+= If I Were a Boy =+

Naruto © Masashi Kishimoto

If I Were a Boy © Arale L. Ryuuzaki

Pair: SasukexFemNaruto

Genre: Hurt/Comfort/Romance

Rated: T

Warning: TYPO, OOC, AU, dan kekurangan lainnya…

.

Part 5:

He and He

.

.

Perlahan Naruto mulai mengantuk, matanya mulai sayu, pandangannya mulai tak fokus, kepalanya mulai terasa berat dan terkulai perlahan ke pundak Sasuke yang sedang membaca sebuah novel karangan Sir Arthur Conan Doyle.

Sasuke yang tiba-tiba merasakan pundaknya berat segera menoleh dan menemukan kepala pirang Naruto bersandar di pundaknya. Pundaknya naik turun dengan lembut, dengkuran halus terdengar dari bibirnya yang tak tertutup sepenuhnya. Tiba-tiba, mata Sasuke terpaku pada sesuatu didepannya. Semburat kemerahan muncul di pipi pucatnya. Karena Naruto tertidur di pundak Sasuke, pemuda raven itu jadi mendapat spot yang bagus untuk melihat dada Naruto yang lumayan berisi dan menonjol dibalik baju terusannya yang terbuka dibagian dada.

"Ukh, si dobe ini kenapa harus memakai pakaian seperti ini sih?" rutuknya dalam hati.

Naruto mulai mengerang tak nyaman, tangannya meraih lengan Sasuke yang ada disampingnya dan mendekapnya erat.

"Onii-chan… Sepatuku robek… belikan… baru…" igaunya.

Sasuke yang sesak nafas karena diperlakukan seperti itu tak bisa berbuat apa-apa, tangannya yang dipeluk Naruto sukses menyentuh bagian khas wanita yang juga dimiliki Naruto.

"Naruto, lepaskan lenganku," pintanya sambil tetap berusaha tenang.

Tapi, bukannya melepaskan, Naruto malah mengeratkan pelukannya.

"Hhh…" Sasuke nenghela nafas berat dan memijat pelipisnya. "Sudahlah," katanya sambil meneruskan membaca.

.

0o0o0o0o0o0o0o0

.

Naruto terbangun dari tidurnya karena merasakan kepalanya ditimpa sesuatu yang berat. Saat melirik keatas, terlihat close up wajah Sasuke yang terlalu dekat. Mata onyxnya tertutup oleh kedua kelopak mata pucat miliknya. Bibir kemerahan yang jarang tersenyum itu mengatup rapat. Naruto kaget saat sadar bahwa dia sedang memeluk lengan kanan Sasuke. Tapi, melihat situasi sekarang, Naruto sendiri jadi enggan melepaskan pelukannya.

Naruto menatap Pemuda yang tertidur disampingnya yang mulai menggeliat tak nyaman. Cepat-cepat dipejamkannya matanya.

"Hngh," Sasuke membetulkan posisi duduknya, kepalanya disenderkan ke sandaran kursi dan melanjutkan tidurnya lagi.

Naruto perlahan membuka matanya dan memandang sosok pemuda disebelahnya.

Tubuh atletis yang dilapisi kemeja lengan panjang motif garis-garis yang lengannya digelung sebatas siku itu tetap tampan seperti biasanya. Diraihnya topi kupluk yang tadi dikenakan Sasuke yang kini tergeletak di laci dihadapannya. Diciumnya aroma mint yang menyeruak dari topi itu.

"Wangi khas Sasuke," batinnya sambil tersenyum.

Dipandanginya wajah Sasuke yang terkulai menghadapnya. Mata itu, hidung itu, bibir itu, rambut itu, wajah itu, tubuh itu, kini ada disampingnya. Selama seminggu kedepan. Betapa bahagianya dirinya.

Senyum bahagia tersungging di bibir Naruto. Tak menyangka bahwa sahabat terbaiknya ternyata menyusulnya, ikut dengannya menuju kampung halamannya. Ya, Sasuke hanya sahabatnya. Tidak lebih. Terkadang Naruto berat mengakui bahwa Sasuke hanya sahabatnya.

Naruto menggeleng pelan.

"Lagi-lagi pikiran itu! Mauku apa sih?"

Lama dipandanginya wajah Sasuke. Pemuda yang selalu ada didekatnya selama dua tahun belakangan ini. Pemuda yang menjadi rival terberatnya dalam kuliah, dan juga sahabatnya. Apa rasa sukaku pada Sasuke karena mereka berdua mirip?

"Tidak! Mereka tak mirip sama sekali."

"Perawakan mereka memang mirip. Mata yang sama kelamnya, rambut yang sama hitam dan lembutnya, tinggi badan yang tak terlalu berbeda (yah, jujur saja, Sasuke sedikit lebih pendek dari Sai). Kulit Sai jauh lebih pucat. Sai memiliki senyum yang hangat, sedangkan Sasuke selalu tersenyum meremehkan. Sai ramah, Sasuke selalu memasang tampang stoic. Sai pintar melukis, Sasuke jago hacking dan sepakbola. Sai… Ah, apa yang kupikirkan. Kenapa aku membandingkan mereka berdua,"

Sosok Sai di bandara tadi kembali bermain dipikirannya. Naruto kembali memikirkan sikapnya saat bertemu Sai.

"Apa aku masih menyukainya?"

Tidak, rasa suka itu sudah hilang tanpa bekas dari hati Naruto. Sai hanya masa lalunya. Tapi, mengapa kakinya berlari saat berpapasan dengan Sai.

"Aku hanya tak ingin bertemu orang-orang dari masa laluku."

Tanpa sadar, tangannya mulai terulur kearah bibir Sasuke. Meraba permukaaan lembut itu dengan ibu jarinya.

"Kau mau apa, Dobe?" tiba-tiba Sasuke menggenggam pergelangan tangan Naruto.

"Ma-maaf, Teme. Tadi di bibirmu ada kotoran," katanya cepat memberi alasan. Kaget ternyata Sasuke sudah bangun dari tidurnya. Jantungnya berdetak cepat berharap Sasuke percaya alasan yang diberikannya dipercayai Sasuke.

"Hn. Kukira kau mau menciumku," tatapnya.

Nruto tersentak, "Ahaha, yang benar saja," tawanya hambar sambil memalingkan wajah dari tatapan Sasuke.

"Kalau benar-pun tidak apa-apa," Sasuke tetap menatap Naruto yang kini kembali menoleh padanya.

Sasuke mulai bergerak perlahan mendekati wajah Naruto. Menatap lekat pemilik sepasang batu sapphire di kedua kelopak mata didepannya. Perlahan namun pasti menyingkirkan jarak tak perlu antara mereka. Tangannya kini menggenggam jemari kurus Naruto. Menautkan jarinya diantara jemari lentik itu.

Sementara Naruto yang kaget dengan perkataan Sasuke hanya bisa terdiam dan membatu. Saat dia tersadar, jarak wajah Sasuke sudah sangat dekat dengan wajahnya. Hembusan nafas hangat mereka sudah saling beradu satu sama lain. Rambut hitam Sasuke sudah terasa menggelitik pelipisnya. Naruto tiba-tiba ketakutan dan memejamkan matanya cepat. Menanti apa yang akan terjadi.

Cup!

Dahi Naruto terasa hangat. Perlahan dibukanya kedua matanya, terlihat wajah Sasuke yang sedang tersenyum untuknya.

"Kenapa wajahmu begitu, Dobe?"

Naruto meraba dahinya yang tadi dikecup Sasuke.

"Eh?"

"Wajahmu benar-benar seperti orang bodoh sekarang," Sasuke menorong kepala Naruto.

"Eh?" hanya itu yang bisa keluar dari bibir Naruto.

Sasuke tersenyum jahil. "Atau, kau mau aku menciummu di…" Sasuke menunjuk bibir Naruto dengan telunjuknya.

Wajah Naruto memerah total.

Sasuke tertawa pelan. "Sekarang mukamu seperti kepiting rebus," kata Sasuke sambil menahan hasrat yang bergejolak didadanya karena gadis yang sedang blushing didepannya itu manis sekali.

"Kau…" Naturo mulai menggembungkan pipinya dan menatap Sasuke marah.

Kini Sasuke menatap lembut Naruto dan meraih kepalanya. Mengadu dahinya dan dahi Naruto sambil berkata, "Kalau kau masih berekspresi seperti itu, aku tak yakin kau akan selamat seturunnya dari pesawat ini."

Naruto hanya memandang Sasuke penuh tanda tanya sambil memiringkan kepalanya, "Maksudmu?"

Cup!

Sasuke mencium Naruto lagi. Kali ini tepat dibibir gadis itu.

"Hmp!" Naruto segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya dengan wajah merah.

"Diberitahukan kepasa seluruh penumpang, agar memasang sabuk pengaman, karena sesaat lagi kita akan segera mendarat di bandara Internasional South Island."

Pengumuman mengudara dari pengeras suara. Sasuke segera memasang beltnya dengan santai tanpa memperdulikan Naruto yang masih berblushing ria disebelahnya.

"Naruto, pasang sabuk pengamanmu," Sasuke menunjuk belt Naruto yang belum terpasang.

Naruto hanya diam dan memasang beltnya dengan wajah yang masih bersemu.

.

0o0o0o0o0o0o0o0

.

~Tsuzuku~

.

.

.

Arale: Minna-san, silakan Hajar saya karena lama update Fanfict ini! (pasrah)

Naruto: (manyun sambil berkacak pinggang) Kamu kelamaan~ jangan2 para reader pada lupa jalan ceritanya. Mana chapter ini pendek banget lagi!

Arale: Maafkan aku Naru-chan~ (mewek sambil nyodorin semangkuk ramen)

Sasuke: (kasi Death Glare) Niat gak sih bikin kisah cinta kami? (meluk Naru dari belakang)

Arale: Maaf Sasuke-sama… (nyodorin Jus Tomat)

Sasuke: Huh! (tapi tetap ngambil Jus-nya)

Duak!

Akhirnya Arale tetap ditendang pair tercintanya ini~

.

.

.

Balasan Review

Yanz Namiyukimi-chan

Gomennasai, baru update *nunduk*

Yuna Claire Vessalius Kusanagi

Gomen, konflik baru akan muncul di 2 atau 3 chapter kedepan (buka buku name) *dihajar berjamaah*

Anata Kiyoshi

Mari kita lihat siapakah sepupu Gaara *smirk* dan ke-LEMOT-an Naru yang bikin suke jatuh hati (iya-tidak?)

dunn Haruko Cuuhlhourne

Ortunya Naru tau apa enggak? Liat aja entar *disambit celurit*

Yuki Tsukushi, Pochi Yuna, Yuuchan no Haru999, icha22madhen, Ren-Mi3 NoVantA, Hinazawa Ruki, naru3, Aoi no Kaze, puttri-hime, uchiha madarame, Arisa-Yuki-Kyutsa, NaMIAkaze-kawaii, greyRest, Lady Spain, Tsuki no Akaiichi

Arigatou~ Baca terus *wink* Yah, begitulah. Tugas saya aneh semua *mewek*

kanata.

Minato tega~ (dihajar MinatoFC). Huahaha, neneknya Naruto? Siapa yaaa? *dilempar bakiak*

Temariris

'Suke Bisex? May~be~ (siapa sih yang tahan godaan ke imut-an Naru~ ) #HIDUP FUJOSHI!

NaMIKAze Nara

Arigatou~ Soal pidato, hahaha bayangkan saja *dicekek*

Kou Todoryu 'Kyuuketsuki'

Semakin banyak permintaan Lemon, akan semakin saya pertimbangkan! *dilempar Icha-icha Paradise*. Alasan Sai nolak Naru entar dijelasin XD

Annakaz

wkwkwk, emang rasanya kecepatan ketahuannya XD. Ya sudahlah, terlanjur basah~ Soal ShikaTema, ada koookk~ tenang aja XD

uchiha cucHan clyne

wakakakak, tetap baca aja perkembangannya~ AC/DC itu, cewe ok, cowo-pun jadi. XD