TULIP HITAM

Back Sound: Bring Me To Life by EVANESCENCE

CHAPTER 2: Life saver

Dah dua jam Kyuubi N Sai duduk di depan wilayah emergency room, masih belum ada kabar dari dalam. Suasana di lorang rumah sakit itu sepi, maklum masih jam tujuh pagi, di luarpun juga belum terang-terang banget. Tiba-tiba aja "Huahmmm." Sai nguap lebar banget.

"Sai."

"Ya tuan muda?"

"Lo pulang beresin barang-barang gw, beresin mobil, minum obat tidur yang ada di tas laptop gw. Lo bisa tidur dikamar gw."

"Tapi tuan muda, saya tidak bi-sa." Ucapan Sai berenti pas dia liat mata tuan mudanya. Sai nggak akan bisa nandingin orang ini. Kyuubi emang punya tali yang gak keliatan buat orang yang dianggap miliknya. Itu buat perkataan Kyuubi jadi seperti perintah eksekusi, nggak bisa ditolak. Sai berdiri lalu membungkuk hormat. Habis pamit kepada yang berwajib (eh salah) kepada tuan mudanya, Sai pergi. Nyari tempat buat buang barang bukti N ngeberesin kekacauan di kursi belakang.

Dah lebih dari tiga jam Sai ngeberesin mobilnya Kyuubi. Dia gak mau tuan mudanya dapet masalah, darah anak kecil tadi kesebar dimana-mana. Klo kursinya sih lapis kulit asli lebih mudah di bersiinnya, tapi nggak gitu buat karpet turki di bawahnya belum lagi tempatnya yang emang sempit, nggak mungkin banget dong klo dia cuci di luar. Semua orang pasti naruh curiga sama dia, N itu berarti masalah baru buat Kyuubi. Habis nginspeksi seluruh bagian mobil N yakin nggak ada masalah, Sai pergi nyari tempat pencucian mobil.

Kyuubi duduk deket jendela, nikmatin cahaya matahari yang masih kerasa anget. Naruto dah dimasukin ke ruang VIP bagian trauma sejak tadi, sekarang dia cuman bisa nunggu. Bocah kecil itu kehilangan banyak darah but thanks to LORD, Kyuubi punya golongan darah yang sama. Dokter belum bisa mastiin keadaannya. Tanpa Kyuubi sadari tiba-tiba aja ada yang ngusap rambutnya pelan, Kyuubi nutup mata, emang rasanya cukup nyaman nerima sentuhan lembut kayak gini. Nggak usah ditanya, klo mesti jawab Kyuubi nggak akan jawab jujur, he always pretend never need anyone.

"Kubawakan pakaian ganti, pakaian yang kau pakai penuh noda darah."

Kyuubi langsung nerima pakaian itu nggak pake ucapan terima kasih. Berdiri dari kursi yang nopang tubuhnya dari tadi N langsung aja ngelepas baju plus celana tanpa permisi dulu.

"Astaga, apakah kau tak bisa pakai toilet untuk ganti baju?"

"Punya masalah." Kyuubi terus aja nerusin apa yang dilakuinnya tanpa peduli.

Wanita blonde itu cuman bisa geleng kepala, shock yang tadi mampir dah agak hilang. Gimana nggak shock klo ngeliat anak yang ngidap superiority complex tingkat akut sekaligus penyandang antisocial stadium akhir care banget sama orang lain, mau susah payah gendong itu bocah kecil N ndonorin darahnya ( nggak tanggung-tanggung) dua kantong. Bukannya itu sama aja nurunin harga diri. Diliat bocah blonde itu masih belum sadar juga. Tanya besar nemplok diotaknya, ini anak kecil nggak cuman ngalamin physical abuse but also sexual abuse. Sebenarnya Kyuubi nglibatin diri ama apa sih, jelas banget bocah kecil ini nggak dianggep manusia. Apa jangan-jangan Kyuubi berurusan sama perdagangan manusia.

"Cuman ini kan urusannya."

"Hei, aku sudah berbaik hati membawakanmu pakaian ganti seharusnya kau tahu apa yang ku perlu anak muda."

"Gw nggak minta, lo yang seenak hati nawarin ni baju."

"Setidaknya aku boleh minta pelukan kan? Ayolah Kyuubi, sudah lama aku tak bertemu denganmu." Kyuubi dah mulai jengah, langsung aja dia ninggalin Tsunade N Naruto, terus aja dia jalan ke arah lift, menuju lantai teratas.

Sai duduk-duduk aja di taman pusat kota, rasanya aneh klo nggak disamping tuan mudanya. Sejak Kyuubi nemuin Sai dua tahun lalu, mereka nggak pernah kepisah jauh. Entah, Sai ngerasa klo tuan mudanya itu dah ngiket jantungnya pake simpul mati, yang buat di nggak bisa N nggak mau ninggalin Kyuubi. Parahnya lagi tali itu kerasa nyesek banget tiap kali dia liat langsung mata tuan mudanya. Yup, sejak pertama kali Sai mandang mata itu, kontrak mati dah di segel pakai darah Kyuubi.

Kyuubi berdiri disamping ranjang yang dipenuhin sama peralatan elektronik, sebut aja penyokong kehidupan, kabelnya berterbaran dimana-mana. Semuanya hampir nyambung sama sosok penghuni ranjang itu, sosok yang rupanya hampir sama Kyuubi kecuali rambut yang berwarna pirang cerah N kulitnya yang sepucat mayat, maklum sudah hampir enam tahun sosok itu tak tersentuh sinar matahari. Yup, dialah Tou-san Kyuubi (Minato), kecelakaan pesawat yang buat dia koma selama ini, sedang Kaa-san Kyuubi (Kushina) meninggal, juga karena kecelakaan pas dia berumur empat tahun. Hal itu juga yang buat Kyuubi makin nggak peduli sama orang lain, kehilangan orang yang disayangin, rasa sakitnya nggak pernah ilang sampai sekarang. Tapi kayaknya semua itu hampir sembuh, semua cuman karena bocah blond itu, rasa sesak di dadanya dah lumayan berkurang, dingin yang ada juga dah agak anget, thanks all for little blonde yang buat dia ngerasa kayak manusia normal pada umumnya, yang bisa ngerasain apa yang disebut sayang. Kepalanya kerasa pening sejak tadi, dia butuh istirahat. Walau ini rumah sakit, tapi dia lebih ngerasa nyaman disini, bagaimanapun juga pasien koma disebelahnya ini adalah tou-sannya. Kyuubi tiduran di shofa di ujung kamar, nyoba tidur.

Sai baru aja sampai di rumah kediaman Namikaze, rumah ini sepi hanya ditinggali beberapa maid. Sedang penghuni lain, Jiraiya yang sering pergi keliling dunia nanganin perusahaan, N Tsunade yang lebih sering tidur di rumah sakit, sedang Orochimaru dia lebih senang tinggal di apartemen pribadi di lantai paling atas gedung Namikaze Tech. Sebenarnya ada juga beberapa penghuni lain yaitu tiga orang tangan kanan Minato namikaze, Kakashi Hatake N sepasang suami istri Uchiha, Rin N Tobi. Tapi keliatanya sama aja, mereka bertiga hampir tiap hari pulang lembur. Sai jalan menuju kamar tuan mudanya, walau bagaimanapun ini sudah malam, dia manusia yang butuh istirahat. Tapi sebelum itu barang tuan mudanya ini harus di beresin, baru setelah itu dia minum dua pil tidur.

..oooooooooo..

Sai jalan di tempat gelap, have no idea about this place. Tapi dia jalan terus sampai akhirnya nemuin cahaya samar yang akhirnya nuntun dia ke suatu tempat. Dia tau banget tempat ini. Genangan darah, tatapan mata-mata mati, tempat dimana dia harus kehilangan penciptanya N makluk yang sejenis sama dia. Kayak nonton video tiba tiba aja ada yang nekan tombol "STOP" N "REWARD" terus sampai dimana pertama kali di kenalan sama ONE, dalang semua ini. Terus KLIK "FORWARD" N Berenti pas malam darah itu dimulai. Sampai sekarang dia masih bingung kenapa penciptanya "The Father" sebegitu cepatnya percaya sama mereka, dia nggak pernah liat wujud asli mereka, ngomong aja cuman sama father. Mereka pakai jubah hoodie gede yang sukses nutupin bentuk tubuh mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki, jadi nggak ketahuan tinggi or gendernya, belum lagi atribut topeng yang nggak pernah mereka lepas. Hiding their identity perfectly. The TAILED BEAST N The ROOT, merupakan salah dua dari shadow organization yang nggak pernah pakai back-up apapun itu, jadi dikit banget orang yang sadar akan keberadaan mereka. Itu juga yang buat pembantaian besar itu kayak nggak pernah ada. The outsider never knew that shadow world will ever exist. Father berada dalam perlindungan pion penting termasuk dirinya, satu lagi brother tumbang darahnya terus ngalir, brother lainnya yang masih berusaha ngelawan sedang tangan satunya nahan darah di leher yang nggak mau berenti. Dia kenal semua brother ini, mereka semua kuat, mesin tempur sempurna. Bagaimana mungkin semua brother yang jumlahnya lebih dari dua ratus orang bisa dikalahin sama anggota Tailed beast yang hanya tujuh orang, yang perkiraannya beberapa dari mereka nggak lebih muda dari Sai sendiri. Sekarang tinggal benteng terakhir, face to face. Dia kerahin semua yang pernah diajarin ke dia, defence, attack, all kind of self defence that he knew. Dia nggak boleh nyerah, apapun yang terjadi dia akan berjuang sampai akhir.

Everyone had weakness, termasuk para brother, padahal kedudukan lagi seri, mungkin karena anggota tailed beast dah terkuras energinya. Sai liat sekelilingnya, semua brother kecuali para pion terakhir N father, dah pada nggak bernyawa, Sai yakin Tailed beast nggak akan ninggalin mangsanya dalam keadaan hidup. Lantai dimana dia diri dah tergenang darah, semua mayat emang dalam kondisi yang nggak bagus buat diliat, bagian tubuh yang terpotong, organ yang nggak pada tempatnya. Dia semakin terpojok,N tempat sempit merupakan medan tarung yang nggak gitu dia kuasai, 'till dia denger jeritan father N yakin benda yang menggelinding kearahnya juga bukan bola. Hal yang terakhir dia ingat, dia jatuh dijurang di bawah tempat itu, N semuanya gelap.

Sai buka matanya, all he see were dark sampai kegelapan itu mengabur then change into blue, mata biru indah yang mengagumkan. Sai kenal ekspresi itu karena semua brother memilikinya, yang bikin dia langsung tahu klo orang di depannya ini bukan seorang brother adalah sorot matanya yang selalu bisa bikin orang terkubur hidup-hidup, N aura yang luar biasa suram.

"Are you japanese Sai Shimura."

..ooooooooooo..

"Tuan muda." Sai membuka matanya, jam menunjukkan 4.25 pagi, masih terlalu pagi , tapi mencoba tidurpun sepertinya percuma. Berada jauh dari tuan mudanya bikin dia ngerasa nggak nyaman banget. Sai bangun ganti baju tidurnya pake baju hitam yang emang sudah jadi trademarknya dia, ngambil kunci mobil then jalan ke arah troop area, tempat dimana mobil tuan mudanya parkir, Sai langsung aja nginjek pedal gas menuju rumah sakit Konoha. Sampai di rumah sakit Sai langsung menuju lantai teratas, saat seperti ini dia tahu dimana tuan mudanya sekarang. Bener perkiraannya, Kyuubi lagi ada di dalem kamar Minato Namikaze, tidur di shofa dengan keadaan tenang. Sai senyum, emang dia nggak akan pernah bisa jauh dari tuan mudanya, lalu berjalan ke arah pasien penunggu kamar luas ini.

"Bagaimana khabar anda tuan besar."

Kyuubi bangun karena dia dengar percakapan, sepertinya jadwal pemeriksaan pagi. Mencoba duduk N ngumpulin semua kesadarannya, tirai pembatas yang mengarah pada tempat tou-sannya ditutup.

'Jadi bener pemeriksaan pagi yah. Kenapa juga sih nggak bisa lebih tenang, ganggu tidur gw aja.' Pintu kamar itu kebuka nampilin Sai yang lagi pegang nampan.

"Anda sudah bangun tuan muda, ini saya bawakan sarapan." Kyuubi langsung ngambil apa yang ada di atas nampan, dua tahun hidup sama Kyuubi dah bikin Sai tau semuanya yang nyangkut tentang Kyuubi, hal itu termasuk sarapan kesukaan Kyuu. Toast penuh madu, jus red grenade N apel merah fresh, gitu semua selesai Kyuubi jalan keluar kamar. Belum sempet pintu lift tertutup tangan pucat nahan. Keliatan sosok ramah yang selalu tersenyum seperti Sai, Kabuto Yakushi, asisten, tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Orochimaru Namikaze.

"Maaf Kyuubi-sama, Tsunade-sama meminta anda untuk menemui beliau di kantornya. Katanya masalah penting." Mereka berdua akhirnya jalan ngikutin orang berkacamata ini, menuju ruangan paling ujung di lantai itu.

"Sekali lagi maaf Kyuubi-sama tetapi Shimura-san diminta menunggu di luar." Sai keliatan terkejut, dia nggak pernah diminta ninggalin tuan mudanya sendiri, ada apa ini.

"Lo tunggu disini Sai."

"Baik tuan muda." Kyuubi masuk keruang itu sendiri, Kabuto juga menunggu diluar. Sepertinya masalah internal yah. Dua orang beda gender duduk saling hadap, Tsunade N Orochimaru. Kliatannya Kyuubi agak tau kenapa dia dipanggil.

Tsunade keliatan marah klo Orochimaru dari dulu emang nggak punya raut wajah bahagia, jadi lebih kearah bosan.

"Bisa kau jelaskan berita ini Kyuubi?" Tsunade membaca sebuah koran online pagi, nunjuk judul di koran itu. Yah apalagi klo bukan berita kelima makluk brengsek itu.

"Jelaskan apa? lo berdua jenius kan? Nggak usah gw kasih tau juga pasti kalian dah ngerti." Orochimaru berdiri terus mandang Kyuubi, ngomong.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan Kyuubi?"

"Gw mau anak itu, gw bawa ke Irlandia." Bicara apa bocah ini, bertanggung jawab soal dirinya aja masih belum bisa, sekarang malah mau ngurus anak kecil korban trauma pula. Masalah ini cukup serius, orangtua salah satu makluk yang di bunuh Sai kemarin merupakan seorang yang punya posisi penting di dunia bisnis, meski posisi mereka jauh di bawah Namikaze, tetapi ini merupakan ancaman serius.

"Namikaze merupakan nama keluarga yang disegani di seluruh dunia, tapi bukan berarti kita kebal hukum Kyuubi. Tak akan ku biarkan kau menghancurkan kerajaan ini dengan sikap kekanakanmu itu. Dan bersikaplah dewasa." Orochimaru sedikit naikin suaranya, dia bener-bener nggak bisa mentolerir hal ini. Stunade mijit pelipisnya, kerasa pusing sama masalah ini.

"Kau belum cukup umur Kyuubi, kau masih dibawah pengawasan kami, kau tak bisa membawa anak itu begitu saja. Ini sudah keputusan kami berdua, bocah itu akan dibawa ke pusat rehabilitasi. Dia butuh itu Kyuubi."

"Gw nggak butuh kalian berdua." Orochimaru mulai jengah.

"Cukup Kyuubi Namikaze, Kabuto masuk." Kabuto yang mendengar perintah langsung masuk N ngasih dua amplop ke Kyuubi, terus jalan kebelakang Orochimaru.

"Jika kau masih ingin melihat anak kecil itu, lagi, kau harus patuhi perintah kami." Orochimaru plus Kabuto jalan keluar ninggalin Tsunade N Kyuubi disitu.

"Kau tak bisa memiliki bocah itu sekarang Kyuubi, dan lagi kau tahu kan apa yang akan dilakukan Orochimaru kalau kau nekat, Jiraiya juga sudah mengetahui masalah ini. Dan lagi Kyuubi, bagaimana kau bisa membesarkan seorang anak jika sikapmu saja masih seperti ini, dia korban, Kyuubi dan itu buat tugas seorang wali menjadi lebih sulit. Kau harus pikirkan perkataanku jika kau masih menginginkan bocah itu. Mulai saat ini kau akan dijaga ketat oleh para ANBU. Aku janji akan merawat bocah itu. Semoga perjalananmu menyenangkan Kyuubi." Kyuubi jalan keluar diikuti Tsunade, dia kalah telak N masih nggak percaya dia nyerah sebelum bertanding. Sai yang liat tuan mudanya kawatir banget, mata biru itu keliatan jelas nahan sakit.

"Kau harus menjaga tuan mudamu Sai, dia akan sangat butuh itu. Jangan pernah biarkan dia mengambil keputusan bodoh."

"Baik Tsunade-sama."

Kyuubi n Sai pergi ke arah bandara balik ke Irlandia. Nggak cuman sendirian sih, mulai sekarang Kyuubi akan selalu diikutin sama ANBU, troop khusus Namikaze's family.

TBC

Chapter dua selese, fiuh. Masih nyoba moga aja alurnya nggak kecepetan.

Keliatannya mulai chapter depan deh, orang yang punya hububungan sama Naru-kun baru muncul. Tapi kami bingung, kan nggak setiap chapter ada bloody-bloodynya. Ini kan bukan fict gore or thriller. Di fict depan kayaknya si Gaara manis muncul deh, love u Hyu. Plus kayaknya settingnya pake time machine deh, lonjat-lonjat gitu. Nggak tau juga deh, kan yang bikin coretan Hyu. Klo menurut Qynt sih kayak gitu, tapi chapter 3 lebih pendek. Kami masih bingung, moga-moga aja nggak WB.

Seperti biasa klo ada pertanyaan, akan Qynt N Hyu jawab, klo bisa.

Eh Hyu, kita dapet review tu. Bales yah

(Hyu: serah lo)

Ah Hyu curang, masak ide fict bikinan lo dah ada yang ngefave sedang punya Qynt, nggak tambah riview(nangis cabai rawit). Tapi thank's ya, Qynt ikut seneng.

Yah kan emang ceritanya begitu, tapi tenang di chap ini nggak jadi kan. Maksudnya di cerita ini Kyuubi tu bukan beneran bokapnya Naru, kan hubungan yang dipunya sama Kyuubi kan cuman sama bokapnya yang masih koma. Jadi dia pingin Naru jadi anaknya, biar nggak ngerasa kesepian kayak Kyuubi. Klo bokap beneran mana bisa kan selisih umur Naruto N Kyuubi cuman 6tahun, nggak mungkin banget dong. Tapi menurut kita berdua Naruto nggak menderita banget tuh, chap depan deh, okay.

Manggilnya ehm,… apa yah. Qynt aja deh, Hyu nggak usah diikutin, kan yang bales review Qynt, nggak Hyu jahat itu. Nggak ding bercanda manggilnya HaQi aja.

Salam kenal juga.

Kayaknya nggak bisa, soalnya ini dah dibikin sama Hyu, jadi klo pake EYD nggak mungkin deh, maaf yah.

(Q : Kenapa Qynt ngerasa orang lain mikir ini fict gore, kita salah kasih genre kali, Hyu?

H : we're not, not even an inchi. Gore tu lebih sadis dari apa yang gw buat.

Q : tapi kan lo masuk kategori sadis orangnya.

H : suspense nggak meski gore, gore juga nggak meski suspense, kata suspense aja berarti sesuatu yang nggak terduga, penuh teka-teki

H : klo gore menurut gw sih, tingkat bloodinya parah, masalah mutilasi, pokoknya yang nggak punya hati banget deh charanya, terus nggak pake teknik, jadi bunuh cuman buat pelampiasan doang, whithout a reason.

Q : tapi kan tingkat kesadisan tiap orang beda.

H : banyak ngomong lo, ngetik aja sana.)

Sebenernya Qynt ngasih ide pake bahasa Inggris tapi kata Hyu jelek, ya udah. Kata Hyu Tulip Hitam kesannya gimana gitu. Lagian arti bunga tulip kan "perfect lover" tu sih kata ahli bunga. N warna hitam kata Hyu sih warna yang nggak akan pernah mati. So Tulip Hitam mean "immortal perfect lover". Dah dapet kesannya belum, waktu Hyu jelasin sih Qynt dah dapet maksudnya.

Wah meski di chapter-chapter depan si Sasu lom muncul, tapi kita nggak bisa ganti main charanya, kan semua punya tugas masing-masing. Waktu masih diatas kan Sai ngomong klo Jiraiya nggak bisa jemput jadi dia cuman ngirim mobilnya Kyuubi (Kyuubi dah punya kunci cadangannya) yang selalu dia bawa kemana dia pergi. Lagian mobil Kyuubi tu cuman da dua di Jepang sama di Irlandia, jadi bisa aja dong.

Nggak kok, MRSA tu butuh waktu lama. Pernah ada kasus(klo nggak salah), padahal itu pasien dah terserang MRSA selama seminggu, tapi kulit kakinya yang kemakan nggak parah-parah banget. Namanya juga fiksi, gw tambahin efek dramatisasi nggak ada yang ngesue kan.

Pokoknya jarak umur Kyuubi N Naruto 6 tahun. Terus Sai N Kyuubi seumuran. Manggil kami HaQi aja oke.(thumb up)

This fict were not angst or gore, sorry klo dah ngecewain.

Di fict ini bakalan ada drama, friendship, romance, humor, hurt (meski semuanya parah solnya gw nggak ahli klo masalah kayak gitu, jadinya hasilnya garing deh)

Nama gw bukan Indah, terima kasih banyak

Thank's yah, dah pada riview.

ANOTHER REVIEW PLEASE.