Warn: klo lagi sedih jangan baca chapter ini dulu, melow-melow gitu deh isinya.

Lebay gitu deh, sappy-sappy gitu.

We warn you.

Ini merupakan chapter terpanjang ever, by us. Masih mau baca?

TULIP HITAM

BACKSOUND : OST NARUTO SHIPPUDEN 13-SOLITUDE

CHAPTER 5 : WOUND

Sasuke lagi tidur di kamar no.AIII, sekarang dah jam enam pagi. Tadi sih tidurnya baik-baik aja, nafasnya normal tapi sekarang berubah kayak habis lari marathon, tubuhnya basah kayak nyebur air padahal cuman karena keringetan doang. Nggak lama Sasuke bangun, kerasa ngos-ngosan, he had a bad dream, no it was a worst nightmare. Jantungnya detak diatas normal, N inget sama mimpi yang dia alami barusan semakin buat keadaannya tambah parah, meski mimpinya berdasar yang dialamin dulu, tetep bikin dia ngerasa kesakitan setengah mati.

FLASHBACK.

"Kau kenapa Otouto?" Sasuke terus aja diem, makanan yang ada di piring sama sekali nggak kesentuh sama sendok, garpu, tangan or whatever thing. Ngerasa bosen N sebel, gimana enggak, hari ini hari libur tapi malah dia nggak bisa keluar rumah, acara keluarga buat dia ngebatalin rencananya sama duo kakaknya. Makin jengah aja dia pas waktu sekarang, meski semua yang hadir bermarga Uchiha, mereka semua berisik. They were disaster, bahkan Sasuke lebih milih buat dikeroyok sama para fansnya disekolah dibanding klo meski semeja sama para sepupunya, their loud melebihi ratusan anak ayam yang dibakar hidup-hidup. Tangannya di sembunyiin dibawah meja, ngepal nahan marah.

Koyuki duduk disamping kanan Sasuke, agak kasian juga klo ngeliat adik imutnya ngerasa tersiksa kayak gini, sebenarnya dia juga ngerasa nggak nyaman klo disuruh makan semeja sama semua sepupunya, tapi mau gimana lagi dia nggak bisa nolak."otouto," Mana acaranya masih lama lagi, padahal dari pagi Sasuke belum makan. Koyuki nengok sebelah kanan ngeliat Itachi yang stay cool seperti biasa, padahal tau banget dalamnya pasti cursing habis-habisan, self control punya Itachi emang sebanding sama tou-san mereka. Koyuki megang tangan Itachi.

"Itachi-nii, sasuke…" Ngomongnya ngambang. Meski mereka berdua saudara kembar, Koyuki respect banget sama Itachi. Itachi ngelirik kearah Sasuke terus ngasih senyum manis ke arah Koyuki.

"Tenang aja Yuki-chan, serahin semua sama gw." Koyuki masih megang tangannya Itachi.

Nggak lama itachi nundukin kepala, ngirup nafas panjang beberapa kali, habis itu nafasnya kedengeran pendek-pendek, sekarang ganti Itachi yang megang tangan Koyuki, tangannya panas. Makin lama kliatan klo Itachi kayak nahan sakit, nafasnya makin pendek N keringetan dingin dah ngalir turun lewat pipinya. Desisan keluar dari mulut Itachi, pelan sih tapi Koyuki denger jelas N pegangan Itachi juga makin keras. Mau nggak mau Koyuki ngerasain sakit juga, ngeliat saudara kembarnya kaya gitu. Sasuke yang ada di sisi yang lain bingung juga liat reaksi nee-channya, kayak nahan sakit.

"BRUUGH"

Badan Itachi ambruk keatas meja makan, mukanya merah N kliatan banget lagi kesakitan. Semua orang panik, gimana enggak Itachi terkenal anak yang kuat, mentally N physically. Jadi nggak gampang banget dia collaps kayak gitu. Fugaku yang tahu kejadian itu, cuman bisa ngehela nafas, dah tau tabiat anak-anaknya. Nyuruh para pelayan buat ngangkat tubuh Itachi, terus aja dia merhatiin ternyata Koyuki N Sasuke jalan dibelakang, Fugaku masang senyum, Itachi emang bener kebanggaan Uchiha.

Habis nidurin Itachi di kamarnya, para pelayan itu pergi, nggak lama suhu tubuh Itachi turun, keringat dah berhenti, mukanya lama-lama jadi balik nggak pucet lagi N buka matanya. Meski kepalanya rada nyut-nyuttan tapi sebanding lah, lagipula tou-sannya juga nggak ada disini kan, mereka bisa bebas sekarang.

"Apakah kau baik-baik saja Itachi-nii," Koyuki ngeliatain saudara kembarnya kawatir, ayolah meski tahu semua itu cuman acting tetep nggak nyaman kan ngeliat kembarannya nahan sakit.

"Tenang aja Yuki-chan, cuman dikit pusing kok, Sasuke cepat ganti baju, kita pergi."

"Iya aniki." Sasuke pergi kekamarnya, ninggalin Koyuki N Itachi.

Nggak lama mereka bertiga dah ada di luar rumah, kabur lewat jalan sempit, dibilang jalan nggak juga sih, cuman papan kayu seukuran lebar 30cm yang dikaitin ke balkon N pohon yang ada di samping kamar Itachi, terus turun pakai tali yang diiket dipohon yang dahannya dah ngelewatin tembok pagar, yang tingginya 4meter. Manggil taksi mereka ke pusat kota deh.

Sasuke dah baik moodnya dari tadi, saat kayak gini emang bisa buat ngilangin stress, meski diantara bertiga cuman Koyuki yang agak banyak omong. Pemberhentian pertama butik.

"Berapa lama Yuki-nee belanja aniki?"

"Kayak lo nggak tau Yuki-chan aja. Paling cepet satu jam." Koyuki dah senyum-senyum sendiri dari tadi ninggalin duo saodaranya dibelakang. Klo pas kayak gini sifat sopan yang selalu dipakai sama dia ilang, bahkan dia bisa cursing klo barang yang dah diincer diambil sama orang lain, klo perlu ngamuk.

"AH…YOHJI YAMAMOTO COLLECTION KELUAR." Denger teriakan Koyuki didalam butik buat duo Uchiha laen langsung lemes.

"Sepertinya dua jam nggak cukup." Mereka berdua nggerutu bareng. Meski tiap belanja mereka nggak perlu bawa barang yang mereka beli cause langsung diantar kerumah, tetep aja nunggu itu bikin jengkel. Itachi N Sasuke langsung nuju ruang tunggu yang dah disiapin di butik itu, nyamanin duduknya, Sasuke ngeluarin PSPnya N Itachi dah mulai ndengerin musik lewat I-podnya. Mereka berdua dah nggak nyambung sama dunia luar klo dah gini, nggak denger juga Koyuki yang ngamuk-ngamuk soal baju yang katanya dibuat cuman satu ternyata ada yang ngembarin.

Untungnya sesi belanja nggak lama, gara-gara masalah produk masal or apalah namanya itu. Mereka bertiga nglanjutin jalan-jalannya. Second destination toko barang-barang antik, nggak sembarang toko barang antik sih. Klo dibagian depan emang kayak toko barang antik yang laen, tapi gitu nyerahin kartu member royal, you'll got all access. Semua barang yang aneh even outsider never knew or think they were ever created. Mereka mulai naik lift barang, Koyuki keluar di lantai dua yang isinya kebanyakan perhiasan N lukisan. Sasuke keluar di lantai tiga yang isinya senjata, N Itachi keluar di lantai empat, lantai teratas yang isinya the rare thing.

Koyuki mulai liat-liat benda yang ada. Semua lukisan yang masuk sini berumur 100tahun lebih, meski nggak semua berasal dari famous artis, tetep aja yang dijual punya mutu tinggi. Dia berenti pas di depan lukisan gede yang isinya cowok blonde yang punya rambut panjang, rambutnya diiket persis kayak Itachi meski cowok blonde ini punya rambut lebih panjang. Cowok ini pakai pakaian yang serba hitam, dari kemeja, celana, sepatu N nggak terkecuali jubah satin dual warna merah-hitam yang nutupin sisi belakangnya dia. Posenya rada bungkuk, kakinya rada nekuk soalnya lagi ngelus hewan di sampingnya, makin unik lagi hewan yang dielus sama dia hewan aneh, badannya segede singa afrika tapi diliat dari modelnya kayaknya ini hewan masuk family rubah deh, bulunya panjang merah terang hampir orange malah, N hewan ini punya sembilan ekor. How fascinating.

Sasuke yang ada di lantai dua berenti di bagian middle part, bagian ini terdapat senjata yang ukurannya nggak kecil or nggak gede, dalam ukuran N berat. Muter-muter nyari barang bagus, berenti pas dibagian triple blade(itutuh yang mirip trisula, yang kayak garpu). Senjata yang tangguh buat nusuk or cuman ngores, sayang nggak bisa slice. Triple blade yang da ditangannya sekarang perak murni, buatan 1780.

"Yang anda pegang adalah Moon Crave, Uchiha-san." Orang yang tadi diem ja di pojokan akhirnya nyamperin juga, tiap lantai ada beberapa penjaga yang kusus buat nemenin pelanggan kayak gini, tapi biasanya sih nyamperin klo para pelanggan dah ngerasa tertarik or di panggil, sebelum itu mereka cuman bisa diem di ujung ruang.

Kayak yang dibilang tadi dimensi MoonCrave panjang 30cm, berat 2,7 kg, pegangannya terbuat batu onyx terus di satuin sama perak di luarnya, asal mula namanya ada di tengah pas di potongan triple blade N peganngannya, bentuknya heksagonal dalemnya ada kayak batuan yang katanya dari bulan, gitu malam dateng batu yang ada di situ bakal nyala kayak moon.

Di lantai teratas Itachi lagi megang benda unik. Bentuknya bulat terbuat dari kaca, punya diameter 15cm. Kacanya transparan jadi benda yang didalem kliatan jelas banget. Klo nggak tau ini benda apa orang biasa bakalan jijik klo liat. Di dalem kaca itu ada rangka telapak tangan utuh, semua bagian tulang nggak ada yang ilang, warnanya putih bersih. Rangka tangan itu kayak lagi nggenggam bola mata, tapi ngambang. Warna bola matanya juga unik, merah darah.

"Ini pesanan anda Itachi-sama, kami membutuhkan banyak waktu, semoga tidak mengecewakan, maaf sudah menunngu lama."

"Anda menemukannya, mulai sekarang toko anda akan mendapat ekstra pelanggan, saya jamin itu."

"Terima kasih Itachi-sama." Orang yang dari tadi nemenin Itachi ternyata ownernya toko ini.

Meski uang yang dikeluarin buat bayar barang itu nggak masuk akal tapi sebanding menurut Itachi. Nggak semua orang tau benda apa ini, termasuk yang punya toko. Bakal jadi berita heboh N semakin nambah masalah. Tangan N mata yang ada di dalem kaca ini milik pendiri klan Uchiha, yang mayatnya dicuri nggak lama dari hari kematiannya. Orang terkuat sepanjang sejarah klan N punya kekuatan mata iblis yang disebut saringan. Dua tahun lalu sang kakek, Madara Uchiha ngasih dia perintah buat nyari sisa mayatnya yang katanya dah diawetin. N kakeknya bener juga.

'Ini jadi milik gw.' Itachi senyum, nggak ding cuman ngangkat bibirnya dikit. Yah cuman butuh alasan yang tepat kakek Madara bakal ngasih bola kaca tadi ke Itachi.

Habis semua masalah beres termasuk masalah pembayaran juga, mereka bertiga pergi jalan-jalan lagi, dah siang sih jadi sekalian nyari tempat buat makan siang. Padahal cuman masuk di dua toko doang, ngabisin waktu juga.

Nggak lama mereka selese makan, hp punya Itachi bunyi, nampilin nomer milik Fugaku.

"Iya otou-san…kami baru saja selesai makan…semua baik-baik saja tou-san, jangan kawatir…bisa minta perpanjangan waktu…terima kasih tou-san."

"Ada apa Itachi-nii." Koyuki liat muka Itachi kliatan rada aneh, bisa dibilang rada kesel sih.

"Tou-san suruh kita pulang, paling lambat 30menit dari sekarang." Mau gimana seobedientnya Itachi, dia tetep rasa kesel juga sih, cuman hari ini hari libur buat dia. On seven days a week, cuman hari ini dia bener-bener bebas keluar sampai jam kapanpun yang dia suka. Gara-gara acara brengsek itu dia mesti relain happy timenya, klo dia pulang berarti Yuki-chan N Sasuke otomatis ikut pulang juga, padahal cuman dihari ini aja mereka bisa seneng-seneng. Gitu denger alasan Itachi muka Sasuke jadi lebih burem dari tadi pagi, they all enjoy their happy time, kenapa tou-sannya nggak ngarang cerita aja sih, lagian klo di rumah pun nggak akan ada yang naruh perhatian sama mereka bertiga, jadi harusnya nggak adapun mereka nggak masalah dong.

"Gw nggak mau pulang."

"Maaf otouto, tapi kita harus pulang, klo nggak Itachi-nii bakal dimarahin kakek sama tou-san."

"Apa kita nggak bisa kabur aniki, para anak buah tou-san ato kakek nggak ada disekitar sini kan?" Koyuki yang denger usulan Sasuke bengong, seorang Uchiha nggak mungkin jadi pemberontak, tou-san mereka yang ngajarin mereka buat nggak pernah disobey command. Keputusan ada di Itachi, meski keputusannya nyakitin ati, dia tetep leader buat duo saudaranya yang lain.

"Kita nggak bisa langsung kabur gitu aja baka otouto, tiap gerakan kita diawasi sama mereka, meski mereka nggak ngirim orang buat stalk kita. Mereka tau posisi kita."

"Tapi aniki, kita bisa buang alat pelacaknya kan? Aniki pasti tau tempatnya dimana."

"Ikut gw, kita harus cari tempat sepi." Koyuki N Sasuke ngikutin Itachi, jalan ngekor sama cowok yang punya rambut item panjang itu. Rada lama juga sih. Mereka meski masuk keluar gang sempit, berenti yang rasanya pas buat tempat mereka meriksa apa yang ada di mereka.

Mereka berenti di tempat sepi, lahan kosong di belakang gedung, meski ini lahan kosong tempatnya asik juga, sejuk banyak pohonnya gitu. Di pinggir banyak banget pohon kayaknya sih nuju ke hutan deh. Itachi duduk di rumput ijo N ngelepas sepatunya, yang lain bengong, ngapain juga Itachi ngelepas sepatu, jam tangan juga lagi, N nggak cuman itu yang lain ikut nyusul, tinggal boxernya doang. Tangan N mata nggak lepas dari apa yang dah dilepas sama Itachi tadi, inspeksi satu-satu.

"Ehm, Itachi-nii apa yang Itachi-nii lakuin." Koyuki susah payah ngeluarin suaranya, mukanya merah kayak habis berendem di air ndidih.

"Mau buang alat pelacak, mereka nggak mungkin nanem alat pelacak di tubuh kita, so kemungkinan tertinggi alat itu ada di sekitar tubuh kita."

"Kenapa diem aja sih, ayo waktu kita kurang dari limabelas menit, sebelum mereka nemuin kita." Mereka bertiga dah mulai ngispeksi semuanya, Itachi yang selese pertama kali langsung pake bajunya lagi N bantu duo saudaranya. Nggak ditemuin apapun sih, jadi mereka nggak mungkin masang di baju yah, menarik but Itachi not that innocent, yang nggak mungkin diperiksa sama mereka bertiga cuman jam tangan, hp, netbook, dompet, sesuatu yang nggak mungkin dicuci.

"Ambil duit seperlunya, yang lain ditinggal disini."

"Tapi aniki." Itachi cuman liat kearah Sasuke pake raut muka datar, langsung buat baka otoutonya itu diem, Itachi nggak suka diinterupsi, apalagi klo dia benar.

Mereka langsung pergi dari situ, mesti cepet. Sasuke thank's banget sama anikinya, nggak nyangka aniki yang kayak robot penurut itu bisa juga nggak ngelaksanain perintahnya tou-san mereka. Jalan-jalan terus berlanjut, nggak sadar klo ada yang terus ngikutin dari belakang, mereka bertiga masuk ke kawasan sepi. Well ditaman lumayan banyak juga sih orangnya, tapi semua pada ada di bawah pohon or duduk di kursi taman, jadi dijalan masuk taman cuman ada mereka bertiga. Belum aja masuk tikungan mereka dah dihadang sama lima orang yang anehnya semua pada pake masker gas, belum aja Itachi nyerang mereka, dia dah lemas duluan, agak sadar dia liat gas dah ngelilingin mereka, gas halusinogen tingkat medium, agak sadar juga dia liat Sasuke N Koyuki dah ditangan mereka.

Gitu sadar Sasuke nggak bisa gerak, tangan N kakinya dah diiket pake tali. Tubuhnya lemes banget, mpe nyoba duduk aja dia nggak kuat. Banyak banget kardus disini mpe dia nggak bisa liat jelas tempat ini, diliat dari susunannya sih kayaknya gudang deh tapi nggak tau gudang apaan, nggak tau juga kenapa dia ada disini, padahal tadi dia masih jalan-jalan bareng sama, wait where are they, meski lemes Sasuke nyoba duduk terus nyender sama tumpukan kardus dibelakangnya, rada lega dikit gitu tau klo Koyuki N Itachi ada disini.

"Yuki-nee." Sasuke manggil nggak ada sahutan.

"Aniiki." Nyoba manggil Itachi, tetep nggak ada respon, Sasuke nyoba musatin penglihatannya, meski samar seenggaknya mereka berdua masih nafas, berarti mereka berdua masih hidup. N mereka berdua juga nggak ditali kayak dia. Apa mereka bertiga diculik, tapi kenapa ? seinget dia keluarga Uchiha nggak punya musuh klo pesaing sih banyak, tapi pesaing Uchiha nggak akan bertindak kayak gini, who N why they've been kidnapped. Gitu ngerasa dirinya rada kuat, Sasuke nyoba ngelepas iket yang ada di tangan, yang ada di depan tubuhnya, meski belom jadi master seenggaknya martial art punya Sasuke bisa dikasih nilai tujuh lah, harusnya tugas ngelepas tali nggak sulit.

Masih asik Sasuke nyoba ngelepas tali, jadinya ngggak sadar ada yang masuk. Para penculik dah pada ngelepas masker gasnya tapi sekarang diganti sama masker kain warna item, pakaian mereka aneh, kayak pakaian pekerja kontruksi, rompi warna orange ngejreng plus helm plastik warna putih, yang masuk ada lima orang N semuanya pake jin, kaos putih plus ditambah tadi.

"Kita bener-bener dapet barang bagus." Satu orang rada tinggi ngomong.

"Yup harga mereka bakal tinggi."

"L-lepasin gw, klo nggak,"

"Klo nggak apa bocah, kita dah nunggu kesempatan ini, ngancurin Uchiha dari dalem langsung ke akarnya. Madara bakal nggak terima klo kita ngambil cucu-cucu kesayangannya, gitu Madara N Fugaku hancur, sluruh Uchiha bakal ilang, destroyed in second." Sasuke nggak percaya sama apa yang dia denger, dia N duo saudaranya yang laen emang bener diincer. N itu semua terjadi karena dia.

"Lo kliatan kaget bocah, Madara dah ngancurin semua keluarga gw karena alasan konyolnya itu, well elo bakal ngasih kita banyak duit so adil jika gw ngasih tau sebenarnya. Kakek lo dah ngancurin seluruh keluarga di klan gw, in one night dia bunuh semua keluarga gw, nggak tua nggak bayi, dia bunuh tanpa ampun. Tapi keluarga gw nggak mohon belas kasihan, mereka mati secara terhormat. Cuman gara-gara tuduhan bodah yang bilang klo klan kami nyuri mayat pendiri klan Uchiha, semua keluarga gw di bantai habis, N now saatnya balas dendam. Kenapa lo diem bocah, bocah manja kayak lo nggak akan tau perasaan yang gw N saudara gw yang lain rasain, kenapa diem, JAWAB…" Sasuke cuman bisa diem aja, nggak nyangka klo kejadian kayak gini pernah ada.

Ngerasa nggak dianggep, orang yang tadi teriak di depan Sasuke nendang kepalanya kesamping, buat kepala Sasuke langsung benturan sama lantai keras banget, darah langsung ngalir dari kepala. Itachi N Koyuki masih belum sadar juga, Koyuki dikasih obat halusinogen dosis doble, lima kali lipat buat Itachi. Para penculik ini tau klo Itachi punya tinggkat imunitas tinggi, N satu dosis buat Sasuke, itu yang nyebapin Sasuke bangun duluan. Tiba-tiba dua orang lagi dateng.

"Kita musti cepet, ketiga Uchiha ini dah di cari habis mereka kehilangan jejak, mereka dah mulai nyari tujuh jam yang lalu. Kita nggak punya waktu." Orang yang tadi datang ngomong di tengah.

"Terus gimana sama si kembar itu?" yang paling tinggi ngomong.

"Mereka berdua bakal jadi beban buat kita, lagian gw yakin mereka berdua dah hampir over dosis, ayo kita pergi." Yang nendang Sasuke tadi kliatannya ketua, nyatanya gitu dia jalan, semua langsung tunduk sama perintahnya dia.

"Bawa dia keluar." Tiga penculik jalan ndeketin Sasuke, nyoba ngankat tubuhnya.

"Lepasin gw." Sasuke nyoba berontak, talinya dah dilepas, dua orang ngangkat tangannya tapi nggak lama perutnya kerasa sakit mpe kepala, nggak taunya si penculuk yang ada di depan ngirim dia bogem mentah. Sasuke nyoba kuat, dia nggak boleh lemah sekarang, bukannya latihannya selama ini juga ini, keluar dari drama penculikan. Masih nyoba berontak, n itu buat ketiga penculik tadi nggak sabaran. Sasuke mulai dihajar sama mereka gantian, kepala, leher, dada, perut, punggung,, semua bagian tubuhnya nggak bebas dari tendangan, pukulan, tinju bahkan sayatan benda tajam mampir di punggung secara diagonal, dengan itu dia jatuh, nggak kuat berdiri. Habis ketiga penculik tadi ngatur nafasnya, mereka nyeret Sasuke keluar, ninggalin Itachi N Koyuki di dalem berdua.

"Ada orang kita yang liat seragam Akatsuki, 20 mil dari sini."

"Kita musti cepet kelur dari sini, ilangin barang bukti."

Habis di seret keluar, Sasuke digletakin gitu aja di depan gudang, lumayan jauh. Samar dia kayak nyium bau bahan bakar, N makin lama makin jelas. Ketakutan jelas banget ada di wajah Sasuke. Dia nyoba bangun, tapi.

"ARGHH…" Tubuhnya sakit banget.

"Lo mau kemana bocah."

"Aniki sama Yuki-nee ada di dalem, lepasin gw-ARGHH…" Teriakan Sasuke tambah kenceng gitu sepatu boot yang di pakai sama penculik tadi nginjek bekas sayatan di punggungnya keras banget.

"Lo nggak usah kemana-mana bocah, cukup liat aja, just enjoy the show." With that api nyala gede banget, makan gudang itu. Sasuke cuman bisa teriak manggil Itachi N Koyuki, ngarep banget klo keduanya bisa bangun N keluar dari kebakaran itu.

Di dalem gudang koyuki bangun, ngerasa badannya lemes banget, sulit banget buat digerakin, tapi dia nekat, matanya coba nyari saudaranya, yang dilihat sama dia cuman Itachi, tapi dimana dia, dimana juga Sasuke? Nggak lama dia ngerasa rada anget, banyak asap N api dah masuk atap gudang. Koyuki maksa tubuhnya buat gerak ke arah Itachi, sulit sih plus nggak bisa cepet soalnya tangan N kakinya nggak bisa buat diajak kompromi. Gitu dia sampai ke Itachi api dah njalar cepet banget, dia nyoba buat naik ke atas tubuh Itachi. Ngerasa ada yang nindih, Itachi dah mulai rada sadar.

"Itachi…" Gitu namanya di sebut Itachi buka matanya, yang dia liat cuman wajah Koyuki. Itachi senyum manis banget.

"Yuki-chan…" Itachi masih senyum, masih nggak sadar sama keadaan mereka berdua.

"Itachi…ai-shiteru." Habis itu Koyuki nurunin kepalanya, nyium bibir Itachi lembut. Itachi yang masih kena pengaruh obat nggak bisa buat terus aja sadar.

"BRAGG."

Tiba-tiba aja gudang itu roboh pas lima belas menit gudang itu dibakar. Sasuke nggak bisa teriak lagi, suaranya dah habis. Otaknya kayak beku, nggak bisa nyerna apa yang ada di hadapanya. Otaknya bener-bener nggak bisa digunain. Buat dia yang ada disekeliling dia juga ikut mati. Nggak tau klo saat itu Akatsuki dateng buat nylametin dia, bunuh semua komplotan penculik itu. Sasuke nyoba berdiri, masih nggak sadar klo orang yang nginjek dia dari tadi dah ditembak sama anggota Akatsuki, dikepalanya mpe pecah. Sasuke bener-bener kayak zombi, badannya juga ikut nggak ngerasain sakit, dia terus aja jalan ke arah gudang itu, terus aja dia manggil Itachi N Koyuki, meski suaranya sebatas bisikan. Belom aja dia deket dari gedung, anggota Akatsuki ada yang ngehadang dia. Cuman satu yang diperintahin sama otaknya. Teriak.

"ANIKI…YUKI-NEE…" Kehilangan banyak darah Sasuke pingsan ditempat.

Dua hari habis kejadian itu, Sasuke bangun di kamar rumah sakit. Gitu bangun dia langsung teriak nyebut nama Itachi n Koyuki. Semoga aja ini cuman tipuan kakak kembarnya itu. Sasuke teriak N terus teriak, tapi duo kakak kembarnya nggak pernah muncul. Nggak peduli disitu ada Mikoto, Fugaku, bahkan Madara sendiri ada di situ. Dia terus aja teriak mpe suaranya serak N akhirnya nggak sanggup teriak lagi. Lama-lama habis teriak yang nguras energi, otaknya jadi bekerja juga, dia diem tanpa ekspresi.

"Aku mau bertemu aniki dan Yuki-nee, Kaa-san antarkan aku." Nggak punya pilihan, Mikoto nganter Sasuke pake wheelchair, si Sasu masih lemes sih. Kliatan banget klo semua keluarga Uchiha ada di rumah sakit ini, nggak semua sih, cuman petinggi clan aja. Madara N Fugaku ngikutin mereka berdua di belakang, jalan menuju lift nuju lantai atas. Sasuke nggak tau kenapa jarak kamarnya jauh banget sama duo kakak kembarnya, moga-moga aja mereka nggak kenapa-napa. Mereka berempat masuk, apa yang diliat Sasuke nggak masuk perkiraannya dia, even kemungkinan terburuk nggak sampai separah ini.

Badan Itachi penuh luka bakar, bodinya lebih serem klo dibanding sama makluk horor yang ada di film-film. Bagian seluruh kaki N tangannya pada kayak ngelupas N cairan merah yang sepertinya darah, ngerembes keluar, untung bagian tubuh N kepala cuman kena luka bakar dikit. Kabel banyak banget nempel di tubuhnya, di dada, leher, kepala, padahal mukanya dah hampir ketutup sama alat bantu nafas. Itachi sama sekali nggak pake baju, even hospital dress, satu-satunya yang nutup tubuhnya cuman selimut putih tipis. Mikoto yang dari tadi ngeliat keadaan Itachi mundur, nggak kuat terus dipeluk sama suaminya, nangis disana.

"Aniki…aniki kenapa fu-san, dia…" Sasuke nggak bisa nglanjutin, Madara yang liat itu, megang pundak Sasuke.

"Itachi…Itachi mengalami keracunan karbon Sasuke, jumlah karbon yang dihirup sangat banyak, untung tak cukup banyak sampai membuat Itachi juga pergi bersama Koyuki meninggalkan kita." Sasuke yang denger omongan kakeknya kaget, Madara bilang Koyuki dah mati ninggalin mereka. Parahnya lagi penyebab semua ini adalah dia, Sasuke ndiri.

"Aku mau kembali kekamarku."

END FLASHBACK

Meski kejadian itu dah terjadi dua tahun yang lalu, tetep aja rasanya kayak kemarin dia kehilangan Koyuki N ngeliat Itachi terkapar di kasur rumah sakit. Semua ini gara-gara dia, meski semua orang bilang kejadian itu nggak ada kaitannya sama Sasuke, tetep aja semua ini salah dia, klo hari itu dia nggak kayak anak bayi yang pengen banget keluar rumah, Koyuki bakal masih hidup N Itachi nggak bakalan koma sampai sekarang. Dadanya kerasa sakit banget rasanya, meski rasanya pengen nangis tetep aja nggak bisa. Sasuke liat gelas kaca, tempat dia minum obat tadi malem, gelas itu di dalem tempat plastik diatas meja, langsung aja gelas itu diambil dikeluarin dari plastik. Meski gelas ini satu-satunya hal yang bisa bikin dia luka, tapi klo nggak dipecahin jadi nggak berguna, semua surface yang ada di kamar ini empuk jadi nggak mungkin. Sasuke nyoba benturin gelas tadi kelututnya, kurang keras. Bukannya kepalanya juga masuk benda keras, tangannya masang gelas lagi langsung benturin gelas tadi ke kepalanya kenceng, hasilnya gelas tadi langsung pecah bahkan ada yang nancep di kepalanya dia, Sasuke ngambil pecahan kaca tadi N nggak nunggu lama langsung nyayatin ke lengannya.

"Maafin gw aniki, Yuki-nee, maafi gw." Sasuke nyrocos nggak jelas sambil terus nyayatin itu pecahan gelas ke kedua tangannya dia.

"Belum cukup." Sasuke mulai buka baju atasannya, dia topless sekarang. Mulai nyayatin tangannya dari pundak sampai pergelangan tangan, tangan kanan N kiri dapet perlakuan yang sama. Nggak berenti disitu dada N perut ikut juga ditandain sama dia.

Sasuke emang selalu nglakuin ini, padahal luka yang dia buat beberapa bulan lalu masih bekas. Dia selalu nglakuin ini, bagi Sasuke itu hukuman karene dia masih hidup N sehat, nggak kayak Itachi or Koyuki, padahal demua ini salahnya dia. Nggak nyangka Sasuke Uchiha merupakan seorang cutter, self injury.(how shameful)

Dia berenti gitu ngerasa tangannya dah nggak kuat buat digerakin, N ngerasa kepalanya pusing. Nggak lama dari itu, Sasuke pingsan. Darah nggenang banyak banget. Jam delapan semua pintu baru terunlock, para suster yang tugas jaga pagi dah mulai liat keadaan para pasien, plus ngasih obat kemereka. Nggak usah ditanya reaksi sang suster gitu masuk kamar yang dihuni sama Sasuke, shock, mukanya langsung pucet, badannya nggak bisa digerakin. Untung aja para penjaga yang ngliatain suster tadi langsung ndekat gitu liat itu suster nggak gerak di depan pintu. Nggak butuh waktu, Sasuke langsung dibawa ke klinik, di lantai teratas di gedung utama.

Jam sebelas Naruto dah ada di depan KCC, kabur dari guru prifatnya, oh come on, siapa yang nggak bosan belajar N duduk diam terus selama berjam-jam, bosen kuadrat eh make it pangkat sepuluh. Sebenarnya kaburnya dah mulai tadi pagi sih, bangun setengah sembilan langsung cuci muka, gosok gigi, ganti baju, terus kabur keluar apartement. Mulai pagi jalan-jalan aja dia, mancing di kolam ikan rumah sakit Konoha, maen kucing-kucingan sama Stunade 'cause ketahuan bolos hoomschooling, puter-puter di pasar festifal hunting makanan enak, N terakhir kesini deh. Ada rasa aneh gitu Naruto masuk gedung utama, but what, dia sendiri juga nggak tau. Naruto nyoba mikir, rambutnya masih shocking blond, kaos orange juga nggak papa, apalagi celana kargo khakinya kayak biasanya, liat keliling juga nggak ada yang aneh, kenapa yah? Apa jangan-jangan ada pasien kabur lagi, nggak mungkin. Naruto tetep aja jalan ke gedung C, may cuman bayangannya aja, gitu dia liat bayangan rambut merah, terus aja dia nyamperin. Hint kedua muncul, pertama perasaannya rada aneh, kedua Sasuke nggak ada, bukannya dah empat bulan ini, Gaara sama Sasuke selalu aja nunggu dia disini, meski mereka nggak pernah ngomong satu sama lain, Gaara yang selalu nyoba tidur, N Sasuke yang selalu serius sama bukunya.

"Hai, Gaara." Gaara yang masih nelungkupin kepalanya, bangun gitu denger suara Naruto. Habis itu nampilin senyumnya yang manis. Yup, poin plus lagi buat Naruto, ngajak Gaara ngomong, temenan sama dia, ngajakin dia keluar buat refresing, ngontrol emosinya Gaara, N terakhir nampilin senyumnya Gaara.

"Sasuke masuk klinik." Naruto nampilin muka bengongnya, kenapa juga Sasuke masuk klinik?

"Dia nyayat tubuhnya tadi pagi." Gaara njelasin alasannya datar banget, Naruto mikir klo dia gagal total klo soal bangunin simpatinya Gaara.

"Tanekyou-san, ada yang mengunjungi anda, sebentar lagi dia kesini." Suster yang biasa jaga di depan pintu taman ndeketin, Habis itu suster itu pergi. Nggak lama dari itu ada yang jalan ndeketin mereka. Klo dari tempat mereka berdua nggak jelas banget siapa itu orang, weird, hari gini pakai jubah hoodie, siang-siang lagi, jalannya makin deket, gitu sampai di depan Naruto N Gaara, itu orang buka Hoodienya. Reaksi mereka berdua kayak ketemu hantu. Rambut merah itu.

"Nggak mungkin." Naruto N Gaara ngomong bareng. Nggak percaya sama apa yang diliat sama mereka.

"Hai, otouto." Sumpah penampilannya mirip Gaara banget, rambut, muka, warna kulit. Bedanya ini orang lebih tinggi N rambutnya panjang rapi, nggak spike kaya Gaara, rambutnya dikuncir setengah, yang lain disisain, pakai celana kain coklat gelap N kemeja safari hijau army. Mukanya juga ramah. Gaara nggak ngomong lagi, nggak tau, terlalu shock mungkin.

"Kau pasti temannya Gaara."

"I-iya, nama gw, eh, namaku Naruto, salam kenal, a-aku temannya Gaara."

"Shukaku Tanekyou, kakak Gaara, senang berkenalan denganmu, Naruto." Naruto mamerin gigi putihnya, jadi ini kakaknya Gaara. Matanya beralih ke Gaara yang nggak kedip dari tadi. Pasti Gaaranya juga lama nggak ketemu kakaknya.

"Eh, maaf Tanekyou-san, gw, eh aku harus pergi, permisi, sampai besok Gaara." Naruto ninggalin Gaara. Siapa juga yang mau jadi nyamuk, pasti Gaarakan pengen bareng sama kakaknya sekarang.

Naruto jalan keluar gedung C, mau liat keadaan Sasuke, rada hati-hati juga sih, takut ketahuan Shizune, bisa-bisa dia disuruh pulang lagi, terus ketemu sama guru privatnya lagi, enggak mau. Ngerasa nggak aman lewat lift, Naruto jalan lewat tangga darurat, tujuh lantai, uh-huh. Naruto dah tanya suster jaga dibawah tadi, jadi dah tau kamar Sasuke, lagian di klinik kamarnya nggak terlalu banyak, meski nggak tau kamar Sasuke pun dia bisa cari sendiri. Habis nyampai, Naruto ketuk pintu.

"Hei, Sasuke. Dah baikan?" Naruto nylonong masuk gitu aja, ngeliatin Sasuke yang nggak ngrespon dari tadi, what happen with him. Sasuke make hospital dress sekarang, tangannya penuh perban, tangan kiri kehubung sama infus, tangan kanan kehubung sama kantong darah. Posisi Sasuke nggak ngenakin banget, posisinya kayak dia meluk lututnya ndiri but tangannya nggak bisa buat meluk lututnya, kepalanya ditaruh diantara lututnya, his hand were laying beside his body. Naruto jalan semakin deket. Rasanya ada yang aneh deh sama Sasuke, tubuhnya gemetaran, tapi suhu ruangan nggak dingin, biasa aja. Apa jangan-jangan Sasuke nggak suka bau obat kayak dia, rumah sakit sometime bisa lebih serem klo dibanding kuburan sekalipun. Naruto mikir option kedua, berikutnya dia nggak mikir apa-apa, tangannya kerasa gerak sendiri, nyentuh punggung Sasuke N ngusap pelan.

"Sasuke?" Ngerasa ada yang ngusap punggungnya, Sasuke ndongak.

"Yuki-nee…" Naruto rada bingung sih, tiba-tiba aja Sasuke dah ngelingkarin tangannya ke pinggangnya Naru, terus naruh kepalanya kedadanya Naru.

"Maafin gw Yuki-nee, maafin gw." Sasuke nangis, ngulang-ngulang terus apa yang dia omongin. Meski Naruto bingung setengah mati soal keadaannya, dia tetep berusaha buat nenangin Sasuke. Lama juga sih, gitu isakan nggak keluar dari mulut Sasuke, Naruto nyoba manggil.

"Sasuke?" Nggak ada sahutan, Naruto nyoba nggerakin tubuhnya dikit, nggak ada respon, akirnya dia nyoba buat liat muka Sasuke, nggak taunya ini cowok tidur.

"Naruto?" Mau nggak mau Naruto kaget juga, nggak ngerasa klo ada orang yang masuk kamar lagi. Shizune bantu Naruto nidurin Sasuke, habis itu mereka berdua ke kantor Shizune.

Bener deh pikiran Naruto sebelumnya, meski muka Shizune kliatan baik N ramah tapi klo dah ngamuk, nggak jauh beda sama Tsunade. Dikantornya, Naruto dicuci mpe bersih, nggak pake sabun or deterjen, cukup mulut. Naruto duduk pasrah aja, klo dia ngelawan bisa-bisa Tsunade dipanggil kesini lagi, nggak terima kasih, dia masih trauma sama tali kekang rumah sakit. Selanjutnya ada dua orang masuk, man in black alias pasukan ANBU. Kenapa juga mereka kesini.

"Tsunade-sama mengutus mereka untuk menjemputmu Naruto, beberapa hari ini kau akan tinggal bersama Tsunade-sama, maaf Naruto."

"APA, bibi Shizune tau kan klo nenek Tsunade nggak suka sama gw, bibi Shizune kejam, ini namanya ngasih gw ke mulut ikan lele, nggak bikin mati tapi nyakitin. GW NGGAK M-mphh." Dah dibawa paksa sama ANBU deh Naru, tangannya diiket, mulutnya ditutup pake selotip.

Gitu mereka sampai mobil, ternyata nggak cuman dua, tapi empat ANBU. Satu nyupir, satu duduk didepan, dua lagi duduk dikanan N kirinya Naruto. Duh, males banget nggak sih, gimana dia bisa kabur coba, lagian Namikaze's Resident tuh jauh, mana dia nggak ngeh lagi rute jalannya. Damn.

'Sial banget sih, padahal kan gw cuman bolos doang, kenapa sampai heboh begini coba. Pake acara gw dibawa ke nenek Tsunade lagi, padahalkan tadi pagi gw dah berhasil kabur dari dia. Masak ngomel-ngomel lima jam nggak cukup sih buat ngasih hukuman. Sial banget deh, berarti gw nggak bisa maen dong, nggak tau mpe kapan. Argh…sial, sial,sial. Lho kenapa berenti, kenapa juga itu mobil depan ngehalangin.'

Dari mobil depan keluar laki-laki yang pake topeng, pakaiannya item dari atas sampai bawah, para ANBU didalem mobil kliatannya dah pada posisi siaga. Topeng orang itu aneh, topengnya warnanya putih terus senyumnya lebar banget, muka senyum yang aneh. Tiba-tiba aja laki-laki itu ngeluarin handgun jenis Glock 36 di masing-masing tangan N, DORR-DORR-DORR.

'Suara apa itu, nggak mungkin, tembakan, ini cuman bayangan gw aja kan, nggak mungkin ada orang gila yang mau nembakin ANBU, suara tembakan dimana-mana. ENGGAK, NGGAK MAU, BRENTI, STOP, BEHENTI, GW BILANG BRENTI, KUPING GW SAKIT. N semua berenti, gw nyoba buka mata gw, semua ANBU nggak ada yang selamet, darah ada dimana-mana, satu ada di depan setir, satu ada di depan pintu kursi depan, terus yang ada disamping gw juga dah telentang di jalan, apa yang terjadi, orang tadi mungutin pistol yang ada di samping ANBU terus masukin ke bagasi. Apa maksudnya ini, gw nggak tau, kenapa…kenapa. Orang itu terus gerak ndeketin gw, NGGAK, NGGAK MAU, LEPASIN GW, GW NGGAK MAU MATI, GW MASIH PENGEN KETEMU AYAH, AYAHHHH.'

Laki-laki tadi ngangkat tubuh Naruto terus dibawa di pundak, Narutonya terus berusaha ngebebasin diri, tapi nggak bisa, orang yang bawa dia terlalu kuat buat dilawan apalagi jalan ini sepi, nggak ada saksi, nggak ada yang bakal nolongin dia. Terus Naruto dimasukin di bagasi mobil.

Perjalanan yang ditempuh lama, nggak tau Naruto mau dibawa kemana, gitu keluar dari bagasi semua dah mulai gelap, padahal pas keluar dari KCC tadi baru jam tiga, mereka jalan lebih dari lima jam. Naruto diangkat lagi, gaya ngankat karung beras kayak tadi. Naruto dah lemes, masih nunggu apa yang ntar ketemu sama dia. Dia terus dibawa masuk ke rumah yang nggak cukup gede, suasana bener-bener gelap, dirumah ini lampu satupun nggak nyala, lilinpun juga nggak, bener-bener gelap, liat badan yang bawa dia aja nggak bisa. Habis naik tangga terus kliatannya masuk kamar, Naruto diturunin, terus didudukin dikursi. Diam, nggak ada suara, terus ada langkah kaki ndeketin dia, buka selotip yang bungkem mulutnya dari tadi.

"Lo mau ngapain gw?" Nggak ada suara, nggak ada balasan.

"Apa mau lo?" Tetep sepi, nggak ada tanggepan.

"Gw mohon lepasin gw, gw mohon, LEPASIN GW,!"

"Ssssttt." Bersamaan dari itu benda dingin kayak metal nyentuh leher Naruto.

"Gw mohon jangan bunuh gw, gw mohon, gw nggak punya salah sama elo, gw mohon lepasin gw, gw rela jadi budak lo seumur hidup, gw mohon jangan bunuh gw…" Cahaya bulan diluar rada lumayan , jadi Naruto tau bener klo yang nyentuh lehernya sekarang nggak lain nggak bukan adalah pedang, dikit aja dia gerak, pedang ini bakal nyayat lehernya. Air mata turun deres banget lewat pipinya Naruto. Gitu liat pedang itu diangkat, Naruto nutup matanya, nggak berani ngeliat klo bentar lagi dia bakal berakir disini.

Rada lama juga sih Naruto nunggu, meski nggak mau pedang tadi ditusukin ke tubuhnya, nunggu kayak gini ternyata tambah sakit, jantungnya nggak mau detak normal kayak biasa, airmatanya juga nggak berenti keluar. Lama Naruto nunggu, pedang itu diangkat lagi, orang didepannya nggak sedikitpun kikuk or whatever, gitu pedang itu turun buat bunuh dia Naruto tutup mata lagi. Pedang itu turun, turun, terus turun ke tali yang ngikat Naru, ngebukain tali. Naruto bingung, ngerasa banget klo talinya dah lepas, tapi dia masih nggak bisa gerak, bingung. Tiba-tiba ada suara yang lumayan di kenal sama Naruto.

"Sai, nyalain semua lampu." Habis denger suara itu, lampu nyala, semua jadi kliatan sekarang, termasuk sosok yang masih pegang wakizashi di depannya.

"Hai kit."

"A-a-ayah."

TBC

Wah akhirnya bisa apdet juga, fiuh…capek. Panjang banget.

Maaf yah klo ada yang nunggu fict ini, nggak tau tuh si Hyu, keasikan nonton bola dia.

Qynt dah ngomong ma Hyu soal pendiskripsian, moga ja para reader nggak pada bingung lagi, or masih kurang deskripsinya?

Soal masalah Koyuki itu, itu bukan OC loh, Hyu ngambil di Naruto movie yang itu putri dari negara salju klo nggak salah, yang jadi aktris itu lho. Koyuki manggil Itachi 'Itachi-nii' klo Sasuke manggil Itachi 'aniki', kenapa ? kata Hyu sih suka-suka aja, biar gampang ngebedain siapa yang manggil. N soal masalah yang di toko tu, may da yang rada nggak ngeh soalnya nggak da nama owner toko, or whatsoever. Penjelasannya gampang, Hyu nggak gitu suka sama insert OC, yah klo mo bikn OC brarti bikin cerita sendiri.

Soal bagian akhir flashback, kita coba kisah yang tragis, rada incest, but nggak masalah.

N soal bagian Naruto N Sasuke di klinik itu. Sasuke ngerasa klo sentuhan yang dikasih sama Naruto itu, sama persis kayak sentuhannya Koyuki. Clear?

H: N klo ada yang bingung soal gaya bicaranya Itachi N Sasuke, mereka berdua bakal pakai bahasa yang sopan klo sama orang lain, keluarganya yang lain terutama yang lebih tua, they were from royal clan anyway. Uchiha's prodigy.

Buat yang baru pertama kali ngasih review salam kenal, jangan bosen yah ngasih reviewnya. Review lagi, review lagi, review lagi

Banyak ya, yang suka sama Kyuu. Apa jangan-jangan sukanya 'cause, outhor laen yang bikin Kyuu kliatan keren?

Plot yang berkembang terlalu jauh, masa'?

Q: emang jauh dari plot gitu ceritanya?

H: gw berusaha buat ceritanya alurnya pelan, nggak loncat-loncat, tiap chara gw buat punya bagian di fict ini. Klo nggak gw jelasin awalnya gimana, buat gw sih nggak papa, tapi reader bakalan bingung, lebih bingung dari kemaren, yang susah gw lagi kan.

Q: gitu yah, emang ceritanya kayak gimana sih ?

H: kerjaan lo cuman ngetik, nggak laen.

Wah klo Qynt dulu sempet sih punya account di FB, tapi dah lama banget, pas dicek sama sohib Qynt dah di block accountnya. Jadi sekarang nggak punya deh, habisnya males tiap nulis di wall selalu dapat respon nyebelin gitu, padahal Qyntkan nulisnya baik-baik, mana nggak kenal lagi.(H: Qynt, could you stop that). Ups, sorry jadi bakom ndiri. Klo Hyu dia milih masuk site community gitu deh, klo kayak YM, FB, Twet, MS, or other Hyu nggak suka, sorry yah.

Soal yang chap kemaren, yup rada-rada panas gitu suasananya, Qynt ja mpe copot kaos, tapi masih pake kaos dalem.

Apakah bakalan ada cinta segi banyak antara Naruto, Sasuke, Gaara, N Neji?

Gaara tu sukanya naruto yang kue ikan, bukan Naruto si cowok blonde hyperactive.

Naruto jadi uke ?

Itu sih tergantung, seberapa kuat Sasukenya, klo Sasukenya lemah, yah siapa tau.

Hyu belom nentuin ni fict bakalan jadi SasuNaru or NaruSasu, dia masih belum sanggup bikin lemon. Doain aja Hyu sanggup, jadinya dia bisa bikin lemon nggak perlu pake acara mual, pusing, N vomit.

H: buat para flamer, yang baca cerita gw, flame ditunggu.

N no comment soal gaya tulisan gw, every1 had their own style.

Ah nggak usah peduliin Hyu, dia emang kayak gitu. Emang bener sih gaya nulisnya Hyu emang kayak gitu, buku catatannya aja malah lebih parah dari pada ini, even temen-temennya aja suka bingung baca sms dari dia. Nggak tau tu anak gimana.

Ada yang ngerasa sebel sama chapter ini, sedih, kecewa, pengen nangis, marah ato malah ketawa?

Kami tunngu reviewnya.

Ada pertanyaan, akan kami jawab.

Thank's for all the review that we're archive, so far.

Another review please.

HaQy