Genre: Action/Romance/Tragedy
Disclaimer: Pandora Hearts—Jun Mochizuki
Day 4 : The Black Knight Trace
[Sunny, Saturday - Spring]
Entah sudah beberapa bulan tergelincir dari musim semi. Tak terasa musim panas sudah mau mendatangi kota itu. Echo sudah terlihat lumayan normal di kehidupannya sekarang berkat Alice dan anggota OSIS. Ia sudah mengenal Ada Vessalius—adik Oz yang merupakan keyboardist di Abyssal Band dan seorang drummer yang sudah pernah ia kenali lama sekali, Eliot Nightray.
Eliot, drummer? Aneh kan? *author dibekep*
Eliot memang jago piano, tapi Vincent berhasil mengajarinya bermain drum.
Kini jam makan siang di kelas Echo pun penuh orang memutari mejanya, ada Alice, Oz, Ada dan Eliot (mereka berempat kelas 2). Eliot punya seorang teman kecil bernama Reo yang menjadi ketua kelas di kelas Echo, tapi hari ini ia tidak masuk sekolah.
Murid kelas 3 jarang menuju ke ruangan kelas 2 dan sebalinya, maka dari itu Gilbert dan Vincent tidak ikut disana.
"Wah si 'orang itu' sudah 3 bulan tidak ke klub…kemana dia?" tanya Eliot.
"Maksudmu si vokalis kan, Eliot-kun?" sambung Ada.
"Ada Vessalius-san, jangan panggil aku dengan nama depan seenaknya!"
"Sudahlah Eliot, tak usah malu-malu!" Oz terkikik.
"Berisik kau Oz!" Wajah Eliot memerah. "Kenapa kita yang ngomongin dia malah nyasar topik?"
Echo kebingungan.
"Alice-kaichou, 'dia' itu siapa?"
"Rhythm Guitar dan vokalis Abyssal Band, orang yang mau kukenalkan padamu…" Alice sibuk mengunyah sandwich bekalnya. "Bukannya aku sudah sering bilang yah?"
"Orang itu jarang hadir, padahal dia vokalnya!" Eliot dengan ketus terus berkomentar.
"Semoga saja geng Black Knight tidak mengincarnya,"
"Eliot-kun, jaga mulutmu!" sahut Alice.
TING TONG TENG TONG…
"Perhatian kepada Echo-san dari kelas 2-2, harap menuju ruang informasi secepatnya, kami ulangi…"
Eliot dan Oz langsung bangkit dari tempat mereka duduk.
"Ada apa, Echo-chan?" Oz seketika melirik bola mata Echo.
"Hanya dia yang dipanggil…yasudah, pergilah!" perintah Eliot.
"Hati-hati Echo-san!" sahut Ada ketika Echo akan meninggalkan kelas.
Sementara, Alice hanya memberikan tatapan diam. Echo pun menuju ruang informasi SMU Abyss.
"…Ah, maaf mengganggu makan siangmu, Echo…"
Break dan Liam sudah ada di dalam ruang informasi. Cuma ada mereka berdua disana, bahkan yang tadi menyiarkan radio sekolah adalah Liam.
"…Kamera CCTV sekolah yang ada di ruang ini sudah dirusak begitu kami kemari," Liam membetulkan letak kacamatanya. "Dan, di ruangan ini tidak ada orang, biasanya ada seorang petugas broadcast…"
DRAP DRAP DRAP DRAP…
CKLEK
Tiba-tiba, Oz masuk ke ruang informasi dengan gelagat aneh.
"Oz Vessalius-san…?"
"…Ada satu mayat ditemukan di sekolah…" Oz mengatur napasnya. "Mayat itu ditemukan Eliot di gang kecil sebelah sekolah…"
"Kenapa dia bisa tahu disana ada mayat?" pekik Break.
"Eliot melihat dari kaca jendela 2-2 yang menghadap arah gang, dan ia melihat ada siswa tak bergeming disana…"
Tanpa mendengar penjelasan selanjutnya, Break menarik kerah baju Liam dan menyeretnya menuju lantai bawah, ke arah TKP. Echo dan Oz pun terpaksa berlari mengikuti mereka berdua.
Alice dan Eliot sudah disana, ia tidak membawa Ada dan menyuruhnya kembali ke kelas. Benar apa yang dikatakan Oz, disana hanya ada seorang siswa dengan wajah hancur berdarah yang sudah tak bernyawa. Di genggaman tangannya ditemukan tulisan…
'Black Knight was Here'
Day 4 Half – The Black Knight Trace II
[Sunny, Saturday – Spring]
'Black Knight was Here'
Tulisan yang ditulis jelas ditangan korban, hanya itu petunjuk yang mereka miliki. Tapi darah di dojo bukan milik orang ini, bau darahnya berbeda (menurut Liam).
"Black Knight?" Break terdiam. "Jadi benar mereka ITU pembunuh?"
"Sabar, Break-senpai." Alice berusaha mencairkan suasana. "Ini sudah korban ke 4 di tahun pelajaran ini…"
"Gh, kenapa wajahnya harus hancur seperti itu…" Oz tidak tahan melihatnya.
"…Eliot, kau sudah panggil polisi kan? Aku harus beritahu sekolah untuk memulangkan siswa lebih awal…"
Alice pun kembali ke sekolah lebih dulu, Echo tetap diam disana bersama Break dan Liam. Break lalu berbalik dengan senyum menyeramkan, meninggalkan Echo dan Liam.
"Dasar Xerx, dia pasti tidak akan tinggal diam…" Liam menghela napas.
"Ada apa soal Xerxes-senpai, Liam-senpai?"
"O-Oh, dia kan Iblis Merah Abyss yang memimpin geng White Knight, ia pasti mencari Black Knight setelah ini,"
White Knight adalah geng pimpinan Break, seperti tadi kata Liam. Nama Xerxes Break juga sudah dikenal kemana-mana sebagai Iblis Merah Abyss, jadi dia paling ditakuti di kota itu. Kota itu kecil, dan sangat dekat dengan kota-kota lain diluar sana.
"Umm…Liam-senpai, aku kembali duluan ya!"
Setelah itu, murid-murid SMU Abyss pun dipulangkan paksa dan polisi sudah menuju TKP. Alice pun pulang bersama Echo walaupun sebenarnya mereka beda jalan.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang…" Alice menggeleng.
"Sudahlah Alice-kaichou, pelakunya pasti akan ditemukan,"
"Sebagai OSIS, kami juga harus mencarinya, tapi pertanyaan penting : siapa dan apa motifnya?"
Pembunuhan itu masih jauh dari selesai…
To be continued, don't forget the review! ^^
