"hey Kyungsoo, kudengar dari Chaerin dan Minah.. katanya Jongin mau menyatakan perasaanya padamu ya? Memang benar?" tanya Sojin tiba-tiba pada Kyungsoo membuat Kyungsoo sedikit terlonjak kaget. "hah? Aku tak tahu.. aku saja baru dengar dari mu saat ini" balas Kyungsoo setengah sadar "oh benarkah? Geure".
Kyungsoo buru-buru menutup game dalam ponselnya, memandang kearah ponselnya dengan penuh harap. Mungkinkah? Mungkinkah Jongin menyukaiku? Benarkah Jongin akan menyatakan perasaannya
..
..
..
Infinitely Yours
..
..
..
"Kyung, kau kenapa melamun?"
Kyungsoo terlonjak dari duduknya. Ia mendongkak menatap Baekhyun yang membawa 2 piring berisi makanan untuk sarapan pagi. "ah—tidak apa apa" balasnya. Baekhyun menyerngitkan dahinya "kalau kau ada sesuatu cerita saja, jangan ditutup tutupi" ucapnya.
"iya iya"
Baekhyun menyodorkan piring berisi selembar roti dan dua buah selai strawberry untuk Kyungsoo. kemudian ia membuka selainya dan mengolesi selai diatas roti miliknya sambil bersenandung kecil. "oya Kyung, kau tau tidak.. tadi saat aku mengantri mengambil selai ini aku mendengar anak kelas sebelah membicarakanmu dengan Jongin. katanya kau akan di... apaya aku lupa pokonya mereka membicarakanmu dengan Jongin deh"ucapnya.
Kyungsoo menoleh kecil kearah Baekhyun lalu membuang napasnya berat. Ia bangkit dan membawa roti juga selainya, "aku malas makan disini Baek, aku pergi ya" setelahnya ia berjalan meninggalkan meja makan dan juga Baekhyun yang meneriaki namanya meminta penjelasan.
"YAAA! KYUNGSOO! DO KYUNGSOO!"
..
..
"Ugh sial sial mengapa semua orang menatapku seperti itu sih" gumam Kyungsoo.
Saat ini ia sedang berjalan tergesa menuju kelasnya. Ia berniat ingin mengurung diri disana hingga dirinya benar benar tenang. Kalau bisa sih hingga ada pengumuman pulang. Ia berjalan cepat sambil menunduk, kedua tangannya dipenuhi oleh ponsel dan roti; juga selai strawberry yang tadi tentunya. Ia hanya berharap saat ini ia sedang tidak dikejar oleh siapapun itu karena saat ini dia sedang ingin sendiri.
Sesampainya didepan pintu kelas ia langsung menggeser pintu itu dan menutupnya dengan cepat. Kemudian ia berlari menuju belakang kelas dan duduk dibawah meja dengan kaki yang ditekuk. Ia mengeluarkan tisu dari kantung celananya agar ia dapat meletakkan roti miliknya dilantai. Tangan kananya memegang ponsel miliknya. Ia membuka aplikasi permainan dan mulai memainkannya sambil memakan roti miliknya.
Namun konsentrasinya pecah. Ia tidak bisa fokus untuk bermain saat ini. Konsentrasinya terbagi bagi; yang satu untuk roti dan selai, yang satu lagi untuk nasib dirinya, satu lagi untuk permainan, dan yang satunya lagi untuk Jongin tentunya.
Ia mengerang frustasi. "yatuhan ada apa denganku" ucapnya.
Karena tak kunjung menemukan jawaban dari apa yang dirasa, Kyungsoo menjambak rambutnya frustasi sambil mengacak acaknya sesekali.
"AAAAH AKU FRUSTASI"
Kyungsoo menggeleng gelengkan kepalanya pelan ketika bayang bayang Jongin muncul dikepalanya. Saat ini Kyungsoo hanya ingin terbebas dari pikiran pikiran yang mengganggunya. Tak punya pilihan lain, Kyungsoo pun memutuskan untuk menelpon ibunya. Ia meminta untuk dijemput lebih cepat dengan alasan tidak enak badan. Dan sang ibu pun mengiyakan kemauannya.
Setelah menelpon sang ibu, Kyungsoo berjalan keluar kelas dan berjalan keruangan kaka pembina untuk meminta ijin pulang. Dan dengan alasan serupa ia berhasil mendapatkan ijin dari kaka pembina yang baik hati. Lalu ia berjalan kearah tenda miliknya untuk berkemas kemas.
"bantal sudah, baju kotor sudah, makanan habis, charger sudah, ponsel dipegang, sisir sudah, semua sudah oke siap"
SREK
"loh disini kau rupanya"
Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari barang barang yang sudah dikemasi nya. Dipintu masuk tenda ada Minseok yang tengah berkacak pinggang melihat Kyungsoo saat ini. "kukira kau dimana, Baekhyun tadi cerita saat sarapan kau kabur. Cerdik sekali, bahkan aku tidak sadar kalau kau kabur" ucapnya. Kyungsoo hanya meringis bersalah sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
"Min- LOH KYUNGSOO KAU DARIMANA SAJA SIH"
"kyungsoo sejak tadi disini, Baek"
Mendengar penuturan Minseok, Baekhyun melebarkan matanya lalu berkicau heboh tentang kaburnya Kyungsoo. tak lama Luhan pun masuk dan bergabung walau sedikit heran dengan barang-barang Kyungsoo yang sudah rapih. "omong-omong.. barang-barang mu kemana, Kyung? Kok sudah rapih aja sih, kitakan pulang masih lama" tanya Luhan.
Kyungsoo tersenyum lemah. "aku mau izin pulang cepat, badanku tidak enak. Dan ya.. begitulah, sebentar lagi aku akan dijemput Kang Ahjussi." Balasnya. Baekhyun mendelik kearah Kyungsoo. "jahat sekali kau meninggalkan kami". Kyungsoo hanya tersenyum mendengar perkataan Baekhyun. "yasudah, jika kau memang benar-benar merasa tidak sehat tak apa, sampaikan salamku pada ibumu ya"
"aku pun juga yaa"
"... aku.. yasudah deh, terserah kau saja Kyung. Err- sampaikan salamku juga ya pada ibumu hehe"
Kyungsoo mengangguk sambil mengacungkan kedua jempol miliknya. "pasti."
Setelah itu tidak ada lagi yang bersuara. Semuanya terdiam hingga suara dari speaker yang menyebutkan nama Kyungsoo menyadarkan mereka dari pikiran masing-masing. "geure, dadah Kyungsoo... byeee"
"byeee"
"ku bantu yaa"
"ayo ayo"
"gomawo Luhan. Hahaha"
..
..
Pengumuman, bagi ananda Do Kyungsoo diharapkan untuk segera menuju kearah sumber suara. Sekali lagi bagi ananda Do Kyungsoo diharapkan untuk segera menuju sumber suara, terimakasih~
"Kyungsoo?"
Jongin menaikan alisnya mendengar nama Kyungsoo disebut dalam pengumuman. "Ya, kau tahu mengapa Kyungsoo dipanggil menuju pusat informasi?" tanya Jongin. Chanyeol mengangkat bahunya. "aku tak tahu, coba kita ketenda mereka. Mungkin saja masih ada Kyungsoo disana" ucapnya.
Lalu merekapun berjalan menuju tenda perempuan milik kelas Chanyeol. Mereka yang saat ini tengah berada dilantai tiga pasti membutuhkan waktu yang lama untuk menuju lapangan tempat kemah. Maka ketika mereka sampai didepan tenda, hanya ada Minseok yang tengah meminkan ponselnya sendirian.
"Minseok, mana Kyungsoo?" tanya Jongin.
Minseok yangtadinya menunduk mengalihkan pandangannya dari ponsel. "Kyungsoo? dia pulang. Barusan dijemput supir keluarganya, Baekhyun dan Luhan membantunya membawa barang kemobil" ucapnya. "Kyungsoo... kenapa pulang?" tanya Jongin lagi. Minseok terdiam lalu mengerling nakal pada Jongin. "eeey, kau menanyakan Kyungsoo terus. Naksir ya? Hayo mengaku" godanya
Yang digoda hanya terdiam salah tingkah. Sedangkan kedua temannya; Sehun dan Chanyeol yang ada bersamanya ikut ikutan menggoda dirinya. "aah kalian. Iya iya! Aku memang menyukainya, ah sudahlah. Sehun kita keatas lagi!" uacp Jongin setengah jengkel. Pria itu berjalan dengan wajah memerah malu. Disusul dengan Sehun yang juga masih menggodanya. Meninggalkan Chanyeol yang tertinggal disana.
"YAAA! TUNGGU AKU BODOH!"
..
..
Kyung, kau pulang? Ku dengar kau sakit?
Kyungsoo mengguling gulingkan kbadannya diatas kasur. Ia sudah mendapatkan 4 sms yang sama dari Jongin sejak tadi. Namun belum ada yang dibalasnya. Ia masih terlalu lelah hanya untuk membalas pesan Jongin. bukan apa apa, hanya saja Kyungsoo masih memikirkan perkataan Sojin dan Baekhyun tadi.
KRIEET
"eomma?"
Ibu Kyungsoo masuk sambil membawa gelas berisi susu putih. Wanita itu tersenyum lembut lalu duduk disamping Kyungsoo. "kau sebaiknya minum susu supaya kekebalan tubuhmu kembali lagi" ucapnya. Kyungsoo mengangguk patuh lalu meraih segelas susu dari tangan ibunya dan menegaknya hingga habis. "nah, sudah habis sebaiknya kau tidur, lalu ketika bangun nanti kau mandi dan kita makan malam bersama" ucap Ibu Kyungsoo lagi.
Kyungsoo mengangguk dan merebahkan dirinya lagi. Menarik selimut hingga sebatas dada dan menyuruh ibunya keluar dengan halus. "baiklah, ibu keluar ya" Kyungsoo tersenyum dan mengangguk. Setelah ibunya benar benar keluar dari kamarnya Kyungsoo kembali mengambil ponsel yang tadi ia geletakkan disebelah bantal.
Ia mengetik sesuatu disana.
Iya, tapi keadaanku sudah lebih baik sekarang.
SEND
..
..
TBC
..
..
maaf banget ini mengecewakan yaaaaa ;-(((((((
makasih yang udah ngereview, ngefollow dan ngefav ff abal abal ini. tetep ngereview dan lanjut terus!
maaf juga gabisa ngebalesin review satu satu yaaaw hehe
mau bilang lagi nih kaya di awal awal ff ini terbentuk untuk mengingatkan saja; ff ini memang kisah nyata gue dan yang semacam adegan ada kamar mandi dilantai tiga, tali sepatu di iketin atau bagian yang menurut kalian tidak masuk akal jika gue yang memerankan/ggg itu hanya bumbu penyedap ff saja. sekali lagi hanya bumbu penyedap ff ini. yang diambil dari kisah nyata itu cuma jalan cerita yang ada kemah, tanggal tujuh bulan september, malam api unggun, perform perkelas itu memang ada. dan kelas gue memang nampilin lagu gituan tbh wkwkwk tapi cuma sepotong dan itupun gamake gerakan cem di ff ini oke.
jadi bagi pembaca yang merasa ada beberapa adegan berlebihan mohon maklum ya itu hanya bumbu penyedap saja.
oke banyak banget bacot ini, sekian dulu kali ya hohoho.
yang review lanjutin atuh reviewnya saya sangat membutuhkan kritik dan saran dari kalian semwaaah.
