REMARRIED?

By : JunJunMinnie

Update lagi….

Aduh mian pisan yah…Jun ga update2 yang "Is it too late,hyung?"..abisnya lagi ga ada ide buat FF yg itu..

Gomawo reviewnya…Happy Reading..^^ (Ini chapter terakhir loh...!)


"Yoochun,aku…"

"Kau memutuskanku...! Aku tidak hanya marah karena kau memutuskanku,aku mungkin bisa menerimanya. Tapi aku benci padamu karena umma lebih memilihmu daripada aku dulu!" Yoochun menatap Changmin dengan tatapan penuh amarah.

"Yoochun…umma..tidak memilih salah satu dari kita…" Changmin menunduk lagi.

"Apa maksudmu?" tanya Yoochun yang kaget mendengar saudaranya bilang begitu.

"Umma tidak pernah memilih antara kita….appa juga tidak pernah memilih antara kita…appa dan umma tidak seharusnya berpisah…."

"Hah! Apa itu? Jelas-jelas haramuchi memberitahuku kalau…."

"Ya! Yoochun! Haramuchi membohongimu!"

"Haramuchi tidak mungkin…"

"Kau tau! Umma tiap hari selalu menanyaiku…'Kau merindukan Yoochun' atau 'Kau merindukan appa'! Kau pikir umma yang seperti itu tega memisahkan kita berdua? Bisa memilih antara kita berdua? Umma tidak pernah memilih!"

"Lalu, kenapa kita terpisah?" Yoochun mulai bingung, ia tidak mengerti siapa yang berbohong dan siapa yang jujur.

"Karena…haramuchi kesal dan menyuruh mereka berpisah, Kangin haramuchi menyulut pertengkaran mulut dengan Heechul haimuni…dan…semua berakhir.." Changmin mengambil nafas lalu melanjutkan,"Umma bermaksud mengambil kita berdua…tapi…"

"Tapi?"

"Haramuchi...menahanmu…yang terpilih justru kau,Yoochun…akulah yang tidak haramuchi pilih…Untungnya haimuni mengambilku…umma tidak memilih, semuanya adalah haramuchi yang memilih…"

"Jadi…." Yoochun lemas, ia terjatuh ke lantai sekarang.

"Yoochun…kau tidak bisa membenci umma, tiap hari umma selalu memikirkanmu…tidak seharipun dalam 15 tahun terlewat olehnya untuk bertanya tentangmu, berandai-andai tentangmu….Aku menyayangi umma, aku tidak mau melihatnya menderita…Jadi,tolong Yoochun…." Changmin bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu keluar,"Mianhae,Yoochun…kalau akhirnya hubungan kita jadi begini…" Changmin membuka pintu kamar Yoochun dan hendak keluar.

"Changmin…" Yoochun memanggil Changmin.

"Ne?"

"Bolehkah aku…mencintaimu sebagai Max? dan…mengakui kalau kau adalah Changmin sebagai saudaraku?" tanya Yoochun yang tatapannya masih kosong.

"Hm..Max..dia tidak nyata…kau tau…aku adalah Changmin"

"Maka dari itu..biarkan aku mencintai orang itu supaya aku bisa menganggapmu sebagai saudara,Changmin…" Yoochun menatap Changmin kali ini.

"Hmm…baiklah..tapi sebaiknya kau cepat-cepat melupakan Max karena dia juga akan melupakan Micky" Changmin menutup pintu kamar Yoochun.

Terdengar suara tangisan Yoochun lagi dari dalam kamar, tapi kali ini Changmin bisa mendengar satu orang lagi menangis. Ya, dirinya.


"Pagi,umma!" teriak Changmin berlari menuju meja makan. Hari ini hari sabtu…! Libur!

"Dan..appa?" tanya Sungmin pada Changmin.

"Oh,iya….pagi appa!" Changmin tersenyum melihat appa nya ada di depannya sekarang.

"Changmin…kau tidak keberatan kan kalau kita tinggal bersama?" tanya appa ketika Changmin mau memulai sarapanya

"Astaga! Appa..itu hal yang paling kuinginkan! Appa tidak perlu bertanya lagi!" teriak Changmin kegirangan.

"Iya…appa ini aneh sih…masa kami keberatan kalau sekeluarga tinggal bersama.." tiba-tiba sebuah suara terdengar.

"Yoochun-ah…sudah bangun?" tanya Sungmin dari arah dapur,"Kau mau masak apa? Biar umma yang masakkan.." Sungmin tersenyum melihat Yoochun menerima mereka.

"Umma tidak usah repot-repot…kesukaanku dengan kesukaan Changmin sama kok, jadi umma tidak perlu masak lagi…" Yoochun langsung duduk di sbeelah Changmin dan merebut potongan daging yang diambil Changmin.

"Ya! Cho Yoochun!" teriak Changmin yang langsung dibalas Yoochun,"Yaa! Hyung jangan pelit!"

"Siapa hyungmu! Kau yang hyung!" Changmin tersinggung, memangnya dia tua? Dipanggil hyung.

"Aduh…kalian jangan bertengkar dong…" Sungmin duduk di sebelah Kyuhyun mulai mengambil piring untuk sarapan. Sungmin sudah tenang suasananya sudah berubah. 'Changmin..kau memang bisa diandalkan' batin Sungmin.

"Hmm…kalian, hari ini tidak kemana-mana kan?" tanya Kyuhyun pada keuda anaknya.

"Ne,appa…ada apa?" tanya dua bersaudara ini berbarengan.

"Kita..akan mengunjungi Leeteuk haimuni, Hankyung haramuchi dan Heechul haimuni hari ini…Appa mau memperjelas semuanya…" Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan mantap.

"Ne,appa…aku setuju,aku benar-benar kangen juga pada mereka…pokoknya sekarang aku ga akan tinggal diam kaya waktu aku masih kecil…" Changmin menguatkan orang tuanya.

"Aish…kau sudah tua…bisa apa sih? Aku yang akan membantu appa dan umma!" seru Yoochun sekarang sambil menyindir Changmin.

"Aish! Kau benar-benar!" Yoochun langsung lari dan Changmin mengejarnya.

"Kau sudah siap,Minnie?" tanya Kyuhyun sambil mengalihkan perhatiannya dari kedua anaknya yang sedang kejar-kejaran.

"Ya,aku siap, Kyu…aku tidak mau kehilangan hari-hari bahagia dimana keluarga kita akhirnya bersatu…aku ingin melihat Changmin dan Yoochun tumbuh bersama dengan baik." Sungmin menatap Kyuhyun mantap.


Sekarang di depan Kyuhyun dan Sungmin, yaitu Leeteuk,Hankyung dan Heechul.

"Umma! Aku tidak bisa lagi…aku..aku mencintai Sungmin…dan aku ingin hidup bersama lagi dengannya." Kyuhyun menatap Leeteuk dengan kuat.

"Iya..umma,appa…tolong restui kami…aku ingin melihat Changmin dan Yoochun tumbuh bersama dengan baik…" Sungmin kali ini berbicara pada Hankyung dan Heechul.

Leeteuk hanya terdiam. Begitu pula Hankyung dan Heechul.

"Haimuni…aku ingin appa dan umma bersama…" rayu Changmin pada Heechul dan Leeteuk yang hanya terdiam.

"Haramuchi….aku ingin keluargaku lengkap lagi..tolong restui appa dan umma!" kali ini Yoochun merayu Hankyung.

Leeteuk, Hankyung dan Heechul menghela nafas. Kemudian..

"Kyuhyun…umma seharusnya minta maaf padamu, waktu itu umma tidak bisa mencegah appa mu memisahkan kalian,umma sebenarnya tidak mau melihat kalian berpisah…" Leeteuk menatap Kyuhyun sedih.

"Umma…" Kyuhyun memeluk ummanya.

"Minnie…umma memang salah waktu itu, umma benar-benar tersulut omongan mertuamu..umma benar-benar tidak ingin kalian pisah..umma egois, umma hanya tidak mau kalah saat itu. Umma juga yang menyebabkan Changmin dan Yoochun terpisah…coba waktu itu umma segera mengambil mereka berdua sebelum mertuamu mengambil Yoochun…Umma…" Heechul menitikan air mata dan memeluk anaknya,Sungmin.

"Minnie…kau anak terbaik bagi appa, dibanding dengan kakakmu Ryeowook, appa benar-benar senang mempunyai anak sepertimu jadi appa selalu mendukungmu…appa sayang kamu,Minnie…" Hankyung memeluk Heechul dan Sungmin yang masih berpelukan.

"Umma…appa…" Sungmin menangis di pelukkan Hankyung dan Heechul.

"Akhirnya kita yang ga dapet pelukan deh…ya ga,Yoochun?" Changmin menyindir ketika ia sama sekali tidak dipeluk.

"Iya nih…Yoochun ga dipeluk!" Yoochun meyindir sambil sedikit berteriak.

"Aish…Changmin! Kamu ini benar-benar anak appa!" Kyuhyun memeluk Changmin setelah melepas pelukan ummanya.

"Aduh..anak umma,Yoochun..umma minta maaf sama kamu,ya…umma tidak mengurusmu dari kecil..umma salah.." Sungmin menangis ketika memeluk Yoochun.

"Umma ga salah kok, Yoochun yang salah karena nuduh umma yang engga-engga…Sekarang Yoochun udah mengerti..berkat seseorang.." Yoochun tersenyum pada ummanya setelah melirik Changmin sebentar. Changmin hanya tersenyum dan berpelukan dengan haimuni dan haramuchi.

"Ya! Changmin! Yang memeluk haimuni dan haramuchi itu harusnya aku!" teriak Yoochun menggeser Changmin dan memeluk Haramuchi dan Haimuni. 'Aish! Memangnya kau anak-anak!' batin Changmin.


"Woy! Max! Astaga…kamu tuh ya..hyung panggil-panggil kok ga denger sih?" Jaejoong-hyung marah-marah di depan Changmin.

"Hyung sih aneh-aneh aja…aku pake headset kok dipanggil-panggil…mana kedengeran?" Changmin hanya tersenyum ketika hyungnya menyadari kebodohannya. "Ada apa sih,hyung?"

"Kau pindah? Pindah kemana? Aku melihat rumahmu dijual."

"Memang…aku pindah ke rumah appaku…memangnya kenapa?"

"Astaga! Umma dan appa-mu sudah baikan?Chukae!"

"Ih,hyung telat deh…orang baikannya juga beberapa hari yang lalu.."

"Ah..pokoknya chukae! Hahaa…oh,ya…kau mau ikut ke lapangan parkir tidak, ada Yunho loh..!" muka Jaejoong-hyung entah kenapa jadi lebih bersinar dari biasanya.

"Memang kenapa kalau ada Yunho-hyung?" tanya Changmin bingung.

"Pabbo! Kau tidak menyadarinya! Aku resmi jadi pacar Yunho tau!" Jaejoong kesal karena dongsaengnya tidak menyadari kalau dia sudah berpacaran dengan Yunho.

"Rasanya ada yang memanggil-manggil namaku?" sebuah suara terdengar dari belakang Jaejoong.

"Yunho-hyung!" teriak Changmin pada Yunho.

"Kau menyadari keberadaan Yunho-hyung tapi tidak menyadari keberadaan aku?" tanya sebuah suara di sebelah Yunho-hyung,"Hyung benar-benar jahat!"

"Siapa hyungmu! Sudah kubilang berkali-kali aku ini lahir setelahmu tau!" teriak Changmin pada Yoochun.

"Ha?" pasanga YunJae kaget mendengar perkataan Changmin tapi tidak bisa meminta penjelasan karena Changmin udah keburu pergi mengejar Yoochun.

"Yee…hyung!" teriak Yoochun pada Changmin sambil berlari.

"Mwo! Aku lahir setelahmu,Yoochun! Yoochun-hyung!" balas Changmin.

"Bwe..bwee…Changmin yang hyung…!" teriak Yoochun tidak puas.

"Kau….sini kau! Kuhajar kau!"

Changmin terus mengejar Yoochun. Yoochun berbalik mengejar Changmin. Meskipun mereka tidak bisa bersatu sebagai pasangan, tetapi mereka tetap bersatu sebagai saudara. Dan Changmin dan Yoochun sudah puas dengan itu.


~THE END~

Hiyaaaa~

Author tergila-gila sama Changmin…

Tapi pengen bikin cerita tentang Kyumin juga…jadi nyampur deh…

Suka? Engga?

Review yaaa~