Disclaimer: Oda-sensei… Oda-sensei… Oda-sensei… -manggil2 ala main jelangkung- datanglah kemari dan jadikan aku adik angkatmu…… -ditabok sendal gladiatornya Nami-

Chapter Two Summary: Strip poker mudah mulai dan mudah berakhir… yah, pada akhirnyamereka memutuskan untuk menghabiskan waktu weekend dengan jalan-jalan keluar… Masih warning dengan virus kocak… dan Romance (bagi yang berpikir begitu)…


__CHAPTER TWO__

Weekend??

10 menit berlalu, sejak mereka memutuskan untuk turut serta dalam permainan itu…

Dapat kita saksikan, Nami dan Robin memakai baju dan jaket berlapis-lapis sebagai tindakan pencegahan 'kekalahan' yang dapat menimbulkan dehidrasi para hidung belang di sekitar mereka (dengan suspect utama: SANJI dan BROOK).

Zoro dengan anteng dan ringan, mengambil satu kartu dari tumpukan kartu yang ada dihadapannya. Ia menarik nafas panjang, setelah mengetahui isi kartu tidak sesuai yang diharapkannya. Sementara itu Sanji mencoba curi-curi pandang pada kartu Zoro. Zoro pun senantiasa menyikut jidat Sanji.

Kini giliran Luffy mengambil kartu. Ia memejamkan mata dan berdoa (membaca ayat Al-Fatihah dan doa sebelum makan) agar ia mendapatkan kartu yang ia inginkan. Baso malang rupanya, tidak seperti yang diharapkannya.

20 menit berlalu…

Nami dengan terpaksa membuka jaket lapisan terakhirnya. Sia-sia saja, 15 lapis jaket yang ia kenakan, kini semuanya harus tergeletak di atas kasur begitu saja. Robin hanya tertawa terkekeh-kekeh menyombongkan jumlah lapisan jaketnya yang masih lengkap.

30 menit berlalu…

Zoro duduk dengan tidak tenang, apalagi, dengan hanya celana boxernya saja yang tersisa dan masih setia menempel di tubuh Zoro. Zoro pun tampak sesekali menggigil dan bersin-bersin.

"Hoy, Luffy! Copot celana lo! Lo kalah kan barusan??" sewot Ussop yang keadaannya senasib sama Zoro, Franky, dan Sanji.

Pipi Luffy memerah tajam, ia melirik Nami yang pakaiannya masih seperti 30 menit yang lalu. "Sekarang?"

"Cepat Luffy!" teriak Nami dan Ussop.

Luffy gugup, cari-cari jawaban asal. "Oh, ya! Gue lupa! Hari ini gue kan ada janji mau bantuin Ace nii-chan di bar Paman Shanks!! Pergi dulu ya, minna!" riangnya.

Saat ia akan melompat menjauh, Zoro menarik bahu Luffy, sambil nyetel aura menyeramkan, "SELESAIKAN BAKA!! ELO KAN YANG MINTA???!!" teriak Zoro ala penjual minyak tanah abal-abal.

"Euh… yes sir!" Luffy membuka resleting celananya dengan perlahan dan akhirnya melepas celana jeans selututnya.

Makhluk Gank Mugiwara melototin boxer Luffy…

dan…

"GYAHAHAHAHAHAHAHAHAAAA!!!!!!!!!" semua makhluk yang kini keadaannya setengah telanjang itu tertawa terbahak-bahak. Ussop dan Chopper kencing manis ketawa guling-guling. Zorro, Sanji, Franky ketawa sambil nunjuk-nunjuk Luffy dan berulang kali teriak 'ANAK KECIIILLL!!'. Robin dan Nami tertawa sambil megangin perut, dan Brook tertawa sambil menangis tanpa air mata.

Semburat merah pipi Luffy muncul kembali, "Ketawa lagi…" ia pun pasrah dan duduk lemah di samping Ussop.

Yaph, yang mereka tertawakan adalah boxer Luffy yang bergambar Spongebob dan Teletubbies berwarna cerah… plus tulisan 'we love peace for our children'.

"Luffy… pffft… gyahahaha!! Lo terkenal banget sebagai murid terbadung se-antero kota!! Tapi… pffft…Hihiihiiii… boxer lo terkonyol se-antero kota! GYAHAHAHAAA!!" sahut Sanji guling-guling di kasur megangin perut.

"Berisik!"

50 menit kemudian…

"NAMIII!!! Gantian!! Buka baju lo!!" seru Luffy balas dendam atas pemaksaan 50 menit yang lalu.

"ENGGAK!" pekik Nami ngotot.

"BUKAAA!"

"ENGGAAKK!"

"BUKA BAJU LO SEKARANG!!"

"ENGGAK LUFFY!!!"

Sementara itu, Franky sibuk merekam percakapan Luffy dan Nami. Eh? Buat apa?

"NAMI BUKA BAJUNYAAA!"

"ENGGAK LUFFY!!!"

"GUE KAN UDAH!! MASA LO ENGGAK??! GIMANA BISA KITA LANJUTIN???"

"YA LANJUTIN AJA!!"

"MANA RAME KALO BAJU LO GAK DIBUKA!!!"

"RAME AJA AH!"

"BUKA!"

"AH~! ENGGAK!!"

"Nami, lo keras kepala ya…" lirih Ussop memandangi dua godzilla ganas itu dari jauh.

"Aku mendukung Luffy!! YOHOHOHOHOOO!!!" teriak Brook memasung bendera bertuliskan, 'HIDUP! NGERES!!'.

"Hentai…?" gumam Franky membaca tulisan bendera itu sambil megangin kaset rekaman. Tingkat GE-ER Franky dalam keadaan 'high'.

"Ngomong-ngomong lo ngapain sih ngerekam percakapan Luffy sama Nami?" tanya Chopper ngintip-ngintip kaset yang Franky pegang. "Gak penting banget deh…"

"Sebenernya ini sih untuk koleksi pribadi. Tapi elo boleh liat nanti setelah udah gue EDIT di komputer… fufufufu…" seringai Franky. Yang tak lama mendapat kiriman pandangan dari Robin 'TEGANYA DIKAU!!' yang sudah bisa menebak apa yang ingin Franky lakukan. Seringai Franky makin lebar.

"Nami!! Kalo lo gak buka tuh baju, kita gak bisa nyelesaiin permainan ini!!" teriak Luffy setengah membentak.

Pipi Nami memerah setelah ia memandangi laki-laki itu. Tak lama, tangan Nami melayang, "LUFFY ELO SENENG YAH LIAT GUE NAKED?!" dan Luffy pun nyungsep ke tembok.

"GUE GAK IKUTAN MAEN LAGI!!!" Nami berlalu menuju dapur sambil membanting pintu.

Luffy berusaha mengeluarkan kepalanya dari tembok tapi gak bisa. Sementara itu, Ussop, Chopper dan Brook tepuk tangan plus kagum melihat kekuatan super nan dahsyat Nami. "Zo'o… Towong guweeee…!!" pekik Luffy minta tolong pada Zoro dari dalam tembok. Zoro hanya mendengus nyerah dan lalu menebas tembok, Luffy pun selamat lahir dan batin.

"Ngomong-ngomong ketua… Nami kayaknya ngambek tuh…" bisik Zoro sambil menunjuk pintu dapur di belakangnya dengan jempol.

"Eh…? Ma'wahh…?? (Eh…? Marah…??)" bingung Luffy yang masih sedang mempermak rahangnya yang agak nyengsol.

"Mukanya merah tadi… gak salah lagi dia marah…" gumam Sanji sambil menyalakan rokok. Zoro mandangin Sanji dengan tampang, 'muka-lo-jadi-gak-keren-karena-boxer-pink-elo'. Tak lama, seperti biasa, mereka pun saling surat-menyurat death glare.

"Susul gih!" Seru Robin sambil melepas beberapa lapisan jaket yang ia kenakan. Karena sejak kepergian Nami ke dapur, otomatis, permainan ini pun tak dilanjutkan.

"Eh? Ho… ho-oh deh…" sahut Luffy menggaruk kepala belakangnya dan membuka pintu dapur… tapi kemudian menutupnya kembali. "Tapi gue musti ngomong apa, Robin?" tanyanya balik ke Robin.

"Ya minta maaf lah!" cetus Franky.

"Lo gak keren kalo bikin cewek marah, Luffy! Cepetan minta maaf!" seru Sanji yang sedang menahan pedang Zoro dengan kakinya.

"BHUUUU…! Yang namanya Robin ada banyak! Gue kan barusan nanya Robin doang…" ketus Luffy. Ia pun berlalu memasuki dapur dan menghilang dari hadapan teman-temannya.

Hening…

Hening…

DRAP~! DRAP~! BUGHH!!!

Setelah beberapa lama keheningan, para Mugiwaraners (dengan berisiknya) langsung menghampiri pintu coklat penghubung ruang tengah dengan ruang dapur itu. Para manusia sinting itu tak tanggung-tanggung dengan kompak menempelkan telinga ke pintu (disingkat: NGUPING). Robin nguping pake gelas ditempelkan ke tembok, Chopper pake stetoskop, Zoro pake pedang kecil yang ditancapkan ke pintu (A/N: bagi yang gak tau, cara ini pernah dipake Sokka (Avatar The Last Airbender) untuk mendeteksi kalo ada orang yang datang), Franky menggunakan alat khusus, sedangkan Sanji, Ussop, dan Brook menggunakan alat ala kadarnya.

"Aku pulang…" lirih Ace seiring dirinya memasuki ruangan. "WHAA—?" Ace langsung swt melihat pemandangan ganjil, tidak, lebih tepatnya 'menjijikan' (karena makhluk setengah tanpa busana ada di ruang tengah rumahnya dan bergerombol geje di dekat pintu dapur).

"SSSSTTTTTTTTTTT!!!!!!!!" ultimatum mereka.

"KALIAN NGAPAIN SIH???!!" seru Ace depresi. "BAJU KALIAN KEMANA SEMUAAA??"

"Euh… strip pok—" Chopper langsung dibekep Sanji.

"Ah… anu…" sahut Zoro. "Kami hanya sedang… euh…"

"Kepanasan! Ya! Kepanasan! Jadi kita buka baju! Ya, gak?" tanya Robin mengkode teman-temannya.

"Iya, betul! Di sini panas banget, jadi kita buka baju kayak gini deh…" lanjut Ussop yang paling ahli dalam bidangnya. Dilanjutkan anak-anak yang lain dengan 'akting' kegerahan. Ada yang sambil kipas-kipas, ada juga yang cari-cari wastafel buat cuci muka. Bahkan Zoro nempel-nempel tembok belagak cari-cari 'dingin' (A/N: Ini cara gue kalo lagi kepanasan pasti nempel tembok rumah gue yang dingin).

"Oh…" respon Ace. Ia pun berlalu menuju tangga. "Aku lelah, lanjutkan ya…" pintanya.

Para anggota Mugiwara pun melanjutkan kegiatan ngupingnya.

Meanwhile, in the kitchen…

"Nami… gue minta maaf…" ucap Luffy dengan suara rendah. Ia memandangi sosok gadis dihadapannya yang sedang duduk termenung di kursi makan. Nami menatapnya.

"Maaf ya? Jangan marah…" Rajuk Luffy seperti seorang anak kecil merajuk ibunya untuk minta dibelikan permen.

Nami berhenti menatapnya.

"Eh? Masih marah?"

Nami tidak menjawab setelah sekian lama.

"Gue bakal nunggu disini sampe lo mau ngomong sama gue!" teguh Luffy kemudian duduk sila di lantai.

Setelah beberapa menit keheningan, Nami angkat bicara. "Gue gak marah, Luffy. Gue sengaja kayak gini supaya permainan gak dilanjutin…" Nami menegak air putihnya.

"Eh? Supaya permainan gak dilanjutin?" tanya Luffy lugu seperti biasa.

"Yaph…" sahutnya cepat. Ia menarik nafas panjang setelah melihat tampang Luffy yang tidak mengerti sama sekali. "Kita ini pelajar, Luffy, lo harusnya tau kita gak pantes main permainan semacam itu. Ngerti?"

"Tapi permainan itu seru juga!" tampik Luffy yang kemudian mendapat hajaran dari Nami.

"Permainan itu gak pantes buat kita Luffy! Inget! Kita ini masih kelas satu SMA! Apa melihat tubuh orang lain telanjang itu baik? Enggak kan?"

Luffy mengelus kepalanya yang benjol sambil menggut-manggut tanda mengerti. "Bener juga…" komennya setuju.

Nami bertolak pinggang sambil mendengus lelah. "Bagus kalo ngerti…"

"Jadi Nami… udah gak marah kan?"

"Gue emang gak marah, Luffy…"

"YOSSHAAA! Kalo gitu, ayo kita lanjutin permainannya!!!!!!!" semangat Luffy dan mengambil ancang-ancang pergi ke ruang tengah.

"ITU TANDANYA ELO GAK NGERTIII!!!!!!" Nami menarik pipi Luffy hingga melar.

"Tapwwii Namwwii han wudwah gwak mawahhhh…! (Tapi Nami kan udah gak marah!)" komen Luffy.

"LO NGEDENGERIN PENJELASAN GUE GAK SIH TADI???!!!" Nami pun makin bejad menarik pipi Luffy.

"Awww… aw..! 'hwaakiiiiiittt Namwwwiii…!!!!!!!!!!!" Luffy hanya pasrahkan diri pada Yang Maha Kuasa.


Keesokan harinya…

Robin terbangun dari mimpi panjang nan tak mengenakan yang telah menghantuinya malam itu. Ia menggosok mata kanannya, dan tersadar sesuatu menempel di tangan kirinya. Tidak, lebih tepatnya bukan menempel, tapi menggenggam erat tangannya.

Yaitu tangan Zoro yang masih tertidur pulas.

'Zoro?' tanya Robin dalam hati.

"Si Marimo itu ngekhawatirin elo semalaman," terdengar seseorang berbisik dari arah pintu dapur. Sanji mengelap kedua tangannya yang basah pada celemek putih yang ia kenakan. Ia tersenyum menyapa Robin, "Pagi, Robin-chan…"

"Em… pagi," sahut Robin singkat. "Kenapa dia ngekhawatirin gue?"

"Semalaman, lo mengigau mengerikan banget. Lo berteriak 'pergi!' berulang kali," jelas Sanji, "Gue dan si ahou itu terbangun. Dia kelihatannya panik banget dan terus bergumam 'Robin itu masa lalu' berulang kali tiap kali lo mengigau."

"…apa… itu berarti… dia gak tidur semalaman?"

"Gue dan Marimo gak tidur semalaman…" sahut Sanji lembut.

"Oh, maaf…" respon Robin cepat.

"Em, kalo Marimo sih baru dua jam yang lalu dia bisa tidur."

Robin memandangi Zoro yang masih menggenggam lekat tangan kirinya. Robin melekukkan bibirnya sedikit ke atas. "Arigatou…" lirihnya.

Sanji menggaruk kepalanya. "Gue aneh banget deh…" ia bertolak pinggang, "…orang-orang tolol di samping elo itu pada gak bangun dengan semua keributan yang kita buat semalem…" tunjuknya pada para anggota Mugiwara yang lain di samping Robin.

Robin memandang yang ditunjuk Sanji.

"Si Luffy ngoroknya malah makin ganas…" komen Sanji geleng-geleng. Robin tertawa melihat kawan-kawannya yang tidur kayak badut ancol yang habis ngehibur orang banyak semalaman. Apalagi Luffy, Chopper, Ussop dan Franky yang tidurnya kaki dimana, tangan dimana, kepala dimana…


Satu jam kemudian…

Dapur ribut dan semrawut dipenuhi orang-orang yang kelaparan. Di sana ada Anggota Mugiwara, Ace, dan Kakek Garp yang kebetulan malam itu datang untuk mampir. Luffy seperti biasa mencomot jatah makanan teman-temannya, tak terkecuali kakak angkat dan kakeknya sendiri.

"AH!! ITU PUNYA KU CUCU BODOH!!!!"

Kakek dan cucu pun saling berebut makanan. Dasar, kakek sama cucu bukan sama baiknya malah sama gilanya…

"Kakek sama cucu makannya sama-sama ganas dan mengerikan…" swt Sanji.

"Tapi bagus 'kan? Rumah ini jadi gak sepi…" komen Ace yang pasrah makanannya udah dicomot duo rakus itu.

"BAGUSS APANYAAA?! Makanan gue dicomot tauk! Huhuhuhuuu…" nangis Ussop gak terima.

"Ussop! Jangan nanyi! Fales tau gak!" timpal Zoro nutup telinga.

"LO GAK LIAT KALO GUE TUH NANGIS??!!" sewot Ussop nyekek Zoro sebagai pelampiasan kekesalannya. Mulut Zoro berbusa.

"Uwaaahhh!! Hentikan Ussop!! Zoro mati…! Zoro matttiiii!!!!!!" teriak Chopper dramatis.

"Marimo mati?? Wow… what a beautiful day!!" komen Sanji kegirangan.

"LO MALAH SENENG??!!" sewot Chopper.

"Tehnya lagi…" pinta Robin menyodorkan gelas kosong.

"BAIK~ ROBIN-CHWWWAAANNN!!!" seru Sanji menari-nari sambil membawakan teko.

"Gue juga dong… Sanji…" pinta Nami.

"OWWKKKEEEHHHHH~!"

"Huwaaah, aku kenyang… terima kasih atas makanannya! Em, permisi, *sendawa*" ujar Brook sambil menyeka mulutnya.

"JOROKKK!!!" komen Nami dan Sanji.

"Fho? Fhruuk 'Hii-chan bwisa mwakan hugga?? 'Fhukannya 'hii-chan hudah bhantu???" (Translate: Hho? Brook jii-chan bisa makan juga?? Bukannya jii-chan udah hantu???) komen Luffy dengan pipi menggembung karena terisi daging.

"Yah… sebenarnya saya jejadian… YOHOHOHOHOOO!!!" jawab Brook dengan bangga.

"MALAH BANGGAAA!!!" sewot Sanji.

"Heyaahhh…! Kuttakutta…!!" Seru Garp Jii-chan dan cucunya menepuk-nepuk perutnya yang buncit bebarengan.

"Wah… wah… duel tempur pecinta daging…" komen Franky.

"Kakek dan cucu sama aja… memprihatinkan…" komen Zorro.

"Perut mereka sama-sama karet…" lanjut Ace.

"HAHAHAHAHAHAAAA!! Terima kasih! Aku senang menerima pujian kalian!!" seru Garp.

"KITA GAK MUJI!!"

"Shi shi shi…" tawa Luffy. "O ya, minna, ada pengumuman penting nih!"

"Eh?" Semua yang ada di situ menatapnya dengan lekat.

"Gue sama Franky udah berunding nih, gimana kalo hari ini kita jalan-jalan?"

Semua Mugiwaraners mulai ribut mengomentari pengumuman rencana event ini.

"Interupsi!!" acung Chopper.

"Ya Chopper?" Tunjuk Luffy. Suasana kembali hening.

"Kita mau jalan-jalan kemana?"

"Menurut Franky, kita hari ini bakal ke Mall, makan siang di Restaurant, nonton layar tancep di kampung sebelah," Luffy dikeplak Franky, "err, maksudnya nonton pilem di bioskop BigPlex, terus ke pantai…!!"

"CIHUUUY~~" kagum Mugiwaraners, "SETUJUUUU!!!" seru mereka dengan semangat.

"O ya, Garp Jii-chan dan Ace nii-chan boleh ikut kok!" ajak Luffy.

"Aku ada kencan, maaf ya…" ujar Ace mengundurkan diri melengos ke tangga, yang kemudian diiringi sorakan 'Cieee…' ato 'Ehem… ehem..' dari anak-anak. Kecuali Luffy dan Ussop yang menyorakinya dengan 'BHUUUU! PAYAH~! GAK ASIK BANGET LO!!'.

"Jii-chan?" tanya Luffy.

"Aku sudah harus berangkat melaut lagi hari ini, Luffy. Kasihan Pamanmu sendiri, nanti," ujar Garp menyusul Ace.

"Yahhh… payah…" komen Luffy. "Tapi kalian para Mugiwara ikut kan???"

"OOOSSSHHH!!!!!" teriak kaum pelajar pecinta santai itu. Pesta Part TWO dimulai…


EVENT ONE : Grand Line's Cinema BigPlex…

"Luffy, kita mau nonton apa?" tanya Chopper sambil melahap coklat kacang yang baru saja dibelikan Robin.

"Hem, mari kita liat…" gumam Luffy mengusap dagu sambil memperhatikan jadwal pilem hari ini. Ia memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri beberapa kali.

"Minna, gimana kalo kita nonton ini?" tanya Ussop sambil menunjuk poster di depannya.

"This is it…???" tanya anak-anak sambil memperhatikan yang ditunjuk Ussop. Sementara itu Luffy dan Chopper memperhatikan poster itu sambil teriak 'GAKKOIIIII~' berulang kali. Mata mereka berubah menjadi bentuk bintang.

"Orangnya kan udah meninggal?" tanya Franky bersendakep. "Gak salah tuh?"

"Tapi keren lhooooo~" teriak mereka berdua bebarengan.

"Yohohoho… Mega bintang yang emang keren banget!" teriak Brook melebarkan tangannya, "Aku sudah menontonnya sejak dulu…"

"Ahh~ gak rame dong… Masa' nonton pilem yang mega bintangnya dah meninggal?? Mending nonton pilem bajak laut!" respon Luffy.

"Tapi hari ini kan gak ada jadwal pilem bajak laut? Jangankan itu, pilem perang aja hari ini gak ada!" komen Zoro yang kecewa melihat jadwal pilem yang hari itu akan diputar.

"Eng? Ada yang liat Sanji?" tanya Nami celingak-celinguk mencari sosok orang berkepala kuning.

"Dia disana…" tunjuk Robin pada Sanji yang sedang jajan cappucino sambil ngegodain mba-mba yang jualan.

"Menyesal aku bertanya…" sahut Nami cepat sambil mengkibas-kibaskan tangan didepan wajahnya majang tampang penyesalan-yang-sangat-mendalam.

"Minna, gimana kalo nonton ini?" tunjuk Robin pada poster yang ada dihadapannya. "Peredarannya tinggal hari ini lho!"

"…The Next Ju-On…" gumam Mugiwaraners. Mereka pun berlagak tidak mendengarkan Robin, berpura-pura tidak melihat dan menyebar menjauh dari Robin. Robin hanya sweatdrop memandangi teman-temannya yang gak becus sama pilem thriller.

"Kalian ini…" gumamnya dengan suara sangat rendah.

"Hey, Kalo ini gimana? Ini pilem terbaru…" tunjuk Brook.

Mugiwaraners memperhatikan poster itu, "…2012…?" Mereka pun menghampiri poster itu dan berkerumun untuk melihatnya. Nami membacakan tulisan dibawah judulnya.

"…Pilem terbaru mengenai kisah datangnya bencana besar yang telah diramalkan dari tahun 2008 dan terjadi di tahun 2012. Apakah manusia bisa menghindari takdir alam ini? Saksikan kehebatan efek suara dan animasi terbaik sepanjang masa!"

"SUUUGGEEEE~!! YOSH!! Nonton ini aja yuk minna!!" ajak Luffy semangat 45 dan mengundang perhatian orang-orang yang ada di sekitar situ tak terkecuali Mister Security yang udah gebuk-gebukin pentungan ke tangannya ngeliatin dengan tampang sangar.

Mugiwaraners siap-siap nyingkir pura-pura gak kenal, karena malu punya teman kayak begitu.

"Ayolah minna…" rengek Luffy.

Tak lama, tampak Sanji yang sedang asyik menyeruput minumannya datang menghampiri mereka. "Hoy, udah nemu filem yang bagus?" tanyanya anteng.

Semua menggeleng lesu.

Sanji tersenyum, "gue punya usul pilem yang bagus… Mau gak?"

"Apa tuh, alis aneh?" tanya Zoro.

"Tuh…" tunjuknya pada poster di belakangnya. "…judulnya Menculik Miyavi…" (emang udah keluar???)

"Jiahhh… itu sih untuk 17 tahun ke atas!" komen Franky.

"Berarti aku bisa nonton dong…! Yohohoho!!" bangga Brook.

"Nonton aja 'ndiri…" cibir Ussop dengan ekspresi males.

"Yahhh… gak ada yang rame ya…" keluh Nami duduk di kursi tunggu.

"Kalo Nami ingin nonton apa?" tanya Luffy.

"Eh? Gue???" tanya Nami balik sambil menunjuk hidungnya sendiri. Luffy pun duduk disampingnya kemudian mengangguk. Para Mugiwaraners yang lain hanya ngeliatin dengan tampang ngeledek seperti 'Ehem… ehem…' ato 'cihuy… ditanya Luffy nie…' dan lain sebagainya.

"Gue sih sebenernya ingin nonton… itu…" tunjuknya pada sebuah poster.

Luffy berteriak kenceng nunjuk-nunjuk dengan semangat, "TUH KAN BENER!!! Nami sependapat sama gueee!!"

Para Mugiwaraners menengok ke poster yang ditunjuk Nami.

"Luffy, yang ditunjuk Nami bukan poster 2012, tapi yang di sampingnya…" ujar Robin sweatdrop.

"Yang di sampingnya…?" lirih Luffy mengarahkan pandangan beberapa derajat ke arah kanan poster itu. Luffy jaw drop, "TARZAN MASUK KOTA??!!"

Nami menjitak Luffy, "SEBELAH KIRINYA, BODOH!! BUKAN SEBELAH KANAN!"

"Oh… Syukur deh…" Luffy mengarahkan pandangannya beberapa derajat lagi ke kiri. Ia pun menemukan poster yang dimaksud Nami, namun pipinya kemudian memerah seiring matanya membulat. "Legenda Cinta?"

Robin tersenyum, "Gue udah baca versi novelnya… bagus lho!"

"Nami mau nonton itu?" tunjuk Luffy lesu. Nami mengangguk tersenyum. "Yang lain gimana? Yang gak setuju angkat tangan!"

Cuman Luffy dan Zoro yang angkat tangan.

"Yohohoho… tujuh lawan dua!" girang Brook.

Sanji membuang gelas coppucinonya kemudian menyalakan rokoknya. "Kalo Robin bilang bagus, ceritanya pasti bagus…" Sanji menghembuskan asap rokok dari dalam mulutnya, "Gue pengen nonton…"

"Iya, Gue juga penasaran ceritanya… Kata orang-orang sih emang bagus ceritanya…" timpal Franky.

"Gue juga!!" teriak Ussop dan Chopper bebarengan.

Nami tertawa, "Luffy, lo kalah!"

"Lo juga, Zoro!" Robin ikutan terkekeh. Franky pun memimpin mereka untuk membeli tiket. Luffy dan Zorro termenung memandangi makhluk-makhluk itu menjauh dari mereka menuju loket.

"Cih, awas aja kalo ceritanya gak rame…" lirih Zoro kemudian segera bergabung dengan anak-anak. "Ayo Luffy!" ajaknya.

"Iya…" jawabnya lesu.

Satu jam kemudian…

"Maaf mas, pedang kendo dilarang masuk…" ujar mister security penagih tiket masuk pada cowok berambut ijo di depannya.

Cnut.

"Kenapa?" tanyanya datar.

"Kami takut terjadi keributan di dalam…"

"…lebih milih terjadi keributan di dalam, atau di sini, mas security???" tanya Zoro dengan tampang Yakuza nyodorin pedang ke leher mister security.

"Gyaaaa…!! Iya! Becanda mas!! Si… silahkan masuk…"

Zoro menyeringai ramah, "Terima kasih, mas…" sahutnya kemudian masuk dengan cara berjalan ditegak-tegakkin nyombongin diri.

"Zoro, darimana aja lo?" tanya Robin seiring laki-laki pecinta pedang itu duduk disampingnya menopangkan kepala pada tangannya dengan lesu.

"Gue ada masalah dikit sama tukang pambawa gebukan…"

"Itu namanya Satpam, Zoro… Bukan tukang pembawa gebukan…" tawa Robin.

"Ya, ya… atur aja 'ndiri…" komen Zoro.

"Pilemnya kayak apa sih, Robin?" tanya Nami yang duduk di sampingnya. Robin hanya tersenyum dan mengatakan bahwa takkan seru kalau diberitahu sekarang.

Pilem diputar…

Nami sangat bersemangat. Tapi kemudian, ia merasa ada sesuatu yang berat terjatuh di pundaknya. Ia juga mendengar suara orang mendengkur dengan ganas dan mengganggu, suara ini sudah tak asing lagi di telinganya. Nami menengok untuk memastikan bahwa yang jatuh dipundaknya dan mendengkur kencang itu bukan…

"LUUUUFFFFFYYYYY???!!!!" sontak Nami.

"SSSSSSSSSSTTTTTTTTTTT!!!" seru orang-orang yang menonton memperingatkan.

"Upss… maaf…" sahutnya berbisik. "Luffy, bangun! Lo gimana sih? Pilem baru mulai udah main molor aja!" bisik Nami panik dan memukul-mukul pipi Luffy berulang kali. Tapi yang ditepuk gak bangun-bangun. Dasar setan molor…

Nami memandangi Luffy yang tertidur pulas nan innocent seperti anak kecil di pundaknya. "Luffy…" lirihnya.

Nami memandanginya makin lekat…

Kemudian mendekatkan wajahnya…

Dan dekat…

Dekat…

Hingga Nami pun ingin men…

Nami ingin men…

…ingin men…

…men…

…meneriaki Luffy…

"…BANGUUUUUUUNNNN BAAAKKAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!!!!!!!!!!!"

BLEEETAAAK!! BUGH!! BUGHH! BUAAAAGHH~!!!

Aaaamiiiiiinnn………

#==;_TSUZUKU_; ==#


#==[Bahas Review (pojok SBS abal-abal ala Zimmer)]==#

MelZzZ: Kasihan semua? Yah… begitulah… saya memang bejad kok… hahahaha… (contoh author yang gak bisa bedain BAIK dan BURUK)

Azure R. Aori: Penasaran? Okeh… saya lanjutin kok… ;D

edogawa Luffy: First, I'd say… thanks udah review!! Jiahhh, dia kena virus kocak… hati-hati… menurut buku yang gue baca (entah baca dimana, ato mungkin buku khayalan) virus kocak mengakibatkan tidak waras, kadang-kadang stress sendiri, dan penyakit ketawa sendiri menahun… hati-hati ya! Miss typo? Oke, saya perbaiki. Aku juga baru sadar kalo aku tuh ngetiknya selama ini double 'r'…

Monkey D. Cyntia: Well, seneng juga kalo semua bilang EYD saya udah bagus… iya, soal miss typo udah saya bahas di atas… (jangan nengok ke atap ato ke langit-langit!). Luffy emang baka!! –mati kena serangan gomu2 bazooka-

Ferri-chan: Tapi seneng kan? Aku perhatiin, kamu ga ada bosen-bosennya deh nge review… duh, jadi merasa malu terhadap diri sendiri… maafin nii-chan yang udah lama gak review ceritamu, entar deh kalo sempat ya…

Mizu-kun: Iyakkk! Selamat!! Penciuman anda sangat tajam! Anda berhak mendapatkan piring cantik gratis satu lusin minus 12 persembahan Cindory… Tapi maaf, kalo saya selingi dengan LuHan dan ZoTa ato ZoPe yaaa…

NakamaLuna: -keenakan dicium- Eh?! Tidak…!!! Gue masih setia sama Ratih-chan!! Okey, honto ni arigato udah di add di fav list!!

TakayaUzuki: Yohohohooo… ini juga lanjut mbo'e…

(I)(B)lis(N)aruto(U)zumaki: Huehehehe… makasih ya… udah ngedukung terus… aku doain deh kamu jadi anak yg pinter, sholeh, sukses ya…


Yah, begitulah… gak ada lemon sama sekali kan di chapter ini? Kalo ada, pasti ratingnya sudah saya naikkan jadi rating M… dan anda-anda yang berumur di bawah persyaratan rating M pasti akan tidak mampu membacanya… Well, bagi yang menyukai LuNa, ZoRo, dan SanMar, akan muncul di next chappie…

MOHON REVIEW dan jangan ragu mengomentari fanfic saya!! Apapun yang anda pikirkan saya terima …!!

PLEASE CLICK THE BUTTON BELOW!