Disclaimer: BLEACH punya om Tite Kubo. Andai om Tite bisa bahasa Indonesia, sekarang ini kusanagi pasti udah ada di Soul Society...XD


LOST

Chapter: 10

"Kurosaki-taichou...!" Hinamori mendekati taichounya yang sedang berdiri digerbang penghubung dunia manusia dan Soul Society bersama Rukia, "Apa benar anda mengetahui keberadaan Shiro-chan?" tanya Hinamori dengan wajah cemas.

"Ya...aku baru saja menyadari kalau Toushiro adalah Toushiro?" jawab Ichigo dengan wajah tampak seperti baru saja menang undian.

Hinamori yang tak mengerti dengan pernyataan Ichigo mengangkat sebelah alisnya, "Eh? Maksudnya taichou?"

"Dasar Ichigo baka! Kalau kau bilang seperti itu semua orang pasti tidak akan mengerti, baka!" kata Rukia sambil memukul kepala Ichigo. Lalu ia mengalihkan pandanganya pada Hinamori, "Di dunia manusia, adik Ichigo, Karin-chan, menemukan seekor kucing berwarna putih dan mata emerald. Kalau perkiraan Ichigo benar, kucing itu adalah Hitsugaya-taichou yang berubah menjadi kucing karena obat hasil penelitian Kurotsuchi-taichou."

"Owh...begitu..." kata Hinamori dengan wajah senang. Tapi tiba-tba wajahnya kembali muram, "lalu bagaimana dengan hukuman yang soutaichou berikan kepada Shirou-chan?" tanya Hinamori cemas.

"Tenang saja, hal itu biar aku yang menjelaskannya pada soutaichou. Toushirou selama ini ada di rumahku. Dia tidak mengkhianati kita, selama ini dia hanya dimanfaatkan oleh Kisaragi saja," jawab Ichigo menenangkan kekhawatiran fukutaichounya.

~H~

Didunia manusia karin dan Toushiro melihat kelangit dengan wajah horor. Sebuah garganta muncul tepat diatas mereka, lalu dua banyangan berbentuk manusia kelua dari dalam garganta.

Toushiro kaget melihat seorang arrancar muncul dihadapan mereka. Tapi yang membuat ia lebih syok adalah melihat Kisaragi Ayame berdiri disebelah arrancar itu, 'Ke...kenapa Kisaragi-taichou berada bersama arrancar itu?' tanya Toushiro dalam hati.

Karin mundur beberapa langkah ketika melihat Ayame dan Razel turun mendekatinya, dia memeluk Toushiro dengan sangat erat. Dalam hatinya dia berteriak untuk lari, tetapi tekanan reiatsu disekitarnya membuat Karin tidak bisa dengan bebas menggerakkan tubuhnya.

Toushiro mendesis marah pada Ayame dan arrancar dihadapannya. Dia menyadari kalau Ayame lah yang dimaksud mata-mata Aizen oleh Ichigo. Selama ini Ayame hanya memanfaatkannya.

"A...Apa yang kalian inginkan?" tanya Karin gugup. Tangannya yang memeluk Toushiro mulai gemetar. Biasanya Karin tidak merasa takut kepada hollow atau arrancar, tapi dia menyadari tekanan roh disekitarnya lebih besar dari hollow atau arrancar yang biasa dia temui.

"Jangan takut seperti itu nona," kata Ayame melihat karin sedikit gemetar, "kami tidak akan menyakitimu kalau kau menyerahkan anak kucing ditanganmu dengan baik-baik."

Karin memeluk Toushirou lebih erat, "Tidak! Aku tidak akan memberikan Toushiro kepadamu!" kata Karin sambil mengirim death glare pada Ayame. Sekarang keberanian Karin sudah mulai muncul.

Mendengar kata-kata Karin, Ayame tertawa kecil, "Ironis sekali! Kau memberikan nama yang sama dengan namanya. Atau...apa mungkin kau sudah mengetahui sosok asli anak kucing ditanganmu?" tanya Ayame kepada Karin.

"Sosok asli Toushiro? Apa maksudmu?" tanya Karin bingung. Dia mulai melangkah mundur karena tidak nyaman berhadapan dengan Ayame dan Razel. Sedangkan Toushiro dipelukan Karin memandang Ayame dengan penuh kebencian, rupanya Ayame lah yang membuatnya berubah menjadi kucing.

"Ternyata kau masih belum tahu ya?" kata Ayame sambil menatap Toushiro yang berdesis kepadanya, bulu dipunggung Toushiro berdiri karena marah, "baiklah kalau begitu kuberi tahu kau. Sosok asli anak kucing ditanganmu itu adalah taichou divisi 10, Hitsugaya Toushiro."

Karin menatap anak kucing di pelukannya dengan mata besar, dia tidak percaya bengan apa yang baru saja ia dengar, 'Sosok asli Toushiro adalah Toushiro?' tanya Karin dalam hatinya. Dia tidak menyangka taichou yang selama ini dicari oleh Ichigo dan Soul Sociey ternyata ada begitu dekat dengan mereka. Tetapi tak satupun dari mereka menyadari kalau taichou yang dimaksud ada alam sosok seekor anak kucing, "Tou..Toushiro apa itu benar?" tanya karin untuk meyakinkan pernyataan Ayame.

Toushiro hanya bisa menganguk, dia ingin mengatakan lebih pada Karin, hanya saja dalam sosoknya yang sekarang ini ia tidak bisa mengatakan apa-apa, "Miau..."

"Nah...nona sekarang berikan anak kucing itu kepadaku," kata Ayame sambil mendekati Karin dan Toushiro.

"Tidak!!!" teriak Karin, "setelah mengetahui sosok asli Toushiro aku bertambah tidak ingin menyerahkan Toushirou kepadamu." Karin mengencangkan pelukannya yang sempat mengendur karena terkejut, "aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti Toushiro."

Mendengar kata-kata Karin membuat Ayame menjadi kesal. Dia berencana mengambil Toushirou secara paksa dari Toushiro. Tiba-tiba Ayame merasakan seseorang datang dan menyerangnya. Lalu dengan segera Ayame menarik zanpakutonya untuk menepis serangan orang itu.

CraAanNgggg... suara metal beradu...

Ayame melihat seorang shinigami dengan haori mengantung dipundaknya. Orang itu memiliki jenggot diwajahnya.

"Oya-jii..." kata Karin pelan ketika melihat ayahnya datang.

"Si...siapa kau?" tanya Ayame kaget.

"Hah? Kau tidak tahu aku? Pada hal aku sangat terkenal di Soul Society," kata Isshin sambil nyengir seperti biasanya, "namaku adalah Kurosaki Isshin, mantan taichou divisi 10, juga ayah dari anak itu." Dia berbicara sambil menunjuk Karin yang ada di belakangnya dengan jempolnya.

"Cih...muncul orang yang menyebalkan," umpat Ayame. Lalu Razel yang sejak tadi diam pun mulai bergerak. Dia berjalan mendekati Ayame.

"Kisaragi...kau hadapi orang tua itu dan aku akan mengambil anak kucing itu dari gadis itu," kata Razel dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh Ayame.

"Hm...cukup adil..." kata Ayame sambil bersunpo menyerang Isshin. Ketika kedua zanpakuto mereka beradu, Ayame mendorong Isshin menuju angkasa untuk menjauhkan Razel dan Karin Bertiga dengan Toushiro.

~H~

"Kurosaki-Taichou...!!!" panggil sanseki (3rd seat) divisi 13, Kiyone, "gerbang menuju dunia manusia sudah terbuka. Anda sudah bisa pergi sekarang."

"Owh...baik lah. Terimakasih Kiyone," kata ichigo. Ichigo menatap Rukia yang berdiri di sampingnya lalu mengangguk kepadanya, "Rukia...ayo kita pergi."

Sebelum Rukia pergi mengikuti Ichigo. Rukia membalikan badanya untuk berbicara dengan shinigami yang dari tadi menunggu bersama mereka, "Hinamori-san kami pergi dulu," kata rukia sambil membungkukkan sedikit badanya.

"Berhati-hatilah Kuchiki-san, tolong bawa Shiro-chan kembali ke Seiretei," kata Hinamori sambil membungkukkan badanya pada Rukia. Lalu setelah itu Rukia pergi mengejar Ichigo.

~H~

"Sekarang penggangu sudah di singkirkan," kata razel sambil menatap Ayame dan Isshin yang bertarung diangkasa. Lalu ia kembali menatap Karin, "nah nona, kalau kau tak mau terluka serahkan anak kucing itu padaku," kata razel sambil mendekati Karin. Lalu Karin yang melihatpun mundur kebelakang.

Karin membalikan badanya untuk berlari. Tetapi tiba-tiba Razel muncul di hadapannya dan menangkap tangan kanan Karin lalu meremasnya hingga Karin menjerit kesakitan.

Toushiro yang melihat hal itu menjadi sangat marah. Dia melepaskan diri dari pelukan Karin dan melompat untuk menggigit tangan Razel yang menggenggam tangan Karin sekeras mungkin. Karena kaget, Razel pun melepaskan tangan Karin.

Setelah Razel melepaskan tangan Karin, Toushiro lalu melepaskan gigitannya dan melompat menjauhi Razel. Dia menatap Razel dengan penuh kebencian dan mendesis marah.

"Cih...Kucing yang menyusahkan!" kata Razel dengan nada marah. Dia memegang tangannya yang digigit Toushiro.

Lalu sekelebat bayangan hitam muncul di hadapan Toushiro. Dia adalah yoruichi dalam wujud manusia, "Aku tak tahu duduk perkaranya. Tetapi yang pasti aku tak mengijinkan kau melukai anakku," kata Yoruichi sambil nyengir.

"Jadi sekarang kau sudah mengakui kau menganggap anak itu anakmu ya? Yoruichi?" kata Urahara yang berdiri diatas pagar tembok sebuah rumah kosong sambil menutupi separuh wajahnya dengan kipas seperti biasanya. Ditangannya kanannya ia memegang Benihime dalam bentuk shikainya.

"Diam kau...Kisuke!!!" desis Yoruichi kesal.

Razel yang melihat munculnya musuh baru, merasa situasi seperti ini tidak akan menguntungkannya. Lalu sebuah ide brilian terbesit dalam benaknya. Lalu ia menggunakan shunpo untuk muncul dibelakang Karin, lalu Razel memegang Karin dan mengarahkan zanpakutonya keleher Karin.

Toushiro, Yoruichi dan Kisuke terlambat menyadari rencana Razel. Razel telah menggunakan Karin sebagai tawanan, "Meong...!!!" (Karin...!!!) teriak Toushiro. Sementara Yoruichi dan Urahara menyesali kecerobohan mereka.

"Kalau kalian mau gadis ini selamat. Cepat serahkan anak kucing itu!" kata Razel sambilo mendekatkan zanpakutonya keleher Karin. Lalu Toushiropun mendekat kearah Razel, 'Ini semua salahku. Kalau saja aku tidak berada di dekat karin, hal seperti ini pasti tidak akan terjadi kepadanya,' kata Touhiro dalam hati.

"Jangan Toushiro! Jangan mendekat...cepat lari!" teriak Karin yang membuat Razel meremas lengan karin.

" Kisaragi Ayame...!!!" panggil Razel. Lalu Ayame turun dengan memegang pundak kananya yang terluka. "Kita kembali ke Las Noces," kata Razel. Lalu Ayame mengambil Toushiro, sedangkan Razel membuka portal menuju Hueco Mundo. Setelah garganta terbuka. Razel lalu menghempaskan Karin kearah Isshin. Sebelum garganta tertutup, Toushiro menatap Karin dengan tatapan menyesal. 'Maafkan aku...Karin.'

~H~

Ichigo dan Rukia sampai di dunia manusia tepat saat Razel menutup garganta. Mereka sekarang ini berada di dalam kamar Ichigo. Lalu Ichigo melihat Kon dalam tubuhnya melihat keluar dari jendela kamar itu dengan wajah serius. Karena sangking seriusnya Kon tidak menyadari kedatangan mereka sampai Ichigo menepuk pundaknya, "Kon...ada apa?" tanya ichigo.

Kon yang terkejut dengan kedatangan Ichigo dan Rukia melompat keatas kasur, "Kau ini kenapa sih, Kon?" tanya Ichigo sweat drop. Lalu Kon pun menghela nafasnya setelah menyadari orang yang menepuk pendaknya adalah Ichigo, "Mengagetkan saja!" kata Kon.

"Ada apa? Kenapa kau tegang seperti itu?" tanya Ichigo sambil mengangkat sebelah alisnya, "Owh...iya. Karin ada di mana?"

Mendengar pertanyaan Ichigo, Kon kembali berwajah tegang. Melihat ekspresi Kon, Ichigo menjadi khawatir dengan keadaan Karin. Sebelum Ichigo memaksa Kon menjelaskan apa yang terjadi, Ichigo merasakan reiatsu Karin dan Ayahnya masuk kedalam rumah. Merasakan hal itu Ichigo merasa tenang karena adiknya baik-baik saja. Selain mereka berdua, Ichigo juga merasakan reiatsu Urahara dan Yoruichi masuk ke dalam. Ichigo yang penasaran dengan kedatangan Urahara dan Yoruichi pun turun kebawah.

Diruang keluarga Ichigo melihat ayahnya, Karin, Yuzu, Urahara dan Yoruichi duduk berkumpul. Selain Karin yang sedang menangis dan Yuzu yang mencoba menenangkan kembarannya, 3 orang shinigami yang ada dalam ruangan itu tampak tegang.

"Oya-jii...Apa yang terjadi?" tanya Ichigo sambil mendekati Karin yang sedang menangis. Tapi tak seorang pun menjawab pertanyaannya. Lalu Ichigo pun teringat tujuannya datang ke Dunia Manusia, "Owh iya Yuzu...Toushiro mana?" tanya Ichigo kepada adiknya. Dia tidak mungkin bertanya pada Karin yang sedang menangis.

"Uh...Toushiro..." Yuzu bingung menjelaskannya pada Ichigo.

"Toushiro dibawa oleh arrancar dan seorang shinigami yang bernama Kisaragi Ayame ke Hueco Mundo," jawab Karin sambil menghapus air matanya.

Mendengar perkataan Karin mata Ichigo dan Rukia terbelalak, "Apa katamu?" teriak mereka kaget.

"Ternyata dugaanmu benar Ichigo," kata Rukia kepada Ichigo.

"Aku tak mengerti kenapa mereka membawa anak kucing itu ke Hueco Mundo," kata Urahara sambil membuka topinya.

"Itu karena..." belum selesai Ichigo berbicara Karin menyelanya.

"Sosok asli anak kucing itu adalah taichou divisi 10 yang menghilang, Hitsugaya Toushiro," jelas Karin.

Ichigo dan Rukia terkejut karena ternyata Karin sudah mengetahui sosok asli Tousirou, sedangkan Isshin, Yuzu, Urahara dan Yoruichi terkejut karena mengetahui ternyata sosok asli anak kucing itu adalah Hitsugaya.

"Benarkah itu Karin?" tanya Yuzu kepada kembarannya.

Karin menganggukkan kepalanya, "Ya...mereka sendiri yang mengatakannya padaku."

Urahara mengepalkan telapak tangannya, "Apa yang sebenarnya mereka rencanakan?"

"Entahlah...yang pasti hal ini berkaitan dengan Aizen," jawab Ichigo.

"Jadi Aizen benar-benar belum mati ya?" tanya Isshin. Dalam kepalanya ia mengingat Ichigo memberikan serangan final pada Aizen dan Hyogoku yang menempel pada tubuh Aizen pecah berkeping-keping.

Ichigo menganggukan kepalanya, "Dan orang yang bernama Kisaragi Ayame yang kalian temui tadi adalah mata-mata Aizen. Dia mencuri cincin raja dari Seiretei. Kemungkinan besar dia juga lah yang merubah Toushiro jadi kucing."

Semua orang yang ada dalam ruangan itu terdiam mencoba mencerna informasi yang mereka dapat.

"Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Rukia memecah kesunyian

"Hal ini sudah jelaskan. Kita akan pergi ke Hueco Mundo untuk menyelamatkan Toushiro." Jawab Ichigo.

Lalu semua orang yang ada dalam ruangan itu mengangguk menyetujui rencana Ichigo.

~H~

Sementara itu di Las Noces. Toushiro yang masih ada dalam sosok kucing berada didepan sebuah pintu yang sangat besar. Dia masih berada dipelukan Ayame. Lalu Razel membuka pintu itu dan nampak sebuah aula besar. Walaupun tak bisa melihatnya secara jelas Toushiro bisa merasakan 9 reiatsu kelas espada dalam ruangan itu.

Mata Toushiro lalu terpusat pada seseorang yang duduk di singasana di tengah ruangan itu. Tanpa melihatnya pun Toushiro bisa tahu siapa yang duduk di atas singgasana itu hanya denagn merasakan Reiatsu orang itu.

'Aizen...ternyata benar dia masih hidup.' Kata Toushiro dengan marah dalam hati.

Lalu dengan senyuman sinis, Aizen menyambut Toushiro, " Selamat datang di Las noces, taichou...ah, kurasa aku harus memanggilmu mantan taicho sekarang karena kau pun sudah dinyatakan berkhianat oleh Soul Society, Hitsugaya Toushiro."


Ho ho ho... ga kerasa udah nyampe chappy 10...XD

Ternyata fic ini menjadi lebih panjang dari yang Kusanagi duga.

Thanx buat para reader yang masih mau baca fanfic ini sejauh ini...

Kusanagi paling seneng kalau ada readers yang mau ngereview fanfic ini...XD

Owh...iya...Kusanagi udah ngedit fic ini dari chappy 1 sampai 6. Buat reader yang yang ga ngerti awal fic yang maha ancur ini silahkan baca dari awal. He he he...gomen ya...selama ngedit kusanagi sadar ternyata fic ini benar-benar kacau dan sulit dimengerti.

Yupz...if you like this fic, review please...!!! =3

-kusanagi-