AUTHOR NOTE:
STATUS: HIGHLY IMPORTAN
Di chap ini nggak ada bloody scene or gore, or whatever you all say. N siapin kantong muntah, author nggak akan punya tanggung jawab klo ntar banyak belepotan muntahan dibawah. Siapin juga permen yang sanggup buat ngilangin mual, we highly recommend that. That's all, we warn you.
Thanks for read this.
N last. Selamat membaca.
TULIP HITAM
BACKSOUND: YURA-YURA by HEARTS GROW
CHAPTER 8 : Mereka…?
"Aniki?"
"Lo lupa sama aniki lo sendiri, Sasuke?"
"Kenapa Sasuke, kucing gigit lidah lo? Stupid little brother, lo kayak ngeliat hantu aja."
Tapi tetep aja Sasuke diem. Matanya nggak kedip liat makluk didepannya ini. Well, Sasuke emang punya kakak kembar sih Koyuki N Itachi, selain itu Sasuke yakin bener klo dia nggak punya saudara lain, N seinget dia nggak ada seorang Uchiha lain yang mirip sama anikinya. Tapi masak iya makluk yang ada di depannya ini Itachi. Tapi kenapa Itachi duduk dikursi roda. Tiba-tiba aja Sasuke ngerasa kaya' ada yang guyur dia pake air panas, everything fit now. Sel-sel otaknya langsung buka-buka folder yang ada di Bank ingatan punyanya Sasuke. Jadi ini bener Itachi, dia pake kursi roda 'cause of him. But tadikan ada Koyuki, berarti Itachi dah sadar dari komanya N Koyuki sebenarnya masih hidup.
"Jadi Yuki-nee masih hidup." Meski pelan, tetep aja ucapan Sasuke tadi bisa didenger sama Itachi. Itachi langsung frown, tanda klo dia nggak suka sama apa yang dia denger.
"Jadi emang bener klo tadi yang meluk gw emang Yuki-nee." Itachi makin nggak suka denger omongannya Sasuke.
Habis itu kedengeran suara ketukan pintu. Siapa lagi tu? Habis itu pintu kebuka, nampilin dua anggota Akatsuki yang dua-duanya pake hoodie hitam corak awan merah N pake masker warna hitam juga. Dua-duanya bungkuk hormat sama Itachi habis itu bungkuk hormat lagi ke Sasuke. Wait, Akatsuki, Sasuke nyoba buat liat jam yang ada didinding, jam nunjukin klo dah masuk pagi, 00.45. Bukannya jam kunjungan habis jam 9 malam, tapi kenapa mereka bisa masuk, emang bisa ngegunain nama Uchiha buat ngelanggar jam kunjungan. Tapi ini KCC, punyanya Tsunade Namikaze, semua anggota Namikaze nggak pernah takut sama Uchiha
"Tapi meski gitu, ada untungnya juga lo disini, baka ototou."
"Apa maksud aniki ngomong kayak gitu."
"At least you have a great buddy."
Dia, punya sohib? Seorang Sasuke Uchiha punya temen deket, gimana bisa, bukannya dia nggak pernah nganggap orang lain, hell no, Uchiha never need anyone. Kayak Itachi yang juga nggak pernah punya sohib. Itachi nggak pernah butuhin orang laen, dia anak emas Uchiha, N dia juga role modelnya Sasuke. Jadi harusnya Sasuke ngikutin jejaknya Itachi kan. Iya kan?
"Apa maksud aniki ngomong gitu?"
"Dua tahun disini nggak bikin lo makin pinter ya, Sasuke."
"Aniki." Gila ni kakak, baru aja ketemu sama adeknya dah buat sebel aja, make ngasih pertanyaan yang bingungin lagi, meluk kek, tanya kabar kek, ngasih duit kek, ah lupakan yang paling belakang. Habis Itachi ngasih anggukan ke arah dua anggota Akatsuki di depannya, salah satu dari mereka maju ngedeketin Sasuke, N dia juga bawa laptop, makin bingung deh Sasuke, N matanya buka lebih gede gitu ngeh sama apa yang ada di screen. Yup, it was him, in this room, with such condition yang bikin Uchiha malu, gimana enggak, seorang Uchiha dalam keadaan super depresi kaya gitu, in one way hell no. nggak lama ada yang masuk, anak cowok blonde yang dah dikenal banget sama Sasuke, Naruto.
"Apa maksudnya ini aniki?"
"Just watch, little brother."
Nggak lama Naruto dah ada di samping Sasuke, keadaannya nggak seperti biasa, geraknya cukup pelan nggak hyper. Kliatan klo mulutnya gerak, kayaknya sih manggil namanya. Adegan selanjutnya bikin Sasuke kaya beku ditempat, gimana enggak, belom ada 24jam Sasuke ngerasa klo beban yang ada didirinya dah ilang, anggepan dia klo Yuki-nee masih hidup dah hancur, right before his eye. Right there, Naruto yang lagi nenangin dia, ngusap punggungnya.
"Sasuke." Cuman suara Itachi yang diingatnya, N then he pass out.
Neji lagi ada di kamarnya, duduk di tengah kamarnya yang masih acak-acakan, futon masih geletak gitu aja di atas tatami, lemari geser masih kebuka lebar, selimut masih numpuk nggak beraturan, gitu juga sama bantal N gulingnya. N Neji yang masih pake bathrobe N handuk yang ngebungkus kepalanya, duduk sila diantara barang-barang yang berantakan di sekitarnya, N kedua tangannya dilipat didepan dada, mukanya kliatan kusut padahal habis mandi. Kliatan jelas klo dia dalam status deep though, mpe nggak sadar dia klo ada cicak nemplok di dahinya, padahal dianya sendiri takut sama cicak, eh nggak, seorang Neji Hyuuga nggak bakal takut sama hewan yang kerjaannya nempel-nempel itu, klo geli iya. Terus lagi, Nejikan bisa dibilang neat freak, alias suka mpe banget sama keteraturan, tapi kenapa ni kamar ancur kaya gini dia diem aja.
" Naruto." Heh, Naruto, apa hubungannya sama anak cowok blonde itu coba, nggak masuk akal.
"Arghh." Well kliatannya ni anak lagi stress nih.
"Ini cuman mimpi, ini cuman mimpi." Tangan Neji mukul-mukul futon yang dari tadi jadi alas duduknya. Napa ni anak jadi OOC nggak jelas gini sih. Daripada penasaran mending liat mimpinya Neji aja.
Nggak di kehidupan nyata nggak di mimpi, cerah banget, even di langit awan secuilpun nggak ada. Kaya setiap kali libur Neji lagi ada di KCC. Scene berulang kaya flashback, balik ke waktu pas dia duduk di kursi penerimaan volunteer baru di KCC, di depan dia lagi liatin anak blonde yang lagi dadah-dadah ke arah mereka, Neji, sodara kembarnya Hinata, N tuo-san mereka. Terus beralih lagi pas dia kenalan sama Naruto di depan koridor gedung D, yang nggak pake pikir seenaknya aja, anak blonde tadi nyeret-nyeret dia. N anehnya lagi, dia nurut aja gitu diseret-seret, bener-bener ada yang aneh sama anak blonde ini, or jangan-jangan malah dirinya sendiri yang aneh.
Terus ganti ke bagian dimana dia pertama kali ketemu sama Sasuke Uchiha N Gaara Tanekyou, ngelihat tatapan sok ngerendahin orang punyanya Uchiha bikin dia langsung nggak suka sama anak ini, sedang yang rambut merah meski raut mukanya kaya orang kurang tidur gitu, tapi gitu pandangannya dialihin ke dia, dingin banget, ni anak berdua apa-apaan sih. Neji ngelihat ke arah baju yang dipake sama dia, biasa aja, nggak ada yang janggal, bajunya masih rapi, rambutnya juga nggak papa, N terakir dia ngecek penampilannya masih baik-baik aja.
Masih aja Sasuke N Gaara ngerasa aneh klo Neji ada bersama mereka, apalagi klo mereka duduk sama-sama, hawa nggak ngenakin makin dirasa sama Neji. Belom lagi suhu udara yang nggak tau tiba-tiba turun klo Naruto ngasih perhatian ke Neji. N keadaan jadi makin horor klo Naruto lagi asik mainin rambutnya. KAMI, please help me.
Scene berubah tempat. Mereka lagi jalan aja berdua di pasar festival, Neji rada ngerasa seneng juga sih soalnya, nggak perlu dapet tatapan super nggak ngenakin dari Sasuke ma Gaara. Nggak tau, ngelihat Naruto yang terus senyum N kadang-kadang ketawa gitu slalu aja bikin Neji seneng, kayaknya ngejalanin hari nggak lengkap klo belum denger ketawanya Naruto(Ha. Ha. Ha.). Kayaknya mereka berdua bisa jadi temen baik. Nggak tau gimana caranya, Neji N Naruto dah ada di depan taman gitu, lagi duduk-duduk aja di kursi taman di bawah pohon. N kaya biasa juga posisi mereka adu punggung, itu mudahin Naruto buat mainin rambutnya Neji.
"Rambut lo bagus banget ya?"
"Terima kasih."
"Lo apain sih?" Wah pertanyaan jebakan, ini ni yang buat Neji sebenernya ogah punya rambut panjang bagus kaya iklan shampoo, masa meski jawab jujur, klo iya mau ditaruh dimana egonya seorang Neji Hyuuga.
"Tiap dua minggu sekali ke salon." Meski suara Neji pelan mpe kaya bisikan, Naruto masih bisa denger jelas, dia langsung negakin tubuhnya terus ganti posisi duduk jadi adepan sama Neji.
Ngedapat reaksi kaya gitu, Neji nunduk, mukanya jadi merah-merah, warnanya persis kaya warna jus stroberry, merah-merah ngepink gitu.
"Neji, napa lo?" Neji masih nunduk, klo posisi duduknya dah ganti, soalnya bahunya di puter sama Naruto, jadinya mereka adepan langsung deh sekarang.
"Neji." Naruto masih lom ngeh juga napa Neji masih nundukin kepalanya, mpe rambutnya juga nutupin mukanya.
Tangannya Naruto masih ada di pundaknya Neji, tapi Nejinya dipanggil nggak nyahut-nyahut. Naruto nyoba buat benerin rambutnya Neji, rambut yang nutupin muka ditaruh dibelakang telinga, gitu selese muka Neji nggak bisa lebih merah dari ini, kayanya semua darahnya ngalir ke mukanya dia deh, untung aja arteri yang ada di hidung nggak pecah, jadinya dia nggak sekalian mimisan. Nggak tau kenapa liat muka Neji yang merah, Naruto naruh telapak tangannya dipipinya Neji, habis itu pake gerakan slow motion Naruto ngedeketin mukanya ke muka Neji, then sukses, Naruto ngekiss Neji di bibir.
Neji nggak habis pikir kenapa dia bisa mimpi kaya gitu, mereka berduakan sama-sama anak cowo, N lagi kenapa pas dia bangun celananya bisa basah gitu. Arghh. Neji ngacak-nacak rambutnya yang masih belum kering bener. Mpe beberapa maid di kediaman Hyuuga rada merinding ngedenger tuan mudanya yang biasa calm N stay cool, teriak-teriak nggak jelas, even Hinata aja hampir pingsan ngelihat keadaan Neji yang kaya sadako.
Kyuubi dah nyampe Irlandia sekarang, nah klo kaya gini, siapa yang mo berani ngambil kit dari dia, meski trio Namikaze itu gabung utuh, mereka tetep aja mesti mikir beberapa kali buat ngambil Naruto, Oiya, inget Naruto, yang lagi jalan disamping Kyuubi, ekspresinya manyun mulu dari tadi.
"Kenapa lo?"
"Nggak kenapa-kenapa kok." Jawab Naruto sekenanya. Padahal aslinya tau banget alasan manyunnya Naruto, yeah, meski imutnya Naruto nggak nahan, dia kan tetep anak cowok juga, yang sehariannya aja nggak suka dikatain manis or imut, N sekarang dia mesti crossdresser lagi, gimana mood nggak terus anjlok coba.
"Kita nggak bakal langsung balik kerumah, ada hal yang mesti gw selesein." Habis itu Kyuubi langsung aja tancap gas.
Dari bandara sampai Uzumaki Corp. Lumayan jauh sih, tapi mang dasarnya Kyuubi klo bawa mobil nggak kira-kira, jadinya butuh nggak lebih dari lima belas menit. Ngeliat Kyuubi yang bawa mobil kaya gitu, Naruto jadi makin nyejajarin tubuhnya sama dudukan kursi, padahal dia dah pake seat belt doble, heeh, napa ayahnya kaya gini sih, mendokusai. Sampai di Uzumaki Corp. muka Naruto pucet banget, badannya terus aja gemetaran.
"Kit." Ngedenger suara Kyuubi, Naruto langsung musatin penglihatanya ke arah Kyuubi, jarang banget tu Kyuubi nada bicaranya rada alus kaya gini.
"Nggak ada yang boleh tau klo elo cowok." Heeh. Naruto kedip-kedip bentar buat yakinin apa yang baru saja diterima sama otaknya, berarti dia belom boleh ganti baju dong, hua, ayahnya kenapa gini sih, tapi meski maunya Naruto ngamuk-ngamuk aslinya dia cuman bisa ngangguk pelan aja, habisnya meski aneh setengah mati, Kyuubi kan ayahnya.
Kyuubi dah jalan di depan, soalnya ada asisten Kyuubi yang lain, jadinya Naruto sekarang sama dia. Enak sih hawanya, meski letak Uzumaki Corp. ada di ibukota negara tapi suasanya masih enak, nggak bising kaya ibukota negara yang lain, udaranya juga masih seger, kayanya Naruto bakal betah tinggal disini, tapi klo tinggal sama Kyuubi, mau dimana aja dia nggak bakal nolak.
Si asisten ngajak puter-puter daerah situ, tapi berhubung ini udah waktunya makan siang, ya dah Naruto diajak ke kantin aja deh. Wuih, kantinya luas banget, isinya juga penuh, kayanya sih emang seluruh lantai dua emang dikususin buat kantin deh. Ada yang unik deh sebenarnya klo diliat lebih jelas, 98% dari total keseluruhan co-worker yang ada berada di bawah umur tiga puluh lima tahun, sedang sisanya emang yang senior, itu juga masih dibiarin kerja sama Kyuubi soalnya loyal banget sama dia, N mereka juga jenius dibidangnya masing-masing. So what.
Gitu masuk, Naruto langsung jadi pusat perhatian, gimana enggak anak kecil cewek masuk di wilayah kusus karyawan, nggak mungkin ni anak kecil nyasar. Kesimpulan akir pasti ini anak kecil punya hubungan sama ownernya Uzumaki Corp. Kyuubi Uzumaki, jelas banget klo diliat dari rambutnya, secara warna rambut kaya Kyuubi itu udah jarang pake banget pula, N di sampingnya juga ada asisten Kyuubi, jadi pas kan.
Nggak tau kenapa, habis dia duduk N ditinggal sama asisten Kyuubi, Naruto jadi merinding sendiri. Eh ternyata dugaan Naruto bener deh, nggak lama banyak yang nyamperin dia, ada yang say hey, ada yang tiba-tiba langsung meluk, ada yang minta foto.
"You so adorable."
"So cute."
"Are you real?"
Narutonya man bisa senyum-senyum, belom ngeh sama bahasanya, jadi nggak tau mereka semua ngomong apaan. Tapi lama-lama makin sadis, masa Naruto dicubitin, dari pipi tangan, kayanya tubuhnya bakal merah-merah semua deh, mana nyubitnya nggak kira-kira lagi, seluruh badan Naruto kerasa sakit semua.
"What you all doing." Hia, suhu udara tiba-tiba langsung turun berapa derajat, semua orang noleh kearah sumber suara, langsung deh muka mereka pucet kaya habis liat hantu.
"Lord Kyuubi." Ngomong mereka bareng, habis itu mereka semua langsung balik ketempat kerja mereka.
"Kit, kita pulang." Nggak nunggu komando kedua Naruto langsung lari kearah Kyuubi, habis itu megangin tangannya Kyuubi, sambil matanya liat kanan kiri, trauma, nggak mau dianiaya kaya tadi.
Jarak rumah N Uzumaki Corp. lumayan juga, tapi kali ini nyetirnya Kyuubi nggak ugal-ugalan kaya tadi. Tapi tetep aja masih dibilang cepet. Gitu berenti, Naruto bingung, emang sih dia pernah tinggal di Namikaze's Resident, tapi bentuknya nggak kaya gini, apa rumah ayahnya bukan ini, kenapa kaya gedung biasa gitu, apa mungkin ayahnya tinggal di apartement kaya bibi Shizune, mungkin juga, well liat aja entar. Gitu masuk gedung langsung aja mereka berdua nuju lift, nuju lantai atas.
Gitu lift terbuka, Naruto cuman bisa buka tutup mulutnya, tepat didepan matanya, banyak banget pohon sakura, pohon sakura di dalem gedung, N ini nggak di Jepang. Nggak sadar Naruto lari-lari di sekitar pohon tadi, well ternyata nggak cuman pohon sakura pohon cherry merah juga ada, hua. Tapi acara lari-lariannya Naruto berenti gitu liat siapa yang ada di depan pintu kaca masuk ruang, Naruto nyoba ngedeketin, N matanya makin kebuka lebar gitu tau siapa yang tidur itu.
"Sai." Gitu ngerasa ada yang manggil, Sai ngebuka matanya.
"Naru-hime." Naruto ngerasa klo matanya jadi nggak jelas N gitu dia kedipin, air matanya dah jatuh aja. Rasanya sedih ngeliat Sai kaya gini, tangannya disambungin sama infus N kantong darah lagi, dah gitu bekas luka yang nggak di perban, juga makin buat pemandangan jadi makin nggak ngenakin. Belom lagi Naruto ngomong, dia ngerasa klo ada yang ngangkat dia.
"HHAAAAAA."
Ternyata tubuhnya ada yang ngiket pake tali N ngangkat dia keudara. Cepet sih satu detik, cuman rasanya yang nggak ketulungan. Gitu dia jatuh, untung aja ada yang nangkep.
"Hai Naru-hime." Naruto masih shock.
"Ternyata lo lebih manis klo diliat dari deket ya."
"DUAGG." Tinju Naruto langsung darat dimuka yang tadi nangkep. Nyebapin mereka berdua langsung oleng, untung aja ada yang bantu nahan mereka.
"Jangan panggil gw Naru-hime, GW BUKAN CEWEK." Ngedenger pengakuan Naruto cowok yang tadi nangkep Naruto langsung kecewa.
"Jadi, jadi, huh, gagal sudah kesempatan gw buat jadi menantu tuan muda." habis itu langsung ngeloyor pergi, Naruto yang liat itu langsung bengong.
"Nggak usah peduliin dia deh, dia emang kaya gitu, o iya, dia tadi Kankuro Tanekyou, and gw Temari Tanekyou."
"Naruto."
"Argh, Naru-hime memang manis." Naruto cuman bisa lemes ngedengernya.
TBC
He. He. Nggak ada yang complain soal chap kemaren yang nggak panjang. Aman-aman.
Hah, Qynt balas review ah...
Q: Wah, suka chap kemarin N mau tambah gore. Reader-san nggak takut ntar malah kena insom?
H: Gw nggak janji. Tergantung ide gw chap lanjutan kaya gimana, N tergantung mood gw. Gw juga lagi bikin project baru, tunggu aja gw publish.
Q: Ah, Hyu banyak ngeles.
H: Shut-up you shit.
Q: Wah, Hyu banyak yang suka chap kemarin tu. Heh, Shukaku. Masak Shukaku kaya gitu reader-san suka.
H: Siapa bilang Gaara nggak beauty, well definisi cantiknya Gaara emang nggak pretty kayak ce'. Gaara kan asli co', jadi nggak mungkin dia pretty. Cantiknya Gaara tu sama kaya falcon. Itachi yang kaya shark, esp. white shark, Sasuke emang kaya raven or cougar. N other.
Q: Napa lo mulai rambling nggak jelas sih. Heh, reader-san dukung Hyu buat bikin non-con…
H: Kit tu mang pendekan dari kitten, kyuubi kan fox (meski fox g masuk family cat, so what) jadi anaknya kitten kan. Wah lo nangkep chap kemarin Kyuubi kliatan mesum pedo yang bakal suka liatin crossdresser gitu. Hmm. Padahal nggak lho. Kan Kyuubi seneng banget liat orang laen kesiksa N nggak nyaman karena ulah dia N again tu orang nggak complain apapun. Tu yang bikin Kyuubi ngerasa ya owner. Not in sexual interesting. I do like critical people. (Grin)
H: Hubungan ini fic ma Tulip Hitam, well dah kita kasih tau di chap 2 sebelumnya. N black nggak melulu punya hubungan ma mati or sorrow. Tergantung lo naruhnya dimana.
Q: Wah, gitu tu jawaban dari penggila warna hitam, nggak usah minta maaf reader-san, malah kita seneng klo banyak pertanyaan. Malah kadang kita dapet ide juga dari pertanyaan kok, keep asking.
Q: Wah reader-san juga seneng sama Itachi ya, sama kaya Qynt dong.
H: Hubungan Naru N Namikaze's family? Tunggu aja.
Q: Wah gara-gara review dari reader-san Hyu jadi ketawa nggak jelas tu...help me.
H: Me, commit
Q: Oh, iya. Kemarin klo nggak salah ada yang nanya FB kita kan? Kita dah buat nie. Klo masih mau PM kita. Ok.
Thanks for all review we achieve so far.
Pertanyaan apapun selama kita berdua bisa jawab, will very welcome.
Seperti biasa review or flame ditunggu.
Thank you.
HQ
