Nyaha~ *nembakin model gun ala Hiruma*
Apa kabar mina? Masih belum bosenkan baca fanfic Kusa? *ditimpukin reader karena ceritanya tambah panjang*
Yapz...sekarang fic ini sudah masuk major problem. Mungkin sekitar 5 ato kurang fic ini akan selesai.
Tapi, setelah fic LOST ini masih ada loh kelanjutan fic ini yang akan lebih terpusat pada romance HitsuxKarin.
Untuk pengemar HitsuxKarin nantikan fic Kusa yang selanjutnya ya....XD
Yah...selamat membaca!!!
Disclaimer: Om Tite~ *meratap* BLEACH buat kusa dung... *dibankai Tite Kubo*
LOST
Chapter: 11
"Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Rukia memecah kesunyian
"Hal ini sudah jelaskan. Kita akan pergi ke Hueco Mundo untuk menyelamatkan Toushiro," Jawab Ichigo.
Lalu semua orang yang ada dalam ruangan itu mengangguk menyetujui rencana Ichigo.
"Baiklah kalau begitu lebih baik kita bergerak sekarang. Aku akan membuka portal menuju Hueco Mundo," Kata Urahara sambil berdiri. Dia memakai kembali topinya.
"Ya...Baiklah kalau begitu," jawab Ichigo. Lalu dia mengarahkan pandangannya pada Rukia, "Rukia...aku akan pergi bersama oya-jii. Kau kembalilah ke Soul Society dan laporkanlah apa yang terjadi."
Rukia mengangukan kepalanya, "Hai..." lalu setelah itu dia segera membuka portal ke Soul Society untuk meminta bala bantuan.
"Baiklah kalau begitu pergi sekarang," kata Urahara kepada Ichigo dan Ishhin.
Ketika Ichigo, Isshin, Yoruichi dan Urahara akan pergi, Karin menarik lengan baju Ichigo, "Ichi-nii...boleh aku ikut?" tanya Karin, "walau aku tidak boleh ikut, paling tidak aku ingin melihat sampai portal terbuka."
"Ya...baiklah," jawab Ichigo. Dia mengerti perasaan adiknya yang ingin menolong Toushiro. Ichigo sangat mengerti perasaan Karin saat ini. Karena dulu ia pun pernah merasakan hal yang sama ketika Rukia akan dieksekusi.
Lalu setelah itu merekapun pergi menuju toko Urahara.
~H~
Sementara itu di Las Noches...
Toushiro berada disebuah aula yang sangat luas juga suram karena kurang pencahayaan. Walaupun ruangan itu cukup gelap. Toushiro bisa melihat orang yang duduk diatas singgasana yang terletak disisi lain ruangan itu. Matanya yang emerald menatap orang yang duduk diatas singgasana itu penuh kebencian.
'Aizen...ternyata benar dia masih hidup,' kata Toushiro dalam hati. Lalu ia mendesis marah ketika Aizen turun dari singgasananya berjalan mendekati Toushirou. Aizen nampak tidak berubah sejak terakhir Toushiro melihatnya dalam winter war. Yang berbeda hanyalah luka di wajahnya yang di sebabkan oleh Ichigo.
Ayame dan Razel lalu berlutut memberi salam pada Aizen. Kemudia Ayame meletakkan Toushiro ke bawah.
"Selamat datang di Las noces, taichou...ah, kurasa aku harus memanggilmu mantan taicho sekarang karena kau pun sudah dinyatakan berkhianat oleh Soul Society, Hitsugaya Toushiro." Kata Aizen kepada Toushiro. Lalu Toushiro pun mendesis lagi dan mengirim death glare pada Aizen.
"Yare...yare...sorot matamu sama sekali tidak ya...Hitsugaya-kun," kata Aizen, "kau tak seharusnya menatapku dengan mata seperti itu. Karena mulai sekarang kita adalah rekan, ya kan? Ex-taichou?"
"GRrrRRrrr..." desis Toushiro. Sebenarnya ia ingin membalas kata-kata Aizen tetapi dalam tubuhnya yang sekarang ini, mustahil ia bisa berbicara.
"Hm...kelihatanya kau ingin berbicara sesuatu..." kata Aizen sambil menguap-usap dagunya. Lalu menjetikkan jarinya. Lalu Ayame mengeluarkan sebuah ramuan berwarna ungu kehitam-hitaman dari dalam bajunya dan memberikannya pada Aizen.
"Ini adalah anti-toxin racun yang Ayame berikan padamu hingga kau berubah menjadi kucing," kata Aizen sambil menuangkan ramuan itu ke atas kepala Toushirou. Lalu setelah itu keluar asap putih di sekitar tubuh Toushiro, dan ia pun kembali kewujud asalnya.
Ketika asap putih itu mulai menghilang, Aizen melemparkan kain putih kepada Toushiro yang tak mengenakan secarik kain pun ditubuhnya. Lalu Toushiro pun segera menggunakannya untuk menutupi tubuhnya.
"Razel! Beri anak ini pakaian," perintah Aizen kepada espadanya. Lalu tatapan matanya kembali kepada Toushiro, "setelah ini kita akan melajutka urusan kita," kata Aizen kepada Toushiro yang masih menatapnya penuh kebencian.
~H~
Di tempat Urahara...
Urahara sudah berhasil membuka portal menuju Hueco Mundo.
"Ichigo-dono, Isshin-dono. Portal menuju Hueco Mundo sudah terbuka, anda sudah bisa pergi sekarang," kata Tessai.
"Ya..." jawab Ichigo dan Isshin bersamaan.
Sebelum Ichigo pergi. Dia mendekati Karin yang dari tadi tampak sedih, "Tenanglah Karin, Oya-jii dan aku pasti akan menyelamatkan Toushiro," kata Ichigo menghibur adiknya.
"Ya...aku percaya padamu Ichi-nii," kata Karin. Walaupun berkata seperti itu, tetapi sebenarnya dalam hati Karin ingin pergi ke Hueco Mundo untuk menolong Toushiro. Ia merasa Toushiro di bawa ke Hueco Mundo adalah kesalahanya. Kalau saat itu ia lebih berhati-hati, sekarang ini Toushiro pasti tidak akan berada di Hueco Mundo.
"Oya-jii..." kata Ichigo kepada ayahnya. Isshin mengangukan kepalanya mengerti apa yang Ichigo maksud. Lalu mereka berdua pun melompat masuk ke dalam portal.
Karin menatap pintu portal yang perlahan menutup. Badannya bergetar menahan ke inginannya melompat kedalam portal untuk menolong Toushiro. Walau sedikit ia ingin berguna untuk menolong Toushiro. Sebelum pintu portal benar-benar tertutup. Karin membulakan tekadnya dan melompat masuk ke dalam portal.
~H~
Setelah mengenakan pakaian yang diberikan Aizen kepadanya. Toushiro dibawa Razel menuju aula tadi. Sekarang ini Toushiro mengenakan pakaian seperti espada, dia mengenakan hakama berwarna putih dan atasan berwarna putih seperti shihakuso biasa, hanya saja bagian bawahnya lebih panjang dan dibiarkan keluar mirip seperti bankai Ichigo, lengkap dengan tabi hitam dan waraji berwarna putih. Pakaian itu berwarna kontras dengan shihakuso yang biasa dikenakanya.
Setelah sampai di aula, Toushiro melihat Aizen duduk diatas singgasananya lagi. Di sebelahnya kirinya Ayame berdiri, sekarang ini Ayame sudah menganti shihakuso yang tadi masih di pakainya dengan pakain serba putih mirip espada. Kelihatanya luka-luka yang didapat saat bertarung melawan Isshin sudah disembuhkan.
Berbeda dengan pertama kali Toushiro masuk aula itu, sekarang ini ia tidak lagi merasakan reiatsu ke sembilan espada yang berada dalam ruangan itu sebelumnya.
"Kau pasti penasaran kan kenapa aku membawamu ke Las Noches?" tanya Aizen. Lalu pandanga Toushiro terpusat pada Aizen.
"Apa pun yang kau rencanakan, yang pasti rencana itu adalah sesuatu untuk menghancurkan Seireitei dan menguasai Soul Society," jawab Toushiro ketus. Matanya masih terpaku pada Aizen, dia mewaspadai jika tiba-tiba Aizen akan menyerangnya.
"Kelihatanya kau sudah mengetahui point pentingnya, Hitsugaya-kun," kata Aizen, "kelihatanya julukan mu sebagai child prodigy masih belum luntur."
"Aku tidak akan kehilangan julukanku semudah itu, Aizen," jawab Toushiro dengan nada kesal karena Aizen telah meremehkan intelegentnya.
"Baiklah...kalau begitu kita masuk ke inti rencana ini," kata Aizen sambil memainkan sesuatu di antara jari-jarinya. Mata Aizen lalu tertuju pada benda yang dipegangnya. Sepontan Toushiro mengikuti arah mata Aizen.
Mata Toushiro terbelalak melihat benda yang di pegang Aizen, "Benda itu jangan-jangan..." kata Toushiro dengan nada terkejut.
"Ya...benda ini adalah cincin milik raja Soul Society. Cincin ini dapat melipatkan reiatsu shinigami yang mengenakanya menjadi berkali-kali lipat. Aku ingin kau menggunakan cincin ini untuk melipatkan reiatsumu dan menggunakan kekuatanmu untuk membekukan seluruh Seireitei...dengan begitu aku akan lebih mudah untuk ku untuk menaklukkan Soul Society," kata Aizen sambil tersenyum licik.
"Sampai matipun aku tidak akan pernah membantu rencana busukmu," teriak Toushiro marah. Reiatsunya mulai meluap mengelilingi tubuhnya, dan matanya berubah menjadi biru dipenuhi luapan reiatsunya.
"Hm...aku sudah menduga kau akan berkata demikian," kata Aizen seakan-akan dia sudah mengantisipasi jika Toushiro menolak tawaranya, "Oleh karena itu aku sudah menyiapkan sisa pecahan hyougoku untuk mengendalikanmu," kata Aizen sambil mengeluarkan pecahan kaca berwarna hitam.
Hawa dingin memenuhi ruangan itu dan es mulai bermunculan. Toushiro lalu mengangkat tangan kanannya seakan-akan menangkap udara. Lalu perlahan es muncul dari tangan kanannya itu dan membentuk sebuah pedang, "Souten ni zasse, Hyourimaru!!!" teriak Toushiro sambil mengayunkan pedangnya ke arah Aizen. Lalu seekor naga es berwarna biru keluar dari ujung zanpakuto Toushiro dan menyerang Aizen.
Setelah naga es itu membekukan singgasana Aizen. Toushiro menyadari ternyata Aizen tidak berada disinggasananya. Dia berdiri disebelah kiri singgasana tempat Ayame tadi berdiri sambil tersenyum licik. Mata Toushiro terbelalak melihat Ayame tidak berada ditempatnya. Detik kemudia ia menyadari kalau Ayame sudah berada di belakangnya sambil mengayunkan pedangnya kearahnya. Bagi Toushiro saat itu waktu seakan-akan terhenti.
~H~
Sementara itu di Soul Society Rukia berdiri ditengah ruang rapat didivisi 1 untuk memberikan laporan tentang Toushiro yang berubah menjadi kucing sampai dia dibawa oleh Ayame ke Hueco Mundo.
"Sensei...Hitsugaya-taichou tidak bersalah. Kita harus menolong Hitsugaya-taichou dari Hueco Mundo," kata Kyouraku kepada soutaichou selesai mendengar laporan Rukia. Taichou yang lain menatap soutaichou dengan tatapan berharap dapat menolong Toushiro.
Soutaichou terdiam sesaat memikirkan keputusan yang tepat sambil mengelus-elus jangutnya yang panjang. Lalu kemudia ia berdiri dan membuka matanya dan berkata, "Kita akan mengirim beberapa taichou ke Hueco Mundo!" kata soutaichou, "bawa Hitsugaya-taichou kembali ke Soul Society dan hancurkan Aizen!!!" perintah soutaichou sambil mengetukan tongkatnya ke lantai.
"Hai..." jawab para taichou serempak dengan penuh semangat.
~H~
Sementara itu di Hueco Mundo Karin berjalan melintasi padang pasir yang sangat luas bersama Yoruichi. Ia tidak bersama ayah dan kakaknya karena mereka sudah pergi terlebih dahulu. Bagaimana Karin bisa berada bersama Yoruichi? Mari kita Flash back sebentar...
Karin yang sudah membulatkan tekatnya untuk menolong Toushiro melompak kedalam portal tepat sebelum portal tertutup. Setelah melewati portal itu Karin berada di suatu tempat yang sangat gelap dan tak ada pijakkan.
Ketika Karin mengira dirinya akan jatuh, tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan mencegahnya terjatuh. Karin lalu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang menolongnya. Ternyata orang itu adalah Yoruichi. Yoruichi bershunpo kedalam portal begitu melihat Karin melompat kedalam portal.
Yoruichi lalu menarik Karin keatas pijakkan yang dibuatnya dengan reiatsunya. Setelah Karin berada diatas pijakkan itu, Karin lalu menghela nafas lega, "Huf...hampir saja!" kata Karin lega.
"Apanya 'yang hampir saja' hah? Apa kau mau mati? Jangan bertidak gegabah seperti itu tadi lagi! Kalau sampai aku telat bershunpo kedalam portal sekarang ini kau pasti sudah terjatuh ke tempat tampa batas bodoh!!!" teriak Yoruichi kesal.
Karin menundukkan kepalanya, "Maaf..." kata Kari menyesal. Tapi kemudian Karin mengangkat kepalanya lagi dan menatap langsung mata yoruichi langsung, "tapi ku mohon jangan bawa aku kembali. Aku ingin menolong Toushiro," kata Karin dengan tatapan penuh tekad.
Melihat mata Karin, Yoruichi menghela nafas, "Baiklah aku mengerti. Aku tidak akan membawamu kembali. Lagi pula untuk membuka portal lagi dibutuhkan waktu cukup panjang. Kalau kau ingin menolong Toushiro aku akan mengawasimu agar tidak berbuat ceroboh lagi," kata Yoruichi sambil nyengir.
"Hai...arigatou Yoruichi-san," Kata Karin senang.
End flash back...
Jadi itulah alasan mengapa Karin bisa berada bersama Yoruichi. Lalu merekapun berjalan menuju tempat tempat arrancar dan espada yang mereka sebut dengan Las Noches, juga tempat dimana Toushiro berada.
~H~
Sementara itu Ichigo dan Isshin sudah mendekati Las Noches. Ketika mereka akan masuk kedalam kastil yang berada di depan mereka, mereka merasakan 10 reiatsu yang sangat besar mengepung mereka.
'Espada...' itu lah kata pertama yang terbesit dalam kepala mereka berdua ketika merasakan 10 reiatsu besar itu.
Lalu setelah itu ke 10 espada tersebut kelur menghadang Ichigo dan Isshin.
"Seperti yang Aizen-sama duga. Pengganggu akan datang makanya beliau menyuruh kami menghadang para penggangu itu." Kata salah satu espada yang menghadang mereka. Dia memiliki rambut berwarna hitam panjang yang ia ikat kebelakang. Poninya menutupi mata sebelah kirinya sama seperti Kira Izuru.
Ichigo lalu menarik Zangetsu dari punggungnya begitupula bengan Isshin, mereka bersiap-siap untuk bertarung. Ke sepuluh espada itu lalu menarik zanpakuto mereka untuk bertarung melawan Isshin dan Ichigo.
~H~
Toushiro jatuh berlutut ditengah es yang berubah menjadi merah karena darahnya. Pandangan matanya mulai gelap dan tubuhnya sulit ia gerakkan.
Dengan matanya yang mulai kabur, Toushiro melihat Ayame yang hanya sedikit terluka berjalan mendekatinya. Sebenarnya Toushiro bisa saja menang melawan Ayame jika Aizen tidak membantu Ayame, karena Aizen campur tangan dalam pertarungannya, Toushiro kewalahan menghadapi dua orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Ayame mencengkram kerah baju Toushiro dan menyeretnya menuju Aizen. Saat itu, Toushiro sudah tidak memiliki kekuatan tersisa untuk melawan Ayame.
Ketika berada di hadapan Aizen, Ayame memegang Toushiro dari bawah kedua lengannya. Toushiro hanya bisa menatap Aizen dengan penuh kebencian saat Aizen menusukkan pecahan hyougoko kedadanya.
Mata Hitsugaya terbelalak merasakan ada energi besar memaksa masuk kedalam tubuhnya. Setelah pecahan hyougoku mulai memberikan efek kepada Toushiro, Ayame melepaskan pegangannya kepada Toushiro dan membiarkanya jatuh kelantai yang masih berlapis es.
Tubuh Toushiro bergetar menerima kekuatan Hyogoku yang cukup besar, lalu ia pun berteriak kesakitan sedangkan Aizen hanya melihatnya sambil tersenyum licik. Setelah itu kesadaran Toushiro tertarik kedalam kegelapan yang sangat dalam.
Yosh chappy 11 selesai...=3
Nantikan chappy selanjutnya entah kapan, he he he...
Gomen, Kusa ga bisa janjiin kapan setiap fic kusa di update. Soalnya kusa juga ga tetep mau tulis fic yang mana dulu. Kusa cuman tulis fic yang kalau lagi mood aja...XD *ditimpukin reader pake sendal butut*
Kusanagi ga pernah akan bosen dan selalu menantikan review para reader selanjutnya, seperti reader menatikan fic ini di update...
Buat reader yang pengen review tapi ga punya account, untuk review kalian ga perlu punya account kok! =3
Cukup pencet tombol yang warna ijo di bawah ini aja...XD
Yapz...yapz... kalau chappy ini kusa dapet sepertiga dari visitor chappy kemarin, kusanagi bakal kasih kalian bocoran squel LOST selanjutnya...he he he...
owh iya kusa juga butuh 9 nama buat espada yang bakal muncul neh... kasih ide ya... he he he....XD
Mind to review?
-kusanagi-
