Nyaha~ tiba-tiba review melejit... benar-benar mengagetkan...ha ha ha...

Thanx banget buat semua reader yang udah bersedia mereview fic abal-abal punya kusa...XD

Gomen... semua fic yang kusa buat ga pernah lepas sama yang namanya mistypo...

Yah... bisa dibilang itu memang salah satu hobby yang tidak bisa dirubah walau udah di coba... he he he...

Disclaimer: BLEACH punya Tite Kubo! Kalau BLEACH punya kusanagi, Aizen mungkin ga seaneh sekarang...T.T


LOST

Dark Ryu mengacungkan zanpakutonya ke angkasa. Reiatsunya meluap menyelimuti dirinya, "Bankai! Daiguren Hyourinmaru!"

Pandangan Ichigo pun menjadi terhalangi kabut yang menyelimuti Dark Ryu. Setelah kabut itu menipis Ichigo melihat seorang malaikat kematian bersayap hitam berdiri dihadapannya. Dengan mata yang membesar Ichigo menatap mata merah Dark Ryu. Dia tidak bisa berkata apa-apa karena terlalu terkejut melihat malaikat kematian bersayap hitam berdiri di hadapannya sambil mengangkat zanpakutonya kearahnya.

Tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar bagi Ichigo, "Tou...shiro..."

Sesaat, gerakan Dark Ryu pun terhenti. Ichigo lalu menolehkan kepalanya kearah pintu aula asal suara itu berasal. Disitu Karin berdiri bersama Yoruichi dengan mata terbelalak melihat ke arah dirinya dan Dark Ryu.

'Karin...bagaimana mungkin dia bisa berada disini?' tanya Ichigo dalam hati.

Chapter: 14

Dark Ryu menatap Karin tajam dengan mata merahnya. Sepontan Karin mundur kebelakang karena merasa takut dengan tatapan Dark Ryu. Berbeda dengan tatapan mata emerald Toushiro, tatapan Dark Ryu terasa begitu menusuk dan dingin. Seakan-akan hanya dengan menatap mata Dark Ryu bisa membuat orang mati beku.

Karin menatap Dark Ryu, tanpa sadar ia mengepalkan tangannya di depan dadanya, 'Wajah, tubuh dan suara itu milik Toushiro. Tetapi kenapa warna rambut dan mata orang itu berbeda? Siapa dia sebenarnya?' tanya Karin dalam hati.

'Karin...' tiba-tiba nama itu terngiang dalam kepala Dark Ryu. Lalu ia tak menghiraukan Ichigo dan mulai berjalan ke arah Karin.

Yoruichi yang melihat hal itu lalu bershunpo ke hadapan Karin untuk melindungi Karin. Lalu kemudian Dark Ryu bershunpo tepat di hadapan Yoruichi dan menendangnya hingga terpental ke sisi lain ruanga itu. Setelah menjauhkan Yoruichi, secepat angin Dark Ryu menghilang dan muncul kembali di hadapan Karin lalu mencengkram tangan Karin.

'Karin...' nama itu terngiang kembali dalam kepala Dark Ryu.

"Siapa dirimu?" tanya Dark Ryu kepada Karin.

"Aku lah yang seharusnya bertanya hal itu kepadamu," kata Karin sambil mengirim death glare pada Dark Ryu. Sekarang ini keberanian Karin sudah mulai kembali, "wajah dan suaramu mirip Toushiro. Tetapi kau bukan Toushiro. Siapa kau sebenarnya?"

Dark Ryu lalu menyeringai melihat keberanian Karin. Sebelumnya Karin terlihat begitu ketakutan melihat dirinya. Tetapi detik kemudian keberaniannya muncul dan bahkan berani mengirim death glare kepadanya. "Tubuh ini memang milik Hitsugaya Toushiro. Tetapi aku bukan dia. Shinigami itu sudah menghilang selamanya." Jawab Dark Ryu sambil tersenyum licik.

Mendengar jawaban Dark Ryu, mata Karin terbelalak, "Apa maksudmu? Apa yang telah kau lakukan pada Toushiro? Dan dimana Toushiro sekarang?" tanya Karin sambil menatap Dark Ryu dengan tatapan penuh kebencian.

"Bukannya sudah kukatakan kalau shinigami itu sudah menghilang selamanya? Memangnya penting kau mengetahui apa yang ku lakukan kepadanya?" tanya Dark Ryu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Karin.

Melihat wajah Toushiro begitu dekat dengan wajahnya, Wajah Karin pun merona walaupun ia tahu kalau yang berada di hadapannya bukanlah Toushiro. Kemudian Karin memejamkan matanya tak mau melihat apa yang akan Dark Ryu lakukan kepadanya.

Lalu ketika wajah mereka hanya berjarak beberapa cm saja, Dark Ryu berbisik pada Karin, "Seberapa penting shinigami itu bagimu?" tanyanya. Karena wajah mereka berada sangat dekat, Karin bisa merasakan nafas yang dihembuskan Dark Ryu menyentuh wajahnya. Nafasnya terasa sangat dingin bagaikan musim salju.

Karin lalu membuka matanya dan menatap mata merah Dark Ryu dengan penuh kebencian, "Bukan urusanmu!" jawab Karin dingin.

"Getsuga...Tenshou..." tiba-tiba luapan reiatsu berbentuk bulan sabit meluncur ke arah Dark Ryu. Lalu dengan mudah Dark Ryu menepis serangan itu dengan zanpakutonya.

Dengan tangan yang masih mencengkram tangan Karin, Dark Ryu sambil menolehkan kepalanya ke arah Ichigo dan berkata, "Kau hanya mempercepat kematianmu, shinigami!" Lalu kemudian ia menyabetkan Hyourinmaru ke arah Ichigo. Dari ujung zanpakutonya muncul seekor naga es hitam melesat ke arah ichigo.

Dengan tenaga yang tersisa Ichigo bershunpo menghindari naga es itu. Kemudian ia jatuh berlutut dan menacapkan zanpakutonya ke lantai untuk menopang tubuhnya yang terasa bagai tanpa tulang.

"Ichi-nii..." teriak Karin khawatir melihat kakaknya terluka parah.

Tak lama, Yoruichi mencul di hadapan Dark Ryu dan Karin. Ia menggunakan shunko untuk menedang Dark Ryu menjauh dari Karin.

Serangan Yoruichi gagal mengenai Dark Ryu. Dark Ryu menepis serangan Yoruichi dengan melepaskan reiatsunya dalam jumlah yang sangat besar hingga membuat Yoruichi terpental oleh tekanan reiatsu itu.

Sementara itu, Karin merasa tekanan yang sangat besar menindih tubuhnya hingga ia jatuh berlutut. Mata Karin membesar dan sulit bernafas karena udara di sekitarnya terasa begitu berat dan dingin. Begitu reiatsu Dark Ryu kembali normal, baru lah ia bisa bernafas kembali. Keringat dingin mengalir di dahinya. Dengan mata masih membesar Karin mengangat wajahnya dan melihat Dark Ryu tertawa terbahak bagaikan maniak. kemudian pandangannya mulai kabur.

"Menarik..." Karin mendengar Dark Ryu bebicara. Kemudian ia merasakan sebuah tangan menggenggam rambutnya dan menariknya hingga ia berdiri kembali, "Rupanya kau adik shinigami itu ya?" tanya Dark Ryu. Sekarang ini Toushiro masih lebih pendek dari Karin, oleh Karena itu Karin tidak benar-benar berdiri.

Karin menatap Dark Ryu dengan mata terbelalak. Dia merasa kalau Dark Ryu akan melakukan hal buruk kepadanya.

"Jangan takut seperti itu tuan putri," kata Dark Ryu menggoda karin.

"Apa yang akan kau lakukan kepada Karin?" tanya Ichigo dengan nada marah.

"Hm...bagaimana jika aku mengabadikan kecantikan sang tuan dengan menjadikannya boneka es," jawab Dark Ryu sambil tersenyum licik.

"Kau...keparat!" teriak Ichigo marah. Kemudian Ichigo meletakkan telapak tangannya di depan wajahnya. Perlahan sebuah topeng yang mirip dengan hollow muncul di wajah Ichigo. Setelah topeng itu terpasangnya, reiatsu Ichigo menjadi tiga kali lipat reiatsu sebelumnya. "Aku tidak akan segan-segan lagi menyerangmu."

Selesai Ichigo berbicara, Karin melihat ia menghilang dari tempat dimana ia berdiri sebelumnya dan muncul dihadapan Dark Ryu. Kemudian Ichigo menyabetkan zanpakutonya ke arah Dark Ryu dan berhasil melukai pudak kirinya. Memanfaatkan kesempatan yang ada, Ichigo menarik Karin menjauhi Dark Ryu menuju tempat dimana Dark Ryu membekukan ayahnya.

Ichigo menurunkan Karin ke lantai. Lalu dengan mudah, ia menghancurkan es hitam yang membekukan ayahnya. Kemudian Yoruichi pun bershunpo mendekati mereka bertiga.

"Aku punya banyak hal yang ingin kutanyakan kepadamu dan Karin," kata Ichigo sambil menatap Yoruichi dan Karin. "tapi sebelum itu, kita harus mengalahkan mereka berdua dulu."

Ichigo, Isshin, Yoruichi dan Karin kemudian melihat ke arah Dark Ryu juga Aizen yang sudah mulai bergerak dari tempatnya menonton pertarungan mereka. Kelihatanya setelah ini Aizen akan mengambil bagian dalam pertarungan.

~H~

"Rangiku-san!" teriak Hinamori panik ketika melihat Matsumoto terhempas ketanah. Sekarang ini mereka berdua sedang bertarung melawan espada ke-10, Rei Ran.

"Kau terlalu lengah, shinigami!" kata sang espada berambut hitam panjang sambil menembakkan ceronya ke arah Hinamori.

"Hajike! Tobiume!" teriak Hinamori mengeluarkan shikainya. Lalu ia menyabetkan zanpakutonya dan mengeluarkan bola api untuk menahan cero Rei Ran.

Kedua kekuatan itu beradu diudara dan menimbulkan ledakan hingga menimbulkan asap dan menerbangkan debu-debu di udara.

Mata Hinamori kemudian terbelalak melihat Rei Ran sudah mencul di hadapannya sambil mengacungkan zanpakuto ke arahnya.

"Unare! Haineko!"

Tiba-tiba debu-debu mengelilingi Rei Ran. Tetapi debu-debu itu bukanlah debu biasa. Merasakan bahaya Rei Ran mundur kebelakang menjauhi Hinamori.

"Rangiku-san...apa kau tidak apa-apa?" tanya Hinamori ketika melihat Matsumoto muncul di hadapannya menggunakan shunpo.

"Ya, aku tidak apa-apa," jawab Matsumoto dengan nada ceria seperti biasanya. Tetapi kemudian ekspresinya kembali berubah menjadi serius saat melihat ke arah Rei Ran berada, "bersiaplah Hinamori! Dia datang," kata Matsumoto mengingatkan Hinamori.

"Hai..." jawab Hinamori siaga.

Sementara itu di sebelah selatan dari tempat Hinamori dan Matsumoto bertarung melawan Rei Ran, Kira Izuru bertarung melawan espada berambut merah membara.

"Kelihatanya kau yang paling lemah diantara para shinigami yang datang ya?" kata Espada berambut merah itu dengan nada mengejek.

Kira menatap tajam espada berambut merah dihadapanya lalu berkata, "Kau akan menyesal jika menilai seseorang hanya dari tampaknya."

"Bah! Apa yang ku lihat adalah kenyataan!" kata espada itu sombong, "bagiku kau tidak lebih dari cicak yang merangkak di dinding! Seekor cicak tidak lebih dari mangsa empuk seekor buaya sepertiku!"

"Baiklah kita lihat saja siapa yang akan kalah!" kata Kira sambil menyabetkan zanpakutonya di udara, "Omote o agero! Wabisuke!"

Kemudian Kira bershunpo ke hadapan espada itu dan menyabetkan zanpakutonya berkali-kali di zanpakuto sang espada. Kemudian tiba-tiba sang espada jatuh berlutut menahan berat zanpakutonya yang menjadi puluhan kali lipat berat sebelumnya.

Kira berdiri di hadapan sang espada yang sedang berlutut dan dengan dingin berkata, "Walaupun buaya kuat, dia tidak akan pernah bisa memangsa cicak jika ia tidak bisa menjangkau cicak yang merayap di dinding."

~H~

Dark Ryu memegang pundaknya yang terluka oleh serangan Ichigo. Tetapi hanya dalam hitungan detik luka itu kembali sembuh, "Kau terlalu banyak bermain-main Dark Ryu!" Kata Aizen yang berjalan mendekatinya.

"Maafkan aku, Aizen-sama!"

"Sekarang, aku akan ambil bagian melawan mereka." Kata Aizen sambil menarik zanpakutonya. "Segera habisi mereka semua dan setelah ini kita hancurkan Seiretei," kata Aizen lagi sambil tersenyum licik.

"Hai..." jawab Dark Ryu sambil tersenyum sadis.

Di pihak Ichigo, Isshin, Yoruichi dan Karin, mereka sedang membuat strategi darurat untuk mengahadapi Aizen dan Dark Ryu. Mereka berencana Isshin yang akan menghadapi Aizen, Ichigo akan menghadapi Dark Ryu sedangkan Yoruichi bertugas melindungi Karin kalau-kalau Dark Ryu akan menyerang Karin seperti sebelumnya.

Mereka lalu bersiap ketika Dark Ryu meluncur kearah mereka. Lalu Ichigo melompat kedepan dan menahan serangan Dark Ryu.

Dipihak lain, Isshin bershunpo menyerang Aizen dan Yoruichi bersiaga dihadapan Karin.

Dalam hati Karin merasa bersalah karena sudah menghambat mereka. Karin ingin melakukan sesuatu yang berguna. Tetapi sekarang ini tidak ada hal yang bisa ia lakukan. Ia tidak mau kecerobohannya malah akan bertambah menyusahkan Ichigo, Isshin dan Yoruichi. "Kau pikir dengan kekuatan seperti itu kau bisa mengalahkanku?" kata-kata Dark Ryu membuat lamunan Karin pecah.

Tak lama, reiatsu Dark ryu kembali meroket. Mata Karin terbelalak melihat Ichigo tak berdaya menghadapi Dark Ryu. Padahal, Ichigo sudah kembali menggunakan kekuatan hollownya. Tetapi kekuatan itu tak berarti di hadapan Dark Ryu. Kekuatan cincin raja benar-benar mengerikan.

Dua ekor naga es melesat ke arah Yoruichi dan Karin, lalu dengan menggunakan shunko dengan mudah Yoruichi menghancurkan naga-naga es itu.

Tetapi serangan Dark Ryu tak hanya sampai di situ. Tanpa Yoruichi sadari ia sudah berada di belakang dirinya dan menusuknya dari belakang.

"Yoruichi-san!" teriak Karin panik. Kemudian ia kembali terpejat karena Dark Ryu sudah mencekik lehernya.

'Karin...' tiba-tiba nama itu terngiang lagi didalam kepala Dark Ryu.

"Ugh~ Tou...shi...ro..." mata Karin mulai menjadi kabur. Air matanya mulai mengalir di pipinya.

"Khu hu hu...selamat tinggal, tuan putri!" kata Dark Ryu sambil menghunuskan zanpakutonya ke arah Karin.

Degh... tiba-tiba Dark Ryu merasa ada yang memegang pundaknya dan tertarik ke dalam inner worldnya.


Yay...chappy 14 selesai... *pinggang gempor*

Gomen mina...! akhir-akhir ini kusa tambah sibuk... so updatenya lama... =3

Duh...mau nulis apa lagi ya? O.o'a

Owh iya, arigatou buat para reader yang udah setia mengikuti fic ini sampai sejauh ini...XD

Arigatou juga buat reader yang udah rajin review... thanx juga buat nona Schiffer yang udah rajin marahin kusa... hag hag hag... XD

Yapz...kusa pengen tau kesan reader tentang fic ini. review please... =3

-kusanagi-