Disclaimer: BLEACH punya Tite Kubo
LOST
Chapter: 13
"HwAaa...!" teriak Karin ketika Yoruichi mendarat di sebuah koridor di dalam Las Noches.
"Yupz...akhirnya sampai juga," kata Yoruichi sambil menurunkan Karin.
"Yoruichi..." teriak Karin kesal, "kenapa kau membawaku tiba-tiba seperti itu!"
"Loh? Bukannya kamu yang ingin lebih cepat sampai di sini?" tanya Yoruichi sambil nyengir tanpa rasa bersalah.
"Uh'uh...tetapi setidaknya bilang dulu dong!" kata Karin sambil melembungkan pipinya.
"Ah...gomen...gomen..." kata Yoruichi sambil mengaruk-garuk belakang kepalanya.
"Baiklah kita cari Toushiro sekarang," kata Karin sambil memperhatikan sekelilingnya, "Uh'uh...Toushiro ada di mana ya?"
"Lewat sini..." kata Yoruichi sambil mulai berlari. Lalu Karin pun berlari mengikutinya. Perlahan dia mulai bisa merasakan reiatsu Toushiro. Ia menjadi sedikit lega karena berarti Toushiro baik-baik saja. Tapi Karin merasa reiatsu Toushiro sedikit berbeda. Entah kenapa reiatsu itu terasa begitu gelap dan menyedihkan.
Tiba-tiba Karin merasakan reiatsu Toushiro meluap besar hingga membuat Las Noches bergetar. Tekanan reiatsu yang sangat besar itu membuat Karin jatuh berlutut.
"Karin...kau tidak apa-apa?" tanya Yoruichi khawatir.
'Toushiro...' kata Karin dalam hati. ia merasakan kalau Toushiro berada dalam bahaya.
"Aku tidak apa-apa..." jawab Karin sambil mencoba bangkit, "kita harus segera ke tempat Toushiro." Kata Karin sambil menatap Yoruichi dengan wajah khawatir.
"Ya...aku mengerti," Yoruichi mengangukkan kepalannya. Dia bisa merasakan kekhawatiran Karin, "Ayo kita pergi!"
~H~
"Ah...HaAaa...HaAaa..." terdengar suara tertawa yang sangat licik bergema di suatu aula Las Noches. Suara itu adalah milik seorang anak kecil berambut putih. Matanya yang merah membesar karena teramat senang.
"Tou...Shiro..." kata Ichigo pelan. Dia mengkhawatirkan Toushiro.
Perlahan Dark Ryu berhenti tertawa, "Khu...hu...hu...di dunia ini sudah tidak ada yang bernama Toushiro," katanya sambil memandang Ichigo dengan mata merahnya yang masih membesar dan senyuman licik menghiasi bibir tipisnya. Perlahan rambutnya yang seputih salju berubah menjadi hitam.
Ichigo yang melihat hal itu terbelalak, "Apa yang...?"
"Mulai sekarang tubuh ini milikku!" kata Dark Ryu sambil mengeletakkan tanganya di dada tubuh yang dia klaim sebagai tubuhnya.
Ketika Ichigo masih terpaku di tempatnya, Dark Ryu menyabetkan Hyourinmaru kearah Ichigo. Lalu seekor naga es berwarna hitam keluar dari ujung Hyourinmaru dan menyerang Ichigo.
"Getsuga...tenshou...!" teriak Ichigo, luapan reiatsu berbentuk bulan sabit lalu menahan dan menghancurkan naga es yang hanya berjara 1 meter dari hadapannya.
Ketika naga es itu hancur. Diantara kepingan-kepingan es yang berterbangan di udara Ichigo melihat Dark Ryu berdiri di hadapannya. Lalu sambil tersenyum menyeringai ia menusukkan zanpakutonya ke arah Ichigo.
~H~
Sementara itu di luar Las Noches...
ClaAaangGg...ClaAngg...ClangG...
Terdengar suara zanpakuto beradu bertaut-tautan, debu-debu pasir pun berterbangan di udara. Bau keringat dan amis darah menyerebak memuakkan... Tapi semua makhluk yang ada di sana tak memperdulikan hal itu. Karena ini lah ladang pertempuran...siapa yang kuat, dia lah yang menang...
"Cis..." desis espada ke-4, Nelda Felicita sambil menghalau kelopak-kelopak sakura berwarna pink yang berterbangan kearahnya. Kecantikan kelopak bunga itu tidak berati bagi Nelda karena kelopak-kelopak itu setajam silet dan mematikan bagi yang diburunya.
Ketika ada kesempatan Nelda bershunpo kearah Kuchiki Byakuya sambil mengarahkan zanpauktonya ke arah Byakuya. Lalu dengan wajah tenang, Byakuya menggerakkan kelopak-kelopak sakuranya membuat tembok untuk menahan serangan Nelda.
Di tempat lain yang tak jauh dari tempat Nelda dan Byakuya, terdengar suara tertawa maniak bergema di angkasa...
Setelah itu reiatsu berwarna emas meroket ke udara dan pasir-pasir putih berterbangan di sekeliling raksasa yang amat sangat haus pertarungan, Zaraki Kenpachi. Di tangan kirinya Kenpachi memegang penutup mata berwarna hitam. Sambil tertawa bagai maniak, Kenpachi melompat kearah buruannya.
Tetapi dengan mudah buruannya menepis serangan Kenpachi dengan zanpakutonya. Lalu kenpachi menangkap pundak kanan musuhnya dan membantingnya ke tanah. Tapi lagi-lagi musuhnya dapat mendarat mulus dengan kedua kakinya.
"Menarik..." kata Kenpachi sambil tersenyum menyeringai, "Aku Juuichibantai taichou, Zaraki Kenpachi...siapa namamu, espada?" kenpachi menujukkan ujung zanpakuto kepada espada bermata merah anggur dan rambut pale blond di hadapannya.
Espada itu bertubuh biasa saja seperti Ulquiorra, topeng hollownya menutupi dagu dan mulutnya. Dengan tatapan tenang bagaikan air espada itu menatap kenpachi. Kemudian espada itu menarik baju di pundak kanannya yang sedikit sobek karena ditarik Kenpachi. Lalu ia merobeknya hingga tampak tato 1 di dada bagian atas dekat pundaknya, "Primera espada, Ascherit Harvknight!"
Sementara itu Ukitake dan Kyouraku masing-masing berhadapan dengan esapada kembar. Kedua espada itu tampak seperti pemuda yang berusia sekitar 17 sampai 19 tahun.
"Ah...membosankan! kenapa kita harus berhadapan dengan kakek-kakek sih?" kata espada yang memiliki rambut hitam dan mata emas sambil meletakkan kedua tangannya di belakang kepalannya. Topeng hollow espada itu menutupi wajah dan mata sebelah kanannya.
"Jangan lengah seperti itu, Iruzer!" kata kembaranya dengan wajah tanpa ekspresi, dia memiliki rambut berwarna silver dan mata emas seperti kembarannya. Topeng hollownya menutupi wajah dan mata sebelah kirinya, "mereka tua berarti mereka lebih berpengalaman dalam bertarung."
"Kau terlalu berlebihan, Kruger!" kata Iruzer sambil meletakkan tanganya dipundak kembarannya, "semakin tua berarti mereka semakin lambat kan?"
"Hei...hei...kalau menghina orang tua seperti itu bisa kena kutuk loh!" protes Kyouraku kesal.
Lalu Kruger dan Ukitake manggut-manggut mengiyakan perkataan Kyouraku.
"AaAaaa...Kruger! kau ada di pihak siapa sih?" teriak Iruzer kepada kembarannya.
"Aku hanya akan berpihak pada orang yang ku anggap benar!" kata Kruger sambil menarik zanpakutonya.
"Owh...rupanya kau bisa membedakan mana yang salah dan benar. Tapi kenapa kau berpihak pada Aizen?" tanya Kyouraku sambil menarik zanpakutonya. Begitu juga Ukitake dan Iruzer.
"Karena bagiku Aizen adalah benar!" kata Iruzer sambil menyerang Kyouraku.
"Rupanya kau masih belum bisa membedakannya dengan benar ya, bocah?" kata Kyouraku sambil menepis serangan Kyouraku, "Anak muda sepertimu memang masih butuh dididik dengan baik."
Sementara itu Iruzer mulai menyerang Ukitake.
"Aku espada ke-2, Kruger Aragonez tak butuh ceramah darimu!" kata Kruger dengan nada dingin.
Kyouraku lalu menari topinya hingga menutup matanya, "Yare...yare...anak sombong sepertimu butuh dapat hukuman!" Kyouraku lalu menarik wakizashi dari dalam shihakusonya, "Hana kaze midarete kashin naki tenpuu midarete tenma warau, Katen Kyoukotsu!" kata Kyouraku mengeluarkan shikainya.
~H~
"Karin-chan...kau tidak apa-apa?" tanya Yoruichi kepada Karin yang tiba-tiba saja terhenti. Ia sebelah tanganya bersandar pada tembok di sampingnya. Sebentar lagi mereka mencapai aula tempat Toushiro dan Ichigo berada.
"A...Aku tidak apa-apa..." Kata Karin berbohong. Sebenarnya didalam hati dia merasa ketakutan dengan reiatsu yang semakin dekat mereka dekat aula itu semakin besar terasa. Reiatsu itu terasa sangat gelap dan dingin hingga menusuk tulang. Kakinya mulai bergetar mulai bergetar tetapi ia memaksakannya untuk tetap berjalan.
Karin menatap wajah khawati Yoruichi, "Jangan khawatirkan aku...ayo kita pergi!" kata Karin sambil berjalan lagi. Lalu setelah Yoruichi membalikan badanya dan berjalan di hadapanya. Karin menelan ludahnya dan mengepalkan tangan di dadanya.
'Toushiro...semoga kau baik-baik saja...' kata Karin dalam hati.
~H~
"Ugh..." rintih Ichigo sambil memegang pundak kanannya yang terluka.
Sementara itu Dark Ryu berjalan mendekatinya dengan senyum licik menghiasi wajahnya. Dibelakangnya tampak 3 naga es hitam bersiap menerjang Ichigo, "Hari ini hidupmu akan berakhir di sini Ichigo!" kata Dark Ryu sambil mengacungkan Hyourimaru kepada Ichigo. Lalu tiga naga es itu menerjang ke arah Ichigo.
Ichigo menutup kedua matanya bersiap menerima serangan dark Ryu, tetapi kemudian ia merasakan tubuhnya ditarik kesamping oleh seseorang. Lalu Ichigo pun membuka matanya dan melihat wajah ayahnya, "Hei...Ichigo..." kata ayahnya sambil nyengir.
"Oya-jii..." kata Ichigo dengan mata terbelalak.
Isshin melepaskan putranya dan menatap Aizen yang berdiri di belakang Dark Ryu.
"Kelihatannya Ayame tidak cukup untuk menghalangimu ya, Isshin!" kata Aizen sambil memegang dagunya. Tak lama kemudian dia tersenyum licik lagi, "tapi, kurasa Dark Ryu cukup untuk menghadapi kalian berdua!"
"Hai...Aizen-sama..." kata Dark Ryu sambil mengacungkan Hyourinmaru kearah Isshin dan Ichigo. Lalu dari ujung zanpakuto itu keluar dua naga hitam yang masing-masing menyerang Ichigo dan Isshin.
Ichigo dan Isshin melompat menghindari naga-naga yang menyerangnya ke dua sisi yang berbeda. Isshin sangat terkejut ketika melihat Dark Ryu sudah berada di belakangnya dan membekukan tubuhnya.
"Oya-jii..." teriak Ichigo. Tapi kemudian dia terbelalak karena Dark Ryu sudah berada di hadapannya dan menendangnya hingga terlempar ke tembok.
"Dark Ryu...kita selesaikan saja permainan ini sampai di sini...kita masih ada tikus-tikus pengganggu lain yang butuh kita urus," kata Aizen sambil melipat kedua tanya didepan dadanya. Kelihatannya dia tidak sadar untuk menghajar taichou-taichou yang lain.
"Baiklah, Aizen-sama..." lalu Dark Ryu mengacungkan zanpakutonya keangkasa dan reiatunya mulai meluap menyelimuti dirinya, "Bankai! Daiguren Hyourinmaru!" kata Dark Ryu mengeluarkab bankainya. Kabut menyelimuti Dark Ryu dan sekitarnya hingga menggangu pandangan Ichigo yang menatapnya dengan tatapan horror.
Setelah kabut itu menipis Ichigo melihat malaikat kematian berdiri di hadapanya. Seorang malaikat kematian bersayap hitam. Ichigo menatap Dark Ryu dengan matanya yang membesar. Dia tidak bisa berkata apa-apa karena terlalu terkejut melihat malaikat kematian bersayap hitam berdiri di hadapannya sambil mengangkat zanpakutonya.
"To...Toushiro..."
Tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar bagi Ichigo. Dan gerakan Dark Ryu pun terhenti. Ichigo lalu menolehkan kepalanya kearah pintu aula. Disitu Karin berdiri bersama Yoruichi dengan mata terbelalak melihat ke arah dirinya dan Dark Ryu.
'Karin...bagaimana mungkin dia bisa berada disini?' tanya Ichigo dalam hati.
Yay...ngegantung... *Tertawa ala Hiruma*
Gomen...di AN sebelumnya kusa Cuma bercanda kug...
Yapz...apakah yang akan terjadi selanjutnya? Baca terus LOST...XD
Mind to review?
-kusanagi-
