Genre: Action/Romance/Tragedy

Disclaimer: Pandora Hearts—Jun Mochizuki

Oh ya sedikit further notice, cerita ini mengandung Death Charas, silahkan tinggalkan bila tak suka!


Day 5 Half – Early Summer Day Dream

Vincent dihadapkan dengan sesuatu yang tak terduga, teman baik adik kandungnya, Reo, menjadi suspect Break. Sebenarnya apa maksud Break hingga ia membawa-bawa Reo?

"Kenapa Reo-kun, Break?"

"Kubilang, bicara saja dengannya, Vincent Nightray! Aku cuma kebetulan memergokinya di tempat TKP kemarin!"

Suasana makin menegang, daripada Vincent mendapat bagian tidak enak, dia memilih untuk mengalah pada Break kali ini.

"Oh baiklah…err, Reo-kun? Kau bisa dengar aku?"

"Aku memang anggota Black Knight, tapi Black Knight tidak bersalah!" sergah Reo.

"Maksudmu apa, Reo-kun?" Liam ikut penasaran.

"BLACK KNIGHT TAK BERSALAH, XERXES-SENPAI!" raungnya mendadak. Reo mengeluarkan stik kayu dari balik seragamnya membela diri dan menuju Break yang ada diluar.

"Reo-kun tenanglah!" Vince menyetop Reo.

"Minggir, Vincent-san! Aku—"

PLAKK

Vincent mendekat dan menampar Reo.

"Sudahlah! Jelaskan dulu semuanya!" raut wajah Vincent lebih marah dari biasanya.

"…" Break terdiam, dia pun memasuki dojo sambil menahan amarahnya.

Lily dan Echo mengintip semua kejadian dari ruang ganti, mereka tidak berani menyembul keluar daripada menambah masalah. Reo menarik napas dalam dan bercerita.

"Semua kejadian ini tak ada hubungannya dengan Black Knight dan apalagi aku!" pekiknya. "Memang geng Black Knight reputasinya buruk dan merupakan geng kedua setelah geng White Knight punya Xerxes-senpai, tapi bukan kami pelakunya!"

"Ooh begitu yah? Mana bukti kalau kau tak bersalah hah? Reo?" Break yang naik darah mencengkeram kerah kemeja Reo.

"Hentikan Xerx!"

Break melepas kerah kemeja Reo melihat tingkah Liam yang selalu saja menghentikannya.

"Aku punya bukti! Besok kalian temui saja ketua Black Knight bersamaku!"

"Tch, terserahlah!" Break nampak tidak puas.

"Yah, kalau begitu kau pulang saja, Reo-kun," Vincent menyuruhnya pergi.

Setelah Reo pergi, Lily dan Echo datang dari ruang ganti—pura-pura tidak tahu apapun. Vincent dan Liam menjelaskan semuanya, sementara Break diam saja disana. Berarti besok, mereka akan bertemu dengan ketua geng Black Knight bersama Reo.

Setelah sedikit latihan Kendo dengan suasana tegang, Echo pun pulang—rencananya ia ingin pulang dengan Sharon dan Alice tapi…

"Ah, Echo-chan!"

"O-Oz Vessalius? Kenapa kau—"

"Tadinya aku menunggu adikku, tapi katanya ia pulang dengan pacarnya jadi…aku ingin pulang bersama Sharon-san dan Alice-chan tapi mereka tampaknya sibuk…"

"Intinya, kau mengajakku pulang bersama?" ekspresi Echo mendatar.

"I-Iya, bagaimana? Kebetulan arah rumah kita sama…"

"…Terserahlah,"

Dengan ogah-ogahan, akhirnya Echo memutuskan untuk pulang dengan Oz—seperti tidak punya pilihan lain. Sementara di waktu yang sama, Alice dan Gil masih sibuk di kantor OSIS, berduaan.

"Kaichou bodoh, nih kertas yang kau pinta," ujar Gil ketus.

"Lagi-lagi kau menyebutku Kaichou bodoh, apa tidak ada respek sedikit?" omel Alice.

"Terserah aku kan mau memanggilmu apa, lagipula kau kan memang bodoh, kaichou!"

"Grr…dasar kau rumput laut sial sial sial!"

Dan terjadilah jambak-jambakan rambut di kantor OSIS itu ^^;

Hingga keduanya capek dan mengurus soal kertas-kertas urusan OSIS itu lagi.

"Hei Kaichou bodoh…"

"Hm? Kenapa kau? Kok tiba-tiba memelan?"

"Apa pendapatmu…soal kejadian akhir-akhir ini?"

Kembali bergulir ke tempat Echo dan Oz, mereka berdua tampak aneh saat berjalan bersama seperti itu. Echo terang-terangan menjaga jaraknya dengan Oz, dan Oz tetap jalan dengan senang.

"Ingatkah saat kau diadopsi oleh panti asuhan milik keluarga Nightray musim panas itu, Echo-chan?"

"…Hmm? Ke-kenapa soal itu? Itu kan sudah bertahun-tahun lalu…"

"Aku dititipkan disana oleh orangtuaku bersama Ada, dan kita bertemu untuk pertama kalinya…"

"Emm, lalu ada apa, Oz Vessalius?"

"Cuma nostalgia kok, kau ingat kan? Jepit rambut yang kuberikan itu…"

Flashback, sekitar 7-8 tahun yang lalu.

Seorang gadis kecil tak berdaya ditemukan oleh kakak beradik pemilik panti asuhan sekaligus penitipan anak Nightray—tepatnya didepan tempat tersebut, itulah aku. Setelah orangtuaku 'meninggal' aku diangkat menjadi anak asuh mereka saat itu. Disana ada kakak berambut hitam bernama Gilbert yang pendiam dan halus, kakak berambut pirang bernama Vincent yang selalu menjahiliku, dan juga kak Eliot yang rusuh.

Hari itu, ada keluarga jauh dari panti asuhan yang menitipkan anak mereka sementara, ialah Oz Vessalius dan adiknya Ada Vessalius. Aku pun bertemu mereka, saat itu juga.

"Echo-san kan? Vincent-nii sudah bercerita banyak tentangmu padaku lho!" ujar Oz senang.

Aku diam saja dan hanya merespon dengan mengangguk atau menggeleng. Disaat hari terakhir Oz berada di penitipan, ia mengajakku pergi keluar panti saat festival musim panas kota secara diam-diam…

"Ayo Echo-san, raih tanganku! Kita keluar yuk!"

Oz selalu menarik tanganku, kami pun pergi kepusat kota. Gemerlap kota yang belum pernah kulihat malam itu menjadi sangat indah dimataku. Oz mengajakku untuk mengunjungi berbagai stand makanan dan akhirnya ada kembang api yang menarik perhatianku.

"Oz-san ayo mendekat ke arah sana,"

Rasanya itu pertama kali aku bicara padanya, sambil menarik tangannya.

DOOR DOOR

"Bagaimana, kau senang tidak diluar sini, Echo-san?"

"Iya, lumayan,"

"Kalau begitu, ini!"

Dia menyematkan sebuah jepit rambut biru berbentuk sayap di rambutku. Rasanya jadi malu, malu sekali, tapi juga senang…

"L-Lho? Kenapa kau menjauh. E-Echo-san~~"

"Tidak apa-apa,"

"Kau mau kubelikan permen kapas lagi?"

"Tidak usah, dan jangan temui aku lagi,"

"E-Eh?

"Sudah, E-Echo mau pulang,"

"Sampai sekarang tak kusangka akan menemuimu lagi, Oz Vessalius," singkat Echo.

"Dan tak kusangka juga kau akan mengingatku, heheh…"

Entah kenapa, mood mereka mendadak membaik.

"Bagaimana kalau kita ke festival musim panas lagi? Kau bisa pakai yukata dan kita akan jalan bersama la—"

"Jangan menyuruh-nyuruhku! Menyebalkan!"

"Menye—!"

Echo berjalan menjauhi Oz, dan Oz hanya bisa tersenyum melihat Echo pergi. Muka Echo merah padam, dan hari itupun berakhir, sebagai salah satu hari di musim panas yang hangat.

To Be continued, and don't forget to review!