Infinitely Yours


..

..

Preview chap:

"kau memang belum mengenalku secara langsung ,Kyungsoo. namun hatimu sudah mengenalku" gumam pria itu lalu pergi meninggalkan tempat yang tadi menuju ruang guru.

..

..

Chapter 5

..

..

Bel tanda masuk sudah berbunyi menandakan semua murid harus membersihkan kelasnya masing-masing karena hari ini sekolah free. Dan otomatis pun semua murid mau tak mau harus membersihkan kelasnya masing-masing. Kyungsoo menyapu kelas bagian luar. Membersihkan koridor yang berada didepan kelasnya. Ya, sebenarnya hanya didepan kelasnya saja sih.

Kyungsoo bahkan juga menyapu setengah dari bagian depan kelas milik kelas sebelahnya, kelas Zitao. Kyungsoo terus menundukkan kepalanya saat menyapu. Bagai takmau melihat keadaan sekitar sekarang. sampai akhirnya sepasang sepatu hitam dengan tali merah dengan brand ternama itu berdiri tepat diatas lantai yang akan ia sapu.

Kyungsoo mendongkak dan –baru saja ingin— ia memasang wajah tak sukanya pada orang yang sepertinya pria –karena memakai celana— itu namun dirinya sudah dikejutkan dengan pria didepannya. Bagaimana tidak, pria didepannya berdiri tegak dengan kedua tangannya yang dimaksukkan kedalam saku celana dan wajahnya yang sangat datar. Kyungsoo mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyadarkan dirinya. Eh, ini kan pria yang tadi pagi tersenyum padaku? Batinnya.

Pria itu tersenyum lalu mengeluarkan tangannya dari dalam sakunya. Pria itu melihat kearah sekeliling koridor yang sepi karena semua murid sedang membersihkan kelas hanya dibagian dalamnya saja. "mau kubantu" katanya. Pria itu menjulurkan tangannya kearah sapu yang berada digenggaman Kyungsoo.

Kyungsoo yang gelagapan hanya diam dan menggeleng cepat. "ani, tidak usah.. a-aku bisa sendiri" ucapnya. Kyungsoo hanya melanjutkan acara menyapunya sebagai tanda untuk menutupi rasa gugup yang tiba-tiba menyelimutinya.

Pria itu tersenyum lagi. Ia menjulurkannya lagi tapi bukan kearah sapu, melainkan kearah rambut Kyungsoo yang dibiarkan terurai hari ini. Pria itu mengusak lembut rambut Kyungsoo yang sehitam arang membuat sang empunya membeku dengan kaki yang bergetar maksimal. "hey, aku hanya ingin membantumu saja" ucapnya.

Dan sepertinya saat ini Kyungsoo benar-benar berubah menjadi es. Jantungnya berdetak lebih kencang, darahnya berdesir cepat, kakinya lemas, wajahnya memerah. Ugh— sungguh Kyungsoo benar-benar bingung dengan apa yang terjadi padanya saat ini. Terlebih, siapa pria yangg beraninya menguska rambutnya tadi dan juga meng—

"hai Jongin oppa"

"oh hai!"

OH TUHAN.

SELAMATKAN JIWA KYUNGSOO.

Jongin yang selama ini tidak pernah Kyungsoo kenal sekarang berada didepannya. PERSIS DIDEPANNYA. Ingat, BERHADAPAN. Oh tuhan bagaimana cara Kyungsoo mengatur napas juga detakan yang tak kunjung normal pada jantungnya.

"hey, gwenchana?" tanya Jongin –pria yang barusan membalas sapaan seorang wanita yang lewat—. Tangan Jongin saat ini berada dibahu Kyungsoo dan sedikit mengguncang pelan tubuh Kyungsoo.

Kyungsoo yang mendengar suara Jongin segera sadar dari lamunannya. Oh tuhan, Kyungsoo benar-benar gelagapan saat ini. Kyungsoo adalah tipe-tipe orang yang sangat cuek, dan ia tidak pernah gelagapan jika berada dideka orang baru walaupun itu pria. Namun sepertinya julukan queen ice darri teman-temannya untuk Kyungsoo tidak akan berlaku lagi.

"hey" panggi Jongin lagi.

Kyungsoo segera menetralkan nafasnya dan segera mengangkat kepalanya sedikit. Ia menarik nafas panjang dan memejamkan matanya sebentar. "aniyo, gwenchana..maaf aku harus kembali kedalam k-kelas" ucapnya. "sampah bertemu... lagi".

Jongin tersenyum mendengar kalimat yang keluar dari mulut mungil Kyungsoo. sampai bertemu lagi, artinya Jongin masih boleh dong bertemu dengan Kyungsoo. dan itu juga berarti secara tidak langsung Kyungsoo sedang membuka pagar untuknya. Mungkin.

..

..

Kriiing.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Para murid pun mulai berbondong-bondong berjalan keluar gedung sekolah untuk kembali kerumah. Begitu pula Kyungsoo, ia sedang merapihkan beberapa barang seperti buku kosong dan juga pensil untuk kemah nanti. Dan sisanya akan menyusul.

"hey Kyungsoo, kau benar-benar sudah bertemu dengan Jongin?" tanya Luhan yang masih saja tidak percaya dengan apa yang baru saja Kyungsoo ceritakan.

"haduh Luhan, sudah kubilang itu memang kenyataan" balas Kyungsoo.

"rambutmu juga beran-benar diusaknya?"

"ya"

"lalu ia juga benar-benar menawarkan dirinya untuk membantumu menyapu?"

"ya"

"oh astaga benar-benar aaaaa, kapan aku bisa seperti itu"

"kau terlalu berlebihan, Luhan. Jangan seperti itu oh dan kulihat anak kelas sebelah teman Jongin kalau tidak salah yang waktu itu menggebrak pintu kelas kita itu menyukai mu loh. Aku dengar-dengar dari Tao sih"

"eh masa? Kau tidak berbohong? Si albino sarap itu?"

"hm"

Minseok yang sejak tadi hanya dapat mendengarkan percakapan keduanya hanya bisa memutar bolanya malas. Mereka benar-benar anak yang sedang kasmaran pikirnya. Baekhyun pun yang sejak tadi sibuk dengan mejanya mulai ikut bergabung dengan Kyungsoo sambil menenteng tasnya yang belum ia kaitkan di punggugnya.

"ah, sudah sudah ayo pulang, kalian tidak mau kan telat pulang dan terlambat datang keacara kemah nanti?" ucap Minseok menghentikan acara kepo Luhan yang berlebihan.

"yayaya. Kajja"

..

Jam 02.00 KST pun tiba, Kyungsoo buru-buru membawa turun sebuah koper kecil dan sebuah tas ransel sedang dipundaknya. Seragam yang ia kenakan kemarin Jumat dipakainya kembali. Rambutnya pun masih ia urai sama seperti tadi pagi, bedanya saja kali ini tidak ada sama sekali aksesoris sebuah pun menempelkan disana. Ia berjalan kearah dapur dan menemukan ibunya sedang menyiapkan beberapa lembar roti yang sepertinya akan Kyungsoo makan sebagai pengganjal perut sampai malam nanti. Maklum saja, Ibu-nya Kyungsoo masih belum pulih sepenuhnya bilau masih harus banyak istirahat dan masih belum bisa melakukan pekerjaan yang berat. Terkadang ia menyesali pekerjaan ayahnya yang mewajibkan ayahnya pergi keJeju selama duahari satu malam dan akan pulang tepat dimana Kyungsoo pulang kemah.

"eomma.." ucapnya.

Ibu Kyungsoo menoleh kearah Kyungsoo dan tersenyum simpul. Ia menyodorkan beberapa tumpuk roti berisi daging asap selada dan keju. Wah, sepertinya Kyungsoo diberikan sebuah roti sandwich oleh ibunya. "ini makanlah, kau berangkatlah jam 2.15 ya.. eomma tak mau kau menunggu sendirian seperti orang beloon disana" kata ibunya.

Kyungsoo mengangguk lalu mendorong kembali kopernya menuju sebelah sofa dan menaruh ranselnya diatas sofa. Kemudian ia berjalan lagi menuju meja makan dan mulai memakan sandwich miliknya. Ibu Kyungsoo tersenyum geli melihat keluguan anaknya yang sedang memakan.

oh tuhan, lindungilah dia jaga dia.. berikanlah seorang pria yang mampu menjaganya yatuhan.. batin Ibu Kyungsoo.

..

..

Kyungsoo berangkat kesekolah diantar pamannya, Kang ahjussi. Sebenarnya keluarga Kyungsoo menyediakan seorang supir untuk mengantar Kyungsoo kemana saja, namun Kyungsoo menolaknya dan hanya akan menggunakan supir nya disaat tertentu saja. Keluarga Kyungsoo sebenarnya merupakan sebuah keluarga yang cukup terpandang karena Ayah Kyungsoo adalah seseorang penting dipekerjaannya dan sering dipanggil keluar kota atau luar negri untuk menghadiri pertemuan penting tentang apalah itu Kyungsoo pun tak mengerti. Namun Kyungsoo tak mau besar kepala, ia tak mau sombong. Ia ingin menunjukkan sisi sederhana seorang Do Kyungsoo. bukan seorang Do Kyungsoo yang dipandang tinggi oleh orang-orang.

Dan beruntung saja pamannya akan pulang kerumah mertuanya yang melewati depan sekolah Kyungsoo. jadi Kyungsoo ikut ah lebih tepatnya menumpang motor pamannya dari pada harus menyusahkan supir.

"ahjussi gomapta" ucap Kyungsoo.

"ah ya, semoga kau senang saat kemah" balas pamannya.

Kyungsoo tersenyum lalu berjalan menjauh meninggalkan mobil hitam milik pamannya. Menggeret koper kecil dan menggendong tas punggungnya. Ia berjalan perlahan sambil mengamati seisi sekolah. Sepi sekali batinnya. Kyungsoo mempercepat langkahnya hingga saat ia sampai di koridor yang menghubungkan kelasnya dengan lapangan tengah dan depan juga halaman sekolah ia mendengar suara nyanyian yang sangat-sangat keras.

Dengan penasaran, Kyungsoo menambah kecepatan langkahnya dan sesampainya didepan kelas ia mendengar suara kelas yang benar-benar sangat ribut. Secara perlahan, ia menggeser pintu kelas itu dan menemukan teman-temannya yang sudah berbaris rapih dengan sebuah kertas teks ditangan mereka masing masing. Kyungsoo ternganga lebar. Tumben sekali teman-temannya serajin ini, biasanya kan teman-temannya langsung cuek saja ketika mereka belum menghapal suatu hal atau apalah itu.

Kyungsoo juga memutar tubuhnya kearah belakang. Meja meja dirapatkan kebelakang dan kursi dinaikkan. Rapih sekali, pantas saja teman-temannya dapat berlatih dilantai biasa bukan dilantai yang lebih tinggi untuk tempat guru mengajar. Ia juga dapat melihat banyaknya tumpukan tas dan koper dari yang kecil hingga besar dipojok ruangan. Tepatnya didepan meja-meja yang didorong kebelakang.

"oh hey Kyungsoo! ayo cepat letakkan tasmu dan mari kita bertalih untuk nanti malam!" seru Chanyeol yang melihat Kyungsoo didepan kelas dengan tampang melongonya.

Kyungsoo yang sadar segera berlari menuju pojok ruangan kelas dan menaruh koper serta tasnya. Lalu ia mengambil sepucuk kertas lembar dari dalam tasnya dan membacanya sebentar lalu berlari menuju barisannya.

"hey tunggu! Yang belum datang siapa saja?" tanya Kyungsoo.

Yang lain menggeleng lalu tersenyum. "tidak ada, hanya kau saja yang datang terakhir, kau tahu? Kami semua disuruh Chanyeol dan Baekhyun untuk berangkat jam satu tadi. Jam dimana kami masih bersiap siap, bahkan aku saja baru selsai mandi pada saat itu" ujar Chaerin jujur.

Baekhyun dan Chanyeol terkekeh bersama lalu mereka bertatapan sebentar dan melanjutkan tawanya pelan. Kyungsoo hanya menggeleng-gelengkkan kepalanya lalu tersenyum jahil. "biasalah, merekakan pasangan yang sedang kasmaran, jadi maklum saja kalau mereka seperti itu." Katanya.

Dan seketika Chanyeol dan Baekhyun berhenti tertawa. Mereka melebarkan matanya lalu menatap Kyungsoo dengan tatapan membunuh yang sangat aneh dan membuat Kyungsoo tertawa geli. "eh lihat ekspresi mereka sama loh, jodoh jodoh" godanya lagi.

"ANIYA! AKU TIDAK MAU BERJODOH DENGANNYA, DO KYUNGSOO!" ucap mereka berbarengan. Tawa geli Kyungsoo berubah menjadi tawa yang sangat kencang bahkan teman-temannya ikut tertawa juga setelah melihat tangan Baekhyun yang menunjuk Chanyeol, juga tangan Chanyeol yang menunjuk Baekhyun setelah mereka berbicara bersamaan.

"haduh... sudah dong, ayo latihan lagi"

"ne.."

..

..

Peluit sudah dibunyikan oleh pembina kemah bertanda semua peserta harus segera membangun tenda masing-masing ditempat yang sudah disesuaikan. Setiap kelas diberikan 4buah tenda, jadi untuk perempuan dibagi menjadi 2kelompok dan pria dibagi 2kelompok. Letak tenda dari masing-masing kelas pun berdekatan dan berselang seling. Jika masing masing kelas ada 4kelompok maka letak tendanya adalah pria-wanita-pria-wanita. Kelas Kyungsoo adalah kelas E jadi kelas Kyungsoo menempati sebelah kiri lapangan tengah dibarisan pertama yang menghadap kearah pintu koridor yang menuju ruang guru langsung. Tenda milik kelompok Kyungsoo berada diujung barisan milik kelas Kyungsoo.

Disebelah kanan tenda kelompok Kyungsoo ada tenda kelompok pria dua, dan disebelah kirinya ada kelompok tenda pria pertama kelas sebelah Kyungsoo. kelas F tepatnya. Dan dikarenakan lapangan tengah berbentuk U, tenda kelompok pria pertama kelas tidak menghadap kearah yang sama seperti barisan kelas Kyungsoo, melainkan menghadap kearah koridor yang menuju kantin atau café sekolah. Dan lebih tepatnya lagi menghadap kearah tenda kelompok Kyungsoo.

"Kyungsoo-a, kau tidak cape? Dari tadi kau hanya diam berdiri menyangga tongkat bendera kelompok kita, ini kan berat sekali" tanya Baekhyun yang dari tadi mondar-mandir mencari beberapa krikil untuk pengganti palu saat ingin menusukkan paku penahan tenda kedalam tanah.

Kyungsoo menggeleng lalu tersenyum, ia mengeluarkan sebuah sapu tangan polos berwarna baby blue lalu memberikannya ke Baekhyun. "pakai. Kau seperti sedang mandi keringat, mau aku panggilkan Chanyeol agar membantu mu hm?" goda Kyungsoo.

Mata Baekhyun yang tadi berbinar melihat sapu tangan yang diberikan Kyungsoo mendadak membulat terkejut. "YAAK! Apa-apaan kau! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan kutu beras itu!"

"ah masa?"

"Kyungsoo, jangan mulai deh"

"aku tidak memulai... ini kenyataan ko kalau kalian itu sepertinya akan... BERJODOH!"

"APA-APAAN KAU! Aku tidak akan mau menaksir seorang pria kutu beras sepertinya, dia bukan tipe ku. Dan aku juga tak mau berjodoh dengannya, ogah ya ogah"

"kau benar benar rela jika Chanyeolmudiembat orang lain?"

"kau ini tak usah menekan kata 'mu' juga dong. Sudah kubilang aku bukan siapa-siapanya dia. Kau ini masih saja ngeyel"

"yasudah terserah kau, namun feeling ku berkata kau pasti akan bersamanya dalam waktu dekat ini"

..

Dari balik tenda milik kelompok pria dua Chanyeol tersenyum getir mendengar penuturan frontal Baekhyun.

Yasudah tak apa jika aku bukan tipe pria pujaaanmu Baek, namun aku sadar.. aku akan terus memperjuangkan hati ini untukmu, ya.. hanya untukmu... walau sepertinya sudah terlambat batinnya.

..

Jongin merenggangkan otot-ototnya setelah berjam-jam menahan beban dari tongkat bendera untuk kelompoknya yang berat dibelakang tenda. Ia merutuki nasibnya yang menerima saja menjaga tongkat bendera besar yang berat sangat itu. Bahkan karena tongkat sialan itu, ia jadi gagal untuk memperhatikan Kyungsoonya. Padahal ia penasaran sekali dimana tenda yang ditempati pujaan hatinya itu.

Beruntung baginya tenda dikelompoknya sudah selesai jadi sekarang ia bebas. Dan sekarang kegiatannya adalah mencari dimana letak tenda yang ditempati sang pujaan hatinya. Jongin menyapukan pandangannya kepada seluruh tenda disekitarnya dan pandangannya terhenti pada satu titik. Pada tenda yang berada persis disebelahnya. Ah bukan! Bukan pada tendanya, tapi pada seorang wanita yang menahan berat tongkat bendera itu. Ah kasihan sekali wanita itu, bahkan tali sepatunya juga copot.

Jongin terkekeh lalu berjalan mendekati wanita itu. Ia berjongkok didepan wanita itu dan mulai membuat simpul mudah yang kuat pada sepatu convers hitam untuk wanita keluaran terbaru itu. Membuat sang empunya terlonjak kaget. "hai, kita bertemu kembali.. tali sepatumu copot ya? Wah kasihan sekali, beruntung aku sudah memperbaikinya.." ucap Jongin tanpa mengalihkan pandangannya pada sepatu yang sedang ditalinya.

"eh? J-Jongin-ssi ?" balas Kyungsoo ragu.

Jongin tersenyum lalu berdiri setelah selesai mengikat sepatu convers milik Kyungsoo. "ya ini aku, kenapa? Terkejut ya? Ah tak uasah terkejut, dan hilangkan embel-embel ssi oke?" katanya.

Kyungsoo mengangguk imut lalu menundukkan kepalanya. Jongin tersenyum gemas lalu mengambil alih tongkat bendera milik kelompok Kyungsoo. membuat Kyungsoo terlonjak untuk kedua kalinya. Dengan mata membulat Kyungsoo hanya dapat mengerjapkan matanya perlahan.

"sini-sini, kau terlihat keberatan aku bantu ya" ucap Jongin.

Kyungsoo tersenyum kaku lalu mengangguk. Ia menyelipkan helaian rambutnya yang jatuh menutupi matanya. "oya, tendamu disini?" tanya Jongin.

Kyungsoo mengangkat kepalanya. "iya, eung... kalau tenda milik J-Jongin ada dimana?" tanya Kyungsoo balik.

"tendaku? Tendaku ada disebelahmu, tenda yang itu. Kau tidak usah seformal itu padaku ya, ingat! Anggap aku ini orang terdekatmu oke?" balas Jongin. saat berbicara pada kalimat terakhir, Jongin sedikit mengelus tangan Kyungsoo perlahan. Membuat sengatan hangat pada diri Kyunsoo.

"ah iya.."

Dan setelah kalimat itu terucap, tak ada percakapan yang muncul diantara mereka. Mereka hanya diliputi rasa gugup yang amat besar hingga tenda milik Kyungsoo selsai dibangun oleh anggota kelompoknya.

..

..


TBC!


WEHEEEE! AUTHOR IS BACK!

mianhae sebelumnya karena author telat update karena habis uts hehe xD

wahwaaah pada nungguin kaisoo moment ya kalian semua yakan yakan? doh gosah ditungguin, ini udah author kasih asupan nutrisi kaisoo dua kali haqhaq! xD

semoga menikmati ep-epnya ea!

maaf author gabisa balesin reviewnya satu-satu karena author masih harus belajar buat uts hari terakhir nanti hari sabtu, dan ini pun author diem-diem ngepost ffnya tanpa sepengetahuan ortu ;((

mau banget sebenernya lama lama disini, tapi minggu ini gabisa ;( tapi author janji! insyaAllah kalo ntar pas post chap 6 bakalan cepet oke oke?

sip deh ya buat kalian!

oya lets pray for south korea guys!

kita doakan korban kapal tenggelem yang masih dalam pencarian akan cepat ketemu dalam keadaan selamat walafiat ya amin amin..

oke!

its time to

REVIEW!

REVIEW GO REVIEW!


big thanks to :

dorekyungsoo93, KaiSoo Fujoshi SNH, kaisoohunlovers, puputkyungsoo, ArraHyeri2, setyoningt, SuJuXOXO91, rizd.o12, iziziziz, flowerdyo, minbyuliee, pit.


~byunhyeonkkaeb~