Dari review yang kusanagi dapet, ternyata banyak juga yang benci sama Dark Ryu ya...O.o'a
Padahal, kusa suka Dark Ryu loh...ha ha ha...XD
Disclaimer: Berharap BLEACH punya kusanagi...T.T
LOST
Chapter: 15
"RUKIA!" teriak Renji ketika melihat Rukia terhempas ke pasir putih Hueco Mundo.
Terlihat seorang espada berambut merah menyala tertawa bagai maniak berdiri di samping Rukia.
"Gadis kecil sepertimu tak akan mungkin bisa mengalahkanku, septima espada, Grandize Del Bosco." Kata Grandize sambil menganyunkan zanpakutonya kearah Rukia. Tetapi, untungnya Renji sempat menahan serangan Grandize sebelum zanpakutonya menyentuh tubuh gadis berambut hitam yang terbaring tak sadarkan diri dengan zanpakutonya.
Renji mengangkat wajahnya dan menatap maniak gila di hadapanya dengan tatapan penuh kebencian.
"Kenapa kau menatapku seperti itu, baka saru?" kata sang septima espada dengan nada mengejek, "apa kau tidak yakin akan menang melawanku?"
Dengan kesal Renji menendang espada di hadapannya. Tetapi dengan mudah espada itu menghindari serangan Renji.
Lalu, tanpa basa-basi Renji mengeluarkan bankainya, "Bankai! Hihio Zabimaru!" teriak Renji. Setelah itu, Grandize bisa melihat seekor ular besar yang terbentuk dari rangkaian tulang bergerak mengelilingi Renji bagaikan menarikan tarian kematian untuk dirinya.
Melihat hal itu membuat Grandize tersenyum lebar, "Menarik... kalau begitu aku juga akan mengeluarkan semua kekuatanku," lalu Grandize mengacungkan zanpakutonya kedepan. Perlahan, reiatsu berwarna merah keluar dari ujung zanpakutonya bagai ribuan benang merah. "Palma de selencio," kata Grandize mengeluarkan kekuatan zanpakutonya.
Benang-benang reiatsu itu kemudian membelit jari-jari di kedua tangan Grandize hingga membentuk cakar-cakar yang siap memcabik buruannya.
Tanpa Renji sadari, Grandize sudah berada di hadapannya dan mencakar tubuhnya.
~H~
Sementara itu di dalam Las Noches...
Dark Ryu merasa ada seseorang memegang pundaknya. Lalu tangannya yang mencengkram leher Karin pun terlepas dan membuat karin tersungkur di lantai.
"To...shi...ro," kata Karin lemah sambil menatap mata merah. Walau pun pandangan matanya mulai kabur, karin bisa melihat tatapan mata dark ryu tiba-tiba menjadi kosong.
"Apa yang..." itu lah kata-kata yang keluar dari mulut Dark Ryu ketika ia membuka mata merahnya.
Sejauh ia memandang hanya ada hamparan salju berwarna hitam. Ya... sekarang ini ia berada di dalam inner worldnya. "Ke... kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Dark Ryu.
Pertanyaan Dark Ryu terjawab dengan Sebuah tangan yang terlihat begitu lemah mencengkram pundak Dark Ryu dengan sangat keras dari belakang hingga membuatnya mendesis kesakitan. Lalu ia segera menepis tangan itu dari pundaknya dan membalikan badannya untuk melihat pemilik tangan itu.
Kemudian mata merah Dark Ryu terbelalak melihat orang yang ia pikir tidak akan pernah ia lihat lagi.
"Kenapa kau bisa menarikku kesini?" desis Dark Ryu marah.
Tetapi orang di hadapanya tidak menjawab pertanyaanya. Dia hanya tertunduk, rambut putihnya memerah oleh darahnya sendiri. Dan tubuh kecilnya terlihat begitu lemah bagai boneka lusuh. Tetapi, ketika orang itu mengangkat wajahnya dan menatap Dark Ryu dengan mata emeraldnya penuh kebencian.
Walaupun tubuhnya menjadi lemah, terlihat di mata Toushiro tidak ada satu pun rasa takut atau gentar menghadapi Dark Ryu.
"Tak akan aku biarkan kau menyakiti Karin lebih dari itu," kata Toushiro dengan nada yang penuh amarah. Mata emeraldnya menatap berbahaya kepada Dark Ryu.
"Jangan harap kau bisa mengalahkanku dengan tubuh seperti itu," kata Dark ryu sambil tersenyum sinis. Ia mengangkat kedua tanganya dengan sombongnya dan berkata, "Inner world, Hyourinmaru juga tubuhmu adalah milikku. Sekarang ini kau tidak punya apa-apa untuk melawanku. Apa kau pikir kau bisa mengalahkanku?"
"Yang kau pegang bukan Hyourinmaru," kata Hitsugaya sambil masih menatap Dark Ryu dengan tatapan menusuk, "Inner world dan Hyourinmaru adalah bagian dari jiwaku, aku seharunya menyadari ini dari awal, bahwa semua yang kau perlihatkan sekarang ini hanyalah ilusi."
Lalu Hitsugaya mengangkat tangannya ke udara. Perlahan reiatsu berwarna biru berkumpul ditanganya dan membentuk es, "Sebelumnya kau membuatku percaya apa yang kau pegang adalah Hyourinmaru. Pada hal Hyourinmaru yang sebenarnya adalah ini... " kata Hitsugaya sambil menyabetkan zanpakuto yang di pegangnya ke arah Dark Ryu. Lalu seekor naga es biru melesat ke arah Dark Ryu.
Bersamaan dengan itu perlahaan salju hitam yang ada dalam inner world Hitsugaya berubah kembali menjadi putih.
"Akan ku rebut kembali apa yang telah kau rebut dariku," teriak Toushiro marah.
Melihat hal itu, Dark Ryu tersenyum licik. Ketika naga es yang melesat kearahnya hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya, tiba-tiba naga es itu terhenti dan hancur menjadi serpihan es.
Mata Toushiro emerald terbelalak melihat naga esnya tiba-tiba hancur ketika hanya berjarak beberapa cm dari buruannya, pada hal Dark Ryu tak bergerak sedikitpun. 'Apa yang sebenarnya yang ia lakukan?' tanya Toushiro dalam hati.
"Walaupun kau mengetahui kenyataan, hal itu tidak akan merubah satu kenyataan kalau aku lebih kuat darimu," bisik Dark Ryu di telinga Toushiro. Entah sejak kapan ia sudah berada di belakang Toushiro.
Dengan panik Toushiro membalikkan badannya hanya untuk sekali lagi merasakan zanpakuto Dark Ryu menusuk tubuhnya.
~H~
Walaupun Karin ingin berlari menjauhi Dark Ryu, tubuhnya sama sekali tidak mau mematuhi perintah otaknya. Tubuhnya sangat lemas dan tidak mau bergerak. Jadi lah ia hanya tersungkur di hadapan Dark Ryu yang berdiri dihadapanya sambil menatap mata merah Dark Ryu dengan matanya yang membesar. Mata merah itu terlihat begitu kosong, bagai cangkang yang kosong.
Lalu tiba-tiba mata merah itu kembali cahayanya, kelihatnya kesadaran Dark Ryu telah kembali.
Dark Ryu meletakkan telapak tangannya di wajahnya dan tersenyum sinis. Ia lalu melirik kearah Karin dengan tatapan sinisnya. Bertatapan dengan mata merah Dark Ryu, Karin pun tersentak dan mulai mundur menjauhi Dark Ryu.
"Rupanya kau sangat berarti bagi shinigami ini ya," kata Dark Ryu. Senyumnya bertambah lebar.
Karin tidak membalas kata-kata Dark Ryu, tapi matanya menatapnya tajam. Kemudian Dark Ryu mendekati Karin lagi dan mencekik lehernya. Mata Karin pun terbelalak merasa sulit bernafas.
"Kira-kira bagaimana ya reaksinya jika aku membunuhmu perlahan."
'Jangan...!' Dark Ryu mendengar Toushiro berteriak di dalam inner worldnya, 'Kumohon, jangan sakiti dia lebih dari ini,' kata Toushiro memohon. Sepanjang hidupnya, Toushiro sama sekali tidak pernah memohon kepada orang lain. Tetapi demi gadis yang di cintainya, ia rela memohon kepada orang yang paling di bencinya.
Mendengar kata-kata Toushiro yang memohon, membuat Dark Ryu tertawa terbahak-bahak, "Memalukan! Shinigami seperti dia rela menjatuhkan harga dirinya hanya demi seorang manusia seperti mu," kata Dark sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Karin.
"Aku ingin mengetahui apa yang memuatmu begitu bearti baginya. Tetapi ada shinigami lain yang harus ku hadapi," lalu Dark Ryu menghempaskan Karin ke lantai dan mengacungkan Hyourinmaru kepadanya.
Di dalam inner worldnya, Dark Ryu bisa melihat mata Toushiro terbelalak horror, 'Ja...jangan! tolong hentikan itu!'
"Selamat tidur tuan putri!" dengan itu seekor naga hitam meluncur kearah Karin.
'TIDAK! KARIN!'
Uh'uh... karena nulis chappy ini sempet tertunda ditengah jalan selama 3 hari, kusanagi jadi lupa apa yang mau kusa tulis di chappy ini.
So, gomen kalau isi chappy ini sedikit banget... gomenasai!(sesuai jumlah review... XD bercanda)
Yah... seperti yang kusa tulis di awal chappy ini, kayanya banyak reader yang benci banget sama Dark Ryu ya? pada hal kusa seneng loh ma Dark Ryu... XD
*dibankai Toushiro*
Toushiro: Owh... pantes aja ntu soul keparat munculnya banyak!
Kusanagi: Gomen... Chappy depan kusa janji itu terakhir Dark Ryu muncul!
Toushiro: Good! Gw udah muak sama soul keparat itu!
Kusanagi: Ah... paling-paling karena pengen cepet-cepet ketemu sama Karin lagi kan?
Toushiro: *merona* Geez... shut up!
Yapz... sekarang kusa mau melakukan hal yang ga pernah kusa lakukan selama menulis fic ini. yaitu, bales review dari para reader
*diinjek-ijek reader* (gomen...T.T)
Sebelumnya...
special thank for:
Karyn Schiffer (3rd Juny, Happy birthday nona!), Gerard Potter-finiael, Haruto no Garra, Hime-chan Anezaki, Kireina toushiro, Maeve zahra, marianne vessalius, Sayaka Dini-chan, So-Chand 'Luph pLend, 963Q-karin, jyasumin-sama,
And semua reader yang bersedia review fic ini yang ga bisa kusa sebutin satu-satu
Arigatou mina!
-kireina toushiro-
Sebelumnya thanx banget buat Rei-chan yang selalu rajin review fic-fic abal-abal kusa.
Kusa selalu nunggu rei update loh! inikah karma? Jangan bikin kusa mati penasaran... hiks... T.T
Kusa ga bakal misahin Karin ma Toushiro kok! Tenang aja... =3
Fic Rei-chan juga bagus kok! Itu karena cerita Rei-chan belum masuk climax story. Coba udah masuk, pasti seru banget... XD
-Karyn schiffer-
Iya nona...=D Demi nona ga jadi update bulanan nih...
Ha ha ha... kalau Dark Ryu nakal, cubit aja nona! Dijewer juga boleh! XD
Nona... (3rd Juny) otanjobi omedeto gozaimasu! Kusa doain all the best for you!
- Hime-chan Anezaki-
Hiks... kusa juga merasa kasihan ma Shiro-chan
Toushiro: kalau gitu jangan siksa gw! Dasar author baka! *sewot*
Kusanagi: Gomenasai *kabur menyelamatkan diri dari amukan Toushiro dan reader*
-Astrella Kurosaki-
Itulah yang namanya cinta sejati... XD
Uh... kusa jadi ga sabar namatin fic ini, dan bikin kelanjutanya yang lebih memusatkan ke HitsuxKarinnya.
-aRaRaNcHa-
Arigatou udah bersedia baca fic abal-abal kusa dari awal...XD
Eh? O.o'a chappy 14 kenapa?
Wah... kalau Dark Ryu jadi menghunus Karin, kusa bisa di bankai Toushiro ma Ichigo nih...XD
-936Q-karin-
Ya ini udah kusa update
See u again... X3
-marianne vessalius-
Wah... Mari-chan benci bangt ma Dark Ryu ya... kusa janji chappy depan terakhir kalinya Dark Ryu muncul dan kesadaran Toushiro kembali...
Ha ha ha
Ga apa-apa kok...XD
Kusa malah seneng kalau ada reader yang review sesemangat Mari-chan
Masalah mis typo itu memang udah jadi hobby yang sulit di hilangkan.
Tapi akan kusa coba minimalis deh... he he he...
Yapz... semua review (Chappy 14) udah di bales...
Semoga seterusnya juga tetep review...
Mind to review?
-kusanagi-
