Maaf ya kalau fic pertama ku masih rada" cacat (maklum lah kan masih pemula). Ini masih coba" sih… Hehe.. ^^" Tapi aku juga mohon RnR ya biar aku tahu kesalahan aku~ thanks all~
Hetalia School Time!
Part.2
"What A Noisy Class"
Germany's P.O.V
Aku masuk ke satu kelas bersama Italy. Untungnya ada Romano juga di sini, jadi aku tidak duduk bersama Italy. Aku melihat seorang lelaki yang aku kenal jelas dirinya. Aku mendekat.
"Pagi, Prussia-chan.." sapaku sambil menaruh tasku di atas meja dan duduk di sampingnya.
"Wah, Germany-san..! Aku beruntung bisa satu kelas bersamamu tahun ini… Biasanya kan kita pisah kelas terus, ya? Hehe…" balas Prussia. Ku lihat dia sedang membuat pesawat kertas.
"Hei, untuk apa kau membuat pesawat kertas itu..?" tanyaku.
"Tentu saja untuk ini… Hehe…" Prussia menerbangkan pesawat itu jatuh tepat di meja Hungary. Dia membaca isi pesan Prussia di kertas itu.
Tidak lama Hungary melempar asal pesawat itu, tapi tetap jatuh di meja Prussia. Aku dan Prussia membaca yang dia tulis.
"Kalau saja Germany-san tidak di sini, kau sudah habis ku hajar…! Tunggu nanti saat istirahat, Prussia..!" begitulah isi suratnya.
Bukannya takut, Prussia malah tertawa terbahak bahak. Ku rasa memang anak ini agak aneh juga.
"Asik…! Ada yang mau di ajak main kejar kejaran nih..! hehe…" ucapnya seakan akan dia ini seperti anak kecil.
"Geez… Dasar anak bodoh…" gumamku dan melihat ke sekeliling kelas.
Karena susunan kelasnya berubah terus, aku kurang mengenal yang lainnya. Tapi, aku melihat Switzerland dan adiknya, Liechtenstein ada di sini. Ada Nethere dan adiknya, Belgium juga di sini. Banyak sekali adik kakak di sini..?
Russia's P.O.V
Baru masuk, aku sudah di tunggu oleh Belarus rupanya. Mau tidak mau pun akhirnya aku duduk bersama dirinya.
"Belarus-chan, apa kau tidak punya teman lain yang bisa kau ajak duduk bersamamu..?" tanyaku pelan.
"Aku akan membunuh semua yang mencoba memisahkan aku dan Onii-chan…" jawab Belarus menakutkan aku. Aku hanya bisa tersenyum kecut melihat adikku ini.
"Ah… Selamat pagi, Russia-chan…" ucapan itu pelan terdengar di telingaku. Aku menoleh dan melihat Ukraine sudah ada di belakangku. Dia kelihatan manis dalam seragam sekolah.
"Ah… Ukraine-san, selamat pagi juga…" sapaku balik.
"Mau apa kau, kakak cengeng…?" tanya Belarus dingin. Wajah Ukraine tiba tiba memerah dan matanya berkaca kaca.
"Belarus-chan, kau tidak seharusnya begitu…" ucapku mengingatkan Belarus. Tapi, dia malah membuang muka dari Ukraine.
"Jangan membela aku, Russia-chan…! Huuwaa…!" Ukraine malah menangis kencang dan berlari duduk jauh dari aku dan Belarus. Aku jadi merasa tidak enak.
"Belarus-chan, lain kali kau tidak boleh begitu lagi… Ingat, dia juga adalah kakakmu…" ucapku mencoba membujuk Belarus untuk minta maaf.
"Kenapa sih selalu dia yang di bela..? Dia juga sudah punya Estonia-san kan…" ucap Belarus dingin.
Tampaknya dia cemburu karena aku lebih sering membela Ukraine. Tapi, aku memang lebih suka kakakku daripada Belarus. Aku tahu kalau Estonia juga sekarang menyayangi Ukraine, tapi apakah dia bisa menjaganya..? Setiap kali aku memikirkan hal itu… Hah…
"Onii-chan… Jangan jadi depresi begitu…" ucap Belarus.
Japan's P.O.V
Aku masuk kelas bersama dengan China karena entah kenapa kami pasti selalu satu kelas. Itu juga sudah termasuk S. Korea, Hongkong dan juga… Err… Taiwan…
"Pagi, Japan-kun… Apa kabar..?" baru saja aku duduk, senyuman indah itu sudah datang. Dia menoleh padaku dan membuat aku tersipu sesaat melihat kecantikannya.
"Japan-kun…?" tanyanya lagi dan menyadarkan aku dari lamunanku.
"Eeh..? Taiwan-san… A-Aku baik baik saja… Hehe…" ucapku kaget.
Ku lihat dia sudah duduk bersama Hongkong. Aku dan China duduk tepat di belakang mereka. S. Korea sendirian duduk di samping tempat dudukku.
"Haa~ Lama tidak bertemu, Japan-kun..!" sapa dengan wajah semangatnya yang seperti biasa.
"Selamat pagi juga…" sapaku balik. Tiba tiba mendekatiku dan berbisik,
"Kau cemburu ya melihat Taiwan sudah duduk bersama Hongkong lagi tahun ini.." aku tersipu malu mendengarnya.
"A-Aku tidak apa apa kok..!" aku mengelak sebisaku. Taiwan menoleh kembali.
"Ada apa, Japan-kun? Kau rebut sekali…" ucap Taiwan. Ku lihat senyuman usil di wajah .
"Taiwan-san, Japan-kun cemburu melihat kau selalu duduk bersama Hongkong…" wajahku bertambah merah.
"Benarkah itu, Japan-kun?" Tanya Taiwan lagi. Aku bingung harus berkata apa. Untung saja bel berbunyi dan guru sudah memasuki ruangan kelas.
"Aku selamat…" pikirku. Taiwan dan pun langsung kembali ke tempatnya dan menyiapkan buku.
Aku memandangi kelasku sesaat. Tampaknya kelasku tidak akan menjadi kelas yang terlalu ramai tahun ini. Yang paling penting sekarang adalah aku bisa satu kelas bersama Taiwan-san. Meskipun memang aku cemburu melihatnya bersama Hongkong terus. Tapi, ya sudahlah.
Normal P.O.V.
Begitulah awal dari hari baru beberapa negara di sekolah tahun ini. Beberapa ada yang senang dan penuh antusias, ada juga beberapa yang malah bosan di kelas. Tapi, lama kelamaan mereka akan terbiasa malah akan terjadi beberapa pairing yang tidak terduga.
Selanjutnya kita akan tengok sebentar keadaan kelas ASEAN (btw, abis ini hampir OC semua). Jangan lupa RnR ya~~ thanks~~ ^^
