Disclaimer: BLEACH bukan punya kusanagi...T.T
LOST
Chapter: 5
"Karin-chan...!!!" panggil Yuzu dengan nada gembira. Yuzu mengetahui kalau akhir-akhir ini kembarannya sedang sedih karena memikirkan sesuatu, makanya ia mencari cara agar kembarannya ceria kembali, "lihat apa yang ku bawa," kata Yuzu sambil menujukan benda yang dibawanya. Karin mengangkat alisnya melihat benda yang dibawa oleh Yuzu.
"Ini baju khusus kucing untuk Toushirou," senyum Yuzu menjadi tambah lebar. Sementara Toushirou yang melihatnnya bulunya berdiri semua.
"Tapi Yuzu itukan gaun. Sedangkan Toushirou itu kucing jantan," kata Karin. Dalam hati Toushirou menjadi lega.
"Ah...Karin chan...tapikan gaunnya cantik. Pasti Toushirou akan jadi cantik kalau pakai gaun ini," kata Yuzu merajuk sambil cemberut.
"Yuzu...Toushirou itu kucing jantan," karin mencoba menjelaskan lagi kepada kembarannya.
"Tapikan...tapikan..." Yuzu mulai kelihatan akan menangis. Karin sweat drop, sedangkan Toushirou sudah siap-siap kabur.
"Baiklah kalau begitu..." 3 kata yang paling tidak ingin Toushirou dengar keluar dari mulut Karin. Toushirou mau lari lewat jendela tetapi Yuzu menghalanginya. Lalu dia pun lari menuju pintu tapi di hadang oleh Karin.
Maka setelah itu terjadilah pertarungan 2 lawan 1 antara Toushirou melawan Kurosaki kembar. Yang pastinya pertarungan dimenangkan oleh kurosaki Yuzu dan Karin. Akhirnya dengan amat sangat terpaksa Toushirou memakai gaun itu.
"Kya~ kawaiiiiiiiii..." teriak Yuzu gemas melihat Toushirou memakai gaun.
Karin menatap Toushirou dengan tatapan kasihan. Tapi sebenarnya dalam hatinya dia merasa kalau Toushirou terlihat sangat imut.
~H~
"Karin-chan...Shiro jatuh kelumpur," kata Yuzu sambil mengangkat tubuh Toushirou yang sekarang bulunya menjadi berwarna coklat. Toushirou jatuh kekubangan lumpur setelah mencoba menyelamatkan dirinya dari Yuzu yang akan memakaikannya baju lagi.
"Ah...apa boleh buat! Toushirou ayo mandi," kata Karin sambil mengambil Toushirou dari Yuzu lalu membawanya kekamar mandi.
'What??? Mandi?' teriak Toushirou dalam hati, 'Aku ga mau mandi apa lagi di mandiin sama karin,' Toushirou mulai bergeliat mencoba melepaskan diri dari karin tetapi Karin tidak membiakannya kabur dan memegangnya lebih erat. Sementara itu Yuzu menyiapkan air dan shampo untuk memandikan Toushirou.
Setelah airnya siap karin menceburkan Toushirou kedalam air yang of course Toushirou mencoba melarikan diri dalam bak, "Meong...meong..." protes Toushirou. Kalau sekarang dia bukan dalam bentuk kucing pasti sekarang ini mukanya merah kaya rambutnya Renji.
Lalu Karin memberikan shampo diatas kepala Toushirou dan mengosok-gosoknya hingga keluar banyak busa. Toushirou pun menyerah melepasakan diri dari Karin, dia bermain dengan busa yang keluar dari shampo. Melihat hal itu Karin dan Yuzu tertawa.
"Karin-chan sebaikanya Shirou dikasih shampo untuk kucing," kata Yuzu, "Bagaimana kalau kita mampir ketoko perlengkapan hewan peliharaan untuk beli perlengkapan Shirou setelah belanja untuk bahan untuk makan malam."
"Ide bagus...sekalian kita cari kalung untuk Toushirou," kata Karin sambil mengangkat Toushirou dari dalam bak dan mengeringknya dengan hair dryer.
Toushirou hanya bisa menghela nafas mendengar percakapan Yuzu dengan Karin
~H~
Setelah berbelanja bahan makanan untuk makan malam sebelum pulang Karin dan Yuzu mengunjungi toko perlengkapan hewan peliharaan terlebih dahulu. Karin mengambil keranjang lalu memasukan Toushirou yang diseret ikut bersama mereka kedalam keranjang. Pertama-tama mereka mencari shampo khusus untuk kucing, mereka melihat beraneka jenis dan wangi yang berbeda. Setelah beradu argumen, Karin dan Yuzu akhirnya sepakat membeli shampo dengan wangi semangka. Setelah itu mereka mencari makanan kucing diseksi pakan hewan. Kali ini Yuzu dan Karin sepakat kalau Toushirou yang akan memilih makanannya sendiri. Karin dan Yuzu satu persatu menyodorkan makanan kucing berbagai jenis dan rasa tapi Toushirou menggelengkan kepalanya kepada semua makanan yang mereka sodorkan.
"kelihatannya Toushirou lebih menyukai makanan yang biasa kita makan," kata Karin kepada kembarannya. Karin tidak perlu beli pasir kucing karena Karin tidak perlu menyiapkan bak pasir untuk Toushirou karena dia akan pergi kekamar mandi kalau ingin pipis. silver, biru dan emerald setelah memutar otak akhirnya mereka menetapkan memilih pita berwarna warna emerald yang mirip dengan warna mata Toushirou dengan lonceng kuning dibagian tengahnya untuk kalung Toushirou. 'Akhirnya selesai juga belanjanya,' kata Toushirou dalam hati saat mereka menuju counter untuk membayar barang yang mereka ambil. Dia sudah lelah berada dalam keranjang dan ingin segera berbaring diatas kasur karin yang empuk.
"Kucing yang cantik..." kata gadis penjaga counter sambil mengelus kepala Toushirou yang ada di pelukan Yuzu, "Baru kali ini aku melihat ada anak kucing yang memiliki bulu yang seperti salju dan mata seindah ini...jadi ingin kubawa pulang," Yuzu tersenyum kepada gadis itu. Sementara itu dalam hati Karin berkata, 'Kalau saja kau pernah melihat anak laki-laki dengan rambut putih dan mata emerald seperti itu kau pasti ingin menculiknya dan membawanya pulang kerumah.'
"Owh iya..." kata gadis itu sambil memberikan kembalian pada Yuzu. Tiba-tiba Toushirou mendapatkan firasat hal buruk akan terjadi. Gadis itu memberikan selembaran kepada Yuzu dan Karin, "minggu ini kami akan mengadakan fasion show untuk hewan peliharaan. Bagai mana kalau kalian mendaftarkan kucing kalian?" tanya gadis itu. "hadiahnya juga lumayan."
'Oh...shit' kata Toushirou dalam hati, 'ini lebih buruk dari pada ancaman kena hukuman mati,' Dia berdoa dalam hati moga-moga aja Karin tidak tertarik tawaran itu.
Karin dan Yuzu saling bertatap mata sebelum pada akhirnya mereka tersenyum dan berkata 2 kata yang tidak ingin toushirou dengar, "Kami ikut" kata mereka serempak.
'Oh My God...apa salah gw' teriak Toushirou dalam hati
Selesai mengisi formulir pendaftaran. Karin dan Yuzu segera pulang dengan wajah berseri-seri, 'Yah...setidaknya ini bisa membuat karin melupakan masalah hukuman matiku untuk sementara' kata Toushirou dalam hati. Sesampainya dirumah Yuzu dan karin mendiskusikan kira-kira baju seperti apa yang akan mereka pakaikan pada Toushirou.
~H~
Akhirnya hari perlombaan tiba...
Untuk sementara Karin dan Toushirou benar-benar lupa dengan masalah eksekusi yang mengancam Toushirou. Dan Ichigo juga Rukia tidak pernah mengungkit-ungkit masalah itu dihadapan Karin. Mereka khawatir kalau Karin akan merasa sedih lagi.
Toushirou duduk dipangkuan karin ketika mereka menunggu perlombaan dimulai. Dia menggunakan toxedo warna putih dengan vest berwarna biru muda. Sedangkan dasi yang ia kenakan berwarna lebih tua dari vestnya dan memakai topi putih yang memiliki pita berwarna sama bengan dasinya. Dalam hati dia bersumpah akan mencincang orang yang menyebabkan dia seperti ini dan membekukan tiap selnya dengan Hyourinmaru. Sementara itu Yuzu sibuk memperhatikan satu persatu kontestan yang lain dengan mata yang berbinar-binar sambil teriak, "Kya~ kawaii!!!"
Akhirnya lomba dimulai. Toushirou mendapat nomor urut 15 untuk berjalan di catwalk dan menunjukan kepintaranya. Toushirou memperhatikan banyak hewan peliharaan selain kucing yang mengikuti perlombaan itu, ada anjing, monyet, kelinci bahkan buaya juga ada 'WEKZ...masa ada buaya ikut lomba kaya gini. Kalau buayanya lepas gimana tuh? Mana dari tadi ntu buaya ngeliat kesini terus lagi' kata Toushirou dalam hati. 'Terkutuklah orang yang masukin buaya dalam lomba fasion show'
Akhirnya saat toushirou menunjukan kebolehannya tiba juga. Karin meletakkannya diatas cat walk lalu menyuruhnya berjalan melintasi catwalk, "Ayo jalan Toushirou..." kata Karin. Sementara itu Yuzu menunggunya diujung catwalk yang lain dengan harap-harap cemas. Toushirou lalu perlahan-lahan berjalan melintasi catwalk dengan seanggun mungkin. Toushirou tidak mau mengecewakan Yuzu dan Karin.
Begitu Toushirou sampai disisi catwalk yang lain dia berhenti dan mulai menunjukan kepintarannya. Sebenarnya sih dia bermaksud menjelaskan teori kuantum berhubung dengan sosoknya sekarang ini dia tidak bisa berbicara dan menulis maka dia menujukan kepandaian lain yang berhubungan dengan kepandaian kucing bukan kepandaian tentang kimia, matematika dan sebangsanya.
"Tenang saja Mimi..." kata seorang ibu berbadan...uh hum...gendut kepada kucing ras persia yang tidak kalah gendutnya dengan pemiliknya, "kucing kampungan kaya gitu tidak mungkin bisa mengalahkanmu."
'Kucing kampungan katanya...' kata Toushirou kesal dalam hati. Yah...Toushirou itu sebenarnya bukan kucing kampung beneran sih. Dia juga sejenis kucing yang memiliki bulu lumayan panjang dan bulu lebat (Jenisnya silahkan sesuaikan dengan imajinasi reader). Kalau sudah begini akan ku tunjukan semua kemampuanku katanya.
Toushirou membuka mulutnya dan bernyanyi "Nyaw...miaw...nyaw..." dengan suaranya yang imut, nyanyian kucing yang dia bawakan terdengar sangat indah. (Wait...mana ada kucing bisa nyanyai?...Ingat Toushirou bukan kucing biasa). Lalu dia mulai melompat-lompat dengan imutnya yang membuat author gemez ngebayanginnya. Terakhir dia memanfaatkan potensi terbesar yang dia miliki yaitu melempar tatapan puppy..eh..kitty eyes pada para juri yang membuat para juri klepek-klepek melihatnya "Aw...so sweet"
Akhir acara...dari awal dimulai chapter ini para reader sudah bisa menebak siapa pemenangnya. Of course, pemenangnya adalah Toushirou.
Karin dan Yuzu pulang dengan wajah berseri-seri membawa pulang piala dan hadih uang tunai bersama mereka. Sedangkan toushirou yang kelelahan tidur dipelukan Karin.
