Happy Birthday, Naoto!

Shin Megami Tensei: Persona 4© ATLUS

Genre : Friendship, Family karena kedekatan tim IT

Rated : T

Warning : Gaje, OOC, Jayussy-ism, Panjang, alay-language, dll

Summary : Tanggal 27 April, hari yang spesial bagi Naoto dari tim IT. Apa yang dilakukan tim IT? RnR! Langsung dua chapter. Fic pertama saya di Fandom ini.

-SoujiYukiko and KanjiNaoto sebagai peramai-


- After School –

Naoto keluar dari kelasnya. Rise dan Kanji sudah menunggu di depan kelasnya, yang tentu saja mengagetkan Naoto.

"NaOto-kuUn~ Ke JuNeZ yuUkz?"ajak Rise dengan gaya sok imut.

"Okelah...? tapi namaku bukan NaOto-kuUn, Rise-san"jawab Naoto tegas seperti biasanya.

"IwH NaOto-kUn dIngiN aMatT... YaUdah AyO kiTa PerGi! SenPai dkK uDah DiCana" kata Rise sambil berlari riang. Naoto diam-diam membisikkan 'Alay' ke Kanji yang langsung disambut dengan anggukan tulus oleh Kanji.

,

,

Di Junes... Para first-years masih otw.

"KOK LU GOBLOK SIH YOOS?" Terdengar teriakan Chie yang dikasih bonus toa.

"Iya nih Yosuke! Usulan gue jadi ga bisa dipake kan!"kata Souji.

"Ya jangan salahin gue dong! Gue gatau di Junes ga ada tempat karaoke!"kata Yosuke ngeles.

"Jadi, kita musti ganti rencana? Di Junes cuma makan-makan, terus kita ke Okina City buat karaokean. Rada mahal sih, tapi gapapalah. Lalu kita ke toko Daidara?"ujar Yukiko.

"Iya, gitu aja. Ntar ya, aku mau pesen makanan dulu! Yukiko, ayo!"ajak Chie sambil berdiri.

"Oke" Yukiko dan Chie pun pergi.

Tak lama kemudian, Teddie datang dengan wujud manusia.

"Haaaaaaai, Senseeei! Aku boleh ikutan?"ucap Teddie ceria. Teddie pun duduk di sebelah Souji.

"Boleh, jangan ngacoin tapi. Eh Ted! Lo kan musti jagain toko!"kata Yosuke.

"Aku tulis 'Lagi Ke Toilet' di tokonya"jawab Teddie santai.

"Be..go..." Yosuke depresi.

Tak lama kemudian, Rise, Kanji dan Naoto datang.

"Wewe... OH DEMIT! Mereka udah dateng! Yos!"kata Souji panik.

"Iye! Wahduh gimana ini, eh pas banget tuh Yukiko sama Chie udah balik!"

"Sou—ah, Naoto-kun! Rise-chan, Kanji-kun! Haai, hehe..."ucap Yukiko gugup sambil menutup-nutupi sesuatu di belakangnya.

"Hai, Yukiko-senpai. Kita mau bantai shadow nih?"tanya Naoto.

"Ah nggak kok.. kita mau.. kamu tutup mata dulu!"kata Chie dan dia mendekat ke Naoto.

"Ha..? Eh, Chie-senpai?"kata Naoto gugup. Matanya ditutupi dengan tangan Chie. Chie mengedipkan mata ke Yukiko.

Souji membantu Yukiko membawa kue bertuliskan "Happy Birthday Naoto Ganteng". Tulisan itu disarankan oleh Kan—maksudnya Chie—ke hadapan Naoto. Semua anggota Investigation Team disuruh ikut memegang kue tersebut.

"Oke.. 3..2..1! Naoto-kun, buka matamu!"seru Chie sembari melepaskan tangannya. Naoto membuka matanya dan...

"Eh.. apa...?" kata Naoto. Dia terkejut.

"Happy birthday, Naoto-kun!"kata semua anggota IT.

"Teddie ada di sini loh, Nao-chan!"kata Teddie kampung.

Perlahan, wajah Naoto memerah. Lalu dia menutup wajahnya dengan topinya.

"Emm.. makasih"ujar Naoto pelan sambil malu-malu.

Seluruh anggota IT mengobrol bersama dan mengucapkan harapan mereka terhadap Naoto. Naoto juga mengucapkan harapannya. Tak lama, pelayan-pelayan menyediakan makanan ke meja mereka. Mereka makan dengan ceria.

"Oh iya! Ayo kita ke Okina City! Saatnya karaoke!" teriak Chie semangat.

"E..eeh..? Berarti.. aku juga harus bernyanyi..?"tanya Naoto terbata-bata.

"Pastinya dong, Naoto-kun" kata Yukiko sambil mengedipkan sebelah mata.

"wElL? TuNggU AphA LaGiW? AyOo, NaOto-kuUn!"ajak Rise. Seluruh anggota IT pun langsung berangkat ke Okina City. Tetapi, saat Yosuke yang paling belakang mau ikut pergi..

"Mas Yosuke ya? Ini tagihannya mas.." seorang pelayan mencengkram bahu Yosuke.

"Hah? Tagihan apaan... OMAIGAT CHIEEEEEE!"jerit Yosuke. Ternyata itu tagihan makan-makan yang tadi, dan kata-kata 'steak' disebut banyak di situ. Sementara itu, Chie cepet-cepet kabur.

,

,

Di Karaoke box, Okina City...

"Teddie duluan! Teddie mau nyanyi bareng Nao-chan!"seru Teddie semangat.

"E..eh.. Aku..?" ucap Naoto.

"Iya, Naoto-kun! Ayo"kata Yukiko sambil tersenyum.

"Ayo, demit, jangan lama-lama"kata Kanji sambil tsundere.

Naoto pun berdiri bersama Teddie di depan. Teddie nggak sengaja mencet lagu duet 'Keong Racun' ft 'Memang Keong Racun' yang penyanyinya saya ga apal.

Naoto berubah jadi batu. Untungnya Teddie pengen mendominasi, jadi dia nyanyi dua-duanya. Tak lama kemudian, Naoto sadar dan dia mojok.

Yang kedua, Chie dan Yukiko nyanyi 'Separuh Jiwaku Pergi'. Souji rada ilfil, tapi dia tetep tebar gombal di hadapan Yukiko.

Entah karena salah minum atau apa, Rise dan Yosuke mabuk. Rise nyanyi 'ChIntA SaThu MalAm' sendiri, dan dilanjutkan dengan Yosuke nyanyi 'Chayya CHaYya' bareng Rise.

Giliran Kanji. Kanji malu berat di depan Naoto. Setelah diem beberapa lama, akhirnya dia nyanyi..

'Pok ame ame...'

...

Souji dan Yukiko mengambil alih. Mereka nyanyi 'My Heart Will Go On' dengan bergantian. Mereka pake pose titanic yang sukses bikin Rise mabuk ngamuk. Yosuke mabuk sampe sempet ngaku dia mahoan sama Souji, untung dia sadar abis ditendang Chie. Naoto, yang harusnya paling diperhatikan, cuma sweatdrop liat mereka.

,

,

Mereka melanjutkan acara dengan pergi ke Toko Daidara. Mata Naoto ditutup dengan kain, tentunya.

"Ini dimana, Rise-san?"tanya Naoto. Kain penutup matanya dipegang oleh Rise.

"AdwA DeEcH! HiiIhwiIi.."tawa Rise gaje. Saat mereka sampai di stand senjata api, mereka berhenti. Yosuke menganggukan kepala ke Rise, yang disambut dengan anggukan juga.

"Oke, Rise! Buka!"ucap Yosuke.

Rise pun membuka kain Naoto. Naoto terpana melihat berbagai macam pistol.

"A...a..." Naoto tidak bisa berkata-kata.

"Silahkan pilih senjata yang kau suka, Nao-chan!"kata Teddie.

Naoto pun segera melihat-lihat. Selagi Naoto melihat-lihat, anggota lain lagi patungan.

"Bro, lo berapa?"tanya Yosuke.

"Gue 30.000 yen"

"Yukiko-san?"

"Lagi ga bawa duit, Cuma 2.500"

"Chie?"

"500 perak. Bokek gue"

"Halah itu mah elunya yang rakus. Kanji?"

"Gue ga bawa duit"

"Yah elu. Rise?"

"ChuMa 2.000 yen, aQ gK nYanGka SicH"

"Gue ada 15.000, Teddie mustahil ada duit, jadi ada…"

"Berape Yos?"

"Sabar dong Sou! Lagi ngitung!"

"Kok lu bego sih, jadi 50.000"hina Yukiko.

Mereka harap-harap cemas. Naoto berhenti di sebuah machine gun.

"Hoi demit, udah?"tanya Kanji.

"..."

"Udah, bilang aja ke kita~"kata Yosuke.

"Aku mau ini" kata Naoto.

Terpampang harganya 50.000. Buset, pas amat?

Setelah membeli machine gun(yang entah buat apa), mereka memutuskan untuk segera ke rumah Yosuke. Sebelumnya, mereka membawa seragam untuk besoknya. Di rumah Yosuke...


- Evening -

"HUAHAHAHA! AKU MENANG!"teriak Naoto bangga. Dia main Counter-Strike lawan Yosuke.

"Yeeeii Nao-chan menang!" Teddie bersorak.

"Wanjir gue diheadshot! Anjing, gue kan udah pilih senjata yang deadly-gorgeous kayak gue!"kata Yosuke narsis.

Seisi rumah muntah-muntah.

"Yukiko-chan, bapak kamu astronot ya?"kata Souji sambil senyum ala host.

"Bukan kok Souji-kun, emang kenapa?"jawab Yukiko.

"Karena.. bintang bertaburan di mata kamu.." Souji gombal.

"Ih Souji-kun bisa aja deh..." Yukiko tersipu

'TiDak AdWa YanK boLeH AmBiL SeNpaI daRi-Q! BuNuuHh!'batin Rise alay.

Di meja makan…

"OH YEAH BAPAK YOSUKE THE BEST! STEAKNYA ENAK OM!"seru Chie sambil memakan dengan lahap.

"MAKASIH BANGET LHO NAK, KAMU KUJADIIN ANAK YA?"kata bapak Yosuke semangat. Samar-samar terdengar Yosuke bilang 'Noo'.

Keadaan di sana... Naoto main CS lawan Yosuke, Souji bergombal, Yukiko malu-malu, Rise ambil keris dan siap-siap nusuk Yukiko, Chie makan, Kanji ngupil, Teddie jadi cheerleader. Mereka menghabiskan malam tertawa bersama, dan itu hadiah ulang tahun terbaik bagi Naoto.

-THE END-


Huwaa, saya nervous(?), maaf ya kalau ceritanya aneh, soalnya yang bikin juga aneh hiks.

Maaf yang ga bisa baca dialog Rise, dialognya ga penting amat kok, tak dibaca pun tak apa(plak)

Saya submit ini ke FFn pas tanggal 28, tapi saya nulisnya pas tanggal 27 :D

Review Please~ bantu saya (moe moe eyes)