Preview chap:
"ah iya.."
Dan setelah kalimat itu terucap, tak ada percakapan yang muncul diantara mereka. Mereka hanya diliputi rasa gugup yang amat besar hingga tenda milik Kyungsoo selsai dibangun oleh anggota kelompoknya.
..
Chapter 6 ..
..
Malam hampir tiba, para peserta kemah baru saja selesai beribadah diGereja dekat Sekolah. Kyungsoo dan teman-temannya sedang berbaris rapih dilapangan utama depan sekolah untuk pembukaan api unggun yang dilaksanakan nanti malam, tidak hanya Kyungsoo dan teman-temannya saja semua peserta kemah pun juga sudah berbaris rapih dihalaman depan sekolah. Beberapa puluh menit berlalu. Acara pembukaan api unggun pun selesai. Terlihat Kyungsoo yang sudah berada didalam tenda bersama dengan beberapa temannya sedang memakan cookies coklat yang dibawanya. Lucu. Ya sangat lucu. Bagaimana tidak, lihat saja cara makan Kyungsoo yang sangat pelan dan lugu. Juga seperti marmut mungkin? Oh andai saja Jongin melihat moment Kyungsoo yang sedang makan seperti ini.
Ngomong-ngomong soal Jongin, Kyungsoo yang sedang asik makan menjadi terhenti kegiatannya. Tali sepatu, usakan halus, kalimat lembut, oh astaga! Kyungsoo mengingat semuanya kembali! Bahkan Kyungsoo tadi sudah berusaha untuk melupakannya namun sia sia. Ah tidak! kyungsoo masih sangat ingat cara Jongin mengusak halus rambutnya, menggenggam dan membuat simpul mudah di tali sepatunya, kalimat lembutnya yang membuatnya terbang tinggi ugh tuhan... apakah Kyungsoo mencintainya? Ah tidak! tidak! tidak! bisa saja Jongin melakukan hal tersebut hanya karena kemauan jahil atau karena permainan truth or dare atau hanya ingin mempermainkannya saja atau atau atau dan masih banyak lagi.
Kyungsoo bukan wanita bodoh yang tidak bisa membedakan pria yang tulus dan pria yang tidak tulus. Ia dapat membedakannya, ya.. walau Kyungsoo memang tidak mengerti apa arti cinta itu sih. "yak! Kyungsoo! ayo mandi ini sudah sore bahkan hampir malam kau tahu?! Makan mulu sih nanti gendut baru tahu!" bentak Baekhyun.
Sebenarnya Baekhyun tahu bahwa Kyungsoo sedang melamun saat ini, makanya Baekhyun langsung mengajak Kyungsoo untuk mandi sore. Sebenarnya bukan untuk menghentikan acara melamun Kyungsoo saja sih, ini karena mereka yang memang belum mandi dan hari sudah hampir malam. Bukan hanya mereka, masih banyak peserta kemah yang belum mandi bahkan ada beberapa yang tidak berniat untuk mandi. "ah.. ne.." balas Kyungsoo.
..
..
Kyungsoo dan Baekhyun sedang berjalan dikoridor lantai 3. Mereka berniat untuk membersihkan tubuh mereka di kamar mandi guru dilantai 3. Dan sepertinya tidak ada peserta yang mandi disana, jadi mereka dapat leluasa untuk membilas tubuh mereka hingga puas.
Kyungsoo menatap kearah ruangan ruangan untuk ekstrakuli kuler juga ruangan khusus guru guru yang sepi tidak berpenghuni. Begitu pula Baekhyun, mereka memperhatikan sekitar dengan seksama. Bagaikan tak ada objek lain yang bisa mereka perhatikan. Ya, sepertinya hal itu wajar sih disini. Anak anak disekolah ini jarang ada yang mengunjungi lantai tiga apalagi berjalan sedalam ini. Biasanya mereka hanya kelantai 3 saat ingin keruang guru atau ada ekstrakuli kuler. Namun mereka tidak pernah menelusuri koridor yang menuju kamar mandi khusus guru ini. Kenapa? Karena koridor ini sangatlah penting.
Disekitar koridor dekat kamar mandi terdapat banyak loker-loker tempat menyimpan nilai, soal ulangan, atau sebagainya yang berhubungan dengan nilai siswa. Namun jika libur atau ada event tertentu yang diadakan sekolah, mereka baru membolehkan para murid melewati koridor ini. Tapi kenapa sekarang hanya ada mereka berdua? Ah, mungkin saja para murid lupa.
Saat berjalan melewati ruangan ekstrakuli kuler science Kyungsoo menatap sesosok bayangan pria yang membawa tas mandinya dari pantulan kaca yang sedang diperhatikannya. Karena kaget, Kyungsoo segera memalingkan wajahnya kearah Baekhyun.
"b-baek.. a-aku mel-"ucapan kyungsoo terhenti ketika tangan Baekhyun menyenggol Kyungsoo pelan. Kyungsoo segera mengalihkan pandangannya kearah tatapan Baekhyun tertuju.
Oh god!
Kyungsoo yang kaget langsung saja membungkukkan badannya dan memberi salam pada pria yang berada dihadapannya ini. "annyeonghaseyo Jongin.." ucapnya
Pria itu Jongin. oh ternyata bukan hanya mereka saja yang menggunakan kamar mandi khusus guru, ternyata ada Jongin juga disana. Dan.. sepertinya dia sendirian. Ah tak apa.
Jongin tersenyum membalas sapaan Kyungsoo. ia memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celana jeans nya. Sepertinya Jongin baru saja selsai mandi dan ia juga sepertinya baru saja mengganti bajunya dengan baju bebas. Wangi maskulin khas pria pun memasuki lubang hidung Kyungsoo. membuat sang empunya menarik napasnya dalam dalam. Ya.. walau nanti ada api unggun namun acara itu masih lama, sekitar jam 9 malam acara api unggun baru akan dimulai. Maka dari itu banyak murid-murid yang memakai pakaian bebas dulu. Dan sehabis ini juga akan ada acara makan malam jadi mereka diusahakan untuk memakai pakaian yang lebih formal.
"kau... mau mandi ya?" tanya Jongin Kyungsoo menagngguk lalu menyelipkan beberapa helaian rambut yang menurutnya mengganggu kebelakang telinganya. "ne"
"ohh, yasudah... mandi sana, aku tunggu saat makan malam ya!" ucap Jongin.
Kyungsoo tersenyum kaku lalu berjalan meninggalkan Jongin. belum dua langkah berjalan, Kyungsoo sudah dipanggil kembali oleh Jongin. membuat Kyungsoo harus membalikkan badannya kembali, mengabaikan Baekhyun yang sudah berjalan duluan didepannya. "ah maaf, aku hanya ingin bilang.. cek ponsel mu ya.. aku harap kau mau" ucapnya lalu pergi meninggalkan Kyungsoo yang hanya melongo menatap punggung lebar Jongin yang berlari.
Sampai akhrinya Baekhyun yang sudah ada didepan kamar mandi guru meneriaki namanya. "KYUNGSOO-YA! JANGAN MELAMUN! KAJJA MANDI!"
"neeee"
..
..
"Kyungsoo! kau sudah selesai?" tanya Baekhyun dari dalam kamar mandi.
"sudah"
"aku boleh minta tolong letakan ini disana" pinta Baekhyun yang dibalas dengan anggukan pelan oleh Kyungsoo. setelah menerima tas mandi berwarna merah muda milik Baekhyun, Kyungsoo pun segera meletakan tas itu dimeja kaca milik kamar mandi ini. Namun keningnya menyerngit ketika melihat ponsel putih bersilikon warna merah muda milik Baekhyun yang lampu LEDnya menyalah.
Dengan pelan ia mengambil ponsel itu. Oh astaga, Baekhyun pernah jalan bersama Chanyeol? Apa mereka jadian? Ah tidak tidak.. tapi.. saat siang tadi mereka memang sudah mulai dekat. Dan, mengapa wallpaper ponsel Baekhyun foto dirinya dan foto chanyeol? Batin Kyungsoo setelah melihat wallpaper ponsel milik Baekhyun.
Kriet.
Pintu bilik kamar mandi pun terbuka, Kyungsoo segera memasukan ponsel putih bersilikon merah muda bermerek Samsung note3 tersebut kedalam tas mandi milik Baekhyun kembali.
"Kyung, kau sudah selsai berdandan belom?" tanya Baekhyun
Kyungsoo mengangguk lalu mendorong tubuh Baekhyun kedepan cermin kamarmandi agar cepat cepat berdandan. "sudah, kau belum kan? Sudah sana cepat dandan dulu, jangan lama-lama ne" katanya.
Baekhyun hanya mengendus sebal. Ia memandang Kyungsoo dengan tatapan nanarnya. "YAK! Kau seharusnya tahu, aku kalau berdandan ini sangat lama, tidak sepertimu yang sangat cepat itu" Kyungsoo terkekeh pelan. Ia kemudian bangkit dari duduknya dan mulai mengambil kotak bedak milik Baekhyun. "ah sudah sudah, sini aku saja yang mendandanimu tuan putri" ucapnya. Kyungsoo memoleskan tipis bedak milik Baekhyun kekulit wajah putih mulus milik temannya. Terkadang Kyungsoo sedikit iri dengan Baekhyun yang mempunyai kulit wajah putih bening yang bersih, ya.. walau kulit wajahnya juga seperti itu namun ia tetap saja iri.
Kyungsoo juga terkadang suka bingung terhadap temannya. Kulitnya yang sudah sangat putih ini buat apa dipoles dengan bedak lagi? Jika Kyungsoo menjadi Baekhyun ia hanya memoleskan krim anti sinar UV yang sangat tipis dan hanya memoleskan lipblam pada bibirnya lalu selsai. Tidak perlu pakai badak atau semacamnya. Namun sepertinya Baekhyun memang sedikit berlebihan. Ia bahkan memakai eyeliner untuk melapisi matanya yang sipit. Untung saja sekolah ini tak melarang jika muridnya memakai make up namun jika memakai diwajibkan untuk memakainya tipis tidak boleh tebal-tebal.
Kyungsoo sudah selesai memoleskan bedak pada kulit wajah Baekhyun. Kemudian ia mengambil tubh berwarna baby blue dan memoleskannya sedikit dibibir mungil Baekhyun. "jja.. selsai. Sudah ya kajja kita kembali, Luhan dan Minseok sudah menunggu, oke? Dan tidak ada penolakan jika aku tidak membubuhkan eyeliner pada mata sipitmu. Ini sudah malam dan jika kau memakai itu, tidak baik jika kau pakai sampai tidur" cerocos Kyungsoo panjang lebar.
"t-tapi.."
"tidak ada penolakan nyonya Byun"
Baekhyun yang ditarik hanya dapat pasrah dengan Kyungsoo.
..
..
Kyungsoo menarik tangan Baekhyun memasuki aula yang menjadi tempat makan malam. Para peserta kemah sudah mulai menduduki meja makan masing masing yang terisi 4 orang. Mata Kyungsoo langsung tertuju pada meja Luhan dan Minseok yang masih kosong dan cukup untuk 2orang lagi. Ia berlari kearah meja itu dan langsung membanting bokongnya diatas kursi empuk yang disediakan. "oh astaga! Kyungsoo!" ucap Minseok kaget.
Kyungsoo hanya dapat meringis polos lalu membenarkan letak poninya. "e-eh? Baekhyun.. kenapa dia menunduk, Kyung?" tanya Luhan. Kyungsoo hanya mengerlingkan matanya lalu menarik kepala Baekhyun yang menunduk malu. "OMO?! BAEK? KYUNGSOO KAU APAKAN BAEK?! KEMANA MATA BEREYELINERNYA?!" pekik Minseok dan Luhan bersamaan. Membuat beberapa pasang mata melihat kearah mereka.
"aish, kalian ga usah seperti itu. Santai aja.. aku hanya meremake wajahnya sedikit. Aku sengaja tak membubuhkan eyeliner pada matanya. Aku tak mau saat ia tidur benda itu akan lengket dan mengganggu tidurnya, aku kasihan makanya aku tidak membubuhkannya. Ah! Aku juga ingin memperlihatkan sisi natural yang dimiliki Baekhun, bukan Baekhyun yang biasanya terlihat menggunakan eyeliner" ujarnya.
Baekhyun yang mendengar hanya meringis lalu menumpukan kedua sikunya dimeja makan untuk menopang kepalanya. Matannya berjalan menyapu pandangan yang diterima retinanya. "eh, kalian sudah makan?" tanya Baekhyun mengalihkan pembicaraan. "belom" ucap Luhan singkat. Baekhyun hanya mengangguk lalu mengambil ponselnya yang sedikit bergetar disaku blouse biru miliknya.
Kyungsoo yang dari tadi hanya diam mengalihkan pandangannya kearah Baekhyun. Melihat Baekhyun yang sedang fokus pada ponselnya, pikiran Kyungsoo melayang pada saat ia melihat wallpaper ponsel milik Baekhyun. Sedikit penasaran, ia mengalihkan pandangannya pada layar ponsel Baekhyun. Eomma. Kyungsoo menghela napas kecewa saat melihat nama yang tertera pada ponsel Baekhyun. Aku kira ia sedang berkirim pesan pada Chanyeol, sayang sekali.. aku ingin menjodohkan mereka padahal batinnya.
"hey Kyung! Ayo makan! Sudah hampir malam loh" ucap Luhan menghentikan acara melamun Kyungsoo.
Kyungsoo bangkit dan mulai berjalan menunduk membiarkan rambut hitamnya terurai menutupi wajahnya.
..
"hey Jongin! kau memperhatikan Kyungsoo lagi ya? Kenapa tidak kau tembak saja dia? Mumpung ini masih kemah, dari pada besok pagi dan besok juga kemah kan sudah selesai" ucap Jongdae mengaggetkan lamunan Jongin yang sedang memperhatikan.
"ah.. tidak, nanti saja.. ini belum saatnya, jika sat ini aku nembak dia bisa saja aku ditolak.. aku tidak ingin terburu-buru.. ini masih berhtahap" jawabnya.
Jujur saja, sebenernya Jongin sangat ingin menjadikan Kyungsoo menjadi miliknya saat ini. Ia tidak ingin Kyungsoo-nya keburu diambil orang. Ia ingin merengkuh tubuh mungil yang saat ini dibalut dengan blouse hitam diatas lutut yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bening kedalam pelukannya. Ia ingin mengecup pucuk kepala Kyungsoo yang dilapisi jutaan helai rambut hitam yang lebat.
Ia ingin sekali.
Namun ia sadar, sekarang masih terlalu cepat. Ia tahu waktu yang tepat, mungkin 2-3 hari lagi. Walau ia juga tahu bahwa 2-3 hari itu masih sangat cepat. Namun demi cintanya. Demi rasa sayangnya. Demi rasa ingin memilikinya. Demi hati nuraninya, Jongin bersumpah ia ingin sekali menjadikan seorang Do Kyungsoo menjadi miliknya.
Ingin sekali.
"hey, uri Jongin sedang melamun memperhatikan Kyungsoo yaa?" goda Channyeol yang entah kapan sudah berada di hadapan Jongin saat ini. Saat ini Jongin duduk bersama Jongdae dan Sehun dimeja makan namun dengan kedatangan Chanyeol mereka menjadi berempat.
Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari Kyungsoo beralih menatap Chanyeol dengan sepiring makanan dihadapannya. Ia mengangkat bahunya sok cuek. "hah? Ya... begitulah, menatap... menatap bidadari milikku" ucapnya membuat ketiga pria itu terbahak keras.
..
..
Acara makan malam selesai. Para peserta kemah sudah diwajibkan kembali menggunakan seragam yang tadi digunakan. Kyungsoo sedang melepas blouse hitamnya. Beruntung ia memakai dalaman kaos tipis dan legging mini yang tipis untuk dalaman. Jadi ia tak usah repot repot berjalan kekamar mandi dan mengantri lagi, dirinya hanya cukup melepas blouse hitamnya lalu memakaikan seragam itu pada tubuhnya. Dan selsai. Praktis bukan? Ahaha ya sudah pasti jangan ditanya lagi. Seorang Do Kyungsoo adalah siswa praktis yang tak mau repot repot melakukan banyak hal, ia lebih memilih jalan pintas yang mudah dari pada terus menerobos yang menambah susah.
Beruntung tenda ini cukup besar untuk menampun 10 orang bahkan sedikit kebesaran. Jadi ruang sisa ditenda ini dimanfaat kan mereka untuk menaruh tas tas mereka agar terlihat rapih. Kyungsoo memilih tidur dipojok tenda. Lebih tepatnya dipaling belakang teda bersebelahan dengan tas tas teman-temannya. Ia tak apa jika harus tidur disana, bahkan ia tak mengeluh. Dirinya sendiri yang meminta tidur disana. Sebenarnya ada rahasia tertentu yang membuat Kyungsoo menginginkan tidur dipojok tenda. Kalian ingin tahu? Nanti ya jangan sekarang.
Kyungsoo sedang disibukkan dengan melipat blousenya agar mudah untuk dimasukkan kedalam mini kopernya yang sengaja ia letakan tepat disebelah kakinya. Setelah selesai, Kyungsoo mengambil kaus kaki lalu memakainya dengan rapih. Ia juga mengambil dasi dan ikat pinggang yang langsung dipakainya. Beruhubung hari sudah malam, para pembina kemah mengharuskan para peserta kemah untuk memakai sweater pasangan seragam ini agar para peserta tidak kedinginan. Apalagi ini sudah hampir jam sepuluh malam karena saat acara makan malam tadi menghabiskan watu tigajam lamanya. Ya maklum saja, saat acara makan malam ada acara menonton film juga makanya acara makan malam itu jadi lama.
Kyungsoo memakai sweaternya dengan cepat kemudian ia mengeluarkan sebuah botol banana milk dari tasnya. Ia meminum banana milk itu dengan seksama sembari menunggu teman-temannya kembali dari acara ganti bajunya. Ah! Kyungsoo baru ingat. Ponselnya belum ia buka dari sore tadi. Dan sepertinya ia melupakan pesan Jongin saat bertemu di koridor lantai 3 tadi.
Ponsel Kyungsoo menyalah menambah terang keadaan tenda yang hanya diterangi 2 lampu gantung dibagian belakang dan depan. Kyungsoo sempat kaget ketika melihat banyak sekali notification yang masuk keponselnya. 1 misscall, 54 kakaotalk, 5 message, 7 weibo, 22 instagram. Oh astaga bisa bisa batubatrai ponsel ku cepat habis jika sebanyak ini batinnya. Kyunngsoo membuka misscall yang tertuju padanya .Jongin. nama itu tertera diponselnya. Oh astaga buat apa anak ini menelponku? Batinnya lagi. Ia membuka pesan pesan yang tertuju padanya 1 dari eomma nya 1 dari appa nya dan 3 dari Jongin.
Kyungsoo merasa benar benar gila sekarang. Bahkan notif dari instagram,kakaotalk, dan weibonya pun ia abaikan. Ia berpikir, buat apa Jongin sampai menelponnya dan buat apa Jongin mengirimnya pesan sebanyak 3kali. Harusnya hanya sekali saja itu sudah cukup. Kyungsoo menggelengkan kepalanya lalu membuka isi pesan dari ibunya.
Kyung-ie sayang.. kau sudah makan? Kalau belum makan ya, eomma tak mau kau sakit. Hehe selamat malam... eomma tidur dulu yaa~
Kyungsoo tersenyum melihat pesan dari ibunya. Ia kemudian membalas pesan itu dengan cepat dan langsung beralih kepesan dari ayahnya.
Kyungsoo anak appa! Kau sedang kemah kan? Hati hati ya.. besok appa akan usahakan menjemput mu oke? Selamat malam appa tidur dulu ya
Kyungsoo terkekeh membaca pesan ayahnya. Terkadang Kyungsoo suka geli sendiri melihat ayahnya yang terkadang sangat kekanak-kanakan bahkan melebihi dirinya. Namun bukan berarti ayahnya Kyungsoo itu idiot. Tidak, ayahnya Kyungsoo tidak menderita penyakit seperti itu. Ayah Kyungsoo berlaga seperti itu agar membuat Kyungsoo dan ibunya tertawa, walau ayah Kyungsoo tak pernah memberi tahu, namun Kyungsoo sudah tahu duluan.
Dan sekarang saatnya Kyungsoo membuka pesan dari Jongin.
Hai kyung~ sudah disekolah ya? Ini aku Jongin
Kyungsoo menyerngitkan dahinya lalu terkekeh lirih.
Kyungsoo.. kau jahat sekali tak membalas pesanku :[ aku bahkan sudah menelpon mu tadi, tapi tetap saja tak dijawab. Sungguh jahat dirimu. Tapi tak apa hehe, aku tau kau sibuk kok jangan kaget ya.. aku hanya bercanda saja kok hehe :D ohiya, maaf tadi aku lancang main mengikat tali sepatu hehe. Maaf ya.
Kyungsoo tersenyum. Hatinya merasa bergetar melihat pesan yang kedua dari Jongin. bahkan Kyungsoo tak sadar bahwa banana milknya sudah habis karena ia meminumnya terlalu cepat.
Kyungsoo, err... begini. Hari rabu tanggal 4 nanti saat pulang sekolah... kau sibuk tidak? kalau tidak sibuk, emm... aku ingin mengajakmu jalan jalan hehe... ah jalan jalan sebagai teman. Sebagai perkenalan begitu, hehe. Aduh bagaimana ya... eung... kau mau tidak? aku traktir deh.. ya? Kau bisa?
Kyungsoo diam membeku membaca pesan yang terakhir dikirim oleh Jongin. wajahnya memerah sempurna setelah membaca pesan itu. Apakah... apakah ini kencan? Pikirnya. Kyungsoo masih bingung untuk membalas pesan yang Jongin kirim. Tapi jujur saja saat pulang sekolah hari rabu nanti ia benar benar free. Tidak ada les. Tidak ada kegiatan. Jadi ia bisa pergi kemana saja.
Setelah menimbang nimbang akan membalas pesan dari Jongin atau tidak. kyungsoo memutuskan untuk membalasnya dengan singkat dan jelas.
Tanggal 4 ya? Aku free tak ada kegiatan.
SEND!
Kyungsoo menghela napas lega setelah membalas pesan dari Jongin yang dikirim 4jam yang lalu. Berarti ia mengirim pesan sekitar jam 6 tadi.
..
..
Lampu disekitar lapangan utama depan sekolah sudah mulai dipadamkan. Suasana menjadi gelap gulita. Cahaya remang-remang mulai bermunculan ketika lilin lilin dilapisi kertas khusus sebagai penyangga angin agar tidak mudah mati mulai dinyalahkan. Tida ada suara. Semua hening. Hanya ada suara jangkrik yang menjadi rajanya saat ini.
Para peserta kemah mulai berbaris melingkar melingkari lapangan. Ditengah tengahnya sudah terdapat tumpukan kayu kayu besar juga batok batok kelapa yang siap dibakar. Beberapa sunbae yang menjadi panitia kemah ini mulai mendatangi peserta kemah untuk mengisyaratkan agar merapihkan pakaiannya. Beberapa suara berbisik mulai terdengar kembali.
Setelah selesai semua kembali hening. Suara hentakan hentakan sepatu terdengar sangat jelas karena suasana saat ini benar benar hening. Dari pintu lorong yang menghubungkan lapangan utama depan sekolah dengan lorong menuju gedung tempat kelas Kyungsoo berada keluarlah 2baris sunbae yang ditugaskan untuk menghantarkan api agar api unggun itu menyalah.
Mereka berjalan dengan apik juga tertib. Berjalan mengelilingi tumpukkan kayu untuk api unggun itu dan sedikit berlari kecil. Mereka berhenti. Masing masing orangnya berhenti disetiap sudut api unggun. Mereka juga membawa bambu yang sudah siap sebagai alat penghantar api. Ada salah satu dari mereka yang sudah memegang batang bambu yang berapi. Ia berlari mengelilingi api unggun dan kemudian membagi api dibambu miliknya kebambu milik teman sebelahnya. Kemudian ia meletakkan bambu itu tepat di depannya yang langsung berhubungan dengan kayu-kayu api unggun. Dan begitu seterusnya hingga orang terakhir yang meletakan bambu berapinya disisi kayu-kayu api unggun.
Orang terakhir itu berseru dengan lantang. Membuat para sunbae itu membuat sebuah formasi yang akan membawa mereka kembali kebarisan semula untuk kembali kearah lorong tempat mereka keluar tadi.
Beberapa menit berlalu. Dari atas atap lorong menuju gerbang luar ada sebuah untaian tali panjang yang mengarah keapi unggun yang belum menyalah. Diuntaian tali tersebut ada seorang pria yang seperti akan menjatuhkan obor besar yang sedang dipegangnya kearah api unggun. Pria itu berpakaian serba hitam bahkan wajahnya saja sengaja ia tutupi. Kyungsoo yang melihat hanya dapat memincingkan matanya sambil terus memukul-mukul kecil kakinya yang sudah mulai terasa pegal.
Pria itu menyangkutkan obor besar yang sudah menyalah dengan api besar disebuah benda "entah apa itu yang sepertinya dapat bergerak diuntaian tali itu" yang sudah digantung di untaian tali panjang itu. Perlahan ia mendorong kearah belakang obor besar itu untuk membeeri kekuatan. Kemudian ia mendorong obor besar itu hingga obor itu jatuh tepat diatas api unggun yang mengakibatkan ledakan kecil tak berbahaya.
Api unggun sudah menyalah. Artinya puncak acara sebentar lagi dimulai. Keringat dingin sudah mulai membanjiri tubuh Kyungsoo. begitu pula teman-temannya. Mengapa? Tentu saja karena malam ini adalah malam pentas seni yang mengharuskan mereka tampil malam ini.
Kyungsoo menyisir kearah belakang poninya dengan tangannya. Ia memainkan sepatunya gugup. Ia berdoa dalam hati agar saat pentas seni nanti diberikan kemudahan. Ia juga berdoa agar saat pentas kelasnya menampilkan penampilan yang sangat bagus seperti saat latihan tadi siang.
Baekhyun yang dari tadi memperhatikan Kyungsoo melamun menyenggol lengannya dengan kencang. "YAAAK! Kau tidak duduk?" ucapnya.
"hah?"
"ih. Pembina bilang kita sudah diperbolehkan duduk, kau lihat mereka sudah mulai duduk. Ayolah duduk kakiku lelah bahkan minseok dan Luhan juga sudah duduk."
Kyungsoo hanya mengangguk setengah sadar. Merek pun duduk. Pembina mulai berpidato panjang lebar. Membuat Kyungsoo susah payah untuk menahan kantuknya hingga suara tepuk tangan keras menyadarkannya. Oh ternyata ceramahnya sudah selesai batinnya.
Beberapa orang sunbae memegang sebuah batangan berwarna warni ditangannya. Juga sebuah korek gas. Kyungsoo yang melihatnya menelan ludahnya kasar. Oh god... help me.. i-itu petasan... oh tuhan.. tolong batinnya. Minseok yang duduk disebelah Baekhyun meminta Baekhyun pindah tempat kesebelah sisi Kyungsoo lainnya. Mengapa begitu? Minseok yang sedari tadi memperhatikan para sunbae itu membegang sebuah petasan langsung melihat kearah Kyungsoo yang mulai menegang. Kalian tahu? Kyungsoo mempunyai phobiaterhadap petasan. Tapi tidak pada kembang api. Walau ketika ada kembang api Kyungsoo tetap harus berada dijarak yang jauh dari benda itu. Entah lah apa yan membuatnya takut, namun itu bisa sangat berpengaruh dengan mood Kyungsoo. melihat Kyungsoo yang gemetar menahan takut, Minseok berinisiatip untuk merangkul bahu Kyungsoo dan mengelusnya kecil sambil sesekali membisikkan tidak apa Kyung, kau tak perlu takut... disini banyakj orang, ada aku, Baekhyun, Luhan juga yang lainnya... tenang kau aman kau aman.
Kyungsoo merasa sedikit tenang karena perilaku Minseok. Sampai akhirnya seorang sunbae menyalahkan petasan itu.
DUAR!
Kyungsoo menjerit tertahan dengan mata tertutup juga kepala yang sengaja ditengokkan kearah belakang. Jujur saja Kyungsoo sebenarnya sedang menangis saat ini. Namun dengan sangat keras ia tahan air mata itu agar tidak keluar.
DUAR!
DUAR!
DUAR!
Ini masih 2 petasan yang sudah menyalah dan sisanya ada seorang sunbae lagi yang membawa petasan lebih besar darinya. Ia menyalahkan petasan itu dengan vepat lalu buru-buru mengarahkan petasan itu kearah langit membuat langit dipenuhi warna warni cantik.
Suara ledakan kali ini lebih kecil, membuat Kyungsoo dapat melihat pemandangan langit walau dirinya harus menutup telinganya juga sedikit merapatkan matanya. Setetes air mata keluar dari matanya yang buru-buru dihapusnya. Kyungsoo pun masih terisak kecil karena ledakan petasan pertama dan kedua, namun itu tak membuat Minseok khawatir karena ia tahu seseorang disebrang sana tengah memperhatikan Kyungsoo dengan wajah khawatir yang amat-sangat besar.
..
Oh shit! Mengapa Kyungsooku menangis?!
"hey kau memperhatikanya lagi, Jongin? kuberitahu ya.. Kyungsoo mempunyai phobia teramat besar pada petasan,... makanya kau harus hati-hati dengannya, kalau perlu kau buat dirinya berani kembali dengan petasan." Ucap Chanyeol "hah? Phobia? Petasan?" tanyanya balik Chanyeol menghela napas panjangnya. "ya.."
"k-kau tahu dari mana?"
Chanyeol yang sedari tadi memperhatikan kearah sebrang sana "namun ia tidak memperhatikan Kyungsoo, lebih tepatnya kearah sebelah Kyungsoo. Baekhyun " mengalihkan pandangannya kearah Jongin. "dari Baekhyun" ucapnya singkat.
"kau ada hubungan apa dengan wanita cebol bermata sipit kemayu yang suka memakai eyeliner itu? Kau kekasihya?" tanya Jongin penuh selidik.
"ani"
"lalu?"
"hh... aku.. aku menyukainya"
"dan?"
"sepertinya ia tak menyukaiku"
"kau tahu dari mana?"
"aku hanya menebaknya, Jongin"
Jongin menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya dari arah sebrang sana "lebih tepatnya Kyungsoo" "yah kau ini mudah sekali putus asa. Kejar terus cintanya, beri kode untuknya sebanyak-banyaknya.. tunjukkan ketulusan hatimu. Seperti aku" ucapnya membanggakan diri.
Chanyeol berdecak sebal lalu menjitak pelan dahi Jongin membuat sang empunya mengalihkan sebentar pandangannya. "YAAK!"
"kau tau? Mendapatkan cinta seorang Do Kyungsoo itu susah, kau harus berusaha. Jangan menyerah. Kau tahu? aku yang teman saat sekolah dasarnya pernah menyaksikan Kyungsoo dikejar oleh seorang pria namun Kyungsoo hanya cuek sambil terus berkata aku tak mengenalmu, mau mu apa sih?, jika kau berkata kau menyukaiku jauhilah aku. Aku tak ingin menajlin sebuah hubungan dengan kau mengert.i seperti itu"
"hah? Yang benar? Tapi... Kyungsoo belum pernah berpacaran kan?"
"sepertinya sih belum"
"oh oke baiklah."
Ck anak ini sepertinya benar-benar mencintai Kyungsoo. Kyungsoo sikecil sekarang akan menjadi Kyungsoo yang sudah besar sepertinya kkk.. batin Chanyeol.
..
TBC!
..
