Design My love

Chapter 8

Aishiteru, Sasuke-kun

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuHina

Rated : T

Sasuke's POV

"Aishiteru yo, Sasuke-kun" Mataku langsung membulat begitu mendengar ucapan dari gadis berambut indigo yang sekarang sukses mengatakanya dengan jelas didepan wajahku dengan hampir tanpa ekspresi. Mata lavendernya menatapku dalam, mencoba untuk menebak apa yang aku pikirkan.

Kusunggingkan seulas senyuman cool pada gadis tersebut dan menggerakkan tanganku untuk meraihnya, memeluknya dengan penuh kasih sayang.

Eh...! Tapi, kenapa ini?

Tubuhku terasa kaku, dan tidak dapat digerakkan. Apa yang terjadi?

Kurasakan kedua tanganku yang benar-benar seperti batu, sudah tidak bisa kurasakan kembali. Aku pun mendesah pelan begitu menyadari apa yang terjadi.

"Sigh...! Just a dream" Gumamku pelan sambil membuka mataku yang masih terasa berat meskipun aku sudah tidur. Hawa dingin dari AC diatas mulai menusuk telapak tanganku dan membuatku merutuki kebodohanku yang menaruh jaket di koper yang sekarang tengah berada dibagasi pesawat.

Yeah, pesawat. Sekarang aku lagi naik pesawat dan ketiduran sambil memimpikan Hinata, ada yang salah dengan itu?

Flashback Mode On

"Eh...!" Gumamku pelan sambil membaca kata-kata yang dikirimkan orang 'misterius' kemaren kepadaku.

Perkenalkan, nama saya Danzou. Saya pemilik sekaligus pendiri dari situs design terkemuka. Tapi tampaknya, situs saya sudah mulai lama designnya sehingga saya akan mencoba untuk membuat design baru. Apakah anda berminat untuk mengikuti project ini?

"Danzou? Situs design mana yang dia punya ya?" Gumamku sambil mengetikkan jawaban dihapeku.

Sepertinya aku berminat, tapi kalo boleh tahu, situs design yang mana ya?

Aku pun melempar hapeku dan kemudian membuka laptopku untuk mencari di google tentang situs design. Dalam sekejap, muncul banyak sekali hasil pencarian dan kebanyakan hasil itu cuman spam doang, sehingga hampir tidak ada artinya.

"99design, mungkin bukan ini. Sribu? Coba liat dulu deh" Kataku sambil mengklik salah satu link dihalaman pertama pencarian. Sebuah website dengan dominasi warna merah dibagian navigasinya, serta background nya yang cerah segera menyambut mataku.

"Tampaknya designnya terlalu klasik dan kontemporer" Komentarku begitu melihat website tersebut. Aku melihat beberapa artikel tentang kontes design yang berada disitu dan membuka salah satu kontes.

"Wow...! Cuman dua kontestan yang ikut kontes ini. Nampaknya persaingan disini tidak begitu ketat. Aku mau daftar juga ah" Kataku begitu melihat hanya ada dua ekor kontestan yang mengunggah karyanya yang merupakan kontes logo.

Kulirik kearah hapeku yang tergeletak diranjang. Nampaknya ada yang BBM tuh. Aku pun langsung menarik hapeku dan kemudian membuka BBM dari seseorang bernama Danzou tersebut.

"Kok dia ngirim gambar sih?" Batinku begitu melihat apa yang di kirimkan olehnya. Beberapa saat kemudian dia mengetikkan sesuatu.

Website sribu, kalo anda tidak keberatan, kami akan segera menarik anda.

"Hah...!" Tanyaku dengan wajah terkejut begitu melihat gambar yang telah di kirimkan olehnya.

Sebuah kwitansi transfer uang beserta kode yang menunjukkan tiket pesawat yang mungkin dia pesan secara online. Aku pun membaca baris per baris kwitansi tersebut, dan kemudian bulu kudukku langsung merinding. Darah ku langsung bergerak cepat keatas kepalaku.

"Ke Kumo"

Flashback Mode Off

Dan akhirnya, setelah perdebatan panjang dengan Kaa-chan dan Tou-san. Aku akhirnya diizinkan untuk terbang ke Kumo meskipun dengan hati yang dag-dig-dug-ser.

"Yah...! Semuanya akan baik-baik saja sepertinya"

-0-

"Sialan...! Itu bukan koperku" Gumamku ketika melihat koper berwarna biru dongker yang tiba-tiba saja diambil oleh seseorang yang sedang menggendong anak.

Sebuah koper berwarna biru dongker mulai terlihat di ujung rel berjalan yang berada di bandara besar Kumogakure. Koper yang tidak begitu besar dengan tanda berwarna putih yang aku kasih di tangkai tas tersebut.

"Baiklah, here we go" Kataku sambil mengangkat koper yang hanya sebesar tas punggung tersebut. Aku pun memanjangkan tangkainya dan kemudian langsung menyeret koper tersebut keluar dari bandara.

Yah...! Masalahnya sekarang aku gak tahu wajah dan siapa yang memanggilku sehingga sekarang aku seperti orang yang tersesat di bandara. Mondar-mandir gak karuan ditengah hiruk pikuknya orang yang mengantar maupun yang menjemput.

"Coba ku BBM deh" Gumamku sambil mengeluarkan hapeku. Sebuah tangan menepuk bahuku pelan ketika aku berhenti dan mengeluarkan hapeku. Refleks, aku langsung menoleh dan sedikit menyingkir.

Yah...! Aku sedikit tahu diri lah, tadi kan aku berhenti ditengah jalan, jadi otomatis aku sedikit menyingkir karena aku berpikir diriku menghalangi jalan. Kulihat cowok berkulit pucat yang menepuk pundakku. Dia tersenyum dan berdiri di depanku dengan senyumannya yang nampaknya dipaksakan.

"Sasuke-san, kan?" Kata cowok tersebut. Aku hanya memandangnya dengan tatapan datar.

"Ya, namaku Sasuke" Kataku. Tak kusangka, orang bernama Danzou itu masih sangat muda. Rambutnya pendek seleher berwarna eboni, kulitnya pucat layaknya orang albino. Matanya berwarna gelap, hampir sama dengan mataku. Cowok itu pun berbalik menuju pintu keluar dan berjalan dengan badan yang tegap. Aku pun menyeret koperku mengikuti dibelakangnya.

"Gaya rambutmu itu sangat khas ya, aku bahkan bisa mencarimu secara cepat dalam hiruk pikuk masa ini" Katanya sambil memalingkan mukanya kearahku. Waktu itu kan, aku sedang berjalan di belakangnya, jadi otomatis dia harus memalingkan mukanya kearahku bila ingin berbicara denganku.

Aku pun maju disisinya, merasa tidak enak bila berjalan dibelakangnya.

"Ya, memang beginilah style ku. Terlalu mencolok ya?" Tanyaku yang hanya dijawab dengan seulas senyuman oleh bocah itu.

"Ngomong-omong, aku tidak tahu kalo Danzou itu semuda ini ya? Kau mau mencoba peruntungan menjadi enterpreneur dengan membuka web design?" Tanyaku mencoba untuk membuka percakapan dengan bocah eboni ini. Dia kan punya web yang menyediakan jasa design, jadi kemungkinan dia itu tertarik dengan design.

"Oh, maaf. Aku lupa memperkenalkan diriku ya? Perkenalkan, namaku adalah Sai, Shimura Sai. Aku putra dari Danzou" Katanya. Oh...! Nampaknya aku salah kira.

"Oh, kirain" Kataku sambil sedikit nyengir canggung. Belum kenalan tapi udah sok tahu kayak gini.

"Tapi memang aku sih yang membangun website itu. Tou-chan hanya sebagai manager saja" Katanya sambil berjalan. Aku hanya manggut-manggut mendengar ucapan Sai tersebut.

"Jadi, kau juga tertarik sama design ya?" Tanyaku. Sai hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaanku barusan.

"Tidak juga. Kalo dalam sribu ini sih, aku bertindak jadi web engineernya, bukan web designernya" Jawabnya. Aku hanya manggut-manggut mengerti mendengar ucapannya.

"Pantas saja designnya terlalu klasik dan kontemporer" Kataku sambil terkekeh pelan. Kulihat Sai hanya tersenyum kecil mendengar leluconku tadi.

"Tapi aku sedikit bingung" Kataku terus terang pada cowok albino ini. Sai mengangkat sebelah alisnya dengan ekspresi heran mendengar ucapanku.

"Bingung kenapa?" Tanya Sai.

"Yah...! Kenapa kalian harus repot-repot mengajakku ke Kumo jika hanya untuk design web saja. Bukankah kalian bisa menyuruhku mengirim file nya saja, lalu kemudian membayarku lewat transfer" Kataku. Yah...! Kelihatan banget kalo aku gak mau repot-repot datang ke Kumo hanya untuk mendesign saja. Bukan males sih sebenernya, tapi malu. Masak aku harus mendesign web profesional menggunakan CS bajakan, apa kata dunia?

"Ini tidak sesederhana yang kau duga, Sasuke-san" Kata Sai sambil membuka sebuah gerbang besi di pintu keluar bandara.

"Panggil Sasuke aja" Kataku yang merasa risih bila harus dipanggil dengan sufiks -san.

"Baiklah, Sasuke. Ini tidak sesederhana yang kau kira. Ayahku ingin untuk memperbanyak user experience. Kamu pernah liat web 99designs?" Tanyanya dengan sedikit menoleh kearahku.

"Yah...! Aku biasanya sering ikut event disitu" Kataku.

"Yah...! Design dan animasinya itu padu gitu loh. Jadi kayak satu kesatuan yang saling memperindah. Selain itu, aku juga perlu membuat sebuah website lagi. Kali ini aku akan buat website yang berisi portofolioku. Mohon bantuannya ya" Katanya sambil sedikit tersenyum kearahku.

"Tapi, aku kan hanya disewa umtuk membuat sebuah website aja kan?" Kataku sambil menyeringai kearah Sai. Yah...! Aku jadi semangat ngomong kalo ada seseorang yang sebidang denganku, seperti Sai ini.

"Nanti akan kubayar kok" Kata Sai sambil tertawa renyah. Aku pun terkekeh pelan mendengar tawa dari Sai.

"Jadi untuk menciptakan kesatuan antara design dan animasinya, Tou-chan juga memanggil seseorang yang bakalan bekerja denganmu" Kata Sai sambil berbelok di tempat parkir, dimana seonggok mobil berwarna putih sedang terparkir disitu. Bukan mobil mewah sih, hanya mobil cherry biasa.

"Seseorang?" Kataku memastikan. Aku tidak diberitahu kalo aku akan bekerja dengan seseorang, jangan-jangan dia Hinata. Aku masih belum siap ketemu dengan cewek berambut indigo itu. Orang kalo lagi chat aku masih canggung kok ngomong ama dia sejak dia ngirimin fotonya.

"Tuh, dia lagi tidur di bagian belakang mobil" Kata Sai sambil membuka pintu mobil. Aku pun menengoknya. Sesosok pria dengan rambut yang mencuat keatas sehingga membuatnya tampak seperti nanas terlihat sedang tepar sambil memeluk kopernya yang berada di samping kanannya.

"Untung bukan Hinata" Gumamku pelan sambil melempar tasku kedalam mobil secara sadis. Aku pun langsung duduk disebelah tasku. Kulihat Sai sedang mengobok-obok bagasi dibelakang mobil sebelum akhirnya dia masuk dan menstater mobilnya.

"Namanya Shikamaru, Nara Shikamaru. Dia temen jauh ku, aku mengenalnya dari BBM" Kata Sai sambil memasukkan persneling kearah gigi satu dan menginjak pedal gasnya. Melajukan mobilnya dengan perlahan untuk keluar dari lapangan parkir yang penuh tersebut.

"Jadi, dia posisinya sebagai apa?" Tanyaku ketika mobil tersebut sudah berada dibagian jalanan bandara yang sepi.

"Web developer. Aku mengenalnya sebagai web developer, dia yang pertama kali membuatku sadar untuk berjuang selama SMA ini. Karena masa depan tak tentu baik bagi kita" Kata Sai secara serius. Aku hanya memandang kearah depan mobil.

Aku gak tahu kalo ternyata ada yang sepandangan denganku. Selain itu, nampaknya jika kita bersatu kita akan menjadi tim yang hebat.

"Aku mengenalnya sebagai cowok yang cuek di BBM sebelum akhirnya dia mengetahuiku sebagai seorang network engineer dan kemudian dia mendukungku untuk membuat sebuah web yang akan melayani pembuatan web" Sai pun memulai cerita masa lalunya bersama dengan Shikamaru sambil sedikit nyengir kearahku.

"Dengan modal dari Tou-chan, aku pun membuat web seadanya untuk melayani pembuatan web. Hanya sedikit sih awalnya, soalnya pembuatan web ini tidak begitu nge-tren. Kecuali untuk perusahaan besar" Kata Sai.

"Akhirnya Tou-chan hanya memfokuskan pada perusahaan yang dikelola perorangan saja. Hal ini karena perusahaan yang sudah besar akan menyewa designer yang bahkan lebih bonafid lagi" Kata Sai. Perkataannya ada benarnya juga sih. Aku juga termasuk designer amatir sehingga targetku hanya untuk perusahaan kecil saja.

"Tapi aku punya ide yang lebih baik. Kenapa tidak menyediakan kontes yang akan menarik para elite designer. Aku pun mengajak Shikamaru ikut bekerja sama. Kami membuat web sribu dimana ada kontes design, baik itu web, kaos, logo dan lain sebagainya. Khusus untuk web, aku juga menawarkan bantuan Shikamaru sebagai web developer pada client dengan harga yang terjangkau sehingga kami membina hubungan baik" Kata Sai.

"Tapi tampaknya website milikmu masih belum begitu banyak ya peminatnya untuk ikut kontes?" Tanyaku sambil memandang kesamping. Sai menoleh dan mengernyit heran kearahku.

"Justru sebaliknya, peminatnya terlalu banyak dan amatiran sehingga para client banyak yang protes da menarik kembali uangnya. Lalu Tou-chan mengusulkan untuk membuat tes di website. Sekarang kontestannya cuman sedikit karena banyak designer amatir yang gak lulus" Kata Sai dengan nada serius tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.

"Tapi beberapa waktu yang lalu, aku pernah di komplain karena design webnya yang terlalu klasik dan kuno. Jadi aku mencari web designer dan meminta Shikamaru untuk membantuku. Tapi dia membantuku secara sukarela" Kata Sai sambil sedikit tersenyum kearahku.

"Jadi, dia tinggal dimana?" Tanyaku sambil melirik kearah Shikamaru yang tampak pulas tertidur.

"Kirigakure, dia ikut penerbangan sebelum kau" Kata Sai.

"Engh...!" Terdengar erangan pelan dari arah belakangku. Aku refleks menoleh dan kemudian melihat sosok bocah itu sedang duduk sambil mengucek-ucek matanya. Biji berwarna coklat hazel pun mengintip dari kelopak mata yang masih terasa berat tersebut.

"Sudah sampai kah, Sai?" Tanyanya sambil menguap lebar.

"Yo" Katanya sambil melambaikan tangannya dengan tatapan malas kearahku.

"Sasuke, Uchiha Sasuke" Kataku sambil mengajaknya untuk berjabat tangan dan memperkenalkan diriku.

"Shikamaru, Nara Shikamaru. Jadi ini ya, designer yang kau pilih, Sai" Kata Shikamaru dengan nada meremehkan. Aku hanya tergelak pelan mendengar ucapannya tersebut.

"Jadi, kau kelas berapa?" Tanya Shikamaru sambil menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya.

"Kelas 12 sekarang" Kataku sambil menoleh kearah Shikamaru.

"Sama kayak Sai ya, Sasuke-senpai?" Kata Shikamaru sambil sedikit menyeringai kearah Sai.

"Kau tidak pernah memanggilku dengan sebutan -senpai" Kata Sai yang nampaknya cukup tersinggung dengan ucapan Shikamaru berusan.

"Kau tidak tampak seperti seorang senpai" Kata Shikamaru cuek aja.

"Tapi sekali lagi, apakah kau yakin dengan kemampuannya?" Tanyanya sambil menyeringai kearahku dengan tampang menyeramkan. Aku hanya memutar bola mataku mendengar ucapannya barusan.

"Aku hanya mencari anak-anak seperti kita yang juga ikut bekerja membantu orang tuanya. Eh...! Kenapa dari tadi BBM ku kehapemu centang terus ya, Sasuke? Apa kau masih belum mengaktifkan hapemu?" Kata Sai sambil melihat kearah hapenya. Oh...! Iya, aku memang belum mengaktifkan hapeku yang sedang dalam mode penerbangan.

"Aktifkan saja, ntar kalo ada yang menghubungi gimana?" Kata Shikamaru sambil menguap lebar. Aku pun mengeluarkan hapeku dan menyalakannya. Terlihat gambar yang dikirimkan oleh Hinata waktu itu.

"Cih" Decih Shikamaru begitu melihat gambar wallpaper milikku. Aku menolehkan kepalaku kearah pemuda berambut nanas itu.

"Siapa itu?" Tanyanya dengan nada yang malas.

"Temenku, kenapa emang?" Kataku begitu mendengar nada bicaranya yang nampaknya sedikit sewot dengan gambar wallpaper milikku.

"Cewekmu ya?" Tanya Shikamaru.

"Kau punya cewek, Sasuke?" Tanya Sai dengan raut wajah terkejut seperti mendengar kabar kalo hari Minggu gak bakal libur lagi.

"Enggak juga. Kenapa emangnya? Kalian berdua punya?" Kataku dengan nada datar.

"Kami berdua enggak punya. Lagian, cewek remaja zaman sekarang lebih suka dengan cowok yang cenderung bad boy dan cowok jalanan. Bukan cowok yang lebih suka baca buku di rumah dan membantu orang tuanya. Dasar merepotkan" Kata Shikamaru dengan raut wajah kesal.

Aku terdiam sejenak mendengar ucapan dari Shikamaru tersebut. Memang benar sih, Sakura lebih memilih Naruto yang lebih sering keluar. Selain itu, hampir semua cewek yang ada dikelasku lebih memilih untuk pacaran sama anak IPS.

Nampaknya orang yang benar-benar pintar diwaktu remaja tidak pernah dihargai sama sekali. Lihat aja si Neji, dia itu sebenernya bisa jadi pintar. Tapi mungkin dia tidak tahan dengan kesendirian sehingga dia bertindak cukup bodoh.

"Gak begitu juga kok, Shikamaru. Ada juga adik kelasku yang menurut rumor sih, dia suka sama aku. Jadi, sah-sah saja kan bila kita punya cewek" Kata Sai menjawab omongan Shikamaru.

"Itu bukan rumor, itu cuman HOAX" Kata Shikamaru sambil terkekeh pelan dengan tatapan mengejek kepada Sai.

"Selain itu, bukankah kebersamaan itu penting. Kau tahu, aku bukannya mau menjadi orang yang sok pintar. Tapi, kau pasti akan menyesal bila tahu kau sudah terlambat untuk mengungkapkan perasaanmu padanya" Kataku sambil mengingat Sakura yang sukses dicaplok oleh Naruto. Aku menghela nafas berat begitu mengingat hal tersebut.

"Kurasa kau sudah merasakannya ya? Kau kelihatan depresi?" Kata Shikamaru dengan nada sinis. Aku menolehkan kepalaku kearahnya dengan tatapan datar. Anak ini juga keras kepala mempertahankan pendapatnya nampaknya dia juga mengalami hal yang sama. Bahkan mungkin, lebih parah dariku.

"Whatever deh" Kataku sambil menghela nafas menghadapi bocah nanas keras kepala ini.

"Ngomong-omong, Sai. Emangnya siapa yang rumornya naksir sama kamu itu? Mungkin dia beneran suka sama kamu" Kataku sambil nyengir kearah Sai.

"Hmmm...! Itu adik kelas sih, jadi aku gak begitu kenal. Selain itu, aku kalo disekolah itu biasanya diem. Datangnya belakangan, tapi pulangnya duluan" Kata Sai dengan seulas senyum.

"Begitu pula denganku. Kamu juga kan, Sasuke-senpai?" Tanya Shikamaru dengan nada serius. Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan mendengar pertanyaan dari Shikamaru tersebut.

"Tapi, jika kau pendiam, gimana dia bisa kenal kamu?" Tanyaku dengan nada heran kepada Sai.

"Aku ikut OSIS dua tahun lalu dan aku yang memberikan MOS padanya. Kalo gak salah, namanya Hyuuga Hinata" Aku langsung terdiam mendengar ucapan Sai. Samar-sama kudengar ucapan Shikamaru 'merepotkan', tapi aku tidak mendengar sisanya karena shock

"Hyuuga... Hinata" Gumamku lemah ketika mendengar nama itu meluncur dari mulut Sai. Kulihat hapeku, nampaknya ada notifikasi. Mungkin pesan dari Sai tadi. Aku pun mengaktifkan hapeku dan menarik notification bar dan melihat sebuah pesan dari Sai dan sebuah pesan dari Hinata

Hari pertama liburan ya? Kemana nih?

Dengan cepat aku pun membalas dengan singkat, padat dan jelas

Gak ada rencana

Langsung kututup kembali hapeku. Terlintas sebuah ide dibenakku untuk menanyakan perihal Sai pada Hinata. Tapi, masak iya bisa kebetulan banget kayak gini. Tanya Sai dulu deh.

"Apakah Hinata itu seperti ini?" Kataku sambil menunjukkan layar hapeku yang menampilkan gambar Hinata. Sai menoleh sedikit dan kemudian sedikit terbelalak sebelum akhirnya kembali memfokuskan kembali matanya ke jalanan.

"Iya, yang itu. Kau kenal dia?" Tanya Sai dengan nada datar. Ada apa dengannya? Tiba-tiba nadanya menjadi datar melihat foto Hinata.

Kulihat Shikamaru dibelakang yang nampaknya masih memandangi awan sambil tiduran di atas tasnya.

"Hmmm...! Baiklah, kalian rupanya juga mengalami masalah dengan asmara ya?" Kataku mencoba untuk memecahkan keheningan yang menyerang kami bertiga. Shikamaru hanya memandangku dengan tatapan -mau apa kau-. Sedangkan Sai tetap fokus pada jalanan.

"Aku memang gak terlalu mengenal kalian berdua, tapi ayolah, kita hampir senasib dengan asmara kita. Selain itu, bukankah kita sama-sama jatuh cinta dengan komputer? Apa salahnya berbagi?" Kataku dengan nada yang kubuat ceria. Kulihat Sai yang nampaknya tersenyum kecil, Shikamaru yang juga menyeringai kecil kearahku sambil mengeluarkan hapenya.

"Mungkin kita bisa sedikit berbagi solusi bukan?" Kataku.

"Yah...! Senpai, dari dulu aku selalu mencari orang yang mirip denganku dan lebih sedikit terbuka. Bukan cowok yang lebih tertutup" Kata Shikamaru sambil sedikit meledek kearah Sai.

"Iya, aku tertutup. Jadi, darimana kau dapat foto Hinata. Dia pacarmu?" Kata Sai sambil tetap fokus dengan jalanan.

"Bukan, dia teman online ku. Aku sudah mempunyai orang yang benar-benar kusuka disana. Seperti dirimu" Kataku sambil sedikit melirik kearah Shikamaru yang hanya dijawab dengan sebuah desahan pelan.

"Nampaknya kau tahu juga" Kata Shikamaru meledek.

"Tapi nampaknya aku jadi sedikit bingung setelah aku melihat Hinata. Nampaknya, aku mulai menyukainya" Kataku sambil sedikit melirik kearah Sai, menunggu reaksinya. Tapi nampaknya Sai tidak bereaksi apa-apa dengan ucapanku barusan.

"Kenapa kau melihat kearahku?" Kata Sai dengan nada dan ekspresi datar. Aku hanya menghela nafas pelan mendengar jawaban dari Sai.

"Souka. Nampaknya kau mengalami masalah juga ya. Kau yang selama ini ditolak mencoba untuk menghibur diri dengan mengatakan kalo masih ada orang yang mencintaimu, jadi saat ini kau gak rela bila orang yang mencintaimu itu berpaling pada orang lain" Kataku yang hanya dijawab dengan seringaian pelan oleh Sai.

"Lantas kenapa?" Tanya Sai dengan nada sinis.

"Dengar Sai, kalo kau terus melakukan hal itu, kau hanya akan menyakiti Hinata. Kalo kau memang mencintainya, tembak saja dia. Tapi bila tidak, jangan sampai hanya karena kasihan kau memberikan harapan palsu padanya" Kataku dengan nada serius.

"Nampaknya disini ada dokter cinta nih" Ledek Sai dengan tampang konyolnya.

"Bukannya bagus tuh" Kata Shikamaru dengan nada datar.

"Kalo memang udah ada yang benar-benar kau cintai, jangan kau simpan saja. Kalo udah diambil orang baru krasa nyeselnya" Kataku sambil terkekeh pelan kearah dua orang teman yang mirip denganku tersebut.

"Kau mau mampir kerumah Hinata?" Tanya Sai sambil berhenti di depan sebuah rumah sederhana dengan cat warna putih dan biru.

"Gimana ya?"

TBC

Akhirnya saya berhasil menerbangkan Sasuke ke Kumogakure dengan bantuan dari Sai dan Shikamaru.

Sasuke mau mampir gak ya, ke rumah Hinata? Terus rumor Hinata suka sama Sai itu bener gak sih? Bila bener, Hinata lebih milih Sasuke ato milih Sai?

Happy Read