HweEe...O.o'a
Ternyata sudah lama banget fic ini ga kusanagi update...
Gomen mina, lappy kusanagi masih sakit dan kayanya bakal almarhum...hiks...T.T
Sebelumnya terima kasih buat semua readers terutama yang sudah review (akhirnya review nambah juga...XD)
Yah... Selamat membaca dan semoga isi chapter ini tidak mengecewakan readers...

Disclaimer: Om Tite Kubo BLEACH buat kusanagi dung…!!!*Digampar Tite Kubo pake sendal*


LOST

Chapter 7

Toushiro menatap langit jingga dari jendela kamar karin. 'saat ini rapat pasti sudah selesai.' Angin berhembus membuat bulu Toushirou yang putih bagai salju melambai-lambai dengan anggunnya. Tak seperti biasanya udara sore ini terasa begitu dingin bagi Toushirou. Dingin yang biasanya tidak mengusiknya membuatnya bergetar. 'Apa yang harus lakukan sekarang?' Tanyanya dalam hati. 'Aku tidak bisa kembali ke Soul Society.' Toushirou menundukan kepalanya. 'Tapi dengan begini aku bisa terus bersama Karin.' kata Toushirou sambil tersenyum. '...Tapi mungkin suatu saat Karin akan mulai melupakanku dalam tubuh anak kucing ini.' Senyum diwajahnya sekarang menghilang.

Angin dingin kembali bertiup. Sekarang langit jingga mulai hitam dan bintang mulai menampakkan pesonanya, berkelip bagai berlian menghiasi langit malam. Karena merasa dingin Toushiro meninggalkan jendela.

Begitu ia naik keatas kasur karin, Toushirou melihat Karin masuk dan berjalan mendekatinya.

Karin membawa piring berisi nasi dan lauk untuk Shirou, senyuman ceria yang biasa menghiasi wajahnya sudah beberapa hari ini tidak nampak.

Toushirou mengeong. Lalu karin meletakkan makanannya dilantai dan Toushirou pun memakannya.

Karin menatap anak kucingnya yang mulai mengunyah ikan bakar kesukaannya. Karin mengelus-elus bulu Toushiro, tiba-tiba ia merasa sesuatu mengalir dipipinya. Tubuh Karin bergetar, ia mulai terisak sampai akhirnya dia tak sanggup membendung air matanya lagi.

Karin memeluk Shirou dengan erat sambil menumpahkan semua air mata dan kesedihan yang selama ini selalu dipendamnya. Dalam hati Toushirou merasa ada jutaan jarum menusuk hatinya melihat Karin menangis seperti itu.
'karin...'

~H~

Pagi hari tiba...

Tadi malam ichi-nii memberitahukan kalau Soutaichou memerintahkan semua taichou gotei 13 siap siaga menghadapi kembali serangan Aizen. Oleh karena itu Ichi-nii dan rukia akan kembali ke Soul society pagi ini.

Sekarang ini Ichi-nii dan rukia berada ditaman belakang rumah bersiap membuka gerbang menuju soul society.

Aku, Yuzu, Ayah, Kon yang berada dalam tubuh Ichi-nii juga Toushirou mengantar kepergian mereka. Aku kangen Ichi-nii tapi aku mengerti, Ichi-nii harus menjalankan tugasnya sebagai taichou divisi 5 gotei 13.

Ketika gerbang terbuka nampak 2 jigou chou keluar dan terbang diatas kepala Ichi-nii dan Rukia. Sebelum mereka masuk kedalam gerbang aku bertanya pada Ichi-nii. "Ichi-nii kau tidak akan..."

Belum selesai aku bertanya dia menjawab. "Tenang saja Karin, aku tidak akan membiarkan Toushiro mati..." mendengar jawaban Ichi-nii aku merasa sedikit lega. "Toushiro tidak bersalah, aku pasti akan menyelamatkannya."

Dengan itu ichi-nii pun kembali ke Soul society.

~H~

"Karin-chan..." Yuzu memanggil Karin yang sedang duduk disofa sambil menonton acara fasion show kucing. Sejak Karin mengikutkanku dilomba fasion show, dia jadi sangat tertarik kepada baju-baju untuk kucing. Aku tak menyukai acara itu, tetapi aku suka tiduran dipangkuan Karin yang sangat nyaman juga hangat.
Sepontan karin mengalihkan tatapanya dari TV kekembarannya. Sedangkan aku yang tiduran dipangkuan Karin, membuka sebelah mataku melihat Yuzu membawa tas, kelihatannya dia mau mengerjakan PR bersama temannya. "Aku akan kerumah Naomi mengerjakan PR biologi. Apa kau mau ikut Karin?" tanya Yuzu.

"Ah...aku lupa kalau PR dari Matsuda-sensei harus dikumpulkan besok. Aku sama sekali belum mengerjakannya." kata Karin kaget. Tubuh Karin sedikit tersentak, aku yang berada dipangkuan Karin bergeser. Aku mengangkat kepalaku dari pangkuan Karin yang nyaman dan menguap lalu mengusap mataku yg mengantuk.
"Aku ikut denganmu Yuzu." lalu dia hendak berdiri mengambil bukunya, tetapi sepertinya dia ingat kalau aku berada dipangkuannya dan tidak langsung berdiri. Aku turun dari tempatku yang nyaman kesofa, membiarkan Karin mengambil buku dikamarnya.
Aku berguling-guling diatas sofa mencari tempat yang nyaman untukku tidur. Tetapi tak ada tempat senyaman pangkuan Karin.

"Ayo kita pergi, Yuzu." Kata karin sambil menuruni tangga. Dia membawa tas jin-jingnya yang berwarna biru dengan motif bola-bola kecil.

Yuzu mengangkat tubuhku dari sofa. "Lebih baik kita membawa Shirou. Naomi juga punya kucing. Selama kita mengerjakan PR Shiro bisa bermain dengan kucing Naomi." kata Yuzu.

"Ide bagus Yuzu." jawab Karin ceria. "Toushirou belum pernah bermain dengan kucing lain sebelumnya. Siapa tahu kucing Naomi betina, suatu saat kita bisa menjodohkannya dengan kucing Naomi." kata karin sambil nyengir.

"Nyaw...!!!" aku tersentak kaget mendengar ucapan karin. 'Tidak...!!! Aku tidak mau dijodohkan. Apa lagi dengan kucing.' teriakku dalam hati.

Karin yang melihatku tersentak mendekatiku, lalu mengelus-elus kepalaku. "Aku hanya bercanda Shirou..." kata Karin sambil tersenyum. Aku sangat lega ternyata Karin hanya bercanda, tapi dia berkata lagi. "Hanya setengahnya sih."

Gubrag...

~H~

Ketika sampai didepan rumah yang diduga sebagai tempat yang dihuni oleh Naomi, Karin memencet bel rumah itu. Baru beberapa detik Karin memencet bel dari belakang tembok pagar Naomi, muncul lah sesosok gadis berambut hitam panjang. Rambutnya yang panjang menutupi hampir seluruh wajahnya mirip kuntilanak. Aku yang berada dipelukkan karin, Spontan buluku berdiri karena kaget. 'HiEee...' kataku dalam hati. Tetapi Karin dan Yuzu tampak tidak kaget dengan penampakan yang terjadi.

"Naomi...aku mengajak Karin untuk mengerjakan PR bersama-sama." kata Yuzu. Owh jadi dia Naomi, kukira kuntilanak nyasar ke Jepang.

"Iya...aku sudah menunggumu. Silahkan masuk." kata Naomi membuka pintu pagarnya.

~H~

Ketika sampai dikamar Naomi, Karin meletakkanku dilantai. Aku melihat ke sekelilingku. Kupikir kamar Naomi akan tampak sangat suram yang raknya berisi manga horror, kaset dvd tentang monster dan setan juga toples berisi hewan yang diawetkan. Ternyata tidak, kamar Naomi layaknya gadis biasa. Tembok kamarnya dicat pink dengan gorden berenda menghiasi jendelanya. Kasurnya yang berseprai putih tampak sangat bersih dan rapih. Rak juga berisi dengan manga shojou, kaset dorama dan beberapa boneka yang imut. Berbeda dengan penampilan luar Naomi, kamar Naomi hampir sama feminimnya dengan kamar Yuzu.

Naomi menatapku dengan mata dibalik rambutnya. Lalu duduk didekatku dan mengelus-elus kepalaku. "Jadi ini Toushirou ya?" tanya Naomi.

"Yapz..." jawab Karin singkat sambil mengeluarkan buku-bukunya dari dalam tasnya.

"Dia lebih imut dari yang kubayangkan." kata Naomi sambil mengelus daguku. Tanpa sadar aku mengeong. "Miau..."

"Biar ku ambil Ayumi biar dia bisa bermain dengan Toushirou." lalu Naomi keluar dari dalam kamar.

Beberapa menit kemudian Naomi kembali dengan kucing anggora gendut berwarna coklat muda dipelukannya. Naomi lalu meletakkan kucing itu didekatku. "Nah...Shiro. Ini Ayumi." kata Naomi.

Ayumi berjalan mendekatiku. Dibandingkan tubuhku Ayumi 3 kali lebih besar. Karin dan Yuzu kemudian mendekat ingin melihatku berinteraksi dengan Ayumi.

Ayumi berjalan mengelilingiku. Tampaknya dia sedang memperhatikanku dari ujung hidung sampai ujung ekor. Lalu ayumi berhenti dihadapanku dan menjilat wajahku.

Aku mendesis tidak senang. Sedangkan Yuzu, Karin dan Naomi mengeluarkan bunyi "Aww..."

Ayumi hendak menindihku. Lalu dengan cepat aku menghindar dan lompat kepelukkan Karin. Aku mendesis lagi pada Ayumi berharap dia tidak mendekatiku lagi. Tetapi hal itu membuat Ayumi malah tambah mengejarku. Dia melompat kearahku yang ada dipelukkan Karin, aku segera menghindar menyelamatkan diri lalu berlari disekitar kamar dengan Ayumi terus mengejarku.

Ketika melompat keatas kasur Naomi. Kukuku mennyangkut di seprai Naomi. Melihat kesempatan Ayumi langsung menerkamku. Badan Ayumi yang 3 kali lebih besar dariku menindih tubuhku. Ayumi lalu menjilat-jilat wajahku, sedangkan aku bergeliat berusaha melepaskan diri dari Ayumi. "Miaw...miaw...!!!" ('karin...tolong aku...!!!')

"Naomi... Apa kucingmu itu kucing betina." aku mendengar Yuzu bertanya. Sedangkan Karin menolongku dari Ayumi...Ah, putri berkuda putihku... Kataku dalam hati.

"Bukan...Ayumi itu kucing jantan kok." jawab Naomi dengan wajah datar. Hoek...ternyata Ayumi itu kucing jantan.

Karin dan Yuzu sweat drop. Sedangkan aku menjadi pucat. Aku mengusap-usap wajahku yang basah gara dijilat Ayumi kedada Karin. "Kenapa kau memberi nama kucing jantan Ayumi, Naomi?" tanya Karin.

"Karena aku suka nama Ayumi. Memang tidak boleh ya?" tanya Naomi.

"Tidak juga sih..."

~H~

Hari sudah sore ketika Karin dan Yuzu pulang dari rumah Naomi.

Selama mengerjakan PR Naomi memasukkan Ayumi kedalam kandangnya karena kucing itu terus mengejar Toushirou. Hal itu menganggu mereka Karena itulah Naomi mengurung Ayumi.

Karin menatap langit yang mulai memerah, lalu ia terkenang sesuatu. "Yuzu, pulanglah lebih dahulu. Aku inggin pergi kesuatu tempat dulu." kata Karin kepada kembarannya.

"Baiklah. Tapi pastikan kau pulang sebelum waktu makan malam, kalau tidak Oyajii akan menangis." jawab yuzu.

Karin sweat drop membayangkan ayahnya yang sedang menangis didepan poster ibu mereka. "Baiklah, aku akan pulang sebelum jam makan malam." kata Karin sambil berlari meninggalkan Yuzu. Lalu berbalik hanya untuk melambaikan tangannya pada Yuzu dan berlari lagi.

Toushiro penasaran, kemana mereka akan pergi.

Ketika sampai dibukit kota karakura barulah ia mengerti kemana Karin akan membawanya.

Karin berhenti disuatu tempat dimana ia bisa melihat langit dengan jelas. Itu adalah tempat dimana dia mencari Toushiro saat ia hendak bertanding sepak bola dengan SMP. Tempat yang indah untuk menikmati langgit sore.

Karin duduk dibesi pembatas jalan. Matanya melihat langit, tetapi tatapan terlihat sangat jauh.

Toushiro menatap wajah Karin dengan perasaan takjub. Mata Karin terlihat begitu berkilauan terkena cahaya senja, pipinya tampak memerah seperti apel, sedangkan rambutnya yang panjang melambai tertiup angin bagaikan menari. Baru 2 tahun lebih Toushiro tidak bertemu Karin, dia berubah seperti ini. 'Ca...cantik sekali.' kata Toushiro dalam hati.

Karin menyadari anak kucingnya terus memperhatikannya. Karin lalu mengangkat Toushiro hingga bertatap mata dengannya.

"Taukah kau Shiro...ini adalah tempat pertama aku bisa berbicara dengan orang pemilik namamu." kata karin menatap mata Toushiro yang emerland "Anak itu memiliki warna mata yang sama denganmu juga memiliki rambut yang sama dengan bulumu, Shirou." Karin tersenyum. "Dia anak aneh yang dingin dan jarang tersenyum, tapi aku pernah melihatnya. Walau hanya sekali, aku pernah melihat Toushiro." disini Toushiro melihat mata Karin terlihat sangat bahagia. "Senyumannya sangat cantik. A...aku..." Karin terdiam sejenak. Wajahnya merona. Matanya berpaling dari Toushiro. "Aku… menyukai Toushiro." kata Karin dengan suara pelan. Tetapi itu cukup keras untuk Toushiro dengar.

Mata Toushiro terbelalak mendengar pengakuan Karin. Toushiro tak menyangka kalau Karin mempunyai perasan seperti itu kepadanya.

"Aa...ngomonga apa aku ini." kata Karin panik, ia menyadari kalau dia baru saja mengatakan apa yang ia rasakan terhadap Toushiro. "Kau pasti tidak mengerti kan, Shirou?" kata Karin sambil mengangkat Toushiro melewati kepalanya. "Belum tentu Toushiro juga akan menyukaiku." kata karin pelan.

Toushiro melompat kebahu kanan Karin lalu menjilat pipinya. 'Aku juga menyukaimu, Karin.' kata Toushiro dalam hati.

~H~

Tak terasa hari bertabah gelap. Matahari mulai menghilang digaris horizon dan bintang mulai bemuncullan. Karin melihat jam tangannya menujukkan pukul 18.40. Waktu makan malam tinggal 20 menit lagi. Karin lalu bangkit dari tempatnya duduk dan mulai berjalan menuruni bukit. Malam ini jalan dibukit lebih sepi dari biasa.

Tiba-tiba Karin dan Toushiro merasakan ada reiatsu besar muncul. Lalu dari langit seorang arrancar keluar dari garganta lalu dia turun mendekati Karin. 'Kenapa arrancar muncul disaat seperti ini?' tanya Karin dalam hati.

'Ini gawat, Karin cepat lari!' teriak Toushiro dalam hati.

Melihat arrancar mendekatinya, Karin berlari menuruni bukit. Tetapi arrancar itu menghadangnya.

Arrancar itu lalu mengarahkan telapak tangannya kepada Karin. dari telapak tangannya muncul angin dengan tekanan tinggi yang membuat Karin terpental kebelakang.

'Karin...' jerit Toushiro. dalam keadaan seperti ini ia inggin sekali melindungi Karin. Tapi dalam keadaannya sekarang ini ia tak bisa berbuat apapun. Ia merasa
dirinya tak berguna dan marah kepada dirinya sendiri.

Arrancar itu terus mendekati Karin yang sekarang terkapar ditanah. Toushiro mendesis marah. Ia hendak melompat menyerang arrancar itu ketika Karin memeluknya. "Uhh...Toushiro..." rintih Karin.

"Serahkan kucing itu padaku, bocah." kata arrancar itu hendak menyerang Karin.

Lalu dengan marah Toushiro melompat dari pelukkan Karin. dan mengigit lengan sang arrancar sekeras mungkin.

Arrancar itu mengerang kesakitan lalu menghempaskan Toushiro ketanah.

'Uh...sakit.' tapi Toushiro tak mau mengalah dia menyerang arancar itu lagi dan mengigitnya.
Kali ini arrancar menghempaskan Toushiro kesebuah batu besar. Toushiro merasakan tulang kaki kiri depannya patah. Pandangan Toushiro menjadi kabur. "Miau..." rintih Toushiro kesakitan. Walau sakit dalam pikirannya dia terus memikirkan kslamatan Karin.

Lalu Toushiro merasakan reiatsu yang sangat familiar mendekat.

"Karin...!!!" teriak pemilik reiatsu itu.

Orang itu adalah Kurosaki Isshin, mantan taichounya juga ayah Karin. Merasa Karin sudah aman, Toushiro membiarkan matanya tertutup dan tertarik kedalam kegelapan.


Yosh... Akhirnya chapter 7 selesai juga... Jempol kusanagi udah pegel nih... (Demi readers Kusanagi nulis chapter ini pake HP)

HitsuxKarin fans mana nih semangatnya?
*kusanagi treak pake toWa - ditimpukin pake sendal jepit karena berisik*
Ayo tunjukkan semangat kalian lewat review...
(isinya gaje juga ga apa-apa. Anggep aja Kusanagi lagi ngadain sensus fansnya HitsuxKarin)

Owh iya... bagi fans HitsuxKarin, kusanagi promosi dikit nih...XD

Fic kusanagi yang BLEACH Next Generation itu sebenarnya pair HitsuxKarin juga loh...

Chara utama fic itu adalah anaknya Hitsu sama Karin, pair yang lainnya ada IchigoxRukia and many other lah...

Akhir kata Mina...mari semua teriakkan...
Anti mati gaya!!!
*ditimpukin reader karena gaje*

-Kusanagi-