Hallow...apa kabar mina...XD

Akhirnya fic ini bisa diupdate juga...=3

Yupz sebelumnya kusanagi mau ngucapin makasih banyak buat para reader yang udah nyumbangin idenya dalam fic ini...arigatou gozaimasu...XD

Disclaimer: BLEACH punya Tite Kubo!!!


LOST

Kurosaki Ichigo dan Isshin bershunpo di melintasi padang pasir demi mencapai sebuah kastil bernama Las Noches demi menyelamatkan seorang taichou muda bermata emerald, Hitsugaya Toushiro. Ketika mereka hampir mencapai kastil Las Noches tempat sang taichou muda ditawan, mereka merasakan 10 reiatsu yang sangat besar mengepung mereka. Dan ke-10 reiatsu itu adalah milik para espada penghuni Las Noches.

Chapter: 12

"Seperti yang Aizen-sama duga para pengganggu akan datang. Oleh karena beliau memerintahkan kami menghadang para penggangu itu," Kata salah satu espada yang menghadang mereka. Dia memiliki rambut berwarna hitam panjang yang ia ikat kebelakang. Poninya menutupi mata sebelah kirinya sama seperti Kira Izuru.

Melihat kemunculan para espada, Ichigo menarik Zangetsu dari punggungnya begitupula bengan Isshin.

"Cih...menyusahkan!" umpat Ichigo. Ia menyadari musuh-musuhnya akan sulit dihadapi tanpa bankai. Oleh karena itu tanpa buang waktu Ichigo langsung mengeluarkan bankainya karena ia ingin segera bisa menolong Toushiro.

"Aku tidak akan membiarkanmu masuk ke dalam Las Noches," kata seorang esapada wanita. Espada itu memiliki rambut berwarna dark blue yang bergelombang. Kedua matanya ia tutupi dengan perban hingga menutupi dahinya. Espada itu lalu menarik zanpakutonya dan menyerang Ichigo.

ClaAaaNngg...

Kedua zanpakuto beradu. Tetapi zanpakuto itu bukan milik Ichigo. Zanpakuto itu adalah Sanbonzakura milik Byakuya. Ya...Byakuya datang ke Hueco Mondo...

"Byakuya...?" kata Ichigo terkejut. Lalu ia merasakan 11 reiatsu lain yang sangat familiar baginya.

"Kelihatannya bala bantuan dari Soul Society sudah datang," kata Isshin sambil melihat ke sekelilingnya. Ia melihat Rukia, Renji, Kira, Hisagi, Kenpachi, Ukitake, Kyouraku, Matsumoto, Hinamori, Yumichika dan Ikkaku sudah menarik zanpakuto mereka dan bersiap untuk bertarung.

"Chire...Senbonzakura!" Byakuya mengeluarkan shikainya dan sang espada pun mundur ke belakang untuk menghindari serangan Byakuya.

"Cih...bala bantuan sudah tiba rupanya!" kata seorang espada laki-laki berambut hitam dan mata berwarna emas. Dia memiliki luka memanjang diantara mata dan hidungnya. Luka itu cukup panjang hingga hampir mencapai kedua telinganya.

"Ichigo..." panggil Rukia, "biar kami yang menghadapi mereka. Kau pegilah duluan ke dalam Las Noches!" kata Rukia sambil mengeluarkan shikainya "Mae! Sode no Shirayuki!"

Lalu seorang espada yang memiliki rambut berwarna merah menyerangnya, "Hei nona, apa kau yakin bisa mengalahkan kami?" kata espada itu sambil tertawa seperti maniak.

Rukia lalu menepis serangan espada itu dan balik menyerangnya, "Tsugi no mai, Hakiren!". Lalu luapan es dalam jumlah yang banyak membekukan sang espada. Tapi kemudia dengan mudah espada itu menghancurkan es yang melapisi tubuhnya.

Lalu espada itu menarik kerah bajunya yang menutupi lehernya. Di lehernya tampak tato bertuliskan anggka 7, "Aku espada ke-7, Grandize Del Bosco. Salam kenal, nona cantik," kata espada itu kepada Rukia sambil tersenyum licik.

~H~

Sementara para shinigami bertarung untuk bisa mencapai Las Noches, di dalam Las Noches sendiri terdengar suara jeritan yang sangat menyayat hati. Begitu perih dan memilukan.

Hitsugaya terbelalak merasakan ada energi besar memaksa masuk kedalam tubuhnya. Pecahan hyougoku yang Aizen masukan ke dalam tubuhnya mulai memberikan efek. Walaupun pecahan hyougoku itu sangat kecil tapi benda itu memiliki kekuatan yang cukup besar. Tubuh Toushiro bergetar karena tubuhnya tidak cukup kuat menerima kekuatan Hyogoku yang sangat besar untuk ukuran tubuhnya yang kecil, lalu Toushiro pun berteriak kesakitan sedangkan Aizen hanya melihatnya sambil tersenyum licik. Lalu kesadaran Toushiro pun tertarik kedalam kegelapan yang sangat dalam.

Ketika membuka matanya, Toushirou berada dalam inner worldnya.

Dalam inner world Toushiro salju turun perlahan, tetapi salju itu tak seperti biasanya salju itu tidak berwarna putih, salju itu berwarna hitam kelam. Entah kenapa setiap salju yang terkena tubuhnya, Toushiro merasakan perasaan yang begitu menyedihkan.

"Hyourinmaru..." panggil Toushiro mencari sang naga es penghuni inner worldnya. Tetapi sang naga es tidak menampakkan wujudnya.

"Percuma..." kata seseorang dari belakang Toushiro. Suara itu mirip dengan suara miliknya hanya saja suara itu terdengar lebih berat.

Lalu dengan sangat terkejut Toushiro membalikan tubuhnya untuk melihat siapa orang itu. Toushiro sangat terkejut karena ada orang lain yang dapat masuk kedalam inner worldnya selain dirinya.

Ketika berhadapan dengan orang itu mata Toushiro terbelalak melihat orang di hadapannya mirip dengan dirinya sendiri, hanya saja orang itu memiliki mata berwarna merah darah dan rambut berwarna hitam. Dia juga mengenakan pakaian yang sama dengan yang ia kenakan saat itu hanya saja warnanya kontras dengan milinya, hitam.

"Siapa kau?" tanya Toushiro kepada orang itu, "dan apa maksudmu dengan kata 'percuma'?"

"Sayang sekali aku tidak memiliki nama karena diriku terlahir dari kekuatan hyougoku yang masuk kedalam tubuhmu," jelas orang itu sambil menatap mata emerald Toushiro dengan mata merahnya, "lalu percuma kau memanggi naga es itu...karena naga es itu sekarang milikku."

Lalu di belakang orang itu muncul Hyourimaru. Tetapi Hyourimaru itu bukan naga es yang Toushiro kenal, naga es itu berwarna hitam.

"Tidak...mungkin..." kata Toushiro terkejut.

"Tidak ada hal yang tidak mungkin..." kata orang itu sambil tersenyum licik. Lalu ia mengangkat tangan kanannya. Perlahan naga es yang di belakangnya menghilang dan membentuk katana dengan pelindung bintang 4 sisi di tangan orang itu, "Hyourinmaru...!" kata orang itu

Tiba-tiba hujan salju hitam disekeliling Toushiro berubah menjadi badai salju. Ketika badai salju itu tiba-tiba menghilang, Toushiro merasakan benda yang sangat tajam menembus dadanya.

~H~

"Ichigo! Kenapa kau masih disini?" tanya Rukia dengan nada marah. Sekarang ini Ichigo sedang menepis serangan sang espada ke-7,Gradize Del Bosco, yang ditujukan pada Rukia, "cepat pergi bodoh!"

"Apa kau yakin bisa mengalahkan espada itu?" tanya Ichigo sambil mendorong mundur Grandize.

Tiba-tiba cero berwarna kuning melesat ke arah Ichigo yang kemudian tertahan oleh pilar es yang muncul di hadapan Ichigo, "Sode no mai, Tsukishiro," kata Rukia mengeluarkan salah satu kemampuan shikai Sode no shirayuki, "Tenang saja aku bisa menghadapinya."

"Tenang saja Ichigo, aku juga akan membantu Rukia," kata Renji sambil menepuk pundak Ichigo, "pergilah! Dan tolong selamatkan Hitsugaya-taichou."

Ichigo lalu menatap shinigami yang lain yang mengangguk memberi dia isyarat agar pergi terlebih dahulu. Lalu Ichigo menatap ayahnya dan mengangguk kepadanya, "Ayo, Oya-jii!" kata Ichigo kepada ayahnya. Lalu mereka berdua pun bershunpo masuk ke dalam Las Noches.

Espada wanita yang pertama kali menyerang Ichigo kembali menghadang Ichigo agar tidak masuk kedalam Las Noches. Tapi kemudian espada itu kembali di hadang oleh Byakuya, "Rokubantai taichou, Kuchiki Byakuya," kata Byakuya memperkenalkan dirinya.

"Hm...taichou rupanya. Menarik! Aku Nelda Felicita, espada ke-4" kata espada itu sambil membuka balutan perban disekitar mata dan dahinya. Setelah balutan perban itu lepas, tampaklah tato 4 di dahi espada itu.

Dan...pertarungan antara espada dan shinigami pun dimulai...

~H~

"Yoruichi...energi besar apa ini?" tanya Karin ketika mereka mendekati Las Noches.

"Kelihatannya bala bantuan dari Soul Society sudah datang dan sedang bertarung melawan para penjaga Las Noches," jelas Yoruichi.

"Masih berapa lama lagi sampai kita mencapai Las Noches?" tanya Karin lagi.

"Kalau kita menggunakan shunpo hanya sekitar 10 menit. Tetapi karena kita hanya berlari seperti ini mungkin sekitar 30 sampai 50 menit lagi," jelas Yoruichi.

"Apa tidak ada jalan lain agar mencapai tempat itu lebih cepat?" tanya Karin tidak sabar untuk menolong Toushiro.

Mendengar pertanyaan Karin, Yoruichi tersenyum, "Tentu saja ada..."

"Sungguh...?" tanya Karin. Lalu kemudian ia merasa tubuhnya diangkat oleh Yoruichi bride style, "AaaAAaa..." teriak Karin kaget.

"Dengan shunpo..." lalu Yoruichi pun bershunpo sambil menggendong Karin.

~H~

Ketika Ichigo dan Isshin masuk ke dalam Las Noches, mereka langsung menuju tempat Toushiro berada dengan melacak reiatsunya. Dan mereka pun sampai di sebuah aula yang redup karena kurang pencahayaan.

Walaupun tidak begitu jelas, Ichigo bisa merasakan hawa dingin dan melihat lapisan tipis es menyelimuti aula itu. Lalu seorang anak berambut putih muncul di tengah aula itu, dia menundukkan kepalanya.

"Toushiro..." panggil Ichigo sambil berlari mendekati anak itu. Tetapi Isshin mencegahnya dengan menarik pundaknya.

"Ada apa Oya-jii? Itu Toushiro..." kata Ichigo kesal karena di halangi oleh ayahnya.

Lalu seekor naga es hitam melesat kearah mereka, dengan segera Isshin menarik Ichigo dan bershunpo menghindari naga es itu.

"Toushiro...kenapa...?" tanya Ichigo terkejut.

"Itu bukan Toushiro, Ichigo!" kata Isshin.

Lalu anak itu mengangkat wajahnya. Wajah anak itu memang Toushiro. Tetapi anak itu memiliki mata merah seperti darah.

"Ternyata cepat juga kau menyadarinya. Kau benar aku bukan Toushiro," kata anak itu sambil sambil menujukkan ujung zanpakutonya pada Ichigo dan Isshin. Dari ujung Zanpakuto itu keluar naga es hitam lainnya dan melesat kearah mereka.

"Getsuga, tenshou!" teriak Ichigo. Luapan reiatsu seperti bulan sabit menghancurkan naga es itu.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Ichigo kepada anak itu.

"Tubuh ini memang milik Toushiro. Tapi aku bukan Toushiro. Aku tidak memiliki nama," jawab anak itu, "kau bisa memanggilku Dark Ryu."

"Apa maksudmu?" kata Ichigo masih belum bisa menangkap kata-kata Dark Ryu.

"Artinya dia mengendalikan tubuh Toushiro dan bisa mengunakanya sesuai perintahku," jelas Aizen yang tiba-tiba muncul bersama Ayame.

"Aizen..." desis Ichigo marah, "apa yang sudah kau lakukan terhadap Toushiro?"

"Aku hanya menggunakan sisa pecahan hyougoku untuk mengendalikanya," jawab Aizen sambil tersenyum licik.

"Ternyata Hyougoku belum benar-benar hancur saat itu rupanya," kata Isshin sambil mengirim death glare pada Aizen. Lalu Ayame pun maju ke depan Aizen.

"Aizen-sama..." kata Ayame.

"Silahkan lakukan sesukamu, Kisaragi Ayame!" kata Aizen. Lalu Ayame bershunpo dan muncul dihadapan Isshin.

ClaaAAaaangGg...

Ishhin menepis serangan Ayame. Lalu keduanya terlibat dalam sebuah pertarungan, "Aku akan membalaskan kekalahanku waktu itu." Kata Ayame kepada Isshin.

"Jangan harap kau bisa mengalahkanku, nona!" kata Isshin sambil melempar Ayame.

Kembali pada Ichigo...

Sekarang ini Ichigo sedang menatap Aizen dengan penuh kebencian. Dia tidak menyangka orang yang ia kira sudah ia bunuh bertahun-tahun yang lalu sekarang berdiri di hadapanya.

"Apa kau masih ingat luka ini Kurosaki Ichigo?" tanya Aizen sambil menyentuh bekas luka menyamping diwajahnya.

"Ya...itu adalah luka terakhir sebelum aku memberikan serangan final padamu," kata Ichigo mengingat-ingat pertarungannya dengan Aizen dua tahun yang lalu.

"Sampai sekarang bila aku melihat bekas luka ini aku jadi inggin menghancurkanmu hingga sel-sel terkecilmu," kata Aizen dengan suara penuh dendam, "Kelihatanya hari saat aku menghancurkanmu dan Soul Society telah tiba," kata Aizen sambil memainkan cincin raja di antara jarinya, "dengan ini aku akan membekukan seluruh seireitei dan menghancurkan gotei 13 dalam sesaat."

Mendengar penjelasan Aizen akhirnya Ichogo mengerti kenapa Aizen menculik Toushiro ke Las Noches. Aizen ingin menggunakan kekuatan Toushiro untuk membekukan seluruh Seireitei sehingga dia bisa dengan mudah menghancurkan gotei 13 yang merupakan pelindung Soul Society. Setelah itu dia bisa membunuh sang raja Soul Society dan kekuasaan seluruh Soul Society akan berpindah ketangannya.

Dark Ryu mendekati Aizen.

"Toushiro...!!! sadarkah Toushiro!" teriak Ichigo berharap Toushiro akan tersadar.

Dark ryu lalu menerima cincin raja dan memakainya.

Setelah itu, seluruh shinigami dan espada yang sedang bertarung di sekitar Las Noches bisa merasakan sebuah reiatsu yang sangat besar meluap secara tiba-tiba.


Yay...chappy 12 kelar...XD

Thanks buat para reader yang udah review...=3 *menari-nari dengan gajenya*

Kusa seneng banget klu bisa dapet banyak review...he he he...

Ditunggu ya reviewnya...XD

Kusa ga bakal update chappy selanjutnya sebelum minimal kusa dapet 5 review...hag hag hag... *tertawa ala Hiruma*

Mind to review? =3

-kusanagi-