REMARRIED?

By : JunJunMinnie

Hwaa….ini chapter 4 update nya….

Silahkan dibaca..^^


Changmin's pov

Aku dihambat oleh Junsu ahjumna, aku ditanya macam-macam karena membawa Jaejoong-hyung. Untungnya kau pintar sehingga bisa dengan mudah mencari alasan untuk berkelit. Junsu ahjumna tidak suka pada Yunho-hyung,makanya Jaejoong-hyung berusaha menutupi hubungan mereka dari umma-nya. Setelah semua pertanyaan kujawab akhirnya aku bisa pulang ke rumah.

"Kau sudah pulang,Min?" tanya sebuah suara yang berada di depan televisi.

"Umma tidak tidur?" tanyaku sambil duduk di samping ummaku.

"Umma tidak bisa tidur,Min…"

"Aigoo~ Umma habis menangis!" aku kaget melihat mata ummaku yang sembab,"Umma kenapa?"

"Umma tidak apa-apa,Min…temani umma tidur ya,Min?"

"Yea,Umma…aku mandi dulu ya? Umma masuk kamar duluan,nanti aku menyusul.." aku tersenyum pada ummaku.

Aku masuk ke kamarku dan mengambil sepasang piama untuk tidur, kemudian kuambil handukku dan masuk ke kamar mandi.

DRRTT~DRRTT~DRRTT~

Kulihat HP ku bergetar…Kuambil Hp ku dan melihat siapa yang mengirim message.

From : JJ hyung

Mian, Min...aku merepotkanmu dengan pertanyaan ummaku..aku benar-benar merasa bersalah…sebagai permintaan maafku kuberi nomor HP Micky nih…456xxxxx…Selamat bersenang-senang…^^

'Aish…apa-apaan hyung ini? Eh? Nomor HP Micky? Wooo!'

Tanpa basa-basi kukirim pesan pada Micky…1 menit kemudian kuterima balasannya..

From : Micky

Siapa ini?

"Max.. " aku tidak bisa memikirkan jawaban lain lagi jadi kutulis saja namaku.

"Aigoo~! Aku jadi lupa mandi…" aku langsung masuk dan memulai mandiku dan aku tidak melihat lagi HP-ku..

"Umma…" aku menghampiri ummaku yang belum tertidur juga.

"Kemari,Min…" umma tersenyum padaku. Umma memang seperti malaikat.

"Umma, ada apa sih? Umma kenapa? Umma cerita aja sama Changmin…" aku membujuk ummaku, aku tidak mau ummaku sedih.

"Kau merindukan appa tidak,Min?"

Pertanyaan umma sangat tidak penting, bukankah umma sudah tau kalau jawabannya iya.

"Kau..merindukan..Yoochun?" tanya umma lagi ketika melihat mukaku yang ditekuk.

"Tentu saja umma, aku merindukan appa dan Yoochun…memang kenapa,umma?"

"Kau ingat wajah appa mu dan Yoochun? Waktu itu kau masih kecil,Min…"

"Appa…aku ingat sedikit-sedikit…tapi Yoochun…kurasa wajahnya sudah berubah ya,umma?" tanyaku pada umma. Toh, mukaku juga berubah, waktu kecil mukaku agak bulat dan mataku juga bulat.

"Haha…kau ini….sudahlah…kita tidur yuk…" ajak umma yang menarik selimut. Aku memang tidak mengerti mengapa umma menanyakan hal ini, tapi aku tidak mau menanyakan umma banyak hal lagi. Umma tidak siap, ia harus beristirahat. Dan malam itu pun berlalu.

Changmin's pov end


Author's pov

Pagi yang cerah di ENT University..

"Yo! Kau sendiri? Sedang apa?"

"Yunho-hyung! Anni..aku sedang diam…" jawab namja yang berwajah cantik itu pada namja yang berwajah cool itu.

"Kau terus-menerus melihat HP-mu? Kenapa?" tanya Yunho pada Micky.

"Ha…aku hanya menunggu message dari seseorang…" Micky tersenyum pada Yunho.

"Oh…si Max?" tanya Yunho sambil tersenyum-senyum.

"Omo! Hyung kau tau darimana?" Micky kaget saat hyungnya tau kalau dia sedang menunggu message dari Max,"Jangan beritahu Max kalau aku menunggu pesan darinya!" Micky malu karena melakukan hal yang bodoh, ia malu karena ia merasa ia yang mengejar-ngejar Max.

"Haha…arra! O,yah…daripada kau menunggu…bagaimana kalau…kau ikut denganku ke SM University? Bertemu dengan Max mau kan?" Yunho memang menggoda Micky tapi Micky langsung setuju dan langsung bersiap-siap.

Sesampainya di SM University..

"Tunggu…akan kutelepon Jaejoong…" Yunho mengeluarkan ponselnya dan menelpon Jaejoong.

'Maaf..nomor yang anda hubungi tidak aktif..'

"Bagaimana,hyung?" tanya Micky pada Yunho. Yunho hanya menggeleng."Biar aku yang telepon Max…!" Micky kali ini yang mengeluarkan ponsel dan menelpon Max.

"Yoboseyo..' terdengar suara dari seberang sana.

"Ah..ehm..Max? Err…ak..aku…sekarang ada…di lapangan parkir SM University…a..Yunho-hyung…men..cari..Jaejoong-hyung..ta..tapi…ponsel…nya…tid..tidak..tidak bisa ..di..hub..hubungi…" kata-kata Micky terpotong-potong. Micky terlalu nervous karena harus menelpon Max.

"Oh..Micky? Yunho-hyung mencari Jaejoong-hyung? Lapangan parkir? Baiklah, sekarang Jaejoong-hyung sedang bersamaku…aku akan segera kesana sekarang.." Max menutup telepon Micky. Micky bisa menarik nafas sekarang.

"Suka heh?" tiba-tiba suara Yunho terdengar.

"Apa sih,hyung! Perhatikan saja Jaejoong-hyung tuh!" seru Micky pada Yunho.

"Yuuunnnnhhoooo!" teriak suara yang diketahui adalah suara Jaejoong.

"Omona!" Jaejoong langsung menabrak Yunho."Aku mau bicara dengamu, Jae…" Yunho menatap Jaejoong dengan serius…"Tapi tidak disini…" Yunho melanjutkan karena merasa ada 2 tatapan ga jelas. Akhirnya Jaejoong dan Yunho pergi ke tempat yang agak sepi.

"Ehm…mian ga bales message.." tiba-tiba Max mulai berbicara melihat Micky yang kemungkinan tidak akan berbicara.

"Ah..oh..ga apa-apa…" Micky menatap Max sebentar kemudian berbalik menatap Yunho dan Jaejoong yang agak jauh lagi.

"Hmm…bisa makan siang bersama?" tanya Max pada Micky.

"Aku tidak menerima tawaran dari orang asing.." Micky tersenyum pada Max. Micky menggoda Max.

"Ya! Micky-ah…" Max terlihat sedih…

"Aku mau kok…tapi…" wajah Max kembali cerah.

"Tapi?"

"Aku tidak mau ada Yunho dan Jaejoong-hyung.." Micky kali ini membuang muka, ia malu.

"Haha…arraseo~" Max tersenyum.

Author 's pov end


Sungmin's pov

"Ada apa mengajakku keluar,Kyu?" tanyaku pada namja yang tiba-tiba ke rumahku dan mengajak aku keluar.

"Aku…kangen padamu,Minnie…"

"Aish…kau bercanda,Kyu…"aku langsung siap-siap berdiri dan meninggalkan restoran dimana kami berada. Aku bukannya menolak namja ini,aku mencintainya. Tapi…aku tidak mau masuk ke lubang yang sama…harus mengalami sakit yang sama saat berpisah…aku tidak mau..

Grepp~

Aku merasa tanganku ditarik oleh Kyu.

"Jangan pergi Minnie….aku…."

"Kyu..apa yang kau lakukan di tempat seperti ini! Semua menatap kita!" aku memperhatikan sekitar dan melihat semua orang di restoran itu menatap kami.

"SARANGHAE,MINNIE!"

Deg~ debaran ini kembali…debaran ketika aku bersama namja ini,namja Cho Kyuhyun.

"Kita sudah berakhir,Kyu…semua sudah berakhir…"

"Tidak! Tidak ada yang berakhir,Minnie…semuanya baru dimulai..aku masih mencintaimu,Minnie…kembalilah…aku..kali ini aku tidak akan melepaskanmu lagi…aku…"

"TERIMA! TERIMA!" Semua pelanggan yang menyaksikan kejadian mereka memberi semangat pada kedua namja itu.

Aigoo…apa yang harus kulakukan? Jantungku sudah berdebar terlalu kencang.

Grep~…Kyuhyun menarikku dan…kami berciuman…ciuman yang sangat kurindukan, ciuman hangat seorang Cho Kyuhyun…Aku merindukannya. Tanpa sadar air mataku menetes. Kyuhyun melepaskan bibirnya dari bibirku.

"Gwaenchana,Minnie?" tanya Kyuhyun yang melihatku meneteskan air mata, sedangkan pelanggan lain bertepuk tangan.

"Aku…aku sangat bahagia, Kyu…aku…"

"Tidak ada yang perlu kau khawatirkan lagi,Minnie..aku akan menjagamu,aku tidak akan melepaskanmu lagi…kau…berjuanglah denganku…kumohon" Kyuhyun memelukku. Aku hanya mengangguk, aku ingin bahagia dan di dunia ini cuma 3 orang yang bisa membuatku bahagia, Kyuhyun, Changmin dan tentu saja..Yoochun.

Sungmin's pov end


Author's pov

"Kau suka makanannya?" tanya Max pada Micky.

"Ne…ini benar-benar enak..aku suka…" Micky menjawab sambil memotong steak nya.

"Suka aku atau steak?" tanya Max pada Micky yang sontak membuat pipi Mikcy memerah.

"Tentu saja steak!" teriak Micky untuk menyembunyikan kalau ia malu.

"Jinjja?" Max terlihat sedih.

"Tapi steak hanya bisa membuatku senang untuk sementara…jadi aku pilih Max deh…" Micky tersenyum pada Max. Max merubah ekspresi sedihnya dengan senyum.

"Kalau begitu…kita pacaran?"

"Mwo? Secepat ini?" Micky kaget mendengar kata-kata Max. Ia tidak akan menolak Max, tapi ia penasaran, apakah Max secepat ini jatuh cinta pada orang.

"Aku merasa kau mirip seseorang yang sudah sangat dekat…kau mirip..umma ku.." Max menatap Micky serius.

"Mwo? Kau juga…mirip appa-ku.." Micky tersenyum pada Max. Bukankah mereka cocok kalau mereka mirip orang tua mereka?

"Kau harus bertemu dengan ummaku nanti…akan kuperkenalkan dia padamu…" Max tersenyum pada Micky. Micky hanya mengangguk.


TBC dulu yah..^^

Gomawo reviewnya..

Review lagi yah?

Hehe…

O,yah…seperti yang Jun bilang di FF Jun yang 'Is it too late,hyung?' kalo Jun bakal update nya lama, soalnya Jun banyak ulangan akhir2 ini…Mian yaa..? TT_TT