Genre: Action/Romance/Tragedy
Disclaimer: Pandora Hearts—Jun Mochizuki
Warning : Ada AU alias Alternate Universe/ AT alias Alternate Timeline/ dan OOC alias Out Of Character dan Death Charas
Gak suka? Silahkan tinggalkan~ Review? Critic? Flame? Silahkan, jangan malu-malu *author digebuk*
Day 6 Half - Relic Judgement
Melihat kekacauan di kantor OSIS itu, Oz dan Echo pun kembali pada Liam.
"Kau tidak tahu apapun yang terjadi Liam-senpai!" pekik Echo.
"A-Apa maksud kalian?" jawab Liam gagap.
"Apa kau tidak tahu siapa sebenarnya Black Knight?" raung Oz.
"Aku tidak tahu! Seperti kata Break, aku maupun dia, tidak tahu apapun soal geng Black Knight!"
"…Biar kuceritakan…"
Eliot muncul dari dalam ruang kesehatan, dengan raut wajahnya yang serius.
"Eliot? Kau tahu…soal Black Knight?" Oz tak percaya.
"Ya, Reo menceritakannya padaku," jawabnya tegas. "Black Knight adalah geng yang membasmi banyak kasus di SMU Abyss dan semua sekolah yang tersebar di tiap penjuru kota,"
Mereka bertiga pun terus mendengar kisah Eliot.
"Tapi, cuma kasus pembunuhan ini yang belum mereka selesaikan, hingga akhir musim semi kemarin, markas mereka dibakar dan dibantai oleh seseorang tak dikenal yang mengaku Black Knight yang menewaskan nyaris semua anggota Black Knight kecuali Reo dan si ketua,"
"Hanya seorang? Dia psycho?" potong Oz.
"Bisa jadi…, pokoknya Reo dan ketua selamat, tapi Reo akhirnya ikut terbunuh setelah itu…"
"Target si pembunuh itu Black Knight dan OSIS…?" simpul Liam. "Bagaimana bisa?"
Suasananya penuh ketidakpastian. Oz ingat buku kas OSIS SMU Abyss yang dipegangnya, ia pun membuka buku tersebut dan mencari-cari sesuatu.
"Kau cari apa, Oz Vessalius?"
"Pemilik buku ini…err…ah!"
Di depan buku ada tulisan nama 'Gilbert Nightray'
"Buku ini milik Gil!" seru Oz.
"Gilbert pembunuhnya!" pekik Eliot. "Tapi dia…"
"Kita harus buktikan ini…" ucap Liam tenang. "Gimana kalo kita kembali ke markas Black Knight itu?"
Markas Black Knight,
Seperti yang sudah diperkirakan Liam; Vincent, Gil, Break dan Alice— yang terikat kuat ada disana, tapi dimana Sharon?
Break sudah habis dipukuli oleh Gil begitu ia ditemukan mengintip apa yang ia lakukan pada Alice dan Vince.
"Gil…ini…tidak mungkin kan?" pekik Vincent tak percaya.
"Kau harus percaya, Vince…" Gil tersenyum lembut. "Aku akan membunuh kalian semua dengan pistol ini,"
Gil memegang revolver berisi penuh peluru dan tengah mengarahkannya ke Vincent.
"Apa kau punya alasan…Gil?"
"Alasanku? Aku cuma bosan, itu saja kok adikku Vincent," senyum Gil makin meruncing. "Jadi? Mau kau kubunuh lebih dulu atau Alice, atau tuan Break disana?"
"Sialan kau Gilbert…dimana Sharon?"
"Aah? Kalau tidak salah dia sudah kubunuh di ruang OSIS,"
"Kurang a—"
BUAGH, BUAGH
"Sayangi nyawamu, Break-san," Gil menendang muka Break dengan mudahnya.
"Ternyata kau, fukukaichou bodoh, Black Knight ya? Hahahaha," Alice tertawa kencang.
"Kau mau kubunuh duluan ya, kaichou?" Gil menarik kemeja Alice dan menaruh ujung revolver di dahinya.
"Terserah, lagipula aku tidak peduli mau dibunuh siapa,"
"Heh, dasar kaichou, keberanianmu tidak bisa ditandingi,"
SRAKKK
Gil melempar Alice begitu saja ke arah lantai, Break kembali berdiri walaupun sudah banyak terluka. Sementara Vincent berusaha menangkap Alice.
"Kembalikan…"
"Xerxes Break, hentikan!" teriak Vincent dari kejauhan.
"Ada apa lagi, Break-san?" Gil menoleh ke arah Break.
"KEMBALIKAN SHARON, BRENGSEEEEEK!"
Break mengambil meja yang setengah hangus didekatnya dan berlari menuju Gil yang sudah menarik pelatuk pistolnya…
DORRR
Tepat sebelum Liam, Oz dan Echo sampai di markas Black Knight itu, sudah terdengar suara tembakan keras—tembakan pistol tentunya.
"Liam-senpai, suara itu…" tanya Oz seraya berlari.
"Tembakan? Siapa?"
BRAKKK
"Apa-apaan ini…"
Begitu Liam dan Oz mendobrak pintu markas bersamaan, yang mereka lihat adalah pemandangan yang tidak pernah ingin mereka lihat. Gil memegang pistol berasap yang telah menembakkan sebuah peluru, Break yang tengah siap memukulkan ujung meja yang ia pegang ke muka Gil dan seseorang yang tertembak di tengah-tengah mereka.
"Sharon…?" seru Break.
"Tak kusangka kau masih hidup, Sharon…"
"Leader Black Knight yang asli tak akan mati semudah itu, Gilbert Nightray,"
Sharon terkena tembakan Gil, walau Gil awalnya yakin kalau ia sudah memukul Sharon sampai mati di ruangan OSIS tadi. Tapi nyatanya Sharon masih berdiri tegak walaupun tertembak dengan bat baseball aluminiumnya.
"Sharon, kau… leader Black Knight?"
"Hmhm, kau terkejut ya, Kak Xarks? Memang aku sudah lama menyembunyikannya."
"Jadi luka hari itu…"
"Oh itu? Saat markas ini terbakar habis, oleh Gilbert ini," Sharon menutup pembicaraannya. "Maaf kak Xarks, tapi kita masih belum diberi kesempatan ngobrol oleh Gilbert…, bagaimana?"
"Hajar dia!"
Break kembali membawa meja yang ia pegang dan berusaha untuk one-on-one terus dengan Gil sambil berusaha menjatuhkan pistolnya. Sharon berusaha membantu, semantara yang lain melepas Alice dari talinya bersama Vincent.
"Echo-chan, bantulah mereka bertarung dengan Gil," Vince menyerahkan stik kayu pada Echo.
"Baiklah, Vincent-san,"
BUAGH
"HYAHAHAHA RASAKAN ITU GILBERT NIGHTRAY!" Break mengenai muka Break.
"Jangan senang dulu, Break! Aku masih punya 4 peluru!"
DORR DORR DORR
"Terus saja habiskan pelurumu! Aku masih bisa menghindar!" Break terus berusaha menghajar Gil.
"Tch…si—"
BUAKK
Sharon memukul kaki kanan Gil dengan bat aluminium, membuatnya kehilangan keseimbangan, ditambah dengan Echo yang menendang kaki kirinya.
"TAMATLAH KAU GILBERT!"
"Tidak semudah itu…-!"
DORRR
BUAKKKK
Pada akhirnya, Gil berhasil ditangkap oleh Break dan semua selamat. Break menderita sedikit luka tembak di pipinya akibat tembakan terakhir Gil yang tak terlalu ia hindari. Liam, Alice dan Vincent ikut dengan polisi untuk proses interogasi. Yang tersisa disana cuma Oz, Echo, Break dan Sharon.
"Sharon-san kau tidak apa-apa?" tanya Oz lagi.
"Daritadi juga aku bilang kalau aku baik-baik saja…cuma sedikit luka tembak kok…"
"Tidak apa-apa Sharon?" Break mengelus kepala Sharon.
Sharon terdiam sejenak, ia kemudian tersenyum seraya memeluk Break.
"Aku baik-baik saja kok…kak Xarks…"
"Sharon-san…?" tanya Oz lagi.
Sharon sudah tak bersuara.
"S-Sharon? H-hei?" Break mengguncangkan tubuh Sharon yang ada di pelukannya.
"Xe-Xerxes-senpai! Bawa Sharon-san ke rumah sakit! CEPAT!"
To be continued, and don't forget to review!
