Disclaimer: Siapa illustrator One Piece? ODACHI!!! Siapa pemilik One Piece? ODACHI!!! Siapa manusia paling keren di muka bumi ini? GUE!!! –ditimpuk sandal pak hansip-

Summary: CHAPTER FOUR: Syukurlah karena ternyata Margarett bukan seorang hantu… Tapi kemudian, Franky menghilang dan tak turut serta pada acara sarapan para Mugiwaraners. Gimana kelanjutannya ya? Check this out!!

A/N: Maaf minna, author bejad dan dekil ini pun sadar kalo sebenarnya saia SANGAT telat apdet. Tapi mohon maklum karena internet di rumah sedang ngadat rupanya. Apdet ini pun saya harus colong2 waktu di rumah temen yang (amit-amit) pelitnya... Saia juga minta maaf sama beberapa teman FFN saia yang ngerasa sms ke no saia tapi ga dibales. Saia betul2 minta maaf... Ha'i, dari pada baca keterangan geje dan ga becus dari saia, lebih baik anda nikmati saja cerita yang saia persembahkan berikut ini... douzo...


__CHAPTER FOUR__

The Last Day For Weekend: Buatan… Franky?

Luffy memperhatikan Sanji dengan seksama.

"Ngapain lo melototin gue kayak gitu?" sewot Sanji sambil terus memanggang daging, "Sarapan siapnya bentar lagi kok! Tenang aja!"

Luffy sama sekali gak merespon. Ia hanya terus melototin Sanji sambil bersendakep dan monyongin bibir.

Chopper yang aneh sama tingkah laku pemimpin geng paling ditakutin se-antero kota itu bertanya pada gadis yang paling dekat dengannya, Nami. "Luffy kenapa, Nami?"

Nami menopang dagunya dengan tangannya, kemudian mengangkat bahu. "Meneketehe… tanya aja sama orangnya…" jawabnya acuh tak acuh.

"Lo bilang 'meneketehe', tapi gue perhatiin elo dari tadi juga ngeliatin Sanji dengan ekspresi yang sama kayak si ahou itu," komen Zoro dengan tampang serius. Sementara, Chopper mandangin Zoro dengan tampang shock, 'tumben lo bisa serius~?!'.

"Iya, Nami. Lo juga ngeliatin Sanji dengan tampang yang sama!" nimbrung Ussop sambil meramu beberapa ramuan untuk bom-bom terbarunya. Beberapa bom yang gagal tampak meledak dan sempat membuat wajah Ussop lebih hitam dari penggorengan Sanji. Zoro yang melihat wajah Ussop pun komen dengan blo'on: 'apa kita pernah merekrut anggota geng dari papua?'.

Robin yang dari tadi asyik baca buku novel pun akhirnya mulai tertarik dengan pembicaraan para Mugiwaraners. "Nami, kenapa hanya elo dan Luffy doang yang nyimpen rahasia kayak gini?" tebaknya yang secara gak langsung berhasil membuat pandangan Nami beralih dari Sanji.

Nami berdiri dari tempat duduknya, "Gue dan Luffy gak nyembunyiin apa-apa, kok," katanya sambil berjalan menuju kulkas.

"BOHONGGGG!!!" teriak Ussop dan Chopper demo massal yang langsung diteriaki balik oleh Zoro, 'BERISIK!'.

"Bener kok, guys…" lirih Nami berusaha meyakinkan.

"Kalo Nami-swan yang ngeliatin gue terus sih gak masalah~" komen Sanji masang muka mesum, "tapi yang jadi masalah kan anak ini…" tunjuknya pada Luffy yang masih dengan giat dan gigih melototin Sanji. Kalo gak inget Luffy seorang ketua, Sanji pasti udah menghantam wajahnya dengan kaki.

"Udah, Luffy. Jangan melototin si Sanji terus, entar dia GE-ER…" sinis Zoro.

"Cih, berisik Marimo! Sekali lagi lu komen, gak akan gue kasih jatah sarapan!" Zoro yang gak mau jadi kurus dan kurang gizi dadakan pun langsung menurut. Robin merhatiin dengan ekspresi yang seolah-olah mengatakan lo-anjing-jinak-yang-nurut-sama-tuannya.

Nami menarik nafas, ia menuangkan jus jeruknya ke dalam gelas, "Luffy, kayaknya lo cerita aja deh…" lirihnya yang kemudian cepat-cepat menutup kembali bibirnya dengan rapat.

Luffy memandangnya dengan muka setuju. "Sanji, gini…" belum selesai ia bicara, terdengar suara bel dari arah pintu utama. "Nami, tolong!" pinta Luffy pada Nami untuk membuka pintu dengan wajah seimut yang ia bisa supaya Nami gak marah.

"Iya… iya…" nurutnya yang diiringi beberapa omelan.

Nami keluar dari dapur dan segera menghampiri pintu utama dengan berlari kecil. Setelah sampai, ia pun membuka pintunya dan…

"Hi, Nami-san! Sanji-kun ada?"

"KKKYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"Nami!" pekik semua Mugiwaraners yang khawatir karena mendengar jeritan Nami dan langsung menerobos pintu kayu rumah Luffy hingga jebol (dimana yang menghancurkannya paling pertama memang Luffy sendiri, pemirsa!).

"ADA APA NAMI?!!" teriak Mugiwaraners celingak-celinguk. Tampak Luffy siap dengan pose bertarungnya, Sanji siap dengan centong, Zoro siap dengan pedang asli, Robin siap dengan buku super tebal, Chopper siap dengan wujud raksasanya, dan Ussop yang bersiap… berlindung di belakang Chopper.

Nami terperanjat hingga tersungkur duduk di lantai. Ia masih melihat sosok yang ada di hadapannya dengan ekspresi, 'ih-atut-ada-hantu-siang-bolong'.

"Lho? Margarett-chan? Kenapa disini?" respon Sanji melihat sosok yang ditakuti Nami. "Nami-san? Lo gak apa-apa?" lanjutnya kemudian menolong Nami, disusul pula Margarett membantunya. Namun yang ditolong tetap memasang wajah takut.

"Nami! Dia bukan hantu! Buktinya dia bisa muncul pagi hari!" pekik Luffy.

"Gue gak bisa bedain mana hantu asli mana bukan, sejak gue kenal Brook!" komen Nami berusaha berdiri. Nami tampak lebih bisa mengendalikan diri sekarang.

"Heh! Sapa yang lagi ngomongin gue!?" tanya Brook tiba-tiba muncul di tembok, namun yang tampak hanya kepala dan bahunya saja.

"GYYYAAAAAAAA! HANTUU!!!!!!" jerit Margarett dan langsung memeluk Sanji. Sanji yang pecinta wanita, tentu saja menangis bahagia.

"TUH KAN! LIAT!!!" sewot Nami nunjuk-nunjuk Brook sambil nangis. Sementara itu Zoro, Robin, Chopper, dan Ussop sweatdrop sambil ngebatin, 'Orang ini…'.

"Tu-tu-tunggu dulu…! Nami!" seru Luffy berusaha menenangkan Nami yang sekarang depresi berat. "Nami… lo gak denger Margarett tadi teriak begitu liat Brook jii-chan?"

"Eh?" respon Nami, "Iya juga ya? Jadi lo manusia?!!" tanyanya pada Margarett yang masih menangis di pelukan Sanji.

"YA IYALAH!! LO PIKIR APA?!!" pekik Margarett gak terima dirinya dibilang makhluk selain Manusia.


"HUAHAHAHAHAHAHAAAA!!!!!!!!" tawa semua Mugiwaraners. Sementara itu pipi Luffy memerah, dan Nami tampak giat menceramahi Luffy yang sekarang lagi mojok, memilih untuk mengasingkan diri di ujung ruangan dengan perasaan suram dan malu.

"AHOUUU!!! Kalian itu salah liat! Kalian berdua lebay banget deh!" komen Sanji nyengir bejad nunjuk-nunjuk Nami dan Luffy. Nami cuman bisa protes dan mengklaim kalo itu semua salah Luffy.

Zoro tersenyum memandang buku kenangan milik Luffy, "Kalian berdua masa gak bisa bedain sih Margarett yang ini dengan yang ini?" komennya sambil geleng-geleng menunjukkan dua buah foto pada salah satu halaman buku kenangan itu. Bila diperhatikan dengan seksama, kedua orang yang ada di dalam masing-masing kedua foto itu memang memiliki wajah berbeda, meski terdapat tulisan 'Margarett' di bawah kedua foto. Foto yang pertama gadis lucu berambut pirang pendek yang memang merupakan foto Margarett kecil. Tapi yang satunya lagi foto cewek dengan muka angker dan punya banyak tato, badannya juga kekar.

"Emang, kedua-duanya sama-sama Margarett! Tapi wajahnya beda jauh banget, Luffy!" nimbrung Brook memperhatikan kedua foto tersebut.

"Kalian berdua masa' ga bisa bedain sih?! Ahou!" cerca Ussop dan Chopper sambil ketawa bahagia.

Robin ketawa-ketiwi dengan tetap menjaga imej, "Luffy, lo ini gak kasian sama Nami yang udah jadi korban kebodohan elo?" ledeknya yang kemudian dilanjutkan dengan ketawa kecil lagi.

"Kocha-kochaUrusai na…" lirih Luffy yang stress dirinya dibilang bodoh.

Sanji 'menghabiskan' tawanya, kemudian tersenyum sambil membawa makanan ke atas meja. "Udahlah, jangan diganggu terus… yuk, ketua… kita makan sama-sama…"

Maka, tanpa komando dan aba-aba, Luffy siap sedia dengan mengatakan "MESHIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" dan melahap makanannnya, begitu juga dengan Mugiwaraners yang lain. Selang beberapa menit, seperti biasa bukan Luffy namanya kalo tidak mencomot makanan teman-temannya.

"MAKANAN GUEEEEE!!!!!!!!!!!" protes Zoro meratapi daging kambingnya yang hilang bak ditelan bumi. Ia pun sempat naik ke atas meja dan membuka mulut Luffy dengan paksa. "BALIKIIINNN!!!" namun terlambat, makanannya udah dicerna dengan baik dan tidak sombong.

"Tewaaatt Zooo'ooo… (telat Zoro…)" responnya dengan bibir dower karena lagi ditarik Zoro dengan bejat dan maksiat.

"Huhuhuhuuu… makanan gue…" tangis Zoro membayangkan dirinya yang kurus, dekil dan tanpa makanan.

"Berisik lo! Sarapan aja gak bisa tenang!" timpal Sanji yang greget liat Zoro. Sementara Sanji asyik mengomentari Zoro, tanpa ia ketahui, makanannya pun telah menjadi korban selanjutnya dari si rakus Luffy. "HUUUEEHHH???!!" bola mata Sanji hampir copot.

"I LOVE MESHIII!!!!!!!!!" teriak Luffy geje merentangkan kedua tangannya. Tangan kanannya megang paha daging ayam, tangan kirinya megang paha daging kambing.

"Yohohooo… Luffy memang good mood hari ini!! Yoho! Yohohohooo~!!!!!!!" tawa Brook kemudian melahap ganas daging yang menancap di garpunya. Luffy dan Brook pun seperti biasa teriak-teriak geje dan menari lebay bersama para makanan.

"Betewe, ada yang sadar gak sih kalo hari ni tuh ada yang gak ada?!" tanya Ussop tiba-tiba sambil celingak-celinguk siaga dua. Nami yang ada di sebelahnya swt en komen, 'Lo kayak habis maling jemuran deh…'.

"Safhha??" tanya Luffy dengan pipi tembem.

"Franky!" teriak Chopper. Sangking semangat teriaknya, ia pun tersedak. Zoro mencoba menolong Chopper, tapi malah dicekek balik karena memberikan kecap yang disangkanya adalah segelas air.

"Oh! Bener juga!" sahut Nami sambil membantu melepaskan cekekkan Chopper dari leher Zoro. Robin pun membantu memberikan Chopper air minum (dengan cara menumpahkannya ke kepala Chopper).

"Oh bener, pantesan dari tadi gue ngitung-ngitung jumlah Mugiwara kok kurang!" timpal Margarett.

"Krausss~ Krausss~! Afha hada hyang hiatfhia fhemana??! (Apa ada yang liat dia kemana??!)" tanya Luffy, "Krausss~! GLEK! Gue khawatir ama dia! HAP!! Krausss khraaausss!!" serunya kemudian melanjutkan kegiatan comot-mencomotnya lagi dengan bahagia.

Mugiwaraners masang muka males. "Lo gak keliatan kayak khawatir deh…"

"OKAY!!! kalo gitu gue aja yang nyari dia!" seru Ussop merelakan diri. "Gue pergi dulu, minna, jangan kangen ya!" Ussop pun pergi meninggalkan ruangan sambil dadah-dadah narsis ala miss universe.

"IDDIIIIIIIIIIIIHH!! HOEK CHUH!!" respon Mugiwara bebarengan dengan ekspresi jijay kecuali Luffy yang malah membalas 'dadahan' Ussop dengan gaya yang sama. Ussop pun menghilang dari sudut pandang Mugiwaraners.

"Mungkin gak kalo Franky kembali ke ruang kerjanya di 'Jalan Kandas' no. 666 itu?" tanya Brook penasaran.

"Jalan Kandas?? Nama jalan macam apa tuh?" timpal Zoro dengan sinisnya. Sanji mandangin Zoro dengan tatapan, 'Yang gak tau jalan diem aja!'. Mereka pun seperti biasa saling tukar-menukar souvenir death glare.

"Hem, mungkin aja…" sahut Robin. "Itu satu-satunya tempat yang memungkinkan. Tapi gue gak yakin tuh si Ussop bakal nyari kesana. Dia kan gak tau tempat kerjanya Franky?"

"Iaph! Betul banget! Gue rasa Ussop bakal nyari ke rumahnya, ato mungkin…" suara Nami makin mengecil karena terlintas di kepalanya sifat-sifat Ussop yang sangat ia kenal.

"…dia cuman nyari di rumah ini aja…" tebak Robin meneruskan kalimat Nami. Nami mengangguk dan membenarkan hal itu mungkin aja terjadi.

"Oya, Oya, rumah ini emang luas! Mungkin aja Franky-san memang tidak jauh dari sini! Di rumah ini!" sambung Brook menerka-nerka lagi.

"Berarti selesai makan, kita bisa bantu Ussop!!" teriak Chopper.

"Wah! Ide bagus! Gue bisa sekalian keliling-keliling rumah Luffy! Boleh kan Luffy?" mohon Margarett pada Luffy dengan puppy-eyes yang of course gak da ngaruhnya buat Luffy (dan malah berdampak pada Sanji). Meski begitu, Luffy mengangguk mengijinkan karena ia cuman fokus pada satu hal: MAKANAN.


Sekitar satu jam kemudian…

"Luffy! Lo makannya udah belom sih?!" teriak Nami dengan kesal.

Luffy hanya merespon dengan menengok secara selaw mosien ke arah Nami sambil mewek. "Gue masih laper…" sahutnya sambil melanjutkan 'pembongkaran' kulkas.

"Gila lo! Dasar perut karet! Perut lo tuh dah buncit!!!" komen Nami nyubitin perut Luffy yang kayak gelembung karet raksasa. "Ayolah, makannya udah yuk! Yang laen dah pada ninggalin kita noh… pada nyariin si Franky!"

"Ahhh… Nami! Gue masih laper nih!!" elak Luffy sambil masih terus ngebongkar kulkas. Sesekali ia membuang beberapa barang kulkas yang gak penting ke sembarang tempat. Seperti piring yang kuenya sudah ia telan, tempat es batu yang udah kosong, dan botol-botol kecap yang udah habis ia tenggak.

Nami yang super kesal, narik pipi Luffy dengan maksiat. "LO BANTUIN NYARI FRANKYYY!!!!!!!!!!!"

"Nyuuu… Nyaamiiii!!! Kenyemmm nyamaaaat siihhh…!!! (Duuu… Naamiiii!!! Kejem amat siihhh…!!)" respon Luffy.

DRAP! DRAP! DRAP! BRRRAAAAAKKK~!!!

"LLUFFFFYYYYYYYYY!!!!! NAAAAMMIIIIIIIII!!!!!!!!!!!" teriak Sanji sambil action melompat dan menjebol pintu. Luffy spontan langsung histeris, 'PINTUUU GUUEEE!!!'.

"Sanji? Napa lo!?" tanya Nami.

"Kalian… gak kan percaya sama apa yang kita temuin di tempat kerjanya Franky!"

"Mana gue percaya kalo lo blom cerita!" Timpal Luffy yang masih meratapi nasib akan kejebolan sang pintu dapur (untuk yang kedua kalinya).

"Gue ama yang laen tadi nemu koleksi-koleksi pribadinya Franky di tempat kerjanya!"

"Lo ama yang laen nyari Franky sampe ke tempat kerjanya di Jalan Kandas itu?" tanya Nami, Sanji pun mengangguk, "…trus? Ketemu Franky-nya?"

Sanji menggeleng.

"Nah! Trus lo ngapain teriak-teriak geje manggilin kita sampe lo jebol pintu gue?!!" sewot Luffy yang udah nyiapin kalimat 'Out lo dari rumah gue!'.

"Tenang guys! Gue ceritain! Gini ceritanya…"


[FLASHBACK]

Semua Mugiwaraners (kecuali Luffy dan Nami yang masih ada di dapur rumah) ngash-ngosh karena kecapean telah mengitari rumah untuk mencari hanya satu orang. Semua berkumpul di halaman belakang rumah Luffy sambil duduk santai, ada juga yang cuman bersandar di pohon dengan wajah lelah.

Sanji mencoba mengatur nafasnya, "Huff… haaa… haaa… bengek nih gue… si Franky itu kemana ya? Haa… haaa…" ujarnya sambil mengusap dagu yang telah banjir badang dengan keringat itu.

Robin yang juga tampak kelelahan pun menyahut, "udah sekitar satu jam kita berpencar nyari tuh orang di rumah ini… tapi gak ketemu!"

"Mungkin bener juga dugaan Brook-san! Franky-san ada di tempat kerjanya!" timpal Margarett yang satu-satunya gak ngerasa lelah karena niatnya cuman pengen jalan-jalan di rumah Luffy doang. Mungkin sekalian numpang eksis.

"Cih, si Franky itu!" gumam Zoro, "Gue setuju sama Margarett, paling enggak, dia gak ada di rumah ini. Pasti somewhere else…"

"Gimana kalo kita cari aja ke tempat kerjanya?" Tanya Chopper.

"Kalian dari tadi ngomongin tempat kerja Franky mulu! Emang dimana sih tempat kerjanya?" timpal Ussop yang masih berbingung ria.

"Jalan Kandas no. 666," sahut Brook menunjuk ke arah timur.

"Jalan Kandas?! Nama jalan macam apa tuh?!!" komen Ussop. Zoro mandangin Sanji, 'Tuh kan! Si Ussop juga bingung sama tuh nama jalan!'.

"Udahlah jangan banyak bacot! Nyok kita langsung kesana aja, biar Ussop sama Zoro tau! Come on minna!!" seru Sanji.

"OOOSSSSHHHHH!!!"

Tempat kerja Franky….

"Se-se-sereeeemmm…" gemetar Ussop dan Chopper ngeliatin rumah angker dan terpencil tak jauh dari mereka berdiri sekarang.

"Lo aneh gak?" timpal Zoro memiringkan kepalanya, "Liat! Masa' cuaca di sekitar rumah itu doang yang mendung, berawan, dan hujan?"

"Bener juga, di sekitar kita terang benderang dan cerah begini…" setuju Brook menatap langit di atasnya yang cerah dan burung-burung nyanyi opera sambil berterbangan kesana kemari. Brook kemudian berpaling kembali memandangi tempat kerja Franky, "…angker… euy…"

"Ill feel banget dah gue liat rumah itu…" gumam Margarett yang ngerasa janggal sama rumah itu.

"Kita ke sana yuk," ajak Sanji berjalan ke arah rumah itu. Semua mengikuti dengan berjalan kaki kecuali Ussop dan Chopper yang diseret paksa oleh kaki Zoro.

"Hello… Spada? Anybody home? Franky? Lo disini???" teriak Sanji menggema di seluruh bagian rumah ketika tiba di dalam rumah.

Ussop gemeteran, "Lebih serem di dalem rumahnya daripada di luar rumahnya…" Chopper yang sembunyi dibalik kaki Ussop pun mengangguk setuju.

"Jangan-jangan ada kuntilanak disini…" komen Robin yang secara gak langsung memicu shock dan depresi berat pada Ussop, Chopper dan Brook.

"Gue takut hantu!!" tangis Brook dengan innocent yang secara spontan langsung membuat anak-anak komen, 'LO GAK NGACA??!!'.

Zoro memandangi dinding-dinding yang tertempel rapih dengan beberapa poster-poster tulisan rapuh. Ada sebuah tulisan yang sangat membuatnya tertarik, "…Thiller Bark…" lirihnya membaca tulisan itu.

"Tempat kerja ini nyeremiiinn…" gumam Ussop sambil mundur beberapa langkah ke belakang, "kita pulang aja yu—UUUUWWWWWWWWAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"USSOP!!!" pekik anak-anak begitu melihat Ussop jatuh ke sebuah lobang retakan lantai kayu yang sangat dalam dan menghilang begitu saja. Kalau Luffy yang melihat, pasti mengira Ussop punya keahlian ato semacamnya karena bisa menghilang dengan tiba-tiba.

"UUUUSSSSSSSSOOOOOOOOOOOOPPP!!!!!!!!!" pekik Chopper sambil telungkup memandangi lebih dalam lobang gelap itu. Chopper berusaha mencari sosok Ussop dan memastikan ia baik-baik saja.

"Ussoooppp!!! Lo belom mati kaaaannn??!!! Kalo udah mati, jawab gue!!" teriak Brook yang langsung dijitak Sanji, 'ngaco!'.

Beberapa menit berlalu, namun tak ada jawaban dari korban yang bersangkutan. Semua Mugiwaraners memandangi lobang itu dengan perasaan was-was dan siaga tiga.

"Gak ada jawaban?" tanya Margarett menggigit kuku.

"Nah, berarti udah mati!" timpal Zoro dengan entengnya. Zoro dipelototin Mugiwaraners, "Apa?!" tanyanya yang merupakan protes karena dipandangi aneh sama Mugiwaraners.

"Gue gak apa-apa!! Cuman keseleo dikit!! Temen-temen! Kesini deh!! Liat apa yang gue temuin!!!!" teriak seseorang dari dalam lobang tersebut. Anak-anak nampak lega mendengar jawaban tersebut, tapi juga langsung terheran-heran.

"Lo nemu apa, Sop??" sahut Chopper.

"Gue gak bisa jelasin, kayaknya kalian deh yang liat! Makanya turun ke sini cepetan!!"

"Serem gak?" tanya Chopper gemeteran.

"GAK!!!" teriaknya meyakinkan.

Akhirnya dengan beberapa persetujuan mereka pun turun dengan melompat ke dalamnya. Zoro turun sambil teriak 'AUUUOOOO!! UOOO!!!', Chopper turun sambil tutup hidung (maksudnya jaga-jaga kalo ternyata di dasar lobang itu ada air), Robin turun sambil baca buku pake senter hape, Brook turun sambil teriak 'GERONIMOOOO!!', dan Sanji serta Margarett turun lompat biasa (satu-satunya yang masih normal dalam stylish melompat ke dalam lubang gelap).

Mereka pun sampai di sebuah ruangan apik, bersih, yang setidaknya berbeda dengan keadaan ruang sebelumnya. Di ruangan itu tampak terdapat beberapa pekakas mesin dan pekakas kayu di sana-sini. Ada juga beberapa benda atau lebih tepatnya mesin aneh terpampang di atas meja-meja kayu. Ruangan ini tentu saja membuat mereka sukar percaya mengingat keadaan rumah yang mereka datangi 10 menit yang lalu sangat lusuh, bobrok, bahkan bau mistis. Tapi, berbeda dengan yang ini.

"Gak salah lagi, ini ruang kerja Franky!" tebak Robin meraba beberapa perkakas kayu yang berserakan.

"Ya, tapi bukan itu yang mau gue tunjukkin, minna…" lirih Ussop memegang sebuah Compact Disk di tangannya.

"Ini… CD writer?" tanya Sanji.

Ussop mengangguk, ia pun membalikkan CD itu ke permukaan bagian covernya. Terdapat tulisan di atasnya yang membuat semua Mugiwaraners bingung.

Sementara itu, seseorang yang mereka kenal dan sedang mereka cari itu datang dari arah pintu dan tersenyum.

[END OF FLASHBACK]


"Legenda Cinta…?" belalak Nami mengulang kalimat yang diucapkan Sanji. Sanji mengangguk sambil tersenyum.

"Jangan-jangan DVD bajakannya pilem Legenda Cinta yang mau kita tonton di bioskop kemaren?" tebak Luffy asal.

Sanji cepat-cepat menggeleng, "Bukan, ahou! Fromat CD nya CD writer kok! Berarti kan di write lewat komputer!"

"Yaa… sapa tau si Franky donlot dari internet!"

"Trus Franky minta kita semua nonton rekaman yang ada di CD itu?" tanya Nami.

"Nah itu yang gue aneh!" sahut Sanji. Luffy dan Nami saling berpandangan dengan heran dan langsung bertanya 'kenapa aneh?'. "Franky, minta kalian berdua yang nonton rekaman itu!"

"HHEEE???!! Kenapa?!" pekik Nami.

"Gak tau… kita gak diijinin nonton! Dia bilang gini: 'Rekaman itu hanya gue siapin buat mereka berdua! Tapi tenang aja, masih ada rekaman yang emang gue siapin buat kita semua nonton bareng kok. But, khusus rekaman yang Ussop pegang itu, hanya mereka berdua yang boleh nonton!!'. Gitu katanya!! Nyebelin banget!" jelas Sanji panjang lebar sambil menirukan suara dan gaya Franky.

"Kenapa cuman kita?" tanya Luffy memiringkan kepalanya. Sanji pun respon 'Like hell if I know!'.

"Ya udah, yuk Luffy! Kita kesana!" ajak Nami.

"Yuk… aku juga jadi penasaran!" Mereka bertiga pun pergi ke rumah tempat kerja Franky dengan berjalan kaki.


Luffy dan Nami menatap Franky dengan sangat teliti kayak mau interogasi pelaku maling jemuran.

"Lo yakin, Franky?" tanya Sanji, "…cuman mereka berdua doang?"

"SSSUUUPPPEEEERR~!!! Iya duuonkkk!!!" seru Franky. "Nah, silakan masuk Tuan Luffy dan Nona Nami!" sopan Franky mempersilahkan mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang nyaman karena banyak bantal dan di tengah terdapat sofa putih yang juga dipenuhi bantal dan selimut. "Ini sebenernya kamar tidur gue kalo ngerjain proyek kemaleman dan gak bisa pulang," jelas Franky menanggapi wajah heran Luffy dan Nami.

Franky pun menyalakan infokus dan menampakkan layar komputer di sebuah proyektor. "Selamat menyaksikan, kalian berdua. Gue tinggal dulu…"

Luffy dan Nami mengangguk dengan tampang H2C (bukan harap-harap cebok, pemirsa) dan segera mengambil posisi tepat untuk menonton. Nami duduk di atas sofa, dan Luffy lebih memilih duduk di karpet.

"Oy, Nami! Bawa pop corn gak??? Laper nih!!" rengek Luffy dengan perut buncit.

"Astajim… Luffy… Elo tuh baru makan se jam yang lalu tau gak!" seru Nami geleng-geleng dan bertolak pinggang.

"Ayolah…"

"Gue gak bawa," singkat Nami supaya Luffy tidak merengek lebih.

Tak lama pilem dimulai, Franky memasuki ruangan sambil membawa empat mangkok putih besar Nacho rasa keju dan lima cola. "Nih, colanya gue bawa lima, dan Nacho-nya gue bawa empat mangkok gede sekalian. Gue tau, Luffy orangnya tukang makan," komen Franky sambil nyengir. Setelah Luffy dan Nami mengucapkan terima kasih, Franky pun meninggalkan ruangan sambil nyengir penuh dosa.


Tak sampai sepuluh menit setelah Franky keluar dari ruangan…

SRIIINGGG… BUUMMM!!

BLAAAAAARRRRRRRRRRRR~~!!!!!!!!!!!!!

"KUSO!! APAAN SIH INI!!!" seru Luffy menutupi wajahnya dengan lengan. "Oy! Nami! Lo gak apa-apa?!"

Luffy memandangi sekelilingnya. Hanya asap putih debu dari jebolnya tembok, yang tampak sejauh matanya melihat. Ia mulai mengkhawatirkan Nami yang ia sadari tidak menyahut. "Nami!! Lo dimana?!!" teriaknya sambil berlari kecil tak tentu arah di dalam ruangan itu. Ia hanya mencoba mencari Nami. Tak lama, disusul para geng Mugiwara yang lain memasuki ruangan dan mulai memanggil nama Luffy dan Nami.

"Luffy! Lo dimana??!" teriak Chopper. Ia pun mendengar jawaban samar dari Luffy, 'Gue disini!'. "Lo gak apa-apa?"

"Cih! Tenang guys, okay? Jangan panik…" halang Ussop yang kemudian tarik napas dalam-dalam… dan… "AMBULAANNSSSSS!!!!!!!!!" teriaknya geje dan mulai PAPAT (panik di tempat).

"LO TU YANG PANIK!!!" teriak Mugiwaraners yang lain dengan sangar.

Franky menganalisa tempat, "Mana keliatan kalo kayak gini. Oya, gue ada kipas angin!" usulnya kemudian menekan sebuah saklar di sampingnya.

Secara otomatis, seiring angin menggeliwir ruangan, asap berangsur-angsur menghilang. Sedikit demi sedikit tampak Luffy sedang duduk di lantai bagian tengah ruangan sambil memangku sesuatu. Sementara yang lain menghampiri Nami dan Luffy; Franky, Brook dan Robin pergi ke luar untuk memeriksa siapa pelaku yang telah menjebol tembok.

"NAMI!" pekik Mugiwaraners seiring melihat tubuh Nami tak sadarkan diri di pangkuan Luffy. Sementara itu, Luffy tampak panik mencoba menyadarkan Nami (dengan menaboknya beberapa kali) namun gagal.

"Nami butuh nafas buatan!!" teriak Sanji dengan bahagia dimana kebahagiaan itu berakhir setelah ia hampir semaput dicekek dan di kuntaw Margarett.

"Kita butuh dokter!!" sontak Chopper.

Zoro nampiling Chopper dengan ganas, "Elo dokternya dogol…!"

"Oh? Iya ya…"

"Chopper, tolong periksa Nami!" perintah Luffy.

Chopper mengangguk, "tapi sebelum itu bantu aku pindahkan dia ke tempat yang lebih aman!"

Luffy setuju. Ia, Sanji, dan Zoro pun bersama-sama mengangkat Nami dan bergegas memindahkannya ke ruangan yang lebih aman. Tak lama kemudian, Robin dan Franky kembali dengan tergesa-gesa.

"Gawat! CD nya ilang!!" lapor Franky sambil berduka.

"Gak penting itu! Yang penting siapa yang melakukan itu barusan?!" tanya Sanji setengah membentak. Franky pun protes gak kalah bentak, 'PENTING ITTTUUUU~!!!'.

"Soal itu, Brook lagi ngejar orangnya sekarang," jelas Robin. Sanji lega, karena tau lari Brook merupakan yang tercepat di dunia. Dijamin, kereta Shinkansen pun kalah dan akan jauh tertinggal 20 km di belakang Brook jika seandainya keduanya dipertandingkan.

Namun, tak lama kemudian, Brook kembali dengan ekspresi wajah tak menyenangkan.

"Jii-chan! Ketemu siapa yang 'njebol?!" seru Luffy. Brook hanya menggeleng.

"Emangnya kalian gak liat wajah pucat gue?" tanya Brook, "Oh iya… gue lupa kalo gak punya kulit… Yohohohohoho~!!" Zoro pun komen dengan sinis, 'Bangga lagi lo!'.

"Cih, Nami pingsan lagi!" keluh Luffy. Bersamaan dengan itu, Chopper menelan ludah setelah selesai memeriksa detak jantung Nami dengan stetoskop. Keringat dingin dan ekspresi pucat, menghiasi wajahnya dan bibirnya yang setengah jaw drop.

"Lu… Luffy… ga… gawat…" paniknya dan mulai mencoba menekan-nekan dada Nami dengan kencang agar jantungnya terpompa. Melihat pemandangan itu, Sanji sebenarnya jadi ingin membantu Chopper (terutama bagian menekan-nekan itu).

"A-ada apa, Chopper?!" tanya Luffy. Chopper menengokkan kepalanya dengan efek slow motion. "O-oy…" panggil Luffy.

Chopper memandangnya dengan lekat dan berkaca-kaca, "Nami… Jantung Nami berhenti berdetak…"

"AAAPPPAAAAAAAAA???!!!!!!!!!!!!!!"

TSUZUKU


*Celingak-celinguk mastiin ga ada Odachi* "Yak! SBS ABAL-ABAL DIMULAI!!!" *dengan suara berwibawa*

edogawa Luffy: YOSHAAA!! Author ganteng ini udah apdet ko!! -disikut Nami- Oufffhhh…!! Nami tetep cantik! –disikut Luffy dan Sanji-

(I)(B)lis(N)ar(U)to: Shi shi shi… sama-sama… saia dengan senang hati berbagi do'a… karena… -curhat mode ON- saia bisa sukses ujian nasional kemarin juga karena do'a anak-anak FFn!! –membungkuk sambil terharu-

Monkey D. Cyntia: Begitulah, saia memang sangat menyukai suasana pantai. Hampir semua fanfic yang saia tulis pasti berlatar pantai… menyenangkan membayangkan karakter-karakter anime yang kita sukai bermain bebas di tempat yang kita sukai. Dalam chap sebelumnya, tadinya saia ingin menambahkan adegan Mugiwara bermain pasir, dan pertandingan memecah semangka, tapi saia takut kepanjangan dan takut ceritanya malah jadi membosankan… Robin OOC? Yohohoho! Memang, Robin tidak jaim hanya di depan Zoro dan Nami.

Kuchiki Rukia-taichou: Luffy memang bodoh!! Iya kan, Nami?

MelZzZ: Yang dimaksud Brook itu… *bisik2 misterius* tempat pemandian wanita…! Arrrgghh!! Brook menggila!! Zoro memang sahabat sekaligus bodyguard Robin… -sigh- bahagianya jadi Zoro… Banyak yang suka SanMar ya? Bagaimana, Sanji? Wah, MelZzZ-san, kau membuat Sanji tersipu malu!

ARGENTUM SILVER-CHAN: Yaa… saia memang suka pair Luffy x Nami. Tapi, begini… ehem, saia berusaha memasukkan sesedikit mungkin pairing disini… walopun memang, nanti di akhir cerita akan banyak klise dan pairing, termasuk pairing Ussop x Kaya. Well, I'll thinking about it later…!

Mizu_kun: Wahaha… thanks dah repiu! –wink ala Duval-


Oh, Iya… ngomong-ngomong soal Duval, dia bakal dapet peran penting lho di next chapter!

Mohon reviewnya!! *membungkuk sambil diseret Odachi (abal-abal)*