Banyak yang nanya kok mirip xx me memang saya terinspirasi dari situ tapi di chapter 2 ini pasti beda kok =D
-oOo-
Teach Me about True Love
Naruto © Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku
Warning : AU, OOC, alur kecepetan
"Apa yang aku lakukan..." Sasuke menaruh tangan Sakura ke dinding dan mendekatkan wajahnya ke wajah sakura. "..aku akan mengajarimu tentang..."
"...Cinta..."
"Benarkah? Aku senang sekali" Sakura tersenyum penuh kemenangan.
"Jadi... seperti apa cinta yang ingin kau tau?" kata Sasuke dengan nada menantang.
"Sebenarnya aku tidak tau apa itu suka dan cinta tapi... aku mendengar saat gadis berambut cokelat itu menyatakan cinta padamu dia menyukaimu sejak kau menggenggam tangannya"
"Ya... aku menggenggam tangannya agar dia menyukaiku" Sasuke menyeringai.
"Karena itu sekarang genggam tanganku dan buat aku merasakannya"
"Hn" Sasuke mulai melepaskan pergelangan tangan Sakura dan menyentuh jari tangan Sakura kemudian merambat ke tangan lalu menggenggam tangan mungil Sakura.
Keduanya terdiam dalam keheningan yang cukup lama. Dalam posisinya masing-masing yaitu Sasuke mengapit Sakura agar tetap bersender pada tembok dan sakura yang terapit ditembok menutup matanya merasakan tangan kanan Sasuke membungkus rapat tangannya sementara tangan Sasuke yang kiri menyilangkan jari jari tangan mereka.
"Bagaimana?" Sasuke menarik tangannya melepaskan genggaman Sakura lalu dia megumpulkan copyan dari notes siswanya dan memasukkan copyan itu ke dalam tasnya. "Lanjutannya besok saja" kata Sasuke sambil membuka pintu kelas lalu menutupnya.
Setelah tertutup tinggallah Sakura sendiri di dalam kelas dan merasakan kedua tangannya hangat. "Hangat... padahal biasanya dingin tapi... aku masih belum mengerti kenapa hanya menggenggam tangan bisa terasa hangat dan..." Sakura menggenggam tangannya sendiri. ".. Nyaman?"
"Akan kutanyakan padanya besok..." Sakura segera mengambil tas miliknya dan bergegas pergi meninggalkan sekolah karena saat itu sudah agak sore.
-oOo-
Pagi hari di Konoha High School sangat aman damai dan nyaman (?) matahari sudah menampakkan dirinya, siswa-siswi sudah mulai memasuki gerbang sekolah ada yang sedang mengobrol dengan temannya ada yang bergosip bermain bersama gengnya dan bahkan ada yang lagi pacaran WOW! Pagi-pagi udah pacaran hebat!
"Kya... Sasuke-kun selamat pagi~!"
"Sasuke-kun pergi ke kelas sama-sama yuk!"
"Sasuke-sama kami bawakan barang-barangmuya?"
Itu yang terdengar di depan gerbang sekolah begitu pangeran es datang yaitu siapa lagi kalau bukan Sasuke Uchiha.
Sementara Sasuke tidak menggubris perkataan para fansnya itu dan langsung berjalan ke dalam kelas. Sasuke mulai menyusuri lorong kelas diikuti oleh para fans yang mengikutinya seperti magnet.
'Target berikutya Sakura Haruno akan kubuat dia mengerti cinta dan jatuh cinta padaku' Sasuke tersenyum dalam hati (kepedean lu Sas...)
-oOo-
"Eh... denger deh tadi aku tubrukan sama Sai terus dia bantuin aku berdiri!"
"Be... benarkah?" Hinata mendengarkan cerita Ino dengan serius.
"Iya tadi pas aku lari aku tubrukan sama Sai terus dia bantuin aku berdiri sambil megang tangan aku!" Ino mulai berdiri dari bangkunya dan nari nari gaje
"Sepertinya kau senang sekali ya?" tanya Sakura yang baru memasuki kelas.
"Yaiyalah siapa yang ga seneng kalau ditolong sama orang yang disukai" Ino mulai duduk dan memandang Sakura.
"Oh ya?" Sakura berjalan dari depan pintu ke tempat duduknya.
"Me... memangnya Sakura-chan masih belum punya orang ya... yang disukai?"
"Yah... karena aku tidak tau apa itu suka" jawab Sakura dingin.
"Biar kuberitahu apa itu suka dan bagaimana rasanya ya..." kata Ino percaya diri.
"Kalau kita digenggam tangannya itu rasanya tangan kita jadi hangat..."
'Aku sudah tau...' batin Sakura
"Lalu rasanya jadi nyaman..."
"Kenapa jadi nyaman?" tanya Sakura cepat.
"Karena kalau kita berpegangan tangan dengannya kita saling membagi kehangatan dari tangan kita" Ino memegang tangannya sendiri.
"Begitu?"
"Ya begitulah rasanya, sekarang sudah mengerti?" Ino balik bertanya.
"Yah... mungkin tapi bagaimana rasanya kalau kita menyukai orang?" Ino kelihatan bingung ingin menjelaskan bagaimana.
"I... itu harus Sakura-chan merasakannya sendiri" Hinata ikut bicara
"Hm..." Sakura terlihat seperti memikirkan sesuatu.
BRAK! Terdengar suara pintu kelas terbuka.
"Semuanya duduk di tempat masing masing" kata ketua osis berambut merah dan bermata cokelat, dengan cepat murid murid duduk di bangkunya.
"Kita adakan pemeriksaan kartu pelajar silahkan keluarkan kartu pelajar masig masing" ketua osis itu mulai mengecek satu persatu kartu pelajar yang sudah dikeluarkan siswa-siswi yang berada di kelas itu.
"Eh... Sakura-chan kartu pelajarnya sudah ketemu?" Hinata bertanya pada Sakura karena takut temannya tidak membawa kartu pelajar.
"Kemarin sudah kutemukan"
"Terima kasih atas kerja samanya" setelah selesai mengecek dan mengucapkan kata-kata itu dia langsung keluar dari kelas.
-oOo-
"Hei Uchiha!" Sakura memanggil Sasuke yang sedang duduk di bangkunya.
"Hn?" Sasuke hanya melirik sedikit pada Sakura.
"Aku ingin bertanya padamu lagi" Sakura tidak segan segan bertanya karena itu sudah waktunya istirahat dan kelas itu sepi hanya Sasuke dan Sakura yang berada di sana.
"Apa itu?" nada suara Sasuke terdengar menantang.
"Kalau kita suka seseorang karena dia menolong kita apakah itu cinta?" Sakura mulai bertanya dan menatap mata onyx Sasuke.
"Kau jangan sampai salah mengartikan rasa cinta kalau dia menolongmu..." Sasuke menatap mata emerald Sakura yang terlihat kebingungan.
"Maksudmu?" Sakura menatap heran pada laki laki berambut raven yang berada di depannya.
"Maksudku... Jangan sampai kau salah mengartikan rasa cinta dengan rasa terima kasih karena dia telah menolongmu" Sasuke berdiri dari tempat duduknya setelah mengucapkan itu.
"Rasa terima kasih? Kalau itu aku tau, tapi apa hubungannya dengan cinta?" Sakura memandang Sasuke penuh tanda tanya.
"Kau akan mengerti kalau mengalaminya..." bisik Sasuke di telinga Sakura dan berjalan ke luar dari kelas.
"Ng... rasa apa itu sebenarnya?"
-oOo-
"Hei Sakura kau dari mana lama sekai?" tanya Ino yang sudah berdiri di depan kantin.
"Tadi ada sedikit urusan..." Sakura menghampiri Ino dan Hinata yang menunggunya.
"U... urusan apa?"
"Itu tidak penting lebih baik kita segera makan"
"Ya sudahlah" Mereka bertiga memasuki kantin dan mulai memesan makanan.
"Ku... kursinya sudah penuh bagaimana ini?" tanya Hinata sambil melihat sekelilingnya.
"kita makan di taman belakang saja yuk!" ajak Ino sambil membawa makanannya.
Sakura, Ino, dan Hinata makan di bawah pohon sakura yang berada di taman belakang sekolah mereka dan mulai berbincang bincang tentang berbagai hal sambil makan.
"Hei Sakura kenapa diam saja dari tadi?" tanya Ino sambil melambaikan tangannya di depan wajah Sakura.
"Ah... sedang memikirkan sesuatu"
"Sa... Sakura-chan memikirkan apa sepertinya serius sekali?" Hinata mulai cemas pada temannya karena tidak memakan makanannya sedikit pun.
"Aku masih bingung apa itu cinta?"
"Sakura... kau harus menemukan orang yang kau sukai kalau tidak kau tidak akan tahu"
"Tapi..." Sakura sedikit bingung karena tidak tahu harus bicara apa.
"Sakura-chan... kau harus menemukan sendiri orangnya" kata Hinata lembut
"Baiklah..." Sakura menghela nafasnya "Ino kenapa kamu suka dengan Sai?"
"Aku suka dengan Sai karena dia itu tampan dan baik!" Ino membayangkan jika dirinya dan Sai berpacaran.
'Tampan? Mungkin bisa jadi alasan untuk menyukai orang'
"Hanya karena itu kau menyukainya?"
"Selain itu karena dia jago melukis aku sangat suka lukisannya"
'Jago melukis? Kenapa hanya karena jago melukis dia bisa disukai?'
"Begitukah? Apa kalau wajahnya tampan, baik hati, dan jago melukis membuat kita bisa menyukai orang itu?" Sakura memandang wajah sahabatnya bergantian.
"Yah... Sakura itu tergantung perasaan kita masing masing walau orangnya jelek tapi kalau kita menyukainya itu bisa saja" Ino menghela nafasnya mendengar pertanyaan yang terlontar dari Sakura.
"Ta... tapi kau bisa saja menyukai orang sa... saat kalian pertama kali bertemu" Hinata memandang wajah Sakura yang sedang mencerna kata kata darinya.
"Hm... aku akan memikirkannya" setelah mengucapkan hal itu Sakura mulai memakan makanannya yang belum dia sentuh.
-oOo-
Langit yang berwarna biru sekarang tergantikan oleh warna orange kemerahan. Semua orang sudah bergegas pulang ke rumah masing masing untuk beristirahat, tapi tidak bagi dua orang yang berada di dalam kelas dan saling memandang.
"Uchiha..." panggil Sakura dengan nada lemas.
"Hn? Ada apa?" Sasuke yang tadi sedang membaca buku kini memperhatikan Sakura
"Aku semakin tidak mengerti apa itu cinta" Sakura memandangi ruang kelasnya.
"Kau tidak mengerti di mananya?" Sasuke berdiri dari tempat duduknya.
"Aku tidak mengerti saat temanku bilang dia menyukai orang karena tampan, baik hati, dan jago melukis" Sakura berjaan ke arah jendela dan memandangi pemandangan yang terlihat lewat jendela.
Sasuke berjalan ke arah Sakura yang sedang memandangi keindahan alam dari jendela. "Kenapa kau ingin tahu tentang cinta?" Sasuke berdiri tepat di belakang Sakura.
"Ingin tahu saja..." Sakura tidak ingin repot repot membalikkan badannya ia masih tetap memandangi jendela. "... Aku ingin tahu kenapa kita bisa menyukai orang lain bahkan sampai mencintainya" kata kata itu langsung meluncur dari bibir mungil Sakura.
"Seperti yang aku bilang jangan sampai kau salah mengartikan rasa cinta..."
"Jadi?" Sakura membalikkan tubuhnya dan menatap langsung mata onyx Sasuke.
"Jangan sampai temanmu itu salah mengartikan rasa cinta sama seperti fansku yang hanya melihat dari tampang luarnya saja" Sasuke menatap mata emerald Sakura dalam dalam.
"Tapi... kenapa mereka menyukai orang karena dia tampan?" Sakura mulai bertanya pada Sasuke.
"Mungkin mereka hanya sekedar ingin memiliki orang tampan itu" Sakura menggaggukkan kepalanya mengartikan kaau dirinya mengerti.
"Mengapa kalau dia jago melukis kita bisa menyukai orang itu?"
"Bukan karena jago melukis..." Sasuke tersenyum tipis. "Tapi karena dia mahir melakukan sesuatu"
"Mahir melakukan sesuatu?" Sakura mengulang perkataan Sasuke karena dia tidak mengerti.
"Ya... dan itu namanya kagum bukan cinta"
"Nafsu dan kagum? Aku tidak begitu mengerti tapi aku akan mencoba untuk memahainya" Sakura tersenyum lembut pada Sasuke dan itu pertama kalinya Sasuke melihat senyum manis Sakura.
"Kalau ada orang yang menyukai orang kaya bagaimana?" tanya Sakura lagi, Sasuke mengeluarkan tangannya yang berada di saku celanya dan menaruh kedua tangannya di sebelah kepala Sakura.
"Mereka hanyalah sekelompok orang yang memanfaatkan hal itu dan salah mengartikan rasa suka sehingga mereka menyukai orang kaya" Sasuke mendekatkan dirinya dengan Sakura hingga tinggal beberapa centi lagi.
"Tapi dalam menyukai kau harus tau satu hal..." Sasuke berbisik di telinga Sakura. "... kalau cinta itu buta..." Sasuke menghembuskan nafasnya di telinga Sakura sehingga Sakura sedikit merasa geli.
-To Be Continue-
Gimana minna-san?
Jelek ya? Maaf kalo alurnya kecepeten
Terima kasih yang udah review di chapter kemarin \^o^/
Boleh minta riview?
