(A/N)Hold on, kapan tanggal kita terakhir publish? Ehm, lama juga, buat para reader-san yang nunggu ini fict, gomen ne.

Warn again, masih inget ini rated M kan?

Meski kita nggak bikin alur cerita yang lemon or whatever it does.

Enjoy it.

TULIP HITAM

BACKSOUND : ADDICTED by SIMPLE PLAN, I'D DO ANYTHING by SIMPLE PLAN.

CHAPTER 6 : AYAH…

"Hai kit."

"A-a-ayah."

Otaknya Naru masih loading, ngeproses apa yang dia lihat. Kyuubi ada di depannya sekarang, pake kemeja putih yang lengannya digulung plus celana bahan hitam, klo style bajunya kayak gini biasanya dia nggak lama nyampe di Jepang. Wakizashi masih dipegang sama Kyuubi, nggak lama ada yang masuk ruangan itu, laki-laki yang bawa Naruto ke sini, kliatan dari baju yang dia pake, klo topengnya sih dah dia lepas.

"Jadi Sai yang bawa gw. Jadi Sai dan ayah yang, yang..." Naruto bingung mau ngomong apa lagi, terlalu shock mungkin. Dia masih ngerasa nyium darah anggota ANBU tadi. Masih ngerasa ketakutan setengah mati denger tembakan tadi, detak jantungnya juga masih belom normal.

"Maafkan saya jika dalam menjemput anda, saya bersikap terlalu kasar Naru-hime. Saya harap Naru-hime mau memaafkan saya." Ucap Sai sambil bungkuk hormat, plus senyumnya yang charming.

Maunya Naruto sih sekarang dia bisa teriak kearah mereka berdua, mau mereka apa sih ngelakuin Naruto kayak gitu, kekejaman dalam rumah tangga, jahat banget mereka berdua. Gimana klo dalam acara "penjemputan" tadi dia kena tembak, or kena serangan jantung, or pingsan, or mungkin mati. Klo sampai dia mati, dia bakal jadi arwah gentayangan terus bikin hidup mereka nggak tenang. Eh, tunggu dulu, tadi Sai panggil dia apaan, Naru-hime, petname dari mana tuh.

"Lo panggil gw apa Sai, Naru-hime. Please dong ah, gini-gini eike lekong bo, bukan perempewi, yei gimenong. Eh, maksud gw, apa-apan panggilan lo itu." Sai cuman senyum nanggepinnya.

"Anda kan putra tuan muda, jadi anda hime saya, Naru-hime."

"Iya, gw emang anak ayah, tapi lo nggak usah pake sebutan hime kali."

"Cukup acara pelepasan rindu lo berdua." Kyuubi dari tadi ngeliatin Sai sama Naruto, rada pusing sama suara mereka.

"Ayah." Meski cara "penjemputan" ayahnya rada aneh, bagaimana juga dia seneng, akhirnya dia bisa ketemu sama ayahnya. Padahal beberapa minggu ini dia sempet kecewa juga, hampir desperet malah. Gimana enggak, dia dah nunggu bertahun-tahun buat ketemuan lagi sama ayahnya tapi, Tsunade, Orochimaru, termasuk Jiraiya, ngelarang mereka buat ketemuan, even Sai aja dah nggak boleh ketemuan sama Naruto enam bulan ini, semua kabar dari Kyuubi buat Naruto dah diambil sama mereka.

"You grow kit." Kyuubi ngedeketin Naruto terus ngusap rambutnya, habis itu nampilin senyum tiga detiknya, yah Kyuubi bisa senyum tulus klo dihadapan Naruto doang.

"Sai bantu Naruto, kita berangkat satu jam lagi." Habis itu Kyuubi keluar kamar, ditangannya dah ada sebotol jus red grenade.

Sai jalan keluar kamar juga, nggak lama dia balik lagi, bawa beberapa shooping bag, yang nggak tau isinya apaan. Naruto yang ngeliatin Sai cuman bisa diam, nggak tau apa yang dia bisa bantu, lagian kata-kata Kyuubi barusan bikin dia rada bingung, berangkat satu jam lagi, kemana, mereka bertigakan, Kyuubi nggak bakalan pergi lagi kan, klo boleh minta sih Naruto nggak mau ditinggal Kyuubi lagi. Sai ngeluarin barang-barang dari box, sepatu pantofel cewek warna hitam, make-up kit, armless dress warna putih, sweater kuning gading.

"Naru-hime, tolong lepas semua pakaian anda."

"Kenapa juga gw musti lepas baju, terus itu barang-barang buat apaan?"

"Tuan muda meminta saya untuk membantu anda mengenakan semua ini Naru-hime."

"APA, maksud lo, gw suruh pake ini gitu, lo sadar nggak sih klo semua yang lo bawa tu perlengkapan cewek." Apa penderitaanya selama ini masih belum cukup, punya muka kayak gini aja dia dah nggak nyaman, bukannya nggak bersyukur, tapi kayaknya tiap orang seneng banget nyubitin pipinya, come on, dia bukan anak kecil yang suka dibilang imut, salahin hormonnya yang telat muncul. But this, you got be kidding.

"Ini perintah tuan muda, Naru-hime, atau anda ingin saya yang melepaskan baju anda." Penyakit lama Sai dah mulai kambuh nih, suka ngeflirt. Matanya kedap-kedip plus senyum nggak pernah ilang dari mukanya. Naruto jadi merinding sendiri.

"G-gw bisa sendiri." Bayangan Sai yang ngelepas baju Naruto, sukses bikin Naruto tambah pucet. LORD.

"You could keep your boxer on, Naru-hime." Yah Naruto cuman bisa nyisain boxernya, sisa baju yang lain dah dibawa Sai keluar kamar.

Pertama-tama Naruto pakai bajunya, biasa aja sih nggak keliatan over gimana gitu, bajunya emang armless N nggak berenda, di bagian pinggang ada tali warna orange yang diiket samping kanan didepan, klo di liat dari jauh sih keliatan polos kainnya, tapi klo diliat dari deket, motif bunga matahari kesebar di seluruh baju, panjangnya juga pas nutupin kaki. Habis itu Naruto di make-up sama Sai, make over habis-habisan, nggak ding bercanda, emang dari sononya muka Naruto masih alus N strukturnya juga masih anak-anak banget, jadinya Sai cuman masang fondation doang, buat nutupin bekas luka yang ada dipipinya plus lipbalm, dah deh selesai. Habis itu Naruto pakai sweater warna kuning gadingnya, ukurannya juga pas. Habis itu Sai ngebantuin Naruto pakai sepatu, 'cause Naru nggak pernah pakai sepatu cewek jadinya dipilih pantofel yang flat, supaya nggak jatuh. Sai buka kotak lagi, yang ternyata isinya wig, warna wignya sama kayak warna rambut Kyuubi, terus dipakein deh ke kepalanya Naru, panjang wignya se pinggang, dibiarin gitu aja, nggak di apa-apain, tambahin jepit warna-warni, jadi deh. Ternyata belum selesai, Sai ngambil kotak kecil yang isinya kontak lens, warnanya biru agak ijo, kayak warna irisnya Gaara, terus dipakein di Naruto. Done then.

"Dah selesai kan?" Sumpah, rasanya Naruto pengen nyobek-nyobek ini baju aja sekarang, nggak nyaman banget, mana bajunya nempel tubuh lagi. Dia jadi rindu make kaos sama celana cargo yang dipakai tadi.

"Anda terlihat sangat manis Naru-hime." Sangat manis komentarnya, yeah bite me, meski klo dia nyamar gini bakal dapet gelar miss universe, nggak bakalan dia mau, no way in hell. Tapi dia nglakuin juga kan, klo nggak karena ayahnya mana mungkin, mending dibalikin ke KCC.

Aslinya emang Naru kliatan manis banget deh, so adorable, kayak doll jalan. Apalagi sekarang tambah dia nggembungin pipinya, who could resist him, with the damn cute face, mata bulet, rambut panjang. Naruto nyoba jalan meski rasanya super aneh, thank's LORD, Sai ngijinin dia masih pake boxernya, klo nggak? Nggak lama Kyuubi masuk, dia nggak keliatan kaget, ya iyalah orang dia yang nyuruh Sai buat belanja itu perlengkapan, nggak tau gimana fit banget sama tubuh Naruto. Kyuubi jalan ngedeketin Naruto, terus dua tangannya megang leher bagian belakang Naruto, gitu selesai kalung kristal biru nggantung dilehernya.

" Gw nggak mau klo sampai kalung ini hilang. Jaga kalung ini pakai nyawa lo kit."

"B-baik ayah." Habis nunggu Sai "beresin" barang, Kyuubi N Naruto turun ke lantai satu. Penampilan Kyuubi rapi banget sekarang, rambut yang biasa berantakan dah alus, sekarang dia pakai kemeja hitam panjang, celana bahan hitam, plus bloody red tie, terakhir coat panjang warna hitam(jenisnya kayak yang dipake Neo 'the matrix'). Belom aja Sai buka pintu, tiba-tiba aja, Sai berenti, kliatannya Kyuubi juga ngerasain hal yang sama.

"Kita lewat pintu belakang." Mereka bertiga balik arah nuju dapur, belum aja nglewatin pembatas dinding dapur, Kyuubi berenti, mukanya merah nahan marah, tangannya ngepal keras.

"Kit ikut gw keatas." Nggak nunggu comand kedua, Naruto ngikut Kyuubi ke kamar yang tadi. Kenapa tingkah Kyuubi aneh banget, padahal tadi biasa-biasa aja, kenapa juga raut muka Sai jadi kayak gitu, senyum yang biasanya nangkring juga ilang(tanya kenapa ?). Keadaan juga jadi super aneh sekarang.

Muka Kyuubi kliatan serius banget, emang biasanya serius sih, but this, sangat nggak kayak biasanya. Gitu sampai kamar atas, Kyuubi langsung ngunci dobel itu pintu. At same time, Sai ada di bawah, sekarang dia pakai vest yang banyak kantongnya, nggak tau isinya apaan, dua wakizashi dah nangkring di punggungnya, disamping wakizashi ada pistol Glock yang dah di rombak ulang, disamping pinggang kiri-kanan ada rakitan kusus pistol yang isinya lethal injection n MRSA. Ditangan kanannya, Sai megang mask gas yang bisa di switch ke mode gelap plus penentu jarak objek. Lawannya tangguh sekarang, para ANBU emang dilatih N disiapin kusus buat tarung, jarak dekat or jarak jauh. Meski lawannya tangguh dia nggak boleh kalah, dia sekarang beda sama dia yang dulu, masa' latihan bertahun-tahun kemampuan dia sama aja. Sai ngambil satu pistol, terus ditembakin kearah lampu tempat dia berdiri N lampu dapur. Selamat datang di arena pertempuran saudaraku.

Gitu lampu mati, puluhan or ratusan cahaya merah nerobos masuk(ceritanya laser dong, masa' kalah sama tetangga), nggak lama kedengeran suara kaca jendela pecah, diikuti asap yang menuhin seluruh ruang dimana Sai berdiri, Sainya sih nyantai aja dia dah makai maskernya sebelum dia liat red light nembus kaca tadi. Lagian tuan mudanya juga dah ngasih kode buat nggak nyisain para lawannya entar, jadi lebih gampang kan kerjaannya.

"DHOOOM"

Kayak suara granat meledak, tapi nggak keras banget sih, sepertinya dari bahan low eksplosif. Asap pekat langsung nambahin asap yang tadi, nggak lama para ANBU yang pake seragam tempur lengkap langsung masuk, Sai nggak tau jumlah aslinya berapa, yang pasti banyak deh. Disaat yang sama dilantai atas, Kyuubi lagi asik sama laptopnya, klo Naruto dari tadi pertama masuk kamar dia dah dipasangin sama headset khusus, jadinya suara luar sama sekali nggak masuk berapapun kencengnya. Tau sendirikan klo Kyuubi ayah yang baik.

".BRUGH"

Kedengeran langkah kaki, jelas banget klo ada yang group masuk lewat dinding yang dah diledakin tadi, meski ini pertama kalinya Sai hadapan sama ANBU, tapi dia dah tau kelemahan mereka, emang sih seragam mereka dari kevlar, bahan anti peluru yang ringan tapi kwalitas no.1, but meski tubuh mereka pake bahan anti peluru, nggak gitu juga sama bagian kepala plus leher, lagian baju mereka juga bisa ditembus sama wakizashi punyanya dia, terutama bagian armpit, rada sulit juga sih, nggak lucu juga kan klo dia minta semua anggota ANBU ngangkat tangan mereka.

Sai ngeluarin pistolnya, magazine terisi penuh, N nggak sembarang isi juga, cuman pistol punya Sai yang bisa diisi peluru riffle shell kayak pelurunya laras panjang, pistolnya juga dilengkapin sama laser, sinar penentu object.

"DOR…DOR…DOR…"

Sai dah mulai nyerang, emang dia kalah jumlah jadinya harus pasang strategi jitu. Tiga tembakan dah berhasil bikin dua ANBU langsung roboh, masing-masing kena di kepala, klo satunya ternyata cuman kena leher jadi lawannya masih bisa gerak. Sai pindah tempat, nyari tempat tinggi, nggak mikir dua kali Sai langsung naik diatas almari yang ada di belakang pembatas tembok dapur, lumayan istirahat dulu.

Seluruh pasukan ANBU langsung masuk gitu denger suara tembakan, nggak cuman dari depan.

"DHOOOM"

Suara yang sama terjadi, mereka ngledakin pintu dapur, puluhan sisa pasukan ANBU lewat bekas pintu itu. Sai nggak punya jalan keluar sekarang, dia bener-bener kejebak, seluruh lantai satu dipenuhin sama pasukan ANBU.

Di lantai atas, Kyuubi masih nggak berhenti natap laptopnya, masih ngerjain apa yang dah dikerjain tadi. Naruto ngliatin ayahnya bingung, meski gitu dia nggak berani protes, nggak marah aja ayahnya nakutin gimana marah coba, yang pasti dia nggak mau tau. Ditelinganya cuman kedengeran suara musik kenceng banget, mpe kepalannya kerasa pusing saking kencengnya. Dia masih mandang ayahnya, nyoba baca mukanya si ayah, tapi nggak berhasil, Kyuubi bener-bener nggak masang ekspresi apa-apa. Tiba-tiba aja Kyuubi diri, ngambil sapu tangan plus botol yang ada di dalam tas, terus jalan ngedeketin Naruto.

"Ayah?"

Lagi, Kyuubi cuman nampilin senyuman tiga detiknya. Naruto nyoba ngerti apa yang Kyuubi omongin, dia nggak boleh ngelepas benda yang nutupin kupingnya, otomatis dia nyoba baca bibir Kyuubi.

"Apa lo percaya ama gw kit?"

Naruto bingung, ayahnya tanya apa dia percaya sama Kyuubi? Tapi kliatannya ayahnya emang ngomong gitu. Well, tentu aja dia percaya, klo enggak ngapain juga dia mau makai pakaian yang lebih buruk sama seragam pasien KCC or gaun rumah sakit ini. Naruto cuman ngangguk, otaknya emang masih belum bener sejak tadi, jadi jangan salahin dia klo otaknya nggak mau diajak kerja cepet. Kyuubi nuang isi botol tadi ke sapu tangan yang dia bawa.

"Cium!" Kyuubi bawa sapu tangan tadi kedepan muka Naruto. Belum juga Naruto bener nyium sapu tangan itu, tangan Kyuubi dah megang leher bagian belakang Naruto, terus maksain Naru buat ngirup apa yang ada di sapu tangan tadi, nggak lama, cuman lima detik habis itu Naruto dibiarin buat ngirup oksigen lagi. Tapi ada yang aneh sama tubuhnya, dia ngerasa tubuhnya kerasa lemes banget, mpe buat ngangkat tangan aja nggak kuat, dia juga ngerasa ngantuk banget, padahal sebelumnya dia ngerasa biasa aja. Habis itu Naruto dah nggak sadar, ambruk di kasur belakangnya.

"DHOOOM"

"Mereka ngerusak rumah gw, tadi dinding depan, sekarang pintu dapur." Kyuubi ngedumel sendiri, siapa juga yang nggak kesel klo rumah yang dia beli sebulan yang lalu, dirusak sama tamu yang nggak diundang, seenaknya aja mereka main bom. Untung aja Kyuubi dah masang pengaman di rumah ini, N terima kasih juga buat Sai yang berhasil banget masang jebakan. Habis benerin posisi Naruto, Kyuubi balik lagi di depan laptop.

Di rumah ini semua sistem kesambung sama laptop yang lagi dipakai sama Kyuubi, sebenarnya rumah ini punya komputer master sih, tapi sama Kyuubi terus transfer ke laptopnya dia. Dari sistem telfon, air, listrik, semuanya pake pengatur, jadi tinggal "klik" yang biasanya nggak bikin bahaya langsung berubah jadi lethal weapon. Kaya' sekarang ini, Kyuubi lagi mau bikin penumpukan beban air, jadinya nggak perlu nunggu lama. Saluran keran yang ada dilantai bawah bocor, pertama ngerembes makin lama makin kenceng, sampai muncrat kemana-mana. Rumah ini juga dilengkapi sama detektor panas, jadinya dia tau berapa jumlah pasti yang ada di bawah, semua Pasukan ANBU N Sai. Kyuubi nunggu agak lama, ngasih waktu buat air tadi nggenangin lantai yang ada di lantai bawah, gitu selesai Kyuubi langsung ngalirin semua aliran listrik ke stop kontak yang ada di tembok di samping Sai sembunyi, letaknya persis di bawah, hampir sentuhan sama lantai, pas kan?

"CETAAAK, DRZZZT,DRZZZT."

Meski aliran listrik tadi nggak fatal, paling nggak itu beri waktu buat Sai nyerang mereka semua. Sai langsung ngacungin itu pistol kearah kepala para ANBU.

"DOOR…DOOR…DOOR."

Sebagian meereka yang nggak siap ada serangan lagi, langsung ambruk, Sai nembakin pistolnya tepat diantara mata mereka.

"DOOR…" Nggak nyangka klo ada pasukan ANBU yang liat dia sembunyi, untung aja reflek Sai bagus, jadi tembakan tadi cuman lurus aja ngena tembok di belakang Sai. But ternyata yang tau tempat persembunyian Sai tadi nggak cuman satu, puluhan peluru diarahin kearah Sai, untung aja yang mereka pakai peluru biasa, jadinya rompi anti peluru yang dipakai sama Sai, bisa nglindungin tubuhnya.

'Saya tidak bisa mengulur waktu lagi, batas waktu yang diberikan oleh tuan muda hampir habis, dan juga Naru-hime, jiwa Naru-hime masih lemah, saya tidak bisa mengulur waktu lebih lama lagi.' Sai masih sibuk sama apa yang dipikirin, nggak nyadar klo ada peluru yang ngarah ke tubuhnya.

"Ugh…" Tiga peluru berhasil ngenain tubuhnya Sai, satu kena dada sebelah kiri, untung bisa ditahan sama rompi anti peluru, but nggak gitu juga sama dua peluru yang lain, satu kena leher, ampe tembus sih, jadi lumayan juga, satunya ngenain kaki, buruknya ampe kena tulang paha N pelurunya stay still disana. Sai berusaha buat nggak ambruk, klo dia masih berdiri itu artinya dia bisa menang, lagian juga nggak asik dong klo dia mati disini, not cool buddy. N again lukanya nggak serius, so stop whinning kayak bayi. Habis itu Sai ngilang lagi.

Sai ngambil nafas mau nyerang lagi, kali ni dia pakai wakizashi, but nggak juga ninggalin pitolnya, ternyata sisi luar dari pistolnya ada lekukan N pas banget buat gagang wakizashinya "klik" sekarang wakizashinya nyatu sama pistolnya, sebelumnya juga Sai dah ganti sama magazine baru, mesti ati-ati dia cuman punya kesempatan nembak 48 kali, terus juga klo bikin serangan fatal dia mesti nusukin senjatanya, leher, jantung, lambung, N kayaknya sulit, soalnya bagian dada punya pelindung berlapis, berarti tinggal di tulang belakang or klo mau bikin serangan fatal lewat punggung, tapi itu juga perlu waktu, dia nggak mungkin nyerang mereka terang-terangan, sama aja bunuh diri. Meski ketutup masknya, Sai nampilin senyum khasnya.

'Sudah 25 menit, ya kan tuan muda.' With that Sai ngeswitch mask mode malamnya ke mode biasa. At same time bola-bola kecil meluncur dari atas sebelah lampu.

"TAAAR". Lima bom cahaya meledak N sukses bikin para pasukan ANBU yang tadi masih pakai mask mode gelap jadi pada buta sesaat.

Kesempatan buat Sai nyerang balik mereka, dua ANBU berada di deketnya, langsung aja Sai nusuk tubuh mereka dari belakang, tepat bagian paru-paru N then mutus saluran nafas mereka. Wakizashi masih nancep di tubuh dua ANBU tadi, Sai langsung ngambil senjata yang ada disamping tubuhnya. Pistol yang berisi Cyclon N MRSA full loaded, nggak mesti kena orgam vital, yang penting bisa nancep di kulit dah cukup, lagipula cyclon yang digunain Sai kali ini lebih matiin, cuman butuh waktu lima belas menit buat mereka hidup. Tapi tetep aja nggak ngaruh, klo orang biasa pasti Sai dah ngabisin lawannya dari tadi, lima belas menit paling nggak buat dia bertahan. Meski gitu dia cuman bisa nyerang 12 orang dari totalnya sisa para ANBU yang masih diri.

12 peluru dah ditembakin kearah ANBU, N untungnya Sai nggak main dobel jadi peluru tadi bener-bener cukup buat duabelas orang. Sai buang pistolnya N ngambil pedang yang masih nancep tadi, Sai dah ngeswitch masknya ke mode gelap lagi. Masih ada enambelas 0rang lagi N empat diantaranya nggak kena apa-apa. Empat orang nyerang pakai katana, Sai nyerang ngegunain seluruh tenaganya, untungnya seluruh tangannya pake pelindung tangan(yang dipake ANBU di Naruto canon), jadi lumayan bisa bantu buat defencenya Sai. Satu tangan nyoba ngeblock serangan dari depan satunya dari belakang, mereka saling misah, maju lagi, kali ini Sai ngegunain tangannya buat ngeblock serangan, muter senjata yang dia pake N "DOOR, DOOR, DOOR."

Meski para ANBU pake rompi anti peluru tapi klo di serang di jarak sedekat ini tetep aja kena. Sai nyerang beberapa orang lagi. Ngehunus pedangnya ke depan, tepat di leher, langsung motong jalan udara, pedang kedua digunain dia buat tameng. Sayangnya ada yang nyerang dari atas , N berhasil ngenain lehernya Sai, meski cuman gores tapi lumayan lah, untungnya kenanya di bawah, deket bahu, jadi nggak mutus nadi utama, meski gitu darahnya ngalir lumayan deres juga. Sainya bales nyerang, gitu penyerangnya tadi nginjek lantai, Sai langsung aja ngegunain pistolnya buat diarahin ke kepala, teman lainnya maju, tapi Sai dah ngeduluin, nancepin itu wakizashi ke jantung N wakizashi satunya di gunain dia buat nyayat lehernya, dalem sih, tapi nggak terlalu dalem juga mpe bisa buat mutus itu leher.

Makin lama kepala Sai makin pusing, darah yang berasal dari luka yang tadi nggak berenti ngalir. Serangan yang dilakuin Sai juga nggak sekuat sebelumnya, N kejadian itu juga dirasain sama musuhnya Sai, ngeliat serangan Sai yang makin lemah, mereka makin nggak main-main, plus ternyata ada yang tau dimana letak Kyuubi N Naruto. Ngeliat itu, Sai makin berusaha buat ngerahin tenaganya, N akibatnya dia nggak bisa ngontrol otak N tubuhnya, buat dia semakin kehilangan darah.

Dua ANBU langsung gerak kearah lantai dua, nyari apa yang diperintahin buat mereka, bawa Kyuubi N Naruto ke Orochimaru-sama.

Sai masih bertarung dibawah, sisa ANBU masih delapan, termasuk dua orang yang ada dilantai dua, jadinya dia adepan sama enam orang(math lo makin bagus aja). Sai berusaha buat nembak dua orang ANBU yang ada di lantai dua, dua ANBU tadi dah ada didekat pintu kamar, Sai bidik kearah ANBU, but unlucky, the bullet was miss. Sai nyoba nembak lagi tapi tiba-tiba aja dua tendangan dari depan diterima sama dia, otomatis dia limbung kebelakang, untung aja di belakangnya ada tembok jadinya bikin dia nggak ambruk. But nggak tau untung pa nggaknya sih soal keadannya sekarang, dibelakangnya ada tembok so dia nggak mungkin bisa gerak mundur lagi, mouse trap or whatever it call, ternyata emang dia nggak beruntung yah. Masing-masing dari para ANBU megang dua katana, meski wakizashi dah bisa dibilang part of his body, but this, dia kalah dua puluh centi, mana pelurunya dah habis lagi, N darah yang belum berenti ngalir makin memperburuk keadaannya Sai.

Nggak nunggu waktu, para ANBU langsung nyerang Sai, enam lawan satu, fair enough or so. N gitu juga anggota ANBU yang ada di lantai dua dah siap buat buka pintu kamar yang didiami sama Kyuubi N Naruto. Nggak butuh waktu buat dua ANBU tadi buat buka pintu, sekali tendang pintu itu dah langsung lepas dari engselnya, nampilin sosok Kyuubi yang kliatan marah banget.

"Stop." Para ANBU yang nyoba masuk tadi rada kaget sama suara Kyuubi N perubahan aura yang ada di kamar, rasanya kayak dementor masuk deh(brrrrrr), meski penerangan yang ada di kamar ini dikit banget, tapi para ANBU tadi liat jelas raut muka Kyuubi, terutama matanya, iris kebiruan milik Kyuubi berubah jadi merah.

"Gw muak sama lo semua." Suara Kyuubi rendah, meski gitu bikin para ANBU tadi, ngeluarin keringat dingin.

Meski sempet terintimidasi sama Kyuubi, mereka nggak nyerah, para anggota ANBU emang disiapin buat kerja sama Namikaze family, meski dalam artian ini cuman Orochimaru yang merintah mereka, para ANBU yang adepan sama Sai N Kyuubi dari legion ular, satuan ANBU yang langsung dibawah perintah Orochimaru. Gitu mereka siap-siap buat nyerang Kyuubi, tiba-tiba aja ada benda melayang yang nggak tau dari mana.

"WUSHH…WUSHH…WUSHH…CRASHHH."

Benda yang melayang tadi langsung nancep di leher kedua anggota ANBU, yang ternyata bentuknya kayak kipas, habis itu keliatan cewek blonde muncul dari belakang. Gitu kipas yang tadi nancep di leher ANBU tadi dicabut, mereka berdua langsung roboh, ternyata selain kipas tadi dilengkapi sama blade yang tajem, ternyata punya racun juga, jadi meski klo cewek tadi ngelempar sembarangan tu kipas, yang paling enggak gores dua ANBU tadi, mereka juga bakalan mati keracunan. Cewek blonde tadi jalan ndeket ke arah Kyuubi terus bungkuk hormat.

"Maafkan keterlambatan saya tuan muda." Kyuubi nggak meduliin cewek tadi, langsung aja dia bawa Naruto yang masih belom bangun.

At same time, Sai udah terdesak, waktu lima belas menitnya belum habis, tapi dia tau dia dah nggak sanggup buat nyerang sisa ANBU yang ada dihadapannya sekarang, lelah, lack of oksigen N blood lost. Even defence aja dia nggak sanggup. Gitu para ANBU tadi maju buat nyerang, tiba-tiba ja ada suara aneh.

"NGIIIIIIIIIIIING."

Awalnya sih nggak keliatan kenapa-napa, tapi habis itu all the ANBU cover by blood, kepala mereka misah atu-atu. Masih setengah sadar, Sai liat cowok yang baru aja muncul di sampingnya, megang benda yang ternyata sumber suara musingin tadi, benda bulet rada gede yang aneh, N still benda aneh itu masih bekerja, terbukti dari suara yang dikeluarin sama benda itu, meski kecil.

"Lama nggak ketemu Sai-nii." Ucap cowok tadi biasa aja, nggak pake tanda seru or tanya, anggep aja belajar sopan, biar nggak dipecat sama tuan mudanya. Benda aneh tadi masih terus bekerja, meski dia cuman liat sekilas plus cuman penerangan bulan yang bisa bantu dia sekarang, tapi Sai tau benda apa itu, alat pemutar benang, yang kayak di alat pancing, bedanya alat ini bisa narik benangnya sendiri, N benangnya juga kusus, meski ukurannya kayak benang sutra tapi kekuatannya ngalahin benang baja, makanya mudah aja buat benang tadi motong apa aja yang ngalangin jalannya. Sai cuman bisa senyum nanggepin greeting dari juniornya, after that he pass out.

Kyuubi turun bawa naruto yang belum sadar, kenapa Kyuubi meski repot-repot bawa Naruto N nggak nyerahin ke cewek tadi, simple aja, secara nggak sengaja cewek tadi kena cipratan darah, N Kyuubi nggak mau baju Naruto yang bersih kena noda darah, palagi Naruto entar bakalan sama dia tiap waktu, he hate smell of dry blood. Keliatanya emang bener Kyuubi cuman bisa lembut sama naruto, buktinya meski dia liat Sai yang dah pingsan plus darah nggenang dibawahnya, dia biasa aja tuh.

"Lo berdua anter Sai ke tempat Shizune, habis jam sepuluh dia bakalan langsung pulang dari KCC ke apartemennya. Paksa Shizune klo dia nggak mau kerja sama, dengan cara apapun. Do it flawlessly."

"Baik tuan muda." Jawab itu cewek N cowok berdua serempak, sambil bungkuk hormat.

Meski mereka berdua dah kerja dua tahun buat Kyuubi tapi tetep aja klo Kyuubi lagi bad mood, bikin serem, auranya nakutin. Habis ngasih perintah ke kedua bawahannya, Kyuubi langsung bawa Naruto ke mobil, dia nggak mau nunggu mpe pagi, dia harus balik ke Irlan secepetnya. Habis Kyuubi ngestart engine dia langsung ngejalanin mobilnya lumayan cepet, diikuti sama mobil marcedes hitam yang nggak jauh dari Kyuubi. Gitu dua mobil tadi sudah ada di jarak aman tiba-tiba.

"DUAAAAAAAAARR."

Rumah tadi meledak, ngerusak apa aja yang ada di dalem N sekitarnya, ngehilangin jejak Kyuubi beserta anak buahnya, yang tersisa cuman mayat yang pasti sulit banget buat ngenalin identitasnya, palagi sebagian dari mereka kena MRSA. Lagian klo tau anak buahnya kalah, Orochimaru juga nggak pasti buka suara, dia kalah telak, mana mungkin dia mau ngakuin kekalahannya, lagian Kyuubi juga rada penasaran, bukanya yang bawa Naruto tadi pagi itu, ANBU bawahan Stunade, tapi kenapa legion ular yang emang dari dulu nggak pernah bareng sama legion siput, bisa tau gerakan mereka, apa mungkin emang dari awal, yang bawa Naruto emang ANBU suruhan Orochimaru, tapi kenapa juga Orochimaru mesti repot-repot, itu kan urusannya Stunade, apa jangan-jangan semua ini emang ada hubungannya sama Naruto.

"Shit, shit, shit." Mikir gitu aja dah bikin Kyuubi kesel sendiri, dia nggak akan biarin orang lain buat ngerebut Naruto lagi, misahin mereka berdua, dua tahun dah cukup buat dia ngalamin kekalahan, dah cukup buat dia nggak hidup selayaknya orang normal, no matter what happen Kyuubi bakal bawa Naruto, meski dalam acara penjemputannya dia kehilangan banyak orang, dia nggak peduli, Naruto dah jadi miliknya, N akan terus begitu, sekarang, besok or years after.

Naruto mulai masuk ke arah sadarnya, ngerang dikit, give Kyuubi alert that he's up, butuh beberapa detik buat Naruto buka matanya N butuh beberapa detik juga buat dia nyadar klo sekarang dia dah nggak tidur diatas kasur.

"Ayah?"

"Whus-up kit?"

"Kita mau kemana yah?"

"Lo tiduran aja lagi, badan lo masih lemes, perjalan ke bandara masih jauh."

Naruto nyoba tiduran lagi, at this time dia lupa klo sekarang dia masih pake dress, pakai wig N make-up lom ilang dari mukanya, badannya masih lemes N dia juga nggak tau berapa lama dia tidur, kenapa dia dah ada di dalem mobil, banyak banget pertanyaan yang muter di kepalanya, but mo gimana lagi, his body lebih milih buat tidur dibanding buat mikir, with that dia kembali ke tidurnya lagi.

Kyuubi masih nyetir N makin lama kecepatan yang dia gunain semakin tinggi, but nggak cepet banget sih mpe buat Naruto bangun. Jalanan sepi banget, in last ten minutes dia cuman ketemu sama satu kendaraan, itupun juga jalannya berlawanan arah sama Kyuubi, nggak lama hpnya Kyuubi bunyi.

"Apa perintah gw belom jelas." Kyuubi nyoba buat nahan emosinya, marah-marah sama orang yang nggak adepan langsung sama aja buang tenaga. Kenapa dia mesti punya anak buah yang nggak bisa nggunain otaknya kaya gini, masak semua urusan meski dia yang nyelesein. Terus apa gunanya dia ngebiarin mereka hidup selama ini, apa gunanya dia ngasih kesempatan buat mereka, ngasih mereka apa yang mereka butuhin.

"Lo berdua nggak bisa bawa Sai kerumah sakit, Tsunade N yang lain bakalan tau klo itu Sai sebelum kalian masuk parkiran rumah sakit, terus kalian berdua mau bunuh diri, meski Tsunade N Jiraiya nggak akan mungkin bunuh kalian, klo Orochimaru yang dapet kalian duluan, dia bakalan siksa kalian mpe mati, kalian pergi ke apartemen Shizune, dia belom tau banyak, lo ngomong aja klo kalian suruhan gw. Orang suruhan gw pernah cek kesana, dia punya persediaan darah di apartemennya. Gitu Sai sadar terus bawa dia cepet keluar dari Jepang." Duh kepala Kyuubi tambah nguing-nguing deh, mana feelingnya dia ngomong klo orang suruhan Orochimaru masih ngejar mereka lagi.

Nggak gitu lama Sai N dua bawahan Kyuubi yang lain nyampe di apartemennya Shizune. Jam nunjukin dah lewat tengah malam, meski gitu Shizune bakalan langsung bangun N langsung buka pintunya gitu dia denger ketukan di pintu, unaware banget apa yang terjadi sama dia, soal kebiasaannya yang satu ini, well dia emang punya tetangga yang teledor parah hingga sering banget terluka, so Shizune nggak kaget klo malem-malem ada yang gedor-gedor pintu apartemennya, wrong her.

Gitu pintu dibuka Shizune nggak bakal nyangka klo kepalanya diacungin moncong pistol, N bukan tetangganya yang dateng malah ada dua remaja, cowok cewek, anehnya lagi tu remaja cowok lagi bawa sesuatu yang ditutup sama selimut, selimut basah tapi kayak bukan basah air, gitu bau khas darah ngena indra penciumannya, Shizune jadi panik belum lagi dia sadar klo yang dibawa itu manusia, terbukti dari kepala yang nyembul di ujung itu selimut.

"Siapa kalian?" Shizune nyoba tenang ngadepin duo stranger itu, meski detak jantungnya nggak bisa normal-normal dari tadi, meski juga moncong pistol masih ada di depan kepalanya.

"Kami suruhan tuan muda Kyuubi, tuan muda bilang, lo bisa bantu kami." Si cewek blonde yang dari tadi ngacungin pistol ngomong, njelasin kenapa mereka kesini.

"Saudara kami terluka, dia kehilangan banyak darah." Cowok satunya ganti ngomong terus masuk nylonong gitu aja, langung aja masuk ke ruangan yang biasa buat Shizune ngerawat pasiennya, yup meski Shizune nggak punya klinik tapi dia punya ijin resmi buat praktek di apartemenya.

"Kenapa kalian bisa tau aku buka praktek disini? Apa jangan-jangan kalian…" Muka Shizune kliatan ketakutan banget, nggak nyangka klo dia bakalan di stalk mpe kayak gini.

"We're not doing such a low thing lady, tuan muda yang kasih tau kita, now could you just do your job already." Cowok tadi semakin kliatan kesel.

Nggak buang waktu, Shizune mulai ngelakuin magicnya. Pertama semua baju Sai digunting 'cause ternyata luka yang dialamin sama Sai merata seluruh tubuh, jadinya Shizune meski ngelepas semua baju yang ngehalangin kerjanya dia. Habis itu Shizune ngambil selang infus, nyari nadinya Sai N then masukin itu jarum infus kedalem N ternyata nggak cuman satu sih, satunya lagi digabungin sama kantong darah. Then Shizune ngambil injection, habis selesai ngasih obat bius ke Sai, Shizune mulai jahit itu luka, dimulai dari luka yang ada di kaki, ngeluarin semua peluru yang ada di tubuh Sai, mlester luka yang ada di leher 'cause klo lukanya itu dijahit bakalan ningkatin darah yang keluar, N yang terakhir nyuntikin plasma darah biar pendarahan berhenti. Habis semua luka tertutup Shizune ngambil baskom yang isinya air anget, bersihin badannya Sai. Sejak tadi juga si remaja cewek berada dideketnya Shizune, jaga-jaga klo Shizune ngubungin polisi or Tsunade, sedang yang cowok meriksa itu apartemen, nginspeksi seluruh daerah, mutus semua conection yang bisa digunain sama Shizune N sekalian bersiin alat penyadap N pelacak yang ternyata ada di kamar Naruto, what the…

Kyuubi N Naruto dah ada di bandara, pas masih di dalam rumah tadi dia dah sekalian ngebatalin penerbangannya N ngeganti sama penerbangan selanjutnya, sekarang dia masih duduk di lobby, duduk santai, meski gitu matanya masih awas ngeliatin sekitarnya. Klo Naruto dia nggak bisa diam meski dah duduk, badannya gerak mulu, well jangan salahin dia juga dong, dia nggak pernah pakai dress sebelumnya, for the LORD sake, dia bukan tipe crossdreser.

"Lo nggak bisa diem yah."

"He,he…" Naruto cuman bisa nyengir.

Kyuubi cuman mutarin bola matanya, dia tau klo Naruto nggak nyaman pakai dress, tapi diakan nggak punya pilihan lain, well sebenarnya ada sih, Naruto cuman dirubah warna rambut, pakai contact lens, ditutupin bekas luka yang ada dipipinya, gitu aja dah cukup sih sebenarnya. But Kyuubi malah sengaja makaen semua itu ke Naruto, yah lumayan lah perjalanan lama ada yang bisa buat dia seneng. Semakin Naruto nunjukin nggak nyamannya, semakin seneng juga perasaan Kyuubi.

'Shit, bisa nggak sih mereka nggak nemuin gw secepat ini, bisa nggak sih sekali aja itu pasukan ANBU nggak nurutin perintah para orang tua goblok itu. Mana gw sendiri lagi N again, kenapa mereka selalu punya anak buah yang selalu bisa diandelin, sedangkan gw cuman bisa dapet orang-orang yang nggak becus kerja. Mana kit masih lemah lagi mentalnya. Penerbangan masih lama lagi, shit, shit, shit.'

"Lo, gw anter ke toilet."

"Tapikan yah, Naru nggak kepengen ke toilet."

"You must!" Naruto langsung tutup mulutnya. Diliatin ayahnya kayak gini bikin suhu tubuhnya menurun, jadinya dia kayak ngerasa suhu drop berapa puluh derajat, padahal aslinya enggak.

Kyuubi nyeret Naruto ke toilet yang lumayan nggak keliatan dari lobby, para ANBU tadi untungnya belum ada yang sadar klo Kyuubi dah ngilang dari pandangan mereka N siapa yang dia seret. Naruto aja mpe meringis nahan sakit gitu lengannya dicengkeram sama Kyuubi, Kyuubinya sendiri nggak ambil pusing, enak aja mereka bisa ngambil his kit gitu aja, untungnya nggak ada yang tau kekuatan sebenarnya dari seorang Kyuubi, dia bukan hanya anak kaya yang cuman bisa main perintah, N cuman bisa manfaatin orang lain doang, Kyuubi seorang survival tangguh, make it bold N underline.

"Masuk!"

"Tapikan yah, inikan toilet cewek." Kesabaran Kyuubi habis, Naruto di pegang makin kenceng mpe Naruto ngaduh kesakitan, terus nyeret masuk, habis itu Naruto didudukin di dalem stal.

"Selain gw yang nyuruh lo keluar, lo nggak boleh keluar, apapun yang terjadi, lo tetep nggak boleh keluar, ngerti."

"I-iya ayah." Naruto duduk sambil terus ngusap lengannya yang tadi dicengkeram Kyuubi, kayaknya bakalan bekas deh, dia masih nundukin kepala nggak berani natap mata Kyuubi langsung.

"Tutup terus kunci." Naruto terus nutup pintu stal, ngerasa kurang percaya sama Naruto, Kyuubi ngunci pintu stal itu dari luar habis itu langsung keluar toilet cewek, untung aja toilet itu kosong jadinya Kyuubi nggak perlu denger jeritan histeris cewek, berdiri bentar di depan lorong masuk terus masuk toilet cowok.

Pikiran Kyuubi bener soal mancing ANBU tadi, dia tau klo bentar lagi para ANBU itu bakalan masuk, padahal sebenarnya dia cuman bawa botol ini, lucky him, ternyata yang ngikutin dia juga cuman empat orang, yang salah bukanya ANBU suruhan Orochimaru tapi sekarang ANBU suruhan Tsunade. ANBU dibawah pengawasan Tsunade nggak akan nyerang dia di depan umum meski ada kesempatan, lagian mereka cuman dikasih perintah buat bawa Naruto balik kan, meski sampai saat ini Kyuubi masih suspicious sama alasan mereka buat misahin Naruto sama dia. Dia yang bawa Naruto ke rumah sakit, yang bantu bocah itu dari kehabisan darah, even dia yang pertama kali ketemu sama bocah blonde itu. Kyuubi don't think about that now, focus okay. Buat rencananya entar, pertama dia harus ngerusak detektor asap ini.

'Shit mana pistol gw, gw tinggal di mobil lagi, tendangan gw nggak akan nyampe klo jarak ketinggian segini, klo detektor kebakaran ini nggak rusak, rencana gw bakal nggak ada gunanya, wait, well.' Cengiran licik Kyuubi mulai muncul.

"Kayaknya gw mesti maen ma debu nih, well let's start, shall we, tapi sebelum itu."

Kyuubi buka coatnya N dasi, dasinya pertama dilumurin cairan yang ada di dalem botol yang dari tadi dikantongin sama Kyuubi, N coatnya juga dikasih cairan itu sampai cairan yang ada di dalem botol tadi habis, gitu selesai Kyuubi buang pakaiannya tadi dalem tempat sampah yang untungnya tertutup N made by metal, Kyuubi ngambil sesuatu lagi kayak tabung kecil yang isinya bubuk putih patahin jadi dua N masukin lagi ke tempat sampah. Kyuubi nggak nunggu sampai reaksi, dia berdiri dideket stal, megang itu dinding stal terus naik keatas, dia dah merhatiin atap plafon dari tadi N bener ada yang beda, untungnya didinding ada semacam relief timbul jadi bisa buat pijakan sama Kyuubi, atapnya tinggi sih jadi butuh tenaga ekstra buat buka atap tadi, N dia harus cepet asap dah mulai keluar dari tempat sampah N bentar lagi detetktor kebakaran bakalan nyala gitu asap dah nyampe atap. Gitu plafon kebuka, Kyuubi langsung masuk, didalem gelap banget untungnya dia bawa senter kecil, yang emang nyatu sama kunci-kuncinya, gitu ujung senter tadi diputar, cahaya yang semula nyatu langsung mendar ke segala arah, perhatiannya langsung ke benda yang ngeluarin sinar kedap-kedip, Kyuubi langsung ngutak-atik itu detektor kebakaran, pas banget waktunya sama asap yang dah nyentuh atap, gitu selesai langsung turun dari atap tadi N terus balikin plafon tadi ketempat semula tapi dibuka dikit, dah gitu Kyuubi langsung ngelahkah ke stal selanjutnya samapai stal yang ada di ujung, terus manjat tembok yang emang banyak banget relief timbulnya, nyebrang ke tembok atas pintu, meski gitu Kyuubi meski ekstra hati-hati, kali ini dia pakai sepatu pantofel. Tiba-tiba pintu kebuka gitu dia dah nyampe di atas pintu toilet, empat anggota ANBU masuk, mereka semua pakai masker, asap yang ada makin lama makin pekat N untungnya asap tadi belum nyentuh tempat Kyuubi. Kyuubi nahan nafas terus loncat dari tembok, langsung nyerang ANBU yang tepat ada di bawahnya pakai sikunya dia, tangan satunya ngelepas paksa mask yang dipakai ANBU tadi, belom aja yang diserang jatuh Kyuubi dah makai tubuh itu buat tumpuan dia, langsung aja dia lompat, ngegunain tendangannya buat ngelawan ANBU yang ada di ujung, nggak lupa juga ngelepas masknya, masih nahan nafas Kyuubi ngelempar sesuatu lagi kedalam tempat sampah, ngakibatin asap yang keluar makin tebel, buat dua ANBU tadi kehilangan jejak Kyuubi, ternyata Kyuubi dah ada diatas pintu stal, langsung aja dia nyekek itu ANBU N nglepas masknya, terakhir Kyuubi loncat N ndarat pas di tubuh ANBU terakhir, ngegunain lututnya buat nahan itu ANBU, gitu selesai ngelepas mask dari ANBU tadi, Kyuubi langsung keluar tepat pas dia nutup pintu, detektor air mulai berfungsi ngilangin asap.

Meski tadi dia nahan nafas N cuman lima menit dia kepapar asap, tetap aja dia kena efeknya, halusinogen rancangannya dia langsung kerja nyerang saraf nggak pakai jeda, meski cuman sekali hirup tetep aja mereka langsung tepar. Kyuubi mulai ngerasa klo semua yang ada di sekitarnya ngisap dia, mana banyak durinya lagi, meski dia bikin asumsi klo semua yang dia liat nggak nyata tetep aja gitu dia gerak kerasa bener-bener ditusuk duri, gitu sampai didepan stal tempat Naruto sembunyi, nggak buang waktu Kyuubi langsung langsung nendang itu pintu stal N langsung kebuka, nampilin muka horor Naruto.

"A-ayah, ayah kenapa?" Pertama takut terus panik, itu yang dirasain sama Naruto gitu tau ayahnya yang tadi nendang pintu sekarang langsung duduk lemes, mana keringatnya ngucur deres banget lagi.

"Ambil injeksi yang ada di tas." Meski suaranya Kyuubi pelan, Naruto denger N langsung ngambil apa yang disuruh sama ayahnya.

"Masukin tabung yang ada disamping."

"Te-terus?"

"Suntikin ke gw." Naruto nelen ludah, nggak berani buat nyakitin ayahnya, meskipun tujuannya baik, tapi tetep ajakan klo disuntik itu sakit. Ngeliat tangan Naruto shaking, Kyuubi langsung ngerebut shooting injection dari tangannya Naru, terus nempelin ke lehernya dia, 'shoot'. Kyuubi mejamin matanya.

"Ayah." Nggak sadar Naruto nangis di depan Kyuubi.

"Hapus tu air mata, jengah gw ngeliatnya."

"Ta-tapikan Naru kawatir sama ayah."

"Kawatir-kawatir N again, lo panggil diri lo Naru, meski pakaian lo kayak gini nggak mesti juga lo jadi cewek, mana gw lo itu." Naruto cuman cemberut aja dengerinnya, tadikan dia bener-bener kawatir banget sama ayahnya.

"Cepet bangun, dah mepet nih waktunya, lo mau ketinggalan pesawat." Naruto kaget, gimana caranya Kyuubi bisa sembuh secepat itu, mana sekarang dia dah megang pintu toilet lagi, kapan dia nyampai sana. Naruto garuk-garuk kepalanya, terus nyengir lebar. Tapi habis itu Naruto nggak bisa nyengir lagi, soalnya lengannya dipegang sama Kyuubi terus diajak lari ke gate9, tempat dimana pesawat mereka ada.

Saat dimana Kyuubi N Naruto lagi ada dipesawat, Sai belum sadar juga, mereka bertiga nggak ada yang tidur karena ngejagain Sai, tiap lima belas menit Shizune selalu meriksa keadaanya Sai. Mereka bertiga dua jam nunggu Sai, sehabis di obatin sama Shizune. Diantara mereka bertiga nggak ada yang rileks, Shizune meski nyoba buat tenang tetep aja ngerasa diintimidasi, gimana enggak dua remaja didepannya santai banget bersihin senjata mereka yang jelas banget penuh darah, terus pikirannya ke remaja yang satunya, remaja yang orang bertiga ini selalu sebut jadi tuan muda. Anak yang mempunyai warna rambut merah terang kekuningan, bocah sengak yang kerjanya selalu main perintah, yang selalu ngamuk klo perintahnya nggak jadi N selalu mentingin diri sendiri, well itusih pendapat Shizune soalnya dia ketemu Kyuubi, pas Kyuubinya seumuran sama Naruto, huh jadi kepikiran sama Naruto dia, sekarang bocah itu lagi ngapain yah?

Satu jam sesudahnya, akhirnya Sai mulai sadar. Shizune langsung meriksa tubuhnya Sai, meriksa denyut nadinya, detak jantungnya, meriksa luka yang tadi dah dibersihin, meriksa respon pupil, warna lidah, semuanya nggak luput dari pemeriksaan Shizune.

"Dalam beberapa hari lagi, kau akan sembuh Sai-kun."

"Terima kasih Shizune-san." Sai mulai nampilin senyumnya N pengaruhnya, Shizune mulai nurunin kewaspadaannya sama duo remaja yang ada di depannya N di ujung ranjang.

"Sayang ya, saat Sai-kun disini Naruto malah tidak ada, padahal dia sangat ingin bertemu dengan Sai-kun." Sai masih tetep masang senyum charmnya. Shizune makin rilek aja klo di depan remaja satu ini, meski jarang ngomong N cuman senyum-senyum aja, Shizune ngerasa klo Sai adalah anak yang baik. Gitu Shizune ngerasa rileks, cewek blonde yang ada di ujung tempat tidur tadi langsung mukul leher bagian belakangnya Shizune, nyebapin Shizune langsung ambruk.

"Apa tuan muda sudah berangkat?"

"Kita berdua nggak tau Sai-nii, tuan muda nggak ngabarin kita, kita cuman di kasih perintah, gitu elo sadar, kita bertiga meski ninggalin Jepang secepatnya." Sai cuman diam, badannya bener-bener lemes, kayaknya dia kehilangan banyak darah. Habis itu dua orang ngebuang semua barang bukti, si cowok brunet langsung bawa Sai pakai gaya bridal, kantong infus N kantong darah masih nyambung ke tanganya, tubuhnya ditutupin sama beberapa selimut, soalnya di apartemen Shizune nggak ada baju cowok or hospital gown, jadinya tubuhnya Sai cuman ditutup sama selimut-selimut itu biar nggak kena hypothermia. Mereka bertiga langsung aja pergi, ninggalin Shizune yang masih tergeletak di bawah tempat tidur.

TBC

Fiuh, panjang, capek…

Naruto: 12 years old

Gaara: 12 years old

Sasuke: 13 years old

Neji: 13 years old

Kyuubi: 18 years old

Sai: 18 years old

Itachi: 18 years old

Shukaku: 18 years old

Q: Hyu, ada yang nanya kita tuh. Kita itu…

H: Dah dijelasin di bio.

Q: Tapi kan Qynt juga pengen ngasih tau.

H: Bisa nggak sih lo diem, sakit tau kuping gw.

Q: Nggak kok, Gaara kan manusia juga, dia pasti juga senyum dong, senyumnya itu emang nggak setingkat Sai, Naru, or Minato. Meski cuman diangkat dikit, tetep aja dibilang senyum, N klo Gaara senyum emang manis kok. Qynt nggak boong deh.

Q: Hyu, katanya cerita di chapter kemarin nggak sedih tuh.

H: Mana gw tau, itu sedih pa kagak.

Q: Qynt makin curiga sama elo.

Q: Emang mereka masih kecil sih.

H: Meski ni fict rated M, nggak berarti meski da adegan2 yang bikin gw mual.

Q: Berasa fedo ya, Hyu.

H: Shut the ****up you ****.

Q: You'r so mean.

Q: Oh namanya Sai yah, kirain sama trisula.

H: Ooh.

Q: Elo juga suka TMNT, wah, tontonan waktu kita kecil tuh.

H: Moon Crave tu nama senjatanya.

Q: Wah elo juga suka HxH, tapi sayangnya anime sekarang kurang keren, nggak sekeren dulu.

H: Maksudnya kejadian waktu mereka diculik, mereka bertiga kan anggota Uchiha yang pernah diculik, ever, dalam keadaan hidup maksudnya. Yup, Akatsuki emang punya tingkat percaya diri tinggi.

Sebenernya emang mau dibuat kayak Shishio Makoto, emang lebih keren sih klo kayak gitu.

Q: Tapi ntar cakepnya Itachi nggak keliatan dong, Qynt nggak rela.

H: Social condition yang gw tulis di chap kemaren, gw jelasin entar aja deh. Naru kan punya ability buat dipercaya ama orang, lagian meski Gaara sebelumya galak, kan dia pakai jaket kekang, pakai rantai pula, jadi nggak masalah ninggalin mereka berdua. Gw juga nggak tau enak pa nggaknya, gw nggak gitu suka sama teh, paling minum teh botol doang, itu juga jarang banget, terakir minum teh kapan yah? Gw minumnya flower tea, yang warnanya merah, itu juga paksaan my boloved mother..

Q: Cinta segi banyak, nggak tau juga tuh, tapi kliatannya sih ini cerita bakalan jadi sasunaru, tapi nggak tau juga sih mereka berdua bakal dimasukin orang lain pa enggak, menurut elo, gimana Hyu? (Hyu masang smirknya) waduh jangan-jangan si Hyu dapet ide nggak jelas nih, HELP ME…

Ehm, Qynt mo tanya, chap ini kesannya nggak terlalu over kan?

Seperti biasa ada pertanyaan or whatever it does, review or flame.

Makasih buat reader-san yang dah ngasih kita review,

Another review…

HQ