ajajarang. Begitu aku buka facebook, udah banyak debunya dilangit-langit. Burung elang aja sampai bisa bikin sarang di facebook ku, gimana?
"Ah...! Terserah kau lah" Jawabku pasrah sambil mengambil hapeku dan kemudian menarik notification bar dan mengaktifkan profile silent. Kemudian kepasang layar hapeku di depan matanya.
"Udah kuganti silent nih, puas gak?" Kataku dengan ekspresi datar, meskipun dalam hati aku jengkel abis dengan ucapan dan ulah cewek yang keras kepala (tapi cakep) ini. Kulihat dia tersenyumpuas melihat layar hapeku yang sudah kupasang di depan matanya tersebut. Aku pun memasukkan kembali hape tersebut kedalam saku.
"Kau temannya Naruto sejak kecil kan?" Tanyanya dengan nada tenang. Aku menatapnya dengan tatapan heran, tapi tetap stay cool. Kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal semacam itu?
"Kenapa emang?" Kataku balik bertanya kepada gadis permen karet yang satu ini lagi. Dia hanya tersenyum misterius kearahku. Aku hanya memutar bola mataku melihat senyum sok misteriusnya tersebut.
"Dia emang jarang belajar gitu ya? Cuman suka maen dan terlalu berisik untuk anak seusianya" Katanya sambil sedikit terkikik geli mengucapkan hal itu. Aku hanya memandangnya dengan ekspresi datar.
"Dia dari dulu emang gitu sih, aku juga mencoba untuk mengubah kebiasaanya. Tapi nampaknya dobe juga gak mau tahu tuh. Terserah deh" Kataku sambil mengangkat bahuku.
"Yah...! Tapi kau tahu, sifatnya yang percaya diri tersebut dan kekeras kepalaannya itu menjadi daya tarik tersendiri" Katanya. Yee...! Kenapa dia malah curhat sama aku sih.
"Whatever" Jawabku asal saja. Sakura menoleh dan tersenyum kecut kearahku.
"Ketika kau berhasil menyalahkannya, atau memaksanya untuk duduk diam dan belajar, menjadi kepuasan tersendiri dalam hati. Rasanya seperti mendapat penghargaan yang sangat berharga bila aku bisa memaksanya untuk belajar" Kata Sakura tanpa menghiraukan tampangku yang -emang gue peduli- kepadanya.
"Just like you" Katanya begitu sampai diatas, didepan kelasku sambil berjalan menuju kearah teman-temannya.
Eh...! Aku? Keras kepala? Kenapa dia mengatakan hal ini didepanku sih? Dari semua hal yang kubaca, cewek memang suka pada cowok yang bad boy.
Yah...! Itu semua benar, cowok bad boy lebih kelihatan percaya dirinya, dan memaksa mereka untuk diam itu menjadi kepuasan tersendiri bagi para cewek. Tapi kenapa Sakura bilang 'Just like you' ? Apa aku juga seperti itu? Atau sebenernya dia...
"Hahaha...! Lucu sekali" Tawaku dengan nada datar seolah emosiku telah hilang.
Nampaknya aku terlalu meremehkannya. Tak hanya pandai, dia juga punya bakat untuk membaca perasaan orang lain.
Dia bukan cewek biasa
-0-
"Huh...! Apa-apaan dia itu" Kataku dengan nada kesal begitu aku sudah sampai di kamarku. Aku pun melempar tas ku keatas ranjang dan kemudian berbaring disamping nya.
Masih ingat kan? Ucapan - ucapan Sakura yang waktu itu. Kekeras kepalaan cowok itu menarik bagi cewek, karena menundukkan cowok yang keras kepala itu ada kepuasan tersendiri. Just like you.
"Halah...! Apa-apaan sih yang dia katakan itu, aku jadi kepikiran kan" Kata ku sambil mengacak-acak rambut bergaya emo milikku. Aku tahu, mungkin 80% dari semua cowok didunia ini, bila mengalami nasib yang sama denganku, dia akan berpikir seperti ini 'Apakah dia suka padaku?'
Tapi itu terlalu percaya diri sekali, dan nampaknya kesadaran diri itu penting sehingga harusnya pemikiran yang baik itu seperti ini 'Bagaimana mungkin?'
Aku tahu itu sedikit pesimistis, tapi Ayolah, aku tidak akan mau bermimpi dan berharap yang nantinya hanya akan dihancurkan oleh nya.
Aku pun mendesah sambil bangun dari tidurku, kulihat indikator notifikasi yang nampaknya sudah menyala berwarna merah dari hapeku.
Tadi kan waktu aku bersepeda pulang sekolah, hape itu bunyi ring tone BBM kan? Aku pun langsung membuka hape tersebut dan benar saja, ada pesan BBM yang masuk dalam hapeku.
"Eh...!"
TBC
Yah...! Ceritanya ngebosenin ya? Latarnya cuman di situ-situ aja? Kayaknya alurnya nih yang terlalu lambat. Haha, gomen deh.
Kali ini, ada yang bisa tebak siapa yang BBM Sasuke diatas?
Happy Read
